Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara
Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia."Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua."Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.Penulis: BimEditor: GF
01 Jul 2026, 00:30 WIT
Gembala GKI Tewas Ditembak Saat Mengungsi, Intan Jaya Kembali Mencekam
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan mengenai insiden berdarah yang diklaim terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam siaran pers tertanggal 30 Juni 2026, peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 29 Juni 2026 dan mengakibatkan seorang gembala jemaat meninggal dunia, sementara dua warga lainnya mengalami luka tembak.Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut korban meninggal bernama Elianus Agimbau, 20 tahun. Menurut TPNPB, Elianus merupakan gembala Jemaat GKI sekaligus aparat kampung di Kampung Kupia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.Berdasarkan laporan PIS TPNPB yang dikutip dalam siaran pers tersebut, Elianus Agimbau bersama Sandi Agimbau berangkat dari Kampung Kupia menuju Kota Sugapa untuk mengungsi. Setibanya di Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, keduanya disebut ditembak aparat militer Indonesia yang siaga di kawasan hutan. Lokasi kejadian disebut berada di wilayah perbatasan antara Distrik Sugapa dan Distrik Agisiga.TPNPB juga menyatakan jenazah Elianus Agimbau diduga dibuang ke semak-semak dan ditutup dengan rumput di sekitar pangkalan ojek tersebut. Warga sipil dari Kota Sugapa disebut baru berhasil mengevakuasi jenazah pada 30 Juni 2026 setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga. Sementara itu, Sandi Agimbau disebut berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar Mbamogo.Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyebut dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, ditembak pada 29 Juni 2026 di Kampung Titigi, Distrik Sugapa. Menurut keterangan tersebut, keduanya sedang membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius bersama umat lainnya ketika insiden terjadi.TPNPB menyatakan Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau saat ini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik Titigi. Keduanya disebut belum dapat dirujuk ke RSUD karena dituduh aparat sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Klaim mengenai larangan memperoleh layanan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.Dalam laporannya, TPNPB juga menyebut operasi militer berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026 di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa. Operasi tersebut diklaim melibatkan serangan menggunakan helikopter, drone roket, serta operasi darat yang disebut mengakibatkan rumah warga, gereja, dan sejumlah fasilitas sipil terbakar. TPNPB juga menyatakan kondisi para warga yang mengungsi ke kawasan hutan hingga kini belum diketahui.Atas peristiwa tersebut, TPNPB meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah terhadap Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. TPNPB menyebut insiden ini kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional, serta mendesak investigasi Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun Gereja Katolik setempat terkait berbagai klaim dalam siaran pers tersebut. Berita ini memuat seluruh isi Siaran Pers TPNPB tertanggal 30 Juni 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: GF
01 Jul 2026, 00:17 WIT
Mudah dan Praktis, Warga SP 6 Antusias Manfaatkan Layanan Pajak Keliling
Papuanewsonline.com, Mimika – Masyarakat di kawasan SP 6, Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, memberikan sambutan yang sangat positif terhadap layanan pajak keliling yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika pada Senin (29/6/2026). Kehadiran layanan ini semakin meningkatkan kesadaran warga untuk menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB‑P2) sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah. Sejak pagi hari, warga sudah berdatangan mengikuti kegiatan tersebut. Didampingi perwakilan Bank Papua, petugas Bapenda melayani setiap transaksi dengan cepat dan tertib agar tidak memakan waktu lama. Sebagai bentuk apresiasi, setiap wajib pajak yang melunasi kewajibannya mendapatkan hadiah berupa tumbler atau kaos sebagai insentif tambahan. Warga setempat merasakan manfaat langsung dari layanan ini. Salah satu warga menyatakan kehadiran tim pajak keliling sangat memudahkan, menghemat biaya perjalanan, serta menghindari keterlambatan pembayaran akibat kesibukan sehari‑hari. Diharapkan layanan serupa dapat terus diadakan di wilayah lain agar akses pembayaran pajak semakin mudah, sehingga partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Mimika semakin meningkat.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:54 WIT
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika Gelar Doa Lintas Agama
Papuanewsonline.com, Mimika – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika bersama Batalyon B Satuan Brimob Polda Papua Tengah menggelar doa lintas agama di Aula Cartenz, Jalan Agimuga Mile 32, pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud syukur sekaligus pengingat peran strategis Polri dalam menjaga keamanan dan persatuan daerah. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyatakan peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk merenungkan perjalanan pengabdian dan mempertegas komitmen. “Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, modern, serta berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya doa lintas agama bagi Mimika yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan keyakinan. Perbedaan itu bukan penghalang, melainkan kekayaan yang harus dipelihara sebagai modal persatuan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta memohon kekuatan, kebijaksanaan, serta keselamatan bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar situasi keamanan dan ketertiban di Mimika tetap kondusif demi kelancaran pembangunan. Kapolres mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan tugas aparat semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga menjaga toleransi, menolak provokasi, ujaran kebencian, dan berita bohong.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:45 WIT
Satgas Pamtas RI‑PNG Wujudkan Peran Sosial, Dampingi Anak Belajar Menggambar di Perbatasan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia‑Papua Nugini tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di daerah penugasan, para personel juga aktif melaksanakan peran sosial guna mendukung kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan. Salah satunya dilakukan oleh prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang diadakan adalah pendampingan belajar menggambar dan mewarnai bagi anak‑anak yang tinggal di sekitar pos pengamanan. Para prajurit dengan sabar mengajari cara memegang alat gambar yang benar, mengembangkan daya imajinasi, serta teknik mewarnai yang rapi dan indah. Meskipun fasilitas yang tersedia terbatas, semangat anak‑anak dan kesungguhan para pendamping menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Komandan Pos Tanah Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan wilayah serta pendekatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat. “Selain menjaga keamanan, kami ingin hadir sebagai sahabat dan pendamping warga. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat belajar, kreativitas, serta semangat meraih cita‑cita pada anak‑anak di perbatasan,” ujarnya. Langkah ini juga bertujuan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga kehadiran TNI benar‑benar dirasakan manfaatnya tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi penerus. Anak‑anak pun terlihat antusias mengikuti setiap arahan, menunjukkan kegembiraan dapat belajar hal baru bersama para prajurit.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:33 WIT
59 Personel Polda Papua Tengah Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026
Papuanewsonline.com, Nabire –
Sebanyak 59 personel yang terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil
(PNS) resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara
Korps Raport yang digelar di Lapangan Polda Papua Tengah, Jalan Pwpera, Distrik
Nabire, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dan turut dihadiri oleh
pengurus Bhayangkari serta keluarga para penerima kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, rinciannya
meliputi 3 Perwira Menengah, 2 Perwira Pertama, 52 Bintara, 1 Tamtama, dan 1
orang PNS. Kenaikan pangkat ini berlaku
efektif mulai 1 Juli 2026 dan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan
penanda semangat baru untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas
pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa kenaikan
pangkat merupakan wujud apresiasi negara dan institusi atas dedikasi,
kesetiaan, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama bertugas. Namun, ia mengingatkan agar
pencapaian ini tidak menimbulkan rasa sombong, melainkan menjadi amanah yang
membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keteladanan yang lebih tinggi. Menghadapi dinamika tantangan
keamanan di wilayah Papua Tengah, Brigjen Jermias berpesan agar seluruh
personel senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga komitmen keamanan,
serta mengutamakan pendekatan yang manusiawi, cepat tanggap, dan berkeadilan. Ia juga menyampaikan rasa terima
kasih kepada keluarga dan Bhayangkari atas dukungan dan doa yang menjadi
kekuatan utama para anggota dalam menjalankan tugas. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:52 WIT
Pilihan Redaksi
TPNPB Klaim Warga Sipil Tewas Ditembak Aparat Militer di Tolikara
Papuanewsonline.com, Tolikara — Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim seorang warga sipil bernama Alias Papuagen alias Korona Penggu (19), warga Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara, meninggal dunia setelah diduga ditembak aparat militer Indonesia.Dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (30/6/2026), Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (27/6/2026) di kawasan Puncak Mega Kubu Belela, Kabupaten Tolikara.Menurut Sebby, laporan yang diterima dari PIS TPNPB menyebut korban diduga ditembak oleh aparat militer Indonesia."Aparat militer Indonesia telah menembak mati seorang pria atas nama Alias Papuagen atau biasa disebut Korona Penggu, pria berusia 19 tahun, selaku warga sipil yang berasal dari Kampung Kimuggu, Distrik Telenggeme, Kabupaten Tolikara," tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.TPNPB juga mengklaim jasad korban sempat dibuang ke dalam hutan. Setelah mendengar suara tembakan, warga disebut mendatangi lokasi kejadian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka tembak. Selanjutnya, warga mengevakuasi jenazah untuk menjalani prosesi kremasi di kampung halamannya.Menanggapi peristiwa tersebut, Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan tindakan penembakan terhadap warga sipil di Papua."Kami menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Agus Subiyanto agar menghentikan penembakan terhadap warga sipil di seluruh Tanah Papua selama operasi militer yang berlangsung di kampung-kampung," ujarnya.Selain itu, TPNPB juga meminta Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM dan dampak konflik bersenjata di Tanah Papua.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi berwenang terkait klaim yang disampaikan TPNPB dalam siaran pers tersebut.Penulis: BimEditor: GF
01 Jul 2026, 00:30 WIT
Gembala GKI Tewas Ditembak Saat Mengungsi, Intan Jaya Kembali Mencekam
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan mengenai insiden berdarah yang diklaim terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam siaran pers tertanggal 30 Juni 2026, peristiwa tersebut disebut berlangsung pada 29 Juni 2026 dan mengakibatkan seorang gembala jemaat meninggal dunia, sementara dua warga lainnya mengalami luka tembak.Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut korban meninggal bernama Elianus Agimbau, 20 tahun. Menurut TPNPB, Elianus merupakan gembala Jemaat GKI sekaligus aparat kampung di Kampung Kupia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.Berdasarkan laporan PIS TPNPB yang dikutip dalam siaran pers tersebut, Elianus Agimbau bersama Sandi Agimbau berangkat dari Kampung Kupia menuju Kota Sugapa untuk mengungsi. Setibanya di Pangkalan Ojek Mbamogo, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, keduanya disebut ditembak aparat militer Indonesia yang siaga di kawasan hutan. Lokasi kejadian disebut berada di wilayah perbatasan antara Distrik Sugapa dan Distrik Agisiga.TPNPB juga menyatakan jenazah Elianus Agimbau diduga dibuang ke semak-semak dan ditutup dengan rumput di sekitar pangkalan ojek tersebut. Warga sipil dari Kota Sugapa disebut baru berhasil mengevakuasi jenazah pada 30 Juni 2026 setelah memperoleh informasi dari pihak keluarga. Sementara itu, Sandi Agimbau disebut berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke kawasan hutan di sekitar Mbamogo.Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyebut dua warga lainnya, yakni Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau, ditembak pada 29 Juni 2026 di Kampung Titigi, Distrik Sugapa. Menurut keterangan tersebut, keduanya sedang membangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius bersama umat lainnya ketika insiden terjadi.TPNPB menyatakan Daud Hagismijau dan Kiko Hagismijau saat ini masih menjalani perawatan di Gereja Katolik Titigi. Keduanya disebut belum dapat dirujuk ke RSUD karena dituduh aparat sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Klaim mengenai larangan memperoleh layanan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.Dalam laporannya, TPNPB juga menyebut operasi militer berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026 di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa. Operasi tersebut diklaim melibatkan serangan menggunakan helikopter, drone roket, serta operasi darat yang disebut mengakibatkan rumah warga, gereja, dan sejumlah fasilitas sipil terbakar. TPNPB juga menyatakan kondisi para warga yang mengungsi ke kawasan hutan hingga kini belum diketahui.Atas peristiwa tersebut, TPNPB meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil langkah terhadap Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. TPNPB menyebut insiden ini kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum humaniter internasional, serta mendesak investigasi Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB.Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, maupun Gereja Katolik setempat terkait berbagai klaim dalam siaran pers tersebut. Berita ini memuat seluruh isi Siaran Pers TPNPB tertanggal 30 Juni 2026. Redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang berkepentingan.Penulis: HendrikEditor: GF
01 Jul 2026, 00:17 WIT
Mudah dan Praktis, Warga SP 6 Antusias Manfaatkan Layanan Pajak Keliling
Papuanewsonline.com, Mimika – Masyarakat di kawasan SP 6, Kampung Naena Muktipura, Distrik Iwaka, memberikan sambutan yang sangat positif terhadap layanan pajak keliling yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika pada Senin (29/6/2026). Kehadiran layanan ini semakin meningkatkan kesadaran warga untuk menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB‑P2) sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah. Sejak pagi hari, warga sudah berdatangan mengikuti kegiatan tersebut. Didampingi perwakilan Bank Papua, petugas Bapenda melayani setiap transaksi dengan cepat dan tertib agar tidak memakan waktu lama. Sebagai bentuk apresiasi, setiap wajib pajak yang melunasi kewajibannya mendapatkan hadiah berupa tumbler atau kaos sebagai insentif tambahan. Warga setempat merasakan manfaat langsung dari layanan ini. Salah satu warga menyatakan kehadiran tim pajak keliling sangat memudahkan, menghemat biaya perjalanan, serta menghindari keterlambatan pembayaran akibat kesibukan sehari‑hari. Diharapkan layanan serupa dapat terus diadakan di wilayah lain agar akses pembayaran pajak semakin mudah, sehingga partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan Kabupaten Mimika semakin meningkat.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:54 WIT
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika Gelar Doa Lintas Agama
Papuanewsonline.com, Mimika – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mimika bersama Batalyon B Satuan Brimob Polda Papua Tengah menggelar doa lintas agama di Aula Cartenz, Jalan Agimuga Mile 32, pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud syukur sekaligus pengingat peran strategis Polri dalam menjaga keamanan dan persatuan daerah. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyatakan peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk merenungkan perjalanan pengabdian dan mempertegas komitmen. “Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, modern, serta berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya doa lintas agama bagi Mimika yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan keyakinan. Perbedaan itu bukan penghalang, melainkan kekayaan yang harus dipelihara sebagai modal persatuan. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta memohon kekuatan, kebijaksanaan, serta keselamatan bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar situasi keamanan dan ketertiban di Mimika tetap kondusif demi kelancaran pembangunan. Kapolres mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan tugas aparat semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga menjaga toleransi, menolak provokasi, ujaran kebencian, dan berita bohong.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:45 WIT
Satgas Pamtas RI‑PNG Wujudkan Peran Sosial, Dampingi Anak Belajar Menggambar di Perbatasan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia‑Papua Nugini tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas utama menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Di daerah penugasan, para personel juga aktif melaksanakan peran sosial guna mendukung kemajuan generasi muda di wilayah perbatasan. Salah satunya dilakukan oleh prajurit Batalyon Parako 462 Pasgat Pos Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang diadakan adalah pendampingan belajar menggambar dan mewarnai bagi anak‑anak yang tinggal di sekitar pos pengamanan. Para prajurit dengan sabar mengajari cara memegang alat gambar yang benar, mengembangkan daya imajinasi, serta teknik mewarnai yang rapi dan indah. Meskipun fasilitas yang tersedia terbatas, semangat anak‑anak dan kesungguhan para pendamping menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna. Komandan Pos Tanah Merah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan wilayah serta pendekatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat. “Selain menjaga keamanan, kami ingin hadir sebagai sahabat dan pendamping warga. Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat belajar, kreativitas, serta semangat meraih cita‑cita pada anak‑anak di perbatasan,” ujarnya. Langkah ini juga bertujuan mempererat hubungan emosional antara aparat dan warga, sehingga kehadiran TNI benar‑benar dirasakan manfaatnya tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan generasi penerus. Anak‑anak pun terlihat antusias mengikuti setiap arahan, menunjukkan kegembiraan dapat belajar hal baru bersama para prajurit.Penulis: JidEditor: GF
30 Jun 2026, 23:33 WIT
59 Personel Polda Papua Tengah Terima Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2026
Papuanewsonline.com, Nabire –
Sebanyak 59 personel yang terdiri dari anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil
(PNS) resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara
Korps Raport yang digelar di Lapangan Polda Papua Tengah, Jalan Pwpera, Distrik
Nabire, pada Selasa (30/6/2026) pagi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dan turut dihadiri oleh
pengurus Bhayangkari serta keluarga para penerima kenaikan pangkat. Dari jumlah tersebut, rinciannya
meliputi 3 Perwira Menengah, 2 Perwira Pertama, 52 Bintara, 1 Tamtama, dan 1
orang PNS. Kenaikan pangkat ini berlaku
efektif mulai 1 Juli 2026 dan dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan
penanda semangat baru untuk mempererat hubungan serta meningkatkan kualitas
pelayanan kepada masyarakat. Kapolda menegaskan bahwa kenaikan
pangkat merupakan wujud apresiasi negara dan institusi atas dedikasi,
kesetiaan, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama bertugas. Namun, ia mengingatkan agar
pencapaian ini tidak menimbulkan rasa sombong, melainkan menjadi amanah yang
membutuhkan profesionalisme, integritas, dan keteladanan yang lebih tinggi. Menghadapi dinamika tantangan
keamanan di wilayah Papua Tengah, Brigjen Jermias berpesan agar seluruh
personel senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga komitmen keamanan,
serta mengutamakan pendekatan yang manusiawi, cepat tanggap, dan berkeadilan. Ia juga menyampaikan rasa terima
kasih kepada keluarga dan Bhayangkari atas dukungan dan doa yang menjadi
kekuatan utama para anggota dalam menjalankan tugas. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:52 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Perluas Akses Kesehatan Di Papua, Pemerintah Gelar Layanan Gratis dan Pengobatan Massal
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi
masyarakat Papua melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis, pengobatan
massal, dan kegiatan donor darah di Jayapura. Langkah ini merupakan bagian dari
strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan layanan
kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan warga. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad
Wiyagus menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi prioritas utama
sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan kondisi kesehatan
yang baik adalah fondasi utama agar masyarakat dapat tumbuh menjadi pribadi
yang produktif dan berdaya saing tinggi. “Kegiatan seperti pengobatan
massal tidak hanya memudahkan warga mendapatkan pengobatan, tetapi juga
berfungsi sebagai sarana deteksi dini penyakit. Dengan demikian, penanganan
dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih parah,” jelasnya. Program ini juga bertujuan
memperkecil kesenjangan akses kesehatan serta meningkatkan kesadaran warga akan
pentingnya menjaga kondisi tubuh. Sementara itu, Asisten III
Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai mengapresiasi antusiasme warga yang
ikut serta dalam donor darah. Ia mengingatkan bahwa setiap
tetes darah yang disumbangkan memiliki nilai besar untuk menyelamatkan nyawa
orang lain. Keberhasilan layanan ini, katanya, sangat bergantung pada kerja
sama antara pemerintah pusat, daerah, dan dukungan aktif masyarakat. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:32 WIT
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status
kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi
hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca
ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William
Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar
wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang
terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen,
terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh
hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum
masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi
hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti
wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi
membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras
dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil
antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan
dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG
tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang
beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak
perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera
mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis
Papuanewsonline.com, Mimika -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST.,
melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan
bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta
menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema
“Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini
berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh
jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen,
orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi
menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang
direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia
menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah
selesai dilakukan. “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa
dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan
meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan
kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai.
Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi
menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun
sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran
BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih
menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan
layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat
rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan
pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan
peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan
keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga
pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.
“Anak belajar dari apa yang dilihat dan
dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci
menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF
28 Jun 2026, 10:07 WIT
Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Tim SAR Lakukan Pencarian
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah perahu nelayan yang
membawa empat orang dilaporkan hilang kontak di wilayah perairan Atuka,
Kabupaten Mimika. Laporan disampaikan oleh pihak keluarga bernama Selfi ke
Kantor SAR Timika setelah rombongan tidak kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan.Keempat nelayan tersebut berangkat melaut mencari ikan sejak
Selasa, 23 Juni 2026, dan direncanakan pulang pada Kamis, 25 Juni.Masih ada komunikasi terakhir pada Rabu, 24 Juni, namun
setelah itu nomor telepon mereka tidak dapat dihubungi lagi. Pencarian mandiri
yang dilakukan keluarga dan warga sejak Kamis belum membuahkan hasil.Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan berangkat ke
lokasi pada Sabtu pagi menggunakan kapal penyelamat berkecepatan tinggi. Penyisiran dilakukan di radius sekitar 8 mil laut, serta
meminta keterangan kepada kapal lain yang melintas di sekitar perairan Atuka
untuk melacak keberadaan mereka.Hingga sore hari, upaya pencarian hari pertama belum
menemukan tanda-tanda keberadaan perahu maupun penumpangnya. Tim kemudian kembali ke darat pada pukul 17.35 WIT dan
merencanakan melanjutkan operasi pada Minggu pagi dengan memperluas area
pencarian, disesuaikan dengan kondisi arus dan pasang surut air laut. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:53 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan
Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III
dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang
Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan
Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya
menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang
berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi.
Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen
menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat
nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum
penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai
dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang
yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun
dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang
baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat
adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan
argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita
sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama
bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan
menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam
memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi
pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:25 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama
Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan
Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi
bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya
menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga.
Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa
sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di
wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap
di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar
pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat
terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat
melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang
dideritanya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:39 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang
Papuanewsonline.com, Mimika –
Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki
beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik
dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang
dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport
Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam,
sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai
Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II
dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas
tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya,
pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang
merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir
putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu
sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia
sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian
Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat
makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura,
yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk
bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman
Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman
nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya
yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati
pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak
tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan
Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini
dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya
dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini,
liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki
keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan
yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan
dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman,
dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:27 WIT
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik
Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis
Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada
warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya,
Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda,
aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik
Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan
bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan
Papua Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah
instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis
Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses
ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua,"
ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan
pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada
pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh
elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar
warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat
pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan
dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai
pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan
beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat
di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut.
Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada
infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten
Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau
jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini
momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat
dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua
Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik
Editor: GF
25 Jun 2026, 19:16 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji
asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara
Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok
pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,
terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat
pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di
Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total
392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi
oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh
keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan
Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses
penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama
Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana
peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah
petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem
transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang
tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap
pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid
Editor: GF
24 Jun 2026, 18:17 WIT
Tokoh Agama Hindu Mimika Apresiasi Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Timika – Tokoh Agama Hindu Kabupaten
Mimika, Pinandita I Made Kembardana, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap
kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz. Hal ini disampaikannya di Pura SP 4,
Mimika, pada Minggu (21/6/2026), setelah mengamati langsung maupun melalui
pemberitaan mengenai cara bertugas aparat di lapangan.“Kami menilai pendekatan yang dijalankan sudah sangat baik,
karena mengutamakan dialog, sikap persuasif, dan aspek kemanusiaan. Langkah ini
tepat guna membangun kepercayaan serta menjalin hubungan harmonis dengan
warga,” ujarnya. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap setiap tindakan
yang dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai peraturan hukum yang
berlaku.Sebagai tokoh agama, ia berharap setiap permasalahan di
Papua dapat diselesaikan melalui jalur damai. “Penyelesaian dengan kekerasan tidak akan memberi solusi
jangka panjang, justru berpotensi memunculkan masalah baru. Oleh sebab itu,
pendekatan kemanusiaan harus terus dipertahankan dan dikembangkan,” tegasnya.Pinandita juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga
persatuan dan berhati-hati terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. “Perbedaan latar belakang bukan pemisah, melainkan kekayaan.
Kita semua saudara sebangsa dan setanah air yang harus saling menghormati demi
menjaga kerukunan,” tambahnya. Penulis: Jid
Editor: GF
23 Jun 2026, 03:05 WIT
Johannes Rettob Terima Gelar Kehormatan KRA dari Keraton Surakarta
Papuanewsonline.com, Solo – Prosesi penganugerahan gelar
kehormatan berlangsung khidmat di Sasana Narendra, Keraton Kasunanan Surakarta
Hadiningrat, pada Senin malam (15/6/2026). Dalam acara tersebut, Bupati Mimika
Johannes Rettob resmi dikukuhkan dengan gelar Kanjeng Raden Aryo, sedangkan
istrinya Suzy Susana Herawati Rettob menerima gelar Kanjeng Mas Ayu.Johannes menyampaikan rasa syukur dan kehormatan yang
mendalam. Ia mengapresiasi sikap inklusif pihak keraton yang tidak membatasi
apresiasi hanya bagi tokoh di Pulau Jawa atau pusat pemerintahan, melainkan
juga membuka kesempatan bagi pemimpin dari wilayah Indonesia Timur. “Ini bukti pengakuan yang objektif dan menyatukan seluruh
elemen bangsa,” ujarnya.Menurut Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, GKRP Timoer Rumbay
Kusuma Dewayani, penganugerahan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki
kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya dan mendukung eksistensi keraton. Johannes dinilai sangat layak menerima penghargaan berkat
komitmen dan dukungan aktif yang telah diberikan selama ini.Penghargaan ini sekaligus diharapkan menjadi pintu awal
kerja sama strategis ke depan. Pihak keraton berharap dapat menjalin kolaborasi, baik dalam
program bersama maupun pertukaran nilai budaya antara tradisi Jawa dan kekayaan
warisan budaya yang ada di wilayah Mimika dan Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 14:40 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum
Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel
Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII
tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman,
Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang
kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus
mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim,
seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan
sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap
Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat
lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,”
pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman
yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan
kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan
keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak
mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun
bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil
perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka,
ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ
tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang
menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:46 WIT