logo-website
Selasa, 11 Agu 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Fornas 08: Serapan APBD Mimika 32,9% Memalukan! Papuanewsonline.com, Mimika - Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang baru mencapai 32,90 persen per 6 Agustus 2026 menuai kritik tajam.Sekretaris Jenderal DPD Forum Nasional (Fornas) 08 Papua Raya, Jhon Wenehen, menilai angka tersebut bukan sekadar lambat, tetapi cerminan gagalnya perencanaan dan keberpihakan anggaran kepada rakyat kecil.Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Marthen T. Mallisa mengatakan posisi realisasi 32,90 persen tersebut merupakan data per 6 Agustus 2026. Ia pun meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan guna mengejar target penyerapan hingga akhir tahun.Data BPKAD ini sejalan dengan tren lambatnya serapan Mimika tahun ini. Pada 17 Juli 2026 lalu, realisasi baru 26,56 persen, naik dari 24,89 persen di minggu sebelumnya. Artinya dalam hampir 3 minggu, kenaikan hanya sekitar 6,34 persen.Menanggapi pernyataan Kepala BPKAD tersebut, Jhon Wenehen menegaskan, masalah Mimika bukan hanya soal kecepatan, tapi soal kualitas penyerapan."Jika strategi untuk mengejar penyerapan APBD di sisa 4 bulan ini hanya dengan memperbanyak kegiatan seremonial, seminar, sosialisasi di hotel, bimtek dan perjalanan dinas, maka itu hal yang sangat memalukan," tegas Jhon Wenehen kepada media di Timika, Minggu (10/8/2026).Menurutnya, pola penyerapan seperti itu adalah penyakit lama birokrasi di Papua."Penyerapan APBD dengan perbanyak kegiatan seremonial yang tidak berdampak terhadap ekonomi masyarakat kecil merupakan hal yang memalukan. Karena penyerapan APBD hanya dinikmati segelintir orang melalui kegiatan seremonial. Rakyat di pasar, mama-mama Papua, petani, nelayan, UMKM, tidak dapat apa-apa," kritiknya.Jhon menyebut, APBD Mimika yang bernilai triliunan rupiah seharusnya menjadi instrumen pengungkit ekonomi rakyat, bukan ajang bagi-bagi proyek kegiatan di kalangan OPD.Ia membeberkan 3 catatan tajam untuk Pemkab Mimika:1. Serapan Rendah = Program Mati: Di bulan Agustus seharusnya realisasi sudah di atas 60-70 persen. Angka 32,9 persen di awal Agustus menunjukkan banyak program pro-rakyat belum berjalan.2. Jebakan Seremonial Akhir Tahun: Setiap akhir tahun, demi mengejar target 90 persen, OPD akan berlomba menghabiskan anggaran lewat kegiatan yang tidak produktif. Ini pemborosan dan rawan korupsi.3. Ekonomi Kecil Terabaikan: Yang dibutuhkan masyarakat Mimika saat ini bukan pduk dan seremoni, tapi modal usaha, subsidi transportasi bahan pokok, perbaikan jalan kampung, air bersih, dan pasar yang hidup."Kami di Fornas 08 Papua Raya yang mengawal visi Presiden, menekankan Asta Cita ekonomi kerakyatan. Jangan sampai Bupati dan Wakil Bupati sudah berlari kencang membangun, tapi OPD masih sibuk dengan pola lama. BPKAD harus evaluasi total, bukan hanya minta dipercepat, tapi tanya: kegiatan yang dipercepat itu untuk siapa?" ujar Jhon.Ia mendesak BPKAD dan Inspektorat Mimika membuka transparansi jenis kegiatan yang akan digenjot 4 bulan ke depan. Publik berhak tahu berapa persen yang untuk belanja infrastruktur produktif, belanja modal, pemberdayaan ekonomi, dan berapa persen yang hanya habis untuk belanja perjalanan dinas dan rapat-rapat."Jangan sampai APBD Mimika yang besar ini, realisasinya terlihat tinggi di atas kertas pada Desember nanti, tapi kemiskinan di Mimika tetap tinggi. Itu namanya kaya di laporan, miskin di lapangan," pungkasnya.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:51 WIT
Ribuan Personel Dan Alutsista Paspampres Siap Amankan Rangkaian Hut Ke-81 RI Papuanewsonline.com, Jakarta – Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Dr. Edwin Adrian Sumantha memimpin Apel Gelar Kesiapan Pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP untuk memastikan kesiapan sejumlah 1.147 personel berikut alat utama sistem persenjataan Paspampres yang bertugas mengamankan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Senin (10/8/2026).Apel tersebut menjadi tahapan penting untuk menjamin kesiapan seluruh personel, materiil, serta sistem dan perangkat operasional pengamanan VVIP secara optimal dalam rangkaian agenda kenegaraan peringatan HUT RI.Ribuan personel Paspampres yang diterjunkan ke dalam beberapa Satgaspam yang terdiri dari: Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) sebanyak 151 personel yang bertugas pada 14 Agustus, Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus sebanyak 277 personel, dan pada 17 Agustus dalam Upacara Penaikan dan Penurunan Sang Merah Putih sebanyak 294 personel, Acara Pesta Rakyat 205 personel, Tim Paskibraka 70 personel, serta Tim Pasukan Upacara 150 personel.Kesiapan Satgaspam VVIP tersebut juga didukung oleh berbagai Alutsista termutakhir, materiil dan kendaraan operasional modern yang dimiliki oleh Paspampers,  diantaranya meliputi: senapan Caracal dan senapan Dasan, ⁠SS1 V3 Croom, MP 7, berbagai macam pistol (G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer), dan senjata Sniper SPR 3 Pindad serta Sniper AW. Selain itu, turut disiapkan satu kendaraan anti-drone Koopsudnas dan satu kendaraan Maung Arteleri Pertahanan Udara.Kendaraan taktis yang turut disiagakan diantaranya yaitu: kendaraan CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive), kendaraan jammer, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal Goldwing.Gelar Alutsista canggih tersebut sejalan dengan perkembangan karakteristik ancaman terkini yang tidak lagi hanya berupa tindakan fisik secara langsung, tetapi juga telah menggunakan teknologi drone, serangan siber, dan penyebaran informasi yang dapat memicu gangguan keamanan, hingga aksi individu maupun kelompok yang bergerak cepat dan sulit diprediksi. Menurut Mayjen Edwin, pengamanan VVIP harus dilakukan secara preventif dan proaktif dengan mengantisipasi setiap potensi ancaman sejak dini.“Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,” tegasnya.“Keberhasilan kita sering kali tidak terlihat oleh masyarakat, namun justru di situlah profesionalisme Paspampres diuji. Kita bekerja dalam senyap, penuh kewaspadaan, dengan ketelitian, kecepatan, disiplin, dan koordinasi yang solid,” sambungnya.Mayjen Edwin juga menekankan bahwa seluruh personel harus memahami bahwa pengamanan rangkaian HUT ke-81 RI merupakan tugas sekaligus amanah mulia untuk menjaga martabat institusi, menjamin keselamatan VVIP sekaligus mengawal kehormatan bangsa dan negara.“Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai kehormatan kita untuk menjaga keselamatan VVIP, menjaga, dan mengawal kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.Di akhir amanatnya, Mayjen Edwin meminta seluruh personel menjaga keimanan dan ketakwaan, mempersiapkan kemampuan fisik, mental, serta teknis, meningkatkan kewaspadaan, dan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, tegas, santun, serta humanis. (Penerangan Paspampres)Otentikasi : Penerangan PaspampresEditor: OF 10 Agu 2026, 22:44 WIT
Panglima Jilah Sowan Ke Solo: Dalam Waktu Dekat 20 Ribu Warga Dayak Akan Jemput Jokowi Papuanewsonline.com, Solo – Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah membeberkan agenda sowan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo Senin 10 Agustus 2026.Kedatangannya untuk mengundang langsung Jokowi menghadiri Rapat Besar Suku Dayak yang akan digelar  dalam bulan ini Agustus 2026."Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang dan hadiri acara adat budaya di bulan ini" ucap Panglima Jilah usai pertemuan.Panglima Jilah menyebut acara rapat besar tersebut direncanakan sebagai pertemuan akbar masyarakat adat Dayak dari seluruh Kalimantan.Panglima Jilah mengakui bahwa Jokowi masih memiliki banyak pendukung di Kalimantan  sehingga kehadirannya akan disambut antusias."Banyak penggemar beliau di kalimantan. Sekitar 20 ribu warga Dayak siap sambut beliau," ucap panglima Jilah.  Sementara itu Diketahui Jokowi akan hadiri Rapat Besar suku dayak dan Film KolosalYang akan turut dihadiri Jokowi sekaligus berperan penting dalam  film kolosal Dayak nantinya.  "Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya," ujar Panglima Jilah.Film tersebut dikonsep mengisahkan kolaborasi Dayak dengan Jawa di era Majapahit, dengan Jokowi ditawari sebagai pemeran utama.  Menurut Panglima Jilah, respons Jokowi terhadap kedua undangan — film dan rapat besar  — positif dan membahas isu kebangsaan.  Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Jokowi terkait kehadiran pada Rapat Besar Suku Dayak.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 22:39 WIT
Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun, Hilirisasi Sumbang Hampir 30 Persen Papuanewsonline.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM Rosan P. Roeslani merilis capaian realisasi investasi nasional Semester I Januari-Juni 2026.Hingga akhir Juni, realisasi investasi menembus Rp1.010,6 triliun. Capaian ini setara 49,5 persen dari target investasi tahun 2026 dan tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year).Data tersebut disampaikan Rosan pada 16 Juli 2026."Capaian ini menegaskan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global," ujar Rosan.Serap 1,4 Juta Tenaga KerjaSepanjang Semester I 2026, investasi yang masuk mampu menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.Rosan menekankan dua indikator pemerataan yang terjaga:1. PMA vs PMDN: Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat relatif seimbang. 2. Jawa vs Luar Jawa: Persebaran investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa juga menunjukkan keseimbangan. Keseimbangan ini menjadi sinyal positif bahwa investasi tidak hanya terkonsentrasi di pusat ekonomi, tetapi mulai mendorong pertumbuhan di wilayah luar Jawa.Hilirisasi Jadi Penopang UtamaSektor hilirisasi menjadi motor utama. Realisasi investasi hilirisasi pada Semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun.Angka tersebut berkontribusi 29,7 persen terhadap total realisasi investasi nasional."Kontribusi hilirisasi menunjukkan peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah, memperkuat struktur industri nasional, dan membuka lapangan kerja yang lebih luas," kata Rosan.Dengan capaian hampir 50 persen target di tengah tahun, pemerintah optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp2.041,6 triliun dapat tercapai.Rilis resmi data ini diterima media pada Senin, 10 Agustus 2026.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:34 WIT
Bhabinkamtibmas Polsek Kimaam Gencarkan DDS, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Imbauan Cegah Karhutla Papuanewsonline.com, Merauke – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Kimaam melaksanakan patroli dialogis melalui kegiatan Door to Door System (DDS) di Kampung Kimaam, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIT hingga selesai tersebut dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Kimaam selaku Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa, dengan menyambangi rumah-rumah warga di wilayah binaannya.Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Warga diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampung serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya.Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat untuk memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.Selain itu, Bhabinkamtibmas memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat, khususnya para bapak dan pemuda, diimbau untuk tidak melakukan pembakaran rumput atau lahan secara sembarangan mengingat kondisi musim kemarau yang menyebabkan sebagian rumput dan lahan di sekitar pemukiman warga mengering.“Jangan membakar rumput atau lahan sembarangan karena api dapat dengan mudah menyebar dan menyebabkan kebakaran yang berdampak kepada masyarakat, lingkungan, kesehatan, bahkan dapat mengganggu aktivitas penerbangan akibat asap,” imbau Bhabinkamtibmas.Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga semangat kebersamaan, saling membantu dan bergotong royong dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampung. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat dapat menjadi lebih ringan dan hubungan antarwarga semakin harmonis.Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga agar tidak ragu menyampaikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka. “Apabila ada permasalahan sekecil apa pun, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau laporkan ke SPKT Polsek Kimaam agar dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” pesannya.Kegiatan DDS tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kampung Kimaam. Dalam dialog bersama warga, beberapa masyarakat menyampaikan bahwa Bendera Merah Putih yang mereka miliki sudah dalam kondisi rusak, bahkan terdapat warga yang belum memiliki bendera.Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan pihak Distrik Kimaam terkait pengadaan dan ketersediaan Bendera Merah Putih bagi masyarakat yang membutuhkan.Melalui kegiatan DDS secara rutin, diharapkan kehadiran Bhabinkamtibmas dapat semakin dirasakan masyarakat serta mampu memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kampung Kimaam.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:25 WIT
Pilihan Redaksi
Fornas 08: Serapan APBD Mimika 32,9% Memalukan! Papuanewsonline.com, Mimika - Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang baru mencapai 32,90 persen per 6 Agustus 2026 menuai kritik tajam.Sekretaris Jenderal DPD Forum Nasional (Fornas) 08 Papua Raya, Jhon Wenehen, menilai angka tersebut bukan sekadar lambat, tetapi cerminan gagalnya perencanaan dan keberpihakan anggaran kepada rakyat kecil.Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika, Marthen T. Mallisa mengatakan posisi realisasi 32,90 persen tersebut merupakan data per 6 Agustus 2026. Ia pun meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan guna mengejar target penyerapan hingga akhir tahun.Data BPKAD ini sejalan dengan tren lambatnya serapan Mimika tahun ini. Pada 17 Juli 2026 lalu, realisasi baru 26,56 persen, naik dari 24,89 persen di minggu sebelumnya. Artinya dalam hampir 3 minggu, kenaikan hanya sekitar 6,34 persen.Menanggapi pernyataan Kepala BPKAD tersebut, Jhon Wenehen menegaskan, masalah Mimika bukan hanya soal kecepatan, tapi soal kualitas penyerapan."Jika strategi untuk mengejar penyerapan APBD di sisa 4 bulan ini hanya dengan memperbanyak kegiatan seremonial, seminar, sosialisasi di hotel, bimtek dan perjalanan dinas, maka itu hal yang sangat memalukan," tegas Jhon Wenehen kepada media di Timika, Minggu (10/8/2026).Menurutnya, pola penyerapan seperti itu adalah penyakit lama birokrasi di Papua."Penyerapan APBD dengan perbanyak kegiatan seremonial yang tidak berdampak terhadap ekonomi masyarakat kecil merupakan hal yang memalukan. Karena penyerapan APBD hanya dinikmati segelintir orang melalui kegiatan seremonial. Rakyat di pasar, mama-mama Papua, petani, nelayan, UMKM, tidak dapat apa-apa," kritiknya.Jhon menyebut, APBD Mimika yang bernilai triliunan rupiah seharusnya menjadi instrumen pengungkit ekonomi rakyat, bukan ajang bagi-bagi proyek kegiatan di kalangan OPD.Ia membeberkan 3 catatan tajam untuk Pemkab Mimika:1. Serapan Rendah = Program Mati: Di bulan Agustus seharusnya realisasi sudah di atas 60-70 persen. Angka 32,9 persen di awal Agustus menunjukkan banyak program pro-rakyat belum berjalan.2. Jebakan Seremonial Akhir Tahun: Setiap akhir tahun, demi mengejar target 90 persen, OPD akan berlomba menghabiskan anggaran lewat kegiatan yang tidak produktif. Ini pemborosan dan rawan korupsi.3. Ekonomi Kecil Terabaikan: Yang dibutuhkan masyarakat Mimika saat ini bukan pduk dan seremoni, tapi modal usaha, subsidi transportasi bahan pokok, perbaikan jalan kampung, air bersih, dan pasar yang hidup."Kami di Fornas 08 Papua Raya yang mengawal visi Presiden, menekankan Asta Cita ekonomi kerakyatan. Jangan sampai Bupati dan Wakil Bupati sudah berlari kencang membangun, tapi OPD masih sibuk dengan pola lama. BPKAD harus evaluasi total, bukan hanya minta dipercepat, tapi tanya: kegiatan yang dipercepat itu untuk siapa?" ujar Jhon.Ia mendesak BPKAD dan Inspektorat Mimika membuka transparansi jenis kegiatan yang akan digenjot 4 bulan ke depan. Publik berhak tahu berapa persen yang untuk belanja infrastruktur produktif, belanja modal, pemberdayaan ekonomi, dan berapa persen yang hanya habis untuk belanja perjalanan dinas dan rapat-rapat."Jangan sampai APBD Mimika yang besar ini, realisasinya terlihat tinggi di atas kertas pada Desember nanti, tapi kemiskinan di Mimika tetap tinggi. Itu namanya kaya di laporan, miskin di lapangan," pungkasnya.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:51 WIT
Ribuan Personel Dan Alutsista Paspampres Siap Amankan Rangkaian Hut Ke-81 RI Papuanewsonline.com, Jakarta – Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Dr. Edwin Adrian Sumantha memimpin Apel Gelar Kesiapan Pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP untuk memastikan kesiapan sejumlah 1.147 personel berikut alat utama sistem persenjataan Paspampres yang bertugas mengamankan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Senin (10/8/2026).Apel tersebut menjadi tahapan penting untuk menjamin kesiapan seluruh personel, materiil, serta sistem dan perangkat operasional pengamanan VVIP secara optimal dalam rangkaian agenda kenegaraan peringatan HUT RI.Ribuan personel Paspampres yang diterjunkan ke dalam beberapa Satgaspam yang terdiri dari: Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) sebanyak 151 personel yang bertugas pada 14 Agustus, Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus sebanyak 277 personel, dan pada 17 Agustus dalam Upacara Penaikan dan Penurunan Sang Merah Putih sebanyak 294 personel, Acara Pesta Rakyat 205 personel, Tim Paskibraka 70 personel, serta Tim Pasukan Upacara 150 personel.Kesiapan Satgaspam VVIP tersebut juga didukung oleh berbagai Alutsista termutakhir, materiil dan kendaraan operasional modern yang dimiliki oleh Paspampers,  diantaranya meliputi: senapan Caracal dan senapan Dasan, ⁠SS1 V3 Croom, MP 7, berbagai macam pistol (G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer), dan senjata Sniper SPR 3 Pindad serta Sniper AW. Selain itu, turut disiapkan satu kendaraan anti-drone Koopsudnas dan satu kendaraan Maung Arteleri Pertahanan Udara.Kendaraan taktis yang turut disiagakan diantaranya yaitu: kendaraan CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive), kendaraan jammer, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal Goldwing.Gelar Alutsista canggih tersebut sejalan dengan perkembangan karakteristik ancaman terkini yang tidak lagi hanya berupa tindakan fisik secara langsung, tetapi juga telah menggunakan teknologi drone, serangan siber, dan penyebaran informasi yang dapat memicu gangguan keamanan, hingga aksi individu maupun kelompok yang bergerak cepat dan sulit diprediksi. Menurut Mayjen Edwin, pengamanan VVIP harus dilakukan secara preventif dan proaktif dengan mengantisipasi setiap potensi ancaman sejak dini.“Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,” tegasnya.“Keberhasilan kita sering kali tidak terlihat oleh masyarakat, namun justru di situlah profesionalisme Paspampres diuji. Kita bekerja dalam senyap, penuh kewaspadaan, dengan ketelitian, kecepatan, disiplin, dan koordinasi yang solid,” sambungnya.Mayjen Edwin juga menekankan bahwa seluruh personel harus memahami bahwa pengamanan rangkaian HUT ke-81 RI merupakan tugas sekaligus amanah mulia untuk menjaga martabat institusi, menjamin keselamatan VVIP sekaligus mengawal kehormatan bangsa dan negara.“Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai kehormatan kita untuk menjaga keselamatan VVIP, menjaga, dan mengawal kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.Di akhir amanatnya, Mayjen Edwin meminta seluruh personel menjaga keimanan dan ketakwaan, mempersiapkan kemampuan fisik, mental, serta teknis, meningkatkan kewaspadaan, dan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, tegas, santun, serta humanis. (Penerangan Paspampres)Otentikasi : Penerangan PaspampresEditor: OF 10 Agu 2026, 22:44 WIT
Panglima Jilah Sowan Ke Solo: Dalam Waktu Dekat 20 Ribu Warga Dayak Akan Jemput Jokowi Papuanewsonline.com, Solo – Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah membeberkan agenda sowan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo Senin 10 Agustus 2026.Kedatangannya untuk mengundang langsung Jokowi menghadiri Rapat Besar Suku Dayak yang akan digelar  dalam bulan ini Agustus 2026."Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang dan hadiri acara adat budaya di bulan ini" ucap Panglima Jilah usai pertemuan.Panglima Jilah menyebut acara rapat besar tersebut direncanakan sebagai pertemuan akbar masyarakat adat Dayak dari seluruh Kalimantan.Panglima Jilah mengakui bahwa Jokowi masih memiliki banyak pendukung di Kalimantan  sehingga kehadirannya akan disambut antusias."Banyak penggemar beliau di kalimantan. Sekitar 20 ribu warga Dayak siap sambut beliau," ucap panglima Jilah.  Sementara itu Diketahui Jokowi akan hadiri Rapat Besar suku dayak dan Film KolosalYang akan turut dihadiri Jokowi sekaligus berperan penting dalam  film kolosal Dayak nantinya.  "Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya," ujar Panglima Jilah.Film tersebut dikonsep mengisahkan kolaborasi Dayak dengan Jawa di era Majapahit, dengan Jokowi ditawari sebagai pemeran utama.  Menurut Panglima Jilah, respons Jokowi terhadap kedua undangan — film dan rapat besar  — positif dan membahas isu kebangsaan.  Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Jokowi terkait kehadiran pada Rapat Besar Suku Dayak.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 22:39 WIT
Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun, Hilirisasi Sumbang Hampir 30 Persen Papuanewsonline.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM Rosan P. Roeslani merilis capaian realisasi investasi nasional Semester I Januari-Juni 2026.Hingga akhir Juni, realisasi investasi menembus Rp1.010,6 triliun. Capaian ini setara 49,5 persen dari target investasi tahun 2026 dan tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year).Data tersebut disampaikan Rosan pada 16 Juli 2026."Capaian ini menegaskan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global," ujar Rosan.Serap 1,4 Juta Tenaga KerjaSepanjang Semester I 2026, investasi yang masuk mampu menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.Rosan menekankan dua indikator pemerataan yang terjaga:1. PMA vs PMDN: Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat relatif seimbang. 2. Jawa vs Luar Jawa: Persebaran investasi antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa juga menunjukkan keseimbangan. Keseimbangan ini menjadi sinyal positif bahwa investasi tidak hanya terkonsentrasi di pusat ekonomi, tetapi mulai mendorong pertumbuhan di wilayah luar Jawa.Hilirisasi Jadi Penopang UtamaSektor hilirisasi menjadi motor utama. Realisasi investasi hilirisasi pada Semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun.Angka tersebut berkontribusi 29,7 persen terhadap total realisasi investasi nasional."Kontribusi hilirisasi menunjukkan peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah, memperkuat struktur industri nasional, dan membuka lapangan kerja yang lebih luas," kata Rosan.Dengan capaian hampir 50 persen target di tengah tahun, pemerintah optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp2.041,6 triliun dapat tercapai.Rilis resmi data ini diterima media pada Senin, 10 Agustus 2026.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:34 WIT
Bhabinkamtibmas Polsek Kimaam Gencarkan DDS, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Imbauan Cegah Karhutla Papuanewsonline.com, Merauke – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Kimaam melaksanakan patroli dialogis melalui kegiatan Door to Door System (DDS) di Kampung Kimaam, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIT hingga selesai tersebut dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Kimaam selaku Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa, dengan menyambangi rumah-rumah warga di wilayah binaannya.Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Warga diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kampung serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya.Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas juga mengimbau masyarakat untuk memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.Selain itu, Bhabinkamtibmas memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masyarakat, khususnya para bapak dan pemuda, diimbau untuk tidak melakukan pembakaran rumput atau lahan secara sembarangan mengingat kondisi musim kemarau yang menyebabkan sebagian rumput dan lahan di sekitar pemukiman warga mengering.“Jangan membakar rumput atau lahan sembarangan karena api dapat dengan mudah menyebar dan menyebabkan kebakaran yang berdampak kepada masyarakat, lingkungan, kesehatan, bahkan dapat mengganggu aktivitas penerbangan akibat asap,” imbau Bhabinkamtibmas.Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga semangat kebersamaan, saling membantu dan bergotong royong dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampung. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat dapat menjadi lebih ringan dan hubungan antarwarga semakin harmonis.Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga agar tidak ragu menyampaikan setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka. “Apabila ada permasalahan sekecil apa pun, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas atau laporkan ke SPKT Polsek Kimaam agar dapat segera ditindaklanjuti dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” pesannya.Kegiatan DDS tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kampung Kimaam. Dalam dialog bersama warga, beberapa masyarakat menyampaikan bahwa Bendera Merah Putih yang mereka miliki sudah dalam kondisi rusak, bahkan terdapat warga yang belum memiliki bendera.Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan pihak Distrik Kimaam terkait pengadaan dan ketersediaan Bendera Merah Putih bagi masyarakat yang membutuhkan.Melalui kegiatan DDS secara rutin, diharapkan kehadiran Bhabinkamtibmas dapat semakin dirasakan masyarakat serta mampu memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kampung Kimaam.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:25 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Negara Hadirkan Pendidikan Berkualitas hingga Pelosok Negeri Papuanewsonline.com, Bogor - Komitmen negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke pelosok negeri diwujudkan melalui peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menghadiri langsung peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor sekaligus membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran Baru, Senin (10/8).Peluncuran SNT 7 Bogor ini menjadi momen bersejarah karena dilakukan secara serentak bersama 16 Sekolah Nasional Terintegrasi lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peluncuran serentak tersebut menandai dimulainya operasional SNT angkatan pertama di seluruh Indonesia.Dalam sambutannya, KSP menegaskan bahwa kehadiran SNT memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar pembangunan fisik sekolah."SNT bukan sekadar pembangunan sekolah, tetapi merupakan intervensi strategis negara untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita," ujar Dudung.Program SNT dirancang sebagai model sekolah unggulan yang terintegrasi, yang diharapkan mampu memangkas kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah dan memberikan akses yang setara bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil.Lebih lanjut, KSP memastikan akan terus mengawal keberlangsungan program prioritas Presiden ini.Kantor Staf Presiden (KSP) akan terus mengawal pelaksanaan Program SNT bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan berbagai hambatan di lapangan dapat segera diurai dan program berjalan optimal.Pemerintah menegaskan, pembangunan SNT merupakan bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia.Karena pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa.Editor: OF 10 Agu 2026, 18:07 WIT
VIRAL - SKANDAL MTQ PAPUA TENGAH: Juara I Dibuang, Juara II Melenggang ke Nasional - Iskandar Diblok Papuanewsonline.com, Mimika - Dunia MTQ Papua Tengah tercoreng. Sebuah kejanggalan fatal terjadi di tubuh LPTQ. Iskandar, Juara I MTQ Tingkat Provinsi Papua Tengah, justru dicoret dari daftar peserta MTQ Nasional di Semarang. Ironisnya, Juara II yang diberangkatkan.Prestasi tertinggi dibalas dengan pemblokiran nomor telepon. Ini bukan sekadar soal anggaran, ini soal keadilan dan transparansi lembaga keagamaan.Kepada media ini, Iskandar membongkar kronologi carut-marutnya LPTQ Kabupaten Mimika.ALASAN PLIN-PLAN: DARI TIDAK ADA ANGGARAN JADI PENDAFTARAN TUTUPKejadian bermula 4 Juli. Ketua LPTQ Kabupaten Mimika menelepon Iskandar."Alasannya tidak tersedia anggaran, dan pihak provinsi juga tidak memiliki anggaran untuk memberangkatkan peserta dari luar daerah," ujar Iskandar.Namun, fakta di lapangan berkata lain. Dua peserta lain bernama Desi dan Muhammad (Pak Aji) yang disebut sebagai Juara II tetap diberangkatkan ke Semarang."Penjelasan yang saya dapat, mereka bisa berangkat karena biayanya ditanggung oleh daerah masing-masing," ungkapnya.Demi nama baik Mimika dan Papua Tengah, Iskandar bahkan menyatakan siap berangkat dengan biaya sendiri."Orang tua, istri, anak-anak saya di Bima sudah bangga. Saya bilang, Bismillah, saya berangkat biaya sendiri," tegasnya.Namun pada 5 Juli, saat ia menawarkan opsi biaya mandiri, alasan LPTQ Mimika tiba-tiba berubah 180 derajat."Jawabannya bukan soal anggaran lagi, tapi pendaftaran sudah ditutup tanggal 31," beber Iskandar.4 KEJANGGALAN YANG WAJIB DIJAWAB LPTQ MIMIKA & PROVINSI PAPUA TENGAHKasus ini menyisakan 4 pertanyaan besar yang menjadi sorotan publik dan wajib dijawab secara tertulis oleh LPTQ:1. KENAPA JUARA I TIDAK DIBERANGKATKAN?Ini adalah pelanggaran logika MTQ. Dalam aturan mana pun, Juara I adalah wakil mutlak provinsi ke tingkat nasional. Mengapa hak Iskandar sebagai Juara I justru dihilangkan tanpa SK resmi?2. JIKA ALASAN ANGGARAN, KENAPA JUARA II BISA BERANGKAT?Jika Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah beralasan tidak ada anggaran, lalu mengapa Juara II bisa melenggang ke Semarang? Apakah anggaran hanya tidak ada untuk Juara I?3. JIKA JUARA II BERANGKAT BIAYA SENDIRI, KENAPA JUARA I TIDAK DIBERI INFO SEBELUM PENDAFTARAN TUTUP?Ini yang paling menyakitkan. Jika memang skemanya biaya mandiri, mengapa Juara I tidak pernah diinformasikan sejak awal untuk opsi yang sama? Mengapa informasi itu baru muncul setelah pendaftaran ditutup pada tanggal 31? Ada unsur kesengajaan membiarkan Juara I gugur demi meloloskan Juara II?4. BENARKAH LPTQ MIMIKA MEMAKAI QORI IMPOR DARI LUAR PAPUA TENGAH?Informasi yang dihimpun media ini, LPTQ Kabupaten Mimika menggunakan qori-qoriah dari luar Papua Tengah untuk ajang provinsi. Jika benar, lalu setelah juara tidak diberangkatkan, di mana letak pembinaan generasi Qur'ani asli Papua Tengah? Apakah MTQ hanya jadi ajang sewa-menyewa juara?Iskandar menegaskan, ia datang ke Papua Tengah bukan atas kemauan pribadi. Ia didatangkan atas permintaan dan kepercayaan LPTQ Mimika, rela meninggalkan istri, anak, dan keluarga selama 17 hari."Jika memang sejak awal saya tidak bisa diberangkatkan, seharusnya ada penjelasan terbuka, jelas, dan tertulis. Bukan setelah saya tahu ada peserta lain yang berangkat," tegasnya.MINTA SURAT RESMI, MALAH DIBLOKIRPuncak arogansi terjadi pada 7 Juli. Saat Iskandar meminta surat resmi tertulis tentang alasan pencoretannya, nomornya justru DIBLOKIR oleh Ketua LPTQ Kabupaten Mimika."Sebagai lembaga yang membawa nama LPTQ, seharusnya setiap persoalan diselesaikan dengan komunikasi yang baik, terbuka, profesional, dan berlandaskan aturan. Bukan dengan memblokir," sesalnya.Iskandar kini secara resmi menuntut:1. Klarifikasi tertulis alasan Juara I tidak diutus. 2. Bukti valid penutupan pendaftaran tanggal 31. 3. Surat Keputusan resmi dari LPTQ Provinsi Papua Tengah. 4. Mekanisme penetapan peserta yang berangkat ke nasional. 5. Penjelasan statusnya sebagai Juara I. Ia juga meminta datanya sebagai kafilah Mimika dicabut jika memang sudah tidak dianggap."MTQ bukanlah hajatan pribadi. Ini agenda agama negara. Jangan nodai dengan ketidakadilan," pungkasnya.Hingga berita ini naik, Ketua LPTQ Kabupaten Mimika dan Ketua LPTQ Provinsi Papua Tengah belum memberikan klarifikasi resmi.Penulis: HendrikEditor: OF 09 Agu 2026, 23:28 WIT
EKSKLUSIF - Juara I MTQ Papua Tengah Tidak Diutus ke Nasional, Iskandar: Saya Diblokir Papuanewsonline.com, Mimika - Prestasi sebagai Juara I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Papua Tengah justru berbuah kekecewaan mendalam bagi Iskandar. Alih-alih mewakili Papua Tengah ke MTQ Tingkat Nasional di Semarang, haknya sebagai juara I diduga diganjal tanpa kejelasan dan tanpa surat resmi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mimika.Kepada media ini, Iskandar mengungkapkan kronologi yang menurutnya janggal, tidak transparan, dan tidak profesional.Kekecewaan itu bermula pada 4 Juli lalu. Iskandar mengaku dihubungi via telepon oleh Ketua LPTQ Kabupaten Mimika. Tanpa pemberitahuan tertulis sebelumnya, ia diberitahu tidak akan diutus ke tingkat nasional."Alasannya tidak tersedia anggaran, dan pihak provinsi juga tidak memiliki anggaran untuk memberangkatkan peserta dari luar daerah," ujar Iskandar menirukan penjelasan Ketua LPTQ Mimika.Kejanggalan mulai tercium saat ia menanyakan nasib dua peserta lain, Desi dan Muhammad (Pak Aji). Keduanya ternyata tetap berangkat."Penjelasan yang saya dapat, mereka bisa berangkat karena biayanya ditanggung oleh daerah masing-masing," ungkap Iskandar.Merasa terpukul, Iskandar tidak menyerah. Demi membawa nama baik Kabupaten Mimika dan Papua Tengah, ia bahkan menyatakan siap berangkat dengan biaya pribadi."Orang tua, istri, anak-anak, keluarga, serta tokoh-tokoh agama di kampung halaman saya di Bima sudah tahu dan bangga. Saya katakan dalam hati, Bismillah, saya akan berangkat dengan biaya sendiri," tuturnya.Namun harapan itu kembali dipatahkan. Pada 5 Juli, saat ia menyampaikan niat untuk berangkat mandiri, alasan yang diberikan LPTQ Mimika berubah total."Jawaban yang saya terima justru membuat saya semakin kecewa. Dibilang persoalannya bukan anggaran, tetapi karena pendaftaran sudah ditutup pada tanggal 31 sebelumnya," beber Iskandar.Perubahan alasan inilah yang menjadi puncak persoalan."Jika memang pendaftaran telah ditutup, mengapa sejak awal tidak ada pemberitahuan resmi kepada saya sebagai Juara I? Jika memang sejak awal saya dinyatakan tidak bisa diberangkatkan, seharusnya ada penjelasan terbuka, jelas, dan tertulis. Bukan setelah saya tahu ada peserta lain yang berangkat," tegasnya.Iskandar menegaskan, ia dan peserta lainnya datang ke Papua Tengah bukan atas kemauan pribadi, melainkan atas permintaan dan kepercayaan dari LPTQ Kabupaten Mimika. Mereka rela meninggalkan keluarga dan aktivitas selama kurang lebih 17 hari untuk berjuang.Puncaknya, pada 7 Juli, Iskandar secara resmi meminta dibuatkan surat keterangan tertulis yang menjelaskan alasan dirinya sebagai Juara I tidak didaftarkan ke MTQ Nasional.Bukannya mendapat surat resmi, nomor teleponnya justru diblokir oleh Ketua LPTQ Kabupaten Mimika."Saya mempertanyakan sikap tersebut. Sebagai lembaga yang membawa nama LPTQ, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, terbuka, profesional, dan berlandaskan aturan," sesalnya.Menurut Iskandar, MTQ bukanlah hajatan pribadi, melainkan agenda keagamaan negara untuk pembinaan generasi Qur'ani. Maka setiap keputusan harus transparan, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.Melalui pernyataan resminya, Iskandar menuntut 5 hal kepada LPTQ Kabupaten Mimika:1. Memberikan klarifikasi resmi dan tertulis mengenai alasan tidak diutusnya Juara I ke tingkat nasional. 2. Menjelaskan kebenaran informasi penutupan pendaftaran pada tanggal 31. 3. Menjelaskan apakah ada surat atau keputusan resmi dari LPTQ Provinsi Papua Tengah terkait hal tersebut. 4. Menjelaskan dasar dan mekanisme penetapan peserta yang diberangkatkan ke nasional. 5. Memberikan penjelasan terbuka mengenai statusnya sebagai Juara I MTQ Provinsi Papua Tengah. Ia juga meminta agar datanya sebagai kafilah Kabupaten Mimika dicabut atau diperbarui apabila memang sudah tidak dianggap sebagai bagian dari kafilah."Saya menyampaikan ini bukan untuk protes semata. Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai Juara I. Saya berharap ini jadi pelajaran agar ke depan tidak ada lagi peserta yang merasa diperlakukan tidak adil," pungkasnya.Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua LPTQ Kabupaten Mimika dan LPTQ Provinsi Papua Tengah terkait pernyataan Juara I tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF 09 Agu 2026, 22:59 WIT
946 Calon Taruna Kemenhub Jalani Madatukar Di Bandung, Dibekali Karakter Dan Kedisiplinan Papuanewsonline.com, Bandung — Sebanyak 946 calon taruna perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) Batch 1 Tahun 2026 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter Sumber Daya Manusia Transportasi (BP3KSDMT), Bandung, Jawa Barat.Kegiatan yang berlangsung selama 14 hari tersebut menjadi tahap awal bagi para calon taruna sebelum memasuki kehidupan pendidikan di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan. Mereka mengikuti berbagai pembelajaran dan praktik yang dirancang untuk membentuk karakter serta kebiasaan positif.Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Suharto membuka kegiatan Madatukar di Bandung pada Sabtu (8/8/2026). Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter calon taruna sebelum menjalani pendidikan secara penuh.Menurut Suharto, peserta perlu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh karena berbagai nilai yang ditanamkan selama Madatukar akan menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai calon sumber daya manusia transportasi.“Kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta pengendalian diri akan menjadi bekal penting dalam perjalanan kalian menjadi SDM transportasi,” ujar Suharto.Ia juga meminta para calon taruna memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Sebab, kebutuhan sektor transportasi ke depan tidak hanya menuntut tenaga yang kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi.Suharto menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Karena itu, calon taruna diharapkan mampu membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, adaptif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan keberlanjutan transportasi.Madatukar Batch 1 Tahun 2026 diikuti 727 calon taruna dan taruni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang serta 219 calon taruna dan taruni Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal. Dari total peserta, sebanyak 794 orang merupakan laki-laki dan 152 orang perempuan.Direktur BP3KSDMT Eko Sudarmanto menjelaskan, pembentukan karakter dilakukan melalui perpaduan antara pembelajaran dan praktik. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih menerapkan kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama dalam berbagai aktivitas.Peserta juga diarahkan untuk mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan berinteraksi, memahami peran dalam kelompok, serta membangun sikap yang diperlukan selama menjalani kehidupan pendidikan di perguruan tinggi masing-masing.Materi Madatukar mencakup empat kompetensi soft skill, yakni manajemen diri atau intrapersonal, manajemen hubungan dengan orang lain atau interpersonal, manajemen organisasional, serta manajemen spiritual.Kegiatan tersebut berlangsung mulai 5 hingga 18 Agustus 2026 dengan total 168 jam pelajaran. Rinciannya terdiri atas 105 jam pelajaran materi dan 63 jam pelajaran praktik yang diberikan oleh tenaga pengajar dari unsur TNI AD, Polisi Wanita, widyaiswara, serta tenaga pendidik bersertifikasi BNSP.Pelaksanaan Madatukar mengacu pada Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 8 Tahun 2024 tentang Reformasi Pola Pengasuhan Peserta Didik di Lingkungan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan.Melalui kegiatan tersebut, BPSDMP menargetkan calon taruna memiliki fondasi karakter, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar dan berinovasi sebelum menjalani pendidikan. Bekal itu diharapkan dapat mendorong lahirnya SDM transportasi yang mampu memberikan kontribusi bagi kebutuhan transportasi Indonesia di masa mendatang.Editor: OF 09 Agu 2026, 21:41 WIT
Hari Terakhir Pengabdian di Sekolah Rakyat, Taruna Akpol: Tanamkan Semangat Meraih Masa Depan Papuanewsonline.com, Ambon - Pengabdian lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Sekolah Rakyat Ambon resmi berakhir, Jumat (7/8/2026). Namun, hari terakhir kegiatan tidak sekadar menjadi penutup rangkaian pembinaan, melainkan menjadi momentum untuk menanamkan karakter, membangun kepercayaan diri, dan menyalakan semangat para siswa dalam meraih masa depan.Selama berada di lingkungan Sekolah Rakyat, para Taruna Akpol tidak hanya hadir untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun kedekatan dengan para siswa melalui bimbingan, motivasi, serta penguatan nilai-nilai kedisiplinan dan semangat belajar.Pada hari terakhir, para taruna memberikan motivasi sekaligus menyerahkan cenderamata sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan semangat belajar para siswa. Kegiatan tersebut diikuti 85 siswa-siswi Sekolah Rakyat bersama jajaran dewan guru.Penutupan kegiatan dihadiri Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., Dosen Madya Akpol Lemdiklat Polri AKBP Indra Heryanto, S.S., M.H., Wakapolsek Leihitu Ipda Johanis Darmapan, S.Tr.I.K., serta para Taruna Akpol dan jajaran guru.Lima Taruna Akpol yang melaksanakan pengabdian tersebut yakni Brigadir Kepala Taruna Sultan Pasha Ramadhan, Brigadir Kepala Taruna Andika Thariq Siraj Simatupang, Brigadir Kepala Taruna Achmad Rasya Rifai, Brigadir Kepala Taruna Teuku Satria Nurkholid, dan Brigadir Kepala Taruna Narendra Darma Salman Soumena.Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, keberanian bermimpi, kedisiplinan, serta kemampuan untuk bangkit menghadapi tantangan.Menurutnya, generasi muda harus dipersiapkan menjadi pribadi yang memiliki kepercayaan diri, integritas dan semangat untuk terus berkembang. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi mereka untuk menentukan masa depan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.“Anak-anak harus berani bermimpi, percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak mudah menyerah. Pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi juga tentang bagaimana kita membentuk karakter dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan,” ujar Rositah.Ia mengajak para siswa untuk menjadikan kesempatan belajar sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.“Teruslah belajar, gali potensi diri dan jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi. Masa depan Maluku dan Indonesia ada di tangan generasi muda. Karena itu, kalian harus mempersiapkan diri sejak sekarang dengan karakter yang kuat, disiplin dan semangat untuk terus maju,” pesannya.Kegiatan pengabdian ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter para Taruna Akpol sebagai calon perwira Polri. Kehadiran mereka di tengah lingkungan pendidikan memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya membangun komunikasi, empati dan kepedulian terhadap masyarakat.Bagi para taruna, interaksi dengan siswa Sekolah Rakyat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami bahwa tugas kepolisian di masa depan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga menyangkut bagaimana membangun kepercayaan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.Karena itu, pengabdian di Sekolah Rakyat menjadi pengalaman yang mempertemukan dua proses pembentukan karakter sekaligus: para siswa didorong untuk memiliki disiplin dan optimisme dalam mengejar masa depan, sementara para Taruna Akpol belajar memahami kebutuhan serta harapan generasi muda.Pada penghujung kegiatan, Dosen Madya Akpol AKBP Indra Heryanto bersama perwakilan Taruna Akpol menyerahkan cenderamata kepada Kepala Sekolah Rakyat sebagai simbol apresiasi dan tali kasih.Suasana haru dan kebersamaan kemudian terasa ketika para taruna, jajaran Polda Maluku, dosen pendamping, guru dan seluruh siswa mengabadikan momen terakhir kegiatan melalui foto bersama.Berakhirnya penugasan para Taruna Akpol di Sekolah Rakyat bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah kegiatan. Lebih dari itu, pengabdian tersebut meninggalkan pesan bahwa pembangunan masa depan bangsa dimulai dari keberanian untuk mendidik, membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang.Dari Sekolah Rakyat di Maluku, pesan itu kembali ditegaskan: generasi muda bukan hanya penerima masa depan, tetapi mereka adalah pihak yang akan menentukan seperti apa masa depan Indonesia. PNO-12 09 Agu 2026, 15:40 WIT
Gandeng Universitas Muhammadiyah, Kapolda Maluku: Bangun SDM Unggul Papuanewsonline.com, Ambon – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menjadi fondasi utama dalam mewujudkan keamanan dan kemajuan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa pembangunan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari investasi jangka panjang melalui pendidikan, pembentukan karakter, penguatan budaya literasi, dan kolaborasi lintas sektor.Penegasan itu disampaikan Kapolda saat menerima audiensi pimpinan Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) di Ruang Rapat Kapolda Maluku, Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri dan perguruan tinggi dalam membangun generasi muda yang berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan sosial sebagai fondasi pembangunan nasional.Audiensi dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., didampingi jajaran pimpinan universitas, dan diterima Kapolda Maluku bersama Direktur Intelkam Polda Maluku, Direktur Binmas Polda Maluku, serta Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi.Dalam kesempatan tersebut, Rektor UM Maluku menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Maluku terhadap dunia pendidikan sekaligus memaparkan perkembangan universitas yang terus menunjukkan kemajuan.Dalam satu tahun terakhir, jumlah program studi di UM Maluku meningkat dari lima menjadi sepuluh program studi dan ditargetkan bertambah menjadi sebelas dalam waktu dekat serta mencapai lima belas program studi pada 2027. Rektor juga mengundang Kapolda Maluku untuk memberikan kuliah umum dan kuliah kebangsaan bagi mahasiswa sebagai bagian dari penguatan karakter, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan generasi muda.Kapolda menyambut baik ajakan tersebut dan menegaskan bahwa kemitraan antara kepolisian dan perguruan tinggi harus terus diperluas. Menurutnya, kolaborasi tidak boleh berhenti pada koordinasi menjaga keamanan kampus atau penyelesaian persoalan kamtibmas semata, tetapi harus diarahkan untuk membangun kualitas manusia yang akan menentukan masa depan Maluku."Hubungan Polri dengan perguruan tinggi harus melampaui kerja sama yang bersifat operasional. Kita harus membangun kolaborasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda Maluku yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah maupun bangsa," tegas Kapolda.Menurut Kapolda, keamanan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari rendahnya angka kriminalitas atau minimnya gangguan kamtibmas, tetapi juga dari terciptanya masyarakat yang cerdas, produktif, sehat, dan memiliki kesempatan berkembang melalui pendidikan yang berkualitas.Karena itu, pembangunan keamanan dan pembangunan sumber daya manusia merupakan dua agenda besar yang tidak dapat dipisahkan."Keamanan adalah prasyarat pembangunan, tetapi pembangunan manusia adalah fondasi utama keamanan itu sendiri. Ketika masyarakat memiliki pendidikan yang baik, karakter yang kuat, dan kesempatan berkembang, maka stabilitas sosial akan tumbuh secara alami," ujar Kapolda.Kapolda mengungkapkan, selama bertugas di Maluku dirinya berupaya memahami daerah ini tidak hanya dari sudut pandang penegakan hukum, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan potensi pembangunan.Menurutnya, Maluku memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam, budaya yang kuat, serta generasi muda yang memiliki semangat tinggi untuk maju.Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat apabila dibarengi dengan pembangunan kualitas manusia yang mampu mengelola dan mengembangkannya."Saya melihat Maluku memiliki modal yang luar biasa. Kekayaan laut, sumber daya alam, dan masyarakat yang tangguh merupakan anugerah besar. Persoalannya bukan pada kurangnya potensi, tetapi bagaimana kita membangun manusia yang mampu mengelola seluruh potensi tersebut secara cerdas dan berkelanjutan," katanya.Kapolda menilai pembangunan karakter pembelajar menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi generasi muda Maluku. Menurutnya, budaya belajar harus dipahami sebagai proses sepanjang hayat, bukan sekadar mengejar ijazah atau gelar akademik.Ia mengajak seluruh institusi pendidikan untuk membangun budaya yang mendorong masyarakat terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Dalam paparannya, Kapolda memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya budaya membaca sebagai fondasi lahirnya masyarakat yang kritis, terbuka, dan inovatif.Menurutnya, membaca bukan hanya aktivitas akademik, tetapi merupakan pintu masuk bagi lahirnya cara berpikir yang rasional, kemampuan memecahkan masalah, serta kesiapan menghadapi perubahan global."Budaya membaca harus menjadi gerakan bersama. Masyarakat yang gemar membaca akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih mudah menerima inovasi, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Kampus harus menjadi pusat lahirnya budaya literasi yang manfaatnya dirasakan hingga ke desa-desa," jelas Kapolda.Ia berharap perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan taman bacaan, komunitas literasi, pendampingan pelajar, hingga berbagai program pengabdian yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.Selain literasi, Kapolda juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai bekal menghadapi persaingan global.Menurutnya, generasi muda Maluku memiliki keberanian dan semangat merantau yang tinggi. Namun, keberanian tersebut harus didukung dengan kompetensi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional."Saya berharap ke depan lahir gerakan pembelajaran bahasa Inggris yang berkelanjutan di Maluku. Bahkan, apabila memungkinkan, kita dapat mengembangkan konsep Kampung Inggris sebagai ruang membangun budaya belajar, kedisiplinan, kepercayaan diri, sekaligus membuka akses generasi muda terhadap peluang yang lebih luas," ungkap Kapolda.Kapolda meyakini bahwa apabila budaya literasi, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kemampuan berbahasa asing terus diperkuat sejak dini, generasi muda Maluku akan memiliki daya saing tinggi serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.Ia menegaskan, membangun sumber daya manusia tidak dapat dilakukan melalui program jangka pendek, melainkan membutuhkan komitmen bersama, kesinambungan kebijakan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan."Membangun Maluku harus dimulai dengan membangun manusianya. Ketika karakter, ilmu pengetahuan, dan semangat belajar menjadi budaya, saya yakin Maluku akan mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menjadi bagian penting dalam kemajuan Indonesia," tutup Kapolda pada sesi pertama dialog.Dalam dialog bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Maluku, Kapolda juga menyoroti persoalan sosial yang dinilai menjadi tantangan serius bagi pembangunan daerah, yakni tingginya kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan keluarga dan komunitas.Menurutnya, berdasarkan analisis terhadap berbagai kasus yang ditangani Polda Maluku, sebagian besar tindak pidana yang terjadi bukan berasal dari kejahatan terorganisir, melainkan berawal dari persoalan-persoalan di lingkungan domestik yang kemudian berkembang menjadi tindak kekerasan.Kapolda mengungkapkan, korban dalam berbagai kasus tersebut didominasi perempuan dan anak, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan keluarga, pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat."Penegakan hukum memang penting, tetapi hukum hanya menyelesaikan akibat. Jika kita ingin menyelesaikan persoalan hingga ke akar, maka yang harus dibangun adalah keluarga yang kuat, masyarakat yang sehat, dan karakter generasi mudanya," tegas Kapolda.Ia menjelaskan bahwa sekitar 70 hingga 80 persen perkara kekerasan yang dianalisis Polda Maluku terjadi di lingkungan domestik, baik dalam lingkup rumah tangga maupun hubungan sosial yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.Fenomena tersebut, menurut Kapolda, menunjukkan bahwa ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru kerap menjadi lokasi munculnya berbagai bentuk kekerasan yang berdampak panjang terhadap kualitas kehidupan masyarakat.Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan represif. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan.Kapolda menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang memicu tingginya angka kekerasan domestik, mulai dari tekanan ekonomi, pola pengasuhan yang belum adaptif, lemahnya komunikasi keluarga, hingga rendahnya kemampuan mengelola konflik dan emosi.Ia menilai masih terdapat anggapan bahwa kekerasan merupakan bagian dari proses mendidik anak atau menyelesaikan persoalan keluarga. Padahal, pola tersebut justru melahirkan siklus kekerasan yang terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya."Keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak. Apabila keluarga mampu menjalankan fungsi pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan pembinaan karakter dengan baik, maka potensi munculnya berbagai bentuk penyimpangan sosial akan jauh berkurang," ujar Kapolda.Karena itu, pembangunan manusia menurutnya tidak cukup dilakukan melalui pendidikan formal semata, tetapi harus dibarengi dengan penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan anak, pendidikan karakter, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup secara positif.Kapolda menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda tersebut melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah.Ia berharap kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat."Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi. Penelitian mengenai ketahanan keluarga, pola pengasuhan, kesehatan mental, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan masyarakat harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.Kapolda juga mengajak mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan sosial melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Menurutnya, mahasiswa dapat menjadi motor penggerak edukasi keluarga, pendampingan anak, peningkatan budaya literasi, penyuluhan pola pengasuhan yang sehat, hingga pemberdayaan masyarakat di desa dan kelurahan.Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat."Mahasiswa adalah agen perubahan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat harus membawa solusi, memperkuat pendidikan, membangun optimisme, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya," ujar Kapolda.Ia meyakini bahwa semakin kuat ketahanan keluarga, semakin kecil potensi munculnya berbagai persoalan sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras, hingga tindak pidana lainnya.Sebaliknya, apabila persoalan di lingkungan keluarga terus diabaikan, masyarakat akan terus menghadapi siklus persoalan sosial yang sama dari waktu ke waktu.Kapolda menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum.Menurutnya, keamanan yang berkelanjutan akan tercipta ketika keluarga menjalankan fungsinya dengan baik, pendidikan membentuk karakter generasi muda, masyarakat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan seluruh elemen bangsa bekerja sama membangun lingkungan sosial yang sehat."Membangun Maluku harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Dari keluarga yang kuat akan lahir anak-anak yang berkarakter. Dari karakter yang baik akan lahir masyarakat yang produktif. Dan dari masyarakat yang produktif akan lahir daerah yang aman, damai, dan sejahtera. Inilah hakikat keamanan yang sesungguhnya," pungkas Kapolda.Selain pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan keluarga, Kapolda Maluku juga menyoroti pentingnya membangun solidaritas sosial sebagai fondasi utama menjaga stabilitas keamanan di daerah yang memiliki keberagaman budaya, suku, dan agama seperti Maluku.Menurut Kapolda, tantangan sosial yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan kriminalitas, tetapi juga berkembangnya egoisme kelompok, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi melalui media sosial, serta menurunnya ruang dialog antarkelompok masyarakat.Ia mengingatkan bahwa rasa memiliki terhadap kelompok merupakan hal yang wajar. Namun, apabila berkembang menjadi sikap yang selalu membenarkan kelompok sendiri dan menolak pandangan pihak lain secara tidak objektif, maka kondisi tersebut dapat menjadi pemicu konflik sosial."Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum. Keamanan tumbuh dari masyarakat yang saling percaya, terbuka terhadap perbedaan, mampu berdialog, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan," ujar Kapolda.Kapolda mengungkapkan bahwa Maluku patut bersyukur karena hingga kini stabilitas keamanan tetap terjaga. Salah satu faktor penting yang berkontribusi adalah peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para senior yang memiliki pengalaman menghadapi konflik sosial sehingga terus menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini tidak mengalami langsung konflik masa lalu. Karena itu, mereka perlu dibekali pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Kapolda menjelaskan bahwa Polda Maluku terus mengembangkan Program Polisi Mengajar, yang menghadirkan anggota Polri di sekolah dan perguruan tinggi untuk berdialog dengan pelajar dan mahasiswa mengenai wawasan kebangsaan, toleransi, disiplin, etika bermedia sosial, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.Menurutnya, program tersebut bukan untuk mengambil peran guru atau dosen, melainkan sebagai bentuk kontribusi Polri dalam memperkuat pendidikan karakter dan meningkatkan kesadaran hukum sejak dini."Kami ingin kehadiran Polri di lingkungan pendidikan dipahami sebagai mitra strategis dalam membangun karakter generasi muda. Pengalaman lapangan yang dimiliki Polri dapat dipadukan dengan kekuatan akademik perguruan tinggi untuk melahirkan solusi yang lebih efektif bagi pembangunan masyarakat," kata Kapolda.Ia berharap perguruan tinggi menjadi ruang dialog yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, suku, budaya, dan daerah sehingga kampus benar-benar menjadi miniatur Indonesia yang menumbuhkan sikap toleran, inklusif, dan menghargai keberagaman.Kapolda menegaskan bahwa pembangunan Maluku tidak dapat dilakukan secara sektoral. Seluruh pemangku kepentingan harus membangun visi bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, menjaga stabilitas keamanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.Ia mengusulkan agar pemerintah daerah, perguruan tinggi, TNI–Polri, tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat memperkuat forum kolaborasi untuk menyusun arah pembangunan sumber daya manusia Maluku secara berkelanjutan.Kapolda juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kepastian hukum, dialog yang konstruktif, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan.Menurutnya, investasi yang dikelola secara bertanggung jawab akan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan pada akhirnya turut mendukung terciptanya stabilitas keamanan."Kita membutuhkan masyarakat yang terbuka terhadap perubahan, memiliki wawasan yang luas, serta mampu melihat setiap persoalan secara objektif. Pendidikan, literasi, dan dialog adalah fondasi utama untuk membangun masyarakat yang demikian," tegas Kapolda.Menutup arahannya, Kapolda menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Maluku. Ia meyakini daerah ini memiliki seluruh modal untuk tumbuh menjadi wilayah yang aman, maju, dan berdaya saing apabila seluruh potensi yang dimiliki mampu disinergikan melalui pendidikan, kolaborasi, dan kepemimpinan yang visioner."Saya percaya Maluku memiliki masa depan yang besar. Kekayaan alam, budaya yang luhur, dan generasi muda yang penuh potensi merupakan modal luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan seluruh potensi itu dikelola melalui pendidikan yang berkualitas, karakter yang kuat, dan kolaborasi yang berkesinambungan demi kemajuan Maluku dan Indonesia," pungkas Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan audiensi bersama Universitas Muhammadiyah Maluku mencerminkan komitmen Polda Maluku untuk memperluas peran Polri dalam pembangunan sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.Menurutnya, Polri Presisi tidak hanya diwujudkan melalui penguatan penegakan hukum dan pelayanan publik, tetapi juga melalui upaya preventif dengan membangun masyarakat yang cerdas, toleran, dan memiliki ketahanan sosial yang kuat."Bapak Kapolda menegaskan bahwa keamanan yang berkelanjutan hanya dapat dibangun apabila seluruh elemen bangsa bergerak bersama memperkuat pendidikan, karakter, literasi, ketahanan keluarga, dan solidaritas sosial. Karena itu, sinergi Polri dengan perguruan tinggi menjadi investasi strategis untuk melahirkan generasi yang unggul sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri," ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.Kabid Humas menambahkan, berbagai gagasan yang disampaikan Kapolda dalam audiensi tersebut akan ditindaklanjuti melalui penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk pengembangan program edukasi, dialog kebangsaan, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan literasi hukum dan digital bagi generasi muda.Ia berharap sinergi yang dibangun mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Maluku yang aman, inklusif, berdaya saing, serta mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.Audiensi yang berlangsung selama satu jam tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara Polda Maluku dan Universitas Muhammadiyah Maluku dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program yang mendukung terciptanya keamanan dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku.Melalui kolaborasi tersebut, Polda Maluku menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun manusia, memperkuat karakter, memperluas literasi, serta menghadirkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia yang maju, aman, dan berdaya saing. PNO-12 09 Agu 2026, 14:50 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Panglima Jilah Sowan Ke Solo: Dalam Waktu Dekat 20 Ribu Warga Dayak Akan Jemput Jokowi Papuanewsonline.com, Solo – Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah membeberkan agenda sowan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo Senin 10 Agustus 2026.Kedatangannya untuk mengundang langsung Jokowi menghadiri Rapat Besar Suku Dayak yang akan digelar  dalam bulan ini Agustus 2026."Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang dan hadiri acara adat budaya di bulan ini" ucap Panglima Jilah usai pertemuan.Panglima Jilah menyebut acara rapat besar tersebut direncanakan sebagai pertemuan akbar masyarakat adat Dayak dari seluruh Kalimantan.Panglima Jilah mengakui bahwa Jokowi masih memiliki banyak pendukung di Kalimantan  sehingga kehadirannya akan disambut antusias."Banyak penggemar beliau di kalimantan. Sekitar 20 ribu warga Dayak siap sambut beliau," ucap panglima Jilah.  Sementara itu Diketahui Jokowi akan hadiri Rapat Besar suku dayak dan Film KolosalYang akan turut dihadiri Jokowi sekaligus berperan penting dalam  film kolosal Dayak nantinya.  "Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya," ujar Panglima Jilah.Film tersebut dikonsep mengisahkan kolaborasi Dayak dengan Jawa di era Majapahit, dengan Jokowi ditawari sebagai pemeran utama.  Menurut Panglima Jilah, respons Jokowi terhadap kedua undangan — film dan rapat besar  — positif dan membahas isu kebangsaan.  Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Jokowi terkait kehadiran pada Rapat Besar Suku Dayak.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 22:39 WIT
Sang Merah Putih Terbesar Berkibar Di Gunung Cycloop, Ribuan Warga Papua Serukan Persatuan Papuanewsonline.com, Jayapura — Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua, saat sekitar 1.200 prajurit TNI, Polri, pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti Kirab serta Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ifar Gunung, Distrik Sentani, tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di Tanah Papua.Pangkoops TNI Habema hadir bersama Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Jayapura, pelajar, serta masyarakat setempat.Kehadiran para peserta disambut Tari Yop yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial. Tarian khas Papua tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.Setelah itu, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi penampilan Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur kirab sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih.Ribuan peserta dari berbagai unsur berjalan dalam satu barisan membawa semangat persatuan. Keterlibatan prajurit, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.Sesampainya di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, peserta menyaksikan pembentangan Sang Merah Putih berukuran sekitar 120 meter x 80 meter di kawasan Gunung Cycloop. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di tengah panorama pegunungan Papua.Penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih kemudian dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, Kirab dan Pembentangan Bendera Merah Putih merupakan wujud penguatan nasionalisme sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat.Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan Gunung Cycloop membawa pesan bahwa semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dijaga dari Tanah Papua.Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus perjuangan bangsa. Mereka diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.Rangkaian kegiatan mulai dari Tari Yop, penampilan drumband, kirab, hingga pembentangan bendera menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Papua dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakatDari Gunung Cycloop, berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol pesan persatuan dari Tanah Cenderawasih untuk Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta keutuhan NKRI.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:05 WIT
Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Boven Digoel, Wakil Bupati Tekankan Semangat Persatuan Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Meski cuaca kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung meriah. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok etnis, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kalangan terlihat antusias mengambil bagian dalam karnaval tersebut.Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.“Walaupun cuaca kurang mendukung, tetapi semangat yang luar biasa dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat tidak luntur untuk melaksanakan karnaval ini,” ujar Marlinus saat ditemui di sela-sela kegiatan.Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat Boven Digoel.Marlinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, kelompok etnis, komunitas dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.“Saya sangat mengapresiasi para OPD, etnis, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dan mengambil bagian dalam perayaan ini,” katanya.Ia juga mengajak seluruh suku, etnis, ras dan agama yang berada di Kabupaten Boven Digoel untuk terus membangun kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam setiap momentum perayaan kemerdekaan.Marlinus berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan di Boven Digoel.“Kita berharap ke depan semua suku, etnis, ras dan agama yang ada di Boven Digoel sama-sama memiliki antusias dan semangat untuk bersama-sama dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat dalam memeriahkan HUT RI,” tuturnya.Ia menegaskan, kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan daerah.“Semangat kebangsaan dan semangat persatuan yang ada ini akan terus kita bina. Ke depan, kita berharap semuanya dapat berlangsung dengan baik, sehingga kita boleh hidup rukun dan damai di atas tanah ini, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.Karnaval Budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Boven Digoel untuk menunjukkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Editor: OF 10 Agu 2026, 17:33 WIT
Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Walesi, Simbol Persatuan di Tanah Papua Papuanewsonline.com, Walesi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prajurit Pos Kotis Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha bersama pelajar, guru, dan warga Distrik Walesi mendaki bukit untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Bukit Walesi, Sabtu (8/8/2026). Perjalanan yang menyeberangi sungai dan menanjak bersama menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh medan maupun jarak.Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kebangsaan dan pembagian atribut Merah Putih kepada para siswa. Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki bersama membawa tiang bendera menuju puncak. Sesampainya di sana, semuanya bergotong royong mendirikan tiang dan mengibarkan bendera, dilanjutkan dengan penghormatan terpimpin sebagai tanda cinta dan hormat kepada simbol negara. Suasana kehangatan terasa saat semua menikmati hidangan sederhana bersama setelah upacara. Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan semangat kemerdekaan RI sampai ke pelosok Papua. Kebersamaan hari ini menunjukkan betapa eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.Pengibaran bendera di ketinggian ini membawa pesan bahwa kemerdekaan milik seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali mereka yang tinggal di kampung, pegunungan, hingga perbatasan. Bagi anak-anak Walesi, mendaki bersama, mendirikan tiang, dan memberi hormat menjadi pengalaman nyata bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 11:53 WIT
TNI-Polri Usut Kelompok Bersenjata yang Menembak Dua Warga di Festival Lembah Baliem Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI dan Polri tengah menelusuri identitas kelompok bersenjata yang diduga menembaki warga sipil di kawasan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Serangan mendadak itu menimpa warga yang hendak menyaksikan kegiatan budaya tahunan tersebut dan menyebabkan dua orang terluka.Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi membenarkan kedua korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Korban pertama, Laode Muhammad (43), menderita luka tembak di lutut, sedangkan korban kedua, Salbia (50), mengalami luka tembak di paha kanan. “Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil,” ujarnya dari Jayapura.Pasca-kejadian, prioritas utama aparat keamanan adalah mengamankan dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab masih terus berjalan. “Kami belum dapat memastikan asal kelompok pelaku, namun pengejaran dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif,” tegas Robbi.Kegiatan festival yang berlangsung 7–8 Agustus sempat terganggu, namun petugas keamanan gabungan segera mengendalikan situasi dan membersihkan lokasi. Acara yang seharusnya menjadi ajang merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan kekerasan yang menakutkan dan merugikan warga sipil.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 11:50 WIT
Dari Belanda ke Mimika: Seabad Kasih Tanpa Pamrih Suster Santo Fransiskus Charitas Papuanewsonline.com, Mimika – Perjalanan kasih yang dimulai dari sebuah biara kecil di Belanda kini telah menembus samudera, melintasi pulau Sumatera, hingga berakar dan berbuah lebat di tanah Papua. Tahun 2026 menjadi saksi genap satu abad kehadiran Kongregasi Suster-Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) di Indonesia, yang dirayakan dengan penuh syukur dalam Misa Syukur di Keuskupan Timika, dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Baru, pada Selasa (7/8/2026).Sejarah berawal pada 9 Juli 1926, ketika lima suster perintis pertama menginjakkan kaki di tepian Sungai Musi, Palembang. Di bawah semangat Santo Fransiskus, kesederhanaan, kerendahan hati, dan kasih kepada yang kecil, mereka merawat orang sakit, mendidik, dan mendampingi tanpa pamrih. Cabang Indonesia kemudian tumbuh mandiri pada 1 Desember 1991, dan tak lama berselang, pada tahun 1998, panggilan baru datang: melayani di tanah Mimika. Dua suster dikirim meninjau, dan dari kunjungan itu lahirlah kesepakatan untuk mengelola Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) yang dibangun atas kerja sama PT Freeport Indonesia, YPMAK, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Keuskupan Jayapura.Pada 20 Agustus 1999, RSMM mulai melayani dengan hanya sepuluh pasien per hari dan kapasitas 69 tempat tidur. Kini, 27 tahun kemudian, rumah sakit yang akrab disebut warga “Charitas” itu telah berkembang menjadi Rumah Sakit Kelas C berakreditasi KARS dengan 156 tempat tidur, didukung sekitar 370 tenaga, dan telah melayani lebih dari tiga juta pasien. Pelayanan meluas dari rawat jalan hingga UGD 24 jam, poliklinik spesialis, serta Klinik Mitra Masyarakat yang menjangkau wilayah lebih luas. Tak hanya di kota, kehadiran kasih itu pun hadir di pesisir melalui Biara Charitas Bintang Laut di Kaokanao.Yang paling mengesankan, benih kasih itu kini mulai tumbuh dari tanah sendiri: putri daerah Papua pun mulai bergabung menjadi bagian keluarga besar FCh, menandakan bahwa pengabdian ini bukan lagi sekadar perutusan dari jauh, melainkan telah berakar di hati masyarakat Amungsa. Jalan di depan rumah sakit pun kini bernama Jalan Charitas nama yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Mimika.Penulis: JidEditor: OF 09 Agu 2026, 08:54 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT