Imlek 2577 di Timika: PSMTI Gelar Festival Harmoni Nusantara dengan Pasar UMKM dan Kegiatan Sosial
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Mimika akan meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek 2026
Papuanewsonline.com - 13 Feb 2026, 12:07 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Timika – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika akan meramaikan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan mengusung tema “Harmoni Nusantara Cahaya Imlek”. Acara yang terbuka untuk seluruh masyarakat lintas suku dan etnis ini akan menghadirkan beragam kegiatan mulai dari festival budaya, pasar UMKM, hingga aksi sosial yang bertujuan mempererat tali persaudaraan.
Perayaan tahun ini jatuh pada Tahun Kuda Api dalam kalender
Tionghoa, atau masuk pada tahun ke-2577.
Ketua Panitia Imlek 2026 PSMTI Timika, Joesoef Kurniawan,
menyampaikan bahwa simbol api dalam Tahun Kuda Api melambangkan semangat
perkembangan, keberanian menghadapi tantangan, serta energi positif yang ingin
disebarkan ke seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian acara akan digelar mulai 15 hingga 17 Februari
2026 dengan Festival Pasar Imlek di Jalan Budi Utomo, depan Cafe Mulo. Sebanyak
40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapatkan fasilitas
stan secara cuma-cuma.
"Kami merancang festival ini untuk memberikan dorongan
ekonomi bagi masyarakat Timika, oleh karena itu tidak ada biaya yang dikenakan
kepada pelaku UMKM yang berpartisipasi," jelas Joesoef.
Di samping aktivitas yang mendukung perekonomian lokal, PSMTI juga akan melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat Yayasan Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) sebagai bentuk komitmen organisasi dalam berkontribusi pada pembangunan daerah.

Nilai Harmoni Nusantara diwujudkan melalui penggunaan simbol
budaya lokal, dimana kuda lumping dijadikan sebagai logo utama perayaan ini.
Koordinator Acara Imlek 2577, Rusli Limpo, menekankan bahwa
perayaan tidak hanya fokus pada hiburan, melainkan juga mengedepankan
nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial antar warga masyarakat.
Kegiatan lainnya meliputi kunjungan hormat kepada
tokoh-tokoh sesepuh komunitas Tionghoa, pertunjukan dari berbagai sekolah dan
komunitas selama tiga hari festival, serta layanan bakti sosial yang mencakup
pemeriksaan kesehatan umum gratis, kegiatan donor darah bersama Palang Merah
Indonesia (PMI), pemeriksaan mata secara cuma-cuma, dan pembagian kacamata.
Atraksi budaya seperti pertunjukan wushu, barongsai, fashion
show, standup comedy, serta berbagai doorprize dari para sponsor juga akan
menghiasi setiap hari acara. Puncak perayaan Imlek 2577 sekaligus Cap Go Meh
akan berlangsung pada 3 Maret 2026 di Graha Eme Neme Yauware sebagai puncak dan
penutup dari seluruh rangkaian kegiatan.
Penulis: Jid
Editor: GF