logo-website
Minggu, 12 Apr 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Dianus Omaleng Kritik Keras Pernyataan Marianus Maknaipeku Soal Dewan Adat Papua dan Freeport Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh intelektual Amungme, Dianus Omaleng, mengkritik keras pernyataan Marianus Maknaipeku, Sekretaris LEMASKO, yang meragukan ketangguhan Dewan Adat Papua di hadapan PT Freeport Indonesia. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk pesimisme yang mencederai marwah kolektif masyarakat adat."Kedaulatan adat tidak bisa diukur dari kekuatan modal korporasi, melainkan pada hak ulayat yang sakral" ujar Dianus Omaleng dalam rilis pers yang diterima media papuanewsonline.com. "Sangat menyedihkan jika pemimpin adat justru memaklumi eksploitasi besar-besaran yang hasilnya dinikmati oleh berbagai negara, sedangkan pemilik sah tanah Amungme dan Kamoro hanya ditinggalkan dengan sisa limbah dan ketergantungan yang melemahkan harga diri." Tambahnya.Dianus Omaleng menekankan pentingnya integritas kepemimpinan dalam menjaga harga diri bangsa Papua. "Martabat seorang pimpinan adat diuji dari keberaniannya berdiri tegak menjaga harga diri bangsa Papua, bukan dengan mengecilkan kekuatan lembaga adat sendiri di hadapan entitas korporasi," kata Dianus dengan nada tegasSikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam juga dikritik. "Sikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam adalah bentuk pengabaian terhadap warisan masa depan anak cucu Amungme dan Kamoro demi kenyamanan saat ini," tambah Dianus Omaleng.Dianus Omaleng juga menyoroti kesadaran global yang ironis, di mana pemimpin adat merasa cukup dengan pemberian perusahaan, sementara dunia internasional berpesta atas kekayaan bumi yang dikuras tanpa keadilan ekonomi yang sejati bagi pemilik tanahnya. Tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:52 WIT
Direktorat Imigrasi Papua Dorong Investasi dan Keamanan Perbatasan di Boven Digoel Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Imigrasi Papua, Samuel Toba, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Boven Digoel pada Rabu (8/4/2026) untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan membahas pengelolaan perlintasan lintas batas negara serta potensi pengembangan investasi di wilayah perbatasan.Dalam pertemuan dengan Bupati Boven Digoel, Samuel Toba menyampaikan bahwa Kabupaten Boven Digoel memiliki potensi besar pada sektor investasi dan mobilitas lintas batas antarnegara. "Kami melihat potensi besar di Boven Digoel, baik dari sisi sumber daya alam maupun peluang investasi. Tidak menutup kemungkinan akan hadir investor asing di masa depan, sehingga perlu kesiapan dalam pengawasan dan perizinan orang asing" ujar Samuel Toba.Bupati Boven Digoel menyambut baik kunjungan ini dan siap memberikan dukungan untuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi. "Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi, khususnya dalam pengelolaan mobilitas masyarakat lintas negara serta peningkatan pengawasan orang asing di wilayah perbatasan" kata Bupati.Samuel Toba juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan sarana pendukung di kawasan perbatasan untuk menunjang pelayanan keimigrasian dan memperkuat aspek keamanan wilayah. "Aktivitas perlintasan masyarakat berlangsung cukup tinggi melalui beberapa titik, antara lain Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, serta pos perlintasan lainnya di Waropko dan Mindiptana" Imigrasi juga mendorong pembangunan pasar tradisional di kawasan perbatasan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Kehadiran pasar perbatasan diharapkan mampu menarik warga negara Papua Nugini untuk berbelanja di Indonesia, khususnya di Kabupaten Boven Digoel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat" Kata Samuel Toba.Bupati Boven Digoel juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boven Digoel siap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan fasilitas pos lintas batas serta pengembangan kawasan perbatasan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang aman, teratur, dan sejahtera," tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:46 WIT
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:37 WIT
Divpropam Mabes Polri Perkuat Dialog Humanis di Dogiyai, Komunikasi Kunci Jaga Stabilitas Daerah Papuanewsonline.com, Dogiyai – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai terus diperkuat melalui pendekatan humanis dan pembangunan komunikasi intensif antara masyarakat dan kepolisian. Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri hadir tidak hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun jembatan dialog guna mencegah potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik.Dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah hukum Polsek Kamuu, Sekretaris Biro Provos Divpropam Polri, Kombes Pol Prianto Teguh Nugroho, menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan. “Kami ingin memastikan setiap masalah diselesaikan lewat komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Pendekatan humanis ini dinilai kunci agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.Hal senada disampaikan tokoh pemuda, Alex Waine, yang menyoroti perlunya keterbukaan akses bagi masyarakat dalam penyelesaian masalah. Ia mencontohkan beberapa insiden sebelumnya yang sempat memicu ketegangan akibat komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, ruang dialog yang inklusif harus terus dibuka agar kesalahpahaman tidak terjadi.Kombes Pol Prianto menegaskan komitmen Polri untuk terus meningkatkan hubungan saling percaya. Kehadiran tim Divpropam diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, sehingga keamanan di Dogiyai tetap terjaga kondusif dan stabilitas daerah terpelihara dengan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:34 WIT
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan, hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan, terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan mandiri.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:25 WIT
Pilihan Redaksi
Dianus Omaleng Kritik Keras Pernyataan Marianus Maknaipeku Soal Dewan Adat Papua dan Freeport Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh intelektual Amungme, Dianus Omaleng, mengkritik keras pernyataan Marianus Maknaipeku, Sekretaris LEMASKO, yang meragukan ketangguhan Dewan Adat Papua di hadapan PT Freeport Indonesia. Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk pesimisme yang mencederai marwah kolektif masyarakat adat."Kedaulatan adat tidak bisa diukur dari kekuatan modal korporasi, melainkan pada hak ulayat yang sakral" ujar Dianus Omaleng dalam rilis pers yang diterima media papuanewsonline.com. "Sangat menyedihkan jika pemimpin adat justru memaklumi eksploitasi besar-besaran yang hasilnya dinikmati oleh berbagai negara, sedangkan pemilik sah tanah Amungme dan Kamoro hanya ditinggalkan dengan sisa limbah dan ketergantungan yang melemahkan harga diri." Tambahnya.Dianus Omaleng menekankan pentingnya integritas kepemimpinan dalam menjaga harga diri bangsa Papua. "Martabat seorang pimpinan adat diuji dari keberaniannya berdiri tegak menjaga harga diri bangsa Papua, bukan dengan mengecilkan kekuatan lembaga adat sendiri di hadapan entitas korporasi," kata Dianus dengan nada tegasSikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam juga dikritik. "Sikap yang hanya memuji manfaat materi tanpa mengutuk kerusakan alam adalah bentuk pengabaian terhadap warisan masa depan anak cucu Amungme dan Kamoro demi kenyamanan saat ini," tambah Dianus Omaleng.Dianus Omaleng juga menyoroti kesadaran global yang ironis, di mana pemimpin adat merasa cukup dengan pemberian perusahaan, sementara dunia internasional berpesta atas kekayaan bumi yang dikuras tanpa keadilan ekonomi yang sejati bagi pemilik tanahnya. Tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:52 WIT
Direktorat Imigrasi Papua Dorong Investasi dan Keamanan Perbatasan di Boven Digoel Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Imigrasi Papua, Samuel Toba, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Boven Digoel pada Rabu (8/4/2026) untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan membahas pengelolaan perlintasan lintas batas negara serta potensi pengembangan investasi di wilayah perbatasan.Dalam pertemuan dengan Bupati Boven Digoel, Samuel Toba menyampaikan bahwa Kabupaten Boven Digoel memiliki potensi besar pada sektor investasi dan mobilitas lintas batas antarnegara. "Kami melihat potensi besar di Boven Digoel, baik dari sisi sumber daya alam maupun peluang investasi. Tidak menutup kemungkinan akan hadir investor asing di masa depan, sehingga perlu kesiapan dalam pengawasan dan perizinan orang asing" ujar Samuel Toba.Bupati Boven Digoel menyambut baik kunjungan ini dan siap memberikan dukungan untuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi. "Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Imigrasi, khususnya dalam pengelolaan mobilitas masyarakat lintas negara serta peningkatan pengawasan orang asing di wilayah perbatasan" kata Bupati.Samuel Toba juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan sarana pendukung di kawasan perbatasan untuk menunjang pelayanan keimigrasian dan memperkuat aspek keamanan wilayah. "Aktivitas perlintasan masyarakat berlangsung cukup tinggi melalui beberapa titik, antara lain Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun, serta pos perlintasan lainnya di Waropko dan Mindiptana" Imigrasi juga mendorong pembangunan pasar tradisional di kawasan perbatasan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. "Kehadiran pasar perbatasan diharapkan mampu menarik warga negara Papua Nugini untuk berbelanja di Indonesia, khususnya di Kabupaten Boven Digoel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat" Kata Samuel Toba.Bupati Boven Digoel juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boven Digoel siap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan fasilitas pos lintas batas serta pengembangan kawasan perbatasan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang aman, teratur, dan sejahtera," tutup. Penulis: Hend Editor: GF 11 Apr 2026, 13:46 WIT
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:37 WIT
Divpropam Mabes Polri Perkuat Dialog Humanis di Dogiyai, Komunikasi Kunci Jaga Stabilitas Daerah Papuanewsonline.com, Dogiyai – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai terus diperkuat melalui pendekatan humanis dan pembangunan komunikasi intensif antara masyarakat dan kepolisian. Tim dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri hadir tidak hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun jembatan dialog guna mencegah potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik.Dalam pertemuan yang berlangsung di wilayah hukum Polsek Kamuu, Sekretaris Biro Provos Divpropam Polri, Kombes Pol Prianto Teguh Nugroho, menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan. “Kami ingin memastikan setiap masalah diselesaikan lewat komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan,” ujarnya. Pendekatan humanis ini dinilai kunci agar masyarakat merasa aman dan terlindungi.Hal senada disampaikan tokoh pemuda, Alex Waine, yang menyoroti perlunya keterbukaan akses bagi masyarakat dalam penyelesaian masalah. Ia mencontohkan beberapa insiden sebelumnya yang sempat memicu ketegangan akibat komunikasi yang terbatas. Oleh karena itu, ruang dialog yang inklusif harus terus dibuka agar kesalahpahaman tidak terjadi.Kombes Pol Prianto menegaskan komitmen Polri untuk terus meningkatkan hubungan saling percaya. Kehadiran tim Divpropam diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda, sehingga keamanan di Dogiyai tetap terjaga kondusif dan stabilitas daerah terpelihara dengan baik.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:34 WIT
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan, hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan, terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan mandiri.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:25 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan, hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan, terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan mandiri.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:25 WIT
DPRK Dan Pemkab Mimika Tinjau RSUD, Pastikan Pelayanan Optimal Papuanewsonline.com, Timika – Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau didampingi Wakil Ketua I Asri Akkas, Ketua Komisi III Herman Ghafur, serta sejumlah anggota dewan lainnya, turut mendampingi Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam kunjungan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Rombongan melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi fasilitas serta kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. (10/4/2026)Dalam kunjungan tersebut, mereka didampingi oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam. Para pimpinan daerah melihat secara detail kondisi sarana prasarana, mulai dari area perawatan hingga fasilitas penunjang lainnya. Mereka juga berdialog intensif dengan manajemen rumah sakit dan tenaga medis guna mendengar langsung berbagai kendala operasional serta kebutuhan yang mendesak di lapangan.Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Mengingat peran strategis RSUD Mimika sebagai pusat rujukan utama bagi wilayah Papua Tengah, evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar mutu pelayanan terus terjaga dan meningkat.Melalui pemantauan langsung ini, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik atas berbagai permasalahan yang ada. Sinergi antara DPRK dan Pemkab ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD Mimika dapat dirasakan secara merata, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pasien.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:57 WIT
Herman Gafur: Proyek Air Bersih Atuka Hanya Berfungsi Saat Peresmian Papuanewsonline.com, Timika – Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur, menyoroti kondisi memprihatinkan warga Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, yang hingga kini belum menikmati fasilitas air bersih meski proyek tersebut sudah diresmikan. Hasil kunjungan kerja pada Kamis (9/4/2026) mengungkap fakta ironis, di mana instalasi diduga hanya beroperasi saat momen seremonial saja dan mati total setelahnya.“Faktanya sejak peresmian sampai sekarang, masyarakat sama sekali belum menikmati air bersih. Mereka masih sangat bergantung pada air tadah hujan, apalagi saat musim kemarau tiba” ungkapnya pada (10/4/2026). Temuan ini juga dibenarkan oleh Kepala SMP Negeri Atuka yang mengaku krisis air berdampak buruk pada kegiatan belajar mengajar dan sanitasi sekolah.Herman menegaskan hal ini sangat disayangkan karena air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh dijadikan formalitas belaka. “Jika benar hanya berfungsi saat peresmian, ini adalah kegagalan layanan publik yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Komisi III telah melaporkan temuan ini kepada pimpinan dewan untuk dijadikan atensi serius.Langkah selanjutnya, pihaknya akan segera memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Herman berharap proses ini segera menemukan solusi konkret, sehingga aset yang dibangun dengan biaya besar dapat benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi warga Atuka.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:51 WIT
Gedung Rawat C2 RSUD Mimika Akan Dibangun Dengan Anggaran Rp242 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) resmi menyepakati pembangunan Gedung Perawatan C2 di RSUD Mimika dengan nilai total mencapai Rp 242 miliar. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Bupati Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Emanuel, serta Ketua DPRK Primus Natikapereyau dan pimpinan dewan lainnya, Jumat (10/4/2026) di ruang pertemuan RSUD.Proyek strategis ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun berturut-turut dari 2026 hingga 2028. Tahun pertama dialokasikan Rp 72 miliar, dilanjutkan Rp 110 miliar pada tahun kedua, dan Rp 60 miliar di tahun ketiga. Johannes Rettob menargetkan pembangunan ini harus rampung sebelum masa jabatan berakhir atau sebelum 2029. Proses lelang akan dilakukan satu kali untuk menghindari kendala teknis di tengah jalan.Kebutuhan pembangunan ini sangat mendesak mengingat kapasitas RSUD yang saat ini hanya memiliki minimal 181 tempat tidur, namun jumlah pasien rawat inap kerap melonjak hingga mencapai 300 orang. "Kondisi over kapasitas ini menjadi alasan utama agar pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal dan nyaman bagi masyarakat," jelas Bupati.Sementara itu, Ketua DPRK Primus Natikapereyau menyambut baik langkah ini sebagai investasi jangka panjang. Ia meminta pelaksanaan proyek multi years ini direncanakan matang, tepat waktu, dan pengelolaan anggaran harus efisien serta akuntabel. Pihak legislatif menegaskan akan melakukan pengawasan ketat agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 12:10 WIT
LamiPak Apresiasi Insan Pers, Pemenang Anugerah Jurnalistik 2026 Resmi Diumumkan Papuanewsonline.com, Jakarta – PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) secara resmi mengumumkan para pemenang Anugerah Jurnalistik LamiPak (AJL) 2026 dalam acara penganugerahan yang berlangsung khidmat di Ruang Rajawali 2, Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada insan pers yang telah berkontribusi dalam menyajikan informasi yang akurat, mendalam, dan edukatif kepada masyarakat.Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan nyata LamiPak terhadap perkembangan ekosistem media yang sehat di Indonesia. Kompetisi yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 14 Maret 2026 itu berhasil menjaring hampir seratus karya jurnalistik dari berbagai media nasional maupun daerah.Dalam proses penilaian, fokus utama dewan juri tahun ini menitikberatkan pada ketajaman analisis, akurasi data, serta dampak sosial dari karya yang dihasilkan para jurnalis. Penilaian dilakukan secara anonim atau blind review, sehingga dewan juri tidak mengetahui identitas peserta maupun asal medianya demi menjaga objektivitas.Perwakilan Manajemen LamiPak Indonesia menegaskan bahwa ajang ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung profesionalisme jurnalis serta memberikan ruang bagi media menjalankan fungsi kontrol sosial, khususnya dalam pemberitaan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai sudut pandang."Kami percaya bahwa jurnalisme yang kuat adalah pilar penting dalam kemajuan industri dan bangsa. Melalui AJL 2026, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi karya-karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan perspektif baru bagi pembaca," ujar Ahmad Rizalmi selaku PR Manager PT Lami Packaging Indonesia dalam sambutan di Hotel Ambhara.Dewan juri yang terdiri dari praktisi media senior dan akademisi kemudian menetapkan pemenang untuk dua kategori utama, yakni Hardnews dan Feature. Para pemenang tidak hanya menerima plakat penghargaan, tetapi juga dana pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas profesi jurnalistik di Indonesia.Adapun dewan juri terdiri dari Alexander Sudrajat dari Detik.com mewakili media online, Jajang Dirajanagara dari iNews TV mewakili media televisi, Ujang Sunda dari Harian Rakyat Merdeka mewakili media cetak, serta Dr. Yoki Yusanto dari Untirta sebagai unsur akademisi.Berikut daftar pemenang AJL 2026: Kategori Hardnews Juara 1: Fadel Prayoga (Daulat.co) Juara 2: Inung Kurniawati (Poskota Online) Juara 3: Alfin Wahyu Yulianto (Tribunnews)Kategori Feature Juara 1: Tatang Budimansyah (iNews) Juara 2: Dinosius Reynaldo (Kompas.id) Juara 3: Dionisius Lagaama Rebon (Pos-kupang.com)Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi hangat antara pihak manajemen, dewan juri, serta para finalis. Momentum ini sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri dan institusi media dalam membangun literasi informasi yang berkualitas di tengah masyarakat.Sebagai perusahaan penyedia solusi pengemasan aseptik terkemuka, LamiPak menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui berbagai inisiatif sosial dan profesional yang mendukung pembangunan ekonomi serta peningkatan kualitas informasi publik di Indonesia. (GF) 10 Apr 2026, 21:03 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Layar Tancap “Pesta Babi” Gugah Kesadaran Publik soal Tanah Adat dan Ekologi Papua Papuanewsonline.com, Timika – Puluhan warga, pegiat komunitas, dan aktivis lingkungan berkumpul di Easy Coffee & Eatery, dalam acara bertajuk "Layar Tancap". Kegiatan yang digagas oleh Singgah Baca, Eastworks Creative, Lepemawi Timika, dan Greenpeace Indonesia ini menghadirkan pemutaran film dokumenter serta diskusi terbuka mengenai isu ekologi dan hak masyarakat adat di Tanah Papua. 10/4/26)Acara menghadirkan dua narasumber perempuan, Adolfina Kum dari Lepemawi dan Rossy You dari Greenpeace. Adolfina menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan masyarakat adat, terutama kelompok rentan yang sering terpinggirkan. Sementara itu, Rossy mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, di mana hutan bukan hanya sumber ekonomi, tapi juga identitas dan kehidupan.Puncak acara ditandai dengan pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Film ini menyajikan kisah perjuangan suku-suku di Papua Selatan seperti Awyu, Muyu, Yei, dan Marind dalam mempertahankan ruang hidup di tengah ekpsi industri. Visual yang kuat berhasil menyentuh hati penonton dan membuka wawasan mengenai realitas di lapangan.Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta aktif menyampaikan pandangan dan harapan demi masa depan Papua. Melalui pendekatan kreatif ini, diharapkan kesadaran publik semakin tumbuh, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga terlibat aktif menjaga alam dan memperjuangkan hak-hak asli.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Apr 2026, 13:37 WIT
DAP Meepago Sikapi Freeport, Eltinus Omaleng: Enam Gubernur dan Tujuh Wilayah Adat Papuanewsonline.com, Jayapura – Forum Pleno I Dewan Adat Wilayah Meepago yang dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Papua Representasi wilayah Adat Meepago, Eltinus Omaleng, Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Wolter Belau, Ketua I Dewan Adat Papua, Yakonias Wabrar dan Wakil Sekjen Dewan Adat Papua.Eltinus Omaleng mengeluarkan pernyataan sikap tegas. Mereka menolak dan mendesak penghentian sementara seluruh operasi PT Freeport Indonesia hingga perusahaan mampu memberikan manfaat yang adil dan berkelanjutan. Selain itu, mereka juga menuntut evaluasi total Kontrak Karya serta menolak keras rencana eksploitasi di Blok Wabu, Intan Jaya, yang dinilai memicu konflik dan kekerasan.Pernyataan sikap ini merupakan hasil pembahasan dalam Forum Pleno I Dewan Adat Wilayah Meepago, yang diselenggerakan di Abepura, Kota Jayapura, Papua pada 7-8 April 2026. Eltinus menyoroti kurangnya transparansi pemerintah terkait pengelolaan sumber daya alam, termasuk skema perdagangan karbon. "Eksploitasi tanpa persetujuan adat adalah pelanggaran konstitusi. Negara hadir bukan sebagai alat kekuasaan semata, tapi pelindung hak rakyat," tegas Eltinus. Ia juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik seluruh pasukan non-organik dari wilayah adat guna memulihkan rasa aman dan menghentikan pelanggaran HAM.Terkait Freeport yang sudah beroperasi 59 tahun, Eltinus menuntut ruang kepemimpinan strategis bagi putra daerah, termasuk posisi Direktur Utama. Ia juga mempertanyakan nasib 37 persen saham yang masih dikuasai asing, dan meminta agar bagian tersebut dapat dimiliki masyarakat adat. "Jika keadilan ini tidak terjawab, kami akan memperjuangkannya hingga tingkat internasional," ujarnya. Pertemuan besar rencananya digelar 10 Mei 2026 di Mimika dengan melibatkan enam gubernur dan tujuh wilayah adat.Dukungan penuh datang dari seluruh elemen. Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago, Wolter Belau, menegaskan pemilik ulayat siap mengambil langkah radikal jika dialog gagal.Sementara perwakilan DAP, Yakobias Wabrar, memastikan tujuh wilayah adat bersatu dan menunjuk Eltinus sebagai koordinator perjuangan. Mereka berharap para kepala daerah juga menunjukkan komitmen kuat demi masa depan anak cucu Papua. Penulis: Jid Editor: GF 09 Apr 2026, 15:45 WIT
Parade Paskah PGGM: Warga Bersatu Wujudkan Mimika Damai Sejahtera Papuanewsonline.com, Timika – Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM) memeriahkan perayaan Hari Raya Paskah dengan tema besar "Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita" yang berlandaskan kitab 2 Korintus 5:17. Acara sakral ini digelar di Gedung Eme Neme Yauware (7/4/2026), yang diawali dengan parade penuh semangat dari anak-anak Sekolah Minggu GKI Pengharapan.Mewakili Kapolres Mimika, Pastor Ibrani Gwijangge Projo dalam sambutannya mengajak seluruh umat Kristiani untuk senantiasa hidup dalam kasih dan saling menghormati. Ia khusus menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas."Tunjukkan sikap baik dan bertanggung jawab sebagai wujud iman. Mari jaga toleransi di jalan karena jalan ini digunakan bersama," ujarnya, berharap damai Paskah senantiasa menyertai masyarakat.Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa makna kebangkitan membawa harapan baru di tengah tantangan hidup. Ia menyoroti bahwa parade Paskah bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. "Mimika baru saja lewat Imlek, Tahun Baru Saka, dan Idul Fitri. Semua perayaan harus dijalani dalam kebersamaan lintas agama," tegasnya.Bupati pun mengapresiasi PGGM, FKUB, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berpesan agar nilai-nilai Paskah seperti kasih dan kerendahan hati diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi teladan di keluarga dan masyarakat, serta menjadi berkat bagi semua golongan. Ia juga mengingatkan peserta parade untuk tetap tertib demi mewujudkan Mimika yang aman, damai, dan sejahtera.  Penulis: Jid Editor: GF 07 Apr 2026, 18:54 WIT
Himtak BKMT Mimika Gelar Pengajian Gabungan: Bersihkan Hati Dan Gerakkan Inovasi Papuanewsonline.com, Timika – Himpunan Majelis Taklim Kerukunan (Himtak) BKMT Kabupaten Mimika menggelar pengajian akbar yang dirangkaikan dengan halal bihalal pada Minggu (05/04/26). Kegiatan ini mengusung tema "Bersihkan Hati, Kuatkan Silaturahmi, dan Bergerak Bersama dalam Karya dan Inovasi" sebagai momentum mempererat ukhuwah pascakekberan Idul Fitri.Acara yang dihadiri oleh ratusan jamaah ini menghadirkan tausiyah dari Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, S.E. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan suasana Syawal guna memperbaiki diri dan meningkatkan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Himtak BKMT, Hj. Farida, S.KM., M.Kes, dan Ketua BKMT Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani.Hj. Farida dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengajian gabungan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Saat ini Himtak menaungi sebanyak 27 majelis taklim aktif di Mimika. "Kegiatan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan antar majelis. Kami juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk melahirkan karya dan inovasi yang bermanfaat," ujarnya.Salah satu program unggulan yang telah dijalankan adalah fasilitasi medical check-up (MCU) bagi tokoh agama dan anggota. Sebagai organisasi yang menghimpun berbagai latar belakang suku dan budaya, Himtak diharapkan terus menjadi motor penggerak persatuan dan kepedulian sosial. "Kami ingin organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menciptakan dampak positif nyata bagi masyarakat luas," pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 06 Apr 2026, 10:43 WIT
Polda Metro Jaya Siagakan 4.500 Personel, Pelayanan Ibadah Paskah 2026 Jadi Prioritas Papuanewsonline.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 4.500 personel untuk melayani sekaligus mengamankan rangkaian perayaan ibadah Paskah 2026 di seluruh wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan.Personel yang telah disiapkan akan ditempatkan di berbagai gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat selama perayaan Paskah. Pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada aspek keamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa tenang bagi umat yang melaksanakan ibadah. Menurutnya, Polri hadir sebagai pelindung sekaligus pelayan masyarakat dalam momentum keagamaan yang penting ini.“Sebanyak 4.500 personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan kami agar umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” dalam keterangannya pada Kamis, (02/04/26).Ia menjelaskan, personel juga disiapkan untuk mendukung kelancaran teknis pelaksanaan ibadah, mulai dari sterilisasi lokasi sebelum kegiatan berlangsung, pengaturan arus lalu lintas, hingga patroli rutin di sekitar area gereja.Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif, sehingga umat dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah Paskah dengan lebih fokus dan damai tanpa gangguan keamanan maupun kemacetan di sekitar lokasi.Lebih lanjut, Budi Hermanto menekankan bahwa pengamanan yang dilakukan Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan kepada masyarakat.“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Karena itu, pengamanan Paskah ini tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada pelayanan kepada umat agar ibadah dapat berlangsung dengan damai dan lancar,” ujarnya.Selain pengamanan langsung di lapangan, Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada petugas terdekat atau melalui layanan darurat 110 apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat ibadah maupun lingkungan sekitar.Dengan kesiapan ribuan personel serta pola pelayanan yang menyeluruh, Polda Metro Jaya berharap seluruh rangkaian perayaan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian bagi seluruh umat Kristiani. (GF) 03 Apr 2026, 22:58 WIT
Hak Adat Dipertahankan, KAPP Mimika Tegaskan Organisasi Milik Amungme dan Kamoro Papuanewsonline.com, Timika – Polemik terkait keberadaan organisasi Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) di Kabupaten Mimika kembali menjadi sorotan. Menanggapi isu yang berkembang, anggota KAPP sekaligus tokoh pemuda Mimika, Andrianus Janampa, menegaskan bahwa organisasi tersebut merupakan milik masyarakat adat suku Amungme dan Kamoro yang tidak dapat diambil alih oleh pihak lain.Pernyataan itu disampaikan Andrianus kepada media di Timika, Selasa (1/4/2026), sebagai bentuk klarifikasi atas adanya dinamika internal dan isu perebutan organisasi yang belakangan mencuat di tengah masyarakat.Menurut Andrianus, KAPP adalah organisasi yang sah, memiliki struktur yang jelas, serta dibentuk untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, khususnya suku Amungme dan Kamoro sebagai pemilik hak ulayat di wilayah Mimika."Kami di Kabupaten Mimika, dua suku, Amungme dan Kamoro, dan tujuh suku lain tidak pernah rebutan organisasi di bawah pemerintah. Sampai sekarang, baru tahun 2025 ini ada rebutan organisasi kami," kata Andrianus Janampa.Ia menegaskan, secara prinsip organisasi tersebut merupakan rumah bersama yang lahir dari identitas adat masyarakat Mimika, sehingga kepemilikannya harus tetap dihormati oleh seluruh pihak."KAPP itu milik Amungme dan Kamoro. Harus Tuhan itu harus Amungme dan Kamoro. Tidak boleh ambil alih, tidak boleh kalau oke mau cari anggota. Semua mau bergabung, orang Papua oke bisa gabung. Tapi kalau untuk Tuhan, jangan," katanya.Lebih lanjut, Andrianus meminta masyarakat luas untuk menghormati posisi suku Amungme dan Kamoro sebagai tuan di atas tanah Mimika. Menurutnya, keberadaan organisasi adat harus menjadi wadah yang memperkuat persatuan dan kesejahteraan masyarakat, bukan menjadi ruang konflik.Ia juga menekankan bahwa pihaknya tidak menolak kehadiran masyarakat Papua lainnya untuk bergabung dan berkontribusi, selama tetap menghormati struktur serta hak-hak adat yang melekat pada organisasi tersebut."Kami sebagai anak umumnya, kami tidak terima berlawanan kami. Kalau organisasi lain oke. Tapi kalau itu salah satu untuk masyarakat Kabupaten Mimika, pada khususnya orang umumnya, orang tujuh suku, punya tempat saling makan," katanya.Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan resmi dari tokoh adat dan pemuda Mimika bahwa polemik yang terjadi tidak boleh menggeser hak-hak masyarakat adat sebagai pemilik organisasi.Di akhir keterangannya, Andrianus menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa KAPP tetap menjadi milik suku Amungme dan Kamoro, serta meminta seluruh pihak menjaga persatuan dan menghormati hak adat di Kabupaten Mimika. Penulis: HendrikEditor: GF 02 Apr 2026, 11:19 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT