Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hijrah, Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.Pesan tersebut tercermin dalam langkah Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut diikuti Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah serta para jamaah.Sholat Subuh berjamaah berlangsung khidmat. Setelah ibadah, Kapolda Maluku tidak langsung meninggalkan masjid, tetapi melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan berdialog bersama Imam Masjid serta para jamaah.Interaksi langsung tersebut menjadi ruang bagi Kapolda untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun secara langsung dan berkelanjutan.“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Dadang, masjid dan tempat-tempat ibadah memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,katanya.Kapolda menegaskan, pendekatan kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar tercipta hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian dengan warga.“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan Kapolda Maluku bersama masyarakat melalui sholat berjamaah dan silaturahmi menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.Menurutnya, hubungan yang kuat antara Polri dengan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.Rositah menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.Bagi Polda Maluku, silaturahmi bersama masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi publik, penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat.Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki keragaman masyarakat, budaya dan komunitas sosial. Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.Melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling, Polda Maluku ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak berjarak dengan masyarakat.Polri hadir untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan karena keamanan yang kuat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat.Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif. PNO-12
12 Agu 2026, 14:31 WIT
Polri dan Kemenkeu Kolaborasi Persiapkan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. PNO-12
12 Agu 2026, 14:20 WIT
Menjelang HUT RI Ke-80, Praktisi Hukum: Upacara Harusnya Cerminkan Keadilan, Bukan Ketimpangan
Papuanewsonline.com, Mimika – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80, Hendra Jamlaay, S.H., Praktisi Hukum menyoroti pelaksanaan upacara 17 Agustus yang dinilainya perlu lebih mencerminkan semangat keadilan dan kesetaraan.Dalam rilis tertulis yang diterima redaksi, Hendra menilai momentum 80 tahun kemerdekaan harus menjadi refleksi bersama agar penghormatan kepada para pejuang tidak berhenti pada seremoni."Indonesia sudah merdeka 80 Tahun. Semangat kemerdekaan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat kecil," kata Hendra.Soroti Perbedaan Fasilitas Saat UpacaraHendra menyoroti praktik yang kerap terjadi di lapangan saat pelaksanaan upacara. Di satu sisi peserta diminta berdiri di bawah terik matahari, di sisi lain panitia telah menyiapkan tenda untuk para tamu undangan dan pejabat."Peserta Upacara diwajibkan berdiri berbaris rapi dibawah panasnya matahari sedangkan para Pejabat duduk manis dibawah tenda," ujarnya.Menurutnya, jika konsep upacara dilakukan secara terbuka dan semua peserta merasakan kondisi yang sama, maka hal tersebut merupakan bagian dari penghormatan.Usulkan Penghormatan di Rumah Jika Ada KetimpanganHendra mengusulkan alternatif bagi masyarakat. Jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan adanya kesetaraan, maka mengibarkan bendera di rumah juga merupakan bentuk penghormatan yang sah."Semangat Rakyat Indonesia dalam menyambut HUT RI ke 80 satu pekan lagi. Jika tempat upacara terbuka dan semua orang mengikuti serta merasakan panas yang sama, ya ikuti. Tetapi jika tempat upacara sudah disiapkan tenda untuk duduk para pejabat, alangkah lebih baiknya mengibarkan saja bendera didepan rumah sebagai tanda penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan RI," pungkasnya.Ia berharap peringatan HUT RI ke-80 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menghadirkan rasa adil bagi seluruh lapisan masyarakat.Penulis: HendrikEditor: OF
12 Agu 2026, 14:26 WIT
Fasilitasi Pelajar SMA Laboratorium Unpatti, Polda Maluku: Kasus Narkoba Jadi Bahan Riset
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya terus mendapat dukungan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku.Salah satunya melalui fasilitasi pengambilan data terkait perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon bagi siswa SMA Laboratorium Universitas Pattimura (Unpatti) yang tengah mengembangkan riset mata pelajaran Informatika dengan memanfaatkan machine learning berbasis time seriesSebanyak 25 siswa kelas XII SMA Laboratorium Unpatti, didampingi Guru Mata Pelajaran Informatika Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., melakukan pengambilan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, Selasa (11/8/2026).Riset tersebut mengangkat judul “Prediksi Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kota Ambon Menggunakan Metode Time Series.”Data yang dibutuhkan dalam penelitian antara lain perkembangan jumlah kasus narkoba, jumlah tersangka, barang bukti, jenis narkotika yang paling banyak digunakan, serta data rehabilitasi dalam kurun waktu lima tahun terakhiPenggunaan data historis tersebut diharapkan dapat membantu para siswa memahami pola perkembangan kasus narkotika dari waktu ke waktu, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model prediksi menggunakan teknologi machine learning.mendamping yang juga merupakan Guru Mata Pelajaran Informatika SMA Laboratorium Unpatti, Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., mengatakan penelitian tersebut dirancang agar pembelajaran Informatika tidak berhenti pada teori maupun kemampuan teknis pemrograman, tetapi dapat diarahkan untuk membaca dan memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.“Tujuan kami mengambil data lima tahun terakhir adalah agar siswa memiliki data historis yang cukup untuk melihat bagaimana perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon dari waktu ke waktu. Data tersebut kemudian akan kami gunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menerapkan metode time series dan machine learning dalam melakukan analisis serta prediksi,” ujarnya.Menurutnya, penelitian tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.“Jadi siswa tidak hanya belajar coding atau membuat program, tetapi juga belajar bagaimana data dapat digunakan untuk memahami suatu masalah. Dalam konteks penelitian ini, mereka belajar melihat persoalan narkoba secara objektif melalui data,” jelasnya.Lebih jauh, Chrissandy menegaskan bahwa penelitian tersebut juga memiliki tujuan edukatif yang lebih luas, yakni memperkenalkan kepada generasi muda mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkotika.“Kami ingin anak-anak memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan generasi muda. Dengan mengetahui perkembangan kasus dan dampaknya, kami berharap muncul kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus memiliki kepedulian untuk ikut mencegah penyalahgunaannya,” katanya.Ia menambahkan, keterlibatan Polda Maluku dalam memberikan akses terhadap data yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan menjadi pengalaman penting bagi para siswa.“Kami mengapresiasi Polda Maluku karena memberikan ruang kepada siswa untuk belajar langsung dari sumber data yang relevan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti karena mereka dapat menghubungkan pelajaran Informatika dengan persoalan nyata yang ada di lingkungan mereka,” pungkasnya.Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol. Indra Gunawan, S.I.K., M.H, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan para pelajar tersebut.Menurutnya, pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan merupakan langkah positif dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika.“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini. Anak-anak muda harus diberikan pemahaman bahwa data bukan hanya angka, tetapi dapat menjadi informasi penting untuk memahami suatu persoalan dan mencari solusi,” ujar Indra.Ia mengatakan, data perkembangan kasus narkotika dalam kurun waktu tertentu dapat digunakan untuk melihat kecenderungan atau pola yang selanjutnya menjadi bahan analisis akademik.“Melalui penelitian ini, siswa belajar melihat perkembangan persoalan narkotika secara lebih objektif. Mereka dapat mempelajari bagaimana suatu pola terbentuk dari data, kemudian menggunakan teknologi untuk melakukan analisis dan prediksi,” jelasnya.Namun demikian, Indra menegaskan bahwa pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya menyangkut informasi yang bersifat pribadi, rahasia penyidikan, dan data yang tidak dapat dipublikasikan.“Data yang diberikan tentunya disesuaikan dengan ketentuan dan kepentingan penelitian. Kami harus memastikan bahwa aspek perlindungan data, kerahasiaan, dan ketentuan hukum tetap menjadi perhatian,” tegasnya.Dir Narkoba juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi preventif antara kepolisian dan dunia pendidikan.“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Pencegahan dan edukasi harus dimulai sejak dini. Ketika pelajar sudah memahami bahaya narkoba dan mampu melihat persoalan tersebut berdasarkan data, maka mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk melindungi diri dan lingkungannya,” tuturnya.Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, keterlibatan pelajar dalam penelitian mengenai narkotika menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.“Generasi muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek dalam persoalan narkoba. Mereka harus kita dorong menjadi bagian dari solusi. Salah satunya dengan memberikan ruang untuk belajar, meneliti, memahami data, dan melihat persoalan narkotika secara lebih kritis,” kata Rositah.Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan yang mengancam masa depan mereka.“Teknologi harus digunakan untuk hal-hal yang produktif. Ketika machine learning digunakan untuk membaca perkembangan kasus narkoba, maka teknologi tersebut bukan hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial,” ujarnya.Rositah menilai riset yang dilakukan siswa SMA Laboratorium Unpatti juga menjadi conth bahwa literasi digital dapat berjalan beriringan dengan literasi sosial dan hukm.“Anak-anak kita perlu memiliki kemampuan membaca data sekaligus memahami konteks di balik data tersebut. Mereka harus tahu bahwa di balik angka kasus narkoba terdapat persoalan manusia, keluarga, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan masa depan generasi bangsa,” jelasnya.Ia menambahkan, Polda Maluku terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.“Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan terutama generasi muda harus bergerak bersama. Edukasi dan literasi adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi,” tegasnya.Riset siswa SMA Laboratorium Unpatti tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat menjadi pengalaman awal bagi generasi muda untuk memahami bagaimana data science dan artificial intelligence dapat digunakan untuk menganalisis persoalan publik.Dengan menggunakan data historis lima tahun, para siswa diharapkan mampu mengidentifikasi pola perkembangan kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon dan mengolahnya menjadi model prediksi sesuai metode yang digunakan dalam penelitian.Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran teknologi di sekolah dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.Di sisi lain, bagi Polda Maluku, keterlibatan dunia pendidikan dalam memahami persoalan narkotika menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran preventif sejak usia sekolah.Sebab, perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan melalui operasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui pengetahuan, pendidikan, literasi, teknologi, dan keterlibatan generasi muda.Dari ruang kelas, data dapat diolah menjadi pengetahuan. Dari pengetahuan, lahir kesadaran. Dan dari kesadaran, diharapkan tumbuh generasi muda yang mampu mengatakan tidak pada narkoba sekaligus menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.Polda Maluku pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan berbagai inovasi pencegahan narkoba, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi dan data sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda. PNO-12
12 Agu 2026, 13:53 WIT
Masuk Nominasi Terbaik, Kompolnas Visitasi Polda Kalteng Implementasi Kinerja dan Pelayanan Publik
Papuanewsonline.com, Palangka Raya – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjalani visitasi ke Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian penilaian Kompolnas Awards 2026, Senin (10/8/2026). Menyusul Polda Kalteng yang menjadi salah satu dari lima Polda yang masuk nominasi terbaik dari 34 Polda di Indonesia.Visitasi yang berlangsung di Aula Arya Dharma Polda Kalteng tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan visitasi Kompolnas Awards 2026. Menurutnya, capaian Polda Kalteng masuk lima besar nasional merupakan hasil dari kerja sama yang terus dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan masyarakat.“Kami menyambut baik dan bangga atas Visitasi Penilaian Penghargaan Kompolnas ini,” tutur Agustiar.Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah. Peran kepolisian, kata Agustiar, juga diperlukan dalam mendukung berbagai program pemerintah serta menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.Salah satunya terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya.Sementara itu, Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim mengatakan Polda Kalteng masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026 setelah melalui tahapan penilaian sebelumnya. Visitasi dilakukan untuk memastikan capaian yang disampaikan dalam dokumen benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.“Polda Kalimantan Tengah untuk tahun 2026 ini merupakan Polda masuk lima besar Kompolnas Award tahun 2026 dari 34 Polda,” kata Yusuf.Yusuf menjelaskan, visitasi tidak hanya diarahkan untuk memeriksa kesesuaian data dan dokumen, tetapi juga melihat secara langsung implementasi kinerja, inovasi pelayanan publik, tata kelola organisasi serta dampak pelaksanaan tugas kepolisian terhadap masyarakat.“Yang kedua, kami memvalidasi. Baru yang ketiga, penilaian secara khusus untuk apa dan bagaimana peran Polda Kalimantan Tengah di dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.Dalam proses penilaian, Kompolnas melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, meliputi manusia, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan dan kedamaian.Aspek tersebut antara lain mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan publik, dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, penanganan persoalan lingkungan seperti karhutla, penguatan kerja sama lintas instansi, hingga upaya menjaga toleransi dan mencegah konflik di tengah masyarakat.Selain Polda Kalteng, tim Kompolnas juga akan melakukan visitasi terhadap nominator lainnya di wilayah Kalimantan Tengah, yakni Polres Barito Selatan pada kategori perseorangan dan Polres Kotawaringin Barat pada kategori Polres B.Visitasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk memverifikasi inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian.Bagi Polda Kalteng, proses tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan karakteristik wilayah yang luas dan masyarakat yang beragam, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah. PNO-12
12 Agu 2026, 13:27 WIT
WPA Dilaporkan Baku Tembak Dengan Pasukan TNI di Muara Kali Totiyo Paniai Barat
Papuanewsonline.com, Paniai - Kontak senjata dilaporkan terjadi di Muara Kali Totiyo, Distrik Paniai Barat, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA) yang bernaung di bawah TPNPB-OPM, TNPB dan TRWP, Damianus Magai Yogi.Menurut keterangan Yogi, baku tembak berlangsung lebih dari satu jam."Mereka keluarkan tembakan senjata sebanyak 7.010 butir peluru," kata Damianus Magai Yogi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).Yogi mengklaim pasukannya telah bersiaga melakukan penghadangan terhadap pasukan TNI yang datang ke wilayah Totiyo. Ia juga mengklaim tidak ada anggota WPA yang menjadi korban dalam insiden tersebut."Memang mereka datang tiba-tiba, tapi kami sudah hadang mereka. Anggota dari kami tidak ada yang korban, entah luka-luka maupun korban berat. Kami sudah usir mereka kembali ke Enarotali," ujarnya.Hingga saat ini, klaim mengenai jumlah peluru yang ditembakkan serta kondisi korban dalam insiden tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.Dua Dugaan Alasan Kedatangan TNISebelumnya, warga melaporkan adanya aktivitas patroli TNI di kawasan Danau Paniai sejak Rabu pagi menggunakan empat unit speedboat, disertai penanaman bendera Merah Putih di tepi danau. Rombongan kemudian dilaporkan bergerak menuju kawasan Totiyo, Paniai Barat, yang disebut berada di sekitar wilayah yang diklaim sebagai basis West Papua Army.Terkait kedatangan tersebut, Yogi menduga ada dua kemungkinan yaituPertama, berkaitan dengan peristiwa perampasan senjata yang disebut dilakukan oleh TPNPB-OPM Kodap XIII Kegepan Paniai di bawah pimpinan Matias Gobai.Kedua, diduga berkaitan dengan situasi menjelang peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus.Bantahan Soal Perampasan SenjataYogi menegaskan, pihaknya bukan pelaku perampasan senjata tersebut."Yang perampasan senjata itu bukan kami yang rampas, tapi semua orang sudah tahu siapa yang rampas. Jadi jangan salah sasaran," tegasnya.Ia juga menyebut selama ini pihaknya tidak mengganggu aktivitas pasukan TNI yang melintas di sejumlah wilayah Paniai.Yogi menyatakan pihaknya akan tetap bertahan jika wilayahnya dimasuki."Kami kan selalu biarkan mereka, tapi TNI mau coba-coba kami, kami tidak akan mundur. Asalkan mereka jangan seperti anak kecil, kalau mau perang harus dewasa. Memang kami ini musuh, itu intinya," katanya.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI terkait aktivitas patroli di Danau Paniai, dugaan kontak senjata di Muara Kali Totiyo, maupun pernyataan yang disampaikan Damianus Magai Yogi.Sementara itu, kondisi warga di sekitar Danau Paniai dilaporkan masih dalam keadaan waspada menyusul informasi ketegangan di kawasan tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
12 Agu 2026, 13:38 WIT
Pilihan Redaksi
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hijrah, Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.Pesan tersebut tercermin dalam langkah Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut diikuti Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah serta para jamaah.Sholat Subuh berjamaah berlangsung khidmat. Setelah ibadah, Kapolda Maluku tidak langsung meninggalkan masjid, tetapi melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan berdialog bersama Imam Masjid serta para jamaah.Interaksi langsung tersebut menjadi ruang bagi Kapolda untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun secara langsung dan berkelanjutan.“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Dadang, masjid dan tempat-tempat ibadah memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,katanya.Kapolda menegaskan, pendekatan kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar tercipta hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian dengan warga.“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan Kapolda Maluku bersama masyarakat melalui sholat berjamaah dan silaturahmi menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.Menurutnya, hubungan yang kuat antara Polri dengan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.Rositah menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.Bagi Polda Maluku, silaturahmi bersama masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi publik, penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat.Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki keragaman masyarakat, budaya dan komunitas sosial. Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.Melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling, Polda Maluku ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak berjarak dengan masyarakat.Polri hadir untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan karena keamanan yang kuat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat.Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif. PNO-12
12 Agu 2026, 14:31 WIT
Polri dan Kemenkeu Kolaborasi Persiapkan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. PNO-12
12 Agu 2026, 14:20 WIT
Menjelang HUT RI Ke-80, Praktisi Hukum: Upacara Harusnya Cerminkan Keadilan, Bukan Ketimpangan
Papuanewsonline.com, Mimika – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80, Hendra Jamlaay, S.H., Praktisi Hukum menyoroti pelaksanaan upacara 17 Agustus yang dinilainya perlu lebih mencerminkan semangat keadilan dan kesetaraan.Dalam rilis tertulis yang diterima redaksi, Hendra menilai momentum 80 tahun kemerdekaan harus menjadi refleksi bersama agar penghormatan kepada para pejuang tidak berhenti pada seremoni."Indonesia sudah merdeka 80 Tahun. Semangat kemerdekaan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat kecil," kata Hendra.Soroti Perbedaan Fasilitas Saat UpacaraHendra menyoroti praktik yang kerap terjadi di lapangan saat pelaksanaan upacara. Di satu sisi peserta diminta berdiri di bawah terik matahari, di sisi lain panitia telah menyiapkan tenda untuk para tamu undangan dan pejabat."Peserta Upacara diwajibkan berdiri berbaris rapi dibawah panasnya matahari sedangkan para Pejabat duduk manis dibawah tenda," ujarnya.Menurutnya, jika konsep upacara dilakukan secara terbuka dan semua peserta merasakan kondisi yang sama, maka hal tersebut merupakan bagian dari penghormatan.Usulkan Penghormatan di Rumah Jika Ada KetimpanganHendra mengusulkan alternatif bagi masyarakat. Jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan adanya kesetaraan, maka mengibarkan bendera di rumah juga merupakan bentuk penghormatan yang sah."Semangat Rakyat Indonesia dalam menyambut HUT RI ke 80 satu pekan lagi. Jika tempat upacara terbuka dan semua orang mengikuti serta merasakan panas yang sama, ya ikuti. Tetapi jika tempat upacara sudah disiapkan tenda untuk duduk para pejabat, alangkah lebih baiknya mengibarkan saja bendera didepan rumah sebagai tanda penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan RI," pungkasnya.Ia berharap peringatan HUT RI ke-80 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menghadirkan rasa adil bagi seluruh lapisan masyarakat.Penulis: HendrikEditor: OF
12 Agu 2026, 14:26 WIT
Fasilitasi Pelajar SMA Laboratorium Unpatti, Polda Maluku: Kasus Narkoba Jadi Bahan Riset
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya terus mendapat dukungan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku.Salah satunya melalui fasilitasi pengambilan data terkait perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon bagi siswa SMA Laboratorium Universitas Pattimura (Unpatti) yang tengah mengembangkan riset mata pelajaran Informatika dengan memanfaatkan machine learning berbasis time seriesSebanyak 25 siswa kelas XII SMA Laboratorium Unpatti, didampingi Guru Mata Pelajaran Informatika Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., melakukan pengambilan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, Selasa (11/8/2026).Riset tersebut mengangkat judul “Prediksi Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kota Ambon Menggunakan Metode Time Series.”Data yang dibutuhkan dalam penelitian antara lain perkembangan jumlah kasus narkoba, jumlah tersangka, barang bukti, jenis narkotika yang paling banyak digunakan, serta data rehabilitasi dalam kurun waktu lima tahun terakhiPenggunaan data historis tersebut diharapkan dapat membantu para siswa memahami pola perkembangan kasus narkotika dari waktu ke waktu, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model prediksi menggunakan teknologi machine learning.mendamping yang juga merupakan Guru Mata Pelajaran Informatika SMA Laboratorium Unpatti, Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., mengatakan penelitian tersebut dirancang agar pembelajaran Informatika tidak berhenti pada teori maupun kemampuan teknis pemrograman, tetapi dapat diarahkan untuk membaca dan memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.“Tujuan kami mengambil data lima tahun terakhir adalah agar siswa memiliki data historis yang cukup untuk melihat bagaimana perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon dari waktu ke waktu. Data tersebut kemudian akan kami gunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menerapkan metode time series dan machine learning dalam melakukan analisis serta prediksi,” ujarnya.Menurutnya, penelitian tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.“Jadi siswa tidak hanya belajar coding atau membuat program, tetapi juga belajar bagaimana data dapat digunakan untuk memahami suatu masalah. Dalam konteks penelitian ini, mereka belajar melihat persoalan narkoba secara objektif melalui data,” jelasnya.Lebih jauh, Chrissandy menegaskan bahwa penelitian tersebut juga memiliki tujuan edukatif yang lebih luas, yakni memperkenalkan kepada generasi muda mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkotika.“Kami ingin anak-anak memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan generasi muda. Dengan mengetahui perkembangan kasus dan dampaknya, kami berharap muncul kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus memiliki kepedulian untuk ikut mencegah penyalahgunaannya,” katanya.Ia menambahkan, keterlibatan Polda Maluku dalam memberikan akses terhadap data yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan menjadi pengalaman penting bagi para siswa.“Kami mengapresiasi Polda Maluku karena memberikan ruang kepada siswa untuk belajar langsung dari sumber data yang relevan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti karena mereka dapat menghubungkan pelajaran Informatika dengan persoalan nyata yang ada di lingkungan mereka,” pungkasnya.Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol. Indra Gunawan, S.I.K., M.H, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan para pelajar tersebut.Menurutnya, pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan merupakan langkah positif dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika.“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini. Anak-anak muda harus diberikan pemahaman bahwa data bukan hanya angka, tetapi dapat menjadi informasi penting untuk memahami suatu persoalan dan mencari solusi,” ujar Indra.Ia mengatakan, data perkembangan kasus narkotika dalam kurun waktu tertentu dapat digunakan untuk melihat kecenderungan atau pola yang selanjutnya menjadi bahan analisis akademik.“Melalui penelitian ini, siswa belajar melihat perkembangan persoalan narkotika secara lebih objektif. Mereka dapat mempelajari bagaimana suatu pola terbentuk dari data, kemudian menggunakan teknologi untuk melakukan analisis dan prediksi,” jelasnya.Namun demikian, Indra menegaskan bahwa pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya menyangkut informasi yang bersifat pribadi, rahasia penyidikan, dan data yang tidak dapat dipublikasikan.“Data yang diberikan tentunya disesuaikan dengan ketentuan dan kepentingan penelitian. Kami harus memastikan bahwa aspek perlindungan data, kerahasiaan, dan ketentuan hukum tetap menjadi perhatian,” tegasnya.Dir Narkoba juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi preventif antara kepolisian dan dunia pendidikan.“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Pencegahan dan edukasi harus dimulai sejak dini. Ketika pelajar sudah memahami bahaya narkoba dan mampu melihat persoalan tersebut berdasarkan data, maka mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk melindungi diri dan lingkungannya,” tuturnya.Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, keterlibatan pelajar dalam penelitian mengenai narkotika menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.“Generasi muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek dalam persoalan narkoba. Mereka harus kita dorong menjadi bagian dari solusi. Salah satunya dengan memberikan ruang untuk belajar, meneliti, memahami data, dan melihat persoalan narkotika secara lebih kritis,” kata Rositah.Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan yang mengancam masa depan mereka.“Teknologi harus digunakan untuk hal-hal yang produktif. Ketika machine learning digunakan untuk membaca perkembangan kasus narkoba, maka teknologi tersebut bukan hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial,” ujarnya.Rositah menilai riset yang dilakukan siswa SMA Laboratorium Unpatti juga menjadi conth bahwa literasi digital dapat berjalan beriringan dengan literasi sosial dan hukm.“Anak-anak kita perlu memiliki kemampuan membaca data sekaligus memahami konteks di balik data tersebut. Mereka harus tahu bahwa di balik angka kasus narkoba terdapat persoalan manusia, keluarga, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan masa depan generasi bangsa,” jelasnya.Ia menambahkan, Polda Maluku terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.“Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan terutama generasi muda harus bergerak bersama. Edukasi dan literasi adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi,” tegasnya.Riset siswa SMA Laboratorium Unpatti tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat menjadi pengalaman awal bagi generasi muda untuk memahami bagaimana data science dan artificial intelligence dapat digunakan untuk menganalisis persoalan publik.Dengan menggunakan data historis lima tahun, para siswa diharapkan mampu mengidentifikasi pola perkembangan kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon dan mengolahnya menjadi model prediksi sesuai metode yang digunakan dalam penelitian.Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran teknologi di sekolah dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.Di sisi lain, bagi Polda Maluku, keterlibatan dunia pendidikan dalam memahami persoalan narkotika menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran preventif sejak usia sekolah.Sebab, perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan melalui operasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui pengetahuan, pendidikan, literasi, teknologi, dan keterlibatan generasi muda.Dari ruang kelas, data dapat diolah menjadi pengetahuan. Dari pengetahuan, lahir kesadaran. Dan dari kesadaran, diharapkan tumbuh generasi muda yang mampu mengatakan tidak pada narkoba sekaligus menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.Polda Maluku pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan berbagai inovasi pencegahan narkoba, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi dan data sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda. PNO-12
12 Agu 2026, 13:53 WIT
Masuk Nominasi Terbaik, Kompolnas Visitasi Polda Kalteng Implementasi Kinerja dan Pelayanan Publik
Papuanewsonline.com, Palangka Raya – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjalani visitasi ke Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian penilaian Kompolnas Awards 2026, Senin (10/8/2026). Menyusul Polda Kalteng yang menjadi salah satu dari lima Polda yang masuk nominasi terbaik dari 34 Polda di Indonesia.Visitasi yang berlangsung di Aula Arya Dharma Polda Kalteng tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Kalteng, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan visitasi Kompolnas Awards 2026. Menurutnya, capaian Polda Kalteng masuk lima besar nasional merupakan hasil dari kerja sama yang terus dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan masyarakat.“Kami menyambut baik dan bangga atas Visitasi Penilaian Penghargaan Kompolnas ini,” tutur Agustiar.Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah. Peran kepolisian, kata Agustiar, juga diperlukan dalam mendukung berbagai program pemerintah serta menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.Salah satunya terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya.Sementara itu, Komisioner Kompolnas Dr. Yusuf Warsyim mengatakan Polda Kalteng masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026 setelah melalui tahapan penilaian sebelumnya. Visitasi dilakukan untuk memastikan capaian yang disampaikan dalam dokumen benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.“Polda Kalimantan Tengah untuk tahun 2026 ini merupakan Polda masuk lima besar Kompolnas Award tahun 2026 dari 34 Polda,” kata Yusuf.Yusuf menjelaskan, visitasi tidak hanya diarahkan untuk memeriksa kesesuaian data dan dokumen, tetapi juga melihat secara langsung implementasi kinerja, inovasi pelayanan publik, tata kelola organisasi serta dampak pelaksanaan tugas kepolisian terhadap masyarakat.“Yang kedua, kami memvalidasi. Baru yang ketiga, penilaian secara khusus untuk apa dan bagaimana peran Polda Kalimantan Tengah di dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.Dalam proses penilaian, Kompolnas melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, meliputi manusia, kesejahteraan, lingkungan, kemitraan dan kedamaian.Aspek tersebut antara lain mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan publik, dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, penanganan persoalan lingkungan seperti karhutla, penguatan kerja sama lintas instansi, hingga upaya menjaga toleransi dan mencegah konflik di tengah masyarakat.Selain Polda Kalteng, tim Kompolnas juga akan melakukan visitasi terhadap nominator lainnya di wilayah Kalimantan Tengah, yakni Polres Barito Selatan pada kategori perseorangan dan Polres Kotawaringin Barat pada kategori Polres B.Visitasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk memverifikasi inovasi dan praktik baik yang dijalankan jajaran kepolisian.Bagi Polda Kalteng, proses tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan karakteristik wilayah yang luas dan masyarakat yang beragam, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Kalimantan Tengah. PNO-12
12 Agu 2026, 13:27 WIT
WPA Dilaporkan Baku Tembak Dengan Pasukan TNI di Muara Kali Totiyo Paniai Barat
Papuanewsonline.com, Paniai - Kontak senjata dilaporkan terjadi di Muara Kali Totiyo, Distrik Paniai Barat, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA) yang bernaung di bawah TPNPB-OPM, TNPB dan TRWP, Damianus Magai Yogi.Menurut keterangan Yogi, baku tembak berlangsung lebih dari satu jam."Mereka keluarkan tembakan senjata sebanyak 7.010 butir peluru," kata Damianus Magai Yogi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).Yogi mengklaim pasukannya telah bersiaga melakukan penghadangan terhadap pasukan TNI yang datang ke wilayah Totiyo. Ia juga mengklaim tidak ada anggota WPA yang menjadi korban dalam insiden tersebut."Memang mereka datang tiba-tiba, tapi kami sudah hadang mereka. Anggota dari kami tidak ada yang korban, entah luka-luka maupun korban berat. Kami sudah usir mereka kembali ke Enarotali," ujarnya.Hingga saat ini, klaim mengenai jumlah peluru yang ditembakkan serta kondisi korban dalam insiden tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.Dua Dugaan Alasan Kedatangan TNISebelumnya, warga melaporkan adanya aktivitas patroli TNI di kawasan Danau Paniai sejak Rabu pagi menggunakan empat unit speedboat, disertai penanaman bendera Merah Putih di tepi danau. Rombongan kemudian dilaporkan bergerak menuju kawasan Totiyo, Paniai Barat, yang disebut berada di sekitar wilayah yang diklaim sebagai basis West Papua Army.Terkait kedatangan tersebut, Yogi menduga ada dua kemungkinan yaituPertama, berkaitan dengan peristiwa perampasan senjata yang disebut dilakukan oleh TPNPB-OPM Kodap XIII Kegepan Paniai di bawah pimpinan Matias Gobai.Kedua, diduga berkaitan dengan situasi menjelang peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus.Bantahan Soal Perampasan SenjataYogi menegaskan, pihaknya bukan pelaku perampasan senjata tersebut."Yang perampasan senjata itu bukan kami yang rampas, tapi semua orang sudah tahu siapa yang rampas. Jadi jangan salah sasaran," tegasnya.Ia juga menyebut selama ini pihaknya tidak mengganggu aktivitas pasukan TNI yang melintas di sejumlah wilayah Paniai.Yogi menyatakan pihaknya akan tetap bertahan jika wilayahnya dimasuki."Kami kan selalu biarkan mereka, tapi TNI mau coba-coba kami, kami tidak akan mundur. Asalkan mereka jangan seperti anak kecil, kalau mau perang harus dewasa. Memang kami ini musuh, itu intinya," katanya.Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI terkait aktivitas patroli di Danau Paniai, dugaan kontak senjata di Muara Kali Totiyo, maupun pernyataan yang disampaikan Damianus Magai Yogi.Sementara itu, kondisi warga di sekitar Danau Paniai dilaporkan masih dalam keadaan waspada menyusul informasi ketegangan di kawasan tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
12 Agu 2026, 13:38 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Polri dan Kemenkeu Kolaborasi Persiapkan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. PNO-12
12 Agu 2026, 14:20 WIT
Fasilitasi Pelajar SMA Laboratorium Unpatti, Polda Maluku: Kasus Narkoba Jadi Bahan Riset
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya terus mendapat dukungan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku.Salah satunya melalui fasilitasi pengambilan data terkait perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon bagi siswa SMA Laboratorium Universitas Pattimura (Unpatti) yang tengah mengembangkan riset mata pelajaran Informatika dengan memanfaatkan machine learning berbasis time seriesSebanyak 25 siswa kelas XII SMA Laboratorium Unpatti, didampingi Guru Mata Pelajaran Informatika Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., melakukan pengambilan data di Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, Selasa (11/8/2026).Riset tersebut mengangkat judul “Prediksi Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kota Ambon Menggunakan Metode Time Series.”Data yang dibutuhkan dalam penelitian antara lain perkembangan jumlah kasus narkoba, jumlah tersangka, barang bukti, jenis narkotika yang paling banyak digunakan, serta data rehabilitasi dalam kurun waktu lima tahun terakhiPenggunaan data historis tersebut diharapkan dapat membantu para siswa memahami pola perkembangan kasus narkotika dari waktu ke waktu, sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model prediksi menggunakan teknologi machine learning.mendamping yang juga merupakan Guru Mata Pelajaran Informatika SMA Laboratorium Unpatti, Chrissandy Sapulete, S.Math., M.Cs., mengatakan penelitian tersebut dirancang agar pembelajaran Informatika tidak berhenti pada teori maupun kemampuan teknis pemrograman, tetapi dapat diarahkan untuk membaca dan memahami persoalan nyata yang terjadi di masyarakat.“Tujuan kami mengambil data lima tahun terakhir adalah agar siswa memiliki data historis yang cukup untuk melihat bagaimana perkembangan kasus narkotika di Kota Ambon dari waktu ke waktu. Data tersebut kemudian akan kami gunakan sebagai bahan pembelajaran untuk menerapkan metode time series dan machine learning dalam melakukan analisis serta prediksi,” ujarnya.Menurutnya, penelitian tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bahwa teknologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.“Jadi siswa tidak hanya belajar coding atau membuat program, tetapi juga belajar bagaimana data dapat digunakan untuk memahami suatu masalah. Dalam konteks penelitian ini, mereka belajar melihat persoalan narkoba secara objektif melalui data,” jelasnya.Lebih jauh, Chrissandy menegaskan bahwa penelitian tersebut juga memiliki tujuan edukatif yang lebih luas, yakni memperkenalkan kepada generasi muda mengenai dampak dan bahaya penyalahgunaan narkotika.“Kami ingin anak-anak memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga persoalan masa depan generasi muda. Dengan mengetahui perkembangan kasus dan dampaknya, kami berharap muncul kesadaran untuk menjauhi narkoba sekaligus memiliki kepedulian untuk ikut mencegah penyalahgunaannya,” katanya.Ia menambahkan, keterlibatan Polda Maluku dalam memberikan akses terhadap data yang dapat digunakan untuk kepentingan pendidikan menjadi pengalaman penting bagi para siswa.“Kami mengapresiasi Polda Maluku karena memberikan ruang kepada siswa untuk belajar langsung dari sumber data yang relevan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti karena mereka dapat menghubungkan pelajaran Informatika dengan persoalan nyata yang ada di lingkungan mereka,” pungkasnya.Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol. Indra Gunawan, S.I.K., M.H, menyambut baik kegiatan penelitian yang dilakukan para pelajar tersebut.Menurutnya, pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan merupakan langkah positif dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika.“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini. Anak-anak muda harus diberikan pemahaman bahwa data bukan hanya angka, tetapi dapat menjadi informasi penting untuk memahami suatu persoalan dan mencari solusi,” ujar Indra.Ia mengatakan, data perkembangan kasus narkotika dalam kurun waktu tertentu dapat digunakan untuk melihat kecenderungan atau pola yang selanjutnya menjadi bahan analisis akademik.“Melalui penelitian ini, siswa belajar melihat perkembangan persoalan narkotika secara lebih objektif. Mereka dapat mempelajari bagaimana suatu pola terbentuk dari data, kemudian menggunakan teknologi untuk melakukan analisis dan prediksi,” jelasnya.Namun demikian, Indra menegaskan bahwa pemanfaatan data untuk kepentingan pendidikan tetap harus memperhatikan ketentuan yang berlaku, khususnya menyangkut informasi yang bersifat pribadi, rahasia penyidikan, dan data yang tidak dapat dipublikasikan.“Data yang diberikan tentunya disesuaikan dengan ketentuan dan kepentingan penelitian. Kami harus memastikan bahwa aspek perlindungan data, kerahasiaan, dan ketentuan hukum tetap menjadi perhatian,” tegasnya.Dir Narkoba juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi preventif antara kepolisian dan dunia pendidikan.“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Pencegahan dan edukasi harus dimulai sejak dini. Ketika pelajar sudah memahami bahaya narkoba dan mampu melihat persoalan tersebut berdasarkan data, maka mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk melindungi diri dan lingkungannya,” tuturnya.Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, keterlibatan pelajar dalam penelitian mengenai narkotika menunjukkan bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.“Generasi muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek dalam persoalan narkoba. Mereka harus kita dorong menjadi bagian dari solusi. Salah satunya dengan memberikan ruang untuk belajar, meneliti, memahami data, dan melihat persoalan narkotika secara lebih kritis,” kata Rositah.Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap berbagai persoalan yang mengancam masa depan mereka.“Teknologi harus digunakan untuk hal-hal yang produktif. Ketika machine learning digunakan untuk membaca perkembangan kasus narkoba, maka teknologi tersebut bukan hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial,” ujarnya.Rositah menilai riset yang dilakukan siswa SMA Laboratorium Unpatti juga menjadi conth bahwa literasi digital dapat berjalan beriringan dengan literasi sosial dan hukm.“Anak-anak kita perlu memiliki kemampuan membaca data sekaligus memahami konteks di balik data tersebut. Mereka harus tahu bahwa di balik angka kasus narkoba terdapat persoalan manusia, keluarga, kesehatan, pendidikan, keamanan, dan masa depan generasi bangsa,” jelasnya.Ia menambahkan, Polda Maluku terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.“Pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan terutama generasi muda harus bergerak bersama. Edukasi dan literasi adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi,” tegasnya.Riset siswa SMA Laboratorium Unpatti tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat menjadi pengalaman awal bagi generasi muda untuk memahami bagaimana data science dan artificial intelligence dapat digunakan untuk menganalisis persoalan publik.Dengan menggunakan data historis lima tahun, para siswa diharapkan mampu mengidentifikasi pola perkembangan kasus penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon dan mengolahnya menjadi model prediksi sesuai metode yang digunakan dalam penelitian.Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran teknologi di sekolah dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.Di sisi lain, bagi Polda Maluku, keterlibatan dunia pendidikan dalam memahami persoalan narkotika menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran preventif sejak usia sekolah.Sebab, perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan melalui operasi dan penegakan hukum, tetapi juga melalui pengetahuan, pendidikan, literasi, teknologi, dan keterlibatan generasi muda.Dari ruang kelas, data dapat diolah menjadi pengetahuan. Dari pengetahuan, lahir kesadaran. Dan dari kesadaran, diharapkan tumbuh generasi muda yang mampu mengatakan tidak pada narkoba sekaligus menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.Polda Maluku pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan berbagai inovasi pencegahan narkoba, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi dan data sebagai instrumen edukasi bagi generasi muda. PNO-12
12 Agu 2026, 13:53 WIT
Skandal LPTQ Mimika Terbongkar! Pemuda Muslim Ngamuk, Desak Bupati Copot Ketua Sekarang Juga
Papuanewsonline.com, Mimika - Gelombang kekecewaan terhadap kepemimpinan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mimika memuncak. Bupati Mimika didesak segera melakukan evaluasi total dan mencopot Ketua LPTQ Kabupaten Mimika yang dinilai telah mencederai marwah dan kredibilitas lembaga penjaga generasi Qur'ani tersebut.Desakan keras ini disuarakan oleh Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoen. Ia menegaskan, LPTQ bukan milik segelintir orang dan bukan panggung kepentingan pribadi. LPTQ adalah amanah umat."LPTQ memiliki peran vital membina, mengembangkan, dan mewadahi generasi muda Qur'ani. Setiap kebijakan harus menjunjung tinggi keadilan, transparansi, profesionalitas, dan nilai-nilai Al-Qur'an itu sendiri. Fakta di lapangan, yang terjadi justru sebaliknya," tegas Arifin.Arifin menyoroti carut-marut dalam proses pembinaan hingga pengiriman peserta MTQ yang mengabaikan hak para pejuang Qur'an. Ada indikasi kuat kepentingan tertentu telah mengalahkan hak peserta yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Mimika."Jangan sampai keringat dan air mata anak-anak kita yang berprestasi diinjak-injak oleh kepentingan elit LPTQ. Ini penghinaan terhadap perjuangan generasi Qur'ani!" kecamnya.Ia memperingatkan Bupati Mimika agar tidak tutup mata. Jika dibiarkan, LPTQ akan kehilangan kepercayaan umat sepenuhnya."Kami meminta dengan tegas kepada Bupati Mimika untuk segera evaluasi kinerja dan kepemimpinan Ketua LPTQ, kembalikan LPTQ ke khitahnya, dan ambil langkah tegas termasuk mengganti ketuanya," tandasnya."Kami tidak menyerang pribadi siapa pun. Kami sedang menjaga marwah lembaga, menjaga kepercayaan umat, dan memperjuangkan keadilan bagi anak-anak muda yang mengabdikan hidupnya untuk Al-Qur'an," Pungkasnya.Penulis: HendrikEditor: OF
11 Agu 2026, 07:32 WIT
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Negara Hadirkan Pendidikan Berkualitas hingga Pelosok Negeri
Papuanewsonline.com, Bogor - Komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke pelosok negeri diwujudkan melalui peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menghadiri langsung peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor sekaligus membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran Baru, Senin (10/8).Peluncuran SNT 7 Bogor ini menjadi momen bersejarah karena dilakukan secara serentak bersama 16 Sekolah Nasional Terintegrasi lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peluncuran serentak tersebut menandai dimulainya operasional SNT angkatan pertama di seluruh Indonesia.Dalam sambutannya, KSP menegaskan bahwa kehadiran SNT memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar pembangunan fisik sekolah."SNT bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi merupakan intervensi strategis negara untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita," ujar Dudung.Program SNT dirancang sebagai model sekolah unggulan yang terintegrasi, yang diharapkan mampu memangkas kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah dan memberikan akses yang setara bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.Lebih lanjut, KSP memastikan akan terus mengawal keberlangsungan program prioritas Presiden ini.Kantor Staf Presiden (KSP) akan terus mengawal pelaksanaan Program SNT bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan berbagai hambatan di lapangan dapat segera diurai dan program berjalan optimal.Pemerintah menegaskan, pembangunan SNT merupakan bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia.Karena pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa.Editor: OF
10 Agu 2026, 18:07 WIT
VIRAL - SKANDAL MTQ PAPUA TENGAH: Juara I Dibuang, Juara II Melenggang ke Nasional - Iskandar Diblok
Papuanewsonline.com, Mimika - Dunia MTQ Papua Tengah tercoreng. Sebuah kejanggalan fatal terjadi di tubuh LPTQ. Iskandar, Juara I MTQ Tingkat Provinsi Papua Tengah, justru dicoret dari daftar peserta MTQ Nasional di Semarang. Ironisnya, Juara II yang diberangkatkan.Prestasi tertinggi dibalas dengan pemblokiran nomor telepon. Ini bukan sekadar soal anggaran, ini soal keadilan dan transparansi lembaga keagamaan.Kepada media ini, Iskandar membongkar kronologi carut-marutnya LPTQ Kabupaten Mimika.ALASAN PLIN-PLAN: DARI TIDAK ADA ANGGARAN JADI PENDAFTARAN TUTUPKejadian bermula 4 Juli. Ketua LPTQ Kabupaten Mimika menelepon Iskandar."Alasannya tidak tersedia anggaran, dan pihak provinsi juga tidak memiliki anggaran untuk memberangkatkan peserta dari luar daerah," ujar Iskandar.Namun, fakta di lapangan berkata lain. Dua peserta lain bernama Desi dan Muhammad (Pak Aji) yang disebut sebagai Juara II tetap diberangkatkan ke Semarang."Penjelasan yang saya dapat, mereka bisa berangkat karena biayanya ditanggung oleh daerah masing-masing," ungkapnya.Demi nama baik Mimika dan Papua Tengah, Iskandar bahkan menyatakan siap berangkat dengan biaya sendiri."Orang tua, istri, anak-anak saya di Bima sudah bangga. Saya bilang, Bismillah, saya berangkat biaya sendiri," tegasnya.Namun pada 5 Juli, saat ia menawarkan opsi biaya mandiri, alasan LPTQ Mimika tiba-tiba berubah 180 derajat."Jawabannya bukan soal anggaran lagi, tapi pendaftaran sudah ditutup tanggal 31," beber Iskandar.4 KEJANGGALAN YANG WAJIB DIJAWAB LPTQ MIMIKA & PROVINSI PAPUA TENGAHKasus ini menyisakan 4 pertanyaan besar yang menjadi sorotan publik dan wajib dijawab secara tertulis oleh LPTQ:1. KENAPA JUARA I TIDAK DIBERANGKATKAN?Ini adalah pelanggaran logika MTQ. Dalam aturan mana pun, Juara I adalah wakil mutlak provinsi ke tingkat nasional. Mengapa hak Iskandar sebagai Juara I justru dihilangkan tanpa SK resmi?2. JIKA ALASAN ANGGARAN, KENAPA JUARA II BISA BERANGKAT?Jika Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah beralasan tidak ada anggaran, lalu mengapa Juara II bisa melenggang ke Semarang? Apakah anggaran hanya tidak ada untuk Juara I?3. JIKA JUARA II BERANGKAT BIAYA SENDIRI, KENAPA JUARA I TIDAK DIBERI INFO SEBELUM PENDAFTARAN TUTUP?Ini yang paling menyakitkan. Jika memang skemanya biaya mandiri, mengapa Juara I tidak pernah diinformasikan sejak awal untuk opsi yang sama? Mengapa informasi itu baru muncul setelah pendaftaran ditutup pada tanggal 31? Ada unsur kesengajaan membiarkan Juara I gugur demi meloloskan Juara II?4. BENARKAH LPTQ MIMIKA MEMAKAI QORI IMPOR DARI LUAR PAPUA TENGAH?Informasi yang dihimpun media ini, LPTQ Kabupaten Mimika menggunakan qori-qoriah dari luar Papua Tengah untuk ajang provinsi. Jika benar, lalu setelah juara tidak diberangkatkan, di mana letak pembinaan generasi Qur'ani asli Papua Tengah? Apakah MTQ hanya jadi ajang sewa-menyewa juara?Iskandar menegaskan, ia datang ke Papua Tengah bukan atas kemauan pribadi. Ia didatangkan atas permintaan dan kepercayaan LPTQ Mimika, rela meninggalkan istri, anak, dan keluarga selama 17 hari."Jika memang sejak awal saya tidak bisa diberangkatkan, seharusnya ada penjelasan terbuka, jelas, dan tertulis. Bukan setelah saya tahu ada peserta lain yang berangkat," tegasnya.MINTA SURAT RESMI, MALAH DIBLOKIRPuncak arogansi terjadi pada 7 Juli. Saat Iskandar meminta surat resmi tertulis tentang alasan pencoretannya, nomornya justru DIBLOKIR oleh Ketua LPTQ Kabupaten Mimika."Sebagai lembaga yang membawa nama LPTQ, seharusnya setiap persoalan diselesaikan dengan komunikasi yang baik, terbuka, profesional, dan berlandaskan aturan. Bukan dengan memblokir," sesalnya.Iskandar kini secara resmi menuntut:1. Klarifikasi tertulis alasan Juara I tidak diutus. 2. Bukti valid penutupan pendaftaran tanggal 31. 3. Surat Keputusan resmi dari LPTQ Provinsi Papua Tengah. 4. Mekanisme penetapan peserta yang berangkat ke nasional. 5. Penjelasan statusnya sebagai Juara I. Ia juga meminta datanya sebagai kafilah Mimika dicabut jika memang sudah tidak dianggap."MTQ bukanlah hajatan pribadi. Ini agenda agama negara. Jangan nodai dengan ketidakadilan," pungkasnya.Hingga berita ini naik, Ketua LPTQ Kabupaten Mimika dan Ketua LPTQ Provinsi Papua Tengah belum memberikan klarifikasi resmi.Penulis: HendrikEditor: OF
09 Agu 2026, 23:28 WIT
EKSKLUSIF - Juara I MTQ Papua Tengah Tidak Diutus ke Nasional, Iskandar: Saya Diblokir
Papuanewsonline.com, Mimika - Prestasi sebagai Juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Papua Tengah justru berbuah kekecewaan mendalam bagi Iskandar. Alih-alih mewakili Papua Tengah ke MTQ Tingkat Nasional di Semarang, haknya sebagai juara I diduga diganjal tanpa kejelasan dan tanpa surat resmi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mimika.Kepada media ini, Iskandar mengungkapkan kronologi yang menurutnya janggal, tidak transparan, dan tidak profesional.Kekecewaan itu bermula pada 4 Juli lalu. Iskandar mengaku dihubungi via telepon oleh Ketua LPTQ Kabupaten Mimika. Tanpa pemberitahuan tertulis sebelumnya, ia diberitahu tidak akan diutus ke tingkat nasional."Alasannya tidak tersedia anggaran, dan pihak provinsi juga tidak memiliki anggaran untuk memberangkatkan peserta dari luar daerah," ujar Iskandar menirukan penjelasan Ketua LPTQ Mimika.Kejanggalan mulai tercium saat ia menanyakan nasib dua peserta lain, Desi dan Muhammad (Pak Aji). Keduanya ternyata tetap berangkat."Penjelasan yang saya dapat, mereka bisa berangkat karena biayanya ditanggung oleh daerah masing-masing," ungkap Iskandar.Merasa terpukul, Iskandar tidak menyerah. Demi membawa nama baik Kabupaten Mimika dan Papua Tengah, ia bahkan menyatakan siap berangkat dengan biaya pribadi."Orang tua, istri, anak-anak, keluarga, serta tokoh-tokoh agama di kampung halaman saya di Bima sudah tahu dan bangga. Saya katakan dalam hati, Bismillah, saya akan berangkat dengan biaya sendiri," tuturnya.Namun harapan itu kembali dipatahkan. Pada 5 Juli, saat ia menyampaikan niat untuk berangkat mandiri, alasan yang diberikan LPTQ Mimika berubah total."Jawaban yang saya terima justru membuat saya semakin kecewa. Dibilang persoalannya bukan anggaran, tetapi karena pendaftaran sudah ditutup pada tanggal 31 sebelumnya," beber Iskandar.Perubahan alasan inilah yang menjadi puncak persoalan."Jika memang pendaftaran telah ditutup, mengapa sejak awal tidak ada pemberitahuan resmi kepada saya sebagai Juara I? Jika memang sejak awal saya dinyatakan tidak bisa diberangkatkan, seharusnya ada penjelasan terbuka, jelas, dan tertulis. Bukan setelah saya tahu ada peserta lain yang berangkat," tegasnya.Iskandar menegaskan, ia dan peserta lainnya datang ke Papua Tengah bukan atas kemauan pribadi, melainkan atas permintaan dan kepercayaan dari LPTQ Kabupaten Mimika. Mereka rela meninggalkan keluarga dan aktivitas selama kurang lebih 17 hari untuk berjuang.Puncaknya, pada 7 Juli, Iskandar secara resmi meminta dibuatkan surat keterangan tertulis yang menjelaskan alasan dirinya sebagai Juara I tidak didaftarkan ke MTQ Nasional.Bukannya mendapat surat resmi, nomor teleponnya justru diblokir oleh Ketua LPTQ Kabupaten Mimika."Saya mempertanyakan sikap tersebut. Sebagai lembaga yang membawa nama LPTQ, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, terbuka, profesional, dan berlandaskan aturan," sesalnya.Menurut Iskandar, MTQ bukanlah hajatan pribadi, melainkan agenda keagamaan negara untuk pembinaan generasi Qur'ani. Maka setiap keputusan harus transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.Melalui pernyataan resminya, Iskandar menuntut 5 hal kepada LPTQ Kabupaten Mimika:1. Memberikan klarifikasi resmi dan tertulis mengenai alasan tidak diutusnya Juara I ke tingkat nasional. 2. Menjelaskan kebenaran informasi penutupan pendaftaran pada tanggal 31. 3. Menjelaskan apakah ada surat atau keputusan resmi dari LPTQ Provinsi Papua Tengah terkait hal tersebut. 4. Menjelaskan dasar dan mekanisme penetapan peserta yang diberangkatkan ke nasional. 5. Memberikan penjelasan terbuka mengenai statusnya sebagai Juara I MTQ Provinsi Papua Tengah. Ia juga meminta agar datanya sebagai kafilah Kabupaten Mimika dicabut atau diperbarui apabila memang sudah tidak dianggap sebagai bagian dari kafilah."Saya menyampaikan ini bukan untuk protes semata. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai Juara I. Saya berharap ini jadi pelajaran agar ke depan tidak ada lagi peserta yang merasa diperlakukan tidak adil," pungkasnya.Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua LPTQ Kabupaten Mimika dan LPTQ Provinsi Papua Tengah terkait pernyataan Juara I tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF
09 Agu 2026, 22:59 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hijrah, Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.Pesan tersebut tercermin dalam langkah Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut diikuti Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah serta para jamaah.Sholat Subuh berjamaah berlangsung khidmat. Setelah ibadah, Kapolda Maluku tidak langsung meninggalkan masjid, tetapi melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan berdialog bersama Imam Masjid serta para jamaah.Interaksi langsung tersebut menjadi ruang bagi Kapolda untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun secara langsung dan berkelanjutan.“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Dadang, masjid dan tempat-tempat ibadah memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,katanya.Kapolda menegaskan, pendekatan kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar tercipta hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian dengan warga.“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan Kapolda Maluku bersama masyarakat melalui sholat berjamaah dan silaturahmi menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.Menurutnya, hubungan yang kuat antara Polri dengan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.Rositah menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.Bagi Polda Maluku, silaturahmi bersama masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi publik, penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat.Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki keragaman masyarakat, budaya dan komunitas sosial. Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.Melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling, Polda Maluku ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak berjarak dengan masyarakat.Polri hadir untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan karena keamanan yang kuat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat.Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif. PNO-12
12 Agu 2026, 14:31 WIT
Sang Merah Putih Terbesar Berkibar Di Gunung Cycloop, Ribuan Warga Papua Serukan Persatuan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua, saat sekitar 1.200 prajurit TNI, Polri, pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti Kirab serta Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ifar Gunung, Distrik Sentani, tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di Tanah Papua.Pangkoops TNI Habema hadir bersama Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Jayapura, pelajar, serta masyarakat setempat.Kehadiran para peserta disambut Tari Yop yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial. Tarian khas Papua tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.Setelah itu, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi penampilan Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur kirab sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih.Ribuan peserta dari berbagai unsur berjalan dalam satu barisan membawa semangat persatuan. Keterlibatan prajurit, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.Sesampainya di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, peserta menyaksikan pembentangan Sang Merah Putih berukuran sekitar 120 meter x 80 meter di kawasan Gunung Cycloop. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di tengah panorama pegunungan Papua.Penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih kemudian dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, Kirab dan Pembentangan Bendera Merah Putih merupakan wujud penguatan nasionalisme sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat.Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan Gunung Cycloop membawa pesan bahwa semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dijaga dari Tanah Papua.Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus perjuangan bangsa. Mereka diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.Rangkaian kegiatan mulai dari Tari Yop, penampilan drumband, kirab, hingga pembentangan bendera menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Papua dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakatDari Gunung Cycloop, berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol pesan persatuan dari Tanah Cenderawasih untuk Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta keutuhan NKRI.Editor: OF
10 Agu 2026, 22:05 WIT
Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Boven Digoel, Wakil Bupati Tekankan Semangat Persatuan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Meski cuaca kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung meriah. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok etnis, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kalangan terlihat antusias mengambil bagian dalam karnaval tersebut.Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.“Walaupun cuaca kurang mendukung, tetapi semangat yang luar biasa dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat tidak luntur untuk melaksanakan karnaval ini,” ujar Marlinus saat ditemui di sela-sela kegiatan.Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat Boven Digoel.Marlinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, kelompok etnis, komunitas dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.“Saya sangat mengapresiasi para OPD, etnis, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dan mengambil bagian dalam perayaan ini,” katanya.Ia juga mengajak seluruh suku, etnis, ras dan agama yang berada di Kabupaten Boven Digoel untuk terus membangun kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam setiap momentum perayaan kemerdekaan.Marlinus berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan di Boven Digoel.“Kita berharap ke depan semua suku, etnis, ras dan agama yang ada di Boven Digoel sama-sama memiliki antusias dan semangat untuk bersama-sama dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat dalam memeriahkan HUT RI,” tuturnya.Ia menegaskan, kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan daerah.“Semangat kebangsaan dan semangat persatuan yang ada ini akan terus kita bina. Ke depan, kita berharap semuanya dapat berlangsung dengan baik, sehingga kita boleh hidup rukun dan damai di atas tanah ini, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.Karnaval Budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Boven Digoel untuk menunjukkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Penulis : MuhtarEditor: OF
10 Agu 2026, 17:33 WIT
Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Walesi, Simbol Persatuan di Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Walesi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prajurit Pos Kotis Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha bersama pelajar, guru, dan warga Distrik Walesi mendaki bukit untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Bukit Walesi, Sabtu (8/8/2026). Perjalanan yang menyeberangi sungai dan menanjak bersama menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh medan maupun jarak.Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kebangsaan dan pembagian atribut Merah Putih kepada para siswa. Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki bersama membawa tiang bendera menuju puncak. Sesampainya di sana, semuanya bergotong royong mendirikan tiang dan mengibarkan bendera, dilanjutkan dengan penghormatan terpimpin sebagai tanda cinta dan hormat kepada simbol negara. Suasana kehangatan terasa saat semua menikmati hidangan sederhana bersama setelah upacara. Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan semangat kemerdekaan RI sampai ke pelosok Papua. Kebersamaan hari ini menunjukkan betapa eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.Pengibaran bendera di ketinggian ini membawa pesan bahwa kemerdekaan milik seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali mereka yang tinggal di kampung, pegunungan, hingga perbatasan. Bagi anak-anak Walesi, mendaki bersama, mendirikan tiang, dan memberi hormat menjadi pengalaman nyata bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:53 WIT
TNI-Polri Usut Kelompok Bersenjata yang Menembak Dua Warga di Festival Lembah Baliem
Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI dan Polri tengah menelusuri identitas kelompok bersenjata yang diduga menembaki warga sipil di kawasan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Serangan mendadak itu menimpa warga yang hendak menyaksikan kegiatan budaya tahunan tersebut dan menyebabkan dua orang terluka.Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi membenarkan kedua korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Korban pertama, Laode Muhammad (43), menderita luka tembak di lutut, sedangkan korban kedua, Salbia (50), mengalami luka tembak di paha kanan. “Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil,” ujarnya dari Jayapura.Pasca-kejadian, prioritas utama aparat keamanan adalah mengamankan dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab masih terus berjalan. “Kami belum dapat memastikan asal kelompok pelaku, namun pengejaran dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif,” tegas Robbi.Kegiatan festival yang berlangsung 7–8 Agustus sempat terganggu, namun petugas keamanan gabungan segera mengendalikan situasi dan membersihkan lokasi. Acara yang seharusnya menjadi ajang merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan kekerasan yang menakutkan dan merugikan warga sipil.Penulis: JidEditor: OF
10 Agu 2026, 11:50 WIT