Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Wamen ESDM Tinjau Jargas Sleman, Program Energi Bersih Dipercepat untuk Jangkau Jutaan Rumah Tangga
Papuanewsonline.com, Sleman – Pemerintah terus mempercepat
pengembangan jaringan gas bumi (Jargas) sebagai bagian dari upaya memperluas
akses energi bersih, meningkatkan efisiensi energi rumah tangga, dan memperkuat
ketahanan energi nasional. Salah satu implementasi yang dinilai berhasil saat
ini berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui sistem
distribusi gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) Clustering atau beyond
pipeline.
Keberhasilan program tersebut mendapat perhatian langsung
dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot yang melakukan
kunjungan kerja ke Sleman pada Jumat (19/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk
melihat secara langsung perkembangan pemanfaatan gas bumi yang kini telah
menjangkau masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terhubung dengan
jaringan pipa transmisi gas.
Menurut Yuliot, inovasi distribusi gas berbasis CNG menjadi
solusi efektif dalam mempercepat pemerataan energi bersih di berbagai daerah.
Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menunggu pembangunan jaringan
pipa utama untuk dapat menikmati manfaat gas bumi sebagai sumber energi yang
lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
"Jadi untuk tahun 2026 ini, kita ada target 160.000
satuan sambungan rumah tangga di berbagai kota. Ini akan dilakukan proses
percepatan. Untuk lelangnya baru akan dilakukan pada akhir Juli ini. Jadi
secara teknis, ada kajian untuk kesiapan masing-masing kota yang saat ini
sedang kita selesaikan. Dan 160.000 satuan rumah tangga ini ada di Pulau Jawa,
ada di Sumatera, ada di Kalimantan, dan juga tergantung dari kedekatan sumber
gas untuk daerah yang bersangkutan. CNG, ya CNG semuanya," ujar Yuliot.
Saat ini, Jargas berbasis CNG di Sleman telah melayani 4.545
sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial.
Untuk mendukung layanan tersebut, telah dibangun jaringan distribusi gas
sepanjang lebih dari 141 kilometer yang memungkinkan penyaluran energi secara
aman dan berkelanjutan kepada masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata konsumsi gas bumi
pelanggan Jargas di Sleman mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan.
Jumlah tersebut setara dengan penghematan penggunaan sekitar 64 metrik ton LPG
setiap bulan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi
ketergantungan terhadap energi impor.
Pemanfaatan gas bumi tidak hanya difokuskan pada sektor
rumah tangga. Pemerintah juga mendorong perluasan layanan ke sektor produktif
seperti UMKM, restoran, hotel, dan fasilitas kesehatan. Salah satu contoh nyata
adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta yang berhasil menekan biaya energi
hingga 30 sampai 33 persen setelah beralih menggunakan gas bumi.
Pemerintah bahkan telah menyiapkan target yang lebih besar
untuk tahun-tahun mendatang. Selain 160 ribu sambungan rumah yang ditargetkan
pada 2026, program pengembangan Jargas akan diperluas secara signifikan melalui
dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dan tahun depan, dari pembiayaan APBN, justru kita
akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi ini juga
lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027. Untuk tahun 2028, itu sudah
bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana. Jadi yang 160.000 itu bisa
melayani masyarakat," kata Yuliot.
Secara nasional, pengelolaan Jargas saat ini telah
menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah yang tersebar di 18 provinsi dan 74
kabupaten/kota. Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2026–2029, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah
baru setiap tahun melalui berbagai skema pendanaan.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan
apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan dalam
pengembangan Jargas di Sleman. Menurutnya, teknologi CNG Clustering telah
membuktikan kemampuannya sebagai solusi distribusi gas yang efektif untuk
wilayah yang belum memiliki jaringan transmisi utama.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan,
karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan
sistem klaster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga. Dengan
pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran
gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari,"
jelas Arief.
Melalui pengembangan Jargas yang semakin luas, pemerintah
berharap masyarakat dapat menikmati energi yang lebih murah, bersih, dan
berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, program ini juga
diharapkan mampu memperkuat sektor usaha produktif, mengurangi beban subsidi
energi negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berdaya
saing. (GF)
21 Jun 2026, 18:44 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan
Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas
Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus
dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,
turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan,
Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh
kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang
puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung
lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa
berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah
dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta
dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga
berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres
Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil
RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis
penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung,
hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung.
Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU
menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan
secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi
acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga
pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan
memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut
dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan
Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat
terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah
daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan
acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan
tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan
infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan
Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh
sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus
dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal
penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada
Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus
disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh.
Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di
Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena
itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik,
tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF)
21 Jun 2026, 18:34 WIT
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik, Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia
(TNI) menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026
secara gratis di lebih dari 1.500 titik yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 19 Juni 2026 ini menjadi
salah satu agenda nonton bersama terbesar yang pernah difasilitasi TNI bagi
masyarakat dari Sabang sampai Merauke.Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI
menghadirkan hiburan yang merata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat
persatuan dan kebersamaan di tengah momentum ajang sepak bola terbesar dunia
tersebut.Pelaksanaan Nobar Kebangsaan terselenggara melalui sinergi
antara TNI dan TVRI. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga
berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang
mempererat hubungan antarwarga di berbagai daerah.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar
belakang dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen
menyaksikan pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat
rasa persaudaraan, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia.TNI menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan
masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena
itu, Nobar Kebangsaan diharapkan mampu menjadi media yang efektif dalam
membangun semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga
berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan warga di
lokasi penyelenggaraan turut membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area nobar.Perputaran ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan
menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat membantu meningkatkan
pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.TNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana
yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang
terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan
antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI menegaskan
komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas
pertahanan negara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang mempererat
kebersamaan dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang semakin maju dan
bersatu. (GF)
21 Jun 2026, 18:32 WIT
Satgas PRR Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah terus memacu
proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di wilayah terdampak bencana di
Pulau Sumatera. Upaya percepatan tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat
Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi
dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera yang digelar di Kompleks
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis
(18/6/2026).Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua I Satgas PRR Pascabencana
Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., yang juga menjabat sebagai
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, mendampingi Ketua Satgas PRR Muhammad Tito
Karnavian dalam membahas langkah percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah
daerah terdampak.Setelah fase tanggap darurat dan pemulihan layanan dasar
dinilai berhasil dilalui, pemerintah kini mengalihkan fokus pada pembangunan
kembali secara permanen. Program tersebut mencakup pemulihan infrastruktur,
perumahan masyarakat, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan
sektor ekonomi yang terdampak bencana.Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito
Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi
dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026 hingga 2028. Dana
tersebut akan digunakan secara bertahap guna memastikan proses pemulihan
berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana Sumatera 2026–2028, alokasi anggaran akan direalisasikan sebesar
Rp38,9 triliun pada tahun 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun
pada 2028. Program besar ini melibatkan sedikitnya 33 kementerian dan lembaga
sebagai pelaksana utama maupun pendukung.Perkembangan pelaksanaan program mulai menunjukkan kemajuan.
Hingga 17 Juni 2026, lima kementerian dan lembaga telah menerima pagu anggaran
rehabilitasi dan rekonstruksi, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian
Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pusat
Statistik (BPS). Sementara sejumlah kementerian dan lembaga lainnya masih
menjalani proses administrasi dan evaluasi di Kementerian Keuangan.“Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer.
Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan kita
secepatnya. Tadi kami mohon dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah,
dan juga Menteri Keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut. Kalau
sudah ditransfer maka speed-nya akan kencang sekali,” ujar Tito didampingi
Letjen TNI Richard Tampubolon.Selain mengandalkan anggaran kementerian dan lembaga, Satgas
PRR juga mendorong pemerintah daerah memaksimalkan pemanfaatan tambahan Transfer
ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan pemerintah pusat
sejak awal Mei 2026. Dana tersebut terdiri dari sekitar Rp1,6 triliun untuk
Aceh, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp2,6 triliun untuk Sumatera
Barat.Tambahan dukungan fiskal itu diharapkan mampu mempercepat
penanganan kebutuhan prioritas masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur
dasar, layanan publik, dan fasilitas penunjang yang masih memerlukan penguatan
pada tahap rehabilitasi permanen. Pemerintah juga mengapresiasi semangat gotong
royong antardaerah melalui skema hibah yang mulai berjalan di sejumlah wilayah
terdampak.Menurut Tito, keberhasilan pemulihan pascabencana tidak
hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan komitmen
seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, daerah
yang telah menerima tambahan anggaran diminta segera merealisasikan
program-program prioritas tanpa menunggu proses lain yang tidak diperlukan.“Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak
menggunakan TKD masing-masing. Kemudian yang kedua dari kementerian dan lembaga
yang sudah anggarannya cair seperti PU kita minta untuk speed-nya lebih kencang
lagi,” katanya.Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan serta
koordinasi lintas kementerian dan daerah yang terus diperkuat, pemerintah
berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan
Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak segera
merasakan manfaat nyata dari program pemulihan permanen tersebut. (GF)
21 Jun 2026, 18:27 WIT
Mama-Mama Kamoro Asah Keterampilan Olah Pangan Lokal
Papuanewsonline.com, Timika – Guna mengembangkan potensi
ekonomi berbasis sumber daya alam setempat, sebanyak 40 perempuan atau
mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir Mimika mengikuti pelatihan
pengolahan bahan pangan lokal. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni
2026, di Rumah Sagu Kompleks Keuskupan Timika, diselenggarakan Koperasi Maria
Bintang Laut dengan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI).Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, menyebut
kegiatan ini merupakan kelanjutan Program Ekonomi PRONOMI IV yang telah
berjalan sejak 2017. “Mereka mendapatkan keterampilan baru dan lebih percaya diri
mengolah bahan lokal menjadi makanan bergizi untuk meningkatkan kesejahteraan
keluarga,” ujarnya.Selama pelatihan, peserta belajar mengolah ikan, tambelo,
singkong, ubi, kelapa, dan pisang menjadi beragam produk seperti lemet,
kerupuk, pisang molen, nagasari, hingga bolu pisang. Tujuannya mengoptimalkan sumber daya alam setempat sekaligus
memperkuat peran perempuan dalam perekonomian komunitas.SVP Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menegaskan ini
bentuk komitmen perusahaan. “Kami berharap ilmu ini diterapkan di rumah, dibagikan ke
tetangga, dan membuka peluang usaha baru,” katanya. Dukungan juga datang dari Kepala DP3AP2KB Mimika, Yohana
Arwam, yang mengapresiasi kerja sama tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Jun 2026, 20:15 WIT
Car Free Day Jadi Lokasi Pelayanan, Bapenda Dekatkan Akses ke Masyarakat
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Mimika menghadirkan program “Jemput Bola” melalui layanan
Pajak Keliling. Kegiatan ini pertama kali digelar pada Sabtu (20/6/2026) di
kawasan Car Free Day Jalan Cenderawasih, memudahkan warga menunaikan kewajiban
perpajakan tanpa harus datang ke kantor dinas.Sekretaris Bapenda Mimika, Hendrikus Setitit, menyatakan
layanan ini akan terus diperluas ke berbagai lokasi strategis. “Kami juga akan membuka stan pembayaran di Diana
Supermarket, Pusat Pemerintahan, kawasan perumahan, hingga kelurahan dan
kampung. Warga cukup menunggu kami datang,” ujarnya.Pelayanan ini bekerja sama dengan Bank Papua serta didukung
mitra lainnya. Petugas melayani pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, retribusi
daerah, hingga pendaftaran wajib pajak baru secara langsung. Sistem transaksi yang digunakan sudah modern dan fleksibel
demi kenyamanan masyarakat.Hendrikus menjelaskan langkah ini sebagai strategi mengejar
target Pendapatan Asli Daerah tahun 2026. Mengingat sisa waktu anggaran sekitar enam bulan, pihaknya
bergerak lebih gencar dan optimis capaian bisa terpenuhi bahkan melampaui
sasaran yang ditetapkan. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Jun 2026, 20:12 WIT
Pilihan Redaksi
Wamen ESDM Tinjau Jargas Sleman, Program Energi Bersih Dipercepat untuk Jangkau Jutaan Rumah Tangga
Papuanewsonline.com, Sleman – Pemerintah terus mempercepat
pengembangan jaringan gas bumi (Jargas) sebagai bagian dari upaya memperluas
akses energi bersih, meningkatkan efisiensi energi rumah tangga, dan memperkuat
ketahanan energi nasional. Salah satu implementasi yang dinilai berhasil saat
ini berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui sistem
distribusi gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) Clustering atau beyond
pipeline.
Keberhasilan program tersebut mendapat perhatian langsung
dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot yang melakukan
kunjungan kerja ke Sleman pada Jumat (19/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk
melihat secara langsung perkembangan pemanfaatan gas bumi yang kini telah
menjangkau masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terhubung dengan
jaringan pipa transmisi gas.
Menurut Yuliot, inovasi distribusi gas berbasis CNG menjadi
solusi efektif dalam mempercepat pemerataan energi bersih di berbagai daerah.
Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu menunggu pembangunan jaringan
pipa utama untuk dapat menikmati manfaat gas bumi sebagai sumber energi yang
lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
"Jadi untuk tahun 2026 ini, kita ada target 160.000
satuan sambungan rumah tangga di berbagai kota. Ini akan dilakukan proses
percepatan. Untuk lelangnya baru akan dilakukan pada akhir Juli ini. Jadi
secara teknis, ada kajian untuk kesiapan masing-masing kota yang saat ini
sedang kita selesaikan. Dan 160.000 satuan rumah tangga ini ada di Pulau Jawa,
ada di Sumatera, ada di Kalimantan, dan juga tergantung dari kedekatan sumber
gas untuk daerah yang bersangkutan. CNG, ya CNG semuanya," ujar Yuliot.
Saat ini, Jargas berbasis CNG di Sleman telah melayani 4.545
sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, serta empat pelanggan komersial.
Untuk mendukung layanan tersebut, telah dibangun jaringan distribusi gas
sepanjang lebih dari 141 kilometer yang memungkinkan penyaluran energi secara
aman dan berkelanjutan kepada masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata konsumsi gas bumi
pelanggan Jargas di Sleman mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan.
Jumlah tersebut setara dengan penghematan penggunaan sekitar 64 metrik ton LPG
setiap bulan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi
ketergantungan terhadap energi impor.
Pemanfaatan gas bumi tidak hanya difokuskan pada sektor
rumah tangga. Pemerintah juga mendorong perluasan layanan ke sektor produktif
seperti UMKM, restoran, hotel, dan fasilitas kesehatan. Salah satu contoh nyata
adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta yang berhasil menekan biaya energi
hingga 30 sampai 33 persen setelah beralih menggunakan gas bumi.
Pemerintah bahkan telah menyiapkan target yang lebih besar
untuk tahun-tahun mendatang. Selain 160 ribu sambungan rumah yang ditargetkan
pada 2026, program pengembangan Jargas akan diperluas secara signifikan melalui
dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dan tahun depan, dari pembiayaan APBN, justru kita
akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi ini juga
lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027. Untuk tahun 2028, itu sudah
bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana. Jadi yang 160.000 itu bisa
melayani masyarakat," kata Yuliot.
Secara nasional, pengelolaan Jargas saat ini telah
menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah yang tersebar di 18 provinsi dan 74
kabupaten/kota. Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2026–2029, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah
baru setiap tahun melalui berbagai skema pendanaan.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menyampaikan
apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan dalam
pengembangan Jargas di Sleman. Menurutnya, teknologi CNG Clustering telah
membuktikan kemampuannya sebagai solusi distribusi gas yang efektif untuk
wilayah yang belum memiliki jaringan transmisi utama.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan,
karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan
sistem klaster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga. Dengan
pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran
gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari,"
jelas Arief.
Melalui pengembangan Jargas yang semakin luas, pemerintah
berharap masyarakat dapat menikmati energi yang lebih murah, bersih, dan
berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, program ini juga
diharapkan mampu memperkuat sektor usaha produktif, mengurangi beban subsidi
energi negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berdaya
saing. (GF)
21 Jun 2026, 18:44 WIT
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan
Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas
Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus
dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,
turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan,
Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh
kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang
puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung
lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa
berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah
dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta
dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga
berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres
Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil
RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis
penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung,
hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung.
Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU
menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan
secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi
acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga
pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan
memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut
dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan
Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat
terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah
daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan
acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan
tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan
infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan
Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh
sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus
dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal
penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada
Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus
disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh.
Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di
Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena
itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik,
tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF)
21 Jun 2026, 18:34 WIT
TNI Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 1.500 Titik, Perkuat Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia
(TNI) menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) Kebangsaan Piala Dunia 2026
secara gratis di lebih dari 1.500 titik yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia. Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 19 Juni 2026 ini menjadi
salah satu agenda nonton bersama terbesar yang pernah difasilitasi TNI bagi
masyarakat dari Sabang sampai Merauke.Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI
menghadirkan hiburan yang merata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat
persatuan dan kebersamaan di tengah momentum ajang sepak bola terbesar dunia
tersebut.Pelaksanaan Nobar Kebangsaan terselenggara melalui sinergi
antara TNI dan TVRI. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga
berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang
mempererat hubungan antarwarga di berbagai daerah.Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai latar
belakang dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Momen
menyaksikan pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat
rasa persaudaraan, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia.TNI menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan
masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. Karena
itu, Nobar Kebangsaan diharapkan mampu menjadi media yang efektif dalam
membangun semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.Selain memberikan manfaat sosial, kegiatan ini juga
berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan warga di
lokasi penyelenggaraan turut membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area nobar.Perputaran ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan
menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat membantu meningkatkan
pendapatan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di daerah.TNI juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana
yang aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung. Kebersamaan yang
terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan
antara TNI dan rakyat sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa.Melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026, TNI menegaskan
komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas
pertahanan negara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang mempererat
kebersamaan dan semangat gotong royong menuju Indonesia yang semakin maju dan
bersatu. (GF)
21 Jun 2026, 18:32 WIT
Satgas PRR Desak Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera
Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah terus memacu
proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di wilayah terdampak bencana di
Pulau Sumatera. Upaya percepatan tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat
Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi
dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera yang digelar di Kompleks
Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis
(18/6/2026).Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua I Satgas PRR Pascabencana
Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M., yang juga menjabat sebagai
Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, mendampingi Ketua Satgas PRR Muhammad Tito
Karnavian dalam membahas langkah percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah
daerah terdampak.Setelah fase tanggap darurat dan pemulihan layanan dasar
dinilai berhasil dilalui, pemerintah kini mengalihkan fokus pada pembangunan
kembali secara permanen. Program tersebut mencakup pemulihan infrastruktur,
perumahan masyarakat, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan
sektor ekonomi yang terdampak bencana.Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito
Karnavian menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi
dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026 hingga 2028. Dana
tersebut akan digunakan secara bertahap guna memastikan proses pemulihan
berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana Sumatera 2026–2028, alokasi anggaran akan direalisasikan sebesar
Rp38,9 triliun pada tahun 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun
pada 2028. Program besar ini melibatkan sedikitnya 33 kementerian dan lembaga
sebagai pelaksana utama maupun pendukung.Perkembangan pelaksanaan program mulai menunjukkan kemajuan.
Hingga 17 Juni 2026, lima kementerian dan lembaga telah menerima pagu anggaran
rehabilitasi dan rekonstruksi, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian
Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pusat
Statistik (BPS). Sementara sejumlah kementerian dan lembaga lainnya masih
menjalani proses administrasi dan evaluasi di Kementerian Keuangan.“Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer.
Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan kita
secepatnya. Tadi kami mohon dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah,
dan juga Menteri Keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut. Kalau
sudah ditransfer maka speed-nya akan kencang sekali,” ujar Tito didampingi
Letjen TNI Richard Tampubolon.Selain mengandalkan anggaran kementerian dan lembaga, Satgas
PRR juga mendorong pemerintah daerah memaksimalkan pemanfaatan tambahan Transfer
ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan pemerintah pusat
sejak awal Mei 2026. Dana tersebut terdiri dari sekitar Rp1,6 triliun untuk
Aceh, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp2,6 triliun untuk Sumatera
Barat.Tambahan dukungan fiskal itu diharapkan mampu mempercepat
penanganan kebutuhan prioritas masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur
dasar, layanan publik, dan fasilitas penunjang yang masih memerlukan penguatan
pada tahap rehabilitasi permanen. Pemerintah juga mengapresiasi semangat gotong
royong antardaerah melalui skema hibah yang mulai berjalan di sejumlah wilayah
terdampak.Menurut Tito, keberhasilan pemulihan pascabencana tidak
hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan komitmen
seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah. Karena itu, daerah
yang telah menerima tambahan anggaran diminta segera merealisasikan
program-program prioritas tanpa menunggu proses lain yang tidak diperlukan.“Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak
menggunakan TKD masing-masing. Kemudian yang kedua dari kementerian dan lembaga
yang sudah anggarannya cair seperti PU kita minta untuk speed-nya lebih kencang
lagi,” katanya.Dengan dukungan anggaran yang telah disiapkan serta
koordinasi lintas kementerian dan daerah yang terus diperkuat, pemerintah
berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan
Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak segera
merasakan manfaat nyata dari program pemulihan permanen tersebut. (GF)
21 Jun 2026, 18:27 WIT
Mama-Mama Kamoro Asah Keterampilan Olah Pangan Lokal
Papuanewsonline.com, Timika – Guna mengembangkan potensi
ekonomi berbasis sumber daya alam setempat, sebanyak 40 perempuan atau
mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir Mimika mengikuti pelatihan
pengolahan bahan pangan lokal. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni
2026, di Rumah Sagu Kompleks Keuskupan Timika, diselenggarakan Koperasi Maria
Bintang Laut dengan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI).Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, menyebut
kegiatan ini merupakan kelanjutan Program Ekonomi PRONOMI IV yang telah
berjalan sejak 2017. “Mereka mendapatkan keterampilan baru dan lebih percaya diri
mengolah bahan lokal menjadi makanan bergizi untuk meningkatkan kesejahteraan
keluarga,” ujarnya.Selama pelatihan, peserta belajar mengolah ikan, tambelo,
singkong, ubi, kelapa, dan pisang menjadi beragam produk seperti lemet,
kerupuk, pisang molen, nagasari, hingga bolu pisang. Tujuannya mengoptimalkan sumber daya alam setempat sekaligus
memperkuat peran perempuan dalam perekonomian komunitas.SVP Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, menegaskan ini
bentuk komitmen perusahaan. “Kami berharap ilmu ini diterapkan di rumah, dibagikan ke
tetangga, dan membuka peluang usaha baru,” katanya. Dukungan juga datang dari Kepala DP3AP2KB Mimika, Yohana
Arwam, yang mengapresiasi kerja sama tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Jun 2026, 20:15 WIT
Car Free Day Jadi Lokasi Pelayanan, Bapenda Dekatkan Akses ke Masyarakat
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah
(Bapenda) Kabupaten Mimika menghadirkan program “Jemput Bola” melalui layanan
Pajak Keliling. Kegiatan ini pertama kali digelar pada Sabtu (20/6/2026) di
kawasan Car Free Day Jalan Cenderawasih, memudahkan warga menunaikan kewajiban
perpajakan tanpa harus datang ke kantor dinas.Sekretaris Bapenda Mimika, Hendrikus Setitit, menyatakan
layanan ini akan terus diperluas ke berbagai lokasi strategis. “Kami juga akan membuka stan pembayaran di Diana
Supermarket, Pusat Pemerintahan, kawasan perumahan, hingga kelurahan dan
kampung. Warga cukup menunggu kami datang,” ujarnya.Pelayanan ini bekerja sama dengan Bank Papua serta didukung
mitra lainnya. Petugas melayani pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, retribusi
daerah, hingga pendaftaran wajib pajak baru secara langsung. Sistem transaksi yang digunakan sudah modern dan fleksibel
demi kenyamanan masyarakat.Hendrikus menjelaskan langkah ini sebagai strategi mengejar
target Pendapatan Asli Daerah tahun 2026. Mengingat sisa waktu anggaran sekitar enam bulan, pihaknya
bergerak lebih gencar dan optimis capaian bisa terpenuhi bahkan melampaui
sasaran yang ditetapkan. Penulis: Jid
Editor: GF
20 Jun 2026, 20:12 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Gus Ipul Pastikan Penutupan Munas-Konbes NU Siap, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Bangkalan
Papuanewsonline.com, Bangkalan – Persiapan penutupan Munas
Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 terus
dimatangkan. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul,
turun langsung meninjau lokasi acara di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan,
Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh
kebutuhan teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara optimal menjelang
puncak kegiatan yang direncanakan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk area utama kegiatan dan sarana pendukung
lainnya, menjadi fokus pengecekan panitia.Dalam peninjauan itu, Gus Ipul berkeliling memeriksa
berbagai titik strategis di lokasi acara. Ia mengecek kesiapan tenda yang telah
dipasang untuk menampung tamu undangan serta memastikan alur kedatangan peserta
dan tamu kehormatan dapat berjalan dengan baik.Selain melakukan pengecekan lapangan, Gus Ipul juga
berdiskusi dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres
Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Pengasuh Pesantren Syaichona Moh. Cholil
RKH Muhammad Nasih Aschal, serta perwakilan PCNU se-Madura.Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis
penyelenggaraan, mulai dari penataan kawasan, kesiapan fasilitas pendukung,
hingga langkah-langkah pengamanan yang akan diterapkan saat acara berlangsung.
Koordinasi lintas lembaga dinilai penting mengingat penutupan Munas-Konbes NU
menjadi agenda nasional yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.Menurut Gus Ipul, setiap detail persiapan harus diperhatikan
secara serius agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib.“Kita ingin memastikan seluruh titik siap. Mulai dari lokasi
acara, alur kedatangan Presiden, alur para tamu undangan, pengamanan, hingga
pelayanan peserta. Semuanya harus tertata dengan baik,” ujar Gus Ipul.Usai meninjau lokasi, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan
memimpin rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bangkalan. Rapat tersebut
dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan
Dja’far, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Dandim Bangkalan, sejumlah pejabat
terkait, serta jajaran pengurus NU se-Madura.Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia bersama pemerintah
daerah dan aparat keamanan membahas secara rinci berbagai skenario pelaksanaan
acara. Fokus utama pembahasan meliputi jalur kedatangan Presiden, pengaturan
tamu VVIP dan VIP, pengelolaan peserta, pengamanan kawasan, kesiapan
infrastruktur, hingga dukungan fasilitas penunjang di sekitar lokasi.Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan penutupan
Munas-Konbes NU tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga oleh
sinergi seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, koordinasi yang intensif terus
dilakukan agar setiap potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.“Ini bukan hanya soal teknis acara, tetapi juga soal
penghormatan kepada para kiai, para peserta, para tamu, dan tentu kepada
Presiden yang kita undang hadir dalam penutupan. Karena itu semua harus
disiapkan sebaik-baiknya,” kata Gus Ipul.Di akhir kegiatan, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat keamanan, Pesantren Syaichona Moh.
Cholil, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh elemen Nahdlatul Ulama di
Madura yang turut berkontribusi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Bangkalan adalah tempat yang sangat penting bagi NU. Karena
itu kita ingin penutupan Munas-Konbes di sini menjadi momentum yang baik,
tertib, dan membawa keberkahan,” ujar Gus Ipul. (GF)
21 Jun 2026, 18:34 WIT
Papua Tengah Kekurangan 391 Tenaga Kesehatan, Dinkes Mimika Susun Peta Kebutuhan SDM Medis
Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika melaksanakan kegiatan pendampingan perhitungan rencana pemenuhan tenaga
kesehatan pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam
menyusun perencanaan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan yang tepat dan
berbasis data guna meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah
terpencil.Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Papua Tengah,
Kristianus Tebai, menyampaikan bahwa kondisi geografis Papua Tengah yang
terdiri dari wilayah pesisir, pegunungan, hingga daerah yang sulit dijangkau
menjadi tantangan dalam pemerataan tenaga kesehatan.Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan, Papua Tengah
masih mengalami kekurangan sebanyak 391 tenaga kesehatan yang terdiri dari
dokter, bidan, tenaga gizi, tenaga teknis kefarmasian, dokter gigi, tenaga
kesehatan gigi, tenaga promosi kesehatan, tenaga farmasi, tenaga sanitasi
lingkungan, hingga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).Khusus di Kabupaten Mimika, kata Kristianus, masih terdapat
kekurangan beberapa jenis tenaga kesehatan seperti tenaga gizi, dokter gigi,
tenaga kesehatan gigi, dan tenaga farmasi. Melalui kegiatan pendampingan
tersebut, diharapkan dapat dilakukan penghitungan serta pemetaan kebutuhan
sembilan jenis tenaga kesehatan yang masih kurang di sejumlah puskesmas sebagai
dasar pengambilan kebijakan pemenuhan tenaga kesehatan.Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga tengah
menjalankan program perekrutan dan pembiayaan pendidikan dokter spesialis
sebagai bagian dari visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan
pemerataan dokter spesialis di 15 rumah sakit yang ada di wilayah tersebut.Dari hasil pendataan di Kabupaten Mimika, terdapat dua
dokter yang menyatakan minat untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis.
Informasi terkait program tersebut telah disampaikan kepada rumah sakit,
puskesmas, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.Kristianus memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika karena pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan berbagai
pihak, seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, serta unsur
kesehatan lainnya dalam menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan.Menurutnya, model perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan
yang dilakukan Mimika dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Papua Tengah.
Sebab, hingga kini masih terjadi ketimpangan tenaga kesehatan, di mana sejumlah
daerah memiliki jumlah perawat yang cukup banyak, namun masih mengalami
kekurangan tenaga teknis elektromedik, tenaga laboratorium, dan tenaga
kesehatan lainnya.Ia juga menyoroti tantangan penempatan tenaga kesehatan di
wilayah konflik seperti Intan Jaya dan Puncak Jaya yang membutuhkan perhatian
khusus dari sisi keamanan dan ketersediaan fasilitas pendukung.Karena itu, pemerintah mendorong putra-putri asli daerah
untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan dan kembali mengabdi di daerah
asal sehingga pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Papua Tengah dapat
terwujud.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Asisten III
Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Herry Onawame,
menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,
khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, yang terus
memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan
sektor kesehatan.Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan sangat
bergantung pada ketersediaan tenaga kesehatan yang mencukupi, baik dari sisi
jumlah, kompetensi, pemerataan, maupun kualitas pelayanan.Ia menegaskan bahwa Kabupaten Mimika memiliki tantangan
geografis yang kompleks, mulai dari wilayah perkotaan, pesisir, pegunungan
hingga daerah terpencil. Oleh sebab itu, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan
harus dilakukan secara tepat, terukur, dan berdasarkan data yang akurat.“Hasil perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan nantinya akan
menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, pengadaan, pemerataan distribusi,
hingga pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di Kabupaten Mimika,” ujarnya.Herry berharap kegiatan pendampingan tersebut tidak sekadar
menjadi kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan data kebutuhan tenaga
kesehatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan
pembangunan kesehatan daerah.Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan
secara serius serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, rumah sakit, puskesmas, dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan.Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen untuk
terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan
sumber daya manusia kesehatan yang profesional, merata, dan berkualitas. Penulis: Bim
Editor: GF
17 Jun 2026, 15:43 WIT
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Warga Panik dan BPBD Masih Data Kerusakan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan
magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026)
pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sejumlah wilayah terdampak
langsung bergerak melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak yang
ditimbulkan.Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan
dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada
sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten
Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara
Kabupaten Donggala.Guncangan paling kuat dirasakan di Kota Palu selama sekitar
empat hingga enam detik. Warga yang merasakan getaran langsung berhamburan
keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan
pemantauan dan asesmen cepat di sejumlah lokasi.Di Kabupaten Poso, gempa juga dirasakan cukup kuat selama
kurang lebih enam detik. Kepanikan warga sempat terjadi, sementara tim BPBD
masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan di lapangan.Sementara itu, di Kabupaten Sigi, getaran dirasakan sekitar
lima detik. Masyarakat memilih keluar dari rumah dan menjauhi bangunan guna
mengantisipasi kemungkinan gempa susulan. BPBD setempat masih melakukan asesmen
terhadap kondisi wilayah terdampak.Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas
sedang selama sekitar dua detik. Meski berlangsung singkat, warga sempat panik
dan petugas BPBD langsung melakukan monitoring di sejumlah titik.Getaran gempa juga dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong.
Banyak warga, baik di dalam maupun di luar rumah, merasakan guncangan yang
membuat jendela dan pintu berderik serta dinding bangunan mengeluarkan suara.Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah
bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun
hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah dan tingkat kerusakan masih
dalam proses pendataan oleh tim BPBD di masing-masing daerah.Selain kerusakan bangunan, pendataan terhadap kemungkinan
adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih terus dilakukan oleh
petugas di lapangan.BMKG melaporkan, hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi
sebanyak 13 kali gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo yang bervariasi
di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini membuat masyarakat diimbau tetap
waspada terhadap potensi guncangan lanjutan.BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC)
dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kabupaten
Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong terus berkoordinasi guna memperoleh
gambaran menyeluruh terkait dampak bencana tersebut.Hingga saat ini, BNPB menyebut belum ada laporan mengenai
kebutuhan mendesak dari wilayah terdampak. Meski demikian, proses pemantauan
dan asesmen masih terus dilakukan secara intensif.BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah
terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari
pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG.Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum
kembali masuk ke dalam rumah dan segera menjauhi bangunan yang mengalami
keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan
menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang
masih berlangsung di wilayah terdampak gempa. (GF)
17 Jun 2026, 13:32 WIT
Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda
Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten
Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan
menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang
menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga
13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227
kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya
terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996,
total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop
Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur
organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan
perundangan kesehatan yang berlaku. Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi
stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang
benar.Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda
disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih
banyaknya perilaku berisiko. “Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan,
penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,”
ujarnya. Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada
kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs
menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu
sektor.Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari
memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan
negatif terhadap Orang Dengan HIV. Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan
dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 16:56 WIT
Dinkes Mimika Kejar 2 Juta Tes Malaria Tahun Ini, Perlu Sinergi Semua Pihak
Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kabupaten Mimika menetapkan target sebanyak 2 juta kali pemeriksaan kasus
malaria sepanjang tahun 2026. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan
capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Dinkes berhasil melampaui target dengan
melakukan 1.299.815 kali tes, di mana ditemukan 190.597 kasus dan tingkat
kepositifan mencapai 14,07 persen. Hingga Mei 2026, telah tercatat 450.193 kali
pemeriksaan dengan 61.735 kasus terdeteksi atau tingkat kepositifan 13,7
persen.Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika,
Kamaludin, menjelaskan upaya percepatan dilakukan melalui peningkatan layanan
di 10 puskesmas wilayah perkotaan. (12/6/26) Sebagai contoh, Puskesmas Timika menurunkan 50 tim setiap
harinya dengan target 100 tes per tim, sehingga mampu memeriksa sekitar 5.000
orang per hari. Pemeriksaan berlangsung selama 7 hingga maksimal 14 hari
dalam sebulan, dengan sasaran minimal 35 ribu tes setiap bulannya.Berbagai tantangan masih dihadapi, antara lain kondisi alam
Mimika yang bercurah hujan tinggi dan dataran rendah, sehingga banyak terbentuk
genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Faktor perilaku masyarakat juga menjadi kendala, seperti
sering beraktivitas malam hari dengan pakaian terbuka, kurang disiplin
menghabiskan obat, dan belum membiasakan penggunaan kelambu saat tidur.Kamaludin menegaskan penanganan malaria membutuhkan kerja
sama lintas sektor dan kesadaran bersama. “Upaya medis saja
belum cukup jika lingkungan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk."
Ujarnya. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 14:06 WIT
KKSS Mimika Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih, Seru Tegakkan Perda Pengelolaan Sampah
Papuanewsonline.com, Timika – Kerukunan Keluarga Sulawesi
Selatan (KKSS) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi kerja bakti dalam rangka
program Jumat Bersih di sepanjang Jalan Kartini, Kelurahan Otomona. Kegiatan
ini merupakan wujud dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri, yang mengacu pada
surat himbauan Bupati Mimika serta arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri
dan Presiden Republik Indonesia.Ketua KKSS Mimika, H. Iwan Anwar, SH, MH, menyampaikan bahwa
sekitar 30 anggota turut berpartisipasi membersihkan ruas jalan mulai dari
persimpangan Jalan Budi Utomo hingga Jalan Yos Sudarso. (12/6/26) Ia menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas,
melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat
dan nyaman bagi seluruh warga kota.Selama pelaksanaan, peserta menemukan cukup banyak sampah
rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di pinggir jalan.Kondisi ini dinilai mencerminkan masih rendahnya kesadaran
sebagian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Iwan menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya
menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap individu yang tinggal
di wilayah tersebut.Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk segera
menegakkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah secara tegas dan
konsisten. Menurutnya, penerapan aturan yang memberikan efek jera bagi
pelanggar menjadi langkah strategis agar kebiasaan buruk membuang sampah
sembarangan dapat dihentikan dan tercipta ketertiban yang berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, KKSS Mimika berharap dapat menjadi
teladan bagi organisasi kemasyarakatan lain dan warga sekitar. Diharapkan semangat kebersamaan ini dapat menular, sehingga
seluruh elemen masyarakat bergotong royong mewujudkan Kota Timika yang bersih,
asri, sehat, dan layak huni bagi generasi sekarang maupun mendatang. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Jun 2026, 13:58 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Johannes Rettob Terima Gelar Kehormatan KRA dari Keraton Surakarta
Papuanewsonline.com, Solo – Prosesi penganugerahan gelar
kehormatan berlangsung khidmat di Sasana Narendra, Keraton Kasunanan Surakarta
Hadiningrat, pada Senin malam (15/6/2026). Dalam acara tersebut, Bupati Mimika
Johannes Rettob resmi dikukuhkan dengan gelar Kanjeng Raden Aryo, sedangkan
istrinya Suzy Susana Herawati Rettob menerima gelar Kanjeng Mas Ayu.Johannes menyampaikan rasa syukur dan kehormatan yang
mendalam. Ia mengapresiasi sikap inklusif pihak keraton yang tidak membatasi
apresiasi hanya bagi tokoh di Pulau Jawa atau pusat pemerintahan, melainkan
juga membuka kesempatan bagi pemimpin dari wilayah Indonesia Timur. “Ini bukti pengakuan yang objektif dan menyatukan seluruh
elemen bangsa,” ujarnya.Menurut Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, GKRP Timoer Rumbay
Kusuma Dewayani, penganugerahan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki
kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya dan mendukung eksistensi keraton. Johannes dinilai sangat layak menerima penghargaan berkat
komitmen dan dukungan aktif yang telah diberikan selama ini.Penghargaan ini sekaligus diharapkan menjadi pintu awal
kerja sama strategis ke depan. Pihak keraton berharap dapat menjalin kolaborasi, baik dalam
program bersama maupun pertukaran nilai budaya antara tradisi Jawa dan kekayaan
warisan budaya yang ada di wilayah Mimika dan Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 14:40 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum
Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel
Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII
tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman,
Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang
kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus
mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim,
seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan
sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap
Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat
lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,”
pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman
yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan
kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan
keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak
mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun
bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil
perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka,
ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ
tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang
menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:46 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk
mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di
Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika
bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua
Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran
dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika,
Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat
tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah
dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin
menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas,
dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus
Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa
menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan
menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati
selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk
membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat
se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan
seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di
tengah keberagaman masyarakat. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:33 WIT
MTQ Ke-XIII Kabupaten Mimika Resmi Dibuka, Libatkan Seluruh Distrik Dan Hadirkan Piala Bergilir
Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat
menyelimuti Masjid Baiturrahman SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania,
pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Mimika ke-XIII.
Kegiatan bertema “Cahaya Alquran Pemersatu Jiwa, Meneguhkan Harmoni Menuju Mimika
Emas” ini dihadiri ribuan jemaah dan peserta, serta dipimpin langsung oleh
Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi jajaran
Forkopimda dan pimpinan instansi terkait. (12/6/26)Ketua Panitia, Ustadz Firdaus Amir, melaporkan bahwa tahun
ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seleksi dilaksanakan
secara berjenjang hingga tingkat distrik. Sebanyak 268 peserta terdaftar dari lima wilayah, yaitu
Kuala Kencana, Mimika Baru, Mimika Timur, Iwaka, dan Wania. “Ini langkah baru agar MTQ semakin merata menjangkau seluruh
warga. Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.Ketua LPTQ Mimika, Muh Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan
ini juga menghadirkan Piala Bergilir Bupati dan Wakil Bupati bagi distrik juara
umum. Ia juga mengusulkan agar setiap distrik mendapatkan dana
khusus untuk menggelar lomba serupa mulai tahun depan. “Kami juga mendatangkan 17 pembina dari berbagai daerah
untuk mencetak qari-qariah andalan, agar dua tahun ke depan peserta lokal bisa
bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa
MTQ bukan sekadar ajang lomba, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai Alquran
dalam kehidupan sehari-hari. “Di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, tema ini
sangat tepat. Alquran menjadi pemersatu dan benteng generasi agar tetap
berkarakter baik,” ujarnya. Ia juga meminta dewan hakim bersikap adil dan peserta
menjadikan lomba ini sebagai ajang peningkatan kualitas diri.Dengan tabuhan beduk dan lantunan ayat suci, MTQ ke-XIII
resmi dibuka. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini diharapkan melahirkan
bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat
kerukunan dan persatuan menuju Mimika Emas yang lebih maju dan harmonis. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 03:14 WIT
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Mimika Gelar Doa Lintas Agama dan Pawai Ta’aruf
Papuanewsonline.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam
(PHBI) Kabupaten Mimika akan menggelar serangkaian kegiatan istimewa dalam
rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, yang berlangsung
pada 15 hingga 16 Juni 2026 di Timika. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana
syiar agama, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat
kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat setempat.Ketua PHBI Mimika, Ustadz H. Joko Priyanto, menyampaikan
bahwa rangkaian acara diawali dengan Doa Lintas Agama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin malam,
15 Juni 2026 pukul 19.30 WIT di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, dan akan
dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, serta
undangan lainnya.Keesokan harinya, Selasa 16 Juni 2026, akan dilaksanakan
Pawai Ta’aruf yang terbuka untuk diikuti seluruh warga. Pawai dimulai pukul 06.30 WIT dari Lapangan Eks Pasar Lama,
melintasi sejumlah ruas jalan utama kota seperti Jalan Pendidikan, Budi Utomo,
Diana, Katedral Tiga Raja, hingga Jalan Yos Sudarso, sebelum kembali ke titik
awal sebagai lokasi penutupan.Untuk menambah semarak acara, panitia menyiapkan berbagai
hadiah menarik bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.
Tersedia pula hadiah lain seperti kulkas, mesin cuci,
peralatan elektronik, dan berbagai doorprize hiburan lainnya.Kegiatan ini mengusung semangat “Hijrah menuju pribadi yang
lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan Mimika yang lebih maju”. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Jun 2026, 05:45 WIT
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren
Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul
Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II
Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum
penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk
melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel
Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar
acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi
penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi
teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang
tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber
daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti
kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri
menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam
membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan
kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan
apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para
ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi
muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan
bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya
manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi
keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari
proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu
dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi
bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah
masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang
cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan
daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah
keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran
strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi
perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan
kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama
bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik
untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan,
Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan
pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman,
cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi
momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Jun 2026, 08:35 WIT