Papuanewsonline.com
Perpanjangan IUPK Freeport Jadi Sorotan Dunia, Kelanjutan Operasi Kunci Pasokan Emas dan Tembaga
Papuanewsonline.com, Mimika — Kelanjutan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) pasca masa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tahun 2041 menjadi perhatian dunia pertambangan internasional. Tambang Grasberg di Papua dianggap sebagai barometer pasar mineral dunia, mengingat posisinya sebagai tambang terbuka tembaga nomor dua terbesar dan produsen emas nomor satu di dunia. (25/8/26) Setiap dinamika yang terjadi di tambang ini langsung berdampak pada kestabilan pasokan dan harga komoditas strategis di pasar global.Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa metode penambangan bawah tanah yang digunakan saat ini tidak dapat dihentikan begitu saja. Jika operasi terhenti, struktur batuan berisiko runtuh sehingga tidak dapat dipulihkan kembali di masa depan. Oleh karena itu, permohonan perpanjangan IUPK telah diajukan kepada pemerintah pada Juni 2026, sebagai tindak lanjut nota kesepahaman yang telah disepakati pada Februari 2026 lalu.Perpanjangan izin dinilai sangat penting agar cadangan mineral yang masih melimpah dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, kepastian izin juga menentukan keberlanjutan investasi raksasa sebesar Rp72 triliun untuk proyek tambang bawah tanah Kucing Liar. Tanpa perpanjangan, investasi besar tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal ketika produksi justru berada di puncaknya.Dari sisi kontribusi bagi negara, perpanjangan IUPK diperkirakan dapat memberikan setoran sekitar Rp90 triliun per tahun, bahkan berpotensi lebih besar seiring kenaikan harga komoditas. Tanpa perpanjangan, negara kehilangan pendapatan, sekitar 30 ribu pekerja kehilangan mata pencaharian, dan program kemaslahatan masyarakat terhenti.Sebagai bagian perpanjangan, pemerintah juga akan menerima tambahan saham sebesar 12% mulai tahun 2042 tanpa mekanisme jual beli, melainkan melalui penggantian biaya secara proporsional.Penulis: JidEditor: OF
26 Agu 2026, 22:29 WIT
Transmigrasi Baru: Bangun Ekonomi Dulu, Penduduk Mengikuti Secara Sukarela
Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Transmigrasi meluncurkan paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi yang tidak lagi memindahkan penduduk terlebih dahulu, melainkan menciptakan peluang ekonomi, pekerjaan, serta infrastruktur yang layak terlebih dahulu. Dengan demikian, masyarakat akan datang dan menetap secara sukarela karena melihat masa depan yang lebih baik. (24/8/26) Pendekatan ini diharapkan mengubah kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, berdaya saing, dan mensejahterakan warga secara berkelanjutan.Pandangan ini sejalan dengan penilaian Prof. Soner Başkaya dari Universitas Glasgow yang menyebut transmigrasi baru Indonesia sebagai “program yang tepat pada waktu yang tepat”. Menurutnya, posisi politik Indonesia yang netral, letak strategis, serta kekayaan sumber daya alam menempatkan Indonesia di posisi istimewa di tengah perubahan peta ekonomi dunia. Namun peluang tersebut harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar angka investasi yang masuk.Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa masa depan transmigrasi bukan lagi memindahkan orang lalu berharap peluang menyusul. “Kita harus menciptakan peluang ekonomi, menyiapkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, baru mobilitas penduduk mengikuti secara sukarela, aman, dan dengan kepastian masa depan,” ujarnya. Pembangunan kawasan harus membangun ekosistem ekonomi lengkap, mulai dari riset, produksi, pengolahan, hingga pemasaran global.Lima program unggulan menjadi jalan mewujudkan visi tersebut: Trans Tuntas menjamin kepastian lahan; Trans Lokal memberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku utama; Trans Patriot menghadirkan ilmu pengetahuan dan tenaga terampil; Trans Karya Nusantara mendorong investasi dan lapangan kerja lebih dulu; serta Trans Gotong Royong memperkuat kerja sama lintas sektor. Semua itu bertujuan agar kawasan transmigrasi bukan sekadar pemukiman, melainkan pusat ekonomi yang tumbuh bersama masyarakat.Penulis: JidEditor: OF
26 Agu 2026, 17:42 WIT
Mulai Beberapa Bulan Lagi: Orang Kaya Gak Boleh Bebas Beli Pertalite Lagi
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah bakal mulai batasi pembelian BBM subsidi. Target pertama: kelompok masyarakat desil 10. Artinya, orang kaya gak bisa bebas lagi beli Pertalite subsidi.Rencana ini akan jalan dalam beberapa bulan ke depan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang tujuannya biar subsidi tepat sasaran, bukan dipersulit."Enggak, enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang desil 10, kita batasin dulu," kata Purbaya dalam keterangan tertulisnya, Senin 24 Agustus 2026Negara Bisa Hemat 10% Selain tepat sasaran, Purbaya menyebut negara bisa hemat anggaran. Perkiraan awal penghematannya sekitar 10%."Nanti ada penghematan, tapi kita masih hitung. Kira-kira ya sepersepuluhnya kalau saya tidak salah," ujarnya.Pertamina Siap Jalankan Anggota DEN Saleh Abdurrahman menyebut Pertamina sudah siap. Mau pakai data desil atau jenis kendaraan, tinggal ikut aturan pemerintah.“Pertamina sudah siap mengikuti keputusan pemerintah, baik jika nantinya mekanisme penyaluran menggunakan skema berbasis desil ekonomi masyarakat maupun berdasarkan kriteria spesifik kendaraan bermotor,” kata Saleh.Ia minta aturan mainnya jelas tahun ini. Biar ada waktu sosialisasi di 2026, dan diterapkan luas di 2027.Dengan aturan baru ini, pemerintah berharap subsidi BBM benar-benar dinikmati masyarakat yang butuh.Penulis: HendrikEditor: OF
26 Agu 2026, 15:26 WIT
KAI Catat Lonjakan Penumpang Komuter, 242 Juta Orang Naik Kereta Api Sepanjang Tujuh Bulan Pertama
Papuanewsonline.com, Jakarta — Pola pergerakan masyarakat Indonesia semakin melintasi batas wilayah administrasi, seiring dengan semakin eratnya hubungan antara kawasan tempat tinggal dengan pusat pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi. Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik, tercatat sekitar 11 juta penduduk Indonesia merupakan komuter yang melakukan perjalanan rutin antarwilayah. Besarnya angka tersebut menjadi latar penting mengapa kehadiran transportasi berbasis rel semakin dipercaya menjadi tulang punggung mobilitas nasional.Sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Juli 2026, KAI Group melalui unit KAI Commuter telah melayani sebanyak 242.932.764 pelanggan, meningkat 6,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 227.781.787 pelanggan. Dalam kurun waktu 212 hari tersebut, rata-rata harian mencapai sekitar 1,15 juta orang. Commuter Line Jabodetabek tetap menjadi penyumbang terbesar dengan 210.468.029 pelanggan atau sekitar 86,64% dari total keseluruhan, tumbuh 6,39% dibandingkan tahun lalu.Pertumbuhan yang lebih tinggi justru tercatat di luar kawasan Jabodetabek. Wilayah Bandung melayani 11.872.273 pelanggan atau naik 8,55%, Surabaya mencapai 10.009.552 pelanggan atau naik 8,15%, dan Yogyakarta melayani 5.630.179 pelanggan atau naik 7,39%. Demikian pula di Merak tercatat pertumbuhan dua digit sebesar 10,44%, serta Basoetta dan Prameks yang masing-masing tumbuh 9,85% dan 6,69%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kereta api komuter kini semakin diminati di berbagai pusat pertumbuhan kota di Indonesia.Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tren tersebut menegaskan peran kereta api sebagai andalan transportasi massal yang andal dan terjangkau. “Mobilitas masyarakat semakin melintasi batas wilayah. Bagi KAI, tren ini menegaskan pentingnya kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal di kawasan perkotaan dan aglomerasi,” ujar Anne. Pertumbuhan yang beragam di setiap wilayah pun menjadi dasar bagi KAI untuk terus menyesuaikan kapasitas, pola layanan, serta memperkuat konektivitas guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.KAI memandang perubahan pola komuter ini sebagai bagian dari dinamika kemajuan kawasan perkotaan Indonesia. Semakin terhubungnya tempat tinggal dengan pusat aktivitas membuat transportasi berbasis rel menjadi pilihan yang strategis, efisien, dan ramah lingkungan.Penulis: JidEditor: OF
26 Agu 2026, 14:50 WIT
Bidpropam Polda Maluku Tanam Jagung Pipil di Lahan 2 Hektare
Papuanewsonline.com, Buru - Dari Pulau Buru untuk Indonesia, Polda Maluku terus menggerakkan dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam), Polda Maluku melakukan penanaman jagung pipil di atas lahan seluas dua hektare di Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Kamis (20/8/2026).Kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut dipimpin langsung Kabidpropam Polda Maluku Kombes Pol. Jarot Sungkowo, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran Bidpropam Polda Maluku, Polres Buru, unsur kepolisian setempat, serta Kelompok Tani Garda binaan Bidpropam Polda Maluku.Langkah ini menjadi bagian dari dukungan konkret Polri terhadap program ketahanan pangan dan Asta Cita. Pemanfaatan lahan produktif melalui penanaman jagung diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian masyarakat, tetapi juga memperkuat kontribusi daerah dalam menopang kebutuhan pangan nasional.Di tengah tantangan ketahanan pangan yang membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor, keterlibatan Polri bersama kelompok tani menunjukkan bahwa penguatan pangan nasional harus dimulai dari daerah, dari desa, dan dari optimalisasi potensi yang dimiliki masyarakat.Penanaman dilakukan di atas lahan seluas dua hektare dengan komoditas jagung pipil. Lahan tersebut dikelola bersama Kelompok Tani Garda yang diketuai Aam Purnama, berlokasi di Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.Kabidpropam Polda Maluku Kombes Pol. Jarot Sungkowo menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen bangsa, termasuk Polri melalui berbagai bentuk pendampingan dan kolaborasi bersama masyarakat.“Penanaman jagung di lahan seluas dua hektare ini merupakan wujud dukungan nyata Bidpropam Polda Maluku terhadap program ketahanan pangan dan Asta Cita. Kami ingin menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dilakukan melalui kerja bersama, dengan memanfaatkan potensi daerah dan melibatkan langsung masyarakat, khususnya kelompok tani,” kata Kombes Pol. Jarot Sungkowo.Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan terhadap produktivitas pertanian masyarakat."Dari Buru, kami ingin ikut memberikan kontribusi untuk Indonesia. Lahan yang ditanami hari ini harus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat produksi pangan. Polri akan terus bersinergi dengan masyarakat dan kelompok tani agar potensi pertanian yang ada dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat" ujarnya.Kombes Jarot berharap Kelompok Tani Garda dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian dan mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pangan di Kabupaten Buru dan Maluku secara lebih luas.Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., Kaurlitpers Subbidpaminal Bidpropam Polda Maluku AKP Yusri, S.H., Kanit Hartib Subbidprovos Bidpropam Polda Maluku AKP Yabes Payung, Kasipropam Polres Buru IPTU Iwan, Kapolsek Waeapo IPDA Rudi, personel Bidpropam Polda Maluku serta Kelompok Tani Garda.Kehadiran jajaran kepolisian bersama kelompok tani dalam kegiatan tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung program-program yang berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, penanaman jagung yang dilakukan Bidpropam Polda Maluku merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung agenda strategis nasional hingga ke tingkat daerah.Menurutnya, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat apabila setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimilikinya.“Ketahanan pangan nasional tidak dibangun hanya dari pusat. Daerah memiliki peran yang sangat penting. Apa yang dilakukan Bidpropam Polda Maluku bersama Kelompok Tani Garda di Kabupaten Buru adalah bentuk kontribusi nyata dari daerah untuk mendukung kekuatan pangan Indonesia,” kata Kombes Pol. Rositah Umasugi.Ia menilai, Maluku dengan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki harus terus didorong untuk mengembangkan sektor-sektor produktif, termasuk pertanian, sehingga mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.“Polda Maluku berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui langkah-langkah nyata dan kolaboratif. Dari pemanfaatan lahan produktif hingga penguatan kelompok tani, semuanya diarahkan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah semangat bahwa dari Maluku, termasuk dari Buru, kita bersama-sama memberikan kontribusi untuk Indonesia,” ungkapnya.Penguatan ketahanan pangan membutuhkan keberlanjutan, mulai dari penyediaan dan pemanfaatan lahan, peningkatan produksi, hingga penguatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama sektor pertanian.Karena itu, sinergi antara Polri dan kelompok tani di Desa Waetele diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang terus berkembang dan menghasilkan manfaat jangka panjang.Kombes Rositah menambahkan, kegiatan penanaman harus menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk memastikan lahan produktif benar-benar memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.“Yang kita dorong bukan hanya menanam hari ini, tetapi bagaimana tanaman ini dirawat, dipanen dan menghasilkan manfaat. Ketahanan pangan membutuhkan konsistensi. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat akan terus diperkuat agar setiap program dapat memberikan hasil nyata,” tandasnya.Melalui penanaman jagung pipil di atas lahan dua hektare tersebut, Bidpropam Polda Maluku menegaskan dukungannya terhadap penguatan ketahanan pangan dan implementasi Asta Cita. Dari Desa Waetele, Kabupaten Buru, langkah sederhana di atas lahan pertanian menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan nasional.Seluruh rangkaian kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 berlangsung aman, tertib dan lancar. PNO-12
24 Agu 2026, 14:15 WIT
Wang Yi Temui Luhut, Tekan Kerja Sama Investasi dan Lingkungan Usaha yang Saling Menguntungkan
Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini berlangsung selaras dengan rangkaian kunjungan kerja Wang Yi ke Indonesia guna menghadiri Dialog Strategis Komprehensif serta Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menlu dan Menhan kedua negara. Pembahasan berfokus pada peningkatan iklim investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia serta perluasan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.Wang Yi menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia senantiasa menyediakan lingkungan usaha yang aman, stabil, dan bersahabat bagi pelaku usaha Tiongkok. “Tiongkok dengan tulus membantu Indonesia mempercepat pembangunan serta mendorong perusahaan-perusahaan kami berinvestasi di sini, guna mengubah kekayaan sumber daya menjadi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kedua negara adalah mitra strategis yang dapat dipercaya, saling melengkapi, dan bersama-sama mewakili suara negara-negara Selatan yang sedang bangkit.Luhut menyambut baik niat tersebut dan menegaskan bahwa hubungan kedua negara dibangun di atas dasar saling menghormati dan kepercayaan yang mendalam. “Kerja sama yang telah terjalin nyata memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Selain bidang energi dan sumber daya alam, Indonesia juga membuka peluang kerja sama baru di sektor energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga riset biodiversitas dan teknologi kesehatan.Luhut menegaskan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada rencana semata, melainkan harus melahirkan hasil konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan meningkatkan taraf hidup rakyat. DEN bersama lembaga terkait Tiongkok juga menyusun peta jalan kerja sama jangka panjang, mencakup proyek kereta api cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga program pengentasan kemiskinan. “Tiongkok memiliki modal dan teknologi, Indonesia memiliki sumber daya dan pasar besar. Jika digabung atas dasar kepercayaan, kemakmuran bersama pasti tercapai,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
23 Agu 2026, 08:56 WIT
Perusahaan Migas Dunia Kembali Melirik Indonesia, TotalEnergies Mulai Pengeboran di Papua
Papuanewsonline.com, Jakarta - Sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia kembali mencatat kabar menggembirakan. Perusahaan-perusahaan migas raksasa dunia yang kerap disebut sebagai Seven Sisters mulai kembali menunjukkan keseriusan menanamkan modal di Tanah Air setelah lama tidak melakukan investasi besar. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan hal tersebut pada Jumat (21/8/2026), menegaskan bahwa minat investor global kini mulai terlihat nyata, terutama di wilayah perairan lepas pantai atau offshore.“Alhamdulillah Seven Sisters mulai kembali ke Indonesia untuk berinvestasi,” ujar Djoko. Salah satu langkah nyata ditunjukkan TotalEnergies yang akan segera melaksanakan pengeboran bekerja sama dengan Petronas dan Pertamina di wilayah Bobara, Papua. Disusul pula oleh Shell yang disebut tinggal selangkah lagi untuk resmi kembali berinvestasi di Indonesia, mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga tahap produksi migas di wilayah perairan lepas pantai.Kabar menggembirakan lainnya datang dari kunjungan manajemen Chevron yang berasal dari Houston dan Singapura yang datang langsung ke SKK Migas pada hari yang sama. Djoko menyambut perkembangan tersebut dengan penuh optimisme.“Paten ini barang, Insya Allah, Aamiin YRA,” ungkapnya menyiratkan harapan besar agar minat tersebut segera mewujud menjadi investasi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.Kembalinya para pemain migas global ini dinilai sebagai sinyal positif sekaligus momentum berharga bagi Indonesia. Kehadiran mereka membawa pengalaman, teknologi mutakhir, serta kemampuan pendanaan yang kuat untuk membuka wilayah-wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan perairan dalam dan wilayah perbatasan yang belum terjamah. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional serta meningkatkan produksi migas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.Penulis: JidEditor: OF
22 Agu 2026, 15:08 WIT
PLBN Yetetkun di Boven Digoel Jadi Lumbung Cuan Baru Papua
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Selama ini dianggap sebagai ujung negara, kini kawasan perbatasan di Boven Digoel justru berpotensi menjadi pusat uang baru. Kehadiran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dinilai bukan hanya soal penjagaan wilayah, tapi kunci pembuka kesejahteraan masyarakat perbatasan.Hal itu ditegaskan Staf Ahli Bupati Boven Digoel Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jeffri Nirahua. Menurutnya, posisi PLBN Yetetkun yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG) adalah harta karun yang belum digarap maksimal."Hubungan perdagangan antara kedua negara memiliki peluang yang saling menguntungkan. Ini harus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Jeffri, Rabu (19/8/2026).Jeffri menjelaskan, PLBN Yetetkun tidak boleh hanya dipandang sebagai pos pemeriksaan orang dan barang. Kawasan ini punya magnet ekonomi yang luar biasa. Perputaran barang dan jasa akan semakin kencang, dan di situlah peluang pendapatan baru bagi warga lokal terbuka lebar.Masyarakat Indonesia di sekitar Yetetkun punya peluang besar untuk menjadi pemasok kebutuhan warga PNG, mulai dari produk sembako hingga komoditas unggulan lokal, tentunya sesuai aturan perdagangan lintas batas yang berlaku.Namun, Jeffri mengingatkan, semua harus dilakukan secara tertib dan legal. Jangan sampai semangat mencari cuan justru melanggar regulasi."Semangat kemerdekaan harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkembang dan membangun daerah, termasuk melalui penguatan ekonomi di kawasan perbatasan," tegasnya, mengaitkan momentum HUT ke-81 RI.Pemkab Boven Digoel sendiri kini mendorong penuh agar masyarakat mengubah mindset: PLBN Yetetkun bukan sekadar pintu keluar-masuk, tapi etalase dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.Dengan dukungan infrastruktur yang terus dibangun, peningkatan kapasitas pelaku UMKM lokal, dan pengelolaan perdagangan yang profesional, Yetetkun diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi Boven Digoel."Tujuannya jelas, keberadaan PLBN harus berdampak nyata: pendapatan warga naik, lapangan usaha terbuka, dan kesejahteraan masyarakat perbatasan benar-benar terangkat," pungkasnya.Perbatasan kini bukan lagi halaman belakang Indonesia, tapi beranda depan yang menghasilkan.Penulis: MuhtarEditor: OF
21 Agu 2026, 08:20 WIT
Si Jago Merah Mengamuk: Pasar di Dekai Yahukimo Terbakar
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Suasana pagi di Ibukota Kabupaten Yahukimo, Dekai, mendadak mencekam. Pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan terbakar hebat pada hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026.Informasi awal yang diterima menyebutkan, api mulai terlihat membesar sekitar pagi hingga siang hari. Dalam foto dan video amatir yang beredar di media sosial, terlihat jelas kobaran api berwarna oranye kemerahan melalap bagian atap bangunan pasar yang didominasi seng dan dinding bercat biru. Yang paling mencolok adalah kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga puluhan meter ke langit Dekai, terlihat dari jarak jauh. Asap tersebut menandakan material yang terbakar cukup banyak dan mudah terbakar, khas bangunan kios pasar yang terbuat dari kayu dan triplek.Di bawah kepulan asap itu, puluhan warga tampak berkerumun. Beberapa warga terlihat berusaha mendekat, namun sebagian besar hanya bisa menyaksikan dari jarak aman. Belum terlihat armada pemadam kebakaran yang memadai di lokasi, sebuah pemandangan yang kerap terjadi di Yahukimo.Pasar Dekai sendiri merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Yahukimo. Selain menjadi tempat jual beli kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi tempat perputaran ekonomi para mama-mama Papua, pedagang pendatang, hingga pengecer BBM dan kebutuhan harian lainnya.Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (20/8/2026) sore, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Papua maupun Polres Yahukimo yang dirilis di portal nasional terkait jumlah kios yang terbakar, taksiran kerugian materiil, maupun ada tidaknya korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.Pihak kepolisian melalui Polres Yahukimo disebut masih melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesuai prosedur, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Ops Damai Cartenz 2026."Penyebab kebakaran dan kerugian masih didalami pihak berwenang Polres Yahukimo," ujar sumber awal di lapangan.Situasi keamanan di sekitar Pasar Dekai dilaporkan tetap dalam pemantauan aparat gabungan TNI-Polri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk penjarahan maupun api merembet ke pemukiman padat di belakang pasar.Bukan Pertama KaliPerlu diketahui, kebakaran pasar di Dekai bukan kejadian pertama. Sebelumnya, Pasar Lama Dekai juga pernah ludes terbakar pada Oktober 2025 akibat ledakan BBM eceran, dengan 7 kios hangus. Keterbatasan alat pemadam dan dominasi bangunan kayu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kejadian kebakaran di wilayah pegunungan tengah ini.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya, dan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan olah TKP.Masyarakat yang memiliki informasi, foto, atau video tambahan terkait kebakaran Pasar Dekai hari ini diharapkan dapat melapor langsung ke Polres Yahukimo.Editor: OF
20 Agu 2026, 12:54 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru