Papuanewsonline.com
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Sapa Generasi Muda, Polri Sahabat Pelajar Sambangi SMK Negeri 6 Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Program “Polri Sahabat Pelajar” kembali hadir menyapa generasi muda di Kota Ambon. Bertempat di halaman SMK Negeri 6 Ambon, Jumat (28/11/2025), Bidhumas Polda Maluku bekerja sama dengan Subdit PPA Ditreskrimum Polda Maluku dan Duta SMA 2025 menggelar kegiatan sosialisasi terkait perlindungan anak, anti-bullying, hingga pencegahan perilaku kekerasan di lingkungan pendidikan.Sosialisasi ini dihadiri 204 pelajar kelas X dan XI dan mengangkat tema besar “Polri Sahabat Pelajar: Perlindungan Anak, Stop Bullying, dan Perilaku Kekerasan di Kalangan Pelajar.”Kepala SMK Negeri 6 Ambon, Eduard Luturmas, S.Th., M.Pd, dalam sambutannya memberikan apresiasi mendalam kepada Polda Maluku.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Maluku dan jajaran Bidhumas yang melalui kebijakan dan program-programnya terus memperhatikan masa depan generasi bangsa. Edukasi seperti ini sangat penting agar pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi cerdas intelektual, tetapi juga cerdas secara sosial, emosional, spiritual, dan patuh hukum,” ujar Luturmas.“Kami menyambut dengan gembira kegiatan ini dan berharap edukasi seperti ini dapat terus berlangsung sehingga kita menghasilkan generasi berkarakter, bermoral, dan mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program besar Polri untuk mendekatkan diri kepada pelajar dan memberikan edukasi tentang perilaku berisiko.“Kami ingin membangun pemahaman sejak dini agar para pelajar terhindar dari perilaku kekerasan yang merugikan diri sendiri maupun proses pendidikan, seperti bullying dan tawuran yang saat ini marak terjadi,” jelasnya.“Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menyediakan ruang bagi kami. Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui generasi Maluku yang cerdas, berkarakter, dan patuh hukum,” tegas Rositah.Sementara itu dalam penyampaian materinya Adrian Payung, Duta SMA Provinsi Maluku Tahun 2025 sekaligus siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ambon memberikan paparan inspiratif mengenai fenomena “Tiga Dosa Besar Pendidikan”, yaitu kekerasan, intoleransi, dan perundungan (bullying).Dalam penjelasannya, Adrian menyoroti bagaimana ketiga "perilaku menyimpang" tersebut sering muncul di lingkungan sekolah dan berdampak kuat terhadap perkembangan karakter, moral, dan kesehatan mental pelajar. Ia mengajak para siswa untuk berani berbicara, saling menghargai, serta menjadikan sekolah sebagai ruang aman bagi setiap anak.Adrian juga membagikan pengalaman dan sudut pandang generasi muda tentang bagaimana pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam lingkungan sekolah.Pada kesempatan yang sama Brigpol Mustika Payung, S.H., M.H, yang merupakan penyidik Subdit PPA Ditreskrimum Polda Maluku, menyampaikan materi yang paling aplikatif dan mendalam, membahas realitas "perilaku menyimpang" yang sering terjadi di lingkungan sekolah.Dalam penyampaiannya, Brigpol Mustika menjelaskan berbagai bentuk kekerasan pelajar, mulai dari bullying, tawuran, pelecehan seksual, hingga kekerasan verbal yang sering dianggap sepele namun dapat berakibat fatal. Ia menerangkan pula tentang bagaimana seorang anak berhadapan dengan hukum (anak sebagai pelaku maupun anak sebagai korban) yang melakukan suatu tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak serta konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku.Selain itu, ia menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam menggunakan media sosial secara bijak. Fenomena cyberbullying yang marak di kalangan remaja dijelaskan secara rinci, termasuk risiko psikologis dan ancaman hukum yang menyertainya.Brigpol Mustika juga memaparkan bagaimana Polri melalui unit PPA memberikan perlindungan hukum, melakukan pendampingan, dan menindaklanjuti laporan terkait kekerasan terhadap anak.Antusiasme para pelajar sangat terlihat pada sesi tanya jawab. Tercatat 21 siswa mengajukan pertanyaan, mulai dari cara menghadapi bullying, langkah yang harus dilakukan saat melihat kekerasan, hingga bagaimana melindungi diri dari kejahatan di dunia digital.Para narasumber merespons secara komprehensif, membuat sesi ini menjadi bagian paling hidup dalam kegiatan.Program “Polri Sahabat Pelajar” yang digagas Bidhumas Polda Maluku tampak semakin relevan di tengah meningkatnya kasus kekerasan anak dan maraknya perilaku negatif pelajar di era digital. Kombinasi materi hukum, edukasi karakter, serta pengalaman dari figur pelajar inspiratif seperti Duta SMA menjadi paket lengkap yang sangat efektif.Polda Maluku tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan melalui pendekatan humanis, persuasif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini layak dijadikan model kolaborasi antara aparat penegak hukum dan lembaga pendidikan dalam upaya membangun generasi muda yang berkarakter, bermoral, patuh hukum dan tahan terhadap pengaruh negatif zaman. PNO-12
29 Nov 2025, 19:56 WIT
Polres Pidie Jaya dan Tim Gabungan Temukan Santri Hanyut di Jangka Buya
Papuanewsonline.com, Meureudu – Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa Kapolsek Jangka Buya bersama personel Polsek, Koramil 27 Jangka Buya, warga setempat, serta ustaz dan santri Dayah Mudi Samalanga melaksanakan pencarian lanjutan terhadap seorang santri yang hanyut akibat banjir.Korban yang diketahui bernama M. Rais (19), santri asal Gampong Tengoh, Langsa, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terbawa arus banjir akhirnya ditemukan di Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, pada Jumat, 28 November 2025.AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menjelaskan, pencarian dilakukan di titik awal lokasi korban terbawa arus, yakni di Gampong Keude Jangka Buya. Upaya ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak Dayah Mudi Samalanga, Kabupaten Bireuen, untuk penanganan lebih lanjut.Kapolres Pidie Jaya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian."Semoga keluarga diberi ketabahan dan korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," tutupnya. PNO-12
29 Nov 2025, 19:29 WIT
Bupati Boven Digoel Resmi Tutup Pelatihan Sistem Informasi Percepatan Penurunan Stunting
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel,
Roni Omba, resmi menutup rangkaian pelatihan kesehatan yang berfokus pada
peningkatan layanan ibu dan anak serta pencegahan stunting di Kabupaten Boven
Digoel. Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan Pelayanan ANC dan penggunaan USG
Dasar Obstetri Terbatas, Pelatihan Konseling Menyusui, dan Bimbingan Teknis
Sistem Informasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang
diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel.Dalam kesempatan itu, Bupati Roni Omba menyampaikan
apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan, para narasumber, fasilitator, serta
seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan secara serius. Ia menyebut,
peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan bagian dari prioritas
pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar.Bupati menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah
strategis bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini
risiko kehamilan, menangani kondisi obstetri dengan tepat, serta memberikan
pendampingan menyusui secara efektif. Menurutnya, kualitas layanan yang unggul
sangat berpengaruh terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus
mencegah risiko stunting.Dalam sambutannya, ia juga menyoroti pentingnya pemberian
ASI eksklusif sebagai intervensi utama dalam pencegahan stunting. Pelatihan
konseling menyusui yang diberikan kepada tenaga kesehatan diharapkan mampu
menghasilkan dampak langsung pada praktik pemberian ASI di masyarakat.Selain itu, Bupati Roni Omba menekankan peran signifikan
penguatan sistem informasi kesehatan. Melalui Bimtek Sistem Informasi
Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting, pemerintah daerah berupaya
memastikan bahwa data yang dikumpulkan dapat lebih akurat, terstruktur, dan
dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menyusun perencanaan intervensi.Menurut Bupati, data yang baik menjadi fondasi dari
kebijakan yang tepat sasaran. Oleh sebab itu, penguatan sistem informasi
dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program besar penurunan
stunting di wilayah tersebut.Roni Omba juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk
memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat diakses seluruh
masyarakat, baik yang tinggal di Tanah Merah, kampung-kampung, maupun daerah
pedalaman. Ia berharap kemampuan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat
diterapkan secara nyata dalam pelayanan sehari-hari.Penutupan pelatihan ini menjadi salah satu langkah penting
pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak,
sekaligus mempercepat penanganan stunting yang masih menjadi tantangan di
Kabupaten Boven Digoel. Penulis: HendrikEditor: GF
29 Nov 2025, 04:52 WIT
Bupati Boven Digoel Soroti Rumah Guru yang Terbengkalai di Kouh: Anggaran Harus Tepat Sasaran
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel,
Roni Omba, menyampaikan kekecewaannya setelah melihat kondisi puluhan rumah
guru di SMP YPPGI Kouh yang kini hancur dan tidak dimanfaatkan. Rumah-rumah
tersebut dibangun untuk mendukung tenaga pengajar, namun sebagian besar dari bangunan
itu tidak pernah ditempati.Saat melakukan peninjauan langsung di kawasan SMP YPPGI
Kouh, Bupati Roni Omba mendapati bahwa sekolah tersebut hanya memiliki empat
orang guru. Namun jumlah rumah yang dibangun jauh lebih banyak, dengan dua unit
yang masih terpakai sementara sisanya telah lama terbengkalai tanpa
pemeliharaan.“Saya sangat miris melihat kondisi ini. Ini adalah
pemborosan anggaran yang tidak bisa diterima. Kita harus memastikan bahwa
anggaran yang digunakan untuk pembangunan rumah guru digunakan dengan efektif
dan efisien,” tegas Bupati Roni Omba di lokasi peninjauan.Kondisi bangunan yang tidak difungsikan ini menimbulkan
keprihatinan mendalam, mengingat ada sejumlah distrik lain yang masih sangat
membutuhkan fasilitas rumah guru namun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan
anggaran. Situasi tersebut, menurut Roni Omba, menunjukkan lemahnya perencanaan
dan pengawasan pada pembangunan sebelumnya.Dalam kesempatan itu, Bupati Roni Omba menyampaikan bahwa
bangunan yang telantar tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk kebutuhan
masyarakat setempat daripada dibiarkan rusak tanpa manfaat. Ia menilai
pemanfaatan yang tepat justru dapat memberikan dampak sosial lebih baik.“Kalo bisa biar masyarakat yang tinggal. Ini akan lebih
bermanfaat daripada rumah-rumah ini terbengkalai dan tidak digunakan,” ujarnya.Bupati juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang
pada proyek-proyek pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Menurutnya, setiap
pembangunan harus mempertimbangkan kebutuhan riil agar anggaran pemerintah
digunakan secara efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.Kunjungan tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi dinas
terkait untuk memperbaiki sistem perencanaan pembangunan agar lebih tepat
sasaran. Pemerintah daerah disebutkan akan melakukan pendataan ulang untuk
memastikan tidak ada lagi fasilitas publik yang terbengkalai akibat kesalahan
perencanaan.Dengan peninjauan ini, Bupati Roni Omba menegaskan kembali
komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui fasilitas
yang layak, terencana, dan digunakan sesuai kebutuhannya. Penulis: Hendrik
Editor: GF
29 Nov 2025, 04:43 WIT
Bupati Boven Digoel Tinjau Progres Pembangunan Puskesmas Kawagit
Papuanewsonline.com, Boven Digoel— Bupati Boven Digoel, Roni
Omba S.IP, melakukan peninjauan langsung ke Distrik Kawagit untuk melihat
perkembangan pembangunan Puskesmas yang saat ini sedang dikerjakan. Kunjungan
tersebut dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana
dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga setempat.Dalam peninjauan tersebut, Bupati Roni Omba menegaskan
harapannya agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat segera rampung.
Ia menyebut bahwa keberadaan Puskesmas akan sangat penting bagi masyarakat
Kawagit yang selama ini membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat
dan memadai.“Saya berharap pembangunan Puskesmas ini dapat selesai
secepatnya dan memberikan pelayanan kesehatan lebih baik,” ujar Bupati Roni
Omba saat berada di lokasi pembangunan.Pemerintah daerah memandang pembangunan Puskesmas Kawagit
sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan
terutama di wilayah pedalaman. Dengan hadirnya fasilitas ini, masyarakat tidak
lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan
medis dasar.Kunjungan Bupati juga menjadi momen penting untuk memastikan
bahwa seluruh tahapan pembangunan dilakukan sesuai standar dan kebutuhan
masyarakat. Pemerintah menginginkan agar fasilitas tersebut tidak hanya
selesai, tetapi juga berfungsi optimal ketika mulai digunakan nantinya.Bupati Roni Omba menegaskan bahwa dukungan pemerintah
terhadap pembangunan Puskesmas akan terus diberikan hingga prosesnya selesai
sepenuhnya. Ia menekankan perlunya pengawasan rutin agar progres tidak
terhambat dan harapan masyarakat Kawagit dapat segera terwujud.“Kami akan terus memantau dan mendukung pembangunan ini agar
dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Roni Omba.Dengan peninjauan ini, pemerintah daerah berharap bahwa
pembangunan Puskesmas Kawagit dapat diselesaikan tepat waktu dan mampu
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Distrik Kawagit serta wilayah
sekitar. Penulis: HendrikEditor: GF
29 Nov 2025, 04:40 WIT
Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri Wujudkan Indonesia Emas 2045
Papuanewsonline.com, Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara wisuda prajurit taruna akademi TNI dan Bhayangkara taruna akademi Kepolisian di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025).Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas TNI-Polri menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang. "Saya perpesan agar terus memperhatikan sinergisitas dan solidaritas TNI-Polri dalam setiap perjalanan. Sehingga mampu melewati berbagai tantangan bangsa demi mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045," kata Sigit dalam amanatnya. Pada tahun ini terdapat 1.621 taruna, terdiri dari 713 Akmil, 350 AAL, 210 AAU, serta 348 Bhayangkara taruna Akpol, yang menyelesaikan pendidikan dasar integratif taruna akademi TNI dan akademi Kepolisian.Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut bahwa TNI-Polri harus berperan aktif dalam rangka mengawal dan mempercepat pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. "Keberhasilan seluruh kebijakan tersebut tentunya merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa termasuk TNI-Polri sebagai garda terdepan yang saling melengkapi dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa melalui tugas pokoknya masing-masing," ujar Sigit. Terlebih lagi, kata Sigit, pada tahun 2030 sampai 2035, Indonesia diproyeksikan memasuki puncak bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur penduduk nasional. Apabila berhasil dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan melakukan lompatan jauh ke depan, setara dengan negara maju lainnya.Lebih dalam, Sigit menegaskan, tantangan tugas ke depan juga akan semakin kompleks. Disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global akan terus berkembang serta berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan dan kedaulatan Bangsa Indonesia. "Oleh karena itu, para taruna tentunya harus terus menempa diri sehingga menjadi perwira TNI-Polri yang berkualitas, karena salah satu kunci utama dalam menyambut bonus demografi dan tantangan tugas tersebut adalah dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ucap Sigit.Menurut Sigit, pendidikan dasar ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai sinergisitas dan soliditas sejak dini guna memperkuat ikatan emosional para calon perwira TNI dan Polri.Dengan latar matra dan korps berbeda, Sigit menuturkan bahwa, para taruna telah ditempa bersama dalam suasana kebersamaan, disiplin, dan semangat integrasi, yang akan menjadi bekal berharga untuk mengabdikan kepada masyarakat, serta menjaga keutuhan NKRI."Hal ini sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa, 'TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, dan wujud dari eksistensi negara'," tutur Sigit. Sigit berharap upacara wisuda prajurit taruna akademi TNI dan Bhayangkara taruna akademi Kepolisian ini dapat menjadi momentum lahirnya generasi unggul calon perwira TNI–Polri yang kelak menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Saya dan Bapak Panglima TNI juga pernah menjalani pendidikan seperti Taruna sekalian, sehingga memahami bahwa menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna bukanlah perjuangan yang mudah. Dibutuhkan ketekunan dan pengorbanan selama menempuh pendidikan, sehingga dapat menjadi seorang perwira yang tanggap, tanggon, dan trengginas," tutup Sigit. PNO-12
28 Nov 2025, 21:04 WIT
Bupati Boven Digoel Roni Omba Dampingi Tenaga Medis Masuk ke Distrik Boma
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel,
Roni Omba S.IP, turut mengantar dokter dan rombongan tenaga medis menuju
Distrik Boma dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut
berjalan dengan baik. Kunjungan ini dilakukan pada Kamis, 27 November 2025, dan
menjadi bentuk perhatian langsung pemerintah terhadap kondisi layanan dasar di
distrik pedalaman.Dalam sambutannya, Roni Omba menyampaikan rasa terima kasih
atas dukungan masyarakat Boma selama proses pemilihan. Ia juga meminta maaf
karena kunjungan kali ini tidak diberitahukan sebelumnya, sebab pemerintah
ingin melihat secara langsung bagaimana operasional pelayanan publik berjalan
di lapangan.Roni Omba menyinggung soal keterbatasan anggaran yang selama
ini memengaruhi kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Namun, pemerintah tetap
berupaya memastikan bahwa tenaga kesehatan ditempatkan secara memadai di
Distrik Boma, termasuk dokter dan petugas pendukung yang kini mulai bertugas.Bupati menegaskan bahwa masyarakat perlu memberikan dukungan
penuh kepada tenaga medis yang telah ditempatkan. Ia meminta warga menjaga
serta melindungi para pekerja kesehatan agar mereka dapat menjalankan tugas
tanpa hambatan.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel, dr. Sofia
Marpaung, yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan bahwa penempatan
tenaga medis ini merupakan bagian dari langkah pemerintah meningkatkan kualitas
layanan kesehatan di Boma. Ia mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas
serta peralatan kesehatan yang sudah disediakan.Dalam kesempatan itu, Roni Omba juga mengingatkan kembali
mengenai insiden-insiden yang pernah mengancam keselamatan pekerja kesehatan
pada masa lalu. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara warga dan
tenaga medis demi menciptakan lingkungan yang aman bagi semua pihak.Menurutnya, tenaga kesehatan adalah manusia yang memiliki
hak untuk dihormati dan dilindungi. Ia meminta masyarakat melaporkan setiap
ancaman atau persoalan yang muncul agar dapat segera ditangani oleh pemerintah
daerah.Kunjungan ini kemudian diakhiri dengan ajakan bagi
masyarakat untuk bersabar selama proses peningkatan layanan berlangsung. Roni
Omba juga mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya publik yang telah
diberikan pemerintah demi keberlanjutan pelayanan kesehatan. Penulis: HendrikEditor: GF
28 Nov 2025, 02:20 WIT
TNI Satgas Pamtas Yonif 732/Banau Memberikan Pengajaran Dasar untuk Anak-Anak Wangbe
Papuanewsonline.com, Puncak - Pos Wangbe Satgas Pamtas
RI-PNG Yonif 732/Banau terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan
anak-anak di wilayah perbatasan. Pada Rabu (26/11/2025), para prajurit
menggelar kegiatan belajar bersama anak-anak Kampung Wangbe, Kabupaten Puncak,
Provinsi Papua Tengah.Kegiatan yang dipimpin Serda Arly tersebut mengusung tema
“Mengenal Huruf dan Angka,” yang menjadi dasar penting bagi perkembangan
pendidikan anak-anak. Para prajurit mengemas proses belajar dalam bentuk
permainan edukatif agar lebih mudah dipahami dan tetap menyenangkan.Melalui pendekatan itu, anak-anak terlihat antusias
mengikuti pelajaran, sementara para prajurit dengan sabar menjelaskan huruf dan
angka satu per satu. Suasana belajar yang hangat dan penuh perhatian membuat
para siswa merasa nyaman dan berani mencoba hal baru.Danpos Wangbe, Kapten Inf Gery, menegaskan bahwa kegiatan
mengajar ini merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap masa depan generasi
muda Papua. Ia menekankan pentingnya membangkitkan semangat belajar anak-anak
sejak dini agar mereka mampu mengejar cita-cita di masa depan.Ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama
membangun masa depan yang lebih baik, dan kehadiran prajurit di perbatasan tak
hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi
perkembangan masyarakat setempat.Sementara itu, Mama Hanula, salah satu warga Kampung Wangbe,
menyampaikan rasa syukurnya atas inisiatif para prajurit Pos Wangbe. Ia
mengakui bahwa keterbatasan fasilitas dan pendampingan belajar membuat
anak-anak di kampung tersebut kerap tertinggal dalam pelajaran.Ia mengapresiasi kesediaan prajurit yang tidak hanya
mengajarkan pengetahuan dasar tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai seperti
disiplin dan kebersamaan kepada anak-anak. Menurutnya, kehadiran TNI membawa
perubahan positif yang sangat dirasakan oleh masyarakat.Kegiatan mengajar ini menjadi salah satu bukti nyata
kepedulian TNI terhadap masyarakat perbatasan, khususnya di bidang pendidikan.
Program tersebut diharapkan terus berlanjut dan memberikan dampak jangka
panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di Papua.Dengan dukungan berkelanjutan dari para prajurit, masyarakat
berharap anak-anak Kampung Wangbe dapat tumbuh dengan bekal pendidikan yang
lebih baik dan mampu menggapai masa depan yang lebih cerah. Penulis: Hendrik
Editor: GF
27 Nov 2025, 02:43 WIT
Peringati Hari Guru Nasional, Rumkit Bhayangkara Beri Pemeriksaan Kesehatan Gratis di SMA LKMD Laha
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebagai bentuk apresiasi terhadap guru, pahlawan tanpa tanda jasa, para tenaga medis rumah sakit Bhayangkara Ambon menyambangi SMA LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa) Laha, Kota Ambon, Selasa (25/11/2025).Dalam kunjungan yang dilakukan bertepatan Hari Guru Nasional ke-80 ini, tim nakes Rumkit Bhayangkara Ambon melakukan serangkaian kegiatan, salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis kepada para guru LMKD Laha."Personel Rumah Sakit Bhayangkara melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk apresiasi kepada para guru selaku pahlawan tanpa tanda jasa," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan meliputi tensi atau pengecekan tekanan darah, dan Lab sederhana (Cek gula darah, Asam Urat Kolestrol).Sebelum dilakukan pengecekan kesehatan, personel Rumkit Bhayangkara Ambon terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat hari guru kepada pihak sekolah yang dirangkai dengan pemberian kue ulang tahun.Aksi sosial yang dilaksanakan mendapatkan antusiasme dari dewan guru dan para siswa. "Selain itu juga personel Rumkit Bhayangkara Ambon menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para siswa," jelasnya.Tak hanya itu tim nakes Rumkit Bhayangkara Ambon juga memberikan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan."Kegiatan dilaksanakan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru maupun para siswa SMA LKMD Laha," harapnya.Untuk diketahui, kegiatan sambang SMA LKMD Laha dipimpin oleh AKP Dr. FAISAL KASTELA., S.Kep., Ns.M.Kes.M.M.,AIFO. Ia didampingi IPTU dr. SELVI LEASA, AIPDA SUKRI OHORELLA, BRIPTU ANISA URA S.Tr.Keb, dan BRIPTU MARSEL LEWERISSA S.Tr.Kes. PNO-12
26 Nov 2025, 18:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru