logo-website
Rabu, 10 Jun 2026,  WIT

Tiga Kampung di Manggelum Kembali Aman, Koops TNI Habema Imbau Warga Pulang

Patroli keamanan Satgas Koops TNI Habema berhasil mengamankan wilayah Distrik Manggelum, Yahukimo, serta menyita sejumlah senjata dan perlengkapan milik kelompok bersenjata pimpinan Kopi Tua Heluka

Papuanewsonline.com - 10 Jun 2026, 03:55 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Sejumlah senjata rakitan, senapan angin, dan perlengkapan lainnya yang diamankan personel Satgas Koops TNI Habema dalam operasi pengamanan di Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di Distrik Manggelum, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dipastikan kembali kondusif setelah personel Satgas Koops TNI Habema berhasil mengamankan tiga kampung yang sebelumnya ditinggalkan warga akibat gangguan keamanan kelompok bersenjata, Selasa (9/6/2026).

Ketiga kampung yang kini telah berada dalam kondisi aman tersebut adalah Kampung Manggelum, Kampung Mangga Tiga, dan Kampung Kewam. Operasi pengamanan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan keamanan serta menjamin keselamatan masyarakat yang sempat mengungsi.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan operasi pengamanan yang dilaksanakan pada Selasa berhasil mencapai sasaran tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak mana pun.

Menurutnya, ketiga kampung tersebut sebelumnya mengalami gangguan keamanan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka dan Dejang Heluka. Aksi yang dilakukan kelompok tersebut menyebabkan masyarakat meninggalkan kampung mereka dan mengganggu aktivitas pemerintahan maupun pelayanan publik.

"Ketika Tim Patroli Satgas Koops TNI Habema memasuki wilayah tersebut, kelompok bersenjata diketahui telah melarikan diri melalui Sungai Dogoel," ujar Wirya.

Koops TNI Habema menyatakan bahwa Distrik Manggelum saat ini telah berada dalam pengawasan aparat keamanan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk kembali ke kampung masing-masing.

"Distrik Manggelum saat ini berada dalam kondisi aman dan sepenuhnya dijaga oleh aparat keamanan. Masyarakat yang sempat mengungsi kami imbau untuk kembali ke kampung masing-masing dan beraktivitas seperti biasa," kata Wirya.

Pemulihan keamanan tersebut diharapkan dapat mendorong kembali berjalannya aktivitas pemerintahan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang sempat terganggu akibat situasi keamanan beberapa waktu terakhir.

Dalam operasi patroli keamanan tersebut, personel Satgas Koops TNI Habema juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan oleh kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.

Barang bukti yang diamankan meliputi lima pucuk senjata rakitan, 38 pucuk senapan angin, alat bidik senapan, telepon genggam, busur dan anak panah, parang, serta berbagai perlengkapan lainnya.

Penyitaan barang-barang tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam upaya menekan potensi gangguan keamanan dan menjaga stabilitas wilayah.

Berdasarkan data yang dimiliki aparat keamanan, kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka disebut kerap melakukan berbagai aksi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

Aksi yang dimaksud antara lain penyerangan terhadap aparat keamanan, tindak kekerasan, ancaman terhadap masyarakat, hingga penembakan terhadap pesawat sipil yang melayani penerbangan di wilayah Papua.

Rangkaian aksi tersebut selama ini dinilai telah menciptakan ketakutan di tengah masyarakat dan menyebabkan sejumlah warga memilih mengungsi demi keselamatan mereka.

Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di Distrik Manggelum maupun wilayah lain yang berpotensi mengalami gangguan keamanan.

Selain melakukan pengamanan wilayah, aparat juga terus berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Koops TNI Habema turut mengajak kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk meninggalkan aksi kekerasan dan kembali bergabung bersama masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui pendekatan keamanan yang disertai upaya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, diharapkan situasi Papua, khususnya di Kabupaten Yahukimo, dapat semakin aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE