logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Aliran Dana Otonomi Khusus, Antara Realitas Dan Persepsi Kosong Di Kalangan Pengusaha Asli Papua Papuanewsonline.com, Papua – Kebijakan Otonomi Khusus di Tanah Papua yang telah berjalan lebih dari dua dekade senantiasa menjadi topik kajian yang menarik sekaligus mengundang perdebatan dalam lingkup pembangunan nasional. Secara ketentuan peraturan perundang-undangan, dana Otonomi Khusus dialokasikan secara berkala dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan tujuan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memberdayakan potensi ekonomi penduduk asli Papua di seluruh wilayah Tanah Papua.Berdasarkan data administrasi keuangan negara yang tercatat pada kurun waktu lima tahun terakhir, terungkap bahwa 90 persen dari total dana Otonomi Khusus yang diterima tingkat provinsi telah disalurkan lebih lanjut kepada pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua. Tingkat penyaluran tersebut secara statistik menunjukkan angka yang tinggi dan diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelaku usaha. Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan adanya kesenjangan antara besarnya aliran dana dengan persepsi yang berkembang di kalangan pengusaha asli Papua.Sebagian besar pengusaha yang berasal dari masyarakat asli Papua secara konsisten menyampaikan kesan bahwa manfaat dana Otonomi Khusus belum benar-benar mereka rasakan. Persepsi tersebut dinilai bukan sekadar pandangan subjektif, melainkan mencerminkan adanya persoalan struktural dalam mekanisme penyaluran dan pemanfaatan dana. Berbagai pengamatan lapangan menunjukkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.Pertama, terdapat ketidaksesuaian antara perencanaan program pemerintah daerah dengan kebutuhan riil para pengusaha lokal. Sebagian besar anggaran masih berfokus pada pembangunan sarana fisik, sementara alokasi yang secara khusus ditujukan untuk penguatan usaha milik warga asli dinilai masih terbatas dan tidak selalu tercantum secara jelas dalam dokumen anggaran. Kedua, sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari persyaratan administrasi yang rumit hingga persaingan yang dinilai belum seimbang bagi pelaku usaha asli Papua.Ketiga, lemahnya sistem pemantauan, pengawasan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat turut menambah ketidakjelasan perjalanan dana tersebut. Jarang tersedia laporan yang mudah dipahami mengenai besaran dana yang diterima, peruntukannya, maupun pihak-pihak yang dapat mengaksesnya. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kesan bahwa dana tersebut tidak memberikan manfaat langsung bagi kelompok sasaran.Keempat, belum terbangunnya mekanisme pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan. Dana yang besar belum sepenuhnya diikuti dengan program pelatihan, pendampingan, dan pembinaan yang sistematis guna meningkatkan daya saing usaha milik warga asli. Akibatnya, kemampuan pengusaha lokal untuk memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia masih dinilai belum optimal.Fenomena ini menegaskan bahwa angka penyaluran dana sebesar 90 persen belum secara otomatis menjamin tercapainya tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua. Masih terdapat jarak antara dana yang telah masuk ke kas daerah dengan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh pengusaha asli Papua. Persepsi bahwa "tidak ada dana otonomi khusus" yang dirasakan dipandang sebagai cerminan belum optimalnya tata kelola, keadilan akses, serta arah kebijakan pada tahap pelaksanaan.Bagi para pemangku kepentingan, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penyaluran dana saja belum cukup untuk mencapai tujuan pembangunan. Diperlukan penyusunan perencanaan yang lebih melibatkan pengusaha asli Papua, penyederhanaan akses terhadap program pemerintah, peningkatan transparansi penggunaan anggaran, serta penguatan pemberdayaan usaha lokal agar tujuan Otonomi Khusus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.Penulis: JidEditor: OF 17 Jul 2026, 21:30 WIT
Lurah Otomona dan Oknum P3K Diduga Jadi Dalang Hilangkan 3 Ton Beras Hak Warga Papuanewsonline.com, Timika, - Dugaan penyelewengan bantuan beras sebanyak 3 ton mencuat di Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Lurah Otomona atas nama  Farida dan seorang oknum pegawai P3K di kelurahan tersebut diduga menjadi dalang raibnya hak warga tersebut.Dugaan itu disampaikan langsung oleh warga Kelurahan Otomona, Jumat (17/7).Menurut warga, bantuan beras yang seharusnya diperuntukkan bagi warga miskin dan Orang Asli Papua (OAP) di Otomona justru tidak tepat sasaran. Bantuan tersebut diduga disalurkan kepada warga yang berdomisili di luar Kelurahan Otomona.Salah seorang warga Otomona, Anton, mengatakan beras bantuan itu diberikan kepada keluarga oknum pegawai P3K kelurahan."Beras yang menjadi hak warga Kelurahan Otomona ini diberikan kepada warga bukan dari Kelurahan Otomona. Ini permainan oknum pegawai P3K yang diketahui Ibu Lurah," ujar Anton.Akibat dugaan penyelewengan itu, banyak kepala keluarga yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan. " Jelas Warga  sangat kecewa dengan pemerintahan Pak JR ini oleh oknum Lurah," Ucapnya.Kata Anton warga mendesak Bupati segera mencopot Lurah Otomona sehingga bantuan dari pemerintah, bisa dirasakan oleh masyarakat Otomona.Desak Transparansi Data PenerimaWarga juga meminta pihak Kelurahan Otomona untuk membuka data penerima bantuan secara transparan kepada publik. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kecurigaan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat."Bantuan ini untuk rakyat kecil. Jadi harus adil dan tepat sasaran," ucap Anton.Hingga berita ini ditayangkan, Papuanewsonline.com telah berupaya menghubungi Lurah Otomona, Faridah, untuk meminta klarifikasi terkait mekanisme penyaluran dan data penerima bantuan. Namun, belum ada klarifikasi resmi yang diberikan.Kasus ini menjadi sorotan warga yang berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Mimika, segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi penyaluran bantuan sosial di tingkat kelurahan agar tepat sasaran dan berkeadilan.Penulis: HendrikEditor.  : Gf  17 Jul 2026, 18:53 WIT
Ketua Pemuda Muslim Mimika: Dapur MBG Se-Kabupaten Mimika Wajib Ambil Hasil Tani Mama-Mama Papua Papuanewsonline.com, Mimika – Kehadiran Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemenuhan gizi bagi masyarakat dan peserta didik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani lokal, khususnya mama-mama Papua.Hal tersebut disampaikan Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam rilis tertulis kepada media Papuanewsonline.com, Kamis 16 Juli 2026.DESAK DAPUR MBG SE-KABUPATEN PRIORITASKAN PETANI LOKALArifin meminta agar seluruh pengelola Dapur MBG se-Kabupaten Mimika memprioritaskan pembelian bahan pangan dari petani lokal. Menurutnya, program nasional yang hadir di daerah semestinya turut menggerakkan ekonomi masyarakat akar rumput.“Kami meminta seluruh Dapur MBG yang ada di Kabupaten Mimika dapat mengambil hasil tani mama-mama Papua. Jangan sampai kebutuhan pangan yang begitu besar justru lebih banyak didatangkan dari luar, sementara petani lokal kesulitan memasarkan hasil panennya,” ujar Arifin.HASIL TANI LOKAL PUNYA POTENSI BESARIa menilai hasil pertanian masyarakat seperti sayur-mayur, umbi-umbian, buah-buahan, dan komoditas pangan lainnya memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok Dapur MBG. Dengan adanya penyerapan hasil panen secara berkelanjutan, kesejahteraan keluarga petani diyakini akan meningkat.Arifin juga mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait untuk membangun sistem kemitraan yang jelas antara pengelola Dapur MBG dan kelompok tani lokal. Pendampingan, pelatihan, serta kepastian pasar dinilai penting agar petani mampu memenuhi kebutuhan dari sisi jumlah dan kualitas.MAMA-MAMA PAPUA PAHLAWAN EKONOMI“Mama-mama Papua adalah pahlawan ekonomi keluarga. Mereka bekerja sejak pagi hingga sore di kebun untuk menghasilkan pangan. Karena itu, sudah sewajarnya mereka mendapatkan ruang yang adil dalam program-program pemerintah,” katanya.Selain memberikan manfaat ekonomi, keterlibatan petani lokal juga dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi apabila hasil pertanian masyarakat diberdayakan secara maksimal.HARAP ADA MEKANISME BERPIHAKPemuda Muslim Mimika berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pengelola Dapur MBG, hingga pelaku usaha, dapat duduk bersama menyusun mekanisme yang berpihak pada petani lokal tanpa mengabaikan standar kualitas dan ketentuan yang berlaku dalam program tersebut.“Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi berkah bagi semua. Anak-anak mendapatkan makanan yang sehat, sementara mama-mama Papua mendapatkan kepastian pasar untuk hasil kebun mereka. Inilah bentuk pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Arifin.Dengan semangat pemberdayaan dan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua, harapan agar Dapur MBG menjadi motor penggerak ekonomi rakyat kini semakin menguat. Masyarakat menanti langkah nyata agar hasil tani mama-mama Papua dapat terserap secara optimal di seluruh Kabupaten Mimika.Penulis: HendrikEditor: OF 17 Jul 2026, 18:23 WIT
Ibu-Ibu Rt 19 Pasar Sentral Gotong Royong, Desak Pemda Pasang Lampu Di Titik Rawan Begal Papuanewsonline.com, Mimika – Semangat kebersamaan warga RT 19 Kelurahan Pasar Sentral kembali terlihat. Di bawah pimpinan Ibu Aligonda Rado, puluhan ibu-ibu turun langsung membersihkan jalan lingkungan secara sukarela pada Kamis 17 Juli 2026.Kegiatan pembersihan ini murni dilakukan atas inisiatif masyarakat. Tanpa menunggu bantuan, para ibu bahu-membahu menyapu, memotong rumput, dan mengangkat sampah di sepanjang jalan RT 19.Menurut warga, kegiatan gotong royong seperti ini rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka. Namun di tengah kegiatan tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi penting kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.Aspirasi itu terkait minimnya penerangan jalan di wilayah mereka. Warga meminta agar Pemda segera memasang lampu penerangan jalan di area jalan Busiry ujung, tepatnya di ujung SMA 6 tembusan jln, Petrosea.Alasannya, kawasan tersebut dinilai sangat gelap dan rawan kejahatan saat malam hari. "Karena area jalan tersebut sangat rawan kalau malam hari banyak terjadi kejadian-kejadian seperti begal dan lain-lain yang di harapkan masyarakat," ujar perwakilan ibu-ibu RT 19.Warga berharap suara mereka segera didengar. Mereka menilai penerangan jalan sangat penting untuk keamanan anak sekolah, pekerja, dan warga yang beraktivitas di malam hari."Kami sudah berinisiatif jaga kebersihan. Sekarang kami minta pemerintah bantu kami dengan lampu jalan agar tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan," tutup warga.  Penulis: HendrikEditor: OF 17 Jul 2026, 18:20 WIT
Langkah Nyata Menjaga Papua Damai: Koops TNI Habema Kuasai Honai Kelompok Bersenjata OPM Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Dalam upaya menjaga keamanan masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Tim Patroli Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaksanakan operasi penguasaan terhadap sebuah honai yang menjadi lokasi transit kelompok bersenjata OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (16/7).Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian informasi intelijen yang mengindikasikan adanya rencana aksi bersenjata terhadap aparat keamanan, serta kegiatan konsolidasi kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Setelah melalui proses pengintaian, verifikasi, dan perencanaan yang matang, pasukan bergerak menuju lokasi untuk mengamankan sasaran dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat.Dalam pelaksanaan operasi keamanan, personel Satgas berhasil menguasai honai yang digunakan sebagai tempat transit kelompok bersenjata OPM. Dari lokasi tersebut diamankan satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta berbagai perlengkapan lain yang berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam mengurangi potensi ancaman terhadap masyarakat sipil sekaligus mencegah penggunaan senjata untuk melakukan aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya. Kehadiran personel TNI bertujuan untuk memastikan warga dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan aman dan damai.Di tengah pelaksanaan operasi, empat warga yang berada di sekitar lokasi secara sukarela menyampaikan harapan agar kampung mereka tetap damai, aman, dan terbebas dari kekerasan. Mereka menyatakan komitmen untuk bersama-sama menjaga ketenangan lingkungan serta mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.Peristiwa ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan Papua yang damai memerlukan keseimbangan antara menjaga keamanan dan membangun kepercayaan melalui pendekatan yang humanis, dengan mengedepankan dialog, kepedulian, dan penghormatan terhadap masyarakat.Keberhasilan operasi ini juga menjadi bukti dedikasi dan profesionalisme prajurit TNI yang menjalankan tugas dengan penuh keberanian, disiplin, dan pengorbanan demi menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat Papua dari ancaman kelompok bersenjata.Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap operasi keamanan yang dilaksanakan Koops TNI Habema selalu berlandaskan prinsip selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.“Tugas utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Setiap tindakan dilakukan secara terukur berdasarkan informasi yang valid, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Keamanan yang terjaga merupakan fondasi bagi berlangsungnya pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Koops TNI Habema kembali mengajak seluruh anggota kelompok bersenjata OPM yang hingga kini masih berada di hutan agar menghentikan kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang dialog dan kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali melalui jalur damai, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum. Bersama masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa, Papua yang aman, damai, dan sejahtera merupakan cita-cita yang harus diwujudkan bersama.Penulis: JidEditor: OF 17 Jul 2026, 18:13 WIT
Gembala Dan Tiga Warga Sipil Hilang Ditangkap Aparat Di Intan Jaya, TPNPB Desak Penyelidikan Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah laporan mengkhawatirkan datang dari Kabupaten Intan Jaya. Berdasarkan siaran pers resmi Komando Nasional TPNPB-OPM yang dirilis Jumat (17/7/2026), dilaporkan bahwa seorang gembala bernama Yonas Nambagani beserta tiga warga sipil lainnya—Simon Kopeau, Yosep Pogau, dan Agus Nabelau—diduga diculik atau ditangkap aparat militer Indonesia. Kejadian ini berlangsung saat berlangsungnya operasi militer di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, pada Kamis siang, 16 Juli 2026.Hingga saat ini, keberadaan dan nasib keempat warga tersebut belum diketahui secara pasti. Warga setempat telah berupaya mencari mereka di pos militer terdekat, namun tidak ditemukan. Pihak TPNPB menyampaikan kekhawatiran yang mendalam bahwa para korban dituduh sebagai anggota kelompok bersenjata Kodap VIII Intan Jaya, sehingga dikhawatirkan keselamatan mereka terancam, bahkan diduga kuat telah disergap atau ditembak.Selain di Kampung Jalai, operasi militer juga meluas hingga ke Kampung Abundoga dan pemukiman lain di wilayah tersebut. Namun, keterbatasan jaringan komunikasi dan akses membuat informasi mengenai dampak serta jumlah korban di daerah-daerah lain belum dapat dipastikan secara lengkap dan akurat. Situasi ini semakin menambah ketakutan dan kecemasan warga sipil yang tinggal di wilayah tersebut.Merespons peristiwa ini, pihak TPNPB memohon perhatian serius dari lembaga Hak Asasi Manusia baik di tingkat nasional maupun internasional untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan guna memastikan keselamatan para korban. Mereka pun meminta pihak militer segera membebaskan warga sipil yang tidak bersalah ini. “Jangan tangkap dan tuduh warga sipil sembarangan. Jika ingin berhadapan, datanglah ke markas kami, bukan ke pemukiman warga,” tegas pernyataan tersebut.Tindakan menangkap dan menuduh warga sipil tanpa bukti dinilai sebagai pelanggaran berat HAM dan kejahatan perang. Pihak mereka menegaskan agar Presiden Prabowo Subianto segera bertanggung jawab penuh atas segala peristiwa yang merugikan dan membahayakan nyawa warga sipil yang terjadi di tanah Papua selama masa konflik ini berlangsung.Penulis: JidEditor: OF 17 Jul 2026, 14:18 WIT
Pilihan Redaksi
Aliran Dana Otonomi Khusus, Antara Realitas Dan Persepsi Kosong Di Kalangan Pengusaha Asli Papua Papuanewsonline.com, Papua – Kebijakan Otonomi Khusus di Tanah Papua yang telah berjalan lebih dari dua dekade senantiasa menjadi topik kajian yang menarik sekaligus mengundang perdebatan dalam lingkup pembangunan nasional. Secara ketentuan peraturan perundang-undangan, dana Otonomi Khusus dialokasikan secara berkala dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan tujuan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memberdayakan potensi ekonomi penduduk asli Papua di seluruh wilayah Tanah Papua.Berdasarkan data administrasi keuangan negara yang tercatat pada kurun waktu lima tahun terakhir, terungkap bahwa 90 persen dari total dana Otonomi Khusus yang diterima tingkat provinsi telah disalurkan lebih lanjut kepada pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua. Tingkat penyaluran tersebut secara statistik menunjukkan angka yang tinggi dan diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelaku usaha. Namun, kenyataan di lapangan memperlihatkan adanya kesenjangan antara besarnya aliran dana dengan persepsi yang berkembang di kalangan pengusaha asli Papua.Sebagian besar pengusaha yang berasal dari masyarakat asli Papua secara konsisten menyampaikan kesan bahwa manfaat dana Otonomi Khusus belum benar-benar mereka rasakan. Persepsi tersebut dinilai bukan sekadar pandangan subjektif, melainkan mencerminkan adanya persoalan struktural dalam mekanisme penyaluran dan pemanfaatan dana. Berbagai pengamatan lapangan menunjukkan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.Pertama, terdapat ketidaksesuaian antara perencanaan program pemerintah daerah dengan kebutuhan riil para pengusaha lokal. Sebagian besar anggaran masih berfokus pada pembangunan sarana fisik, sementara alokasi yang secara khusus ditujukan untuk penguatan usaha milik warga asli dinilai masih terbatas dan tidak selalu tercantum secara jelas dalam dokumen anggaran. Kedua, sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari persyaratan administrasi yang rumit hingga persaingan yang dinilai belum seimbang bagi pelaku usaha asli Papua.Ketiga, lemahnya sistem pemantauan, pengawasan, serta penyampaian informasi kepada masyarakat turut menambah ketidakjelasan perjalanan dana tersebut. Jarang tersedia laporan yang mudah dipahami mengenai besaran dana yang diterima, peruntukannya, maupun pihak-pihak yang dapat mengaksesnya. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kesan bahwa dana tersebut tidak memberikan manfaat langsung bagi kelompok sasaran.Keempat, belum terbangunnya mekanisme pemberdayaan yang terarah dan berkelanjutan. Dana yang besar belum sepenuhnya diikuti dengan program pelatihan, pendampingan, dan pembinaan yang sistematis guna meningkatkan daya saing usaha milik warga asli. Akibatnya, kemampuan pengusaha lokal untuk memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia masih dinilai belum optimal.Fenomena ini menegaskan bahwa angka penyaluran dana sebesar 90 persen belum secara otomatis menjamin tercapainya tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua. Masih terdapat jarak antara dana yang telah masuk ke kas daerah dengan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh pengusaha asli Papua. Persepsi bahwa "tidak ada dana otonomi khusus" yang dirasakan dipandang sebagai cerminan belum optimalnya tata kelola, keadilan akses, serta arah kebijakan pada tahap pelaksanaan.Bagi para pemangku kepentingan, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penyaluran dana saja belum cukup untuk mencapai tujuan pembangunan. Diperlukan penyusunan perencanaan yang lebih melibatkan pengusaha asli Papua, penyederhanaan akses terhadap program pemerintah, peningkatan transparansi penggunaan anggaran, serta penguatan pemberdayaan usaha lokal agar tujuan Otonomi Khusus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.Penulis: JidEditor: OF 17 Jul 2026, 21:30 WIT
Lurah Otomona dan Oknum P3K Diduga Jadi Dalang Hilangkan 3 Ton Beras Hak Warga Papuanewsonline.com, Timika, - Dugaan penyelewengan bantuan beras sebanyak 3 ton mencuat di Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Lurah Otomona atas nama  Farida dan seorang oknum pegawai P3K di kelurahan tersebut diduga menjadi dalang raibnya hak warga tersebut.Dugaan itu disampaikan langsung oleh warga Kelurahan Otomona, Jumat (17/7).Menurut warga, bantuan beras yang seharusnya diperuntukkan bagi warga miskin dan Orang Asli Papua (OAP) di Otomona justru tidak tepat sasaran. Bantuan tersebut diduga disalurkan kepada warga yang berdomisili di luar Kelurahan Otomona.Salah seorang warga Otomona, Anton, mengatakan beras bantuan itu diberikan kepada keluarga oknum pegawai P3K kelurahan."Beras yang menjadi hak warga Kelurahan Otomona ini diberikan kepada warga bukan dari Kelurahan Otomona. Ini permainan oknum pegawai P3K yang diketahui Ibu Lurah," ujar Anton.Akibat dugaan penyelewengan itu, banyak kepala keluarga yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan. " Jelas Warga  sangat kecewa dengan pemerintahan Pak JR ini oleh oknum Lurah," Ucapnya.Kata Anton warga mendesak Bupati segera mencopot Lurah Otomona sehingga bantuan dari pemerintah, bisa dirasakan oleh masyarakat Otomona.Desak Transparansi Data PenerimaWarga juga meminta pihak Kelurahan Otomona untuk membuka data penerima bantuan secara transparan kepada publik. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kecurigaan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat."Bantuan ini untuk rakyat kecil. Jadi harus adil dan tepat sasaran," ucap Anton.Hingga berita ini ditayangkan, Papuanewsonline.com telah berupaya menghubungi Lurah Otomona, Faridah, untuk meminta klarifikasi terkait mekanisme penyaluran dan data penerima bantuan. Namun, belum ada klarifikasi resmi yang diberikan.Kasus ini menjadi sorotan warga yang berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Mimika, segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi penyaluran bantuan sosial di tingkat kelurahan agar tepat sasaran dan berkeadilan.Penulis: HendrikEditor.  : Gf  17 Jul 2026, 18:53 WIT
Ketua Pemuda Muslim Mimika: Dapur MBG Se-Kabupaten Mimika Wajib Ambil Hasil Tani Mama-Mama Papua Papuanewsonline.com, Mimika – Kehadiran Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemenuhan gizi bagi masyarakat dan peserta didik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani lokal, khususnya mama-mama Papua.Hal tersebut disampaikan Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam rilis tertulis kepada media Papuanewsonline.com, Kamis 16 Juli 2026.DESAK DAPUR MBG SE-KABUPATEN PRIORITASKAN PETANI LOKALArifin meminta agar seluruh pengelola Dapur MBG se-Kabupaten Mimika memprioritaskan pembelian bahan pangan dari petani lokal. Menurutnya, program nasional yang hadir di daerah semestinya turut menggerakkan ekonomi masyarakat akar rumput.“Kami meminta seluruh Dapur MBG yang ada di Kabupaten Mimika dapat mengambil hasil tani mama-mama Papua. Jangan sampai kebutuhan pangan yang begitu besar justru lebih banyak didatangkan dari luar, sementara petani lokal kesulitan memasarkan hasil panennya,” ujar Arifin.HASIL TANI LOKAL PUNYA POTENSI BESARIa menilai hasil pertanian masyarakat seperti sayur-mayur, umbi-umbian, buah-buahan, dan komoditas pangan lainnya memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok Dapur MBG. Dengan adanya penyerapan hasil panen secara berkelanjutan, kesejahteraan keluarga petani diyakini akan meningkat.Arifin juga mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika melalui dinas terkait untuk membangun sistem kemitraan yang jelas antara pengelola Dapur MBG dan kelompok tani lokal. Pendampingan, pelatihan, serta kepastian pasar dinilai penting agar petani mampu memenuhi kebutuhan dari sisi jumlah dan kualitas.MAMA-MAMA PAPUA PAHLAWAN EKONOMI“Mama-mama Papua adalah pahlawan ekonomi keluarga. Mereka bekerja sejak pagi hingga sore di kebun untuk menghasilkan pangan. Karena itu, sudah sewajarnya mereka mendapatkan ruang yang adil dalam program-program pemerintah,” katanya.Selain memberikan manfaat ekonomi, keterlibatan petani lokal juga dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi apabila hasil pertanian masyarakat diberdayakan secara maksimal.HARAP ADA MEKANISME BERPIHAKPemuda Muslim Mimika berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pengelola Dapur MBG, hingga pelaku usaha, dapat duduk bersama menyusun mekanisme yang berpihak pada petani lokal tanpa mengabaikan standar kualitas dan ketentuan yang berlaku dalam program tersebut.“Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi berkah bagi semua. Anak-anak mendapatkan makanan yang sehat, sementara mama-mama Papua mendapatkan kepastian pasar untuk hasil kebun mereka. Inilah bentuk pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Arifin.Dengan semangat pemberdayaan dan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua, harapan agar Dapur MBG menjadi motor penggerak ekonomi rakyat kini semakin menguat. Masyarakat menanti langkah nyata agar hasil tani mama-mama Papua dapat terserap secara optimal di seluruh Kabupaten Mimika.Penulis: HendrikEditor: OF 17 Jul 2026, 18:23 WIT
Ibu-Ibu Rt 19 Pasar Sentral Gotong Royong, Desak Pemda Pasang Lampu Di Titik Rawan Begal Papuanewsonline.com, Mimika – Semangat kebersamaan warga RT 19 Kelurahan Pasar Sentral kembali terlihat. Di bawah pimpinan Ibu Aligonda Rado, puluhan ibu-ibu turun langsung membersihkan jalan lingkungan secara sukarela pada Kamis 17 Juli 2026.Kegiatan pembersihan ini murni dilakukan atas inisiatif masyarakat. Tanpa menunggu bantuan, para ibu bahu-membahu menyapu, memotong rumput, dan mengangkat sampah di sepanjang jalan RT 19.Menurut warga, kegiatan gotong royong seperti ini rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka. Namun di tengah kegiatan tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi penting kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.Aspirasi itu terkait minimnya penerangan jalan di wilayah mereka. Warga meminta agar Pemda segera memasang lampu penerangan jalan di area jalan Busiry ujung, tepatnya di ujung SMA 6 tembusan jln, Petrosea.Alasannya, kawasan tersebut dinilai sangat gelap dan rawan kejahatan saat malam hari. "Karena area jalan tersebut sangat rawan kalau malam hari banyak terjadi kejadian-kejadian seperti begal dan lain-lain yang di harapkan masyarakat," ujar perwakilan ibu-ibu RT 19.Warga berharap suara mereka segera didengar. Mereka menilai penerangan jalan sangat penting untuk keamanan anak sekolah, pekerja, dan warga yang beraktivitas di malam hari."Kami sudah berinisiatif jaga kebersihan. Sekarang kami minta pemerintah bantu kami dengan lampu jalan agar tidak ada lagi kejadian yang tidak diinginkan," tutup warga.  Penulis: HendrikEditor: OF 17 Jul 2026, 18:20 WIT
Langkah Nyata Menjaga Papua Damai: Koops TNI Habema Kuasai Honai Kelompok Bersenjata OPM Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Dalam upaya menjaga keamanan masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Tim Patroli Komando Operasi (Koops) TNI Habema melaksanakan operasi penguasaan terhadap sebuah honai yang menjadi lokasi transit kelompok bersenjata OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (16/7).Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian informasi intelijen yang mengindikasikan adanya rencana aksi bersenjata terhadap aparat keamanan, serta kegiatan konsolidasi kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Setelah melalui proses pengintaian, verifikasi, dan perencanaan yang matang, pasukan bergerak menuju lokasi untuk mengamankan sasaran dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat.Dalam pelaksanaan operasi keamanan, personel Satgas berhasil menguasai honai yang digunakan sebagai tempat transit kelompok bersenjata OPM. Dari lokasi tersebut diamankan satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta berbagai perlengkapan lain yang berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam mengurangi potensi ancaman terhadap masyarakat sipil sekaligus mencegah penggunaan senjata untuk melakukan aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya. Kehadiran personel TNI bertujuan untuk memastikan warga dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan aman dan damai.Di tengah pelaksanaan operasi, empat warga yang berada di sekitar lokasi secara sukarela menyampaikan harapan agar kampung mereka tetap damai, aman, dan terbebas dari kekerasan. Mereka menyatakan komitmen untuk bersama-sama menjaga ketenangan lingkungan serta mendukung terciptanya kehidupan yang harmonis demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.Peristiwa ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan Papua yang damai memerlukan keseimbangan antara menjaga keamanan dan membangun kepercayaan melalui pendekatan yang humanis, dengan mengedepankan dialog, kepedulian, dan penghormatan terhadap masyarakat.Keberhasilan operasi ini juga menjadi bukti dedikasi dan profesionalisme prajurit TNI yang menjalankan tugas dengan penuh keberanian, disiplin, dan pengorbanan demi menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi masyarakat Papua dari ancaman kelompok bersenjata.Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap operasi keamanan yang dilaksanakan Koops TNI Habema selalu berlandaskan prinsip selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.“Tugas utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Setiap tindakan dilakukan secara terukur berdasarkan informasi yang valid, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Keamanan yang terjaga merupakan fondasi bagi berlangsungnya pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.Koops TNI Habema kembali mengajak seluruh anggota kelompok bersenjata OPM yang hingga kini masih berada di hutan agar menghentikan kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang dialog dan kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali melalui jalur damai, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum. Bersama masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa, Papua yang aman, damai, dan sejahtera merupakan cita-cita yang harus diwujudkan bersama.Penulis: JidEditor: OF 17 Jul 2026, 18:13 WIT
Gembala Dan Tiga Warga Sipil Hilang Ditangkap Aparat Di Intan Jaya, TPNPB Desak Penyelidikan Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah laporan mengkhawatirkan datang dari Kabupaten Intan Jaya. Berdasarkan siaran pers resmi Komando Nasional TPNPB-OPM yang dirilis Jumat (17/7/2026), dilaporkan bahwa seorang gembala bernama Yonas Nambagani beserta tiga warga sipil lainnya—Simon Kopeau, Yosep Pogau, dan Agus Nabelau—diduga diculik atau ditangkap aparat militer Indonesia. Kejadian ini berlangsung saat berlangsungnya operasi militer di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, pada Kamis siang, 16 Juli 2026.Hingga saat ini, keberadaan dan nasib keempat warga tersebut belum diketahui secara pasti. Warga setempat telah berupaya mencari mereka di pos militer terdekat, namun tidak ditemukan. Pihak TPNPB menyampaikan kekhawatiran yang mendalam bahwa para korban dituduh sebagai anggota kelompok bersenjata Kodap VIII Intan Jaya, sehingga dikhawatirkan keselamatan mereka terancam, bahkan diduga kuat telah disergap atau ditembak.Selain di Kampung Jalai, operasi militer juga meluas hingga ke Kampung Abundoga dan pemukiman lain di wilayah tersebut. Namun, keterbatasan jaringan komunikasi dan akses membuat informasi mengenai dampak serta jumlah korban di daerah-daerah lain belum dapat dipastikan secara lengkap dan akurat. Situasi ini semakin menambah ketakutan dan kecemasan warga sipil yang tinggal di wilayah tersebut.Merespons peristiwa ini, pihak TPNPB memohon perhatian serius dari lembaga Hak Asasi Manusia baik di tingkat nasional maupun internasional untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan guna memastikan keselamatan para korban. Mereka pun meminta pihak militer segera membebaskan warga sipil yang tidak bersalah ini. “Jangan tangkap dan tuduh warga sipil sembarangan. Jika ingin berhadapan, datanglah ke markas kami, bukan ke pemukiman warga,” tegas pernyataan tersebut.Tindakan menangkap dan menuduh warga sipil tanpa bukti dinilai sebagai pelanggaran berat HAM dan kejahatan perang. Pihak mereka menegaskan agar Presiden Prabowo Subianto segera bertanggung jawab penuh atas segala peristiwa yang merugikan dan membahayakan nyawa warga sipil yang terjadi di tanah Papua selama masa konflik ini berlangsung.Penulis: JidEditor: OF 17 Jul 2026, 14:18 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Hadapi Era Green Shipping, STIP Cetak 1.735 SDM Maritim Berdaya Saing Global Papuanewsonline.com, Jakarta – Industri pelayaran dunia tengah mengalami transformasi besar. Digitalisasi kapal, otomatisasi sistem navigasi, penerapan teknologi rendah emisi, hingga target dekarbonisasi menuntut lahirnya sumber daya manusia maritim yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjawab tantangan keberlanjutan.Menjawab kebutuhan tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Indonesia meluluskan dan melepas 1.735 sumber daya manusia maritim di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Lulusan terdiri atas 361 lulusan Program Diploma IV dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta 1.374 peserta Program Diklat Peningkatan Ahli Nautika dan Ahli Teknika Tingkat I sampai V. Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan industri pelayaran nasional maupun internasional yang terus berkembang.Mewakili Menteri Perhubungan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengatakan bahwa perubahan lanskap industri pelayaran global menuntut hadirnya SDM yang mampu menguasai teknologi sekaligus menjunjung tinggi keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan."Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Di tengah pesatnya transformasi industri pelayaran global, mulai dari digitalisasi, pemanfaatan teknologi cerdas, peningkatan standar keselamatan, hingga penerapan efisiensi energi dan perlindungan lingkungan, sektor maritim dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, lulusan STIP harus mampu menjadi insan maritim yang profesional, adaptif, dan memiliki daya saing global," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan kualitas SDM merupakan faktor strategis dalam mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pengembangan pendidikan dan pelatihan maritim yang selaras dengan kebutuhan industri melalui pembaruan kurikulum, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi yang erat dengan dunia usaha dan dunia industri.Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Suharto, menegaskan bahwa transformasi sektor transportasi hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi perubahan."BPSDMP terus melakukan transformasi pendidikan vokasi transportasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sektor transportasi. Penguatan kompetensi, karakter, serta kolaborasi dengan mitra industri dan institusi internasional akan terus menjadi prioritas kami dalam membangun SDM transportasi Indonesia yang berdaya saing global," katanya.Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perhubungan, STIP Indonesia telah menerapkan sistem pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada pencapaian kompetensi lulusan sesuai kebutuhan industri. Taruna tidak hanya memperoleh pembelajaran di kelas, tetapi juga menjalani praktik di simulator, laboratorium, praktik berlayar di kapal niaga, hingga magang di perusahaan pelayaran dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).Ketua STIP Indonesia, Tri Cahyadi, mengatakan bahwa perubahan kebutuhan industri menjadi dasar utama dalam penyusunan sistem pembelajaran di STIP."Industri pelayaran membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memahami standar internasional, sekaligus memiliki karakter dan integritas yang kuat. Karena itu, STIP terus memperkuat proses pembelajaran melalui pendekatan Outcome-Based Education, peningkatan kualitas praktik, serta memperluas kerja sama internasional agar lulusan memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.Komitmen tersebut tercermin dari berbagai capaian yang berhasil diraih STIP Indonesia. Pada tahun 2026, STIP memperoleh Akreditasi Internasional Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) untuk bidang Engineering Technology and Similarity Named Programs. Selain itu, STIP aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan maritim dunia, di antaranya World Maritime University (Swedia), Hochschule Flensburg University of Applied Sciences (Jerman), Jimei University (Tiongkok), Korea Maritime and Ocean University, serta berbagai organisasi maritim internasional melalui program pertukaran mahasiswa, dosen, pelatihan internasional, hingga pengembangan kompetensi di bidang dekarbonisasi pelayaran dan antikorupsi maritim.Mengusung tema "Navigating the Future: Seafarers as the Leaders in Maritime Technology and Guardians of the Environment", STIP menegaskan komitmennya dalam menyiapkan perwira transportasi laut yang mampu memimpin transformasi teknologi maritim sekaligus menjadi penjaga keberlanjutan lingkungan.Dengan bertambahnya 1.735 lulusan baru pada tahun ini, Indonesia semakin memperkuat ketersediaan SDM maritim yang profesional dan berdaya saing global. Kehadiran mereka diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri pelayaran nasional, memperkuat keselamatan pelayaran, serta menjawab kebutuhan tenaga profesional di tengah transformasi menuju industri maritim yang lebih digital, efisien, dan ramah lingkungan.Penulis: JidEditor: OF 16 Jul 2026, 21:47 WIT
Warga Kritik Kinerja Kadisdik Mimika: Jangan Hanya Duduk di Ruangan Ber-AC Papuanewsonline.com, Timika, – Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, mendapat kritikan dari warga. Kritik tersebut dilayangkan terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan minimnya pengawasan terhadap sekolah-sekolah di Mimika.Warga Mimika, Pogi Welerubun, menilai Kepala Dinas Pendidikan belum maksimal turun ke lapangan untuk melihat langsung persoalan yang terjadi di sekolah. Menurutnya, pejabat pendidikan tidak cukup hanya bekerja dari balik meja."Kepala dinas itu harus jeli, harus turun. Jangan terlalu banyak duduk di dalam ruangan ber-AC lalu berpangku tangan. Turun langsung ke lapangan, lihat," kata Pogi saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (16/7/2026).Soroti Penerimaan Siswa di SMA Negeri 6 TimikaPogi secara khusus menyoroti proses penerimaan siswa baru di SMA Negeri 6 Timika. Ia menemukan adanya siswa dari luar zona yang diterima, sementara warga yang berdomisili di sekitar Pasar Sentral dan Nayaro justru ditolak."Harusnya didahulukan yang di seputaran situ dulu. Baru bisa terima dari SP 13, SP 12, Mapurujaya. Bukan langsung serobotan saja masuk. Itu kepala dinas harus lihat hal-hal seperti begitu," ujarnya.Ia khawatir, jika Dinas Pendidikan berdiam diri, proses penerimaan siswa rawan terjadi praktik kolusi dan pungutan liar."Kalau dibiarkan, penerimaan bisa berdasarkan kedekatan atau uang," kata dia.Antrean Formulir dan Dugaan PungutanSelain masalah zonasi, Pogi juga menyoroti proses pembagian formulir pendaftaran yang dinilai tidak tertib dan tidak transparan.Menurutnya, orang tua siswa harus mengantre sejak pukul 04.00 WIT tanpa adanya sistem nomor antrean yang jelas."Guru-guru bagi formulir itu kadang lihat orang, keluarganya, baru dia kasih. Sementara orang antre dari jam 4 pagi sampai jam 9 lewat untuk dapat formulir. Itu rebutan seperti orang rebutan sembako. Tidak dibikin nomor antrean," tuturnya.Pogi juga menyinggung masih adanya dugaan pungutan biaya pendaftaran, padahal Pemerintah Kabupaten Mimika telah mencanangkan program sekolah gratis."Selama ini mungkin ada keluhan-keluhan dari sekolah-sekolah. Masalah pendidikan, ada yang gratis, ada yang masih dibayar dengan pungutan-pungutan seperti daftar mesti dibayar," tegasnya.Ia berharap Kepala Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan turun langsung memantau kondisi sekolah agar sistem pendidikan di Mimika berjalan adil dan transparan.Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, belum berhasil dikonfirmasi.Penulis: HendrikEditor.  : Gf 16 Jul 2026, 14:51 WIT
Seperti Apa Pergaulan Anak di Boarding School? Ini Faktanya Papuanewsonline.com, Mimika - “Pergaulan di asrama seperti apa?”, pertanyaan yang hampir pasti ditanyakan setiap orang tua yang mempertimbangkan boarding school. Jawabannya bergantung pada sistem sekolah. Di boarding school yang baik, pergaulan didesain: teman sekamar dirotasi, konflik dimediasi, dan aktivitas bersama membangun ikatan yang sehat. Untuk lebih detailnya, Anda bisa baca penjelasannya di artikel ini. Pertanyaan Paling Sering: Bagaimana Pergaulan di Asrama?Pengertian boarding school selama ini selalu erat stigmanya dengan sistem yang teratur dan aman bagi siswa. Tidak heran jika pergaulan juga menjadi concern ketika anak sekolah. Apalagi di beberapa asrama bisa terjadi perundungan yang akhirnya memberikan kejadian traumatis bagi siswa. Tetapi, perlu ditekankan, “tidak semua sekolah”, melainkan hanya “beberapa sekolah yang sistem pendidikannya tidak terkontrol dengan baik”. Berbeda dengan sistem asrama di Boarding School yang justru sistem pengawasan dilakukan oleh pembina asrama dan pembina akademik hingga 24 jam. Dengan begitu, anak tetap terkontrol dan bila terjadi konflik, bisa segera dimediasi oleh pembina asrama maupun guru di sekolah. Sistem yang Membentuk Pergaulan PositifBanyak sistem dan kegiatan di asrama yang tanpa disadari sebenarnya dapat membentuk pergaulan positif antar sesama, misalnya:1. Rotasi Teman SekamarSetiap 3 atau 6 bulan sekali, setidaknya harus ada rotasi kamar, agar siswa tidak berteman dengan orang yang sama dalam setiap periode. Ini juga mengajarkan mereka agar bisa beradaptasi dengan berbagai karakter sebelum menghadapi dunia luar. Secara tidak langsung, tentunya akan memperluas relasi sosial siswa. 2. Kegiatan Bersama: Olahraga, Ibadah, Study GroupIbadah tidak hanya berupa kegiatan spiritual biasa, namun dibaliknya ada momen kebersamaan terutama jika dijalankan bersama-sama. Begitu juga dengan kegiatan lainnya seperti olahraga dan study group. Interaksi yang terjadi jauh lebih positif dan juga terjaga. 3. Peran Pembina dalam Mediasi KonflikSecara teknis, pembina juga bertanggungjawab menjadi penengah dan  pembimbing siswa terutama ketika terjadi konflik antar siswa. Pembina akan mengarahkan penyelesaian dengan cara baik-baik dan menjadikannya sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali. Nilai yang Tumbuh dari Kehidupan KomunalHidup bersama dalam 24 jam memang bukan hal yang mudah, terutama menghadapi orang dengan karakter berbeda. Namun, bukan soal itu, melainkan kita harus melihat nilai-nilai yang tumbuh setelah kebersamaan tersebut. Toleransi, Empati, dan Kerja SamaContohnya, toleransi, empat, dan kerjasama. Karena hidup dengan latar belakang dan kebiasaan berbeda, maka kita akan belajar untuk menerima dan menghargai perbedaan tersebut. Artinya, mengajarkan kita untuk bersikap toleransi. Begitu juga ketika teman merasa kesulitan, siswa akan belajar untuk memahami perasaannya atau bersikap empati dan membantu mereka. Dengan kebersamaan yang dilakukan setiap harinya, maka tumbuhlah sikap tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bersama daripada pribadi.Contoh: Kehidupan Sosial di SMA DwiwarnaNah, contoh kehidupan sosial di SMA Dwiwarna kurang lebih hampir sama dengan penjelasan sebelumnya. Sekolah ini juga menjalankan rangkaian kegiatan bersama-sama, mulai dari ibadah bersama di masjid, belajar kelompok di asrama, kegiatan keolahragaan, hingga keterlibatan pembina sebagai orang tua kedua di asrama. Rutinitas harian yang dilakukan siswa bersama-sama di asrama seperti piket harian, jadwal harian, makan bersama, dan kegiatan lainnya juga membentuk rasa kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial yang sangat kuat. Kegiatan bareng siswa di asrama bisa dilihat di TikTok @smadwiwarna, sedangkan cerita kehidupan asrama melalui Instagram @sma_dwiwarna.Tanda Boarding School dengan Lingkungan Sosial yang SehatMenilai lingkungan sosial itu sehat atau tidaknya bisa dinilai dari hubungan siswa dan pembina yang lebih terbuka, tidak ada kelompok yang mendominasi/ mengucilkan satu sama lain, siswa mudah beradaptasi, siswa diajarkan cara menyelesaikan masalah dengan baik-baik, banyak kegiatan positif, suasana belajar selalu kondusif dan tetap suportif meski tengah berkompetisi, interaksi antara siswa sangat natural, dan siswa terlihat sangat percaya diri dan aktif untuk berteman dengan siapa saja. Oleh karena itu, bagi orang tua, sebelum menentukan pilihan sekolah, memahami pengertian boarding school sangat penting agar tahu bedanya dengan sekolah reguler. Perlu dicatat juga, bahwa sistem boarding school yang baik tentu akan menjaga pergaulan siswa-siswanya selama di sekolah. Sebab itu, orang tua harus riset mendalam lagi terkait sekolah tujuannya. Untuk informasi seputar SMA Dwiwarna, Anda bisa mengunjungi laman resmi websitenya.Editor: OF 15 Jul 2026, 13:27 WIT
Mimika Miliki Payung Hukum Air Bersih: Draf Ranperda Diserahkan UNICEF, Jamin Layanan Berkelanjutan Papuanewsonline.com, Mimika - Sebuah tonggak sejarah baru terukir di lantai dua Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Selasa pagi. Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi menerima penyerahan draf Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah dari UNICEF Papua. Langkah krusial ini menjadi kunci masa depan layanan air bersih dan sanitasi bagi ratusan ribu warga, sekaligus melengkapi pengelolaan infrastruktur yang selama ini dibangun PT Freeport Indonesia dan jaringan PDAM yang melayani 14 ribu sambungan, namun belum memiliki landasan hukum yang jelas. (14/7/26) Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, jajaran pimpinan daerah, Ketua BAPEMPERDA DPRK Mimika Iwan Anwar, perwakilan UNICEF Papua, PT Freeport Indonesia, serta berbagai mitra pembangunan. Selama enam bulan terakhir, sejak Januari 2026, penyusunan draf ini dilakukan melalui diskusi mendalam, konsultasi dengan lima direktorat di berbagai kementerian terkait, serta melibatkan partisipasi masyarakat guna memastikan aturan yang dihasilkan kuat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.Perwakilan UNICEF Papua, Reza, menegaskan bahwa air bersih dan sanitasi adalah hak asasi manusia yang diakui dunia internasional.“Infrastruktur saja tak cukup, layanan ini ibarat tubuh yang butuh tulang, ia butuh regulasi, kelembagaan yang jelas, dan sistem pendanaan yang kuat agar tetap hidup dan bermanfaat selamanya,” ujarnya. Draf ini disusun agar Mimika memiliki landasan yang setara dengan kota-kota maju di Indonesia, sehingga pengelolaan air dapat berjalan secara profesional dan mandiri.Wakil Bupati Emanuel Kemong menyambut langkah ini dengan penuh antusiasme, menekankan pentingnya sinergi semua pihak demi mewujudkan Mimika yang sehat dan bersih. Sementara itu, Ketua BAPEMPERDA Iwan Anwar menegaskan keseriusan DPRK untuk segera membahas dan mengesahkan draf ini tahun ini juga, meskipun padat agenda. Ia menyoroti kondisi sumur yang mulai tercemar di beberapa wilayah, serta menekankan agar lembaga pengelola nantinya dikelola oleh putra daerah yang berkompeten demi menjaga kepentingan warga selamanya.Penyerahan dokumen ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah nyata menjamin masa depan warga. Dengan payung hukum yang kokoh, kekayaan sumber daya alam Mimika kini disertai pula jaminan pelayanan dasar yang layak, beradab, dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang secara berkelanjutan.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 09:05 WIT
Resmi Dibuka! MTQ I Papua Tengah di Mimika, Lahirkan Generasi Qurani & Perkuat Persatuan Papuanewsonline.com, Mimika – Musabaqah Tilawatil Quran Pertama Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dibuka secara megah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (14/7/2026). Ajang bersejarah ini berlangsung selama tiga hari hingga 16 Juli 2026, dibuka secara simbolis oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Ukkas didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong serta para pemimpin daerah. Kegiatan perdana ini diikuti kafilah dari tujuh kabupaten: Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, dan Puncak Jaya.Mengusung tema “Al-Quran di Hati, Harmoni di Bumi”, MTQ ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya membangun karakter berlandaskan nilai luhur serta menjaring qari dan qoriah terbaik untuk mewakili daerah di ajang nasional bulan September mendatang.Berbagai cabang dipertandingkan, mulai dari seni baca Al-Quran, hafalan, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah. Semangat kegiatan ini selaras dengan semboyan Mimika: Eme Neme Yauware, Bersatu Bersaudara Kita Membangun.Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong menyambut hangat kehadiran seluruh peserta dan menyebut momentum ini bersejarah bagi Provinsi Papua Tengah. “Ini bukan sekadar lomba, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan. Mari jadikan ajang ini untuk memperkuat kecintaan pada Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ujarnya. Ia berpesan agar peserta berlomba dengan akhlak mulia, dan dewan hakim bekerja secara adil serta transparan.Staf Ahli Gubernur Ukkas menegaskan pembangunan Papua Tengah tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun manusia yang cerdas dan berkarakter. “Nilai Al-Quran tentang keadilan, kasih sayang, dan kedamaian adalah fondasi kerukunan di tengah keberagaman suku dan budaya kita,” tegasnya. Harapannya, semangat luhur ini terus terjaga agar daerah senantiasa aman, damai, dan harmonis menuju masa depan yang cerah.Penulis: JidEditor: OF 15 Jul 2026, 09:02 WIT
Pawai Ta’aruf MTQ I Papua Tengah Dibuka Meriah, Simbol Persatuan Delapan Kabupaten Papuanewsonline.com, Mimika – Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Emanuel Kemong, secara resmi melepas Pawai Ta’aruf pembuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Pertama Tingkat Provinsi Papua Tengah. Acara berlangsung meriah di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Selasa (14/7/2026), diikuti kafilah dari delapan kabupaten se-Papua Tengah: Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Para peserta tampil memadukan busana muslim dan kekayaan busana adat masing-masing daerah.Emanuel menyampaikan selamat datang yang tulus kepada seluruh kafilah, dewan hakim, peserta, dan tamu undangan yang telah hadir di tanah Mimika. Ia menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah MTQ pertama ini adalah amanah besar yang harus dijalankan penuh tanggung jawab. “Kehadiran saudara-saudara kita dari berbagai pelosok menunjukkan kesiapan kita bersama untuk menyatukan hati dalam kasih sayang Al-Qur’an,” ujarnya hangat. Pawai ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol nyata persatuan dan ukhuwah Islamiyah. “Keragaman suku, budaya, dan bahasa bukan penghalang, melainkan kekuatan besar yang dianugerahkan Tuhan untuk kita rawat bersama,” tegas Emanuel. Tema yang diusung, “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban”, mengajak menyelaraskan nilai-nilai suci Al-Qur’an dengan kearifan lokal masyarakat Papua yang menjunjung persaudaraan dan gotong royong.Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat, tertib, dan menjaga kebersihan serta ketertiban. Selain lomba, masyarakat juga diajak mendukung perekonomian lokal dengan berkunjung ke stan UMKM yang telah disiapkan di lokasi acara. Terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada LPTQ, Kementerian Agama, aparat keamanan, relawan, dan seluruh pihak yang bekerja keras menyukseskan acara agung ini.Penulis: JidEditor: OF 14 Jul 2026, 17:05 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Angel Awom, Putri Papua Tengah Siap Bersaing Di Miss Bintang Indonesia Junior Papuanewsonline.com, Mimika – Kabar membanggakan datang dari bumi Cenderawasih. Seorang putri berbakat asal Papua Tengah, Angel Awom, telah terpilih untuk mewakili daerahnya di ajang bergengsi nasional, Miss Bintang Indonesia Junior. Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus bukti nyata bahwa potensi dan pesona anak-anak muda Papua mampu bersinar di kancah yang lebih luas.Angel Awom membawa harapan dan doa seluruh masyarakat Papua Tengah untuk tampil memukau di tingkat nasional. Ia tidak hanya membawa nama baik pribadi, melainkan juga memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta semangat pemuda yang tumbuh kuat di wilayahnya. Kehadirannya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya.Persiapan matang telah dilakukan Angel guna mempersiapkan diri menghadapi para peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ia bertekad menampilkan karakter yang ramah, cerdas, dan berwibawa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang tumbuh di lingkungan masyarakat Papua Tengah. Semangat ini menjadi bekal berharga dalam mengarungi persaingan yang positif dan sehat.Seluruh elemen masyarakat, pemuda, hingga tokoh-tokoh daerah menyampaikan dukungan dan harapan terbaik bagi Angel. Mereka percaya bahwa dengan pembawaan yang tenang dan kemampuan yang dimiliki, Angel mampu mengharumkan nama daerah dan membawa pulang hasil terbaik bagi Papua Tengah yang kita cintai bersama.Langkah Angel Awom ini membuktikan bahwa di mana pun kita berada, bakat dan tekad yang kuat akan membawa kita menuju kesuksesan. Semoga Angel tampil percaya diri, menebar kebaikan, dan menjadikan pengalaman ini sebagai awal perjalanan gemilang bagi masa depan yang cerah.Penulis: JidEditor: OF 16 Jul 2026, 21:52 WIT
Ribuan Warga Padati Konser Rima Kebangsaan, GOG Juara Lomba Hip‑Hop Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Konser Rima Kebangsaan yang digelar Dewan Pengurus Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kabupaten Mimika sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati Lapangan Timika Indah pada Rabu (1/7/2026). Meski diguyur hujan deras, antusiasme masyarakat tak luntur dan justru menjadikan suasana semakin meriah serta penuh semangat persaudaraan.Acara menampilkan lomba hip‑hop rap yang diikuti 14 grup lokal, antara lain 4Life, Lil’G, RKH, MCF, Emty Three, Blood AK, Bojoka Music, Arifin Letsoin, J3, LW Rap Production, GOG, East and Rap, Clann Diego, dan Vibe Cartel. Penampilan tamu spesial grup Owl Gank, Star East, serta penyanyi lokal Melati semakin memukau penonton yang hadir.Puncak acara diwarnai momen mengharukan berupa pemotongan kue ulang tahun peringatan Hari Bhayangkara ke‑80 bersama jajaran Forkopimda Mimika. Wakil Kapolsek Mimika Baru, Iptu Iqbal Saleh, menyampaikan apresiasi mendalam dan terkejut dengan kejutan tersebut.“Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan ini, acara ini membuat Timika kembali hidup dan ramai,” ucapnya.Ketua DPC Barisan Merah Putih RI Mimika, Panius Kogoya, mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa warga. Ia juga mengumumkan daftar pemenang: Juara 1 GOG (Rp7,5 juta), Juara 2 4Live (Rp5 juta), Juara 3 J3 (Rp3 juta), serta Juara Harapan I MCF, Harapan II RKH, Harapan III Clann Diego masing‑masing Rp2 juta. Gelar Juara Favorit diraih Blood AK lewat lagu andalan “Papteng Zone”.Penulis: JidEditor: OF 02 Jul 2026, 09:41 WIT
Momen Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Panggung Budaya Lokal dan Pembinaan Generasi Muda Papuanewsonline.com, Ambon – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026), berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya. Ribuan masyarakat yang hadir disuguhkan berbagai penampilan menarik, mulai dari tarian adat khas Maluku hingga atraksi Polisi Cilik yang memukau dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.Kegiatan yang dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pangdam XV/Pattimura, Gubernur Maluku, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.Salah satu penampilan yang menjadi pusat perhatian adalah tarian adat "Maku-Maku", tarian tradisional khas Maluku yang dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku.Dengan balutan busana adat Maluku yang berwarna-warni dan iringan musik tradisional yang khas, para penari menampilkan gerakan yang enerjik, harmonis, dan sarat makna persaudaraan dan persatuan. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang memadati area kegiatan.Tarian Maku-Maku yang dikenal sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung penguatan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan bahwa kehadiran unsur budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku."Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami menghadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah," ujar Kapolda.Selain tarian adat, perhatian pengunjung juga tertuju pada penampilan Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru, yang merupakan binaan Polres Pulau Buru.Puluhan anggota Polisi Cilik tampil penuh percaya diri dengan memperagakan berbagai formasi baris-berbaris yang dikombinasikan dengan gerakan tarian kreatif, disiplin, dan atraktif. Kekompakan serta ketepatan gerakan yang ditunjukkan para Pocil berhasil memukau para tamu undangan dan mengundang tepuk tangan meriah dari masyarakat.Kapolda Maluku menilai penampilan Polisi Cilik tersebut merupakan gambaran keberhasilan pembinaan karakter generasi muda yang dilakukan sejak usia dini melalui kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan."Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui program Polisi Cilik, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan," kata Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku menjelaskan bahwa pelibatan Remaja Bhayangkara Club, Sanggar Kalesang Maluku, dan Polisi Cilik binaan Polres Pulau Buru merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan budaya dan pembinaan generasi muda."Puncak Hari Bhayangkara ke-80 kami kemas sebagai perayaan rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran tarian adat Maku-Maku dan Polisi Cilik menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda," ungkap Kabid Humas.Semarak tarian adat Maku-Maku dan penampilan Polisi Cilik SD Negeri 7 Namlea menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian puncak Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon. Keduanya menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun generasi muda yang disiplin dan berkarakter sebagai fondasi menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. PNO-12 01 Jul 2026, 21:17 WIT
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan Papua  Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua," ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan  Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata  Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat  Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik Editor: GF 25 Jun 2026, 19:16 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT