logo-website
Senin, 29 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
BPS Mimika Catat Tingkat Pengangguran Terbuka Naik Menjadi 6,75 Persen Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 sebesar 6,75 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen poin dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Data tersebut bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan pada Agustus hingga awal September 2025. Kepala BPS Mimika, Dian Sudarmanto, menjelaskan persentase tersebut dihitung terhadap jumlah angkatan kerja, bukan total penduduk. Periode itu tercatat ada sekitar 155 ribu orang masuk kategori angkatan kerja, dengan jumlah pengangguran mencapai 10.470 jiwa. Angkatan kerja mencakup warga usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, tidak termasuk yang masih sekolah atau tidak aktif mencari kerja. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja turun 0,43 persen poin. TPAK laki-laki tercatat 84,56 persen, jauh lebih tinggi dibanding perempuan di angka 47,77 persen. Sektor usaha didominasi jasa sebesar 48 persen, diikuti industri 26,6 persen dan pertanian 25,3 persen, dengan lebih dari separuh pekerja bergerak di sektor informal. Dian juga menjelaskan perbedaan data dengan catatan komunitas pencari kerja yang mencapai 14 ribu orang. Menurutnya, konsep penghitungan berbeda: BPS menggolongkan usaha sendiri, bertani, atau berdagang sebagai pekerjaan, sedangkan data komunitas lebih berfokus pada pencari kerja formal saja. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:23 WIT
Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan Evaluasi Kinerja Mantan Kapolres dan Sampaikan Harapan Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, menyampaikan penilaian kinerja dan harapan untuk kepemimpinan Polres Mimika. Pernyataan itu dirilis pada Sabtu, 27 Juni 2026. Penilaian Awal terhadap Penegakan Hukum  Menurut Edoardus, Kapolres Mimika periode sebelumnya "tidak memberikan dampak positif yang nyata bagi penegakan hukum di Kabupaten Mimika". Ia menilai situasi hukum di daerah belum berjalan optimal. Dugaan Intervensi dalam Proses Hukum  Edoardus menduga "terdapat intervensi atau perlindungan dari pihak yang berkuasa yang membuat proses hukum tidak berjalan adil". Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi dari Pemuda Kei Mimika. Sorotan Kasus Jembatan Waa Banti  Ia mencontohkan kasus pembangunan Jembatan Waa Banti. "Jembatan Waa Banti, yang diduga memiliki dukungan pihak tertentu namun penyelesaiannya tidak jelas dan seolah hilang di tangan kepemimpinan beliau," ujar Edoardus. Sorotan Perjudian Jenis Togel  Edoardus juga menyoroti persoalan sosial. "Permasalahan seperti perjudian jenis togel terlihat menjamur dan tidak tertangani secara tegas selama masa jabatannya," katanya. Ia menilai hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan. Dinilai Hanya Pelengkap Struktur  Lebih lanjut, Edoardus menilai keberadaan mantan Kapolres "lebih bersifat administratif semata". "Beliau ibarat hanya melengkapi struktur organisasi kepolisian, tanpa menampakkan ketegasan, inisiatif, maupun hasil kerja yang dirasakan warga Mimika," jelasnya. Harapan untuk Kapolres Baru  Untuk pimpinan baru, Edoardus berharap Kapolres Mimika dapat bekerja sungguh-sungguh, melayani masyarakat, serta memprioritaskan penegakan hukum yang berpihak pada kepentingan umum. Poin Desakan Pemuda Kei  Edoardus mendesak dua hal. Pertama, "mengaktifkan kembali fungsi Reskrim, Satuan Tipikor, dan Satuan PPA secara optimal". Kedua, "membuktikan semangat Polri Presisi bukan slogan kosong, melainkan terwujud dalam tindakan nyata, penindakan tegas, dan transparansi". Redaksi dan Hak Jawab  Edoardus Rahawadan, Ketua Pemuda Kei Mimika. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab kepada Kapolres Mimika periode sebelumnya dan Kapolres Mimika yang baru. Hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi. Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 16:19 WIT
TPNPB Klaim Gereja Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya Diduduki Militer Sejak 26 Juni Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers Ke II pada Sabtu, 27 Juni 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam rilis tersebut, TPNPB membuat sejumlah klaim terkait operasi militer di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Klaim Pendudukan Gereja Sejak 26 Juni Pukul 23.00 WIT  Menurut rilis TPNPB, pihaknya menerima laporan dari PIS TPNPB Kota Sugapa. "Aparat militer Indonesia telah mengambil alih Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo sejak hari Jumat, 26 Juni 2026 sekitar jam 23.00 hingga siang ini," tulis rilis tersebut. Redaksi mencatat ini merupakan klaim sepihak TPNPB. Klaim Operasi Militer Picu Pengungsian Warga  TPNPB mengklaim operasi militer Indonesia di kampung-kampung Distrik Agisiga sejak malam 26 Juni mengakibatkan warga sipil mengungsi. "Warga sipil mengungsi ke hutan-hutan dan pusat Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mencari perlindungan," demikian isi rilis. Klaim Penggunaan Drone, Helikopter dan Tembakan Terus Menerus  Dalam laporan lebih lanjut, TPNPB mengklaim sejak malam 26/6 aparat melakukan "serangan bom menggunakan drone dan helikopter militer terus melakukan operasi dari pusat Kota Sugapa ke seluruh wilayah Intan Jaya sementara operasi darat juga terjadi dan bunyi tembakan sejak kemarin hingga siang ini masih terus terjadi." Klaim Korban Sipil Sejak 17 Mei 2026  TPNPB mengklaim sejak 17 Mei 2026 banyak warga sipil mengungsi dari Kampung Mbamogo, Soali, Danggoa dan sekitar Distrik Agisiga. Sebabnya, kata rilis, "serangan drone militer Indonesia terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang mengakibatkan empat warga sipil korban setelah keluar dari ibadah pada hari Minggu." TPNPB menyebut jumlah korban lain belum diketahui karena wilayah "masih di kuasai oleh aparat militer Indonesia." Klaim Rumah Warga Dibakar & Fasilitas Sipil Dijadikan Pos  Rilis TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto "agar segera mengeluarkan seluruh aparat militer Indonesia yang sedang menduduki pemukiman warga sipil lalu jadikan rumah-rumah warga, sekolah dan gereja-gereja sebagai pos militer agar segera dihentikan dan kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil." Desakan ke Menhan, Panglima TNI dan PBB  TPNPB juga "menegaskan kepada Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto dan jajarannya agar hentikan penggunaan drone, helikopter dan senjata berat". Serta mendesak PBB "agar segera mengirimkan tim ke Papua dalam menyelidiki kejahatan perang... dan segera memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk turun ke Papua." Upaya Konfirmasi: TNI, Polri dan Pemda Intan Jaya Belum Berkomentar  Sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah berupaya meminta keterangan resmi kepada TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim pendudukan gereja, pembakaran rumah, jumlah pengungsi, dan penggunaan drone. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab 1x24 jam. Catatan Redaksi: Asas Keberimbangan dan Praduga Tak Bersalah  Redaksi menegaskan seluruh isi poin 1-6 adalah klaim, pengakuan, dan desakan dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui Jubir Sebby Sambom, tertanggal 27 Juni 2026. Kebenaran peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Asas praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak yang disebut dalam rilis.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 15:06 WIT
Hukum Masuk Tembok: Law Firma Golda Ajak Warga Binaan Lapas Timika Kenal Hak & Kewajiban Papuanewsonline.com, Mimika  – Untuk sehari, ruang di Lapas Kelas IIB Timika berubah jadi ruang kelas. Law Firma Golda datang membawa materi hukum dasar untuk puluhan warga binaan. Tujuannya satu, agar bekal itu dipakai saat mereka kembali ke masyarakat. Isi & Peserta  Penyuluhan fokus pada hak dan kewajiban hukum. Kegiatan diikuti puluhan warga binaan dan didampingi petugas pembina Lapas. Law Firma Golda menyebut ini bagian dari komitmen mendukung akses keadilan di Mimika. Suara Pendiri  Pendiri Law Firma Golda, Edoardus Rahawadan, mengapresiasi Lapas Timika. "Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Kelas IIB Timika yang membuka ruang bagi kami untuk berbagi pengetahuan hukum," kata Edoardus dalam sambutannya. Makna Kegiatan  Edoardus menyebut kerja sama ini positif karena pembinaan tidak berhenti di pengawasan. "Ini luar biasa, karena pembinaan juga memberikan bekal pemahaman hukum agar warga binaan menyadari haknya dan memahami batasan kewajibannya," ujarnya. Harapan ke Warga Binaan  Ia berharap materi ini jadi bekal setelah bebas. "Semoga penyuluhan ini dapat menjadi bekal berharga, mencegah terulangnya perbuatan yang melanggar hukum, serta membangun pola pikir yang lebih bertanggung jawab," kata Edoardus. Harapan ke Lapas  Untuk Lapas, Edoardus mendorong program ini jadi kegiatan rutin. "Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, sehingga program pembinaan hukum mendukung keberhasilan tujuan pemasyarakatan," jelasnya. Pesan ke Publik  Edoardus juga menyorot akses hukum yang setara. "Kegiatan ini contoh bahwa layanan hukum tidak hanya untuk pihak tertentu, tetapi juga menjangkau semua lapisan, sebagai wujud keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum," katanya. Kegiatan berlangsung lancar. Redaksi telah menerima dokumentasi dari penyelenggara. Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIB Timika menyatakan kegiatan berjalan sesuai rencana.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 14:58 WIT
Pilihan Redaksi
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
BPS Mimika Catat Tingkat Pengangguran Terbuka Naik Menjadi 6,75 Persen Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 sebesar 6,75 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen poin dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Data tersebut bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan pada Agustus hingga awal September 2025. Kepala BPS Mimika, Dian Sudarmanto, menjelaskan persentase tersebut dihitung terhadap jumlah angkatan kerja, bukan total penduduk. Periode itu tercatat ada sekitar 155 ribu orang masuk kategori angkatan kerja, dengan jumlah pengangguran mencapai 10.470 jiwa. Angkatan kerja mencakup warga usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, tidak termasuk yang masih sekolah atau tidak aktif mencari kerja. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja turun 0,43 persen poin. TPAK laki-laki tercatat 84,56 persen, jauh lebih tinggi dibanding perempuan di angka 47,77 persen. Sektor usaha didominasi jasa sebesar 48 persen, diikuti industri 26,6 persen dan pertanian 25,3 persen, dengan lebih dari separuh pekerja bergerak di sektor informal. Dian juga menjelaskan perbedaan data dengan catatan komunitas pencari kerja yang mencapai 14 ribu orang. Menurutnya, konsep penghitungan berbeda: BPS menggolongkan usaha sendiri, bertani, atau berdagang sebagai pekerjaan, sedangkan data komunitas lebih berfokus pada pencari kerja formal saja. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:23 WIT
Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan Evaluasi Kinerja Mantan Kapolres dan Sampaikan Harapan Papuanewsonline.com, Mimika – Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, menyampaikan penilaian kinerja dan harapan untuk kepemimpinan Polres Mimika. Pernyataan itu dirilis pada Sabtu, 27 Juni 2026. Penilaian Awal terhadap Penegakan Hukum  Menurut Edoardus, Kapolres Mimika periode sebelumnya "tidak memberikan dampak positif yang nyata bagi penegakan hukum di Kabupaten Mimika". Ia menilai situasi hukum di daerah belum berjalan optimal. Dugaan Intervensi dalam Proses Hukum  Edoardus menduga "terdapat intervensi atau perlindungan dari pihak yang berkuasa yang membuat proses hukum tidak berjalan adil". Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi dari Pemuda Kei Mimika. Sorotan Kasus Jembatan Waa Banti  Ia mencontohkan kasus pembangunan Jembatan Waa Banti. "Jembatan Waa Banti, yang diduga memiliki dukungan pihak tertentu namun penyelesaiannya tidak jelas dan seolah hilang di tangan kepemimpinan beliau," ujar Edoardus. Sorotan Perjudian Jenis Togel  Edoardus juga menyoroti persoalan sosial. "Permasalahan seperti perjudian jenis togel terlihat menjamur dan tidak tertangani secara tegas selama masa jabatannya," katanya. Ia menilai hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan. Dinilai Hanya Pelengkap Struktur  Lebih lanjut, Edoardus menilai keberadaan mantan Kapolres "lebih bersifat administratif semata". "Beliau ibarat hanya melengkapi struktur organisasi kepolisian, tanpa menampakkan ketegasan, inisiatif, maupun hasil kerja yang dirasakan warga Mimika," jelasnya. Harapan untuk Kapolres Baru  Untuk pimpinan baru, Edoardus berharap Kapolres Mimika dapat bekerja sungguh-sungguh, melayani masyarakat, serta memprioritaskan penegakan hukum yang berpihak pada kepentingan umum. Poin Desakan Pemuda Kei  Edoardus mendesak dua hal. Pertama, "mengaktifkan kembali fungsi Reskrim, Satuan Tipikor, dan Satuan PPA secara optimal". Kedua, "membuktikan semangat Polri Presisi bukan slogan kosong, melainkan terwujud dalam tindakan nyata, penindakan tegas, dan transparansi". Redaksi dan Hak Jawab  Edoardus Rahawadan, Ketua Pemuda Kei Mimika. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab kepada Kapolres Mimika periode sebelumnya dan Kapolres Mimika yang baru. Hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi. Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 16:19 WIT
TPNPB Klaim Gereja Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya Diduduki Militer Sejak 26 Juni Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers Ke II pada Sabtu, 27 Juni 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam rilis tersebut, TPNPB membuat sejumlah klaim terkait operasi militer di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Klaim Pendudukan Gereja Sejak 26 Juni Pukul 23.00 WIT  Menurut rilis TPNPB, pihaknya menerima laporan dari PIS TPNPB Kota Sugapa. "Aparat militer Indonesia telah mengambil alih Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo sejak hari Jumat, 26 Juni 2026 sekitar jam 23.00 hingga siang ini," tulis rilis tersebut. Redaksi mencatat ini merupakan klaim sepihak TPNPB. Klaim Operasi Militer Picu Pengungsian Warga  TPNPB mengklaim operasi militer Indonesia di kampung-kampung Distrik Agisiga sejak malam 26 Juni mengakibatkan warga sipil mengungsi. "Warga sipil mengungsi ke hutan-hutan dan pusat Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mencari perlindungan," demikian isi rilis. Klaim Penggunaan Drone, Helikopter dan Tembakan Terus Menerus  Dalam laporan lebih lanjut, TPNPB mengklaim sejak malam 26/6 aparat melakukan "serangan bom menggunakan drone dan helikopter militer terus melakukan operasi dari pusat Kota Sugapa ke seluruh wilayah Intan Jaya sementara operasi darat juga terjadi dan bunyi tembakan sejak kemarin hingga siang ini masih terus terjadi." Klaim Korban Sipil Sejak 17 Mei 2026  TPNPB mengklaim sejak 17 Mei 2026 banyak warga sipil mengungsi dari Kampung Mbamogo, Soali, Danggoa dan sekitar Distrik Agisiga. Sebabnya, kata rilis, "serangan drone militer Indonesia terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang mengakibatkan empat warga sipil korban setelah keluar dari ibadah pada hari Minggu." TPNPB menyebut jumlah korban lain belum diketahui karena wilayah "masih di kuasai oleh aparat militer Indonesia." Klaim Rumah Warga Dibakar & Fasilitas Sipil Dijadikan Pos  Rilis TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto "agar segera mengeluarkan seluruh aparat militer Indonesia yang sedang menduduki pemukiman warga sipil lalu jadikan rumah-rumah warga, sekolah dan gereja-gereja sebagai pos militer agar segera dihentikan dan kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil." Desakan ke Menhan, Panglima TNI dan PBB  TPNPB juga "menegaskan kepada Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto dan jajarannya agar hentikan penggunaan drone, helikopter dan senjata berat". Serta mendesak PBB "agar segera mengirimkan tim ke Papua dalam menyelidiki kejahatan perang... dan segera memberikan mandat kepada Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk turun ke Papua." Upaya Konfirmasi: TNI, Polri dan Pemda Intan Jaya Belum Berkomentar  Sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, redaksi telah berupaya meminta keterangan resmi kepada TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim pendudukan gereja, pembakaran rumah, jumlah pengungsi, dan penggunaan drone. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab 1x24 jam. Catatan Redaksi: Asas Keberimbangan dan Praduga Tak Bersalah  Redaksi menegaskan seluruh isi poin 1-6 adalah klaim, pengakuan, dan desakan dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM melalui Jubir Sebby Sambom, tertanggal 27 Juni 2026. Kebenaran peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Asas praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak yang disebut dalam rilis.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 15:06 WIT
Hukum Masuk Tembok: Law Firma Golda Ajak Warga Binaan Lapas Timika Kenal Hak & Kewajiban Papuanewsonline.com, Mimika  – Untuk sehari, ruang di Lapas Kelas IIB Timika berubah jadi ruang kelas. Law Firma Golda datang membawa materi hukum dasar untuk puluhan warga binaan. Tujuannya satu, agar bekal itu dipakai saat mereka kembali ke masyarakat. Isi & Peserta  Penyuluhan fokus pada hak dan kewajiban hukum. Kegiatan diikuti puluhan warga binaan dan didampingi petugas pembina Lapas. Law Firma Golda menyebut ini bagian dari komitmen mendukung akses keadilan di Mimika. Suara Pendiri  Pendiri Law Firma Golda, Edoardus Rahawadan, mengapresiasi Lapas Timika. "Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Kelas IIB Timika yang membuka ruang bagi kami untuk berbagi pengetahuan hukum," kata Edoardus dalam sambutannya. Makna Kegiatan  Edoardus menyebut kerja sama ini positif karena pembinaan tidak berhenti di pengawasan. "Ini luar biasa, karena pembinaan juga memberikan bekal pemahaman hukum agar warga binaan menyadari haknya dan memahami batasan kewajibannya," ujarnya. Harapan ke Warga Binaan  Ia berharap materi ini jadi bekal setelah bebas. "Semoga penyuluhan ini dapat menjadi bekal berharga, mencegah terulangnya perbuatan yang melanggar hukum, serta membangun pola pikir yang lebih bertanggung jawab," kata Edoardus. Harapan ke Lapas  Untuk Lapas, Edoardus mendorong program ini jadi kegiatan rutin. "Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, sehingga program pembinaan hukum mendukung keberhasilan tujuan pemasyarakatan," jelasnya. Pesan ke Publik  Edoardus juga menyorot akses hukum yang setara. "Kegiatan ini contoh bahwa layanan hukum tidak hanya untuk pihak tertentu, tetapi juga menjangkau semua lapisan, sebagai wujud keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum," katanya. Kegiatan berlangsung lancar. Redaksi telah menerima dokumentasi dari penyelenggara. Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIB Timika menyatakan kegiatan berjalan sesuai rencana.   Penulis: Hendrik Editor: GF 28 Jun 2026, 14:58 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi.     Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen, orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah selesai dilakukan.  “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai. Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.  “Anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:07 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi. Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 28 Jun 2026, 09:25 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga. Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 03:39 WIT
BRIDA Mimika Dorong Ekosistem Riset Terbuka dan Berbasis Data Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang terbuka, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penguatan kapasitas riset dan advokasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lokal di Timika.Slamet mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan advokasi yang didasarkan pada data serta fakta lapangan.Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membuka banyak peluang dalam pengelolaan informasi dan pengetahuan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan verifikasi langsung di lapangan agar hasil kajian yang dihasilkan tetap akurat.Ia mengingatkan bahwa aktor-aktor lokal perlu mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan membaca realitas sosial yang berkembang di masyarakat.“Penggunaan AI dan teknologi informasi harus tetap didukung data nyata dari lapangan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang meleset, bias, atau keliru,” kata Slamet dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (25/6/2026).Slamet menjelaskan, BRIDA Kabupaten Mimika saat ini tengah mendorong keterbukaan akses terhadap berbagai hasil penelitian, inovasi, dan kajian daerah agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, mahasiswa, akademisi, organisasi lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.Menurut dia, selama ini berbagai hasil kajian yang dihasilkan pemerintah masih tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga belum seluruhnya mudah diakses oleh publik. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan data riset yang lebih terintegrasi dan terbuka.Ia menilai keterbukaan informasi riset akan memperkuat kualitas pengambilan keputusan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat.Selain itu, Slamet mengajak perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal untuk berperan aktif dalam membangun ekosistem riset daerah melalui berbagai hasil penelitian, skripsi, kajian organisasi, maupun riset berbasis komunitas.Menurutnya, hasil-hasil penelitian lokal memiliki nilai strategis sebagai sumber referensi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperkuat dasar penyusunan kebijakan pembangunan.“Hasil riset lokal dapat menjadi rujukan bersama, bukan untuk disalin, tetapi untuk memperkaya referensi dan memperkuat dasar penyusunan kebijakan,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan riset tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Yang terpenting adalah kemampuan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, mendengar aspirasi warga, mengolah data yang tersedia, serta menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.Slamet menilai pembangunan budaya riset harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah ataupun OPD semata.Karena itu, BRIDA Mimika membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak yang memiliki hasil kajian atau penelitian agar dapat dikoordinasikan dan dikelola secara lebih baik.Ia mengajak para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta organisasi masyarakat yang memiliki hasil riset untuk berkoordinasi dengan BRIDA sehingga hasil kajian tersebut dapat terdokumentasi, diakses publik, dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bersama.Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa riset dan inovasi daerah harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.Menurutnya, keberhasilan pembangunan riset daerah diukur dari sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Di akhir penyampaiannya, ia berharap ekosistem riset yang sedang dibangun di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang bermanfaat tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Tanah Papua.“Ekosistem riset di Mimika diharapkan dapat memberi manfaat bukan hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain di Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 03:31 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan Papua  Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua," ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan  Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata  Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat  Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik Editor: GF 25 Jun 2026, 19:16 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total 392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 18:17 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim, seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,” pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka, ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Jun 2026, 15:46 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT