logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
"Bupati Mimika Kapan?" Aliansi Pemuda Amungsa Desak Kepastian CPNS Putra Amungme-Kamoro Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika segera memberikan kepastian pelaksanaan CPNS Formasi Tahun 2024.Desakan ini muncul karena hingga Juli 2026 belum ada kejelasan terkait jadwal seleksi, padahal sebelumnya Bupati Mimika Johannes Rettob telah menyampaikan sejumlah komitmen kepada publik.Dalam rilis tertulisnya, Rabu (22/7/2026), APA mengingatkan kembali pernyataan Bupati yang menyebut seleksi CPNS akan memprioritaskan putra-putri Amungme dan Kamoro serta Orang Asli Papua lainnya dan masyarakat yang lahir dan besar di Mimika.Bupati juga disebut menjanjikan alokasi kuota 80% untuk putra-putri Amungme dan Kamoro, dan 20% untuk masyarakat yang lahir dan besar di Mimika. Selain itu, pemerintah disebut akan bekerja sama dengan BKN untuk menyelenggarakan simulasi CAT, serta segera menyelesaikan Peraturan Bupati sebagai dasar hukum pelaksanaan seleksi. - Hellois Kemong"Jangan Hanya Janji"Hingga saat ini, kata APA, masyarakat masih menunggu realisasi dari seluruh komitmen tersebut."Oleh karena itu kami meminta Bupati Mimika agar segera memberikan penjelasan resmi," tegas APA dalam pernyataan sikapnya.APA merinci 3 poin tuntutan kepada Bupati Mimika:  1.  Kapan pelaksanaan CPNS Formasi Tahun 2024 akan dimulai2.  Sejauh mana perkembangan Peraturan Bupati yang menjadi dasar pelaksanaan seleksi3.  Kepastian bahwa kuota afirmasi 80% bagi putra-putri Amungme dan Kamoro tetap dilaksanakan sesuai komitmen"Pemerintah Kabupaten Mimika tidak hanya menyampaikan janji di media, tetapi juga segera merealisasikannya melalui langkah nyata yang memberikan kepastian kepada masyarakat," lanjut pernyataan tersebut.Komitmen Akan DikawalAPA menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses rekrutmen CPNS 2024 agar hak-hak putra-putri Amungme dan Kamoro benar-benar diwujudkan sesuai komitmen pemerintah."Kami tidak ingin putra daerah hanya jadi penonton di tanahnya sendiri," tutup APA.Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika terkait jadwal dan perkembangan CPNS 2024.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 00:43 WIT
Kerja Sama Dengan Pemerintah Tiongkok, Kemenhub Perkuat Konektivitas Di Sulawesi Tengah Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Zhenshi Indonesia Industrial Park resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (21/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan pelayanan transportasi bagi masyarakat.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan terhadap pembangunan Bandara Maleo. "Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo," ujarnya.Menurut Dudy, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kemitraan internasional mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Bandara Maleo juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi udara yang mampu mengikuti pertumbuhan kawasan industri di Morowali.Ia menjelaskan, keberadaan bandara yang semakin andal diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara di Sulawesi Tengah. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, fasilitas tersebut juga akan mendukung aktivitas pelaku usaha, tenaga kerja, serta distribusi logistik sehingga mampu meningkatkan daya saing wilayah."Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional," kata Menhub Dudy.Pekerjaan pengembangan Bandara Maleo meliputi penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, hingga penyempurnaan marka landasan. Seluruh pekerjaan mencakup area seluas 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah mencapai sekitar Rp177,99 miliar.Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selanjutnya akan melanjutkan peningkatan fasilitas bandara melalui penguatan perkerasan landasan pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan visual aid. Pengembangan tersebut ditujukan agar Bandara Maleo mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan.Selain membahas pengembangan Bandara Maleo, Menhub juga menyoroti semakin eratnya kerja sama Indonesia dan Tiongkok di sektor penerbangan, termasuk melalui penyelenggaraan ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements di Yogyakarta pada awal Juli 2026. Pemerintah Indonesia juga berharap memperoleh dukungan Tiongkok terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO sebagai bagian dari komitmen memperkuat kerja sama penerbangan sipil internasional.Penulis: JidEditor: OF 22 Jul 2026, 23:49 WIT
Rakyat Lagi Sengsara! Bupati Mimika Jalan Dinas Seperti Sultan, Sekali Jalan Habiskan 300 Juta Papuanewsonline.com, Mimika — Di saat rakyat Mimika mengeluh harga bahan pokok naik dan kontraktor lokal menangis karena proyek belum dibayar, mencuat kabar yang bikin darah publik mendidih.Bupati Mimika disebut jalan dinas seperti sultan. Sekali jalan, anggaran yang tersedot mencapai Rp300 juta.Angka itu bukan dari karangan. Itu yang ditemukan BPK   yang geram melihat frekuensi perjalanan luar daerah Bupati Johannes Rettob semenjak dilantik menjadi Bupati Mimika.Dari data yang diterima Media Papuanewsonline.com pada Rabu 22 Juli 2026, diketahui modus operandi Johanes Rettob adalah setelah dilantik. Ia menerbitkan Peraturan Bupati menjadi dasar untuk melakukan perjalanan dinas dengan sekali jalan menghabiskan dana 300 Juta, diluar dari operrasional rumah tangga Bupati.Rinciannya bikin melongo:Tiket Timika-Jakarta PP kelas bisnis untuk rombongan, hotel bintang 5, uang harian, sewa Alphard dan protokoler di Jakarta. Belum lagi biaya ajudan dan tim pendamping."Wow! Rakyat lagi susah, Bupati jalan dinas seperti sultan. Sekali jalan 300 juta, kalau seminggu dua kali? Hitung sendiri," celetuk Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika bung Edward di Timika Rabu (22/7/2026).Kata bung Edward Ironisnya, perjalanan dinas Bupati Mimika dengan sekali jalan kuras APBD senilai 300 juta, hal ini terjadi saat negara sedang teriak efisiensi.Lanjut bung Edward padahal Pj Bupati Mimika sebelumnya, Yonathan Demme Tangdilintin, sudah memangkas anggaran perjalanan dinas 50 persen sesuai Instruksi Presiden No 1 Tahun 2025." Tidak salah, beberapa waktu lalu Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong bahkan sudah warning keras ke semua OPD karena perjalanan dinas jadi temuan BPK," Jelasnya.Lanjut bung Edward Faktanya, BPK menemukan di BKPSDM Mimika saja tahun 2024, anggaran perjalanan dinas Rp11,94 Miliar, realisasi 98%, dan ada kerugian negara Rp728,8 juta karena tiket tidak ada di manifest dan perjalanan fiktif.Lanjutnya Dia di Dinas Pendidikan, dari anggaran Rp700 miliar, Rp400 miliar habis cuma buat belanja pegawai, sisanya Rp300 miliar baru untuk operasional sekolah.Artinya, satu kali jalan dinas Bupati setara dengan operasional 1 dinas kecil selama setahun!Edward juga menyoroti Silpa Rp1,1 Triliun APBD Mimika 2025."Silpa 1,1 Triliun parkir di bank, utang kontraktor ratusan miliar tidak dibayar, tapi Bupati jalan dinas hambur-hamburkan uang Rp300 juta sekali jalan? Ini melukai hati rakyat Mimika. APH harus periksa," tegas Edoardus.Ia mendesak Komisi III DPR RI yang sedang kunker di Timika tidak tutup mata. Jangan hanya foto-foto  tapi juga bawa isu pemborosan dan Silpa 1,1 T ke Kejagung dan KPK.Hingga berita ini diturunkan, Bupati Johannes Rettob dan Kepala BPKAD belum memberikan klarifikasi resmi soal komponen Rp300 juta tersebut.Publik Mimika menunggu jawaban. Jika rakyat diminta berhemat, mestinya Bupati yang kasih contoh pertama.Penulis: HendrikEditor: OF 22 Jul 2026, 23:43 WIT
Pesan Keras Warga Mimika ke Komisi III DPR RI: Jangan Hanya Jalan-Jalan, Bawa Juga Silpa 1,1 Triliun Papuanewsonline.com, Mimika – Kunjungan Kerja (Kunker) Anggota Komisi III DPR RI di Papua Tengah yang dipusatkan di Timika mendapat pesan keras dari warga Mimika.Publik mendesak Komisi III tidak hanya melakukan kunjungan seremonial, tapi juga membawa isu Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Rp1,1 Triliun APBD Mimika Tahun Anggaran 2025 ke Aparat Penegak Hukum (APH).Desakan itu mengemuka seiring Kunker Ketua dan  Anggota Komisi III DPR RI di wilayah Papua Tengah dalam rangka kunjungan kerja.Tokoh Pemuda Mimika, Edoardus Rahawadan, menjadi salah satu suara paling keras menyoroti persoalan ini.Ia menilai Silpa Rp1,1 Triliun yang mengendap di Bank Papua sangat janggal di tengah kondisi keuangan daerah."Silpa Rp1,1 Triliun APBD Mimika 2025 disimpan di Bank Papua, sementara utang pemda ke pihak ketiga ratusan miliar dari tahun 2025 belum terselesaikan hingga 2026. Ini pertanyaan besar bagi publik," tegas Edoardus saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).Edoardus menyebut pihaknya telah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan KPK dan Kejaksaan Agung turun langsung ke Mimika melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan APBD 2025.Menurutnya, peran Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM dan keamanan sangat krusial. Komisi III adalah mitra kerja Polri, Kejaksaan dan KPK, sehingga aspirasi dari Timika seharusnya bisa dibawa langsung ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan."Jangan hanya jalan-jalan reses, foto-foto dengan pejabat. Bawa juga isu Silpa 1,1 Triliun ini ke APH. Rakyat Mimika menunggu keberanian Komisi III," ujarnya.Ia juga menekankan aspek yuridis. Silpa merupakan bagian dari keuangan negara. Jika dalam pengelolaannya ada manipulasi, rekayasa anggaran, penyalahgunaan kewenangan, atau penggunaan dana yang bertentangan dengan aturan, maka berpotensi memenuhi unsur tindak pidana korupsi.Namun ia menegaskan dugaan itu harus dibuktikan lewat penyelidikan APH.Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Kepala BPKAD Mimika, Marthen Tappi Mallisa, sebelumnya membenarkan besaran Silpa tersebut."Silpa APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,1 triliun. Penyebabnya realisasi penyerapan anggaran 2025 hanya 80,12%. Ada kegiatan yang gagal berkontrak dan belum sempat dibayarkan sampai akhir tahun anggaran," terang Mallisa.Mallisa juga menyebut soal bunga dana tersebut mengikuti ketentuan bunga giro Bank Papua, namun untuk besaran pastinya meminta ditanyakan langsung ke Bank Papua.Isu Silpa ini sebelumnya juga sempat diingatkan Ketua DPRK Mimika. Hingga November 2025, realisasi APBD baru 43%, sehingga potensi Silpa membengkak sudah diprediksi.Publik kini berharap, Kunker Komisi III di Timika tidak berhenti sebagai laporan reses, tapi menjadi pintu masuk APH membongkar pengelolaan APBD Mimika 2025 yang menyisakan Silpa Rp1,1 Triliun.Penulis: HendrikEditor: OF 22 Jul 2026, 22:42 WIT
Pilihan Redaksi
"Bupati Mimika Kapan?" Aliansi Pemuda Amungsa Desak Kepastian CPNS Putra Amungme-Kamoro Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika segera memberikan kepastian pelaksanaan CPNS Formasi Tahun 2024.Desakan ini muncul karena hingga Juli 2026 belum ada kejelasan terkait jadwal seleksi, padahal sebelumnya Bupati Mimika Johannes Rettob telah menyampaikan sejumlah komitmen kepada publik.Dalam rilis tertulisnya, Rabu (22/7/2026), APA mengingatkan kembali pernyataan Bupati yang menyebut seleksi CPNS akan memprioritaskan putra-putri Amungme dan Kamoro serta Orang Asli Papua lainnya dan masyarakat yang lahir dan besar di Mimika.Bupati juga disebut menjanjikan alokasi kuota 80% untuk putra-putri Amungme dan Kamoro, dan 20% untuk masyarakat yang lahir dan besar di Mimika. Selain itu, pemerintah disebut akan bekerja sama dengan BKN untuk menyelenggarakan simulasi CAT, serta segera menyelesaikan Peraturan Bupati sebagai dasar hukum pelaksanaan seleksi. - Hellois Kemong"Jangan Hanya Janji"Hingga saat ini, kata APA, masyarakat masih menunggu realisasi dari seluruh komitmen tersebut."Oleh karena itu kami meminta Bupati Mimika agar segera memberikan penjelasan resmi," tegas APA dalam pernyataan sikapnya.APA merinci 3 poin tuntutan kepada Bupati Mimika:  1.  Kapan pelaksanaan CPNS Formasi Tahun 2024 akan dimulai2.  Sejauh mana perkembangan Peraturan Bupati yang menjadi dasar pelaksanaan seleksi3.  Kepastian bahwa kuota afirmasi 80% bagi putra-putri Amungme dan Kamoro tetap dilaksanakan sesuai komitmen"Pemerintah Kabupaten Mimika tidak hanya menyampaikan janji di media, tetapi juga segera merealisasikannya melalui langkah nyata yang memberikan kepastian kepada masyarakat," lanjut pernyataan tersebut.Komitmen Akan DikawalAPA menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses rekrutmen CPNS 2024 agar hak-hak putra-putri Amungme dan Kamoro benar-benar diwujudkan sesuai komitmen pemerintah."Kami tidak ingin putra daerah hanya jadi penonton di tanahnya sendiri," tutup APA.Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika terkait jadwal dan perkembangan CPNS 2024.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Jul 2026, 00:43 WIT
Kerja Sama Dengan Pemerintah Tiongkok, Kemenhub Perkuat Konektivitas Di Sulawesi Tengah Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Zhenshi Indonesia Industrial Park resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima pembangunan serta pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (21/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan pelayanan transportasi bagi masyarakat.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan terhadap pembangunan Bandara Maleo. "Hari ini kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Republik Rakyat Tiongkok dan PT Zhenshi Indonesia Industrial Park atas dukungan yang telah diberikan bagi pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Maleo," ujarnya.Menurut Dudy, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kemitraan internasional mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Pengembangan Bandara Maleo juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi udara yang mampu mengikuti pertumbuhan kawasan industri di Morowali.Ia menjelaskan, keberadaan bandara yang semakin andal diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara di Sulawesi Tengah. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, fasilitas tersebut juga akan mendukung aktivitas pelaku usaha, tenaga kerja, serta distribusi logistik sehingga mampu meningkatkan daya saing wilayah."Ke depan kami berkomitmen membangun sektor penerbangan yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan serta menyambut setiap kemitraan yang mendukung peningkatan kualitas dan keandalan layanan penerbangan nasional," kata Menhub Dudy.Pekerjaan pengembangan Bandara Maleo meliputi penataan runway strip dan Runway End Safety Area (RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter dengan lebar 30 meter, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, hingga penyempurnaan marka landasan. Seluruh pekerjaan mencakup area seluas 54.011,95 meter persegi dengan nilai hibah mencapai sekitar Rp177,99 miliar.Direktorat Jenderal Perhubungan Udara selanjutnya akan melanjutkan peningkatan fasilitas bandara melalui penguatan perkerasan landasan pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan visual aid. Pengembangan tersebut ditujukan agar Bandara Maleo mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan.Selain membahas pengembangan Bandara Maleo, Menhub juga menyoroti semakin eratnya kerja sama Indonesia dan Tiongkok di sektor penerbangan, termasuk melalui penyelenggaraan ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements di Yogyakarta pada awal Juli 2026. Pemerintah Indonesia juga berharap memperoleh dukungan Tiongkok terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO sebagai bagian dari komitmen memperkuat kerja sama penerbangan sipil internasional.Penulis: JidEditor: OF 22 Jul 2026, 23:49 WIT
Rakyat Lagi Sengsara! Bupati Mimika Jalan Dinas Seperti Sultan, Sekali Jalan Habiskan 300 Juta Papuanewsonline.com, Mimika — Di saat rakyat Mimika mengeluh harga bahan pokok naik dan kontraktor lokal menangis karena proyek belum dibayar, mencuat kabar yang bikin darah publik mendidih.Bupati Mimika disebut jalan dinas seperti sultan. Sekali jalan, anggaran yang tersedot mencapai Rp300 juta.Angka itu bukan dari karangan. Itu yang ditemukan BPK   yang geram melihat frekuensi perjalanan luar daerah Bupati Johannes Rettob semenjak dilantik menjadi Bupati Mimika.Dari data yang diterima Media Papuanewsonline.com pada Rabu 22 Juli 2026, diketahui modus operandi Johanes Rettob adalah setelah dilantik. Ia menerbitkan Peraturan Bupati menjadi dasar untuk melakukan perjalanan dinas dengan sekali jalan menghabiskan dana 300 Juta, diluar dari operrasional rumah tangga Bupati.Rinciannya bikin melongo:Tiket Timika-Jakarta PP kelas bisnis untuk rombongan, hotel bintang 5, uang harian, sewa Alphard dan protokoler di Jakarta. Belum lagi biaya ajudan dan tim pendamping."Wow! Rakyat lagi susah, Bupati jalan dinas seperti sultan. Sekali jalan 300 juta, kalau seminggu dua kali? Hitung sendiri," celetuk Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika bung Edward di Timika Rabu (22/7/2026).Kata bung Edward Ironisnya, perjalanan dinas Bupati Mimika dengan sekali jalan kuras APBD senilai 300 juta, hal ini terjadi saat negara sedang teriak efisiensi.Lanjut bung Edward padahal Pj Bupati Mimika sebelumnya, Yonathan Demme Tangdilintin, sudah memangkas anggaran perjalanan dinas 50 persen sesuai Instruksi Presiden No 1 Tahun 2025." Tidak salah, beberapa waktu lalu Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong bahkan sudah warning keras ke semua OPD karena perjalanan dinas jadi temuan BPK," Jelasnya.Lanjut bung Edward Faktanya, BPK menemukan di BKPSDM Mimika saja tahun 2024, anggaran perjalanan dinas Rp11,94 Miliar, realisasi 98%, dan ada kerugian negara Rp728,8 juta karena tiket tidak ada di manifest dan perjalanan fiktif.Lanjutnya Dia di Dinas Pendidikan, dari anggaran Rp700 miliar, Rp400 miliar habis cuma buat belanja pegawai, sisanya Rp300 miliar baru untuk operasional sekolah.Artinya, satu kali jalan dinas Bupati setara dengan operasional 1 dinas kecil selama setahun!Edward juga menyoroti Silpa Rp1,1 Triliun APBD Mimika 2025."Silpa 1,1 Triliun parkir di bank, utang kontraktor ratusan miliar tidak dibayar, tapi Bupati jalan dinas hambur-hamburkan uang Rp300 juta sekali jalan? Ini melukai hati rakyat Mimika. APH harus periksa," tegas Edoardus.Ia mendesak Komisi III DPR RI yang sedang kunker di Timika tidak tutup mata. Jangan hanya foto-foto  tapi juga bawa isu pemborosan dan Silpa 1,1 T ke Kejagung dan KPK.Hingga berita ini diturunkan, Bupati Johannes Rettob dan Kepala BPKAD belum memberikan klarifikasi resmi soal komponen Rp300 juta tersebut.Publik Mimika menunggu jawaban. Jika rakyat diminta berhemat, mestinya Bupati yang kasih contoh pertama.Penulis: HendrikEditor: OF 22 Jul 2026, 23:43 WIT
Pesan Keras Warga Mimika ke Komisi III DPR RI: Jangan Hanya Jalan-Jalan, Bawa Juga Silpa 1,1 Triliun Papuanewsonline.com, Mimika – Kunjungan Kerja (Kunker) Anggota Komisi III DPR RI di Papua Tengah yang dipusatkan di Timika mendapat pesan keras dari warga Mimika.Publik mendesak Komisi III tidak hanya melakukan kunjungan seremonial, tapi juga membawa isu Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Rp1,1 Triliun APBD Mimika Tahun Anggaran 2025 ke Aparat Penegak Hukum (APH).Desakan itu mengemuka seiring Kunker Ketua dan  Anggota Komisi III DPR RI di wilayah Papua Tengah dalam rangka kunjungan kerja.Tokoh Pemuda Mimika, Edoardus Rahawadan, menjadi salah satu suara paling keras menyoroti persoalan ini.Ia menilai Silpa Rp1,1 Triliun yang mengendap di Bank Papua sangat janggal di tengah kondisi keuangan daerah."Silpa Rp1,1 Triliun APBD Mimika 2025 disimpan di Bank Papua, sementara utang pemda ke pihak ketiga ratusan miliar dari tahun 2025 belum terselesaikan hingga 2026. Ini pertanyaan besar bagi publik," tegas Edoardus saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).Edoardus menyebut pihaknya telah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan KPK dan Kejaksaan Agung turun langsung ke Mimika melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan APBD 2025.Menurutnya, peran Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM dan keamanan sangat krusial. Komisi III adalah mitra kerja Polri, Kejaksaan dan KPK, sehingga aspirasi dari Timika seharusnya bisa dibawa langsung ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Senayan."Jangan hanya jalan-jalan reses, foto-foto dengan pejabat. Bawa juga isu Silpa 1,1 Triliun ini ke APH. Rakyat Mimika menunggu keberanian Komisi III," ujarnya.Ia juga menekankan aspek yuridis. Silpa merupakan bagian dari keuangan negara. Jika dalam pengelolaannya ada manipulasi, rekayasa anggaran, penyalahgunaan kewenangan, atau penggunaan dana yang bertentangan dengan aturan, maka berpotensi memenuhi unsur tindak pidana korupsi.Namun ia menegaskan dugaan itu harus dibuktikan lewat penyelidikan APH.Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Kepala BPKAD Mimika, Marthen Tappi Mallisa, sebelumnya membenarkan besaran Silpa tersebut."Silpa APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp1,1 triliun. Penyebabnya realisasi penyerapan anggaran 2025 hanya 80,12%. Ada kegiatan yang gagal berkontrak dan belum sempat dibayarkan sampai akhir tahun anggaran," terang Mallisa.Mallisa juga menyebut soal bunga dana tersebut mengikuti ketentuan bunga giro Bank Papua, namun untuk besaran pastinya meminta ditanyakan langsung ke Bank Papua.Isu Silpa ini sebelumnya juga sempat diingatkan Ketua DPRK Mimika. Hingga November 2025, realisasi APBD baru 43%, sehingga potensi Silpa membengkak sudah diprediksi.Publik kini berharap, Kunker Komisi III di Timika tidak berhenti sebagai laporan reses, tapi menjadi pintu masuk APH membongkar pengelolaan APBD Mimika 2025 yang menyisakan Silpa Rp1,1 Triliun.Penulis: HendrikEditor: OF 22 Jul 2026, 22:42 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Polri Kukuhkan LP-KTB, Bangun Tata Kelola Sekolah Unggulan Bertaraf Internasional Papuanewsonline.com, Bogor – Polri mengambil langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui pengukuhan Pengurus Harian Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB). Kehadiran LP-KTB menjadi fondasi tata kelola SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) agar berkembang sebagai sekolah unggulan bertaraf internasional yang dikelola secara profesional, akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan.Pengukuhan dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Kampus SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Selasa (21/7). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0004000.AH.01.07 Tahun 2026 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara yang ditetapkan pada 29 Mei 2026.LP-KTB dibentuk sebagai badan penyelenggara yang bertanggung jawab menjaga arah dan keberlanjutan pengembangan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam memastikan tata kelola sekolah berjalan sesuai prinsip good governance, mulai dari penyusunan kebijakan pendidikan, pengembangan kurikulum, peningkatan mutu tenaga pendidik, penguatan karakter peserta didik, pengelolaan sarana dan prasarana, hingga perluasan kerja sama dengan institusi pendidikan nasional maupun internasional.Dengan adanya LP-KTB, pengembangan sekolah tidak bergantung pada individu tertentu, tetapi ditopang oleh sistem kelembagaan yang kuat sehingga kualitas pendidikan dapat terus terjaga dan berkembang dari generasi ke generasi. Model tata kelola ini diharapkan menjadi salah satu praktik baik dalam pengelolaan sekolah unggulan di Indonesia.Dalam struktur organisasi LP-KTB, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menjabat sebagai Ketua Pengawas Eksekutif, didampingi Juliati Sigit Prabowo sebagai Wakil Ketua Pengawas Eksekutif. Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dipercaya sebagai Ketua Eksekutif, didampingi Irjen Pol. Dr. Anwar sebagai Wakil Ketua Eksekutif, Dirgayuza Setiawan sebagai Sekretaris Eksekutif, dan Cecilia Peggy Sulistio sebagai Bendahara Eksekutif.Kepengurusan LP-KTB juga diperkuat oleh sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, di antaranya Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, Sugianto Kusuma (Aguan), Budhi Herdi Susianto, Miftah Nur Sabri, dan Ari Cahya Nugraha. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan, memperkuat jejaring strategis, serta mendorong inovasi agar SMA Kemala Taruna Bhayangkara mampu bersaing di tingkat internasional.Pada kesempatan yang sama, Wakapolri meninjau langsung aktivitas 297 siswa yang telah mulai menempati asrama dan mengikuti proses pendidikan. Peninjauan meliputi pelaksanaan pre-test Matematika, pre-test Bahasa Inggris, pembinaan karakter, latihan drumband, serta kesiapan fasilitas pembelajaran dan kehidupan berasrama.SMA Kemala Taruna Bhayangkara dirancang sebagai sekolah berasrama bertaraf internasional dengan fasilitas yang mendukung pembelajaran abad ke-21, antara lain 24 ruang kelas modern, enam ruang laboratorium dan fasilitas akademik, perpustakaan modern, theater building, gymnasium, kolam renang, lapangan sepak bola berstandar internasional, dining hall, asrama putra dan putri, ruang kesehatan, ruang kegiatan siswa, serta rumah ibadah bagi seluruh agama.Dari sisi akademik, sekolah ini juga telah memperoleh sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) dari International Baccalaureate Organization (IBO). Penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang dipadukan dengan Kurikulum Nasional dirancang untuk membentuk peserta didik yang unggul dalam karakter, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, riset, penguasaan sains dan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), coding, literasi digital, serta memiliki wawasan global.Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa penguatan kelembagaan merupakan kunci keberhasilan sebuah institusi pendidikan.“Sekolah yang hebat dibangun oleh sistem yang hebat. Karena itu, LP-KTB dibentuk untuk memastikan setiap kebijakan, setiap proses pembelajaran, dan setiap langkah pengembangan sekolah berjalan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu. Dengan tata kelola yang kuat, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi pemimpin Indonesia yang berintegritas, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat global.”Pengukuhan LP-KTB menegaskan komitmen Polri bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana modern, tetapi juga melalui penguatan tata kelola yang berkelanjutan. Langkah ini merupakan kontribusi nyata Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 22 Jul 2026, 19:19 WIT
Buka Pendidikan Bintara Polri 2026, Wakapolda Maluku: SDM Unggul Jadi Kunci Transformasi Polri Papuanewsonline.com, Ambon – Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si. secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Negeri Passo, Senin (20/7/2026). Pembukaan pendidikan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program nasional Polri dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat kualitas pelayanan publik di era transformasi digital.Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan SPN Polda Maluku dengan dihadiri Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Pengurus Bhayangkari Ranting SPN Polda Maluku, orang tua dan wali siswa, Pejabat Negeri Passo, serta Saniri Negeri Passo.Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri yang menegaskan bahwa pendidikan pembentukan tahun ini merupakan tonggak penting reformasi pendidikan Polri melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE), yaitu sistem pendidikan yang berorientasi pada pencapaian kompetensi nyata lulusan sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat.Sebanyak 56 peserta didik resmi mengikuti pendidikan selama lima bulan, mulai 20 Juli hingga 16 Desember 2026, yang terdiri atas 50 Bintara SPKT, dua Bintara Polair, dua Bintara Bakomsus Penyidik, satu Bintara Bakomsus Humas, dan satu Bintara Rekpro.Secara nasional, pendidikan pembentukan Bintara Polri TA 2026 diikuti 4.792 peserta didik, terdiri atas 708 Polisi Wanita (Polwan) yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri serta 4.084 Polisi Pria yang mengikuti pendidikan di 31 SPN Polda di seluruh Indonesia.Dalam amanat Kalemdiklat Polri ditegaskan bahwa kurikulum pendidikan kini tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata, tetapi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, komunikasi publik, kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat, hingga penguasaan teknologi kepolisian berbasis Artificial Intelligence (AI).Pendidikan tahun ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."Tema tersebut mencerminkan arah pembangunan SDM Polri yang tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mampu mendukung agenda prioritas nasional melalui penguatan keamanan sebagai fondasi pembangunan.Dalam amanatnya juga ditegaskan bahwa lulusan Bintara SPKT nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian karena merupakan personel pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat saat menerima laporan maupun memberikan pelayanan kepolisian.Selain penguatan kompetensi teknis, pendidikan juga diarahkan membentuk karakter Bhayangkara yang menjunjung tinggi nilai Tribrata, Catur Prasetya, integritas, disiplin, kepemimpinan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta budaya pelayanan prima.Kalemdiklat Polri juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar melaksanakan proses pembelajaran secara profesional tanpa kekerasan maupun perundungan."Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik maupun mental peserta didik," demikian penegasan dalam amanat Kalemdiklat Polri.Usai upacara, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman menegaskan bahwa pendidikan pembentukan merupakan investasi strategis Polri dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan wajah pelayanan Polri di masa depan."Hari ini bukan sekadar membuka pendidikan, tetapi memulai proses melahirkan Bhayangkara-Bhayangkara muda yang akan menjadi wajah Polri di tengah masyarakat. Karena itu, pendidikan ini harus mampu membentuk personel yang profesional, berintegritas, humanis, disiplin, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan," tegas Wakapolda.Menurutnya, lima bulan pendidikan di SPN Polda Maluku merupakan fase penting pembentukan karakter, kepemimpinan, etika profesi, serta kompetensi teknis yang akan menentukan kualitas pelayanan Polri di masa depan."SPKT merupakan pintu pertama pelayanan kepolisian. Karena itu lulusan yang dihasilkan harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, santun, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," tambahnya.Wakapolda juga mengingatkan seluruh peserta didik agar mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan penuh disiplin, semangat belajar, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman pengabdian kepada bangsa dan negara.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa pembukaan pendidikan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian dari transformasi kelembagaan Polri yang menempatkan pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama."Pendidikan menjadi fondasi utama transformasi Polri Presisi. Melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education, kami memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, menguasai perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, berintegritas, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan humanis," jelas Rositah.Menurutnya, peningkatan kualitas SDM Polri merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan Polri dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah."Polda Maluku berkomitmen mencetak Bhayangkara muda yang siap mengawal stabilitas keamanan, mendukung pembangunan nasional, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai implementasi nyata Polri Presisi," pungkasnya.Rangkaian upacara ditutup dengan Tradisi Penyiraman Air Kembang kepada seluruh peserta didik sebagai simbol penyucian niat, pembentukan karakter, dan tekad mengawali pengabdian sebagai insan Bhayangkara yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta semangat melayani masyarakat. PNO-12 22 Jul 2026, 11:51 WIT
Ketua GMKI Timika: Perguruan Tinggi di Mimika Adalah Investasi Peradaban, Bukan Beban Anggaran Papuanewsonline.com, Mimika — Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Timika, Louis Fernando Afeanpah, menilai pembangunan perguruan tinggi di Kabupaten Mimika harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah, bukan sekadar beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Menurut Louis, Mimika sebagai salah satu daerah dengan kapasitas fiskal yang besar seharusnya mampu mewujudkan perguruan tinggi yang representatif untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat sekaligus menyiapkan sumber daya manusia lokal yang kompetitif."Persoalan utamanya bukan pada ada atau tidaknya anggaran, tetapi bagaimana pemerintah daerah memandang pendidikan tinggi. Perguruan tinggi adalah investasi peradaban, bukan beban anggaran," ujar Louis dalam opini yang diterima Papuanewsonline.com.Ia mengatakan, selama ini banyak lulusan SMA di Mimika terpaksa melanjutkan pendidikan ke luar Papua dengan biaya yang tinggi karena keterbatasan akses pendidikan tinggi di daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi paradoks bagi Mimika yang memiliki potensi ekonomi besar namun belum memiliki pusat pendidikan tinggi yang memadai.Louis menilai pemerintah daerah perlu mengubah orientasi pembangunan yang selama ini lebih banyak bertumpu pada pembangunan fisik menjadi pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.Menurutnya, pendirian perguruan tinggi juga memiliki landasan hukum yang jelas melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 100 Tahun 2016 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri serta Pendirian, Perubahan, dan Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta.Selain itu, ia mengapresiasi langkah DPRK Mimika yang tengah mendorong penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat pembangunan sektor pendidikan di daerah.Louis juga mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mengambil peran strategis dalam menyusun kajian akademik dan studi kelayakan sebagai dasar pendirian perguruan tinggi.Ia berpendapat model perguruan tinggi yang paling relevan bagi Mimika adalah perguruan tinggi vokasi atau politeknik berbasis sains terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri dan potensi daerah, seperti teknologi pertambangan, logistik, teknik kelautan, pertanian, hingga administrasi publik."Perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan daerah, sehingga lulusannya siap bekerja dan mendukung pembangunan Mimika," katanya.Lebih lanjut, Louis menilai pembangunan perguruan tinggi juga dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap tenaga ahli dari luar serta memperkuat kapasitas riset dalam mendukung perumusan kebijakan publik berbasis data.Ia mengusulkan agar pemerintah daerah menyusun peta jalan pembangunan perguruan tinggi yang dimulai dengan penyelesaian Perda Pendidikan, penyusunan studi kelayakan oleh BRIDA, pembentukan skema pendanaan melalui APBD, Dana Otonomi Khusus dan sinergi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga pembangunan kampus secara bertahap.Menurut Louis, keberadaan perguruan tinggi di Mimika bukan hanya untuk meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya kemandirian intelektual dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan."Martabat sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dilahirkan. Karena itu, membangun perguruan tinggi merupakan investasi bagi masa depan Mimika," tutupnya.Penulis: BimEditor: OF 21 Jul 2026, 15:28 WIT
Mulai 20 Juli, Program MBG Kembali Disajikan Bagi Siswa Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Program unggulan pemerintah Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan kembali beroperasi secara penuh mulai 20 Juli 2026. Sebelumnya pelayanan sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah sesuai Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 guna efisiensi sekaligus melakukan penataan dan perbaikan menyeluruh sistem pelayanan.Pendamping Kepala Badan Gizi Nasional Regional Papua Tengah, Soeherman Bondar, menjelaskan meskipun nota dinas sudah mengatur tanggal mulai kembali pada 13 Juli, di Mimika penyesuaian dilakukan mengingat masih berlangsungnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Peluncuran serentak dipastikan berjalan pada 20 Juli bertepatan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar efektif dan bagi dapur yang telah dinyatakan siap beroperasi.Ia menambahkan dari total 20 dapur pelayanan yang kini tersedia di Mimika, sebelumnya terdapat 11 dapur yang sempat ditangguhkan operasionalnya. Kini lima unit dapur telah kembali berfungsi dan siap melayani, sementara sisa lainnya akan dipersiapkan secara bertahap guna menjamin kualitas penyajian yang tetap terjaga baik, higienis, dan tepat guna.Mekanisme penyaluran pada tahun ajaran baru ini akan disesuaikan secara ketat dengan data resmi siswa yang meliputi nama lengkap beserta Nomor Induk Siswa Nasional. “Kami berharap data siswa baru segera diserahkan untuk segera didaftarkan, sedangkan siswa lama yang sudah tercatat dalam sistem dapat langsung dilayani sesuai daftar yang ada,” ujar Soeherman.Penulis: JidEditor: OF 19 Jul 2026, 23:17 WIT
Resmi Dilantik, Pengurus RMI NU Papua Tengah Siap Kembangkan Pendidikan Pesantren Papuanewsonline.com, Mimika – Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Provinsi Papua Tengah masa bakti 2020–2031 resmi dilantik pada Ahad, 19 Juli 2026 bertepatan dengan 4 Safar 1448 Hijriah. Acara pelantikan berlangsung di Kantor Cabang Pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Mimika, ditandai dengan pembacaan ikrar pengurus yang dipimpin langsung Sekretaris PWNU Papua Tengah, Ustadz Ibnu.Ketua PWNU Papua Tengah, Ustadz Imam Mawardi, menyambut baik terbentuknya kepengurusan ini. Menurutnya, RMI kini menjadi wadah utama yang mengakomodasi seluruh metode pembelajaran khas NU bagi para santri di wilayah Papua Tengah. Kehadiran lembaga ini juga menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan berbagai kegiatan besar, salah satunya peringatan Hari Santri Nasional yang akan datang.Ketua RMI NU Papua Tengah yang baru dilantik, Ustadz Nasihin, menyampaikan komitmennya membangun pendidikan berbasis pesantren secara bertahap mulai dari jenjang paling dasar. “Kami mulai dari bawah, mulai Taman Belajar Qur’an hingga jenjang pesantren dengan metode yang disesuaikan dengan perkembangan anak,” ujarnya. Ia juga menjelaskan akan menjalin kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren Langitan, Mabin, serta sistem Masa Bimbingan yang seluruhnya telah terhubung dan terkoordinasi langsung dari lembaga induknya.Cakupan pembinaan mencakup jenjang Taman Pendidikan Al-Qur’an, Taman Pendidikan Anak, hingga fasilitasi beasiswa yang disiapkan oleh Badan Wakaf NU untuk mendukung santri melanjutkan pendidikan ke pesantren maupun jenjang perguruan tinggi, semuanya terangkum dalam satu naungan organisasi yang teratur dan terarah.Penulis: JidEditor: OF 19 Jul 2026, 23:13 WIT
Aliansi Pemuda Amungsa Minta Dinas Pendidikan Perhatikan Sekolah PKBM Di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar memberikan perhatian khusus kepada sekolah-sekolah Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang selama ini telah berperan aktif memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.Dalam pernyataan sikapnya, APA menilai bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk sektor pendidikan harus dimanfaatkan sesuai dengan tujuan dan peruntukannya, termasuk melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.Menurut APA, salah satu lembaga yang patut mendapat perhatian adalah Yayasan PKBM di SP2 Jalur 5, Distrik Mimika Baru, yang telah memberikan pendidikan kepada anak-anak dari tujuh suku di Kabupaten Mimika, terutama anak-anak Amungme dan Kamoro yang berasal dari keluarga kurang mampu.Oleh karena itu, APA meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar segera turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut dan memberikan dukungan nyata melalui bantuan fasilitas pendidikan serta program pembinaan yang berkelanjutan.Aliansi Pemuda Amungsa meyakini bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak sekaligus menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Papua yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menghadapi masa depan yang lebih baik.Melalui pernyataan sikap tersebut, APA berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap lembaga pendidikan nonformal yang telah berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Mimika."Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Mimika."Penulis: JidEditor: OF 18 Jul 2026, 08:51 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Rapsodia Nusantara 10 Angkat Pianis Remaja Simalungun Berjaya Di Kansas City Papuanewsonline.com, Kansas City, Amerika Serikat – Seorang pianis berdarah Simalungun berusia 16 tahun, Yonggi Fayden Cordias Purba, berhasil meraih Juara II pada kompetisi International Piano Professional Association (IPPA) Conero yang digelar di Swarthout Recital Hall, Kansas University, Missouri, Kamis (16/7/2026). Yonggi yang beberapa bulan lalu baru kehilangan ayahnya berangkat ke Amerika Serikat dari Jakarta didampingi sang ibu, Eylianti Sumbayak.Usai pengumuman pemenang, Yonggi membagikan ungkapan syukur melalui akun Facebook miliknya. "Puji Tuhan, setelah menunggu pengumuman yang sangat dinantikan, saya dinyatakan meraih Juara 2 pada IPPA Conero International Piano Competition di Kansas, USA, kategori Young Artist. Kalau pada Babak Semifinal di Indonesia saya membawakan karya Ananda Sukarlan, yaitu Rapsodia Nusantara No. 26, maka pada babak Final ini saya membawakan karya beliau yaitu Rapsodia Nusantara No. 10 (yang mengambil motif lagu Janger, Lagu Daerah asal Bali) dengan durasi 6 menit. Karena di Final ini harus membawakan minimal 2 lagu dengan durasi 12 menit, maka saya memilih satu karya lagi yakni karya Nikolai Kapustin, Etude Op. 40 No. 6 "Pastoral". Kedua lagu ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat sangat tinggi karena harus memainkannya dengan variasi tempo dan range nada yang sangat luas dan sulit."Rapsodia Nusantara No. 10 merupakan salah satu dari 44 karya Rapsodia Nusantara ciptaan maestro Indonesia Ananda Sukarlan yang dikenal memiliki tingkat virtuositas tinggi. Karya tersebut sebelumnya juga mengantarkan sejumlah pianis Indonesia meraih prestasi di panggung internasional, di antaranya Anthony Hartono pada Maj Lind Competition di Finlandia serta Dr. Edith Widayani yang menjadikannya sebagai bahan disertasi doktoral di Eastman School of Music.Yonggi merupakan siswa bimbingan Devina Novia Ferty di KITA Anak Negeri, Depok. Pada babak final IPPA Conero, ia mewakili kawasan Asia Tenggara setelah berhasil melewati babak preliminary dan semifinal sepanjang tahun 2025. Pada dua tahap tersebut, ia membawakan karya "Rapsodia Nusantara No. 26" ciptaan Ananda Sukarlan yang menggunakan motif lagu daerah Nias, "Tano Niha".Prestasi Yonggi menambah daftar musisi muda asal Sumatera Utara yang berkiprah di dunia musik klasik internasional. Sebelumnya, Calvin Abdiel Tambunan sukses menjadi pemenang utama Ananda Sukarlan Award 2020 serta meraih Juara III Sydney International Piano Competition 2021. Permainan Calvin membawakan berbagai nomor Rapsodia Nusantara, termasuk No. 10, juga menjadi referensi bagi banyak pianis karena nilai artistik dan tingkat virtuositasnya.Pada Agustus 2026 mendatang, Kota Medan dijadwalkan menjadi salah satu dari 11 kota penyelenggara Kompetisi Piano Nusantara Plus, yang dikenal sebagai salah satu kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia. Para pemenang kompetisi tersebut nantinya akan memperoleh Golden Ticket menuju babak final Ananda Sukarlan Award 2027.Di usianya yang masih remaja, Yonggi dinilai berhasil memadukan kemampuan teknis yang tinggi dengan musikalitas yang matang melalui interpretasinya terhadap berbagai nomor Rapsodia Nusantara. Penampilannya tidak hanya menunjukkan penguasaan teknik bermain piano, tetapi juga menghadirkan emosi yang mendalam sehingga mampu memberikan pengalaman musikal yang berkesan bagi penonton maupun dewan juri.Pada kategori Young Artist, dewan juri terdiri atas Lorenzo Di Bella, Yong Hi Moon, Wei-Han Su, Scott McBride Smith, Nancy Weems, Jack Winerock, serta dipimpin President of Jury Dr. Hye-Jung Hong. Adapun hasil akhir kompetisi menempatkan Emilie Zhai (Kanada) sebagai Juara I, Yonggi Fayden Cordias Purba (Indonesia) sebagai Juara II, dan Yoav Ovrutsky (Amerika Serikat) sebagai Juara III.Penulis: JidEditor: OF 18 Jul 2026, 11:31 WIT
Aliansi Pemuda Amungsa Apresiasi Pelatihan Musik Tradisional Untuk Generasi Muda Amungme Dan Kamoro Papuanewsonline.com, Mimika – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Yoel, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, atas terobosan yang telah dilakukan dalam menyelenggarakan pelatihan musik tradisional bagi generasi muda Suku Amungme dan Kamoro (AMOR).Dalam pernyataan sikapnya, APA menilai program tersebut merupakan langkah yang sangat positif dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda di Kabupaten Mimika.Menurut APA, di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama agar generasi muda Mimika tidak melupakan jati diri, adat istiadat, serta warisan budaya leluhur.Aliansi Pemuda Amungsa berharap kegiatan pelatihan musik tradisional dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak generasi muda, khususnya dari Suku Amungme dan Kamoro.Melalui program tersebut, APA juga berharap budaya Amungme dan Kamoro tetap hidup, terus berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Mimika di tengah dinamika perkembangan zaman."Budaya adalah jati diri bangsa, dan generasi muda adalah pewarisnya."Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya daerah sekaligus mendorong pemerintah agar terus menghadirkan program-program yang memperkuat identitas budaya masyarakat asli Mimika.Penulis: JidEditor: OF 18 Jul 2026, 08:56 WIT
Angel Awom, Putri Papua Tengah Siap Bersaing Di Miss Bintang Indonesia Junior Papuanewsonline.com, Mimika – Kabar membanggakan datang dari bumi Cenderawasih. Seorang putri berbakat asal Papua Tengah, Angel Awom, telah terpilih untuk mewakili daerahnya di ajang bergengsi nasional, Miss Bintang Indonesia Junior. Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus bukti nyata bahwa potensi dan pesona anak-anak muda Papua mampu bersinar di kancah yang lebih luas.Angel Awom membawa harapan dan doa seluruh masyarakat Papua Tengah untuk tampil memukau di tingkat nasional. Ia tidak hanya membawa nama baik pribadi, melainkan juga memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta semangat pemuda yang tumbuh kuat di wilayahnya. Kehadirannya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus bermimpi dan berusaha mewujudkannya.Persiapan matang telah dilakukan Angel guna mempersiapkan diri menghadapi para peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ia bertekad menampilkan karakter yang ramah, cerdas, dan berwibawa, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang tumbuh di lingkungan masyarakat Papua Tengah. Semangat ini menjadi bekal berharga dalam mengarungi persaingan yang positif dan sehat.Seluruh elemen masyarakat, pemuda, hingga tokoh-tokoh daerah menyampaikan dukungan dan harapan terbaik bagi Angel. Mereka percaya bahwa dengan pembawaan yang tenang dan kemampuan yang dimiliki, Angel mampu mengharumkan nama daerah dan membawa pulang hasil terbaik bagi Papua Tengah yang kita cintai bersama.Langkah Angel Awom ini membuktikan bahwa di mana pun kita berada, bakat dan tekad yang kuat akan membawa kita menuju kesuksesan. Semoga Angel tampil percaya diri, menebar kebaikan, dan menjadikan pengalaman ini sebagai awal perjalanan gemilang bagi masa depan yang cerah.Penulis: JidEditor: OF 16 Jul 2026, 21:52 WIT
Ribuan Warga Padati Konser Rima Kebangsaan, GOG Juara Lomba Hip‑Hop Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Konser Rima Kebangsaan yang digelar Dewan Pengurus Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kabupaten Mimika sukses menyedot perhatian ribuan warga yang memadati Lapangan Timika Indah pada Rabu (1/7/2026). Meski diguyur hujan deras, antusiasme masyarakat tak luntur dan justru menjadikan suasana semakin meriah serta penuh semangat persaudaraan.Acara menampilkan lomba hip‑hop rap yang diikuti 14 grup lokal, antara lain 4Life, Lil’G, RKH, MCF, Emty Three, Blood AK, Bojoka Music, Arifin Letsoin, J3, LW Rap Production, GOG, East and Rap, Clann Diego, dan Vibe Cartel. Penampilan tamu spesial grup Owl Gank, Star East, serta penyanyi lokal Melati semakin memukau penonton yang hadir.Puncak acara diwarnai momen mengharukan berupa pemotongan kue ulang tahun peringatan Hari Bhayangkara ke‑80 bersama jajaran Forkopimda Mimika. Wakil Kapolsek Mimika Baru, Iptu Iqbal Saleh, menyampaikan apresiasi mendalam dan terkejut dengan kejutan tersebut.“Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan ini, acara ini membuat Timika kembali hidup dan ramai,” ucapnya.Ketua DPC Barisan Merah Putih RI Mimika, Panius Kogoya, mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa warga. Ia juga mengumumkan daftar pemenang: Juara 1 GOG (Rp7,5 juta), Juara 2 4Live (Rp5 juta), Juara 3 J3 (Rp3 juta), serta Juara Harapan I MCF, Harapan II RKH, Harapan III Clann Diego masing‑masing Rp2 juta. Gelar Juara Favorit diraih Blood AK lewat lagu andalan “Papteng Zone”.Penulis: JidEditor: OF 02 Jul 2026, 09:41 WIT
Momen Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Panggung Budaya Lokal dan Pembinaan Generasi Muda Papuanewsonline.com, Ambon – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026), berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya. Ribuan masyarakat yang hadir disuguhkan berbagai penampilan menarik, mulai dari tarian adat khas Maluku hingga atraksi Polisi Cilik yang memukau dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.Kegiatan yang dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pangdam XV/Pattimura, Gubernur Maluku, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.Salah satu penampilan yang menjadi pusat perhatian adalah tarian adat "Maku-Maku", tarian tradisional khas Maluku yang dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku.Dengan balutan busana adat Maluku yang berwarna-warni dan iringan musik tradisional yang khas, para penari menampilkan gerakan yang enerjik, harmonis, dan sarat makna persaudaraan dan persatuan. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang memadati area kegiatan.Tarian Maku-Maku yang dikenal sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung penguatan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan bahwa kehadiran unsur budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku."Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami menghadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah," ujar Kapolda.Selain tarian adat, perhatian pengunjung juga tertuju pada penampilan Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru, yang merupakan binaan Polres Pulau Buru.Puluhan anggota Polisi Cilik tampil penuh percaya diri dengan memperagakan berbagai formasi baris-berbaris yang dikombinasikan dengan gerakan tarian kreatif, disiplin, dan atraktif. Kekompakan serta ketepatan gerakan yang ditunjukkan para Pocil berhasil memukau para tamu undangan dan mengundang tepuk tangan meriah dari masyarakat.Kapolda Maluku menilai penampilan Polisi Cilik tersebut merupakan gambaran keberhasilan pembinaan karakter generasi muda yang dilakukan sejak usia dini melalui kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan."Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui program Polisi Cilik, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan," kata Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku menjelaskan bahwa pelibatan Remaja Bhayangkara Club, Sanggar Kalesang Maluku, dan Polisi Cilik binaan Polres Pulau Buru merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan budaya dan pembinaan generasi muda."Puncak Hari Bhayangkara ke-80 kami kemas sebagai perayaan rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran tarian adat Maku-Maku dan Polisi Cilik menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda," ungkap Kabid Humas.Semarak tarian adat Maku-Maku dan penampilan Polisi Cilik SD Negeri 7 Namlea menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian puncak Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon. Keduanya menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun generasi muda yang disiplin dan berkarakter sebagai fondasi menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. PNO-12 01 Jul 2026, 21:17 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT