Dua kelompok warga terlibat keributan di kapiraya, 3 orang terluka
Keributan diduga dipicu oleh tindakan pembukaan palang atau pemalangan sasi adat yang dilakukan oleh warga Kampung Kapiraya di lokasi Jembatan 2 Kilometer
Papuanewsonline.com - 11 Feb 2026, 20:37 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Mimika – Dua kelompok warga dari Kampung Kapiraya dan Kampung Mogodagi terlibat keributan di Distrik Kapiraya pada pagi hari Rabu (11/2/26). Dari video yang beredar di masyarakat, terlihat sebagian warga berlari sambil membawa alat yang berpotensi bahaya seperti panah, parang, serta senapan angin. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa insiden tersebut telah menimbulkan korban, dengan tiga orang warga mengalami luka-luka.
Keributan ini diduga dipicu oleh tindakan pembukaan palang
atau pemalangan sasi adat yang dilakukan oleh warga Kampung Kapiraya di lokasi
Jembatan 2 Kilometer, yang kemudian dianggap tidak sesuai oleh masyarakat
Kampung Mogodagi dan memicu kemarahan di antara mereka.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, saat
dikonfirmasi membenarkan kejadian yang telah terjadi. (11/2/26)
"Benar, insiden keributan memang terjadi dan saat ini situasi sudah kondusif. Tim aparat keamanan gabungan telah siap siaga di lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya konflik kembali serta menjaga ketertiban masyarakat," ujarnya.

Kapolres menjelaskan bahwa penyebab awal terjadinya
keributan adalah dampak dari tindakan pembukaan palang oleh warga Kapiraya pada
hari sebelumnya di lokasi Jembatan 2 Kilometer.
"Untuk data lengkap terkait korban dan detail
peristiwa, pihak kami masih dalam proses pendataan menyeluruh,"
pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian terus
melakukan pengumpulan informasi serta pengamanan ketat di sekitar lokasi
kejadian untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Penulis: Jid
Editor: GF