logo-website
Senin, 24 Agu 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Wang Yi Temui Luhut, Tekan Kerja Sama Investasi dan Lingkungan Usaha yang Saling Menguntungkan Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini berlangsung selaras dengan rangkaian kunjungan kerja Wang Yi ke Indonesia guna menghadiri Dialog Strategis Komprehensif serta Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menlu dan Menhan kedua negara. Pembahasan berfokus pada peningkatan iklim investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia serta perluasan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.Wang Yi menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia senantiasa menyediakan lingkungan usaha yang aman, stabil, dan bersahabat bagi pelaku usaha Tiongkok. “Tiongkok dengan tulus membantu Indonesia mempercepat pembangunan serta mendorong perusahaan-perusahaan kami berinvestasi di sini, guna mengubah kekayaan sumber daya menjadi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kedua negara adalah mitra strategis yang dapat dipercaya, saling melengkapi, dan bersama-sama mewakili suara negara-negara Selatan yang sedang bangkit.Luhut menyambut baik niat tersebut dan menegaskan bahwa hubungan kedua negara dibangun di atas dasar saling menghormati dan kepercayaan yang mendalam. “Kerja sama yang telah terjalin nyata memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Selain bidang energi dan sumber daya alam, Indonesia juga membuka peluang kerja sama baru di sektor energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga riset biodiversitas dan teknologi kesehatan.Luhut menegaskan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada rencana semata, melainkan harus melahirkan hasil konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan meningkatkan taraf hidup rakyat. DEN bersama lembaga terkait Tiongkok juga menyusun peta jalan kerja sama jangka panjang, mencakup proyek kereta api cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga program pengentasan kemiskinan. “Tiongkok memiliki modal dan teknologi, Indonesia memiliki sumber daya dan pasar besar. Jika digabung atas dasar kepercayaan, kemakmuran bersama pasti tercapai,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 08:56 WIT
Perusahaan Migas Dunia Kembali Melirik Indonesia, TotalEnergies Mulai Pengeboran di Papua Papuanewsonline.com, Jakarta - Sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia kembali mencatat kabar menggembirakan. Perusahaan-perusahaan migas raksasa dunia yang kerap disebut sebagai Seven Sisters mulai kembali menunjukkan keseriusan menanamkan modal di Tanah Air setelah lama tidak melakukan investasi besar. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan hal tersebut pada Jumat (21/8/2026), menegaskan bahwa minat investor global kini mulai terlihat nyata, terutama di wilayah perairan lepas pantai atau offshore.“Alhamdulillah Seven Sisters mulai kembali ke Indonesia untuk berinvestasi,” ujar Djoko. Salah satu langkah nyata ditunjukkan TotalEnergies yang akan segera melaksanakan pengeboran bekerja sama dengan Petronas dan Pertamina di wilayah Bobara, Papua. Disusul pula oleh Shell yang disebut tinggal selangkah lagi untuk resmi kembali berinvestasi di Indonesia, mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga tahap produksi migas di wilayah perairan lepas pantai.Kabar menggembirakan lainnya datang dari kunjungan manajemen Chevron yang berasal dari Houston dan Singapura yang datang langsung ke SKK Migas pada hari yang sama. Djoko menyambut perkembangan tersebut dengan penuh optimisme.“Paten ini barang, Insya Allah, Aamiin YRA,” ungkapnya menyiratkan harapan besar agar minat tersebut segera mewujud menjadi investasi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.Kembalinya para pemain migas global ini dinilai sebagai sinyal positif sekaligus momentum berharga bagi Indonesia. Kehadiran mereka membawa pengalaman, teknologi mutakhir, serta kemampuan pendanaan yang kuat untuk membuka wilayah-wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan perairan dalam dan wilayah perbatasan yang belum terjamah. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional serta meningkatkan produksi migas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.Penulis: JidEditor: OF 22 Agu 2026, 15:08 WIT
PLBN Yetetkun di Boven Digoel Jadi Lumbung Cuan Baru Papua Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Selama ini dianggap sebagai ujung negara, kini kawasan perbatasan di Boven Digoel justru berpotensi menjadi pusat uang baru. Kehadiran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dinilai bukan hanya soal penjagaan wilayah, tapi kunci pembuka kesejahteraan masyarakat perbatasan.Hal itu ditegaskan Staf Ahli Bupati Boven Digoel Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jeffri Nirahua. Menurutnya, posisi PLBN Yetetkun yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG) adalah harta karun yang belum digarap maksimal."Hubungan perdagangan antara kedua negara memiliki peluang yang saling menguntungkan. Ini harus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Jeffri, Rabu (19/8/2026).Jeffri menjelaskan, PLBN Yetetkun tidak boleh hanya dipandang sebagai pos pemeriksaan orang dan barang. Kawasan ini punya magnet ekonomi yang luar biasa. Perputaran barang dan jasa akan semakin kencang, dan di situlah peluang pendapatan baru bagi warga lokal terbuka lebar.Masyarakat Indonesia di sekitar Yetetkun punya peluang besar untuk menjadi pemasok kebutuhan warga PNG, mulai dari produk sembako hingga komoditas unggulan lokal, tentunya sesuai aturan perdagangan lintas batas yang berlaku.Namun, Jeffri mengingatkan, semua harus dilakukan secara tertib dan legal. Jangan sampai semangat mencari cuan justru melanggar regulasi."Semangat kemerdekaan harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkembang dan membangun daerah, termasuk melalui penguatan ekonomi di kawasan perbatasan," tegasnya, mengaitkan momentum HUT ke-81 RI.Pemkab Boven Digoel sendiri kini mendorong penuh agar masyarakat mengubah mindset: PLBN Yetetkun bukan sekadar pintu keluar-masuk, tapi etalase dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.Dengan dukungan infrastruktur yang terus dibangun, peningkatan kapasitas pelaku UMKM lokal, dan pengelolaan perdagangan yang profesional, Yetetkun diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi Boven Digoel."Tujuannya jelas, keberadaan PLBN harus berdampak nyata: pendapatan warga naik, lapangan usaha terbuka, dan kesejahteraan masyarakat perbatasan benar-benar terangkat," pungkasnya.Perbatasan kini bukan lagi halaman belakang Indonesia, tapi beranda depan yang menghasilkan.Penulis: MuhtarEditor: OF 21 Agu 2026, 08:20 WIT
Si Jago Merah Mengamuk: Pasar di Dekai Yahukimo Terbakar Papuanewsonline.com, Yahukimo - Suasana pagi di Ibukota Kabupaten Yahukimo, Dekai, mendadak mencekam. Pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan terbakar hebat pada hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026.Informasi awal yang diterima menyebutkan, api mulai terlihat membesar sekitar pagi hingga siang hari. Dalam foto dan video amatir yang beredar di media sosial, terlihat jelas kobaran api berwarna oranye kemerahan melalap bagian atap bangunan pasar yang didominasi seng dan dinding bercat biru. Yang paling mencolok adalah kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga puluhan meter ke langit Dekai, terlihat dari jarak jauh. Asap tersebut menandakan material yang terbakar cukup banyak dan mudah terbakar, khas bangunan kios pasar yang terbuat dari kayu dan triplek.Di bawah kepulan asap itu, puluhan warga tampak berkerumun. Beberapa warga terlihat berusaha mendekat, namun sebagian besar hanya bisa menyaksikan dari jarak aman. Belum terlihat armada pemadam kebakaran yang memadai di lokasi, sebuah pemandangan yang kerap terjadi di Yahukimo.Pasar Dekai sendiri merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Yahukimo. Selain menjadi tempat jual beli kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi tempat perputaran ekonomi para mama-mama Papua, pedagang pendatang, hingga pengecer BBM dan kebutuhan harian lainnya.Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (20/8/2026) sore, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Papua maupun Polres Yahukimo yang dirilis di portal nasional terkait jumlah kios yang terbakar, taksiran kerugian materiil, maupun ada tidaknya korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.Pihak kepolisian melalui Polres Yahukimo disebut masih melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesuai prosedur, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Ops Damai Cartenz 2026."Penyebab kebakaran dan kerugian masih didalami pihak berwenang Polres Yahukimo," ujar sumber awal di lapangan.Situasi keamanan di sekitar Pasar Dekai dilaporkan tetap dalam pemantauan aparat gabungan TNI-Polri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk penjarahan maupun api merembet ke pemukiman padat di belakang pasar.Bukan Pertama KaliPerlu diketahui, kebakaran pasar di Dekai bukan kejadian pertama. Sebelumnya, Pasar Lama Dekai juga pernah ludes terbakar pada Oktober 2025 akibat ledakan BBM eceran, dengan 7 kios hangus. Keterbatasan alat pemadam dan dominasi bangunan kayu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kejadian kebakaran di wilayah pegunungan tengah ini.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya, dan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan olah TKP.Masyarakat yang memiliki informasi, foto, atau video tambahan terkait kebakaran Pasar Dekai hari ini diharapkan dapat melapor langsung ke Polres Yahukimo.Editor: OF 20 Agu 2026, 12:54 WIT
Kontribusi Freeport Indonesia Capai Rp75 Triliun di 2025, Diproyeksikan Melonjak Saat Produksi Pulih Papuanewsonline.com, Tembagapura — PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat total kontribusi kepada negara pada tahun 2025 mencapai Rp75 triliun. Sebagian besar nilainya, yaitu Rp13 triliun, disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta daerah-daerah lain di wilayah Papua Tengah. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tembagapura, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kami yang tak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kami menghadapi berbagai tantangan,” ujar Tony. Sejak insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), produksi baru mampu berjalan sekitar 65% dari kapasitas normal. Kendati demikian, PTFI tetap menargetkan kontribusi kepada negara pada tahun 2026 ini mencapai Rp47 triliun, didukung produksi sekitar 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas.Tony menjelaskan bahwa angka kontribusi diprediksi terus meningkat seiring pemulihan produksi. Pada semester pertama tahun depan, kapasitas diproyeksikan mencapai 75% dan menjelang akhir tahun bergerak menuju 100%. Apabila produksi telah berjalan penuh pada akhir 2027, kontribusi PTFI kepada negara diperkirakan melonjak hingga lebih dari Rp100 triliun per tahun, bahkan berpotensi menyentuh angka Rp120 triliun.Untuk menjamin keberlanjutan manfaat tersebut, PTFI juga tengah mendorong pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar dengan total investasi mencapai Rp72 triliun. Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas sepanjang masa operasinya. “Investasi ini membuktikan bahwa di tengah masa pemulihan, kami tetap melangkah maju membangun fondasi keberlanjutan bagi perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa,” tegas Tony.Penulis: JidEditor: OF 20 Agu 2026, 09:07 WIT
Gema Papua 2026: Kreativitas Anak Muda Ubah Budaya Jadi Peluang Ekonomi Papuanewsonline.com, Jayapura – Halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih penuh sesak, Rabu (12/8/2026). Bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional, ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan “Gema Papua: Film, Budaya & Kreativitas” garapan komunitas Imaji Papua.Lebih dari sekadar pesta seni, kegiatan ini menjadi ruang temu para pelaku ekonomi kreatif Papua. Dari panggung musik, stan kuliner, hingga galeri foto, semua ditampilkan untuk menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi penggerak ekonomi.Busana Noken Tampil Modern di Panggung ModeSalah satu daya tarik utama adalah peragaan busana. Lima desainer muda Papua menampilkan karya berbasis noken: Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora, dan Alfianty Mandosir.Benang noken hasil rajutan tangan mama-mama Papua diolah dengan siluet modern.  “Ini bukan cuma soal fashion. Kami ingin jaga warisan budaya sekaligus buka peluang ekonomi untuk mama-mama di kampung,” kata Agusta Bunai, desainer asal Wamena.Film dan Foto Angkat Cerita Orang PapuaDi layar tancap, film dokumenter “Tong Masih Disini” karya Yulika Anastasia diputar. Film itu mengisahkan empat tokoh dari Wamena, Jayapura, dan Merauke yang hidupnya terhubung lewat komoditas lokal: kopi, pinang, dan sagu.Cerita sederhana itu ingin menegaskan: kekuatan Papua ada pada ketekunan masyarakatnya.Di sisi lain, 240 karya foto dari 34 fotografer se-Papua dipamerkan. Kurator Yosin Kogoya berharap pengunjung tidak hanya melihat estetikanya.  “Di balik setiap bingkai ada kehidupan. Ada perjuangan orang Papua yang ingin kami perkenalkan lebih luas,” ujar Yosin.Pemerintah: Ini Modal Pembangunan DaerahKegiatan ini mendapat dukungan dari Taman Budaya Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.Kepala Taman Budaya Papua Melki Ohee menilai ruang kreatif seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Papua. Sementara Staf Ahli Pemkot Jayapura Stem Meraudje menyebut kreativitas anak muda adalah aset besar.“Tong masih di sini, tong masih berkarya. Di tengah tantangan, semangat membangun daerah tidak boleh padam,” tegas Stem.Ketua Imaji Papua Yulika Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi.  “Kalau mau ekonomi kreatif Papua bertumbuh, kita harus bergandengan tangan. Saling mendukung, saling mengangkat,” katanya.Dengan semangat itu, “Gema Papua” diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kreator Papua yang berdaya, dan mampu membawa nama Papua ke panggung nasional maupun internasional.Penulis: HendrikEditor: OF 16 Agu 2026, 23:03 WIT
Jelang Muktamar ke-35 NU, Forbes NU 26 Dorong Evaluasi Menyeluruh Terkait Konsesi Tambang Papuanewsonline.com, Bogor — Dua belas hari menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Forum Bersama (Forbes) NU 26 menggelar Rembug Warga NU Jabodetabek di Institut Pertanian Bogor, Sabtu (15/8/2026). Diskusi bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan” digelar sebulan setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang mengoreksi dasar hukum pemberian izin pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan.Forum menegaskan bahwa persoalan konsesi tambang tidak cukup dinilai dari pertanyaan fikih semata soal “boleh atau tidak boleh”. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kehormatan organisasi, kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan gender, keselamatan warga, serta kelestarian lingkungan hidup. Semua aspek itu harus dipertimbangkan secara utuh dan seimbang sebelum mengambil keputusan yang berjangka panjang.Putusan MK Nomor 160/PUU-XXIII/2025 menegaskan bahwa frasa “pemberian prioritas” dalam UU Minerba tidak boleh dimaknai sebagai penunjukan langsung. Jika pun diberikan prioritas, harus didasarkan pada parameter yang jelas, penilaian objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjelasan prosedur dinilai berpotensi membuka ruang yang merugikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.Dr. Ivanovich Agusta mengingatkan bahwa persoalan tambang harus dilihat sekaligus dengan persoalan kemandirian desa. “Jangan sampai desa kehilangan uang untuk membiayai koperasi, lalu kehilangan tanah untuk membiayai tambang. Kalau nilai tambahnya dibawa keluar, sementara desa hanya menanggung dampaknya, itu bukan kemandirian desa,” tegasnya. Pembangunan pun sebaiknya memperkuat kemampuan warga mengelola kekayaan sendiri, bukan justru menciptakan ketergantungan baru.Penulis: JidEditor: OF 16 Agu 2026, 14:42 WIT
Dunia Usaha Serahkan 2.000 Pasang Sandal untuk Masyarakat Papua, Lewat Satgas Damai Cartenz Papuanewsonline.com, Surabaya — Kepedulian dunia usaha terhadap kesejahteraan masyarakat Papua kembali terwujud. PT Harpa Ocean Bersama (HOB) bersama PT Jayadi Lines dan PT Landasindo menyerahkan bantuan berupa 2.000 pasang sandal kepada Satgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026. Penyerahan berlangsung di Kantor PT HOB, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (14/8/2026), untuk selanjutnya dikirimkan dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di wilayah Timika, Papua Tengah.Bantuan diterima langsung oleh Kasatgas Bantuan Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Bambang Widiyatmoko, dari jajaran direksi ketiga perusahaan. Sandal yang dikirimkan merupakan perlengkapan kebutuhan sehari-hari yang dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang aktivitas warga. Setelah proses pengiriman tiba di tujuan, pihak Satgas akan memastikan penyaluran dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.Kombes Pol. Bambang Widiyatmoko menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian tulus dari pihak perusahaan. “Bantuan ini adalah wujud kepedulian nyata dunia usaha kepada saudara-saudara kita di Papua. Meski sederhana, namun manfaatnya akan langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa bantuan akan didistribusikan sebaik-baiknya agar benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, juga turut menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. “Sandal mungkin terlihat sederhana, namun bagi yang membutuhkan, manfaatnya sangat besar. Kepedulian ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap Papua adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. Sinergi semacam ini diharapkan terus tumbuh dan menguat.Penulis: JidEditor: OF 16 Agu 2026, 14:09 WIT
Dukung Perencanaan Anggaran, Kapolda Maluku Pastikan Setiap Program Tepat Sasaran Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku memperkuat kualitas perencanaan umum dan penganggaran sebagai fondasi utama untuk memastikan seluruh program kepolisian berjalan efektif, tepat sasaran, akuntabel, serta berdampak langsung terhadap keamanan dan pelayanan masyarakat.Penguatan tersebut menjadi fokus dalam Rapat Kerja Fungsi Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Maluku Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis (13/8/2026).Kegiatan yang merupakan tindak lanjut Rapat Kerja Perencanaan Umum dan Anggaran Polri Tahun 2026 tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Rapat kerja diikuti Wakapolda Maluku, Irwasda, para Kepala Biro, Direktur, Kepala Bidang, Dansat Brimob, Kepala SPN, pejabat utama lainnya, para Kasubag Renmin dan Kaur Ren Satker Polda, serta para Kabag Ren Polres jajaran beserta operator.Forum ini tidak hanya membahas aspek administratif perencanaan dan anggaran, tetapi diarahkan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan, program dan penggunaan sumber daya organisasi benar-benar terhubung dengan kebutuhan riil masyarakat serta prioritas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).Dalam arahannya, Kapolda Maluku menekankan bahwa kondisi keamanan di wilayah Maluku secara umum semakin kondusif. Namun, kondisi tersebut harus terus dijaga melalui kemampuan jajaran kepolisian dalam merespons setiap gangguan secara cepat, tepat dan tuntas.“Situasi di wilayah kita saat ini semakin kondusif. Walaupun masih ada sedikit kejadian dan permasalahan, hal itu tidak terlalu memengaruhi situasi Kamtibmas secara keseluruhan. Indikatornya sederhana, masyarakat dapat berangkat ke kantor, sekolah, bekerja maupun ke pasar dengan aman dan lancar tanpa rasa takut,” tegas Dadang.Menurut Kapolda, kondisi Kamtibmas yang kondusif bukan alasan bagi jajaran untuk mengurangi kewaspadaan. Sebaliknya, setiap informasi mengenai kriminalitas, kejahatan jalanan, bencana alam maupun bencana musiman harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.“Apabila ada informasi atau laporan tentang kejadian, baik kriminalitas, kejahatan jalanan, bencana alam maupun bencana musiman, harus direspons dengan cepat dan ditangani dengan baik hingga tuntas. Jangan sampai persoalan kecil membias ke mana-mana,” ujarnya.Kapolda juga meminta seluruh satuan kewilayahan memaksimalkan kegiatan kepolisian sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.Dadang menegaskan, kualitas perencanaan harus diukur dari sejauh mana program yang disusun mampu menjawab persoalan masyarakat.Karena itu, setiap keluhan maupun komplain masyarakat terhadap pelaksanaan tugas Harkamtibmas dan pelayanan kepolisian harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan.“Apabila ada komplain dari masyarakat terkait tugas Harkamtibmas maupun pelayanan kita, harus diterima dan direspons dengan cepat. Lakukan pembenahan sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terpenuhi sesuai tugas pokok kita sebagai institusi pemelihara Kamtibmas,” kata Kapolda.Ia mengingatkan bahwa tugas pokok Polri meliputi pemeliharaan Kamtibmas, penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh tugas tersebut, kata dia, harus diterjemahkan sejak awal melalui perencanaan yang matang dan strategis.“Tugas pokok kita harus bisa diterjemahkan dalam bentuk perencanaan yang baik dan strategis. Saya harapkan rapat kerja fungsi perencanaan umum dan anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kelancaran tugas-tugas kepolisian ke depan di wilayah Maluku,” tandasnya.Kepala Biro Perencanaan (Karo Rena) Polda Maluku menegaskan bahwa rapat kerja fungsi perencanaan dan anggaran menjadi momentum penting untuk menyelaraskan perencanaan seluruh satuan kerja dengan arah kebijakan Polri.Menurutnya, proses perencanaan tidak boleh berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi harus memastikan kesinambungan antara program, kebutuhan organisasi, dukungan anggaran dan hasil yang ingin dicapai.“Perencanaan harus menjadi instrumen untuk memastikan seluruh program kepolisian berjalan terarah, terukur dan sesuai dengan prioritas organisasi. Setiap kebutuhan harus disusun berdasarkan skala prioritas dan dikaitkan dengan target kinerja yang jelas,” ujar Karo Rena.Ia menambahkan, keterlibatan para pejabat perencanaan dari tingkat Polda hingga Polres jajaran penting untuk membangun kesamaan persepsi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran.“Kita ingin memastikan bahwa perencanaan di setiap satuan kerja benar-benar menggambarkan kebutuhan pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan demikian, dukungan anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” katanya.Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan paparan mengenai timeline penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (Renja) di lingkungan Polri oleh Kabag Renprograr sebagai bagian dari penyamaan pemahaman terhadap tahapan perencanaan organisasi.Rapat kerja juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan pelayanan publik terbaik dari Polri kepada Kapolres Buru yang diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku.Penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kualitas pelayanan publik merupakan bagian penting dari kinerja kepolisian yang harus terus diperkuat.Kapolres Buru yang menerima penghargaan juga menyampaikan testimoni terkait capaian pelayanan publik yang diraih satuannya.Kapolda menegaskan bahwa penghargaan tersebut harus dipandang sebagai motivasi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bukan semata-mata sebagai capaian administratif.Kabidhumas Polda Maluku menegaskan bahwa kualitas perencanaan dan penganggaran memiliki hubungan erat dengan keberhasilan Polri membangun kepercayaan publik.Menurutnya, masyarakat tidak hanya menilai Polri dari hasil penegakan hukum, tetapi juga dari kecepatan merespons persoalan, kualitas pelayanan, kehadiran polisi di tengah masyarakat dan kemampuan menjaga situasi tetap kondusif.“Perencanaan yang baik pada akhirnya harus terlihat dalam kualitas pelayanan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ketika program disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara konsisten, maka manfaatnya akan dirasakan langsung dan kepercayaan publik terhadap Polri semakin kuat,” ujar Kabidhumas Polda Maluku.Ia mengatakan, jajaran Humas juga memiliki peran strategis dalam memastikan informasi mengenai program dan kinerja kepolisian tersampaikan secara terbuka, proporsional dan mudah dipahami masyarakat.“Transparansi informasi menjadi bagian penting dari akuntabilitas. Karena itu, capaian maupun program kepolisian harus dikomunikasikan secara tepat sehingga masyarakat mengetahui apa yang dilakukan Polri dan bagaimana manfaatnya bagi mereka,” katanya.Rapat Kerja Fungsi Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Maluku Tahun Anggaran 2026 berlangsung lancar hingga selesai.Melalui forum tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola perencanaan yang semakin strategis, berbasis kebutuhan, terukur dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap dukungan sumber daya organisasi benar-benar memperkuat pelaksanaan tugas Polri sekaligus memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Maluku. PNO-12 13 Agu 2026, 21:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT