logo-website
Kamis, 11 Jun 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Peneliti MPSI: PSN Wanam Menjadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan Nasional Papuanewsonline.com, Bogor - Peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Fathan Putra Mardela, menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Merauke, Papua Selatan, merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.Pernyataan tersebut disampaikan Fathan dalam Diskusi Publik “Dampak Sosial Film Pesta Babi terhadap Perlindungan dan Hak Masyarakat” yang diselenggarakan PD KAMMI Bogor di Camp Survivor, Kota Bogor, Senin (8/6/2026).Menurut Fathan, selama beberapa dekade pembangunan nasional masih menghadapi tantangan ketimpangan antarwilayah. Karena itu, kehadiran PSN di Papua Selatan harus dipandang sebagai upaya negara menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa sekaligus membuka akses pembangunan yang lebih merata.“Papua Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan baru Indonesia. Jika dikelola dengan baik, proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.Fathan menilai pembangunan yang hadir melalui PSN juga berpotensi meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi tantangan utama di sejumlah daerah Papua. Kehadiran jalan, transportasi, jaringan logistik, hingga layanan dasar dinilai akan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Pembangunan harus dilihat sebagai instrumen untuk membuka akses. Ketika akses terbuka, maka pendidikan menjadi lebih mudah dijangkau, layanan kesehatan meningkat, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan peluang ekonomi masyarakat ikut berkembang,” katanya.Meski demikian, Fathan menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus memastikan masyarakat adat menjadi bagian utama dari proses dan manfaat pembangunan tersebut.Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal, penghormatan terhadap hak ulayat, serta komunikasi publik yang terbuka akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program-program pembangunan pemerintah.“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menyatukan kepentingan nasional dengan aspirasi masyarakat lokal. Ketika manfaat pembangunan dirasakan secara nyata oleh masyarakat, maka dukungan sosial akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.Fathan juga mengajak publik untuk melihat berbagai dinamika yang berkembang di Papua secara lebih objektif dan proporsional. Menurutnya, pembangunan selalu menghadirkan tantangan yang harus dikelola, namun hal tersebut tidak boleh mengaburkan tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.“Kita harus optimistis bahwa Papua memiliki masa depan yang cerah. Yang diperlukan adalah penguatan tata kelola, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama agar pembangunan benar-benar menjadi sarana menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bagi masyarakat Papua,” pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Jun 2026, 05:42 WIT
Tiket Timika-Keneyam Tembus Rp2,9 Juta, Ketua Pemuda Kei Mimika: “Mencekik Leher” Papuanewsonline.com, Timika – Harga tiket pesawat Timika-Keneyam, Kabupaten Nduga, melambung hingga Rp2,9 juta untuk penerbangan 45 menit. Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menyebut tarif itu “mencekik leher” dan mendesak Bupati Mimika serta DPRD Mimika segera memanggil seluruh operator penerbangan.“Penerbangan 45 menit sampai satu jam apakah wajar diberi harga Rp2,5 juta sampai Rp2,9 juta? Ini tidak masuk akal,” tegas Edoardus, dalam rilis tertulisnya ke media papuanewsonline,com. Senin 10/6/2026. Menurut dia, kenaikan terjadi sepihak tanpa pemberitahuan jelas dan melanda hampir semua rute Timika ke wilayah Papua Pegunungan.Desak RDP, Buka Struktur Biaya  Edoardus meminta Bupati dan DPRD Mimika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan maskapai. “Pihak penerbangan wajib terbuka. Harus kedepankan asas transparansi dan jelaskan rincian biaya yang jadi dasar penyesuaian tarif,” ujarnya.Ia menegaskan, transportasi udara adalah urat nadi warga pegunungan karena akses darat sangat terbatas. Lonjakan harga langsung menghantam mobilitas warga, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.Langgar Aturan, Ancam Konsumen  Edoardus mengingatkan, UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mewajibkan tarif adil, transparan, dan tidak merugikan publik. Pemerintah berwenang menetapkan batas atas tarif, terutama rute vital ke daerah terpencil.Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan membatasi kenaikan tarif ekonomi maksimal 9%–13% dari tarif dasar. Fuel surcharge memang boleh naik hingga 38%, tapi dengan pengawasan ketat. “Maskapai wajib publikasi struktur biaya. Jangan main-main. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melarang harga sepihak yang merugikan,” kata Edoardus.Ia menambahkan, Ditjen Perhubungan Udara berwenang meninjau dan menurunkan harga jika terbukti melanggar. Edoardus berharap pertemuan pemda dan operator melahirkan solusi: tiket terjangkau tanpa korbankan keselamatan penerbangan. Penulis: Hendrik Editor: GF 11 Jun 2026, 05:39 WIT
Tinggalkan Eksploitasi SDA, Mimika Kembangkan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi mengubah arah pembangunan. Pola lama yang mengandalkan pengambilan sumber daya alam kini ditinggalkan, digantikan dengan sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Perubahan strategis ini ditandai dengan peluncuran Mimika Innovation Week (MIW) 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tahun ketiga ini bertransformasi menjadi ajang kompetisi terbuka guna membangun ekosistem riset yang inklusif dan berkelanjutan.Pembangunan masa depan kini didasarkan pada data dan kajian mendalam, bukan sekadar dugaan.“Kekayaan alam bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola secara cerdas. Setiap kebijakan harus berlandaskan riset yang kuat,” tegas Bupati Johannes Rettob. Untuk mengatasi masalah tumpang tindih kajian, BRIDA meluncurkan sistem terpadu bernama Sirida Kami. Hasilnya sangat signifikan: jumlah penelitian meningkat drastis dari satu kajian pada 2015 menjadi 36 kajian lengkap pada 2025.Keterbukaan menjadi kunci utama; MIW melibatkan seluruh elemen mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kelompok masyarakat. Setiap dinas wajib melahirkan dua terobosan, dan 10 karya terbaik akan diikutsertakan dalam penghargaan tingkat nasional. Peningkatan kualitas inovasi Mimika pun terlihat jelas, melonjak dari peringkat 300 tahun lalu masuk jajaran 200 besar nasional serta menempati posisi kedua terbaik se-Papua.Berbagai langkah strategis terus diperkuat, termasuk penandatanganan kerja sama dengan BRIN dan universitas ternama yang membuka akses ke ribuan peneliti ahli. BRIN memberikan apresiasi sekaligus mengingatkan agar inovasi tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045. Akademisi juga ditantang untuk tidak hanya bersuara, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan daerah.  Penulis: Jid Editor: GF 10 Jun 2026, 04:02 WIT
Tiket Kapal Pelni Turun 30 Persen Selama Libur Sekolah, Kuota Terbatas Papuanewsonline,com. Jakarta – Masyarakat yang berencana mudik atau liburan dengan kapal laut selama libur sekolah bisa hemat 30 persen. PT PELNI (Persero) resmi memotong tarif dasar tiket kapal penumpang kelas ekonomi di semua rute mulai 6 Juni 2026.Pemotongan harga ini berlaku untuk pembelian tiket sejak 6 Juni 2026. Jadwal berlayar yang mendapat diskon mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Kebijakan ini bagian dari stimulus ekonomi nasional yang digagas pemerintah.Target 693 Ribu Penumpang  Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyebut program diskon menargetkan sekitar 693 ribu pelanggan. Tujuannya mendorong pergerakan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah yang tersambung layanan PELNI.“Libur sekolah itu puncak mobilitas. Kami ingin pastikan transportasi laut tetap jadi pilihan yang aman, nyaman, dan murah. Harapannya pariwisata daerah juga ikut terdorong,” kata Ditto, Rabu, 4/6/2026.Catat Syaratnya: Hanya Tarif Dasar, Tidak Bisa Klaim Selisih  Ditto mengingatkan, diskon 30 persen hanya memotong tarif dasar tiket. Biaya asuransi dan pas penumpang tetap dibayar normal. Kuota tiket diskon terbatas. Begitu habis, harga kembali normal meski masih dalam periode program. Tiket yang telanjur dibeli sebelum 6 Juni 2026 juga tidak bisa minta pengembalian selisih.“Pastikan beli di kanal resmi dan nama penumpang sesuai KTP. Ini untuk cegah penipuan,” ujar Ditto.Kacab Timika: Berlaku Semua Rute, Pakai PELNI Mobile Biar Cepat  Dari Timika, Kepala Cabang PT PELNI setempat meminta warga Papua Tengah memanfaatkan potongan harga ini. Dia menegaskan diskon berlaku untuk seluruh ruas perjalanan kapal PELNI.“Ini untuk tarif dasar saja, di luar asuransi dan pas. Silakan unduh aplikasi PELNI Mobile. Lebih mudah cek jadwal dan beli tiket dari HP,” katanya.Beli Tiket di Sini  Tiket diskon bisa didapat lewat PELNI Mobile, website PELNI, Contact Center 162, loket cabang, BCA Mobile, myBCA, Livin’ by Mandiri, BRImo, BRILink, Gopay, OVO, MyTelkomsel, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan agen perjalanan daring seperti Easybook dan VIA.com.Pembayaran tersedia via BRIVA, BNI Virtual Account, Mandiri Virtual Account, Permata Bank, Indomaret, Alfamart, iSaku, Finpay, hingga Fastpay.Armada PELNI  PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang ke 75 pelabuhan dengan 483 ruas. Untuk daerah 3TP, ada 30 kapal perintis yang melayani 516 ruas ke 229 pelabuhan. Ditambah 17 kapal rede, 8 tol laut, dan 1 kapal ternak. Penulis: Hendrik Editor: GF 09 Jun 2026, 00:54 WIT
Percepatan Realisasi APBD 2026, Bupati Mimika Instruksikan OPD Segera Tuntaskan Program Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Arahan tegas ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (8/6/2026), guna memastikan seluruh rencana pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal.Johannes mencatat bahwa realisasi belanja jasa sudah menunjukkan perkembangan cukup baik dengan capaian sekitar 50 persen. Meski demikian, ia menegaskan percepatan harus terus dilakukan agar seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat segera diselesaikan tepat waktu. Sementara itu, kondisi berbeda terlihat pada belanja modal, di mana progres pelaksanaannya dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan, disebabkan sebagian besar OPD belum mendelegasikan kewenangan kepada bagian pengadaan barang dan jasa.Hasil evaluasi menunjukkan keterlambatan ini dipicu oleh sikap saling menunggu antarinstansi, keterbatasan tenaga pelaksana, serta administrasi yang belum dimulai. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pimpinan OPD dan ASN segera mengambil langkah konkret. “Saya berharap dalam laporan minggu ini sudah banyak pekerjaan yang dilimpahkan ke bagian pengadaan agar proses segera berjalan,” tegasnya.Selain itu, masih banyak pekerjaan melalui penunjukan langsung yang tertahan akibat kenaikan harga barang dan jasa mencapai 25 hingga 30 persen. Peninjauan harga memang diperlukan, namun ia mengingatkan agar proses evaluasi tidak berlarut-larut berbulan-bulan. Tantangan ekonomi nasional dan global seperti kenaikan BBM, biaya transportasi, serta fluktuasi nilai tukar juga menjadi catatan, namun tidak boleh dijadikan alasan penundaan.  Penulis: Jid Editor: GF 08 Jun 2026, 23:35 WIT
DAD Mimika Ingatkan OAP Tak Terprovokasi Isu Freeport, Soroti Bahaya “Penumpang Gelap” Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Mimika menyikapi aksi blokade yang sempat terjadi di Check Point Kuala Kencana dan menghambat aktivitas masuk kerja karyawan PT Freeport Indonesia pada Kamis (4/6/2026). Berdasarkan informasi yang beredar, aksi tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan besi tua (scrap) di lingkungan operasional perusahaan.Aksi tersebut menyebabkan akses utama menuju kawasan Kuala Kencana sempat tertutup sebelum akhirnya kembali dibuka setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian bersama manajemen PT Freeport Indonesia. Menanggapi peristiwa itu, DAD Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif.Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengatakan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun menurutnya, penyampaian pendapat harus dilakukan secara bermartabat tanpa mengganggu kepentingan publik maupun objek vital nasional."Kami menghormati setiap aspirasi masyarakat adat yang ingin memperjuangkan hak-haknya. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat Orang Asli Papua tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu atau penumpang gelap yang memiliki kepentingan lain di balik isu yang sedang berkembang," tegas Vinsent Oniyoma.DAD Mimika menilai PT Freeport Indonesia merupakan salah satu aset strategis yang selama ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Papua, khususnya masyarakat adat Amungme, Kamoro, dan berbagai suku Papua lainnya yang hidup serta bekerja di Kabupaten Mimika. Karena itu, keamanan dan stabilitas operasional perusahaan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.Selain itu, DAD juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam dunia kerja, baik sebagai tenaga kerja maupun pada posisi-posisi strategis. Menurut DAD, ketimpangan kesempatan kerja yang masih dirasakan sebagian masyarakat harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan perusahaan.Dalam pernyataannya, DAD Mimika juga menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat lokal, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan, pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya yang berada di wilayah adat."Kami sebagai masyarakat adat Papua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, merawat, dan melindungi PT Freeport Indonesia dari berbagai ancaman dan kepentingan yang dapat merugikan masyarakat Papua sendiri," ujar Vinsent Oniyoma.Terkait polemik pengelolaan besi tua (scrap), DAD Mimika meminta seluruh pihak terkait, termasuk Lemasa, Lemasko, dan para mitra kerja lainnya, untuk mengevaluasi pola kerja sama yang sedang berjalan. DAD mengusulkan agar dilakukan revisi atau adendum kerja sama dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat adat, khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro yang memiliki kapasitas untuk mengelola peluang usaha tersebut.Menurut DAD, langkah tersebut penting untuk mencegah kecemburuan sosial, mengurangi potensi konflik kepentingan, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat adat. DAD juga menegaskan bahwa persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hak adat harus diselesaikan melalui mekanisme musyawarah adat pada rumah adat masing-masing suku.Di akhir pernyataannya, Vinsent Oniyoma mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu Freeport untuk kepentingan tertentu dengan menggiring opini yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus tetap dijaga sebagai bagian dari aset strategis yang memberikan manfaat bagi Papua. "Kami perlu mengingatkan bahwa saat ini pimpinan tertinggi PT Freeport Indonesia adalah seorang Orang Asli Papua yang memiliki kapasitas profesional, dedikasi, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, kami mengutuk pihak-pihak yang sengaja menggiring opini provokatif dengan membawa-bawa nama pimpinan PT Freeport Indonesia untuk kepentingan tertentu. Freeport bukan partai politik dan tidak boleh dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu," tegasnya. (GF) 06 Jun 2026, 07:00 WIT
Yayasan Tuarek Natkime Turun Jalan di Timika: Tuntut Hak Kelola Program CSR dan Besi Scrap Freeport Papuanewsonline.com, Timika - Yayasan Tuarek Natkime menggelar aksi damai di Timika, Rabu (4/6/2026), menyuarakan dua tuntutan utama kepada PT Freeport Indonesia: hak pengelolaan program CSR dan transparansi pengelolaan besi scrap.Aksi yang disebut sebagai “jeritan kebun Amor” ini diklaim sebagai bentuk protes anak adat Amungme atas hak-hak masyarakat lingkar tambang yang dinilai diambil alih pihak lain.2 Tuntutan Yayasan Tuarek  Hak Pengelolaan Program  Yayasan Tuarek mempersoalkan pengelolaan program CSR/PPKM Freeport yang disebut seharusnya untuk 7 Suku dan masyarakat lingkar tambang. “Kalau hak kelola diambil, berarti sagu di kebun sendiri nggak boleh ambil. Harus minta ke ‘babi hutan’,” tulis Yohanis Wantik, Tokoh Pemuda Mimika, dalam pernyataan tertulis, Rabu 4/6/2026. Istilah “babi hutan” digunakan sebagai kiasan untuk pihak luar yang dinilai masuk dan mengambil hak masyarakat adat.Besi Scrap Freeport  Tuntutan kedua menyangkut besi bekas pipa, rel, dan alat tambang Freeport. Menurut pernyataan Yayasan Tuarek, harga besi scrap mencapai Rp5-7 juta per ton. Jika volumenya 1.000 ton, nilainya Rp5-7 miliar.“Pertanyaannya: Itu besi hak siapa? Freeport atau masyarakat adat pemilik tanah?” tulis Wantik. Yayasan Tuarek mempersoalkan penjualan besi scrap yang disebut dilakukan tanpa sepengetahuan masyarakat adat. “Kalau dijual tanpa masyarakat tahu, berarti ‘babi hutan’ kedua masuk kebun. Bawa truk, angkut diam-diam,” tulisnya.Desak Pembenahan LEMASA  Aksi ini juga menyoroti peran lembaga adat Amungme atau LEMASA. Yayasan Tuarek mengkritik lembaga adat yang disebut “sering muncul pas seremonial pemda atau pesta demokrasi, hilang wajah pas rakyat adat aksi”.Yohanis Wantik meminta Bupati dan Wakil Bupati Mimika membenahi LEMASA. “Gejolak ini pandangan kami kecil tapi dampaknya luas,” katanya.Menurut Yayasan Tuarek, hilangnya hak masyarakat adat atas program dan besi scrap juga berdampak ke APBD Mimika. “Kalau besi scrap Freeport gelap, APBD Mimika yang dapat dari pajak besi juga gelap. Pajak, retribusi, kerusuhan sosial = semua Pemda yang imbas,” tulis Wantik.Freeport dan Pemda Belum Komentar  Hingga berita ini diturunkan Rabu 4/6/2026 pukul 22.00 WIT, belum ada tanggapan resmi dari PT Freeport Indonesia, Pemkab Mimika, maupun LEMASA terkait dua tuntutan Yayasan Tuarek Natkime.Papuanewsonline,com. masih berupaya mengonfirmasi ke Manajemen Freeport, Bupati Mimika, dan Ketua LEMASA soal status hak kelola program CSR dan mekanisme penjualan besi scrap.Aksi Yayasan Tuarek disebut berlangsung damai. “Api masih nyala. Kita jaga sama-sama menata tidak bias,” tutup Wantik. Penulis: Hendrik Editor: GF 05 Jun 2026, 10:35 WIT
Pendaftaran Calon Ketua Kadin Mimika Periode 2026–2031 Resmi Dibuka Papuanewsonline.com, Timika – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika secara resmi membuka pendaftaran bagi bakal calon Ketua Kadin Mimika untuk masa bakti 2026–2031. Proses pendaftaran berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 4 hingga 5 Juni 2026, sebagai tahapan awal menjelang pelaksanaan Muskab yang dijadwalkan digelar pada 6 Juni mendatang.Ketua Panitia Muskab, Yakob Demi Balubun, menyatakan bahwa seluruh anggota Kadin yang memenuhi kriteria memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam kontestasi ini. “Pendaftaran dibuka pada 4 dan 5 Juni, sedangkan puncak acaranya berlangsung 6 Juni. Kami mengundang seluruh anggota dan asosiasi untuk mengambil formulir serta mengikuti proses pencalonan,” ujarnya. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah berstatus anggota resmi dan berdomisili di Mimika, dengan seluruh ketentuan administrasi tercantum jelas dalam formulir yang disediakan.Layanan pendaftaran dibuka dengan jadwal yang telah ditetapkan: hari pertama beroperasi hingga pukul 22.00 WIT, sedangkan hari kedua berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT.Hingga hari pertama dibuka, panitia masih menunggu kedatangan calon yang berminat mendaftarkan diri dan menyatakan kesiapannya memimpin organisasi tersebut.Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Mimika, Yeri Nawipa, berharap Muskab kali ini menjadi momentum kebangkitan organisasi agar dapat berperan lebih kuat sebagai mitra strategis pemerintah dan penggerak perekonomian daerah.Ia menegaskan seluruh proses pemilihan harus berjalan transparan dan berlandaskan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga organisasi.“Kita ingin Kadin ke depan tidak lagi mengalami kemandekan, melainkan menjadi wadah yang nyata memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat,” tegasnya.Diharapkan melalui Muskab ini lahir sosok pemimpin yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi jelas untuk memajukan dunia usaha di Mimika.  Penulis: Jid Editor: GF 05 Jun 2026, 10:31 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT