Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
APPOAP Soroti Sulitnya Pengusaha OAP Mengakses Informasi dan Peluang Usaha
Papuanewsonline.com, Timika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia usaha
yang dihadapi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Hingga 26
Juni 2026, organisasi tersebut mengaku masih menerima banyak laporan dari
pelaku usaha lokal yang kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan
program pemerintah daerah maupun kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam
pembangunan.Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya
telah berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan berbagai Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Namun, upaya tersebut dinilai belum berjalan efektif
karena dalam sejumlah kesempatan para kepala OPD tidak dapat ditemui dengan
berbagai alasan, seperti sedang mengikuti rapat, menjalankan tugas luar daerah,
atau memiliki agenda kedinasan lainnya.Kondisi yang berulang tersebut, menurut APPOAP, menimbulkan
pertanyaan di kalangan pengusaha OAP mengenai sejauh mana komunikasi antara
pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal telah berjalan secara optimal. Di
sisi lain, organisasi tersebut mengakui bahwa pemerintah daerah terus
menunjukkan komitmen mempercepat pembangunan melalui berbagai arahan yang
disampaikan pimpinan daerah.APPOAP mencatat bahwa dalam berbagai apel maupun rapat awal
pekan, Bupati Mimika, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah secara konsisten
menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan program serta
meningkatkan serapan anggaran. Instruksi tersebut dinilai mencerminkan komitmen
pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.Namun demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan
antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di
lapangan. Berdasarkan pemantauan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi
jasa konsultansi, pengawasan, dan perencanaan. Sementara peluang pada sektor
konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal
dinilai belum terlihat secara signifikan.Situasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan
yang menurut APPOAP perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah.
Organisasi itu mempertanyakan melalui mekanisme apa paket-paket pekerjaan
dilaksanakan apabila pembangunan telah berjalan. Sebaliknya, jika sebagian
besar kegiatan belum direalisasikan, APPOAP meminta penjelasan mengenai kendala
yang menyebabkan percepatan pelaksanaan program belum berjalan optimal di
masing-masing OPD.APPOAP menegaskan bahwa berbagai pertanyaan tersebut bukan
dimaksudkan sebagai bentuk tuduhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, hal
itu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap tata kelola pemerintahan
yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi
pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua.Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP,
APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten
Mimika. Namun organisasi tersebut menilai dukungan tersebut harus diiringi
dengan keterbukaan informasi, kesempatan yang adil, serta komunikasi yang lebih
baik antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Untuk itu, APPOAP meminta
pemerintah membuka ruang audiensi resmi dengan pengusaha OAP, menyampaikan
perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka, memperkuat
komunikasi seluruh OPD dengan pelaku usaha lokal, memastikan seluruh proses
pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta
memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua melalui
kebijakan afirmatif.
APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten
Mimika tidak semata-mata diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga
dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu dirasakan masyarakat melalui
tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi daerah.
Organisasi tersebut berharap pemerintah menjadikan masukan tersebut sebagai
bahan evaluasi bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin
transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana
disampaikan dalam pernyataan penutupnya, "Pembangunan yang berhasil adalah
pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh
bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran." (GF)
27 Jun 2026, 11:43 WIT
AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Resmi gantikan Billyandha Budiman Jabat Kapolres Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Kepemimpinan Polres Mimika resmi
berganti mengikuti kebijakan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan
Kepolisian Republik Indonesia. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor
ST/1339/VI/2026 tertanggal 25 Juni 2026, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak ditunjuk
sebagai Kapolres Mimika, menggantikan AKBP Billyandha Hildiario Budiman.Penetapan ini merupakan bagian dari tujuh surat keputusan yang
diterbitkan serentak dengan nomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP/2026. Sebanyak
1.121 personel Polri tersebar di berbagai daerah terlibat dalam perpindahan
jabatan kali ini. AKBP Billyandha sendiri mendapatkan promosi ke posisi
Kasubbidsendak Bidyanmas Baintelkam Polri di Markas Besar Polri.Sebelumnya, AKBP Alredo menjabat sebagai Kapolres Nduga sejak 12
April 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2007, yang
kemudian melanjutkan pendidikan di PTIK pada 2014 dan Sesko Angkatan Darat pada
2024. Pengalaman bertugas di wilayah pegunungan Papua dinilai menjadi
bekal berharga menghadapi tantangan keamanan di Mimika.Selama memimpin Polres Mimika sejak awal 2025, AKBP Billyandha
telah menangani berbagai persoalan keamanan, menyelesaikan konflik sosial,
serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada warga. Masa baktinya
berjalan dengan baik dan lancar hingga penyerahan tugas.Pergantian ini diharapkan tidak mengganggu kesinambungan kinerja.
Sebaliknya, kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum,
menjaga stabilitas wilayah, serta terus memberikan pelayanan yang aman dan
nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 05:26 WIT
Bapenda Mimika Gelar Pajak Keliling, Layanan Jemput Bola Dapat Sambutan Positif
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Kabupaten Mimika menggelar program Bapenda Goes To atau layanan pajak keliling
sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung
di Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania SP 4, mulai pukul 09.00 hingga 14.00
WIT.Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias sejak pagi hari.
Didampingi Bank Papua, tim Bapenda melayani pembayaran pajak secara cepat dan
tertib. Sebagai apresiasi, setiap wajib pajak yang melunasi kewajibannya
mendapatkan hadiah berupa tumbler atau kaos sebagai insentif tambahan. Kepala Kelurahan Wonosari Jaya, J. R. Rahakbauw, menyampaikan rasa
terima kasihnya.Ia menilai layanan ini sangat membantu warga karena tidak perlu
lagi mengeluarkan biaya dan waktu untuk datang ke kantor pusat. Ia berharap
kegiatan serupa dapat diperpanjang waktunya dan dilaksanakan secara rutin
setiap tahun.Warga setempat pun merasakan manfaat nyata. Salah satu wajib
pajak, Munawar, mengungkapkan bahwa sistem ini sangat memudahkan, menghemat
biaya transportasi, serta mencegah keterlambatan pembayaran karena kesibukan
sehari-hari.Ia menyarankan agar program ini diadakan dua kali dalam setahun
agar lebih banyak warga dapat memanfaatkannya. Setelah Wonosari Jaya, layanan dilanjutkan ke Kampung Naena
Muktipura SP 6 pada 29–30 Juni 2026, serta tetap tersedia di Diana Mall hingga
akhir bulan. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 05:11 WIT
BMKG Prediksi 14 Distrik di Mimika Berpotensi Hujan Ringan
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) Wilayah Mimika merilis prakiraan cuaca untuk Jumat
(26/6/2026), yang menyebutkan sebanyak 14 distrik di Kabupaten Mimika
berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan. Sejak pagi hari, kondisi langit
di Kota Timika sudah terlihat mendung disertai turunnya hujan ringan di
sejumlah wilayah.Keempat belas distrik yang dimaksud meliputi Mimika Baru, Mimika
Timur, Jita, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Kuala Kencana, Wania, Amar,
Agimuga, Mimika Barat, Jila, Tembagapura, Hoya, dan Iwaka.Sementara itu, empat distrik lainnya yaitu Mimika Barat Jauh,
Mimika Barat Tengah, Kwamki Narama, dan Alama diprediksi hanya berawan tanpa
hujan.Pantauan lapangan pada pukul 07.15 WIT menunjukkan hujan ringan
melanda ruas jalan utama seperti Jalan Hasanudin hingga Nawaripi, serta Jalan
Irigasi, WR Supratman, Petrosi, dan Cenderawasih. Meskipun demikian, arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas
warga berjalan seperti biasa.BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi
cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Warga disarankan memantau perkembangan informasi secara rutin guna
mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, genangan air, hingga potensi banjir
jika curah hujan meningkat. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:58 WIT
TPNPB Laporkan Rumah Warga di Sugapa Diobrak-abrik Aparat, Minta Akses Bantuan Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat Komando
Nasional TPNPB melalui juru bicaranya Sebby Sambom merilis laporan terkait
operasi militer yang berlangsung di wilayah Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan
Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026). Menurut laporan yang diterima dari
jajaran Kodap VIII Intan Jaya, aparat militer melakukan operasi gabungan darat
dan udara mulai pukul 07.00 WIT, dengan menggunakan drone yang dilengkapi bahan
peledak yang diterbangkan di atas permukiman warga.Dijelaskan, pada pukul 08.15 WIT, pasukan darat memasuki Kampung
Yogatapa dan sekitarnya. Warga yang berada di halaman rumah diperintahkan
keluar dan diancam akan ditembak mati jika berusaha melarikan diri. Setelah warga meninggalkan tempat tinggalnya, aparat masuk dan
menggeledah serta mengobrak-abrik isi rumah. Hasil pemeriksaan dilaporkan tidak menemukan senjata maupun bahan
peledak, namun operasi tetap dilanjutkan hingga ke wilayah Bilogai dan pusat
kota dengan alasan daerah tersebut dikuasai kelompok di bawah pimpinan Apeni
Kobogau.Laporan itu juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi dari
Distrik Hitadipa, Agisiga, Sugapa, dan Ugimba kerap mengalami intimidasi.
Aktivis masyarakat pun diawasi secara ketat sehingga hidup dalam ketakutan. Pemerintah dinilai belum menyediakan tempat pengungsian yang
layak, mendorong banyak warga pindah hingga ke Nabire dan Timika, terutama
setelah serangan udara yang terjadi sejak Mei hingga Juni 2026.Menurut data yang disampaikan, jumlah pengungsi di berbagai
wilayah Papua kini telah mencapai lebih dari 122.931 jiwa. Mereka hidup tanpa
kepastian tempat tinggal dan akses bantuan yang memadai. TPNPB mendesak pemerintah segera menghentikan operasi militer dan
segala bentuk intimidasi yang memaksa warga terus mengungsi.Selain itu, diminta pula agar akses bagi lembaga kemanusiaan
internasional dibuka sepenuhnya guna menangani kebutuhan pengungsi. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:54 WIT
Pilihan Redaksi
APPOAP Soroti Sulitnya Pengusaha OAP Mengakses Informasi dan Peluang Usaha
Papuanewsonline.com, Timika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia usaha
yang dihadapi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Hingga 26
Juni 2026, organisasi tersebut mengaku masih menerima banyak laporan dari
pelaku usaha lokal yang kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan
program pemerintah daerah maupun kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam
pembangunan.Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya
telah berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan berbagai Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Namun, upaya tersebut dinilai belum berjalan efektif
karena dalam sejumlah kesempatan para kepala OPD tidak dapat ditemui dengan
berbagai alasan, seperti sedang mengikuti rapat, menjalankan tugas luar daerah,
atau memiliki agenda kedinasan lainnya.Kondisi yang berulang tersebut, menurut APPOAP, menimbulkan
pertanyaan di kalangan pengusaha OAP mengenai sejauh mana komunikasi antara
pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal telah berjalan secara optimal. Di
sisi lain, organisasi tersebut mengakui bahwa pemerintah daerah terus
menunjukkan komitmen mempercepat pembangunan melalui berbagai arahan yang
disampaikan pimpinan daerah.APPOAP mencatat bahwa dalam berbagai apel maupun rapat awal
pekan, Bupati Mimika, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah secara konsisten
menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan program serta
meningkatkan serapan anggaran. Instruksi tersebut dinilai mencerminkan komitmen
pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.Namun demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan
antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di
lapangan. Berdasarkan pemantauan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi
jasa konsultansi, pengawasan, dan perencanaan. Sementara peluang pada sektor
konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal
dinilai belum terlihat secara signifikan.Situasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan
yang menurut APPOAP perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah.
Organisasi itu mempertanyakan melalui mekanisme apa paket-paket pekerjaan
dilaksanakan apabila pembangunan telah berjalan. Sebaliknya, jika sebagian
besar kegiatan belum direalisasikan, APPOAP meminta penjelasan mengenai kendala
yang menyebabkan percepatan pelaksanaan program belum berjalan optimal di
masing-masing OPD.APPOAP menegaskan bahwa berbagai pertanyaan tersebut bukan
dimaksudkan sebagai bentuk tuduhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, hal
itu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap tata kelola pemerintahan
yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi
pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua.Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP,
APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten
Mimika. Namun organisasi tersebut menilai dukungan tersebut harus diiringi
dengan keterbukaan informasi, kesempatan yang adil, serta komunikasi yang lebih
baik antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Untuk itu, APPOAP meminta
pemerintah membuka ruang audiensi resmi dengan pengusaha OAP, menyampaikan
perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka, memperkuat
komunikasi seluruh OPD dengan pelaku usaha lokal, memastikan seluruh proses
pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta
memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua melalui
kebijakan afirmatif.
APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten
Mimika tidak semata-mata diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga
dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu dirasakan masyarakat melalui
tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi daerah.
Organisasi tersebut berharap pemerintah menjadikan masukan tersebut sebagai
bahan evaluasi bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin
transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana
disampaikan dalam pernyataan penutupnya, "Pembangunan yang berhasil adalah
pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh
bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran." (GF)
27 Jun 2026, 11:43 WIT
AKBP Alredo Agustinus Rumbiak Resmi gantikan Billyandha Budiman Jabat Kapolres Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Kepemimpinan Polres Mimika resmi
berganti mengikuti kebijakan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan
Kepolisian Republik Indonesia. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor
ST/1339/VI/2026 tertanggal 25 Juni 2026, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak ditunjuk
sebagai Kapolres Mimika, menggantikan AKBP Billyandha Hildiario Budiman.Penetapan ini merupakan bagian dari tujuh surat keputusan yang
diterbitkan serentak dengan nomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP/2026. Sebanyak
1.121 personel Polri tersebar di berbagai daerah terlibat dalam perpindahan
jabatan kali ini. AKBP Billyandha sendiri mendapatkan promosi ke posisi
Kasubbidsendak Bidyanmas Baintelkam Polri di Markas Besar Polri.Sebelumnya, AKBP Alredo menjabat sebagai Kapolres Nduga sejak 12
April 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2007, yang
kemudian melanjutkan pendidikan di PTIK pada 2014 dan Sesko Angkatan Darat pada
2024. Pengalaman bertugas di wilayah pegunungan Papua dinilai menjadi
bekal berharga menghadapi tantangan keamanan di Mimika.Selama memimpin Polres Mimika sejak awal 2025, AKBP Billyandha
telah menangani berbagai persoalan keamanan, menyelesaikan konflik sosial,
serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada warga. Masa baktinya
berjalan dengan baik dan lancar hingga penyerahan tugas.Pergantian ini diharapkan tidak mengganggu kesinambungan kinerja.
Sebaliknya, kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum,
menjaga stabilitas wilayah, serta terus memberikan pelayanan yang aman dan
nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 05:26 WIT
Bapenda Mimika Gelar Pajak Keliling, Layanan Jemput Bola Dapat Sambutan Positif
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Kabupaten Mimika menggelar program Bapenda Goes To atau layanan pajak keliling
sebagai bentuk pendekatan langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung
di Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania SP 4, mulai pukul 09.00 hingga 14.00
WIT.Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias sejak pagi hari.
Didampingi Bank Papua, tim Bapenda melayani pembayaran pajak secara cepat dan
tertib. Sebagai apresiasi, setiap wajib pajak yang melunasi kewajibannya
mendapatkan hadiah berupa tumbler atau kaos sebagai insentif tambahan. Kepala Kelurahan Wonosari Jaya, J. R. Rahakbauw, menyampaikan rasa
terima kasihnya.Ia menilai layanan ini sangat membantu warga karena tidak perlu
lagi mengeluarkan biaya dan waktu untuk datang ke kantor pusat. Ia berharap
kegiatan serupa dapat diperpanjang waktunya dan dilaksanakan secara rutin
setiap tahun.Warga setempat pun merasakan manfaat nyata. Salah satu wajib
pajak, Munawar, mengungkapkan bahwa sistem ini sangat memudahkan, menghemat
biaya transportasi, serta mencegah keterlambatan pembayaran karena kesibukan
sehari-hari.Ia menyarankan agar program ini diadakan dua kali dalam setahun
agar lebih banyak warga dapat memanfaatkannya. Setelah Wonosari Jaya, layanan dilanjutkan ke Kampung Naena
Muktipura SP 6 pada 29–30 Juni 2026, serta tetap tersedia di Diana Mall hingga
akhir bulan. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 05:11 WIT
BMKG Prediksi 14 Distrik di Mimika Berpotensi Hujan Ringan
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) Wilayah Mimika merilis prakiraan cuaca untuk Jumat
(26/6/2026), yang menyebutkan sebanyak 14 distrik di Kabupaten Mimika
berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan. Sejak pagi hari, kondisi langit
di Kota Timika sudah terlihat mendung disertai turunnya hujan ringan di
sejumlah wilayah.Keempat belas distrik yang dimaksud meliputi Mimika Baru, Mimika
Timur, Jita, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Kuala Kencana, Wania, Amar,
Agimuga, Mimika Barat, Jila, Tembagapura, Hoya, dan Iwaka.Sementara itu, empat distrik lainnya yaitu Mimika Barat Jauh,
Mimika Barat Tengah, Kwamki Narama, dan Alama diprediksi hanya berawan tanpa
hujan.Pantauan lapangan pada pukul 07.15 WIT menunjukkan hujan ringan
melanda ruas jalan utama seperti Jalan Hasanudin hingga Nawaripi, serta Jalan
Irigasi, WR Supratman, Petrosi, dan Cenderawasih. Meskipun demikian, arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas
warga berjalan seperti biasa.BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi
cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Warga disarankan memantau perkembangan informasi secara rutin guna
mengantisipasi risiko gangguan kesehatan, genangan air, hingga potensi banjir
jika curah hujan meningkat. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:58 WIT
TPNPB Laporkan Rumah Warga di Sugapa Diobrak-abrik Aparat, Minta Akses Bantuan Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Manajemen Markas Pusat Komando
Nasional TPNPB melalui juru bicaranya Sebby Sambom merilis laporan terkait
operasi militer yang berlangsung di wilayah Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan
Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026). Menurut laporan yang diterima dari
jajaran Kodap VIII Intan Jaya, aparat militer melakukan operasi gabungan darat
dan udara mulai pukul 07.00 WIT, dengan menggunakan drone yang dilengkapi bahan
peledak yang diterbangkan di atas permukiman warga.Dijelaskan, pada pukul 08.15 WIT, pasukan darat memasuki Kampung
Yogatapa dan sekitarnya. Warga yang berada di halaman rumah diperintahkan
keluar dan diancam akan ditembak mati jika berusaha melarikan diri. Setelah warga meninggalkan tempat tinggalnya, aparat masuk dan
menggeledah serta mengobrak-abrik isi rumah. Hasil pemeriksaan dilaporkan tidak menemukan senjata maupun bahan
peledak, namun operasi tetap dilanjutkan hingga ke wilayah Bilogai dan pusat
kota dengan alasan daerah tersebut dikuasai kelompok di bawah pimpinan Apeni
Kobogau.Laporan itu juga menyebutkan bahwa warga yang mengungsi dari
Distrik Hitadipa, Agisiga, Sugapa, dan Ugimba kerap mengalami intimidasi.
Aktivis masyarakat pun diawasi secara ketat sehingga hidup dalam ketakutan. Pemerintah dinilai belum menyediakan tempat pengungsian yang
layak, mendorong banyak warga pindah hingga ke Nabire dan Timika, terutama
setelah serangan udara yang terjadi sejak Mei hingga Juni 2026.Menurut data yang disampaikan, jumlah pengungsi di berbagai
wilayah Papua kini telah mencapai lebih dari 122.931 jiwa. Mereka hidup tanpa
kepastian tempat tinggal dan akses bantuan yang memadai. TPNPB mendesak pemerintah segera menghentikan operasi militer dan
segala bentuk intimidasi yang memaksa warga terus mengungsi.Selain itu, diminta pula agar akses bagi lembaga kemanusiaan
internasional dibuka sepenuhnya guna menangani kebutuhan pengungsi. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 04:54 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama
Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan
Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi
bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya
menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga.
Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa
sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di
wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap
di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar
pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat
terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat
melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang
dideritanya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:39 WIT
BRIDA Mimika Dorong Ekosistem Riset Terbuka dan Berbasis Data
Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Badan Riset dan Inovasi
Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan pentingnya membangun
ekosistem riset yang terbuka, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penguatan
kapasitas riset dan advokasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil,
akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lokal di Timika.Slamet mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai
sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan
advokasi yang didasarkan pada data serta fakta lapangan.Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) telah membuka banyak peluang dalam pengelolaan
informasi dan pengetahuan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap
diimbangi dengan verifikasi langsung di lapangan agar hasil kajian yang
dihasilkan tetap akurat.Ia mengingatkan bahwa aktor-aktor lokal perlu mampu beradaptasi
dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan membaca realitas sosial
yang berkembang di masyarakat.“Penggunaan AI dan teknologi informasi harus tetap didukung data
nyata dari lapangan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang meleset, bias, atau
keliru,” kata Slamet dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan
Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan
oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika,
Kamis (25/6/2026).Slamet menjelaskan, BRIDA Kabupaten Mimika saat ini tengah
mendorong keterbukaan akses terhadap berbagai hasil penelitian, inovasi, dan
kajian daerah agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, mahasiswa,
akademisi, organisasi lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.Menurut dia, selama ini berbagai hasil kajian yang dihasilkan
pemerintah masih tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD),
sehingga belum seluruhnya mudah diakses oleh publik. Karena itu, diperlukan
sistem pengelolaan data riset yang lebih terintegrasi dan terbuka.Ia menilai keterbukaan informasi riset akan memperkuat kualitas
pengambilan keputusan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas
antara pemerintah dan masyarakat.Selain itu, Slamet mengajak perguruan tinggi, mahasiswa,
organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal untuk berperan aktif dalam
membangun ekosistem riset daerah melalui berbagai hasil penelitian, skripsi,
kajian organisasi, maupun riset berbasis komunitas.Menurutnya, hasil-hasil penelitian lokal memiliki nilai strategis
sebagai sumber referensi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperkuat dasar
penyusunan kebijakan pembangunan.“Hasil riset lokal dapat menjadi rujukan bersama, bukan untuk
disalin, tetapi untuk memperkaya referensi dan memperkuat dasar penyusunan
kebijakan,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan riset tidak selalu membutuhkan
anggaran besar. Yang terpenting adalah kemampuan memahami persoalan yang
dihadapi masyarakat, mendengar aspirasi warga, mengolah data yang tersedia,
serta menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.Slamet menilai pembangunan budaya riset harus menjadi tanggung
jawab bersama dan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah ataupun OPD
semata.Karena itu, BRIDA Mimika membuka ruang kolaborasi bagi seluruh
pihak yang memiliki hasil kajian atau penelitian agar dapat dikoordinasikan dan
dikelola secara lebih baik.Ia mengajak para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta organisasi
masyarakat yang memiliki hasil riset untuk berkoordinasi dengan BRIDA sehingga
hasil kajian tersebut dapat terdokumentasi, diakses publik, dan dimanfaatkan
sebagai sumber pengetahuan bersama.Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa riset dan inovasi daerah
harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak
berhenti sebagai dokumen administratif semata.Menurutnya, keberhasilan pembangunan riset daerah diukur dari
sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan
masyarakat serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Di akhir penyampaiannya, ia berharap ekosistem riset yang sedang
dibangun di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang
bermanfaat tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga dapat menjadi contoh
bagi wilayah lain di Tanah Papua.“Ekosistem riset di Mimika diharapkan dapat memberi manfaat bukan
hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain di
Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:31 WIT
Bantuan Pangan Bapanas Mulai Disalurkan ke 568 Keluarga di Kampung Nawaripi
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 568 Kepala Keluarga
di Kampung Nawaripi menerima bantuan beras dan minyak goreng dari Badan Pangan
Nasional (Bapanas) untuk periode Februari–Maret 2026. Penyaluran bantuan ini
dimulai sejak Selasa (23/6/2026), dan hingga hari kedua pelaksanaannya, Rabu
(24/6), sudah tercatat hampir 200 kepala keluarga yang telah mengambil haknya.Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menjelaskan
pembagian dilakukan secara ketat mengacu pada daftar resmi yang dikirim
pemerintah pusat melalui Bulog Timika. Setiap keluarga penerima mendapatkan
jatah masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. “Bantuan hanya diberikan kepada nama yang tercantum dalam
daftar, tidak ada penambahan penerima di luar ketentuan,” tegasnya.Norman mengimbau warga yang belum menerima bantuan untuk
segera datang ke lokasi penyaluran di Warkop Nawaripi pada jam kerja, yaitu
mulai pukul 09.00 WIT. Ia mengingatkan agar tidak datang di siang hari mengingat
petugas juga memiliki waktu istirahat yang harus dihormati.Untuk memastikan keabsahan data, setiap warga yang datang
wajib membawa Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga sebagai bukti identitas.
Langkah ini dilakukan agar penyaluran berjalan tertib, tepat
sasaran, dan tidak terjadi kesalahan penyerahan bantuan. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Jun 2026, 17:56 WIT
Mama Aliana Diizinkan Pulang Usai Dirawat, Pemda Intan Jaya Sesalkan Insiden Ledakan
Papuanewsonline.com, Nabire – Mama Aliana Pogau, salah satu
korban ledakan pada 18 Juni lalu di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Intan
Jaya, telah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di RSUD
Nabire. Bersama Mama Otopina Hogajau, keduanya awalnya dievakuasi ke RSUD Intan
Jaya, sebelum Mama Aliana dirujuk ke Nabire guna mendapatkan penanganan lebih
lanjut.Naftali Maisini dari Tim Kemanusiaan Pemkab Intan Jaya
menyampaikan rasa syukur atas perkembangan kondisi korban. “Selama hampir satu minggu menjalani perawatan, kini Mama
Aliana diperbolehkan kembali ke rumah. Seluruh biaya pengobatan ditanggung
sepenuhnya oleh pemerintah daerah, dan kami akan segera mengantarnya pulang ke
kampung halaman,” ujarnya.Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan
penyesalan mendalam atas peristiwa yang menimpa warga sipil tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan suasana damai telah
terus dilakukan, namun kejadian ini berpotensi menimbulkan keresahan dan
mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan daerah.Pemerintah daerah meminta penjelasan terbuka serta evaluasi
menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. “Setiap tindakan pengamanan harus mengutamakan keselamatan
warga dan dilakukan secara profesional. Kami juga mengharapkan aparat
mengedepankan pendekatan yang manusiawi dalam menjalankan tugasnya,” tegas
Bupati. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Jun 2026, 17:14 WIT
Yohanis Nussy: Papua Harus Jadi Produsen Pengetahuan untuk Kebijakan yang Melindungi Warga
Papuanewsonline.com, Timika — Pegiat Advokasi Papua
sekaligus penulis buku Transformasi Papua, Yohanis S. Nussy, menegaskan bahwa
masa depan perlindungan warga sipil Papua harus dibangun dari kekuatan
pengetahuan lokal. Menurutnya, Papua harus menjadi produsen data, penggerak
advokasi, dan penentu arah kebijakan.Hal itu disampaikan Nussy dalam paparannya pada kegiatan
Workshop Penguatan Riset Advokasi dan Pengembangan Jaringan Aktor Lokal dalam
Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan oleh Yayasan Merah Pusaka
Stratejik Indonesia (MPSI) di Horison Diana Hotel Timika, Kamis (25/6/2026).Dalam materi bertajuk “Membangun Kapasitas RAJA Lokal:
Riset, Advokasi, Jejaring Aktor”, Nussy menekankan pentingnya membangun
kekuatan aktor lokal Papua melalui tiga pilar utama, yakni riset, advokasi, dan
jejaring aktor. Ketiganya, kata dia, harus menjadi fondasi perubahan kebijakan
yang berbasis bukti dan berpihak pada keselamatan warga sipil.“Papua tidak boleh selamanya hanya menjadi objek riset dan
objek kebijakan. Putra-putri Papua harus menjadi subjek utama pembangunan,
produsen pengetahuan, dan pengawal kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan
masyarakat,” tegas Nussy.Menurut Nussy, tantangan Papua tidak bisa dijawab dengan
pendekatan seragam dari luar. Papua memiliki kompleksitas geopolitik, sosial,
budaya, dan geografis yang menuntut pendekatan spesifik lokal. Karena itu,
pengetahuan yang lahir dari masyarakat Papua sendiri harus ditempatkan sebagai
dasar dalam membaca masalah dan menyusun solusi.Ia menyebut, aktor lokal Papua harus memiliki kapasitas
untuk mengubah data lapangan menjadi bukti, bukti menjadi narasi kebijakan, dan
narasi kebijakan menjadi rekomendasi yang dapat diterima oleh pengambil
keputusan. Dengan begitu, advokasi tidak berhenti sebagai suara protes, tetapi
menjadi kerja strategis yang mampu memengaruhi kebijakan publik.“Data adalah senjata demokrasi. Bukan untuk menyerang,
tetapi untuk memastikan kebijakan maupun kritik tidak dibangun di atas
prasangka, asumsi, atau kepentingan sepihak,” ujarnya.Nussy menjelaskan bahwa riset advokasi harus dimulai dari
identifikasi masalah yang nyata di masyarakat. Ia menekankan pentingnya riset
kebijakan, riset partisipatif, dan bank data lokal sebagai fondasi advokasi
yang kuat. Menurutnya, masyarakat akar rumput, tokoh adat, komunitas lokal,
akademisi, jurnalis, dan organisasi sipil harus dilibatkan sebagai sumber utama
pengetahuan.Ia juga menilai bahwa kerja advokasi Papua perlu
meninggalkan pola reaktif. Aktor lokal harus mampu menyusun policy brief yang
tajam, ringkas, berbasis data, serta menawarkan solusi konkret kepada
pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.“Keluhan warga harus naik kelas menjadi dokumen kebijakan.
Aspirasi masyarakat harus diolah menjadi rekomendasi. Jika tidak, suara rakyat
hanya akan terdengar sesaat, lalu hilang dalam hiruk-pikuk politik,” kata
Nussy.Dalam paparannya, Nussy juga menyoroti pentingnya manajemen
jejaring aktor. Menurutnya, perlindungan warga sipil Papua tidak mungkin
dilakukan oleh satu kelompok saja. Dibutuhkan pemetaan aktor, pembangunan
kepercayaan, dan kolaborasi antara masyarakat sipil, tokoh adat, gereja,
akademisi, media, pemerintah daerah, dan lembaga kebijakan.Ia menekankan bahwa jejaring bukan sekadar kumpulan nama
atau organisasi, tetapi ekosistem kerja yang harus dibangun dengan
transparansi, konsistensi, dan tujuan bersama. Jejaring yang kuat, kata dia, akan membuat advokasi lebih
tahan terhadap tekanan, fragmentasi, dan hambatan struktural.“Gerakan yang berjalan sendiri akan mudah dipatahkan. Tetapi
gerakan yang dibangun dengan riset, jejaring, dan nilai bersama akan punya daya
tahan panjang,” ucapnya.Nussy juga mengingatkan bahwa aktor lokal Papua menghadapi
tantangan serius dalam ruang sipil, mulai dari penyempitan ruang demokrasi,
ancaman keamanan fisik dan digital, hingga fragmentasi kelompok kepentingan. Karena itu, ia mendorong adanya mekanisme perlindungan
mandiri bagi para pembela hak warga, termasuk perlindungan fisik, keamanan
digital, dukungan hukum, dan sistem peringatan dini berbasis komunitas.“Perlindungan warga sipil tidak hanya berarti merespons
setelah terjadi masalah, tetapi juga membangun daya tahan masyarakat agar mampu
mendeteksi risiko sejak dini dan keamanan manusia harus menjadi prioritas utama
dalam setiap kerja advokasi”, terangnya. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Jun 2026, 08:10 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik
Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis
Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada
warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya,
Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda,
aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik
Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan
bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan
Papua Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah
instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis
Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses
ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua,"
ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan
pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada
pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh
elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar
warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat
pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan
dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai
pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan
beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat
di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut.
Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada
infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten
Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau
jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini
momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat
dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua
Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik
Editor: GF
25 Jun 2026, 19:16 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji
asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara
Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok
pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,
terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat
pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di
Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total
392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi
oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh
keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan
Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses
penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama
Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana
peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah
petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem
transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang
tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap
pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid
Editor: GF
24 Jun 2026, 18:17 WIT
Tokoh Agama Hindu Mimika Apresiasi Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Timika – Tokoh Agama Hindu Kabupaten
Mimika, Pinandita I Made Kembardana, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap
kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz. Hal ini disampaikannya di Pura SP 4,
Mimika, pada Minggu (21/6/2026), setelah mengamati langsung maupun melalui
pemberitaan mengenai cara bertugas aparat di lapangan.“Kami menilai pendekatan yang dijalankan sudah sangat baik,
karena mengutamakan dialog, sikap persuasif, dan aspek kemanusiaan. Langkah ini
tepat guna membangun kepercayaan serta menjalin hubungan harmonis dengan
warga,” ujarnya. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap setiap tindakan
yang dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai peraturan hukum yang
berlaku.Sebagai tokoh agama, ia berharap setiap permasalahan di
Papua dapat diselesaikan melalui jalur damai. “Penyelesaian dengan kekerasan tidak akan memberi solusi
jangka panjang, justru berpotensi memunculkan masalah baru. Oleh sebab itu,
pendekatan kemanusiaan harus terus dipertahankan dan dikembangkan,” tegasnya.Pinandita juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga
persatuan dan berhati-hati terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. “Perbedaan latar belakang bukan pemisah, melainkan kekayaan.
Kita semua saudara sebangsa dan setanah air yang harus saling menghormati demi
menjaga kerukunan,” tambahnya. Penulis: Jid
Editor: GF
23 Jun 2026, 03:05 WIT
Johannes Rettob Terima Gelar Kehormatan KRA dari Keraton Surakarta
Papuanewsonline.com, Solo – Prosesi penganugerahan gelar
kehormatan berlangsung khidmat di Sasana Narendra, Keraton Kasunanan Surakarta
Hadiningrat, pada Senin malam (15/6/2026). Dalam acara tersebut, Bupati Mimika
Johannes Rettob resmi dikukuhkan dengan gelar Kanjeng Raden Aryo, sedangkan
istrinya Suzy Susana Herawati Rettob menerima gelar Kanjeng Mas Ayu.Johannes menyampaikan rasa syukur dan kehormatan yang
mendalam. Ia mengapresiasi sikap inklusif pihak keraton yang tidak membatasi
apresiasi hanya bagi tokoh di Pulau Jawa atau pusat pemerintahan, melainkan
juga membuka kesempatan bagi pemimpin dari wilayah Indonesia Timur. “Ini bukti pengakuan yang objektif dan menyatukan seluruh
elemen bangsa,” ujarnya.Menurut Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, GKRP Timoer Rumbay
Kusuma Dewayani, penganugerahan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki
kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya dan mendukung eksistensi keraton. Johannes dinilai sangat layak menerima penghargaan berkat
komitmen dan dukungan aktif yang telah diberikan selama ini.Penghargaan ini sekaligus diharapkan menjadi pintu awal
kerja sama strategis ke depan. Pihak keraton berharap dapat menjalin kolaborasi, baik dalam
program bersama maupun pertukaran nilai budaya antara tradisi Jawa dan kekayaan
warisan budaya yang ada di wilayah Mimika dan Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 14:40 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum
Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel
Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII
tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman,
Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang
kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus
mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim,
seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan
sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap
Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat
lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,”
pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman
yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan
kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan
keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak
mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun
bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil
perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka,
ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ
tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang
menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:46 WIT
Mimika Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Siap Mewakili Papua Tengah Di Manokwari
Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika
secara resmi melepas kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) untuk
mengikuti ajang Pesparawi Tingkat Nasional XIV. Kegiatan akan berlangsung di
Manokwari, Papua Barat, pada 18 hingga 28 Juni 2026. Dalam ajang ini, Mimika
bersama Nabire dan Puncak ditunjuk sebagai perwakilan resmi Provinsi Papua
Tengah, dengan mengikuti dua kategori lomba yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran
dan Solo Anak.Ketua Harian Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Mimika,
Johan Ade Matulessy, memohon dukungan dan doa dari seluruh warga agar tim dapat
tampil sebaik mungkin. Ia menyatakan keyakinannya bahwa persiapan yang telah
dilakukan akan membuahkan hasil terbaik bagi daerah dan provinsi. Sementara itu, pelatih sekaligus konduktor Hugo Iwangin
menjelaskan tim akan membawakan lagu wajib, pilihan terikat, dan pilihan bebas,
dengan semangat utama melayani dan memuliakan nama Tuhan.Melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus
Bokeyau, Bupati Mimika menyampaikan pesan agar seluruh peserta senantiasa
menjaga nama baik daerah. Keikutsertaan ini bukan hanya soal meraih juara, melainkan
menjadi duta yang mencerminkan kekompakan, kedisiplinan, serta kerendahan hati
selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.Pemerintah daerah menilai Pesparawi sebagai wadah untuk
membina iman, mengembangkan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat
se-Indonesia.Dukungan penuh terus diberikan agar kegiatan keagamaan
seperti ini dapat membentuk karakter positif dan memperkuat rasa persatuan di
tengah keberagaman masyarakat. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:33 WIT