logo-website
Minggu, 12 Apr 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Dianus Omaleng Kritik Keras Pernyataan Marianus Maknaipeku Soal Dewan Adat Papua dan Freeport Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh intelektual Amungme, Dianus Omaleng, mengkritik keras pernyataan Marianus Maknaipeku, Sekretaris LEMASKO, yang meragukan ketangguhan Dewan Adat Papua di hadapan PT Freeport Indonesia. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk pesimisme yang mencederai marwah kolektif masyarakat adat."Kedaulatan adat tidak bisa diukur dari kekuatan modal korporasi, melainkan pada hak ulayat yang sakral" ujar Dianus Omaleng dalam rilis pers yang diterima media papuanewsonline.com. "Sangat menyedihkan jika pemimpin adat justru memaklumi eksploitasi besar-besaran yang hasilnya dinikmati oleh berbagai negara, sedangkan pemilik sah tanah Amungme dan Kamoro hanya ditinggalkan dengan sisa limbah dan ketergantungan yang melemahkan harga diri." Tambahnya.Dianus Omaleng menekankan pentingnya integritas kepemimpinan dalam menjaga harga diri bangsa Papua. "Martabat seorang pimpinan adat diuji dari keberaniannya berdiri tegak menjaga harga diri bangsa Papua, bukan dengan mengecilkan kekuatan lembaga adat sendiri di hadapan entitas korporasi," kata Dianus dengan nada tegasSikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam juga dikritik. "Sikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam adalah bentuk pengabaian terhadap warisan masa depan anak cucu Amungme dan Kamoro demi kenyamanan saat ini," tambah Dianus Omaleng.Dianus Omaleng juga menyoroti kesadaran global yang ironis, di mana pemimpin adat merasa cukup dengan pemberian perusahaan, sementara dunia internasional berpesta atas kekayaan bumi yang dikuras tanpa keadilan ekonomi yang sejati bagi pemilik tanahnya. Tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:52 WIT
Menteri Koperasi Resmikan Perkebunan Kopi: Investasi Warisan Bukan Hanya Emas Papuanewsonline.com, Timika – Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, meresmikan pengembangan pertanian kopi di lokasi Yayasan Somatua, Timika. Acara ini menjadi langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) melalui komoditas perkebunan yang berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat adat.Ketua Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menyebut kopi sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih berkelanjutan. “Berbeda dengan emas yang bisa habis, kopi dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya. (9/4/26) Ia juga menegaskan pentingnya peran lembaga adat, di mana pengelolaan lahan harus selalu berdasarkan kesepakatan marga dan suku sebagai pemilik hak ulayat.Maximus optimis dalam tiga tahun ke depan, kopi Papua akan menembus pasar internasional hingga ke Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Jepang, dan Tiongkok. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi rakyat.Menteri Ferry Joko Juliantono menilai sektor ini sangat potensial karena tidak membutuhkan keahlian khusus yang rumit. “Dengan menanam kopi, masyarakat bisa mandiri dan sejahtera,” tegasnya. Kehadiran menteri hingga larut malam menjadi bukti nyata perhatian pemerintah demi mewujudkan Timika sebagai pusat industri kopi terbesar di Papua.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:20 WIT
Kapolda Maluku Dukung Groundbreaking Pasar Waterfront Batu Merah, Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menghadiri groundbreaking pembangunan Pasar Batu Merah Waterfront City di kawasan pesisir Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (8/4/2026).Proyek ini menjadi langkah strategis dalam penataan kawasan pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis pasar modern yang terintegrasi.Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan warga setempat yang menyambut pembangunan dengan antusias.Wali Kota Ambon dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan pasar ini merupakan bagian dari penataan terpadu kawasan pesisir, khususnya dari Mardika hingga Batu Merah.“Kawasan ini dirancang secara terintegrasi agar pemanfaatan ruang pesisir lebih optimal, termasuk menghadirkan pasar yang tertata dan representatif,” ujarnya.Menurutnya, proyek ini juga menjadi solusi penertiban lapak liar sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman.Sementara itu, Gubernur Maluku menekankan bahwa Pasar Batu Merah Waterfront City diharapkan menjadi ikon baru daerah yang modern dan dikelola secara profesional.“Pasar ini harus menjadi salah satu yang terbaik di Maluku, dengan penataan yang baik serta pengelolaan yang profesional,” tegasnya.Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut sebagai bagian dari percepatan kemajuan daerah.Ia menegaskan, stabilitas keamanan menjadi faktor kunci dalam menjamin kelancaran pembangunan dan investasi.“Kami mendukung penuh setiap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keamanan yang kondusif menjadi fondasi agar proyek ini berjalan lancar dan memberi manfaat maksimal,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas selama proses pembangunan berlangsung.“Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting agar pembangunan ini berjalan sesuai rencana dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.Groundbreaking ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Gubernur Maluku, didahului prosesi adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.Pembangunan Pasar Batu Merah Waterfront City diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Kota Ambon, sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat pengembangan kawasan pesisir di Indonesia timur.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. PNO-12 10 Apr 2026, 18:06 WIT
Tingkatkan Kesejahteraan Anggota, Kapolda Maluku Gandeng ASABRI Perkuat Jaminan Sosial Papuanewsonline.com Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto membahas penguatan perlindungan jaminan sosial bagi anggota Polri bersama PT ASABRI (Persero) Cabang Ambon, menyusul tingginya risiko kecelakaan yang dialami personel saat bertugas.Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi antara Kapolda Maluku dan Kepala Kantor Cabang PT ASABRI (Persero) Ambon di Ruang Tamu Kapolda Maluku, Selasa (7/4/2026) pukul 10.15 WIT.Pertemuan ini dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Maluku, di antaranya Karo SDM, Kabid Humas, dan Kabid Keuangan, serta jajaran PT ASABRI Cabang Ambon yang dipimpin Kepala Cabang Dimas Wira Yudhistira.Dalam audiensi tersebut, Kapolda Maluku menyoroti masih tingginya risiko yang dihadapi anggota di lapangan, termasuk kecelakaan saat menjalankan tugas.“Kami melihat masih banyak anggota yang mengalami kecelakaan saat bertugas. Karena itu, perlindungan melalui jaminan sosial menjadi sangat penting,” ujar Kapolda.Ia juga meminta agar berbagai program dan fasilitas ASABRI dapat disosialisasikan secara maksimal kepada seluruh anggota Polda Maluku, sehingga hak-hak personel dapat terpenuhi secara optimal.“Kami berharap seluruh anggota memahami manfaat dan fasilitas yang tersedia, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja hingga program kesejahteraan lainnya,” katanya.Sementara itu, Kepala Kantor Cabang PT ASABRI Ambon Dimas Wira Yudhistira memaparkan sejumlah program unggulan, antara lain jaminan kecelakaan kerja, perlindungan saat sakit maupun gugur dalam tugas, hingga manfaat bagi pensiunan.Ia juga menjelaskan bahwa ASABRI memberikan jaminan perawatan medis, baik rawat jalan maupun rawat inap, bagi anggota yang mengalami kecelakaan saat bertugas hingga dinyatakan sembuh.Selain itu, ASABRI menyediakan program pembiayaan uang muka perumahan bagi anggota Polri dan ASN, dengan nilai bantuan yang disesuaikan dengan jenjang kepangkatan.Pihak ASABRI juga mengusulkan agar sosialisasi program dilakukan secara berkala kepada seluruh personel Polda Maluku guna meningkatkan pemahaman terhadap manfaat jaminan sosial.Kapolda Maluku menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan ASABRI dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.“Sinergi ini harus terus diperkuat agar seluruh anggota merasa terlindungi, baik saat bertugas maupun setelah purna tugas,” tegasnya.Audiensi ditutup dengan penyerahan cenderamata dan plakat sebagai simbol kerja sama, serta berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. PNO-12 09 Apr 2026, 15:03 WIT
Sensus Ekonomi 2026 Diperpanjang Sampai Agustus, BPS Mimika Buka 250 Lowongan Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika memutuskan memperpanjang jadwal pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 hingga bulan Agustus mendatang. Awalnya kegiatan pendataan ini dijadwalkan berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Perpanjangan waktu dilakukan untuk mengakomodasi banyaknya usaha baru, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar seluruhnya dapat terdata secara lengkap dan akurat.Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Mimika, Suarni, menyatakan tambahan durasi satu bulan sangat diperlukan guna memastikan cakupan pendataan lebih maksimal. “Kami memperpanjang waktu agar semua usaha, terutama UMKM yang terus bermunculan, bisa terjangkau sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid,” ujarnya.Seiring dengan hal tersebut, BPS Mimika juga membuka rekrutmen mitra statistik sebanyak sekitar 250 orang. Pendaftaran akan dibuka pada minggu ketiga April secara daring melalui situs resmi dan media sosial BPS Mimika. Proses seleksi meliputi verifikasi berkas dan wawancara, sementara pelatihan petugas dijadwalkan pada minggu kedua Mei. Pendataan nantinya akan menggunakan metode CAPI berbasis aplikasi ponsel untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi.BPS juga mematangkan persiapan teknis dan sosialisasi yang rencananya akan digelar di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) pertengahan April demi efisiensi anggaran. Pihaknya berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan daerah yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 09 Apr 2026, 15:02 WIT
Stok LPG 3 Kg di Timika Menipis, Disperindag Pastikan Pasokan Baru Segera Tiba Papuanewsonline.com, Timika - Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Mimika untuk sementara mengalami keterbatasan, yang menyebabkan antrean panjang warga di sejumlah agen penjualan, khususnya di wilayah Nawaripi. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika menegaskan kondisi ini hanya bersifat sementara dan masyarakat diminta untuk tidak panik.Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan distribusi LPG di lapangan. Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan stok yang ada secara bijak sambil menunggu pasokan baru tiba dalam beberapa hari ke depan.Saat ini, PT Mitra Indimatan di kawasan Nawaripi menjadi satu-satunya agen yang masih aktif melayani penjualan LPG 3 kilogram. Kondisi tersebut terjadi setelah dua agen lainnya mengalami kekosongan stok dan masih menunggu pengiriman dari distributor.Akibatnya, antrean warga terlihat memanjang sejak pagi hari. Untuk menjaga pemerataan distribusi, penjualan diberlakukan dengan sistem pembatasan satu tabung per rumah tangga agar seluruh masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan bahan bakar rumah tangga."Dua agen kita lagi kosong, yang tersisa satu pun sudah menipis. Namun tenang saja, pada tanggal 8 dan 13 April akan datang pasokan baru sebanyak 3.000 tabung," ujarnya.Menurut Sabelina, keterlambatan pasokan kali ini dipengaruhi oleh terbatasnya kontainer pengangkut serta meningkatnya aktivitas distribusi logistik pasca momentum hari raya, yang turut memengaruhi jadwal pengiriman ke wilayah Mimika.Meski stok sementara terbatas, Disperindag memastikan harga LPG untuk seluruh ukuran tabung masih berada dalam kondisi stabil dan tetap sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku di tingkat agen resmi.Selain itu, pengawasan terhadap distribusi juga terus diperketat untuk mencegah terjadinya penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah."Kami imbau masyarakat jangan melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Cukup beli sesuai kebutuhan dan gunakan secara hemat sampai pasokan baru tiba," tegasnya menutup keterangan.Pemerintah daerah berharap dengan masuknya pasokan baru dalam dua tahap pekan ini, kondisi distribusi LPG di Timika dapat segera kembali normal sehingga aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha kecil tidak terganggu. Penulis: JidEditor: GF 07 Apr 2026, 19:21 WIT
Stok LPG Merek Bright Gas di Timika Aman, Pertamina Pastikan Ketersediaan Cukup Papuanewsonline.com, Timika – PT Pertamina Patra Niaga terus mempercepat distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi merek Bright Gas ke wilayah Timika dan Papua Tengah. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga dan stabil di tengah situasi saat ini. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi menegaskan bahwa hingga saat ini stok Bright Gas di Timika masih dalam kondisi aman dan tersedia melalui agen resmi. "Baik Bright Gas 5,5 kg, 12 kg, maupun 50 kg masih tersedia dalam jumlah cukup, dengan harga yang tetap sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya. Secara rinci, per tanggal 6 April 2026, ketersediaan Bright Gas di Timika mencapai sekitar 1.200 tabung ukuran 5,5 kg, 2.200 tabung ukuran 12 kg, serta 400 tabung ukuran 50 kg. Selain memastikan stok lokal, Pertamina juga terus memantau dan mempercepat suplai dari berbagai titik distribusi seperti Surabaya, Makassar, Ambon, dan Jayapura untuk menjamin pasokan terus mengalir. "Pengiriman suplai terus kami lakukan dan monitor secara berkala," jelas Bramantyo. Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu panik maupun melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 135.   Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 18:58 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT