logo-website
Kamis, 12 Feb 2026,  WIT

TPNPB Mengaku Bertanggungjawab Atas Penembakan Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air

Pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kanibal mengaku bertanggungjawab atas penembakan pesawat Smart Air

Papuanewsonline.com - 12 Feb 2026, 00:24 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo saat memberikan pernyataan melalui vidio singkat pada Rabu (11/2/2026).

Papuanewsonline.com, Yahukimo - Pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kanibal mengaku bertanggungjawab atas penembakan pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation, pada Rabu (11/2/2026).

Melalui video pendek pasukan TPNPB dibawa komandan Mayor Kopitua Heluka mengatakan bahwa pasukanya berhasil menembak Pesawat Smart Air Dan juga Berhasil membunuh Pilot Dan Co-Pilot di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT.


"Peristiwa ini telah terjadi pada tanggal 11 February 2026, Dan Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak Dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bertanggungjawab atas Peristiwa ini," ujar Kopitua Heluka.

Kopitua Heluka mengatakan pasukan TPNPB menargetkan Pewasat Smart Air dan Pilot-nya, karena perusahaan penerbangan tersebut  sering mengangkut Pasukan Keamanan Indonesia di seluruh tanah Papua.

"Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, sudah mengingatkan berulang-ulang tapi para pilot dan perusahan penerbangan selalu tidak mengindahkan, sehingga Pilot dan pesawat ini dianggap agen intelejen militer TNI Polri," Ucapnya.

Atas laporan ini Mayor Kopitua Heluka Dan Pasukan bertanggungjawab.

Diketahui Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembak saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026).

Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIT, Pilot dan Co-Pilot dilaporkan tewas bersimbah darah di lokasi kejadian.

Peristiwa penembakan terjadi ketika pesawat perintis tersebut tengah melakukan proses pendaratan. Tembakan mengenai bagian kokpit, menyebabkan kedua awak tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, sebanyak 13 penumpang yang merupakan warga lokal dilaporkan selamat dan berhasil mengamankan diri di sekitar lokasi.

"Pilot dan co-pilot pesawat tewas, sedangkan 13 penumpang lainnya selamat dan saat ini sedang dalam pengawasan aparat keamanan," kata Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra.

Kapolres mengkonfirmasi bahwa TNI Polri saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

 

Penulis : Hendrik

Editor  : GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE