Kerja Sama Strategis Indonesia–UEA Diperkuat, Menko Yusril Terima Dubes Uni Emirat Arab
Pertemuan bilateral antara Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia membahas penguatan kemitraan multisektor yang mencakup energi, pendidikan, kesehatan, pertahanan, hingga keimigrasian, sebagai langkah mempe
Papuanewsonline.com - 10 Feb 2026, 22:52 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menerima Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Y.M. Abdulla Salem Aldhahheri, dalam sebuah pertemuan bilateral di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab yang terus berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes UEA menyampaikan bahwa
hubungan bilateral kedua negara mengalami kemajuan signifikan. Hal ini
tercermin dari intensitas kunjungan kenegaraan, termasuk tiga kali kunjungan
Presiden Indonesia ke UEA serta peringatan 50 tahun hubungan diplomatik
Indonesia–UEA, dengan rencana kunjungan Presiden UEA ke Indonesia dalam waktu
mendatang.
Kerja sama yang sebelumnya lebih terfokus pada sektor
tradisional, seperti pelabuhan dan minyak, kini telah meluas ke berbagai sektor
strategis. Pengembangan energi terbarukan, pertahanan, kesehatan, dan
pendidikan menjadi bidang baru yang semakin diperkuat, seiring meningkatnya
kebutuhan dan peluang kerja sama kedua negara.
Sejumlah program konkret telah dijalankan, di antaranya
pembangunan rumah sakit jantung di Solo, pengembangan pusat studi mangrove di
Bali, serta kerja sama pendidikan antara Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta
dan Universitas Zayed di bidang humaniora. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan
mampu mendorong alih pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia,
serta penciptaan lapangan kerja.
Di bidang keimigrasian, Dubes UEA menyampaikan apresiasi
atas kemudahan layanan bagi warga negara UEA yang jumlahnya terus meningkat. Di
sisi lain, masih terdapat potensi penguatan kerja sama, termasuk pada sektor
panas bumi bersama PT Pertamina, yang dinilai perlu didorong agar semakin
bersifat bilateral dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza
Mahendra menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin, khususnya
di bidang perdagangan serta energi minyak dan gas. Ia juga menekankan arahan
Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya memperluas dan memperdalam kerja
sama bilateral di berbagai sektor strategis guna mendukung pembangunan
nasional.
Pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah,
serta kerja sama dengan Dubai Fund, turut menjadi perhatian dalam pertemuan
tersebut. Kedua inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan,
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperluas manfaat kerja sama bagi
masyarakat di kedua negara.
Di sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan, kerja
sama Indonesia–UEA dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Dukungan
UEA dalam pembangunan masjid dan fasilitas kesehatan menjadi fondasi penting,
sekaligus membuka ruang peningkatan kolaborasi di bidang kedokteran guna
menjawab kebutuhan tenaga medis dan fasilitas berteknologi tinggi di Indonesia.
Sementara itu, di bidang transportasi udara dan mobilitas masyarakat, meningkatnya arus perjalanan kedua negara mendorong kajian pembebasan visa timbal balik serta penguatan kerja sama penerbangan. Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan rute langsung Abu Dhabi–Medan dan Abu Dhabi–Surabaya, sedangkan Emirates Airlines mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar untuk meningkatkan konektivitas penerbangan Indonesia–UEA, termasuk dalam mendukung layanan jemaah umrah. (GF)