logo-website
Minggu, 21 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Jadi Wadah Pemuda, PSI Hadirkan Gaya Politik Baru di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap gaya politik lama yang penuh drama, transaksional, dan hanya mengutamakan kepentingan sempit, kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi. Meskipun belum menjadi partai besar secara elektoral, PSI memiliki kekuatan dalam keberanian dan kejujuran. Partai ini hadir bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan mengubah budaya politik yang dinilai gagal mewujudkan keadilan dan peradaban.Lebih dari sekadar partai anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini bukan hanya karena banyak kadernya berusia muda, melainkan karena gagasan yang diusung terasa segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. PSI meyakini kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik lama yang koruptif, eksklusif, dan mengabaikan keberagamanKetua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PSI Mimika, Aling Ubra, menegaskan peran strategis generasi muda. “Anak muda harus siap menjawab tantangan masa depan. Jika tidak terlibat dalam politik, kita tidak akan memahami persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.Ia mengajak pemuda dan mahasiswa memilih jalan positif dengan bergabung ke PSI. “Melalui partai ini kita bisa berbuat nyata untuk negeri dan menyuarakan kesulitan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di pedalaman agar tidak terpinggirkan,” tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 19:10 WIT
Rp8 Miliar Anggaran APBD 2025 Untuk Media Mimika Center Jadi Temuan BPK, Diskominfo Di pertanyakan Papuanewsonline.com, Timika – Pengelolaan anggaran sebesar Rp8 miliar dari APBD Kabupaten Mimika Tahun 2025 yang dialokasikan untuk Media Mimika Center menjadi sorotan publik setelah ditemukan adanya temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil pemeriksaan, lembaga tersebut meminta pengembalian dana sesuai dengan temuan yang tercatat dalam laporan auditnya.Kasus ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tata kelola keuangan yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan dan operasional Media Mimika Center. Sejumlah pihak mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika Mimika untuk membuka informasi secara transparan, mulai dari mekanisme penggunaan anggaran hingga pihak yang bertanggung jawab atas kewajiban pengembalian dana tersebut.Beredar informasi adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana, namun hal ini masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. “Jika terbukti ada kerugian daerah atau penyimpangan, aparat penegak hukum wajib menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” ujar salah satu sumber.BPK memiliki kewenangan memberikan rekomendasi, termasuk kewajiban mengembalikan dana jika ditemukan kelebihan pembayaran atau ketidaksesuaian.Masyarakat kini menunggu tanggapan resmi dari Kepala Dinas Kominfo, bendahara, serta Pemerintah Kabupaten Mimika terkait langkah penyelesaian temuan ini.Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan ataupun klarifikasi dari pihak Dinas kominfo maupun pihak terkait temuan BPK, agar pemberitaan ini menjadi berimbang. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 18:48 WIT
TPNPB Kodap XVI Klaim Bakar Ekskavator Aparat di Dekai Yahukimo, "Perintah Operasi" Diberl Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kelompok TPNPB Kodap XVI Batalion Yallenang mengklaim telah membakar satu unit ekskavator milik aparat militer Indonesia di Jalan Seredala, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (19/6/2026).Kronologi Versi TPNPB  Klaim itu disampaikan Juru Bicara Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Sebby Sambom melalui siaran pers resmi yang diterima redaksi, Jumat sore. Dalam rilisnya, TPNPB menyebut aksi pembakaran dilakukan oleh Batalion Yallenang atas "perintah operasi" Panglima Kodap XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak. Alat berat tersebut disebut milik aparat militer Indonesia yang beroperasi di wilayah Dekai.TPNPB juga menyatakan bahwa "perintah perang" berlaku di seluruh batalion di bawah Kodap XVI Yahukimo. Kelompok itu mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan pengerahan pasukan TNI ke Papua dengan alasan operasi militer berdampak pada keselamatan warga sipil.Respons Aparat & Pemerintah Belum Ada  Hingga berita ini diturunkan, Kodim 1715/Yahukimo, Polres Yahukimo, dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran peristiwa, kondisi terkini di lokasi, maupun identitas kepemilikan alat berat yang diklaim dibakar.Redaksi telah berupaya menghubungi Dandim 1715/Yahukimo, Kapolres Yahukimo, dan Kabag Humas Pemkab Yahukimo untuk konfirmasi serta memperoleh data berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. Jawaban dari pihak terkait masih ditunggu.Konteks Wilayah  Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu daerah di Papua Pegunungan yang masuk kategori rawan gangguan keamanan. Sejumlah insiden pembakaran fasilitas umum dan bentrok bersenjata antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata pernah dilaporkan terjadi di wilayah tersebut sepanjang 2024-2026.Pemerintah Indonesia sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa penyelesaian masalah Papua ditempuh melalui tiga pendekatan paralel: peningkatan kesejahteraan, penegakan hukum, dan dialog damai. Penulis: Hend Editor: GF 20 Jun 2026, 18:44 WIT
Pemkot Ambon dan Kedubes Belanda Siapkan Nobar Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyiapkan acara nonton bareng pertandingan Timnas Belanda kontra Swedia pada Piala Dunia 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Ambon, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda serta lintas instansi agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal.Richard menjelaskan, agenda nobar ini dirancang lebih dari sekadar menayangkan pertandingan. Pemerintah ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga untuk mempererat silaturahmi dalam nuansa sportivitas yang sehat."Kami ingin memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Karena itu persiapan dibahas secara detail bersama Konsulat Kehormatan Belanda dan perangkat daerah terkait," kata Richard.Pembahasan teknis kegiatan telah dilakukan melalui rapat koordinasi di Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon. Rapat tersebut melibatkan perwakilan TVRI, RRI, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Pemerintah Kota Ambon, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.Richard menilai antusiasme masyarakat Ambon terhadap Piala Dunia, khususnya dukungan untuk Timnas Belanda, selalu tinggi. Hal ini dipengaruhi kuatnya ikatan historis dan emosional warga Maluku dengan Belanda.Lebih lanjut, Richard mengatakan Duta Besar Belanda untuk Indonesia dijadwalkan turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran Dubes dinilai menjadi bentuk dukungan diplomatik sekaligus apresiasi terhadap semangat kebersamaan warga Ambon.Dalam rapat, sejumlah aspek menjadi fokus utama pembahasan. Mulai dari pengamanan oleh aparat kepolisian, pengaturan lalu lintas, strategi publikasi, hingga penyiapan sarana dan prasarana pendukung bagi ribuan penonton yang diperkirakan hadir."Pemerintah mengajak masyarakat datang dengan semangat positif. Mendukung tim kesayangan boleh, tetapi tetap hormati pilihan orang lain. Perbedaan dukungan dalam olahraga itu wajar. Yang harus kita jaga bersama adalah persaudaraan dan persatuan," pesan Richard menutup pernyataannya.Pemkot Ambon menargetkan kegiatan ini menjadi contoh penyelenggaraan acara publik berskala besar yang kondusif, tertib, dan mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Maluku. Penulis: Hendrik Editor: GF 20 Jun 2026, 18:41 WIT
Pilihan Redaksi
Jadi Wadah Pemuda, PSI Hadirkan Gaya Politik Baru di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah kejenuhan masyarakat terhadap gaya politik lama yang penuh drama, transaksional, dan hanya mengutamakan kepentingan sempit, kehadiran Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi. Meskipun belum menjadi partai besar secara elektoral, PSI memiliki kekuatan dalam keberanian dan kejujuran. Partai ini hadir bukan untuk mengejar kekuasaan, melainkan mengubah budaya politik yang dinilai gagal mewujudkan keadilan dan peradaban.Lebih dari sekadar partai anak muda, PSI disebut sebagai partai masa depan. Hal ini bukan hanya karena banyak kadernya berusia muda, melainkan karena gagasan yang diusung terasa segar, relevan, dan sesuai tantangan zaman. PSI meyakini kemajuan bangsa tidak akan tercapai jika masih terbebani praktik politik lama yang koruptif, eksklusif, dan mengabaikan keberagamanKetua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PSI Mimika, Aling Ubra, menegaskan peran strategis generasi muda. “Anak muda harus siap menjawab tantangan masa depan. Jika tidak terlibat dalam politik, kita tidak akan memahami persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.Ia mengajak pemuda dan mahasiswa memilih jalan positif dengan bergabung ke PSI. “Melalui partai ini kita bisa berbuat nyata untuk negeri dan menyuarakan kesulitan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di pedalaman agar tidak terpinggirkan,” tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 19:10 WIT
Rp8 Miliar Anggaran APBD 2025 Untuk Media Mimika Center Jadi Temuan BPK, Diskominfo Di pertanyakan Papuanewsonline.com, Timika – Pengelolaan anggaran sebesar Rp8 miliar dari APBD Kabupaten Mimika Tahun 2025 yang dialokasikan untuk Media Mimika Center menjadi sorotan publik setelah ditemukan adanya temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan hasil pemeriksaan, lembaga tersebut meminta pengembalian dana sesuai dengan temuan yang tercatat dalam laporan auditnya.Kasus ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tata kelola keuangan yang seharusnya digunakan untuk mendukung kegiatan dan operasional Media Mimika Center. Sejumlah pihak mendesak Dinas Komunikasi dan Informatika Mimika untuk membuka informasi secara transparan, mulai dari mekanisme penggunaan anggaran hingga pihak yang bertanggung jawab atas kewajiban pengembalian dana tersebut.Beredar informasi adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana, namun hal ini masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. “Jika terbukti ada kerugian daerah atau penyimpangan, aparat penegak hukum wajib menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” ujar salah satu sumber.BPK memiliki kewenangan memberikan rekomendasi, termasuk kewajiban mengembalikan dana jika ditemukan kelebihan pembayaran atau ketidaksesuaian.Masyarakat kini menunggu tanggapan resmi dari Kepala Dinas Kominfo, bendahara, serta Pemerintah Kabupaten Mimika terkait langkah penyelesaian temuan ini.Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan ataupun klarifikasi dari pihak Dinas kominfo maupun pihak terkait temuan BPK, agar pemberitaan ini menjadi berimbang. Penulis: Jid Editor: GF 20 Jun 2026, 18:48 WIT
TPNPB Kodap XVI Klaim Bakar Ekskavator Aparat di Dekai Yahukimo, "Perintah Operasi" Diberl Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kelompok TPNPB Kodap XVI Batalion Yallenang mengklaim telah membakar satu unit ekskavator milik aparat militer Indonesia di Jalan Seredala, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (19/6/2026).Kronologi Versi TPNPB  Klaim itu disampaikan Juru Bicara Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Sebby Sambom melalui siaran pers resmi yang diterima redaksi, Jumat sore. Dalam rilisnya, TPNPB menyebut aksi pembakaran dilakukan oleh Batalion Yallenang atas "perintah operasi" Panglima Kodap XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak. Alat berat tersebut disebut milik aparat militer Indonesia yang beroperasi di wilayah Dekai.TPNPB juga menyatakan bahwa "perintah perang" berlaku di seluruh batalion di bawah Kodap XVI Yahukimo. Kelompok itu mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan pengerahan pasukan TNI ke Papua dengan alasan operasi militer berdampak pada keselamatan warga sipil.Respons Aparat & Pemerintah Belum Ada  Hingga berita ini diturunkan, Kodim 1715/Yahukimo, Polres Yahukimo, dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo belum memberikan keterangan resmi terkait kebenaran peristiwa, kondisi terkini di lokasi, maupun identitas kepemilikan alat berat yang diklaim dibakar.Redaksi telah berupaya menghubungi Dandim 1715/Yahukimo, Kapolres Yahukimo, dan Kabag Humas Pemkab Yahukimo untuk konfirmasi serta memperoleh data berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. Jawaban dari pihak terkait masih ditunggu.Konteks Wilayah  Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu daerah di Papua Pegunungan yang masuk kategori rawan gangguan keamanan. Sejumlah insiden pembakaran fasilitas umum dan bentrok bersenjata antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata pernah dilaporkan terjadi di wilayah tersebut sepanjang 2024-2026.Pemerintah Indonesia sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa penyelesaian masalah Papua ditempuh melalui tiga pendekatan paralel: peningkatan kesejahteraan, penegakan hukum, dan dialog damai. Penulis: Hend Editor: GF 20 Jun 2026, 18:44 WIT
Pemkot Ambon dan Kedubes Belanda Siapkan Nobar Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Pemerintah Kota Ambon berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyiapkan acara nonton bareng pertandingan Timnas Belanda kontra Swedia pada Piala Dunia 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026.Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Ambon, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda serta lintas instansi agar pelaksanaan kegiatan berjalan optimal.Richard menjelaskan, agenda nobar ini dirancang lebih dari sekadar menayangkan pertandingan. Pemerintah ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga untuk mempererat silaturahmi dalam nuansa sportivitas yang sehat."Kami ingin memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Karena itu persiapan dibahas secara detail bersama Konsulat Kehormatan Belanda dan perangkat daerah terkait," kata Richard.Pembahasan teknis kegiatan telah dilakukan melalui rapat koordinasi di Kantor Konsulat Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon. Rapat tersebut melibatkan perwakilan TVRI, RRI, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Pemerintah Kota Ambon, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.Richard menilai antusiasme masyarakat Ambon terhadap Piala Dunia, khususnya dukungan untuk Timnas Belanda, selalu tinggi. Hal ini dipengaruhi kuatnya ikatan historis dan emosional warga Maluku dengan Belanda.Lebih lanjut, Richard mengatakan Duta Besar Belanda untuk Indonesia dijadwalkan turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran Dubes dinilai menjadi bentuk dukungan diplomatik sekaligus apresiasi terhadap semangat kebersamaan warga Ambon.Dalam rapat, sejumlah aspek menjadi fokus utama pembahasan. Mulai dari pengamanan oleh aparat kepolisian, pengaturan lalu lintas, strategi publikasi, hingga penyiapan sarana dan prasarana pendukung bagi ribuan penonton yang diperkirakan hadir."Pemerintah mengajak masyarakat datang dengan semangat positif. Mendukung tim kesayangan boleh, tetapi tetap hormati pilihan orang lain. Perbedaan dukungan dalam olahraga itu wajar. Yang harus kita jaga bersama adalah persaudaraan dan persatuan," pesan Richard menutup pernyataannya.Pemkot Ambon menargetkan kegiatan ini menjadi contoh penyelenggaraan acara publik berskala besar yang kondusif, tertib, dan mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Maluku. Penulis: Hendrik Editor: GF 20 Jun 2026, 18:41 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Papua Tengah Kekurangan 391 Tenaga Kesehatan, Dinkes Mimika Susun Peta Kebutuhan SDM Medis Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melaksanakan kegiatan pendampingan perhitungan rencana pemenuhan tenaga kesehatan pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan yang tepat dan berbasis data guna meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah terpencil.Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Kristianus Tebai, menyampaikan bahwa kondisi geografis Papua Tengah yang terdiri dari wilayah pesisir, pegunungan, hingga daerah yang sulit dijangkau menjadi tantangan dalam pemerataan tenaga kesehatan.Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan, Papua Tengah masih mengalami kekurangan sebanyak 391 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, bidan, tenaga gizi, tenaga teknis kefarmasian, dokter gigi, tenaga kesehatan gigi, tenaga promosi kesehatan, tenaga farmasi, tenaga sanitasi lingkungan, hingga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).Khusus di Kabupaten Mimika, kata Kristianus, masih terdapat kekurangan beberapa jenis tenaga kesehatan seperti tenaga gizi, dokter gigi, tenaga kesehatan gigi, dan tenaga farmasi. Melalui kegiatan pendampingan tersebut, diharapkan dapat dilakukan penghitungan serta pemetaan kebutuhan sembilan jenis tenaga kesehatan yang masih kurang di sejumlah puskesmas sebagai dasar pengambilan kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan.Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tengah menjalankan program perekrutan dan pembiayaan pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan pemerataan dokter spesialis di 15 rumah sakit yang ada di wilayah tersebut.Dari hasil pendataan di Kabupaten Mimika, terdapat dua dokter yang menyatakan minat untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis. Informasi terkait program tersebut telah disampaikan kepada rumah sakit, puskesmas, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.Kristianus memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika karena pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, serta unsur kesehatan lainnya dalam menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan.Menurutnya, model perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan yang dilakukan Mimika dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua Tengah. Sebab, hingga kini masih terjadi ketimpangan tenaga kesehatan, di mana sejumlah daerah memiliki jumlah perawat yang cukup banyak, namun masih mengalami kekurangan tenaga teknis elektromedik, tenaga laboratorium, dan tenaga kesehatan lainnya.Ia juga menyoroti tantangan penempatan tenaga kesehatan di wilayah konflik seperti Intan Jaya dan Puncak Jaya yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi keamanan dan ketersediaan fasilitas pendukung.Karena itu, pemerintah mendorong putra-putri asli daerah untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan dan kembali mengabdi di daerah asal sehingga pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Papua Tengah dapat terwujud.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Herry Onawame, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, yang terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan.Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan sangat bergantung pada ketersediaan tenaga kesehatan yang mencukupi, baik dari sisi jumlah, kompetensi, pemerataan, maupun kualitas pelayanan.Ia menegaskan bahwa Kabupaten Mimika memiliki tantangan geografis yang kompleks, mulai dari wilayah perkotaan, pesisir, pegunungan hingga daerah terpencil. Oleh sebab itu, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan harus dilakukan secara tepat, terukur, dan berdasarkan data yang akurat.“Hasil perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, pengadaan, pemerataan distribusi, hingga pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika,” ujarnya.Herry berharap kegiatan pendampingan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan data kebutuhan tenaga kesehatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan kesehatan daerah.Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan.Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, merata, dan berkualitas. Penulis: Bim Editor: GF 17 Jun 2026, 15:43 WIT
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Warga Panik dan BPBD Masih Data Kerusakan Papuanewsonline.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah terdampak langsung bergerak melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.Guncangan paling kuat dirasakan di Kota Palu selama sekitar empat hingga enam detik. Warga yang merasakan getaran langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat di sejumlah lokasi.Di Kabupaten Poso, gempa juga dirasakan cukup kuat selama kurang lebih enam detik. Kepanikan warga sempat terjadi, sementara tim BPBD masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan di lapangan.Sementara itu, di Kabupaten Sigi, getaran dirasakan sekitar lima detik. Masyarakat memilih keluar dari rumah dan menjauhi bangunan guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. BPBD setempat masih melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar dua detik. Meski berlangsung singkat, warga sempat panik dan petugas BPBD langsung melakukan monitoring di sejumlah titik.Getaran gempa juga dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Banyak warga, baik di dalam maupun di luar rumah, merasakan guncangan yang membuat jendela dan pintu berderik serta dinding bangunan mengeluarkan suara.Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah dan tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD di masing-masing daerah.Selain kerusakan bangunan, pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.BMKG melaporkan, hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi sebanyak 13 kali gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong terus berkoordinasi guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait dampak bencana tersebut.Hingga saat ini, BNPB menyebut belum ada laporan mengenai kebutuhan mendesak dari wilayah terdampak. Meski demikian, proses pemantauan dan asesmen masih terus dilakukan secara intensif.BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG.Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah dan segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung di wilayah terdampak gempa. (GF) 17 Jun 2026, 13:32 WIT
Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga 13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227 kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996, total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan perundangan kesehatan yang berlaku. Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang benar.Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih banyaknya perilaku berisiko. “Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,” ujarnya. Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV. Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja.  Penulis: Jid Editor: GF 16 Jun 2026, 16:56 WIT
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7 persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000 orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk." Ujarnya. Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 14:06 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih, asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Jun 2026, 13:58 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika, Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas, dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman masyarakat.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:33 WIT
MTQ Ke-XIII Kabupaten Mimika Resmi Dibuka, Libatkan Seluruh Distrik Dan Hadirkan Piala Bergilir Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII. Kegiatan bertema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika Emas” ini dihadiri ribuan jemaah dan peserta, serta dipimpin langsung oleh Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi jajaran Forkopimda dan pimpinan instansi terkait. (12/6/26)Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, melaporkan bahwa tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seleksi dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta terdaftar dari lima wilayah, yaitu Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania. “Ini langkah baru agar MTQ semakin merata menjangkau seluruh warga. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.Ketua LPTQ Mimika, Muh Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menghadirkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati bagi distrik juara umum. Ia juga mengusulkan agar setiap distrik mendapatkan dana khusus untuk menggelar lomba serupa mulai tahun depan. “Kami juga mendatangkan 17 pembina dari berbagai daerah untuk mencetak qari-qariah andalan, agar dua tahun ke depan peserta lokal bisa bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, tema ini sangat tepat. Alquran menjadi pemersatu dan benteng generasi agar tetap berkarakter baik,” ujarnya. Ia juga meminta dewan hakim bersikap adil dan peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang peningkatan kualitas diri.Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci, MTQ ke-XIII resmi dibuka. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini diharapkan melahirkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan menuju Mimika Emas yang lebih maju dan harmonis. Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 03:14 WIT
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama, melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo, Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci, peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Jun 2026, 05:45 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan, Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman, cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim Editor: GF 03 Jun 2026, 08:35 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT