logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo Dilaporkan Atas Dugaan Korupsi APBD dan Dana Otsus 2025-2026 Papuanewsonline.com, Jakarta - Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan, Ustad Isman Asso (Ismail Asso) bersama Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Papua Jabodetabek, Yan Piet Sada, menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Gubernur Papua Pegunungan.Laporan tersebut disampaikan dengan terlapor Dr. HC John Tabo dalam jabatannya sebagai Gubernur Papua Pegunungan."Dengan ini menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Dr HC John Tabo, jabatan Gubernur Papua Pegunungan. Waktu kejadian diperkirakan dalam bulan April 2025 sampai saat ini," ujar Ustad Ismail Asso merujuk salinan surat pengaduan yang salinannya diterima di Jakarta, Jumat (7/8).Dalam salinan laporan tersebut dijelaskan, tempat kejadian dugaan tindak pidana korupsi berada di Kantor Gubernur Papua Pegunungan dan Rumah Jabatan Gubernur di Kota Wamena.Terlapor diduga menggunakan dana otonomi khusus (Otsus) dan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2025 dan Tahun Anggaran 2026.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Gubernur Papua Pegunungan, Dr. HC John Tabo, terkait laporan dugaan tersebut.Laporan pengaduan ini masih bersifat dugaan dan memerlukan proses verifikasi serta penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum yang berwenang untuk membuktikan kebenaran materiilnya.Editor: OF 09 Agu 2026, 11:43 WIT
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Boven Digoel Gelar Lomba Gerak Jalan, Semangat Kebersamaan Terjaga Papuanewsonline.com, Tanah Merah – Suasana Kabupaten Boven Digoel tampak meriah menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada hari ketiga rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar lomba gerak jalan indah yang diikuti antusias oleh peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga kelompok masyarakat umum, Sabtu (8/8/2026).Peserta berangkat dari Jalan Trans Papua, tepatnya di depan Toko Sulkarayango, dan berbaris secara tertib serta penuh semangat menuju garis finis di halaman Kantor Bupati Boven Digoel. Kegiatan ini tidak sekadar perlombaan, melainkan wujud kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat persatuan yang tumbuh di tengah masyarakat.Sebelumnya, pada hari pertama, panitia telah menyelenggarakan lomba lari dengan jarak 5 kilometer untuk tingkat SD dan 7 kilometer bagi peserta SMP, SMA, serta umumKemudian pada hari kedua, dilanjutkan dengan lomba tarik tambang antar Organisasi Perangkat Daerah yang mempererat kekompakan antar-instansi di lingkungan pemerintah daerah.Rangkaian perayaan kemerdekaan ini belum usai. Puncak kegiatan akan digelar pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan karnaval yang diharapkan semakin mempererat ikatan persaudaraan seluruh warga Boven Digoel. Seluruh warga diimbau untuk terus menjaga ketertiban dan suasana yang aman serta kondusif selama sisa rangkaian kegiatan berlangsung.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 09:03 WIT
35.936 Anak Muda Ikuti Kapolri Cup 2026, Polri Dorong Lahirnya Talenta Digital Berprestasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Sebanyak 35.936 anak muda dari berbagai daerah mengikuti E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Mengusung semangat "Dream to Become", ajang ini menjadi wadah mengubah minat di bidang e-sports menjadi kemampuan nyata, prestasi, sekaligus pembentukan karakter yang kuat.Peserta yang mendaftar melalui 34 Polda dan 403 Polres di seluruh Indonesia ini merupakan masyarakat umum, bukan anggota Polri. Tingginya antusiasme menunjukkan besarnya potensi talenta digital yang tersebar di berbagai pelosok negeri.Kegiatan ini diselenggarakan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia Esports Association, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan kehadiran Polri di dunia e-sports bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya mendekatkan institusi dengan generasi muda di ruang yang mereka kuasai. “E-sports kini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang kreativitas, kompetisi, dan prestasi. Kami ingin anak muda mengembangkan bakatnya di jalur yang positif,” ujarnya.Selain keterampilan bermain, peserta juga didorong menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Dedi juga mengingatkan agar kemampuan digital dibarengi pemahaman tentang tanggung jawab di ruang siber, guna terhindar dari ancaman judi daring, penipuan, hingga penyebaran informasi yang tidak benar.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 09:00 WIT
Pilihan Redaksi
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo Dilaporkan Atas Dugaan Korupsi APBD dan Dana Otsus 2025-2026 Papuanewsonline.com, Jakarta - Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Pegunungan, Ustad Isman Asso (Ismail Asso) bersama Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Papua Jabodetabek, Yan Piet Sada, menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Gubernur Papua Pegunungan.Laporan tersebut disampaikan dengan terlapor Dr. HC John Tabo dalam jabatannya sebagai Gubernur Papua Pegunungan."Dengan ini menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Dr HC John Tabo, jabatan Gubernur Papua Pegunungan. Waktu kejadian diperkirakan dalam bulan April 2025 sampai saat ini," ujar Ustad Ismail Asso merujuk salinan surat pengaduan yang salinannya diterima di Jakarta, Jumat (7/8).Dalam salinan laporan tersebut dijelaskan, tempat kejadian dugaan tindak pidana korupsi berada di Kantor Gubernur Papua Pegunungan dan Rumah Jabatan Gubernur di Kota Wamena.Terlapor diduga menggunakan dana otonomi khusus (Otsus) dan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2025 dan Tahun Anggaran 2026.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Gubernur Papua Pegunungan, Dr. HC John Tabo, terkait laporan dugaan tersebut.Laporan pengaduan ini masih bersifat dugaan dan memerlukan proses verifikasi serta penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum yang berwenang untuk membuktikan kebenaran materiilnya.Editor: OF 09 Agu 2026, 11:43 WIT
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Boven Digoel Gelar Lomba Gerak Jalan, Semangat Kebersamaan Terjaga Papuanewsonline.com, Tanah Merah – Suasana Kabupaten Boven Digoel tampak meriah menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada hari ketiga rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar lomba gerak jalan indah yang diikuti antusias oleh peserta dari berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga kelompok masyarakat umum, Sabtu (8/8/2026).Peserta berangkat dari Jalan Trans Papua, tepatnya di depan Toko Sulkarayango, dan berbaris secara tertib serta penuh semangat menuju garis finis di halaman Kantor Bupati Boven Digoel. Kegiatan ini tidak sekadar perlombaan, melainkan wujud kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat persatuan yang tumbuh di tengah masyarakat.Sebelumnya, pada hari pertama, panitia telah menyelenggarakan lomba lari dengan jarak 5 kilometer untuk tingkat SD dan 7 kilometer bagi peserta SMP, SMA, serta umumKemudian pada hari kedua, dilanjutkan dengan lomba tarik tambang antar Organisasi Perangkat Daerah yang mempererat kekompakan antar-instansi di lingkungan pemerintah daerah.Rangkaian perayaan kemerdekaan ini belum usai. Puncak kegiatan akan digelar pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan karnaval yang diharapkan semakin mempererat ikatan persaudaraan seluruh warga Boven Digoel. Seluruh warga diimbau untuk terus menjaga ketertiban dan suasana yang aman serta kondusif selama sisa rangkaian kegiatan berlangsung.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 09:03 WIT
35.936 Anak Muda Ikuti Kapolri Cup 2026, Polri Dorong Lahirnya Talenta Digital Berprestasi Papuanewsonline.com, Jakarta – Sebanyak 35.936 anak muda dari berbagai daerah mengikuti E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Mengusung semangat "Dream to Become", ajang ini menjadi wadah mengubah minat di bidang e-sports menjadi kemampuan nyata, prestasi, sekaligus pembentukan karakter yang kuat.Peserta yang mendaftar melalui 34 Polda dan 403 Polres di seluruh Indonesia ini merupakan masyarakat umum, bukan anggota Polri. Tingginya antusiasme menunjukkan besarnya potensi talenta digital yang tersebar di berbagai pelosok negeri.Kegiatan ini diselenggarakan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia Esports Association, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan kehadiran Polri di dunia e-sports bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya mendekatkan institusi dengan generasi muda di ruang yang mereka kuasai. “E-sports kini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang kreativitas, kompetisi, dan prestasi. Kami ingin anak muda mengembangkan bakatnya di jalur yang positif,” ujarnya.Selain keterampilan bermain, peserta juga didorong menanamkan nilai sportivitas, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Dedi juga mengingatkan agar kemampuan digital dibarengi pemahaman tentang tanggung jawab di ruang siber, guna terhindar dari ancaman judi daring, penipuan, hingga penyebaran informasi yang tidak benar.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 09:00 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Wakil Kepala BGN Trenggono Tinjau Langsung Insiden MBG di Papua, Sementara Hentikan Dapur Bermasalah Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Trenggono bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk meninjau langsung penanganan dugaan insiden keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/8/2026). Kedatangan ini bertujuan memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapat pelayanan kesehatan optimal sekaligus memperkuat evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program.Setibanya di Bandara Sentani, rombongan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua guna menyusun langkah penanganan dan penguatan kerja sama lintas sektor. Selanjutnya, Trenggono meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Depapre, Kantor Distrik Depapre, serta RSUD Yowari, untuk memastikan setiap pasien ditangani dengan baik dan memberikan dukungan langsung kepada para korban beserta keluarga.Ia juga mengunjungi Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi proses penyediaan makanan dan penerapan prosedur. Dapur tersebut kini dihentikan operasionalnya sementara waktu. “Saya temukan banyak kekurangan. Pengawasan harus diperbaiki, dan kita hentikan dulu kegiatan di sini untuk menelusuri akar masalahnya, baik pada SOP maupun bahan baku,” ujar Trenggono.Berdasarkan data hingga pukul 15.45 WIT, tercatat 219 orang mendapat penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Delapan orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik, sementara tiga pasien dirujuk untuk perawatan lebih lanjut.Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan penurunan kualitas menu tempe bacem yang dimasak terlalu dini, namun hasil laboratorium masih ditunggu untuk kepastian penyebabnya.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 08:49 WIT
Seskab Teddy Tempuh 2 Jam ke Curug, Temui Anak Putus Sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Papuanewsonline.com, Tangerang - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan langsung ke Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).Hampir dua jam perjalanan dari Jakarta ditempuh Seskab Teddy untuk berdialog dengan para siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat.Mereka adalah anak-anak yang sebelumnya putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah mengenyam pendidikan formal sama sekali.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan tepat sasaran. Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo untuk memastikan seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali, memperoleh kesempatan bersekolah.Hingga Agustus 2026, sekitar 43 ribu anak di seluruh Indonesia telah mendapatkan kesempatan belajar melalui Sekolah Rakyat.Tak Sekadar Sekolah, Diberi Asrama hingga MakanDalam dialog yang berlangsung hangat, Seskab Teddy melihat langsung fasilitas yang diterima para siswa.Tak sekadar belajar di ruang kelas, para siswa Sekolah Rakyat mendapatkan dukungan penuh dari negara, meliputi:• Asrama tempat tinggal • Perlengkapan sekolah lengkap • Makanan bergizi • Layanan kesehatan • Pendidikan ilmu dan adab Anak-anak juga terus didorong untuk berani bermimpi dan memiliki cita-cita besar, menatap masa depan dengan percaya diri.Perhatian untuk DickyMomen haru terjadi saat Seskab Teddy berdialog dengan para siswa. Ia memberikan perhatian khusus kepada seorang siswa bernama Dicky, yang mengalami masalah pada mata dan penglihatannya.Di hadapan Seskab, Dicky menyampaikan keinginannya untuk berobat, namun terkendala biaya.Mendengar hal tersebut, Seskab Teddy langsung menguatkan dan memberikan jaminan."Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja," ujar Seskab Teddy kepada Dicky.Seskab Teddy pun memastikan seluruh biaya pengobatan Dicky akan ditanggung oleh pemerintah.Perhatian sederhana namun penuh makna tersebut menjadi cerminan semangat utama Sekolah Rakyat: memastikan anak-anak tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk belajar, tetapi juga tumbuh dengan rasa percaya diri, kepedulian, dan harapan.Dari asrama sederhana di Curug, Tangerang, cita-cita besar anak-anak Indonesia mulai tumbuh.Editor: OF 08 Agu 2026, 19:58 WIT
Putri Didik Papua Harumkan Maluku di Kancah Nasional - MBI Kids 2026 Papuanewsonline.com, Jakarta - Kisah inspiratif datang dari ajang kecantikan anak nasional, Miss Bintang Indonesia Kids (MBI KIDS) 2026.Dinas Pariwisata Maluku Tenggara secara resmi memberikan dukungan penuh kepada wakil Maluku, Dionensia Fransiska Welerubun, untuk melaju ke kompetisi nasional Miss Bintang Indonesia Kids tahun 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 8 Agustus 2026.  Lahir dan Besar di Papua, Berhati MalukuDionensia Fransiska Welerubun menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Papua mampu melahirkan putri yang berprestasi dan berkarakter mulia.Ia lahir, besar, dan bersekolah di Papua - tercatat sebagai siswi SD Katolik Santa Maria, Timika, Provinsi Papua Tengah. Meski tumbuh di tanah rantau, ia tidak melupakan akar leluhurnya.Darah Maluku Kepulauan Kei mengalir kuat dalam dirinya. Ia merupakan putri berdarah Kei- Tanimbar."Saya bangga karena Tuhan dan leluhur bisa mengizinkan saya mewakili Maluku dari tanah rantau. Saya percaya, ini pasti untuk tujuan besar bagi Maluku ke depannya," ujar Dionensia di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).Selama ini banyak yang berpikir Papua tertinggal — namun kehadiran Dionensia mematahkan stigma tersebut. Dari tanah Papua, lahir putri yang mampu membawa nama Maluku bersinar di kancah nasional.Perjalanan Menuju Mahkota NasionalSejak dini, Dionensia aktif mengasah diri melalui les modeling, les tarian, les bahasa Inggris, hingga pelayanan di gereja. Semangatnya luar biasa."Masa depan Maluku dan Papua ada di tangan kita. Negeri yang kaya akan budaya, alam, pariwisata, dan seni. Kita harus jaga sama-sama," Tegasnya.Kini ia bersiap bertolak dari Timika menuju Jakarta untuk menjalani karantina nasional MBI Kids 2026.Seruan DukunganPerjuangan Dionensia tidak hanya tentang mahkota, tetapi tentang representasi perempuan muda Maluku yang menempuh pendidikan di Papua sebagai bukti persatuan Indonesia dari ujung timur.Dukungan masyarakat menjadi kunci. Masyarakat dapat memberikan vote melalui QR Code resmi Miss Bintang Indonesia yang tertera pada poster dukungan Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, atau melalui website resmi www.missbintangindonesia.com dan media sosial resmi @Missbintangindonesia.Mari warga Papua, warga Maluku, dan seluruh masyarakat Indonesia — berikan dukungan dan simpati sepenuh hati untuk putri kebanggaan kita.Jangan biarkan ia berjuang sendiri! Kumpulkan suara untuk Dionensia Fransiska Welerubun - MBI KIDS MALUKU 2026.Editor: OF 08 Agu 2026, 18:28 WIT
Asrama Dipalang, Puluhan Mahasiswa Waropen Terlantar di Manokwari Papuanewsonline.com, Manokwari - Asrama Mahasiswa Kabupaten Waropen yang berlokasi di Kota Studi Manokwari dipalang oleh pemilik hak  hak ulayat. Akibat pemalangan tersebut, puluhan mahasiswa asal Waropen yang menghuni asrama terpaksa diusir keluar dan kini terlantar.Pemalangan ini disebut sebagai buntut dari persoalan pembayaran lahan asrama yang tak kunjung tuntas selama 27 tahun.Berdasarkan informasi yang dihimpun Media ini Sabtu, (8/8/2026), asrama yang telah dihuni mahasiswa Waropen selama puluhan tahun tersebut tiba-tiba dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah.Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari menjadi korban dan kehilangan tempat tinggal."Kami diusir keluar dari asrama. Kami tidak tahu harus tinggal di mana. Kami datang untuk kuliah, bukan untuk terlantar di jalan," ujar salah satu mahasiswa penghuni asrama.Persoalan sengketa lahan asrama ini dikabarkan telah berlangsung sangat lama, yakni 27 tahun tanpa adanya kejelasan dan penyelesaian dari Pemerintah Kabupaten Waropen. Sisa pembayaran tanah yang ditunda selama 27 tahun tersebut kini berujung pada aksi pemalangan oleh pemilik hak ulayat.Mahasiswa berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap nasib mereka.Melalui pemberitaan ini, para mahasiswa menyampaikan aspirasi terbuka kepada Bapak Bupati Kabupaten Waropen, FX Mote, untuk segera memperhatikan dan menyelesaikan persoalan asrama tersebut.Mahasiswa menilai, kelalaian pemerintah dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran selama 27 tahun tidak seharusnya dibebankan kepada mahasiswa yang sedang berjuang menuntut ilmu di tanah rantau."Kami minta Bapak Bupati FX Mote melihat kami sebagai anak-anaknya. Kami adalah generasi penerus Waropen. Jangan biarkan kami menjadi korban dari masalah yang sudah 27 tahun tidak diselesaikan. Kami butuh kejelasan dan tempat tinggal yang layak untuk belajar," tegas perwakilan mahasiswa.Hingga berita ini diturunkan, asrama masih dalam keadaan terpalang dan belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Waropen terkait langkah penyelesaian.Para mahasiswa berharap pemalangan ini segera dibuka dan ada solusi permanen agar kejadian serupa tidak terulang kembali, sehingga mahasiswa Waropen di Manokwari dapat kembali fokus pada pendidikan tanpa dibayangi rasa was-was diusir dari asrama sendiri.Editor: OF 08 Agu 2026, 17:16 WIT
UNJ Sambut 80 Mahasiswa Baru Mappi, Perkuat Investasi SDM Papua Selatan Papuanewsonline.com, Jakarta – Universitas Negeri Jakarta resmi menerima 80 putra-putri Kabupaten Mappi, Papua Selatan, sebagai mahasiswa baru tahun akademik 2026 dalam rangkaian kelanjutan Program 1.000 Sarjana bersama pemerintah daerah. Penyambutan digelar di Aula Latief Hendraningrat Rabu (5/8) dengan tema “Merajut Asa dari Mappi, Mewujudkan Cita di UNJ”, dihadiri pimpinan universitas dan perwakilan Pemkab Mappi.Para mahasiswa akan menempuh berbagai program studi seperti bimbingan konseling, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Jepang, hingga pendidikan jasmani. Sebelum memulai perkuliahan, mereka terlebih dahulu mengikuti matrikulasi untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik. Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ Rahmat Darmawan menjelaskan kemitraan terus berkembang; setelah menerima 100 mahasiswa tahun lalu, kini ruang lingkup diperluas hingga pelatihan lebih dari seribu guru dan pengawas sekolah di Mappi.Selain ilmu akademik, UNJ menyiapkan program pendukung seperti “Beauty in Diversity” yang melatih keterampilan praktis, pengenalan budaya, dan pembentukan karakter guna membangun kepercayaan diri. “Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang kepribadiannya dan siap memberi manfaat luas,” ujar Rahmat.Bupati Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen UNJ. Ia menekankan program ini sebagai investasi jangka panjang mengingat kebutuhan tenaga pendidik di bidang sains dan teknologi masih sangat tinggi. “Kami berharap saudara-saudara kami kelak pulang membawa ilmu untuk mengisi kekosongan dan membangun daerahnya sendiri,” harapnya.Wakil Rektor UNJ Prof. Ifan Iskandar mengingatkan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar nilai tinggi, melainkan perubahan sikap dan kemampuan berkontribusi nyata.Penulis: JidEditor: OF 06 Agu 2026, 13:06 WIT
Komnas HAM Papua: Dugaan Keracunan MBG Bisa Masuk KLB, Jangan Jadi Ancaman Nyawa Anak Papuanewsonline.com, Jayapura – Menyusul rentetan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Komnas HAM Papua menegaskan situasi ini berpotensi dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Lembaga ini meminta pemerintah segera bertindak tegas agar program yang seharusnya menyehatkan tidak berubah menjadi ancaman keselamatan anak-anak.Perhatian ini muncul menyusul insiden di Distrik Depapre, Jayapura, yang membuat puluhan siswa harus dirawat, disusul kejadian serupa di daerah lain dalam waktu berdekatan. Komnas HAM menilai hal ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan menyentuh pelanggaran hak dasar atas kesehatan dan keselamatan anak yang harus menjadi prioritas utama negara.“Program ini semestinya melindungi dan memenuhi gizi anak, bukan justru membahayakan nyawa mereka. Jika keracunan terus berulang, maka ada kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki secara menyeluruh,” tegas pernyataan Komnas HAM Papua. Seluruh tahapan mulai persiapan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian perlu ditelusuri tuntas untuk menemukan akar masalahnya.Pihaknya mendesak penyelidikan yang terbuka, objektif, dan melibatkan berbagai pihak independen. Siapa pun yang terbukti lalai atau melanggar prosedur harus bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai alasan ambisi program membuat keselamatan anak-anak menjadi taruhan.Penulis: JidEditor: OF 06 Agu 2026, 13:00 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Dari Belanda ke Mimika: Seabad Kasih Tanpa Pamrih Suster Santo Fransiskus Charitas Papuanewsonline.com, Mimika – Perjalanan kasih yang dimulai dari sebuah biara kecil di Belanda kini telah menembus samudera, melintasi pulau Sumatera, hingga berakar dan berbuah lebat di tanah Papua. Tahun 2026 menjadi saksi genap satu abad kehadiran Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) di Indonesia, yang dirayakan dengan penuh syukur dalam Misa Syukur di Keuskupan Timika, dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Baru, pada Selasa (7/8/2026).Sejarah berawal pada 9 Juli 1926, ketika lima suster perintis pertama menginjakkan kaki di tepian Sungai Musi, Palembang. Di bawah semangat Santo Fransiskus, kesederhanaan, kerendahan hati, dan kasih kepada yang kecil, mereka merawat orang sakit, mendidik, dan mendampingi tanpa pamrih. Cabang Indonesia kemudian tumbuh mandiri pada 1 Desember 1991, dan tak lama berselang, pada tahun 1998, panggilan baru datang: melayani di tanah Mimika. Dua suster dikirim meninjau, dan dari kunjungan itu lahirlah kesepakatan untuk mengelola Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) yang dibangun atas kerja sama PT Freeport Indonesia, YPMAK, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Keuskupan Jayapura.Pada 20 Agustus 1999, RSMM mulai melayani dengan hanya sepuluh pasien per hari dan kapasitas 69 tempat tidur. Kini, 27 tahun kemudian, rumah sakit yang akrab disebut warga “Charitas” itu telah berkembang menjadi Rumah Sakit Kelas C berakreditasi KARS dengan 156 tempat tidur, didukung sekitar 370 tenaga, dan telah melayani lebih dari tiga juta pasien. Pelayanan meluas dari rawat jalan hingga UGD 24 jam, poliklinik spesialis, serta Klinik Mitra Masyarakat yang menjangkau wilayah lebih luas. Tak hanya di kota, kehadiran kasih itu pun hadir di pesisir melalui Biara Charitas Bintang Laut di Kaokanao.Yang paling mengesankan, benih kasih itu kini mulai tumbuh dari tanah sendiri: putri daerah Papua pun mulai bergabung menjadi bagian keluarga besar FCh, menandakan bahwa pengabdian ini bukan lagi sekadar perutusan dari jauh, melainkan telah berakar di hati masyarakat Amungsa. Jalan di depan rumah sakit pun kini bernama Jalan Charitas nama yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Mimika.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 08:54 WIT
Wujud Toleransi, Umat Katolik Hadir di Puncak Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua Papuanewsonline.com, Fakfak - Suasana penuh persaudaraan dan toleransi mewarnai puncak peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua yang berlangsung di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (8/8/2026).Menariknya, dalam momentum bersejarah umat Islam tersebut, umat Katolik turut hadir memberikan dukungan. Kehadiran tersebut menjadi wujud nyata penghormatan dan semangat persaudaraan dalam menjaga kehidupan bersama yang rukun di Kabupaten Fakfak yang dikenal sebagai Kota Toleransi.Dalam perayaan tersebut, hadir dua pastor, yakni Pastor Alex Fabianus dan Pastor Oliver, OSA, bersama umat Katolik. Turut hadir pula Josep Goenawan selaku Ketua Dewan Paroki.Kehadiran para pastor dan umat Katolik menjadi gambaran nyata bahwa kehidupan masyarakat Fakfak dibangun di atas fondasi saling menghormati dan menghargai perbedaan.Pastor Alex Fabianus menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan sekaligus partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian perayaan.“Kami memang mendapat undangan. Selain itu, kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan umat Katolik sekaligus turut berpartisipasi dalam berbagai rangkaian perayaan hingga hari puncak ini,” ujar Pastor Alex di sela kegiatan.Ia mengaku bahagia dapat hadir dalam momentum bersejarah tersebut. Menurutnya, Fakfak memiliki sejarah penting dalam perjalanan kehidupan beragama di Tanah Papua.Pastor Alex juga menilai kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.“Kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak perlu menjadi contoh bagi kita semua. Kehidupan beragama di Fakfak ini sangat luar biasa. Perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan,” ungkapnya.Bagi Gereja Katolik, kehadiran dalam momentum 666 tahun masuknya Islam ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus merawat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Perbedaan agama dan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menghormati, hadir bersama, dan membangun kehidupan yang damai di Tanah Papua.Editor: OF 08 Agu 2026, 21:21 WIT
Tokoh Nawaripi Bantah Jual Tanah Warisan - Tegaskan Sudah Disertifikatkan Milik TNI AL Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh-tokoh Suku Kamoro dari Kampung Nawaripi membantah keras isu yang menyebut mereka menjual tanah adat. Mereka menegaskan tidak pernah menjual tanah warisan leluhur.Klarifikasi itu disampaikan menyusul beredarnya berita bohong yang menuding tokoh Nawaripi menjual tanah."Kami tolak ada berita bohong, berita palsu yang menyatakan kami jual tanah. Yang buat berita itu tidak benar, dan orang yang berkomentar tentang tanah itu orang yang tidak punya kapasitas. Kami tidak pernah jual tanah karena itu warisan orangtua kami," tegas Tokoh Masyarakat Nawaripi, Derek Maoromako saat ditemui di Sanggar Merah Putih Nawaripi, Kamis (5/8/2026).Derek menjelaskan, yang sebenarnya terjadi adalah pengukuran ulang tanah yang telah dilepas secara adat oleh orang tua mereka kepada TNI Angkatan Laut.Tanah seluas 2 hektar tersebut, kata dia, telah sah memiliki sertifikat dengan nomor 0046 atas nama TNI AL."Orang Nawaripi yang punya tanah dan orang Nawaripi tidak pernah jual tanah. Apalagi Bapa Desa sudah larang orang Nawaripi tidak boleh jual tanah. Yang berani jual, Bapa Desa tidak mau tandatangan pelepasannya," ujar Derek.Penegasan serupa disampaikan Tokoh Muda Nawaripi, Kris Yamiro. Ia menyebut sebagai generasi muda, dirinya wajib mengamankan keputusan pelepasan yang telah dilakukan para orang tua terdahulu kepada negara."Kalau ada yang bilang kami jual tanah itu salah besar dan itu hoaks. Saya minta yang buat berita bisa datang ketemu kami di Nawaripi," kata Kris.Menurut Kris, tanah tersebut adalah milik leluhur yang diwariskan kepada anak cucu, sehingga tidak mungkin diperjualbelikan. Kehadiran mereka di lokasi hanya untuk mengukur ulang batas tanah yang sudah bersertifikat tersebut."Sebagai tokoh muda sebetulnya belum tahu soal penyerahan tanah itu. Tapi karena tanahnya sudah diserahkan orang-orang tua dulu, maka sebagai generasi muda wajib untuk amankan tanah itu yang kepemilikannya oleh TNI AL," tutupnya.Editor: OF 05 Agu 2026, 15:50 WIT
Masyarakat Adat Marga Rahawarin Matli Pasang Sasi Adat Tolak Aktivitas PT BBA di Kei Besar Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara - Masyarakat adat Marga Rahawarin Matli di Desa Larat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, menggelar ritual sasi adat sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pertambangan PT Batu Licin Beton Asphalt (PT BBA).Pemasangan sasi dilakukan di kawasan yang diklaim sebagai wilayah ulayat marga mereka. Bagi masyarakat Kei, sasi atau yang dalam tradisi lokal disebut Hawear bukan sekadar tradisi pelarangan. Dalam masyarakat Kei, daun kelapa putih atau janur digunakan sebagai simbol sasi atau larangan. Pelanggarannya dikenai sanksi adat yang disepakati melalui musyawarah adat.  Bagi Marga Rahawarin Matli, sasi tersebut merupakan simbol penegasan hak atas tanah adat sekaligus perlindungan terhadap wilayah warisan leluhur.Juru Bicara Masyarakat Adat Marga Rahawarin Matli, Sahrudin Rahawarin, mengatakan kawasan yang dipersoalkan berada di sekitar perbatasan Desa Ohoirenan dan berbatasan dengan Desa Weduar di sebelah timur, Desa Tamangil Nuhuten di sebelah selatan, serta Desa Nerong dan Ohoirenan di sebelah utara."Masyarakat meminta agar setiap bentuk pemanfaatan sumber daya alam di wilayah tersebut dilakukan sesuai ketentuan hukum dan menghormati hak-hak masyarakat adat," ujar Sahrudin.Konteks Penolakan di Kei BesarAksi sasi oleh Marga Rahawarin Matli menambah daftar penolakan masyarakat Kei Besar terhadap PT BBA. Sebelumnya, warga Desa Ohoiwait juga menggelar sasi sebagai bentuk perlawanan terhadap eksplorasi yang dilakukan perusahaan tersebut.Komunitas Desa Ohoiwait, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, kembali menggelar protes terhadap PT Batu Licin Beton Asphalt (BBA) karena perusahaan diduga membuka hutan dan merusak sasi adat tradisional Kei yang didirikan warga. Aksi tersebut terjadi pada Rabu, 3 Desember 2025 dan dipimpin tetua adat setempat.  Di tingkat provinsi, penolakan juga disuarakan di depan Kantor Gubernur Maluku pada 16 Juni 2025. Massa yang menamakan diri Solidaritas Anak Maluku menentang aktivitas penambangan batu kapur oleh PT Batulicin Beton Asphalt (BBA) di Ohoi (Desa) Nerong, Kecamatan Kei Besar Selatan, yang dinilai merusak lingkungan dan mengabaikan hak masyarakat adat.  Isu perizinan menjadi sorotan. Dalam rapat Komisi II DPRD Maluku pada 11 Juni 2025, anggota Komisi II DPRD Maluku menegaskan bahwa kegiatan tambang PT Batu Licin tidak hanya ilegal tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan. “Kami menolak keberadaan PT Batu Licin Aspal yang sedang beroperasi di Kei Besar karena mereka tidak memiliki AMDAL dan IUP,” ujar Suleman dalam rapat tersebut.Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak PT Batu Licin Beton Asphalt terkait pemasangan sasi oleh Marga Rahawarin Matli di Desa Larat.Masyarakat adat menegaskan akan mempertahankan sasi adat tersebut hingga ada kepastian hukum atas status tanah adat dan penghentian aktivitas pertambangan di wilayah yang mereka klaim. (OF) 04 Agu 2026, 21:32 WIT
Ratusan Warga Gunakan Perahu Tradisional Sambut Gubernur Apolo Safanpo di Kampung Warse Papuanewsonline.com, Merauke – Ratusan warga Kampung Warse, Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, menyambut meriah kunjungan kerja Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Sabtu (1/8/2026) pagi.Pantauan di lokasi, penyambutan berlangsung di perairan sekitar Kampung Warse. Ratusan warga menggunakan perahu tradisional menjemput speedboat yang ditumpangi Gubernur Apolo dan Bupati Thomas.Iring-iringan perahu warga mengapit kiri dan kanan speedboat rombongan. Warga tampak berdiri sambil mendayung, mengawal speedboat hingga tiba di bibir Kampung Warse.Setibanya di Warse, prosesi adat penyambutan dilanjutkan. Gubernur Apolo bersama Bupati Thomas dipersilakan turun dari speedboat ke salah satu perahu tradisional. Selanjutnya, perahu tersebut dipikul bersama-sama oleh warga di atas bahu menuju lokasi pertemuan.Dalam tatap muka dengan warga, Gubernur Apolo menegaskan kehadiran Provinsi Papua Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dimekarkan pemerintah pusat pada tahun 2022 dan telah menjalani masa persiapan selama dua tahun."Sudah satu tahun Papua Selatan masuk pemerintahan definitif," kata Gubernur Apolo.Ia menjelaskan, kehadiran provinsi baru tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan, baik infrastruktur sarana-prasarana maupun pembangunan sumber daya manusia (SDM).Gubernur berharap kunjungan ke Kampung Warse dapat mempererat tali persaudaraan antara pemerintah provinsi dengan masyarakat di wilayah pesisir Asmat. Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan agar warga terus mendorong anak-anak untuk bersekolah.Kunjungan ke Kampung Warse ini merupakan rangkaian agenda kerja Gubernur Apolo di Kabupaten Asmat. Sehari sebelumnya, Jumat (31/7/2026), Gubernur menyerahkan hibah dermaga beserta terminal penyeberangan Ewer-Agats di Kali Aswet sebagai pintu masuk melalui akses Jalan KAMSA menuju Lapangan Terbang Ewer. (OF) 02 Agu 2026, 23:34 WIT
Lomba Paduan Suara Perdana PKK Mimika, Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Cinta Tanah Air Papuanewsonline.com, Mimika – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika untuk pertama kalinya menggelar Lomba Paduan Suara dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Grand Tembaga, Minggu (2/8/2026), dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, dan dihadiri Penasihat TP PKK Provinsi Papua Tengah Ny. Martina serta jajaran pengurus se-Daerah.Dalam sambutannya, Ny. Suzy menyampaikan apresiasi mendalam atas persiapan yang matang dari seluruh peserta. “Kita setiap hari terjun melayani masyarakat, namun tetap mampu menghayati dan menyajikan harmoni lagu dengan sangat baik. Luar biasa semangat kalian meski ini baru pertama kali digelar di tingkat kabupaten,” ujarnya bangga.Sebanyak 14 tim turut ambil bagian, terdiri atas empat perwakilan tingkat kabupaten dan sepuluh dari jajaran distrik. Kegiatan ini bukan sekadar ajang bertanding, melainkan sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air serta mempererat persaudaraan antaranggota PKK. Ia juga mengapresiasi kehadiran para kepala distrik yang mendukung langsung tim daerahnya.Ny. Suzy mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas. “Kemenangan adalah hal yang wajar, namun yang terpenting adalah usaha dan persiapan yang sudah kalian curahkan. Dewan juri yang ditunjuk adalah tenaga profesional yang akan menilai secara objektif,” tegasnya diselingi candaan ringan yang mencairkan suasana.Penulis: JidEditor: OF 02 Agu 2026, 22:58 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT