Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat
Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa
jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025
dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan
pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo,
saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada
tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan
dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun
itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap
menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait
perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak
ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan
kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung
(DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024 Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun
terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu
sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan
dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025 Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada
realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini
saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas Media papuanewsonline,com bersama ketua komunitas pemuda kei Edoardus
Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai
masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat
sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih
berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda
Mimika terkait: 1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala
Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,
2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa
di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah
mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung
Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim
kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat
warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati
sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media
Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi
ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu
depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa
masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak
Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang
berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya.
Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk
masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius
kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir
ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan,
untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya
meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait
solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa
Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam
menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada
kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen
tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu
(2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti
ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil
mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap
keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat
Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia
menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan
bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,”
ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan
manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi
yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab
dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong
penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai
salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat
ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan
pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses
pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus
mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi
Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167
satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui
pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288
ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap
peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci
utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun
karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman
terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar
dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan
dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar.
Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat
persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan
bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar
pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan
bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)
03 Mei 2026, 14:24 WIT
Perusahaan Korea Selatan Lirik UMKM Indonesia untuk Proyek Energi Berbasis Tanaman
Papuanewsonline.com, Jakarta — Peluang kerja sama
internasional kembali terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) di Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan, Pisphere Company,
menunjukkan ketertarikannya untuk menjalin kolaborasi bersama Sinergi UMKM
Indonesia dalam pengembangan proyek energi berbasis tanaman di sejumlah daerah
di Indonesia.Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Canton 108,
kawasan Astha District 8 SCBD, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam pertemuan itu,
kedua pihak membahas rencana kerja sama di sektor agro energi yang berfokus
pada pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi terbarukan sekaligus
pemberdayaan masyarakat lokal.Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk mendukung
pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan
langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sektor pertanian serta perkebunan.
Wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Ambon, dan Papua disebut menjadi salah
satu fokus utama implementasi proyek tersebut.CEO Pisphere Company, Kang Byeong Ju, menyampaikan optimisme
tinggi terhadap potensi kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia. Pihaknya
menilai pengalaman organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat akar rumput
menjadi nilai penting untuk memastikan proyek berjalan efektif di lapangan.Menurut Pisphere, pendekatan berbasis komunitas menjadi
faktor utama keberhasilan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan
keterlibatan langsung masyarakat, proyek dinilai tidak hanya menghasilkan
manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan
sumber daya berkelanjutan.Direktur Pengembangan Bisnis Sinergi UMKM Indonesia, M. Robi
Bratawijaya, menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang strategis bagi
pengembangan UMKM nasional. “Ini adalah kesempatan strategis untuk mendorong
pemberdayaan UMKM melalui keterlibatan langsung dalam proyek energi berbasis
tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek ini
diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di
wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap
pengembangan industri energi modern.Selain membahas rencana teknis proyek, pertemuan itu juga
menjadi momentum penguatan hubungan antar kedua pihak untuk membangun kerja
sama jangka panjang di bidang pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.Dalam agenda tersebut turut hadir CEO Sinergi UMKM Indonesia
Widhiyani Mokhamad, Direktur Program Haryono, SE., serta Direktur Kerjasama dan
Komunikasi Andi Wardana. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan
keseriusan Sinergi UMKM Indonesia dalam mempersiapkan program kolaborasi
internasional tersebut.Rencananya, proyek energi berbasis tanaman ini akan mulai
berjalan pada Juli 2026 mendatang. Sebelum implementasi dilakukan, Sinergi UMKM
Indonesia akan melakukan pendataan masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta
persiapan infrastruktur pendukung di lokasi sasaran.Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam
pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Selain
mendukung transisi energi ramah lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan
mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan
aktif UMKM dalam rantai produksi energi masa depan. (GF)
03 Mei 2026, 14:22 WIT
Peringati Hari Buruh, Kapolda Maluku: Stabilitas Keamanan Kunci Kesejahteraan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan pentingnya sinergi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kesejahteraan pekerja saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Ambon, Jumat (1/5/2026).Kegiatan yang digelar Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Korwil Maluku di Aula Hotel Pacific tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengurus serikat buruh, dan perwakilan pekerja dari berbagai wilayah di Maluku.Dalam sambutannya, Kapolda menyebut May Day bukan hanya momentum memperingati perjuangan buruh, tetapi juga ajang memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui dialog dan komunikasi konstruktif.“Hari Buruh mengingatkan kita pada perjuangan panjang kaum pekerja. Namun saat ini, penyampaian aspirasi sudah berkembang lebih baik melalui dialog dan kebersamaan,” ujar Kapolda.Ia menegaskan, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan secara sepihak, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.“Ketiga unsur ini harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Sinergi menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan bersama,” katanya.Kapolda juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi ke daerah.Menurutnya, iklim keamanan yang kondusif akan berdampak langsung terhadap terbukanya lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Jika daerah tidak aman, investor akan ragu masuk. Karena itu menjaga kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.Selain itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pekerja, untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat mengganggu stabilitas sosial.Ia menilai Maluku memiliki potensi besar di sektor pariwisata, budaya, dan sumber daya alam yang dapat menjadi penggerak pembangounan apabila didukung situasi yang aman dan kondusif.Kegiatan May Day 2026 di Ambon berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan dalam memperkuat komitmen menjaga hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Maluku menunjukkan adanya perubahan pola pendekatan dalam penyampaian aspirasi buruh yang kini lebih mengedepankan dialog, kolaborasi, dan stabilitas sosial. Kehadiran Kapolda Maluku bersama unsur pemerintah dan organisasi pekerja menjadi sinyal kuat bahwa isu ketenagakerjaan tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan hubungan industrial, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas keamanan dan pembangunan daerah.Pernyataan Kapolda Maluku mengenai pentingnya keamanan sebagai fondasi investasi mencerminkan realitas bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari situasi kamtibmas yang kondusif. Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan investasi antar daerah, Maluku membutuhkan iklim yang aman, stabil, dan terbuka terhadap dialog agar mampu menarik investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja.Di sisi lain, pendekatan dialogis yang disampaikan Kapolda menjadi pesan penting bahwa penyelesaian persoalan buruh idealnya dilakukan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan konfrontasi. Model hubungan industrial seperti ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang mengutamakan keberlanjutan dan kepentingan bersama.May Day di Maluku tahun ini juga memperlihatkan wajah baru hubungan antara aparat keamanan dan kelompok pekerja, yakni sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Jika pola sinergi ini terus dijaga, maka hubungan industrial di Maluku berpotensi berkembang lebih sehat, produktif, dan berkeadilan.Pada akhirnya, kesejahteraan buruh, pertumbuhan investasi, dan stabilitas keamanan merupakan tiga elemen yang saling berkaitan. Ketika ketiganya mampu berjalan beriringan, maka pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. PNO-12
03 Mei 2026, 13:54 WIT
Kapolda Maluku Gandeng Pesantren Bentuk Generasi Muda Cinta Perdamaian
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berkarakter, cinta persatuan, dan mampu menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.Hal itu disampaikan saat menerima audiensi pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Anshor Ambon di Mapolda Maluku, Jumat (1/5/2026).Menurut Dadang, lembaga pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat multikultural seperti Maluku.“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga benteng pembinaan karakter dan moral generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham radikal, konflik sosial, maupun pengaruh negatif lainnya,” kata Dadang.Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, Kabid Humas, serta Ps Wakil Direktur Binmas Polda Maluku. Sementara rombongan pesantren dipimpin Ustaz Abdul Rahim Rumbara bersama jajaran pengurus dan tenaga pengajar.Kapolda menilai, kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan menjadi langkah penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, terutama di tengah tantangan sosial dan perkembangan informasi digital yang semakin kompleks.Ia juga berharap pesantren terus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang mampu menghadirkan kesejukan, memperkuat toleransi, dan menjaga keutuhan persatuan bangsa.“Maluku memiliki sejarah panjang tentang pentingnya persaudaraan dan perdamaian. Karena itu, generasi muda harus dibekali nilai moral, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap bangsa agar mampu menjaga daerah ini tetap aman dan harmonis,” ujarnya.Sementara itu, pimpinan pesantren Abdul Rahim Rumbara menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda Maluku dan berharap sinergi antara pesantren dan Polda Maluku dapat terus diperkuat, termasuk melalui pembinaan wawasan kebangsaan dan kamtibmas bagi para santri.Audiensi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi simbol penguatan kolaborasi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial di Maluku. PNO-12
03 Mei 2026, 13:47 WIT
Pilihan Redaksi
SK Kepala Kampung Ayuka Berakhir 2025 dan Belum Diperpanjang, Kegiatan Pembangunan Terhambat
Papuanewsonline.com, Mimika — Surat Keputusan (SK) masa
jabatan Kepala Kampung Ayuka, Distrik Mimika Tengah, berakhir pada tahun 2025
dan hingga kini belum diperpanjang. Akibatnya, tidak ada realisasi kegiatan
pembangunan dari dana pemerintah di kampung tersebut sepanjang tahun ini.Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ayuka, Fransiskus Mitapo,
saat diwawancarai Media papuanewsonline,com, Jumat 30 April 2026.SK Berakhir 2025, Belum Ada SK Baru Fransiskus menjelaskan, SK masa jabatannya berakhir pada
tahun 2025. Namun hingga akhir April 2026, ia belum menerima SK perpanjangan
dari Bupati Mimika. “Ini SK belum dapat. Mulai dari yang melanjutkan dua tahun
itu yang belum,” ujarnya.Dengan demikian, sejak SK lama berakhir di 2025, ia tetap
menjalankan tugas pemerintahan kampung tanpa dasar hukum yang baru.Saat ditanya apakah sudah ada instruksi dari Bupati terkait
perpanjangan SK, Fransiskus menjawab, “Tidak, sampai hari ini belum ada. Tidak
ada instruksi apapun.”Menurutnya, mekanisme perpanjangan SK dimulai dari usulan
kampung ke distrik, diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung
(DPMK), lalu ke Bupati untuk ditandatangani.Pembangunan Minim Sejak 2024 Ditanya soal pembangunan dari pemerintah dalam dua tahun
terakhir, Fransiskus menyebut hanya ada dua item. “Lampu. Lampu jalan. Lalu
sama jembatan. Jembatan terapung. Lampu jembatan terapung,” katanya.Untuk kebutuhan air bersih, warga Ayuka hanya mengandalkan
dana kampung. “Air bersih cuma dari dana kampung,” ujar Fransiskus.Dampak: Nol Realisasi Kegiatan 2025 Tanpa SK perpanjangan, Fransiskus menegaskan tidak ada
realisasi kegiatan di Kampung Ayuka sepanjang 2025. “Karena begini, 2025 ini
saja belum ada realisasi kegiatan apapun,” tegasnya.Akses Informasi Warga Terbatas Media papuanewsonline,com bersama ketua komunitas pemuda kei Edoardus
Rahawadan. Dan tim lainnya dari beberapa media yang turun ke lapangan menilai
masyarakat kesulitan mengakses informasi valid soal pembangunan. “Masyarakat
sendiri karena susah akses ke media.Pemkab Mimika Belum Beri Keterangan Hingga berita ini diturunkan, Papuanewsonline.com masih
berupaya meminta konfirmasi kepada DPMK Mimika dan Bagian Pemerintahan Setda
Mimika terkait: 1. Alasan belum diterbitkannya SK perpanjangan Kepala
Kampung Ayuka pasca SK lama berakhir 2025,
2. Dampak hukum terhadap pelayanan dan pencairan dana desa
di Kampung Ayuka.Papuanewsonline.com akan memperbarui berita ini setelah
mendapat keterangan resmi dari para pihak. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:51 WIT
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung
Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim
kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat
warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati
sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media
Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi
ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu
depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa
masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak
Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang
berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya.
Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk
masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius
kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir
ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan,
untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya
meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait
solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa
Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam
menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada
kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen
tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu
(2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti
ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil
mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap
keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat
Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia
menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan
bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,”
ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan
manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi
yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab
dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong
penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai
salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat
ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan
pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses
pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus
mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi
Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167
satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui
pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288
ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap
peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci
utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun
karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman
terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar
dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan
dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar.
Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat
persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan
bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar
pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan
bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)
03 Mei 2026, 14:24 WIT
Perusahaan Korea Selatan Lirik UMKM Indonesia untuk Proyek Energi Berbasis Tanaman
Papuanewsonline.com, Jakarta — Peluang kerja sama
internasional kembali terbuka bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) di Indonesia. Kali ini, perusahaan asal Korea Selatan, Pisphere Company,
menunjukkan ketertarikannya untuk menjalin kolaborasi bersama Sinergi UMKM
Indonesia dalam pengembangan proyek energi berbasis tanaman di sejumlah daerah
di Indonesia.Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Canton 108,
kawasan Astha District 8 SCBD, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Dalam pertemuan itu,
kedua pihak membahas rencana kerja sama di sektor agro energi yang berfokus
pada pemanfaatan tanaman sebagai sumber energi terbarukan sekaligus
pemberdayaan masyarakat lokal.Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk mendukung
pengembangan energi ramah lingkungan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan
langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di sektor pertanian serta perkebunan.
Wilayah Indonesia Timur seperti NTT, Ambon, dan Papua disebut menjadi salah
satu fokus utama implementasi proyek tersebut.CEO Pisphere Company, Kang Byeong Ju, menyampaikan optimisme
tinggi terhadap potensi kolaborasi bersama Sinergi UMKM Indonesia. Pihaknya
menilai pengalaman organisasi tersebut dalam mendampingi masyarakat akar rumput
menjadi nilai penting untuk memastikan proyek berjalan efektif di lapangan.Menurut Pisphere, pendekatan berbasis komunitas menjadi
faktor utama keberhasilan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan
keterlibatan langsung masyarakat, proyek dinilai tidak hanya menghasilkan
manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan
sumber daya berkelanjutan.Direktur Pengembangan Bisnis Sinergi UMKM Indonesia, M. Robi
Bratawijaya, menyebut kerja sama tersebut sebagai peluang strategis bagi
pengembangan UMKM nasional. “Ini adalah kesempatan strategis untuk mendorong
pemberdayaan UMKM melalui keterlibatan langsung dalam proyek energi berbasis
tanaman yang berkelanjutan,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dalam proyek ini
diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di
wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap
pengembangan industri energi modern.Selain membahas rencana teknis proyek, pertemuan itu juga
menjadi momentum penguatan hubungan antar kedua pihak untuk membangun kerja
sama jangka panjang di bidang pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas.Dalam agenda tersebut turut hadir CEO Sinergi UMKM Indonesia
Widhiyani Mokhamad, Direktur Program Haryono, SE., serta Direktur Kerjasama dan
Komunikasi Andi Wardana. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan
keseriusan Sinergi UMKM Indonesia dalam mempersiapkan program kolaborasi
internasional tersebut.Rencananya, proyek energi berbasis tanaman ini akan mulai
berjalan pada Juli 2026 mendatang. Sebelum implementasi dilakukan, Sinergi UMKM
Indonesia akan melakukan pendataan masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta
persiapan infrastruktur pendukung di lokasi sasaran.Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam
pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Selain
mendukung transisi energi ramah lingkungan, proyek tersebut juga diharapkan
mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui keterlibatan
aktif UMKM dalam rantai produksi energi masa depan. (GF)
03 Mei 2026, 14:22 WIT
Peringati Hari Buruh, Kapolda Maluku: Stabilitas Keamanan Kunci Kesejahteraan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan pentingnya sinergi antara buruh, pemerintah, dan pengusaha dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kesejahteraan pekerja saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Ambon, Jumat (1/5/2026).Kegiatan yang digelar Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Korwil Maluku di Aula Hotel Pacific tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengurus serikat buruh, dan perwakilan pekerja dari berbagai wilayah di Maluku.Dalam sambutannya, Kapolda menyebut May Day bukan hanya momentum memperingati perjuangan buruh, tetapi juga ajang memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui dialog dan komunikasi konstruktif.“Hari Buruh mengingatkan kita pada perjuangan panjang kaum pekerja. Namun saat ini, penyampaian aspirasi sudah berkembang lebih baik melalui dialog dan kebersamaan,” ujar Kapolda.Ia menegaskan, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan secara sepihak, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.“Ketiga unsur ini harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Sinergi menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan bersama,” katanya.Kapolda juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi ke daerah.Menurutnya, iklim keamanan yang kondusif akan berdampak langsung terhadap terbukanya lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Jika daerah tidak aman, investor akan ragu masuk. Karena itu menjaga kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.Selain itu, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pekerja, untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat mengganggu stabilitas sosial.Ia menilai Maluku memiliki potensi besar di sektor pariwisata, budaya, dan sumber daya alam yang dapat menjadi penggerak pembangounan apabila didukung situasi yang aman dan kondusif.Kegiatan May Day 2026 di Ambon berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pekerja, pemerintah, dan aparat keamanan dalam memperkuat komitmen menjaga hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Maluku menunjukkan adanya perubahan pola pendekatan dalam penyampaian aspirasi buruh yang kini lebih mengedepankan dialog, kolaborasi, dan stabilitas sosial. Kehadiran Kapolda Maluku bersama unsur pemerintah dan organisasi pekerja menjadi sinyal kuat bahwa isu ketenagakerjaan tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan hubungan industrial, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas keamanan dan pembangunan daerah.Pernyataan Kapolda Maluku mengenai pentingnya keamanan sebagai fondasi investasi mencerminkan realitas bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari situasi kamtibmas yang kondusif. Di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan investasi antar daerah, Maluku membutuhkan iklim yang aman, stabil, dan terbuka terhadap dialog agar mampu menarik investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja.Di sisi lain, pendekatan dialogis yang disampaikan Kapolda menjadi pesan penting bahwa penyelesaian persoalan buruh idealnya dilakukan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan konfrontasi. Model hubungan industrial seperti ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang mengutamakan keberlanjutan dan kepentingan bersama.May Day di Maluku tahun ini juga memperlihatkan wajah baru hubungan antara aparat keamanan dan kelompok pekerja, yakni sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Jika pola sinergi ini terus dijaga, maka hubungan industrial di Maluku berpotensi berkembang lebih sehat, produktif, dan berkeadilan.Pada akhirnya, kesejahteraan buruh, pertumbuhan investasi, dan stabilitas keamanan merupakan tiga elemen yang saling berkaitan. Ketika ketiganya mampu berjalan beriringan, maka pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. PNO-12
03 Mei 2026, 13:54 WIT
Kapolda Maluku Gandeng Pesantren Bentuk Generasi Muda Cinta Perdamaian
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berkarakter, cinta persatuan, dan mampu menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.Hal itu disampaikan saat menerima audiensi pengurus Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Anshor Ambon di Mapolda Maluku, Jumat (1/5/2026).Menurut Dadang, lembaga pendidikan keagamaan memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat persaudaraan di tengah masyarakat multikultural seperti Maluku.“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga benteng pembinaan karakter dan moral generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham radikal, konflik sosial, maupun pengaruh negatif lainnya,” kata Dadang.Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Direktur Intelkam, Kabid Humas, serta Ps Wakil Direktur Binmas Polda Maluku. Sementara rombongan pesantren dipimpin Ustaz Abdul Rahim Rumbara bersama jajaran pengurus dan tenaga pengajar.Kapolda menilai, kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan menjadi langkah penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, terutama di tengah tantangan sosial dan perkembangan informasi digital yang semakin kompleks.Ia juga berharap pesantren terus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang mampu menghadirkan kesejukan, memperkuat toleransi, dan menjaga keutuhan persatuan bangsa.“Maluku memiliki sejarah panjang tentang pentingnya persaudaraan dan perdamaian. Karena itu, generasi muda harus dibekali nilai moral, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap bangsa agar mampu menjaga daerah ini tetap aman dan harmonis,” ujarnya.Sementara itu, pimpinan pesantren Abdul Rahim Rumbara menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda Maluku dan berharap sinergi antara pesantren dan Polda Maluku dapat terus diperkuat, termasuk melalui pembinaan wawasan kebangsaan dan kamtibmas bagi para santri.Audiensi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi simbol penguatan kolaborasi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial di Maluku. PNO-12
03 Mei 2026, 13:47 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Kemarau Lumpuhkan Akses Air Bersih di Ayuka, Warga Mengaku “Setengah Mati” Bertahan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kampung
Ayuka, Distrik Mimika Tengah, kembali mengeluhkan krisis air bersih saat musim
kemarau. Ketua Bumuskam Ayuka, Robertus Mitapo, menyebut kondisi itu membuat
warga “setengah mati” mencari air untuk kebutuhan sehari-hari.“Di sini kalau pas musim kemarau, woi, paling setengah mati
sekali. Susah air betul,” kata Robertus saat berbincang santai dengan media
Papuanewsonline.com_, Jumat 30 April 2026.Menurutnya, warga hanya bisa mengandalkan depot air isi
ulang atau tadah hujan. Namun kedua opsi itu tidak selalu tersedia. “Tunggu
depot juga kadang masuk, kadang tidak. Kalau ditunggu hujan baru depot bisa
masuk. Kalau tidak hujan, dia mau ambil dari mana?” ujarnya.Konsumsi Air Tak Layak
Robertus mengaku warga terpaksa menggunakan alternatif yang
berisiko bagi kesehatan. “Kadang cuma pakai kapur untuk kasih segar rasanya.
Kalau memang tidak ada sama sekali, pakai air pompa saja. Itu direbus untuk
masak, tapi kita tidak tahu dampaknya ke tubuh seperti apa,” kata dia.Harap Perhatian Pemerintah Ia berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius
kepada warga pesisir. “Jadi kami minta ke pemerintah, tolong kami di pesisir
ini diperhatikan betul. Kami sangat membutuhkan air. Air itu untuk kehidupan,
untuk kita manusia,” tegas Robertus.Hingga berita ini terbit, Papuanewsonline.com masih berupaya
meminta konfirmasi dari Dinas PUPR Mimika dan Distrik Mimika Tengah terkait
solusi jangka pendek dan jangka panjang krisis air bersih di Kampung Ayuka. Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Mei 2026, 14:33 WIT
Hardiknas 2026 di Banyuwangi, Mendikdasmen Tegaskan Pendidikan Harus Cerdaskan Bangsa
Papuanewsonline.com, Banyuwangi — Peringatan Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam
menegaskan arah pembangunan pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada
kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Komitmen
tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul
Mu’ti saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu
(2/5/2026).Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara berlangsung khidmat dengan diikuti
ribuan insan pendidikan dari berbagai daerah. Mendikdasmen Abdul Mu’ti tampil
mengenakan pakaian adat khas Banyuwangi sebagai simbol penghormatan terhadap
keberagaman budaya Indonesia.Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menyampaikan ucapan selamat
Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia. Ia
menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan
bangsa di tengah suasana Indonesia yang aman dan damai.“Pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan juga berperan membentuk watak dan peradaban yang bermartabat,”
ujarnya di hadapan peserta upacara.Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan
manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melahirkan generasi
yang beriman, berakhlak mulia, sehat, mandiri, jujur, dan bertanggung jawab
dalam kehidupan bermasyarakat.Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, saat ini terus mendorong
penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai
salah satu prioritas nasional. Pendekatan tersebut menitikberatkan pada
pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berpusat pada murid.Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat
ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimiliki. Karena itu, upaya perbaikan
pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas sebagai tempat utama proses
pembelajaran berlangsung.Selain penguatan metode belajar, pemerintah juga terus
mempercepat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi
Pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden
Prabowo Subianto. Hingga 2025, revitalisasi disebut telah menjangkau 16.167
satuan pendidikan di seluruh Indonesia.Sementara itu, program digitalisasi pembelajaran melalui
pemanfaatan Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288
ribu satuan pendidikan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan
kualitas proses belajar mengajar secara lebih modern dan adaptif terhadap
perkembangan teknologi.Kemendikdasmen juga memberikan perhatian besar terhadap
peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Guru dinilai tetap menjadi kunci
utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan mampu membangun
karakter peserta didik secara menyeluruh.Selain itu, penguatan budaya sekolah yang aman dan nyaman
terus didorong melalui konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Lingkungan belajar yang baik diyakini akan mendukung tumbuhnya semangat belajar
dan kreativitas siswa.Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi turut dimeriahkan
dengan pagelaran budaya “Kuntulan Ewon” yang melibatkan sekitar 1.100 pelajar.
Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi, keberagaman, dan semangat
persatuan dalam dunia pendidikan Indonesia.Melalui momentum Hardiknas tahun ini, pemerintah menegaskan
bahwa pendidikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan arah besar
pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan
bermartabat melalui pembelajaran yang bermakna bagi seluruh anak bangsa. (GF)
03 Mei 2026, 14:24 WIT
AI Ignition Road to Timika, Dorong Kompetensi Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah daerah Kabupaten
Mimika mendukung kegiatan Artificial Intelligence Training: AI Ignition Road to
Timika yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2026. Pemerintah daerah
mendukung kegiatan ini dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu
menghadapi era digital dengan tuntutan ketepatan dan kompetensi tinggi.Sambutan Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika,
Ananias Faot, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak boleh sekadar menjadi
kegiatan seremonial. Pemerintah daerah menginginkan adanya hasil nyata dari
setiap peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.“Pelatihan ini harus menghasilkan output yang jelas. Setiap
peserta diharapkan mampu menunjukkan peningkatan kompetensi, baik melalui
karya, gagasan, maupun pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam tugas dan
fungsi masing-masing,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi pasca
pelatihan menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Ilmu yang diperoleh
peserta diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diwujudkan dalam
tindakan nyata, seperti inovasi pelayanan publik, peningkatan kinerja
organisasi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam
mendukung pembangunan daerah.Selain itu, penggunaan teknologi juga harus dibarengi dengan
etika dan tanggung jawab. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus sejalan dengan
integritas agar tidak disalahgunakan.“Gunakan AI untuk hal-hal yang produktif, bermanfaat, serta
tidak melanggar norma dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar kepada para
peserta sebagai generasi yang akan menentukan arah kemajuan Mimika ke depan.
Para peserta diminta memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan
membuktikan bahwa pelatihan tersebut mampu memberikan dampak nyata.Dalam kesempatan itu, pemerintah turut menyampaikan
apresiasi kepada para narasumber, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak
yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai
menjadi momentum penting, terlebih karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di
Papua.Kegiatan ini juga diharapkan menjadi peluang berharga,
khususnya bagi generasi muda dan pelajar, untuk mengembangkan kemampuan di
bidang teknologi informasi.Di akhir sambutannya, pemerintah berharap seluruh peserta
dapat mengikuti pelatihan dengan baik, memahami setiap materi yang diberikan,
serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
dunia kerja. Penulis: Bim
Editor: GF
30 Apr 2026, 19:39 WIT
Pelatihan AI di Mimika Jadi Langkah Awal Transformasi Digital Papua
Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Kabupaten Mimika
menyatakan komitmennya dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi digital melalui dukungan terhadap penyelenggaraan pelatihan
Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika. Hal ini disampaikan dalam
konferensi pers usai pembukaan kegiatan pada Kamis (30/4/2026).Perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten I Setda
Ananias Faot, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang
menyasar generasi muda dan pelaku usaha di daerah tersebut. Menurutnya,
kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkenalkan teknologi
AI kepada masyarakat.“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang
telah berkolaborasi. Pelatihan ini sangat bermanfaat sebagai pintu masuk bagi
masyarakat untuk memahami teknologi digital. Pemerintah daerah akan terus
mendukung kegiatan serupa ke depan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan
Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan
hasil kolaborasi multipihak, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT
Freeport Indonesia, serta mitra internasional.Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong
transformasi pembangunan di Papua, mengingat keterbatasan yang dimiliki
pemerintah.“Kegiatan ini bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan
Papua yang cerdas, sehat, dan produktif. Kita tidak bisa lagi mengandalkan
cara-cara konvensional, tetapi harus menggunakan pendekatan dan metode baru,”
jelasnya.Velix juga menjelaskan bahwa keberadaan Komite Eksekutif
Papua merupakan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 2 Tahun 2021, yang
berfungsi mengoordinasikan dan menyinergikan program pembangunan di Papua,
sekaligus menghindari ego sektoral antar lembaga.“Kami menggerakkan dua sayap, yakni percepatan pembangunan
nasional dan penguatan otonomi khusus di Papua, agar program dan pendanaan
dapat berjalan selaras,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa
peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat internasional dari Google sebagai
nilai tambah dalam meningkatkan kompetensi mereka di bidang teknologi.Perwakilan PT Freeport Indonesia, Yoshua Gombo, Ph.D, turut
menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM di Papua
melalui berbagai program, termasuk pelatihan AI ini.“Kami percaya pembangunan Papua harus dilakukan secara
kolaboratif. Pengembangan SDM menjadi sangat penting, terutama mengingat
industri pertambangan memiliki masa operasi yang terbatas,” ujarnya.Ia menambahkan, pelatihan seperti ini diharapkan dapat
mempersiapkan masyarakat agar memiliki kemampuan alternatif dalam mengembangkan
potensi daerah di masa depan.“Ketika aktivitas tambang berakhir, masyarakat harus sudah
siap dengan keterampilan lain. Karena itu, pelatihan AI menjadi sangat relevan
untuk masa depan,” tutupnya.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam
mempercepat transformasi digital di Papua, sekaligus membuka peluang baru bagi
generasi muda untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi global. Penulis: Bim
Editor: GF
30 Apr 2026, 19:34 WIT
Sd Negeri Inauga Sempan Barat Menyongsong Hardiknas 2026 Dengan Lomba Ekskul
Papuanewsonline.com, Timika — Menyongsong Hari Pendidikan
Nasional 2 Mei 2026, SD Negeri Inauga Sempan Barat menggelar berbagai
perlombaan ekstrakurikuler yang melibatkan dewan guru, orang tua murid, dan
siswa.Kepala sekolah SD Negeri Inauga Sempan Barat, Ibu Diana
Domakubun, S.Pd., M.Pd., mengatakan lomba-lomba tersebut merupakan kegiatan
ekskul yang selama ini dilaksanakan di sekolah. “Tiap tahun memang sekolah kami
mengadakan perlombaan. Dan yang perlu dilombakan itu adalah kegiatan ekskul
yang selama ini mereka ikuti,” ujar Ibu Diana Domakubun, pada media
Papuanewsonline,com saat di di wawancarai Dalam menyongsong Hardiknas tahun ini, sekolah mengusung
tema “Menguatkan Partisipasi Semua, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Menurut ibu Diana Domakubun, lomba ekskul digelar untuk membangkitkan semangat,
minat, dan bakat siswa sesuai tema tersebut.“Supaya betul-betul membangkitkan semangat, minat, dan
bakatnya sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2026,” katanya.Ia menyebut partisipasi siswa dalam menyongsong Hardiknas
kali ini cukup tinggi. “Jadi partisipasinya itu mereka semangat, aktif, ikut
serta dalam kegiatan perlombaan ini untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat
yang selama ini ada dalam diri siswa itu sendiri,” jelas Domakubun.Kegiatan menyongsong Hardiknas 2026 di SD Negeri Inauga
Sempan Barat tidak hanya diikuti siswa, tetapi juga dimeriahkan oleh dewan guru
dan orang tua murid. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Apr 2026, 15:19 WIT
Pemerintah Pastikan Negara Hadir untuk Korban Insiden KA Bekasi Timur
Papuanewsonline.com, Bekasi — Pemerintah memastikan
komitmennya untuk memberikan penanganan maksimal terhadap korban insiden
kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Dukungan
tidak hanya difokuskan pada proses evakuasi dan perawatan korban, tetapi juga
pendampingan bagi keluarga yang terdampak.Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy
Purwagandhi saat melakukan peninjauan kesiapan operasional Stasiun Bekasi
Timur, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, Menhub menegaskan bahwa
keselamatan dan penanganan korban menjadi prioritas utama pemerintah bersama
seluruh pihak terkait.“Kami turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban.
Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan dalam penanganan ini, baik dari
sisi perawatan di rumah sakit maupun dukungan melalui mekanisme asuransi,” ujar
Menhub Dudy.Menurutnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai
pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat
dan tepat. Pendataan korban hingga penyaluran bantuan dilakukan sesuai prosedur
yang berlaku.Menhub menjelaskan, PT Jasa Raharja sejak hari pertama telah
dilibatkan dalam proses identifikasi dan pendataan korban kecelakaan. Seluruh
mekanisme santunan akan diproses sesuai aturan yang berlaku agar keluarga
korban dapat segera menerima haknya.“Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam
proses identifikasi dan pendataan korban. Untuk mekanisme santunan, akan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.Usai melakukan peninjauan di Bekasi Timur, Menhub Dudy turut
melakukan uji coba jalur menggunakan kereta rel listrik (KRL) menuju Stasiun
Cikarang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengecekan kesiapan
operasional jalur yang sebelumnya terdampak insiden kecelakaan.Setibanya di Cikarang, Menhub melanjutkan agenda dengan
mendatangi rumah salah satu korban meninggal dunia bernama Nurlaela. Dalam
suasana penuh duka, Menhub menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada
keluarga dan memastikan pemerintah hadir dalam proses pemulihan keluarga
korban.Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin yang turut mendampingi
dalam kunjungan tersebut juga menyampaikan rasa duka cita mendalam. PT KAI,
kata Bobby, memberikan santunan serta dukungan pendidikan bagi anak korban
sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga yang ditinggalkan.“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sebagai bentuk
kepedulian, kami juga memberikan santunan serta beasiswa kepada putra dari
salah satu korban,” ujar Bobby.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal
Perkeretaapian Allan Tandiono bersama jajaran terkait lainnya. Pemerintah
berharap seluruh proses penanganan korban dan pemulihan operasional
transportasi dapat berjalan lancar sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali
normal. (GF)
30 Apr 2026, 15:13 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Fatayat NU Papua Tengah Rayakan Harlah ke-76 Dengan Penuh Makna
Papuanewsonline.com, Timika – Peringatan Hari Lahir ke-76
Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Papua Tengah berlangsung khidmat dan penuh
keakraban. Acara yang digelar di Aula Cenderawasih, Hotel Serayu, Minggu
(26/4/26), ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum memperkuat
peran sosial perempuan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat
Mimika.Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah menegaskan, di usia yang
ke-76, organisasi ini semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah perempuan
yang matang. "Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh kader
untuk terus bertumbuh, baik dalam pola pikir, manajemen organisasi, maupun
dalam membina keluarga," ujarnya. Ia juga menekankan komitmen untuk terus berkontribusi nyata
dan mendukung program-program positif di daerah.Selain kegiatan keagamaan berupa pengajian akbar yang
menghadirkan penceramah Imam Mawardi Ma’sum, panitia juga memfasilitasi layanan
kesehatan gratis bagi masyarakat. Berkat kerja sama dengan tim medis yang dipimpin dr. Diki
Adrian, puluhan peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, hingga
pembagian obat-obatan secara cuma-cuma.Dalam tausiyahnya, Imam Mawardi mengajak seluruh hadirin
untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan ukhuwah antar sesama, lintas suku dan
agama. "Tanpa persaudaraan, sulit membangun daerah yang damai
dan toleran," tegasnya. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan
dan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan sosial dan keagamaan di
Bumi Amungme dan Kamoro. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
27 Apr 2026, 09:06 WIT
Lomba Nyanyi “Mimika Rumah Kita” Semarakkan Peringatan Hari Pattimura ke-209
Papuanewsonline.com, Mimika — Lomba nyanyi tunggal bertajuk
“Mimika Rumah Kita” digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Pattimura ke-209,
dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten
Mimika.Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias
Faot, menyampaikan apresiasi kepada panitia serta Ikatan Keluarga Maluku
(IKEMAL) Kabupaten Mimika atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan
terima kasih dan apresiasi kepada IKEMAL Kabupaten Mimika bersama seluruh
panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura tidak hanya
sebatas mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan
nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga saat ini.“Peringatan ini bukan hanya mengenang sosok pahlawan, tetapi
juga menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, keberanian, persatuan, dan
semangat pantang menyerah,” katanya.Lebih lanjut, ia menilai tema “Mimika Rumah Kita”
mencerminkan realitas masyarakat Mimika yang majemuk, sehingga kebersamaan
menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.“Mimika adalah rumah bersama bagi kita semua, tanpa
memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya. Kebersamaan
inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.Ia pun berharap kegiatan lomba ini dapat menjadi ruang bagi
generasi muda untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat di bidang seni,
khususnya tarik suara.“Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta baru
yang mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga hingga ke
level yang lebih tinggi,” tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
26 Apr 2026, 00:15 WIT
HUT ke-6 KKS Mimika: Diana Domakubun Dilantik, Tegaskan Visi Hidup Mengandalkan Tuhan
Papuanewsonline.com, Timika - Kerukunan Keluarga Sather
(KKS) Kabupaten Mimika menggelar ibadah syukur peringatan HUT ke-6 sekaligus
pelantikan Ketua KKS periode 2025-2030, Ibu Diana Domakubun, S.Pd., M.Pd. di
Jalan Gaharu, Kamis 17 April 2026.Ibadah syukuran dipimpin langsung oleh Pendeta S. Marani
dengan tema “Bersyukur kepada Tuhan, Sebab Ia Baik” [Mazmur 107:1]. Sub
temanya: “Melalui HUT KKS ke-6 Tahun Kita Saling Bergandengan Tangan Mewujudkan
Kebersamaan yang Solid, Harmonis dan Tetap Bersyukur dalam Menghadapi
Tantangan.”Visi-Misi: Hidup Mengandalkan Tuhan & Berkarakter
BaikDalam wawancara, Ketua KKS terpilih Diana Domakubun
menyampaikan visi yang ia usung sejak sebelum pemilihan 12 Mei 2025 lalu.“Visi saya adalah hidup kita itu hidup yang mengandalkan
Tuhan. Spiritual kita dibangun melalui ibadah-ibadah yang sudah dijadwalkan
bidang keagamaan,” kata Diana.Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun karakter.
“Karakter kita harus baik, baik di lingkungan masyarakat maupun keluarga.
Dimanapun kita berada, kita tunjukkan bahwa kita anak-anak yang punya karakter
baik. Tidak perlu membuat hura-hara atau konflik, tapi terus membangun
persatuan dan kesatuan,” ujarnya tegas.Diana terpilih sebagai Ketua KKS periode ke-6 setelah
mengungguli empat kandidat lainnya dalam pemilihan 12 Mei 2025. Ia akan
memimpin KKS Mimika untuk periode 2025-2030.Harapan: KKS Jadi Berkat di Tengah Masyarakat MajemukMantan Ketua KKS ke-2, Pendeta S. Marani, berharap
kepemimpinan Diana dapat menyatukan seluruh anggota KKS di Mimika.“Harapan saya ke depan supaya persekutuan ini harus bersatu
sesuai firman Tuhan, supaya ke depan persekutuan ini bisa jadi berkat,”
katanya.Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dan kerja sama seluruh
keluarga besar Sather. “Mesti ada topangan, ada kerja sama yang baik dari KKS
yang ada di Kabupaten. Dukungan keluarga besar Sather supaya mereka saling
menghargai.”Pendeta Marani mengakui ada tantangan di kepemimpinan
sebelumnya. “Waktu ketua keluar ada banyak kritik, mereka tidak mau ikut
ibadah. Padahal persekutuan ini penting. Kita hidup ini tidak seperti batu,
nanti sebentar kita mati. Tujuan persekutuan dibuat untuk merangkul kita
menjadi satu, satu pikiran, satu pendapat untuk menjalankan keperluan bersama,”
ungkapnya.Pesan Penutup: Bersatu dan Melayani TuhanDiana menutup pesannya dengan ajakan persatuan. “Pesan saya,
Kerukunan Keluarga Sather Kabupaten Mimika bersatu, bergandengan tangan,
melayani Tuhan. Baik tutur kata, sikap, dan penampilan harus bersama.”KKS Mimika merupakan salah satu kerukunan keluarga besar
yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penulis: Hendrik
Editor: GF
18 Apr 2026, 08:14 WIT
Halalbihalal dan Hari Kartini, DWP Perkuat Silaturahmi serta Teguhkan Peran Perempuan Indonesia
Papuanewsonline.com, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Pusat menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari
Kartini sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan peran
perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa, Selasa
(15/4/2026).Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa
kekeluargaan ini menghadirkan Ustad Maulana sebagai penceramah utama. Tausiah
yang disampaikan menjadi penguat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat
perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.Sebelum tausiah dimulai, acara diawali dengan sambutan Ketua
Umum Dharma Wanita Persatuan, Ida Rachmawati Budi Sadikin. Dalam sambutannya,
ia menegaskan bahwa semangat Halalbihalal dan Hari Kartini menjadi pengingat
penting bagi seluruh anggota untuk menjaga persatuan dan memperluas kontribusi
perempuan.“Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk mempererat
kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan meneladani semangat Kartini yang terus
relevan hingga saat ini,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua DWP Kemenko Kumham Imipas, Nova R
Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi inspirasi
bagi seluruh anggota untuk terus berkarya serta memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat luas.“Semangat Kartini harus terus hidup melalui karya nyata,
kepedulian sosial, dan kontribusi perempuan dalam mendukung pembangunan
bangsa,” kata Nova.Usai tausiah yang disampaikan Ustad Maulana, acara
dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pengurus DWP kementerian yang
telah melaksanakan program DWP Mengajar. Penghargaan ini diberikan sebagai
bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam bidang pendidikan
serta pemberdayaan masyarakat.Suasana semakin semarak saat rangkaian kegiatan ditutup
dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh anggota Dharma Wanita
Persatuan. Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga
menunjukkan kreativitas dan ekspresi seni perempuan Indonesia dalam memaknai
perjuangan Kartini di era modern.Dari Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi,
dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, turut hadir Ketua DWP Kemenko Kumham
Imipas Nova R Andika Dwi Prasetya, Sekretaris DWP Kemenko Kumham Imipas Nur
Azizah, serta anggota DWP Kemenko Kumham Imipas Dhita Bramastyo. Kehadiran
mereka menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sinergi dan solidaritas
antaranggota Dharma Wanita Persatuan.Melalui kegiatan ini, DWP berharap semangat silaturahmi,
pendidikan, dan pemberdayaan perempuan terus tumbuh sebagai fondasi penting
dalam mendukung pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan. (GF)
16 Apr 2026, 16:57 WIT
Cagar Budaya di Tengah Ancaman Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Perlindungan Warisan Bangsa
Papuanewsonline.com, Jakarta – Ancaman bencana alam di
Indonesia tidak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga terus
mengintai keberadaan warisan sejarah bangsa. Persoalan ini menjadi sorotan
utama dalam seminar nasional bertajuk “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana
Berkelanjutan” yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa
(14/4/2026), dengan menghadirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
sebagai narasumber utama.Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon
menegaskan bahwa dampak bencana harus dilihat secara lebih luas, termasuk
terhadap sistem kehidupan dan nilai-nilai sejarah yang melekat pada situs
budaya. “Cagar budaya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang juga rentan
terdampak bencana,” ujarnya saat membuka seminar.Indonesia, lanjutnya, menghadapi tantangan besar karena
berada di wilayah rawan bencana, namun di sisi lain memiliki kekayaan warisan
budaya yang sangat besar. Kondisi ini menjadikan perlindungan situs budaya
sebagai agenda penting yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mitigasi bencana
nasional.Data BNPB mencatat hingga 13 April 2026 telah terjadi
sebanyak 748 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia, yang mayoritas
didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Kepala Pusat Data, Informasi, dan
Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa ancaman tersebut
dapat menyebabkan kerusakan serius bahkan menghilangkan jejak sejarah bangsa.
“Cagar budaya berisiko rusak atau hilang akibat bencana atau perang,” tegasnya.Ia menjelaskan, sejumlah kejadian di masa lalu menjadi bukti
nyata besarnya risiko tersebut. Tsunami Aceh tahun 2004 misalnya, menghancurkan
lebih dari 50 situs budaya. Sementara gempa Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan
kerusakan pada struktur Candi Borobudur dan Prambanan. Tidak hanya itu, banjir
dan longsor pada November 2025 juga tercatat merusak puluhan situs bersejarah
di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menurut Abdul Muhari, perlindungan cagar budaya tidak cukup
hanya dilakukan secara fisik. Situs sejarah, manuskrip kuno, dan artefak juga
perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran untuk memahami pola kebencanaan
di masa lalu. Pengetahuan yang tersimpan dalam warisan budaya dinilai dapat
menjadi referensi penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.BNPB juga menilai Indonesia perlu belajar dari pengalaman
negara lain, salah satunya Jepang. Pasca tsunami Tohoku 2011, Jepang dinilai
berhasil melakukan pemulihan situs budaya secara cepat dan sistematis melalui
kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta dukungan anggaran yang
memadai. Konsep build back better menjadi salah satu pendekatan yang dinilai
relevan untuk diterapkan di Indonesia.Sebagai langkah ke depan, BNPB mendorong transformasi
pengelolaan cagar budaya yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi risiko.
Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK disebut menjadi kunci integrasi data
bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform yang terukur. Dengan
demikian, perlindungan warisan budaya tidak lagi bersifat reaktif, melainkan
menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan nasional.“Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekedar peninggalan masa
lalu. Ia adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga.
Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan
tanggung jawab bersama,” tutup Abdul Muhari. (GF)
16 Apr 2026, 00:32 WIT
Dewan Adat Mimika Siap Jadi Tuan Rumah Konferensi Wilayah Meepago Pada Mei 2026
Papuanewsonline.com, Mimika – Di bawah kepemimpinan Ketua
Umum Vinsent Oniyoma, Dewan Adat Daerah Mimika Papua Tengah kini tengah gencar
melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Dewan
Adat Papua wilayah Meepago. Acara akbar yang sangat dinantikan ini dijadwalkan
akan digelar di Timika pada bulan Mei 2026 mendatang.Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen para pemimpin adat
dalam menjaga dan memajukan kearifan lokal di tengah dinamika pembangunan zaman
sekarang. Pertemuan strategis ini mengusung agenda utama yang sangat
krusial, yaitu melakukan revitalisasi serta pembenahan menyeluruh terhadap
struktur masyarakat adat yang selama ini dianggap belum berjalan maksimal atau
vakum. "Inti dari kegiatan ini adalah memperbaiki dan
menghidupkan kembali struktur adat," tegas Vinsent Oniyoma. Ia menjelaskan bahwa upaya pembenahan akan dilakukan secara
bertahap dan menyeluruh, mulai dari tingkat kampung, suku, hingga level daerah,
agar peran dan fungsi lembaga adat dapat kembali berjalan optimal dan efektif.Selain melakukan perbaikan internal, konferensi ini juga
menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali berbagai pernyataan dan
komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh Ketua DAP wilayah Meepago pada
pertemuan di Jayapura tanggal 7-8 April lalu. Hal ini dilakukan demi memperkuat pondasi serta mempertegas
posisi masyarakat adat dalam pembangunan daerah. Diharapkan, dari forum ini akan lahir berbagai keputusan
strategis yang menjadi landasan kuat bagi pembangunan berkelanjutan serta
perlindungan hak-hak ulayat dan masyarakat adat di seluruh wilayah Meepago.Guna menyukseskan agenda besar ini, seluruh elemen
masyarakat adat kini mulai melakukan konsolidasi di berbagai tingkatan.Mulai dari lingkup suku, organisasi, hingga institusi
terkait, semuanya bersatu padu memberikan pemahaman dan edukasi yang baik
kepada seluruh warga. Sinergi dan kesatuan visi ini diharapkan mampu membawa hasil
terbaik demi masa depan yang lebih terhormat dan sejahtera bagi generasi adat
di Papua Tengah. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Apr 2026, 00:22 WIT