logo-website
Sabtu, 16 Mei 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
BPJS Ketenagakerjaan Mimika Tekankan Kewajiban Perusahaan Lindungi Pekerja Papuanewsonline.com, Timika – Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mimika, Andika Catur Putra, menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh tenaga kerja di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikannya saat wawancara di Swiss-Belinn Timika, Senin (11/5/2026). Sebagai lembaga yang ditunjuk pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program utama meliputi jaminan kecelakaan kerja, hari tua, kematian, hingga pensiun.Ia mengingatkan bahwa perlindungan ini adalah hak normatif pekerja, sekaligus kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pemberi kerja sesuai peraturan perundang-undangan.“Program this berfungsi sebagai jaring pengaman sosial agar pekerja tidak kehilangan penghasilan secara drastis saat menghadapi risiko seperti kecelakaan, kematian, hingga pemutusan hubungan kerja,” ujar Andika. Ia menjelaskan bahwa perlindungan ini juga menjadi tanggung jawab perusahaan demi menciptakan rasa aman dan nyaman, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja. Lebih dari itu, manfaatnya sangat luas, termasuk santunan dan beasiswa pendidikan bagi dua anak ahli waris mulai dari TK hingga perguruan tinggi, guna mencegah munculnya kemiskinan baru.Pihaknya juga menegaskan aturan tegas bagi perusahaan yang tidak patuh, sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2011 dan PP No. 86 Tahun 2013, dengan ancaman sanksi administratif hingga pidana. Pelanggaran yang sering ditemui antara lain perusahaan yang belum mendaftarkan pekerja sama sekali, atau hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerja, upah, maupun jenis program. Untuk itu, langkah awal yang dilakukan adalah sosialisasi dan teguran, namun akan ditindak lanjuti kunjungan dan pemanggilan jika tetap mengabaikan aturan yang berlaku.Andika menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri Mimika telah berjalan lama melalui pendampingan dan bantuan hukum demi memastikan hak pekerja terjaga. “Kami mengajak seluruh perusahaan untuk segera mendaftarkan tenaga kerjanya tanpa terkecuali. Selamat dan terima kasih atas kepatuhan serta kepedulian Bapak/Ibu pemberi kerja. Semoga kerja sama ini membawa keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan bagi kita semua, keluarga besar pekerja di Mimika,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:54 WIT
Harga Barang di Mimika Naik Tajam, Pemerintah Imbau Ganti Plastik dengan Wadah Ramah Lingkungan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan usai apel di pusat pemerintahan sp 3 Senin (11/5/2026) bahwa harga kebutuhan pokok dan barang penunjang mengalami lonjakan sangat signifikan belakangan ini. Kenaikan tersebut tercatat mencapai 30 hingga 70 persen dan merambah ke berbagai jenis produk, termasuk air minum kemasan yang kini harganya juga naik hingga di lingkungan sekolah.Meski ada wacana penurunan harga di masa depan, hingga kini belum ada kepastian kapan harga akan kembali stabil seperti semula. Kondisi ini merupakan dampak langsung dari ketegangan geopolitik dan konflik bersenjata di sejumlah negara, yang sangat mempengaruhi rantai pasok serta harga minyak mentah di pasar internasional.Mengingat minyak menjadi bahan baku utama pembuatan plastik, kelangkaan bahan baku dan kenaikan biaya produksi tak terelakkan, dan beban biaya tersebut akhirnya dirasakan hingga ke tingkat konsumen di daerah.Menyikapi situasi ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mulai beralih menggunakan kemasan alternatif. Wadah berbahan kertas seperti paper bag, gelas kertas, atau bahan ramah lingkungan lain disarankan menggantikan plastik maupun tinwall, selain karena ketersediaannya terbatas, plastik juga diketahui sulit terurai dan merusak lingkungan.Langkah ini diharapkan menjadi solusi sementara yang bijak bagi semua pihak.“Kita berharap kondisi ekonomi global segera membaik agar harga kembali terjangkau. Mari kita dukung anjuran ini demi kebaikan bersama dan kelestarian alam kita,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat Mimika yang telah beradaptasi dengan baik menghadapi situasi ini demi ketertiban bersama. Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:18 WIT
Stok LPG Mimika Menipis Akibat Pasokan Nasional, Diperkirakan Normal Kembali pada 20 Mei Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan keterangan usai apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji atau LPG yang dirasakan masyarakat bukanlah masalah lokal semata, melainkan dampak dari keterbatasan pasokan secara nasional.Kondisi ini terjadi karena sebagian kebutuhan masih bergantung pada barang impor, ditambah lagi dengan keterlambatan jadwal kedatangan kapal pengangkut yang membuat distribusi ke daerah menjadi terhambat dan stok di pasaran menipis.Kabar baiknya, situasi ini diprediksi akan berubah total mulai tanggal 20 Mei mendatang. Pasokan untuk wilayah Mimika dipastikan kembali normal dengan kuota mencapai 7 metrik ton setiap minggunya, sehingga masyarakat diharapkan kembali mudah memperoleh LPG di pengecer maupun toko. Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi saat ini adalah dampak logis dari lonjakan biaya pengangkutan dari Makassar maupun Surabaya akibat mahalnya bahan bakar kapal, yang tercatat naik sekitar 12 persen atau bertambah Rp40.000 per pengiriman.Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dan hemat dalam menggunakan energi, mengingat tantangan ketersediaan bahan bakar masih dirasakan di tingkat nasional maupun internasional. Di sisi lain, pengawasan ketat terus dilakukan di kawasan Pasar Timika oleh 20 petugas yang bekerja dalam dua shift. “Semoga situasi pasokan dan harga ini segera kembali stabil sepenuhnya seperti sedia kala. Mari kita saling mendukung dengan menggunakan energi secukupnya demi kebaikan kita semua dan kelancaran bersama,” ujar Sabelina. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas pengertian, kesabaran, serta kerja sama seluruh masyarakat Mimika dalam menghadapi kondisi ini dengan tertib.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Mei 2026, 20:12 WIT
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun Papuanewsoline.com, Mimika - PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menyalurkan pembagian keuntungan bersih tahun 2025 kepada pemerintah pusat dan daerah sebesar Rp4,8 triliun pada 8 April 2026. Penyetoran ini menjadikan total sumbangsih perusahaan bagi negara kini menembus angka Rp75 triliun. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan seluruh penyetoran dilakukan dengan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab.“Dana ini kami harapkan benar-benar bermanfaat untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujarnya.Dari total nilai tersebut, Pemerintah Pusat menerima Rp1,92 triliun, Provinsi Papua Tengah mendapat Rp720,5 miliar, dan Kabupaten Mimika memperoleh porsi terbesar daerah yakni Rp1,2 triliun. Selain Mimika, tujuh kabupaten lain seperti Nabire, Paniai, hingga Intan Jaya masing-masing mendapatkan Rp137,2 miliar dengan akumulasi mencapai Rp960,4 miliar. Secara keseluruhan, dari Rp75 triliun kontribusi, Rp16,9 triliun berupa dividen untuk MIND ID, sedangkan Rp13,48 triliun disalurkan ke pemerintah daerah, di mana Rp10,6 triliun telah dibayarkan sepanjang 2025 lalu. Semoga dana ini mempercepat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Mimika dan wilayah lainnya.Tony Wenas menjelaskan nilai setoran berpotensi tumbuh seiring harga komoditas yang masih menguntungkan, meski saat ini produksi baru berjalan 40–50 persen. Kondisi ini terjadi pasca insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, dan pemulihan operasional masih berlangsung bertahap. Perusahaan menargetkan kembali berproduksi maksimal pada awal tahun 2028 mendatang. Ia berharap proses pemulihan berjalan lancar dan aman, sehingga target produksi tercapai dan manfaat ekonomi bagi Mimika serta seluruh rakyat Indonesia semakin besar di masa depan.Tak hanya menyetor ke kas negara, PTFI juga menyalurkan dana kemitraan dan pengembangan masyarakat sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun 2025. Program sosial ini diagendakan berjalan terus hingga tahun 2041 dengan nilai sekitar Rp1,7 triliun per tahun. “Bagi kami, keberhasilan perusahaan terlihat jelas saat taraf hidup masyarakat sekitar tambang semakin maju dan sejahtera,” tegas Tony. Penulis: Jid Editor: GF 09 Mei 2026, 19:52 WIT
DPRD Mimika Siapkan Sertifikasi Gratis, Jalan Terbuka bagi Pencari Kerja Lokal Papuanewsonline.com, Mimika — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika mendorong program pelatihan sertifikasi gratis bagi pencari kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP), melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Mimika dan Asosiasi Pencari Kerja Lokal Carstenz Mimika (APELCAMI). (6/5/26)Ketua Komisi III DPRD Mimika, Herman Ghafur, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengatasi hambatan utama yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mengakses dunia kerja, yakni tingginya biaya sertifikasi.“Selama ini masih banyak kontraktor yang menjadikan ketiadaan sertifikasi sebagai alasan untuk tidak menerima tenaga kerja lokal, dengan dalih kurangnya keterampilan yang dibuktikan melalui sertifikasi,” ujar Herman.Ia menjelaskan, biaya pelatihan sertifikasi yang umumnya dikelola lembaga swasta bisa mencapai sekitar Rp10 juta per peserta. Angka tersebut dinilai sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat lokal yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.Sebagai solusi, DPRD Mimika bersama pemerintah daerah menyepakati agar anggaran pelatihan tahun 2026 yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) difokuskan untuk membiayai sertifikasi secara penuh.“Harapannya, seluruh peserta bisa mengikuti pelatihan secara gratis tanpa pungutan biaya, karena sudah ditanggung pemerintah. Jadi bukan lagi subsidi, tetapi pembiayaan penuh,” jelasnya.Selain itu, DPRD juga mendorong keterlibatan lembaga asosiasi dalam pelaksanaan pelatihan agar lebih terstruktur dan tepat sasaran. Langkah ini diharapkan mampu memastikan akses pelatihan terbuka luas bagi pencari kerja lokal tanpa hambatan administratif maupun biaya.Terkait kebutuhan data tenaga kerja, DPRD Mimika menilai pentingnya penguatan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Herman menegaskan bahwa Dinas Tenaga Kerja pada dasarnya telah memiliki data tenaga kerja, namun masih perlu dioptimalkan melalui integrasi lintas instansi.“Dengan adanya sharing dan integrasi data antar instansi, validitas data tenaga kerja akan semakin baik. Jadi persoalan utama saat ini bukan pada ketersediaan data, tetapi pada optimalisasi koordinasi dan integrasi data yang sudah ada,” pungkasnya.Kebijakan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal serta meningkatkan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 06 Mei 2026, 20:04 WIT
29% APBD Mimika Untuk Belanja Pegawai, Masih Di Bawah Batas Ketentuan Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan bahwa alokasi anggaran untuk belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2026 mencapai 29 persen dari total nilai yang ditetapkan. Angka ini dinilai masih aman karena berada di bawah batas maksimal yang diizinkan, yaitu sebesar 30 persen.Bahkan, kondisi ini menjadi alasan rasa syukur, mengingat di daerah lain alokasinya ada yang melebihi ketentuan hingga 40 persen dan berujung pada kebijakan penangguhan tugas bagi sebagian tenaga kerja.Kondisi ini juga yang melatarbelakangi kebijakan pemerintah daerah yang tidak lagi menerima permohonan mutasi pegawai dari luar wilayah. Saat ini, jumlah aparatur di lingkungan Pemkab Mimika telah mencapai sekitar 9.000 orang, yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara serta 4.000 hingga 5.000 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.Bupati menjelaskan bahwa besarnya alokasi dana untuk keperluan tersebut di setiap instansi sangat bergantung pada jumlah tenaga kerja yang ada di dalamnya.“Semakin banyak pegawai yang bertugas, maka semakin besar pula anggaran yang dibutuhkan. Hal ini terlihat jelas pada beberapa instansi, seperti Satpol PP yang menggunakan Rp41 miliar dari total anggarannya untuk keperluan pegawai, dengan sisa dana sekitar Rp5 miliar untuk menjalankan berbagai program kerja. Demikian pula dengan Dinas Pendidikan yang mengelola dana sekitar Rp700 miliar, di mana Rp400 miliar di antaranya dialokasikan untuk keperluan yang sama,” jelas Johannes Rettob.“Kami bersyukur pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan seimbang dan sesuai aturan yang berlaku. Semoga kondisi ini terus terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, program pembangunan tetap berjalan lancar, dan kesejahteraan seluruh aparatur tetap terjamin dengan baik,” harap Bupati.  Penulis: Jid Editor: GF 06 Mei 2026, 13:56 WIT
May Day 2026 Disorot, Aktivis Nilai Nasib Buruh Kian Terpuruk di Tengah Pemborosan Negara Papuanewsonline.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 kembali menjadi momentum kritik terhadap kondisi kesejahteraan pekerja di Indonesia. Dalam sebuah dialog interaktif yang digelar komunitas Aktivis 98 Garis Lucu di Jakarta, sejumlah aktivis menilai kondisi buruh saat ini semakin tertekan di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.Forum bertajuk “Mayday: Rakyat Disuruh Tahan Banting, Negara Tahan Kritik” tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap belum berpihak kepada kaum pekerja dan kelompok rentan lainnya.Ketua panitia kegiatan, Ignatius Indro, menilai peringatan Hari Buruh yang diselenggarakan pemerintah di kawasan Monumen Nasional lebih bersifat seremonial dan belum menyentuh persoalan utama yang dihadapi buruh.“Tidak ada perubahan signifikan terhadap nasib buruh maupun kondisi perekonomian. Pembagian paket sembako dalam jumlah besar bukan solusi. Yang dibutuhkan buruh adalah perbaikan sistemik,” ujar Indro.Menurutnya, sejumlah kebijakan ketenagakerjaan saat ini justru memperlemah posisi pekerja. Ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai membuka ruang ketidakadilan dalam hubungan kerja, khususnya terkait sistem alih daya atau outsourcing.Indro juga mengangkat persoalan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek daring yang disebut menghadapi ketimpangan pembagian komisi dengan perusahaan aplikasi. Ia mempertanyakan efektivitas sejumlah program pemerintah yang selama ini diklaim mampu menciptakan lapangan kerja.“Bukan hanya buruh pabrik, sektor lain juga membutuhkan perhatian serius. Ketimpangan komisi ojek online, janji 19 juta lapangan kerja yang belum jelas, hingga program yang berpotensi menjadi beban anggaran—ini semua harus dievaluasi,” tegasnya.Dalam forum yang sama, aktivis 98 lainnya, Bona Sigalingging, menyoroti langkah pemerintah yang meratifikasi Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 terkait Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan dan kesejahteraan nelayan.“Ratifikasi ini patut diapresiasi, namun implementasinya harus dikawal secara ketat agar benar-benar memberi manfaat bagi para nelayan,” ujarnya.Sementara itu, Joshua Napitupulu menilai gerakan buruh hingga kini masih menghadapi berbagai bentuk tekanan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, makna May Day tidak boleh direduksi hanya menjadi agenda formal pemerintah.“Mayday adalah simbol perlawanan dan perjuangan buruh. Ketika maknanya dibelokkan menjadi acara seremonial, itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjawab persoalan mendasar,” kata Joshua.Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang dinilai belum terselesaikan hingga saat ini, seperti upah pekerja di bawah standar UMK, minimnya perlindungan jaminan sosial, hingga persoalan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto diketahui menghadiri peringatan Hari Buruh yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional bersama ribuan buruh dari berbagai organisasi. Kegiatan tersebut mendapat perhatian publik luas, namun juga menuai kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan pemerintah.Sementara itu, ribuan buruh lainnya memilih turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah dan wakil rakyat.Meski berlangsung dengan pendekatan berbeda, baik kegiatan pemerintah maupun aksi demonstrasi buruh dilaporkan berjalan aman dan tertib hingga seluruh rangkaian peringatan May Day 2026 berakhir. (GF) 04 Mei 2026, 17:52 WIT
Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal Papuanewsonline.com, DIY - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Hal itu disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5/2026). "Dan ke depan kita harapkan Polda DIY betul-betul bisa memberikan pelayanan yang optimal terhadap Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita kenal sebagai kota budaya, kota pariwisata, kota pendidikan," kata Sigit di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026). Pembangunan ini sendiri bertajuk 'Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono'. Sigit mengapresiasi Pemprov DIY terkait seluruh dukungan terkait pembangunan Mapolda Yogyakarta. "Jadi ini adalah bentuk dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan yang tentunya kita memahami bahwa ini adalah titipan amanah terkait dengan pembangunan ini sebagaimana tema dari pembangunan Mapolda yaitu Mbangun Bhayangkara Presisi, Hamemayu Hayuning Bawono," ujar Sigit. Sebagaimana artinya, Sigit meminta agar jajarannya bisa menjaga, memperbaiki dan menciptakan keindahan serta keharmonisan bermasyarakat yang tentunya ini sejalan dengan Tri Brata dan Catur Prasetya. "Dan juga kami juga mendapatkan amanah agar ke depan gedung Polda DIY ini dibangun dengan konsep smart city, tadi kita mendapatkan amanah dari Bapak Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono titipan dari masyarakat Yogya agar gedung ini tidak hanya berdiri sebagai gedung yang hanya fisiknya saja tapi juga bisa melaksanakan fungsinya untuk bisa tampil sebagai pelayanan kepolisian yang memiliki kemampuan data driven police hub, social listening and sentiment intelligence system, cyber security defense center serta decision intelligence and knowledge system," papar Sigit.Karenanya, Sigit menekankan, jajaran Polda DIY harus mendukung konsep dari Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari seluruh para pemangku jabatan, pemangku kepentingan dan juga harapan besar dari masyarakat Yogya terhadap kinerja Polri untuk betul-betul bisa profesional, dekat dan dicintai masyarakat," tutup Sigit. PNO-12 04 Mei 2026, 10:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT