Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Si Jago Merah Mengamuk: Pasar di Dekai Yahukimo Terbakar
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Suasana pagi di Ibukota Kabupaten Yahukimo, Dekai, mendadak mencekam. Pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan terbakar hebat pada hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026.Informasi awal yang diterima menyebutkan, api mulai terlihat membesar sekitar pagi hingga siang hari. Dalam foto dan video amatir yang beredar di media sosial, terlihat jelas kobaran api berwarna oranye kemerahan melalap bagian atap bangunan pasar yang didominasi seng dan dinding bercat biru. Yang paling mencolok adalah kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga puluhan meter ke langit Dekai, terlihat dari jarak jauh. Asap tersebut menandakan material yang terbakar cukup banyak dan mudah terbakar, khas bangunan kios pasar yang terbuat dari kayu dan triplek.Di bawah kepulan asap itu, puluhan warga tampak berkerumun. Beberapa warga terlihat berusaha mendekat, namun sebagian besar hanya bisa menyaksikan dari jarak aman. Belum terlihat armada pemadam kebakaran yang memadai di lokasi, sebuah pemandangan yang kerap terjadi di Yahukimo.Pasar Dekai sendiri merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Yahukimo. Selain menjadi tempat jual beli kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi tempat perputaran ekonomi para mama-mama Papua, pedagang pendatang, hingga pengecer BBM dan kebutuhan harian lainnya.Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (20/8/2026) sore, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Papua maupun Polres Yahukimo yang dirilis di portal nasional terkait jumlah kios yang terbakar, taksiran kerugian materiil, maupun ada tidaknya korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.Pihak kepolisian melalui Polres Yahukimo disebut masih melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesuai prosedur, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Ops Damai Cartenz 2026."Penyebab kebakaran dan kerugian masih didalami pihak berwenang Polres Yahukimo," ujar sumber awal di lapangan.Situasi keamanan di sekitar Pasar Dekai dilaporkan tetap dalam pemantauan aparat gabungan TNI-Polri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk penjarahan maupun api merembet ke pemukiman padat di belakang pasar.Bukan Pertama KaliPerlu diketahui, kebakaran pasar di Dekai bukan kejadian pertama. Sebelumnya, Pasar Lama Dekai juga pernah ludes terbakar pada Oktober 2025 akibat ledakan BBM eceran, dengan 7 kios hangus. Keterbatasan alat pemadam dan dominasi bangunan kayu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kejadian kebakaran di wilayah pegunungan tengah ini.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya, dan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan olah TKP.Masyarakat yang memiliki informasi, foto, atau video tambahan terkait kebakaran Pasar Dekai hari ini diharapkan dapat melapor langsung ke Polres Yahukimo.Editor: OF
20 Agu 2026, 12:54 WIT
Senator Australia Lidia Thorpe Angkat Suara Papua Barat, 64 Tahun Pasca Perjanjian New York
Papuanewsonline.com, Canberra — Pada saat rakyat Papua memperingati 64 tahun Perjanjian New York yang disepakati pada 15 Agustus 1962, Senator Australia Lidia Thorpe kembali menegaskan dukungannya bagi rakyat Papua Barat. Perjanjian yang ditandatangani Belanda dan Indonesia di markas PBB tersebut memindahkan pengelolaan wilayah Papua Barat dari Belanda ke bawah pengawasan PBB, lalu diserahkan kepada Indonesia pada tahun 1963 semua tanpa tanda tangan maupun persetujuan perwakilan rakyat Papua sendiri.Lebih dari enam dekade berlalu, kesepakatan itu masih menjadi perdebatan panjang. Para pendukung kemerdekaan menegaskan bahwa penduduk asli Papua tidak pernah diberi kesempatan yang sejati untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri. Sejak perjanjian itu disahkan, perjalanan sejarah wilayah ini terus menjadi salah satu konflik yang paling lama berlangsung di kawasan Pasifik.Lidia Thorpe, Senator Independen dari Victoria sekaligus tokoh yang gigih memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat, telah berulang kali menyuarakan keprihatinan di Parlemen Australia. Ia menyoroti laporan kematian warga sipil, pelanggaran hak asasi manusia, serta hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri. Suaranya kembali bergema di tengah seruan yang terus mengalir dari rakyat Papua Barat agar pengawasan internasional diperketat.Pihak Indonesia menegaskan kedaulatannya atas wilayah tersebut dan menolak pandangan yang menyebut kehadirannya sebagai pendudukan. Di tengah perbedaan pandangan yang tajam ini, suara-suara dari luar negeri terus mengalir, sementara rakyat Papua Barat terus menyuarakan harapan agar keadilan, kebebasan, dan martabat mereka senantiasa diperhatikan oleh dunia.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:48 WIT
Pangkormer Terima Penghargaan Opini WTP, Mako Kormar Raih Juara III Satker Terbaik TNI AL
Papuanewsonline.com, Jakarta — Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menerima piagam penghargaan atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Keuangan Kementerian Pertahanan Tahun Anggaran 2025. Penyerahan berlangsung dalam acara apresiasi yang digelar di Ruang Rapat Puslapbinkuhan Kemhan, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/8/2026).Acara dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemhan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., dan dihadiri para pejabat tinggi lingkungan Kemhan dan TNI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan penyusunan laporan keuangan yang disusun secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Rangkaian acara berjalan khidmat dengan pembukaan lagu kebangsaan, doa, serta penyampaian sambutan dan pemutaran video pembangunan laporan keuangan.Selain penghargaan opini WTP, jajaran TNI Angkatan Laut juga meraih prestasi dalam kategori Satuan Kerja (Satker) terbaik penyusunan laporan keuangan. Markas Besar Angkatan Laut meraih Juara I, Komando Armada III meraih Juara II, dan Markas Komando Korps Marinir berhasil meraih Juara III. Capaian ini menjadi bukti nyata kesungguhan Korps Marinir dalam menjaga tata kelola anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan semangat bagi seluruh jajaran Korps Marinir untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional dan jujur, setiap rupiah anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal guna memperkuat kesiapan operasional sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok Korps Marinir demi menjaga kedaulatan laut dan keutuhan wilayah.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:42 WIT
Komisi III DPR Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Disahkan Sebelum Akhir Tahun 2026
Papuanewsonline.com, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyelesaikan seluruh pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada tahun 2026 ini. Pembahasan akan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan pada masa sidang pertama tahun persidangan 2026–2027. Target pengesahan ditetapkan paling lambat sebelum Desember 2026, setelah rancangan yang telah diperjuangkan selama 17 tahun sejak pertama kali diusulkan pada tahun 2008 akhirnya masuk dalam daftar prioritas legislasi nasional.Untuk mempercepat penyusunan, Komisi III berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Langkah ini dilakukan guna menyerap aspirasi seluas-luasnya dari masyarakat, para ahli, serta pemangku kepentingan. Wakil Ketua DPR RI telah memberikan izin khusus agar pembahasan tetap berjalan bahkan di tengah masa reses, sehingga target waktu yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu.RUU Perampasan Aset memungkinkan negara merampas kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana tanpa harus menunggu putusan pengadilan yang berlarut-larut, terutama apabila pelaku telah melarikan diri atau meninggal dunia. Instrumen ini dinilai sangat diperlukan untuk memutus rantai keuntungan yang dinikmati oleh para pelaku kejahatan besar, sekaligus memulihkan kerugian negara yang selama ini sulit dipulihkan melalui jalur hukum biasa.Namun, rancangan ini juga menyisakan kekhawatiran mendasar. Para pengamat mengingatkan agar aturan disusun dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakadilan atau disalahgunakan demi kepentingan kekuasaan. Kekuasaan merampas harta benda harus disertai pengawasan yang ketat, mekanisme pengadilan yang independen, serta jaminan perlindungan hak-hak pihak yang terdampak, agar tidak berbalik menindas warga yang tidak bersalah.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:38 WIT
Pertemuan Bersejarah IPWP di Parlemen Australia Angkat Suara Krisis Kemanusiaan Papua
Papuanewsonline.com, Canberra — Cabang Australia dari Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) menggelar pertemuan publik bersejarah pertamanya di Gedung Parlemen, Canberra, pada Senin (17/8/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pertemuan yang dipimpin Senator David Shoebridge ini membuka lembaran baru solidaritas antar-lembaga perwakilan rakyat kawasan terhadap nasib rakyat Papua Barat.Dalam pidato pembukanya, Shoebridge menegaskan pertemuan ini bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara jujur. “Meskipun Australia tetap menjalin persahabatan dengan Indonesia, seorang sahabat yang baik berkewajiban untuk saling menyampaikan kenyataan, termasuk hal-hal menyangkut pelanggaran hak asasi manusia dan pengabaian terhadap hak rakyat Papua Barat untuk menentukan masa depan, tanah, ekonomi, budaya, dan bahasa mereka sendiri,” ujarnya tegas.Presiden ULMWP, Benny Wenda, yang turut hadir dalam delegasi menyampaikan bahwa Australia selaku kekuatan terbesar di kawasan Pasifik memiliki kewajiban moral untuk memperhatikan nasib rakyat Papua Barat. Ia mendesak agar pemerintah Australia terus menekan pihak Indonesia, terutama menjelang Forum Kepulauan Pasifik di Palau, guna merealisasikan seruan kunjungan mandiri Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia ke wilayah Papua.Dr. Siobhan McDonnell turut menyampaikan kekhawatiran atas kerusakan hutan hujan Papua yang setara dengan hutan Amazon, serta memprihatinkan lebih dari 122.931 warga yang tercatat telah menjadi pengungsi internal hingga awal tahun ini. Penolakan akses bagi lembaga internasional dinilai semakin menyulitkan upaya pemantauan dan penanganan krisis kemanusiaan yang sebenarnya sedang berlangsung.Pertemuan yang dihadiri para anggota parlemen dari berbagai latar belakang partai ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan sejatinya tidak dibatasi oleh perbedaan politik.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:35 WIT
Markas TPNPB di Puncak Jaya Diserang Drone, Dihancurkan Sebagian Bangunan Namun Tak Ada Korban Jiwa
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya — Markas Komando TPNPB-OPM di wilayah Puncak Jaya dilaporkan mengalami serangan udara menggunakan pesawat tak berawak atau drone militer Indonesia sejak tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026. Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM pada Kamis, 20 Agustus 2026, berdasarkan laporan langsung dari Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Serangan pertama dilancarkan pada hari Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 06.30 hingga pukul 10.00 WIT menggunakan 10 unit drone. Serangan berlanjut hingga Rabu, 19 Agustus 2026, kali ini menggunakan 9 unit drone yang melancarkan pengeboman berulang kali sejak pukul 09.19 WIT. Bom-bom dijatuhkan dari arah pos militer yang berada di bukit seberang, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari pihak TPNPB.Akibat ledakan dan getaran yang sangat kuat, halaman markas rusak berat, dinding-dinding bangunan retak dan runtuh, serta atap sebagian bangunan ikut hancur terkena serpihan bom. Serangan udara ini hanya menghancurkan bangunan dan fasilitas markas, namun tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Pihak TPNPB juga melampirkan bukti berupa sisa-sisa serpihan bom yang ditemukan di lokasi serangan.Merespons peristiwa tersebut, pihak TPNPB mendesak pemerintah Indonesia agar segera mematuhi ketentuan hukum humaniter internasional dalam setiap operasi militer di Tanah Papua. Penggunaan kekuatan senjata harus seimbang dan tetap menjauhi pemukiman warga sipil agar tidak menimbulkan korban di kalangan penduduk tak bersalah. Pihak TPNPB juga meminta agar pos-pos militer segera dipindahkan dari lingkungan pemukiman warga.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:32 WIT
Pilihan Redaksi
Si Jago Merah Mengamuk: Pasar di Dekai Yahukimo Terbakar
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Suasana pagi di Ibukota Kabupaten Yahukimo, Dekai, mendadak mencekam. Pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan terbakar hebat pada hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026.Informasi awal yang diterima menyebutkan, api mulai terlihat membesar sekitar pagi hingga siang hari. Dalam foto dan video amatir yang beredar di media sosial, terlihat jelas kobaran api berwarna oranye kemerahan melalap bagian atap bangunan pasar yang didominasi seng dan dinding bercat biru. Yang paling mencolok adalah kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga puluhan meter ke langit Dekai, terlihat dari jarak jauh. Asap tersebut menandakan material yang terbakar cukup banyak dan mudah terbakar, khas bangunan kios pasar yang terbuat dari kayu dan triplek.Di bawah kepulan asap itu, puluhan warga tampak berkerumun. Beberapa warga terlihat berusaha mendekat, namun sebagian besar hanya bisa menyaksikan dari jarak aman. Belum terlihat armada pemadam kebakaran yang memadai di lokasi, sebuah pemandangan yang kerap terjadi di Yahukimo.Pasar Dekai sendiri merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Yahukimo. Selain menjadi tempat jual beli kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi tempat perputaran ekonomi para mama-mama Papua, pedagang pendatang, hingga pengecer BBM dan kebutuhan harian lainnya.Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (20/8/2026) sore, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Papua maupun Polres Yahukimo yang dirilis di portal nasional terkait jumlah kios yang terbakar, taksiran kerugian materiil, maupun ada tidaknya korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.Pihak kepolisian melalui Polres Yahukimo disebut masih melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesuai prosedur, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Ops Damai Cartenz 2026."Penyebab kebakaran dan kerugian masih didalami pihak berwenang Polres Yahukimo," ujar sumber awal di lapangan.Situasi keamanan di sekitar Pasar Dekai dilaporkan tetap dalam pemantauan aparat gabungan TNI-Polri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk penjarahan maupun api merembet ke pemukiman padat di belakang pasar.Bukan Pertama KaliPerlu diketahui, kebakaran pasar di Dekai bukan kejadian pertama. Sebelumnya, Pasar Lama Dekai juga pernah ludes terbakar pada Oktober 2025 akibat ledakan BBM eceran, dengan 7 kios hangus. Keterbatasan alat pemadam dan dominasi bangunan kayu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kejadian kebakaran di wilayah pegunungan tengah ini.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya, dan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan olah TKP.Masyarakat yang memiliki informasi, foto, atau video tambahan terkait kebakaran Pasar Dekai hari ini diharapkan dapat melapor langsung ke Polres Yahukimo.Editor: OF
20 Agu 2026, 12:54 WIT
Senator Australia Lidia Thorpe Angkat Suara Papua Barat, 64 Tahun Pasca Perjanjian New York
Papuanewsonline.com, Canberra — Pada saat rakyat Papua memperingati 64 tahun Perjanjian New York yang disepakati pada 15 Agustus 1962, Senator Australia Lidia Thorpe kembali menegaskan dukungannya bagi rakyat Papua Barat. Perjanjian yang ditandatangani Belanda dan Indonesia di markas PBB tersebut memindahkan pengelolaan wilayah Papua Barat dari Belanda ke bawah pengawasan PBB, lalu diserahkan kepada Indonesia pada tahun 1963 semua tanpa tanda tangan maupun persetujuan perwakilan rakyat Papua sendiri.Lebih dari enam dekade berlalu, kesepakatan itu masih menjadi perdebatan panjang. Para pendukung kemerdekaan menegaskan bahwa penduduk asli Papua tidak pernah diberi kesempatan yang sejati untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri. Sejak perjanjian itu disahkan, perjalanan sejarah wilayah ini terus menjadi salah satu konflik yang paling lama berlangsung di kawasan Pasifik.Lidia Thorpe, Senator Independen dari Victoria sekaligus tokoh yang gigih memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat, telah berulang kali menyuarakan keprihatinan di Parlemen Australia. Ia menyoroti laporan kematian warga sipil, pelanggaran hak asasi manusia, serta hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri. Suaranya kembali bergema di tengah seruan yang terus mengalir dari rakyat Papua Barat agar pengawasan internasional diperketat.Pihak Indonesia menegaskan kedaulatannya atas wilayah tersebut dan menolak pandangan yang menyebut kehadirannya sebagai pendudukan. Di tengah perbedaan pandangan yang tajam ini, suara-suara dari luar negeri terus mengalir, sementara rakyat Papua Barat terus menyuarakan harapan agar keadilan, kebebasan, dan martabat mereka senantiasa diperhatikan oleh dunia.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:48 WIT
Pangkormer Terima Penghargaan Opini WTP, Mako Kormar Raih Juara III Satker Terbaik TNI AL
Papuanewsonline.com, Jakarta — Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menerima piagam penghargaan atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Keuangan Kementerian Pertahanan Tahun Anggaran 2025. Penyerahan berlangsung dalam acara apresiasi yang digelar di Ruang Rapat Puslapbinkuhan Kemhan, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/8/2026).Acara dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemhan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., dan dihadiri para pejabat tinggi lingkungan Kemhan dan TNI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan penyusunan laporan keuangan yang disusun secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Rangkaian acara berjalan khidmat dengan pembukaan lagu kebangsaan, doa, serta penyampaian sambutan dan pemutaran video pembangunan laporan keuangan.Selain penghargaan opini WTP, jajaran TNI Angkatan Laut juga meraih prestasi dalam kategori Satuan Kerja (Satker) terbaik penyusunan laporan keuangan. Markas Besar Angkatan Laut meraih Juara I, Komando Armada III meraih Juara II, dan Markas Komando Korps Marinir berhasil meraih Juara III. Capaian ini menjadi bukti nyata kesungguhan Korps Marinir dalam menjaga tata kelola anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan semangat bagi seluruh jajaran Korps Marinir untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang profesional dan jujur, setiap rupiah anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal guna memperkuat kesiapan operasional sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok Korps Marinir demi menjaga kedaulatan laut dan keutuhan wilayah.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:42 WIT
Komisi III DPR Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset, Disahkan Sebelum Akhir Tahun 2026
Papuanewsonline.com, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyelesaikan seluruh pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada tahun 2026 ini. Pembahasan akan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan pada masa sidang pertama tahun persidangan 2026–2027. Target pengesahan ditetapkan paling lambat sebelum Desember 2026, setelah rancangan yang telah diperjuangkan selama 17 tahun sejak pertama kali diusulkan pada tahun 2008 akhirnya masuk dalam daftar prioritas legislasi nasional.Untuk mempercepat penyusunan, Komisi III berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu. Langkah ini dilakukan guna menyerap aspirasi seluas-luasnya dari masyarakat, para ahli, serta pemangku kepentingan. Wakil Ketua DPR RI telah memberikan izin khusus agar pembahasan tetap berjalan bahkan di tengah masa reses, sehingga target waktu yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu.RUU Perampasan Aset memungkinkan negara merampas kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana tanpa harus menunggu putusan pengadilan yang berlarut-larut, terutama apabila pelaku telah melarikan diri atau meninggal dunia. Instrumen ini dinilai sangat diperlukan untuk memutus rantai keuntungan yang dinikmati oleh para pelaku kejahatan besar, sekaligus memulihkan kerugian negara yang selama ini sulit dipulihkan melalui jalur hukum biasa.Namun, rancangan ini juga menyisakan kekhawatiran mendasar. Para pengamat mengingatkan agar aturan disusun dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakadilan atau disalahgunakan demi kepentingan kekuasaan. Kekuasaan merampas harta benda harus disertai pengawasan yang ketat, mekanisme pengadilan yang independen, serta jaminan perlindungan hak-hak pihak yang terdampak, agar tidak berbalik menindas warga yang tidak bersalah.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:38 WIT
Pertemuan Bersejarah IPWP di Parlemen Australia Angkat Suara Krisis Kemanusiaan Papua
Papuanewsonline.com, Canberra — Cabang Australia dari Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) menggelar pertemuan publik bersejarah pertamanya di Gedung Parlemen, Canberra, pada Senin (17/8/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pertemuan yang dipimpin Senator David Shoebridge ini membuka lembaran baru solidaritas antar-lembaga perwakilan rakyat kawasan terhadap nasib rakyat Papua Barat.Dalam pidato pembukanya, Shoebridge menegaskan pertemuan ini bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran secara jujur. “Meskipun Australia tetap menjalin persahabatan dengan Indonesia, seorang sahabat yang baik berkewajiban untuk saling menyampaikan kenyataan, termasuk hal-hal menyangkut pelanggaran hak asasi manusia dan pengabaian terhadap hak rakyat Papua Barat untuk menentukan masa depan, tanah, ekonomi, budaya, dan bahasa mereka sendiri,” ujarnya tegas.Presiden ULMWP, Benny Wenda, yang turut hadir dalam delegasi menyampaikan bahwa Australia selaku kekuatan terbesar di kawasan Pasifik memiliki kewajiban moral untuk memperhatikan nasib rakyat Papua Barat. Ia mendesak agar pemerintah Australia terus menekan pihak Indonesia, terutama menjelang Forum Kepulauan Pasifik di Palau, guna merealisasikan seruan kunjungan mandiri Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia ke wilayah Papua.Dr. Siobhan McDonnell turut menyampaikan kekhawatiran atas kerusakan hutan hujan Papua yang setara dengan hutan Amazon, serta memprihatinkan lebih dari 122.931 warga yang tercatat telah menjadi pengungsi internal hingga awal tahun ini. Penolakan akses bagi lembaga internasional dinilai semakin menyulitkan upaya pemantauan dan penanganan krisis kemanusiaan yang sebenarnya sedang berlangsung.Pertemuan yang dihadiri para anggota parlemen dari berbagai latar belakang partai ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kemanusiaan sejatinya tidak dibatasi oleh perbedaan politik.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:35 WIT
Markas TPNPB di Puncak Jaya Diserang Drone, Dihancurkan Sebagian Bangunan Namun Tak Ada Korban Jiwa
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya — Markas Komando TPNPB-OPM di wilayah Puncak Jaya dilaporkan mengalami serangan udara menggunakan pesawat tak berawak atau drone militer Indonesia sejak tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026. Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM pada Kamis, 20 Agustus 2026, berdasarkan laporan langsung dari Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Serangan pertama dilancarkan pada hari Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 06.30 hingga pukul 10.00 WIT menggunakan 10 unit drone. Serangan berlanjut hingga Rabu, 19 Agustus 2026, kali ini menggunakan 9 unit drone yang melancarkan pengeboman berulang kali sejak pukul 09.19 WIT. Bom-bom dijatuhkan dari arah pos militer yang berada di bukit seberang, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari pihak TPNPB.Akibat ledakan dan getaran yang sangat kuat, halaman markas rusak berat, dinding-dinding bangunan retak dan runtuh, serta atap sebagian bangunan ikut hancur terkena serpihan bom. Serangan udara ini hanya menghancurkan bangunan dan fasilitas markas, namun tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Pihak TPNPB juga melampirkan bukti berupa sisa-sisa serpihan bom yang ditemukan di lokasi serangan.Merespons peristiwa tersebut, pihak TPNPB mendesak pemerintah Indonesia agar segera mematuhi ketentuan hukum humaniter internasional dalam setiap operasi militer di Tanah Papua. Penggunaan kekuatan senjata harus seimbang dan tetap menjauhi pemukiman warga sipil agar tidak menimbulkan korban di kalangan penduduk tak bersalah. Pihak TPNPB juga meminta agar pos-pos militer segera dipindahkan dari lingkungan pemukiman warga.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 12:32 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Hujan Es Melanda Lanny Jaya, Ribuan Tanaman Rusak dan Petani Terancam Gagal Panen
Papuanewsonline.com, Wamena — Fenomena alam berupa hujan es melanda tiga distrik di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Minggu (16/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.16 WIT. Hujan es yang turun begitu lebat hingga membuat lingkungan warga tampak seolah tertutup salju. Wilayah yang terdampak meliputi Distrik Kuyawage, Goa Balim, dan Wano Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wamena menjelaskan peristiwa ini dipicu pertumbuhan awan konvektif yang kuat akibat kondisi atmosfer serta pengaruh topografi pegunungan setempat.Hujan es kali ini dinilai jauh lebih dahsyat dibanding kejadian sebelumnya. Bukan sekadar embun beku, butiran es yang jatuh menghantam tanaman pertanian hingga hancur dan tidak layak dipanen lagi. Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, menyampaikan bahwa kerusakan tanaman yang luas tersebut mengakibatkan para petani terancam gagal panen sepenuhnya.Dampak bencana ini diperkirakan akan terasa hingga satu tahun ke depan dan mengancam ketahanan pangan masyarakat di wilayah tersebut.Merespons cepat musibah ini, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera membentuk Tim Tanggap Darurat yang dipimpin langsung oleh Asisten II Sekretaris Daerah. Tim telah berangkat menuju lokasi terdampak untuk mengumpulkan data lengkap, menilai kerugian, serta memberikan bantuan darurat.Pemerintah daerah juga memohon dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun pemerintah pusat guna membantu meringankan beban warga yang terdampak.Aletinus menegaskan bahwa pemerintah akan bergerak secepat mungkin hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka dan tertimpa kesulitan. Data yang dikumpulkan akan disusun secara berjenjang agar kebijakan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran, cepat, dan bermanfaat nyata bagi warga. Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi meskipun hasil panen habis rusak diterjang hujan es.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 10:21 WIT
Kehangatan di Garis Terdepan: Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bawa Harapan ke Distrik Senggi
Papuanewsonline.com, Keerom — Semangat kemerdekaan dan kebersamaan terasa begitu hangat di garis perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) hadir di tengah masyarakat Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, untuk ikut menyukseskan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026). Kehadiran para mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan upacara, tetapi juga melebur dalam kehidupan warga melalui Festival Rakyat dan Pentas Seni yang penuh kegembiraan.Berbagai perlombaan sederhana namun menyenangkan seperti balap karung, makan kerupuk, voli air, dan permainan tradisional lainnya diikuti antusias oleh anak-anak hingga orang dewasa. Suara tawa dan keceriaan menyatukan insan akademisi, warga lokal, jajaran aparat TNI–Polri, serta pegawai negeri setempat. Kebersamaan yang terjalin terasa begitu tulus dan menyentuh hati warga yang telah lama menantikan kehadiran pihak luar yang benar-benar hadir dan peduli.Kepala Distrik Senggi, Daud Yunam, menyampaikan rasa harunya atas kehadiran tim UNDIP yang telah mendampingi warga sejak awal kedatangan hingga puncak perayaan kemerdekaan. “Ini menjadi kenangan luar biasa setelah puluhan tahun berlalu. Semangat kebersamaan yang mereka bawa sungguh menyentuh hati kami, dan semoga kehangatan ini terus terjaga di masa mendatang,” ujarnya penuh haru.Komandan Koramil Senggi, Kapten Inf. Ajang Ahdiat, serta Kapolsek Senggi, Iptu Yanto Rumbruren, turut menyambut hangat kehadiran tim. Mereka berharap kepedulian dan ilmu yang dibawa para mahasiswa dapat terus disalurkan untuk membantu mengatasi tantangan yang ada, serta membangun ikatan persaudaraan yang erat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan ini.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 10:16 WIT
BPJS Ketenagakerjaan Mimika Salurkan Klaim Rp145,92 Miliar, Lindungi Lebih dari 113 Ribu Pekerja
Papuanewsonline.com, Mimika — Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Mimika mencatat pembayaran klaim jaminan sosial yang telah disalurkan kepada peserta mencapai Rp145,92 miliar untuk periode Januari hingga Juli 2026. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mimika, Andhika Catur Putra, menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah diterima oleh 5.156 orang peserta, yang mencakup lima program perlindungan: Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang mulai berjalan.Rincian penyaluran menunjukkan bahwa Jaminan Hari Tua menjadi yang paling banyak diterima, yaitu oleh 4.835 peserta. Selanjutnya Jaminan Kecelakaan Kerja diterima 58 orang, Jaminan Kematian 88 orang, Jaminan Pensiun 151 orang, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan sebanyak 24 orang. Pengajuan klaim kini juga dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi maupun aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), sehingga peserta tidak perlu datang langsung ke kantor, bahkan bagi yang berada di luar wilayah Mimika.Andhika menjelaskan bahwa layanan digital JMO memudahkan peserta mengecek saldo, melaporkan, hingga mengajukan klaim Jaminan Hari Tua senilai hingga Rp15 juta secara langsung melalui gawai. Kemudahan ini diberikan agar setiap peserta atau ahli waris dapat menerima manfaat dengan cepat dan tepat, guna mencegah terjadinya kesulitan ekonomi atau kemiskinan baru akibat berkurangnya atau hilangnya penghasilan akibat risiko yang dialami.Selain pembayaran klaim, BPJS Ketenagakerjaan Mimika juga mencatat jumlah tenaga kerja yang telah dilindungi mencapai 113.358 orang. Terdiri dari peserta Penerima Upah 39.887 orang, Bukan Penerima Upah 42.910 orang, serta peserta Jasa Konstruksi sebanyak 30.561 orang. Andhika menegaskan pentingnya seluruh pekerja didaftarkan agar saat terjadi hal yang tidak diinginkan, beban penggantian telah dialihkan kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tidak menjadi beban bagi perusahaan maupun keluarga.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:52 WIT
Honai Belajar Gratis: Polsek Tembagapura dan Satgas Damai Cartenz Dekatkan Anak dengan Pendidikan
Papuanewsonline.com, Tembagapura — Ruang belajar sederhana di lingkungan Polsek Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tampak hidup pada Selasa (18/8/2026) pagi. Sejak pukul 08.45 WIT, puluhan anak-anak berkumpul untuk mengikuti kegiatan Honai Belajar Gratis, sebuah inisiatif kepedulian terhadap pendidikan anak-anak wilayah tersebut. Mereka diajak belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan pendekatan yang menyenangkan, didampingi langsung oleh personel Polsek Tembagapura dan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.Suasana berlangsung penuh keakraban. Anak-anak tak segan bertanya, menjawab pertanyaan, maupun berinteraksi dengan para pendamping. Bagi mereka, kehadiran personel kepolisian bukan sekadar sosok pengayom keamanan, melainkan juga sahabat yang mendampingi belajar dengan sabar dan penuh perhatian. Kegiatan ini pun disambung dengan momen makan siang bersama, mempererat ikatan persaudaraan dalam kebersamaan yang hangat dan sederhana.Salah seorang orang tua siswa, Desi, menyampaikan apresiasi yang mendalam. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian, khususnya Polsek Tembagapura dan Satgas Damai Cartenz. Kegiatan ini sangat berarti karena pendidikan adalah bekal masa depan anak-anak. Kami berharap kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terus berjalan,” ujarnya tulus. Dukungan yang diberikan turut meringankan beban sekaligus memberi harapan baru bagi keluarga di wilayah tersebut.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyambut baik inisiatif tersebut. “Kehadiran kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan melalui hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan adalah kunci masa depan generasi muda Papua,” tegasnya. Pendekatan humanis ini diharapkan menumbuhkan kepercayaan sekaligus memberikan motivasi agar anak-anak terus bersemangat belajar dan meraih cita-cita.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:48 WIT
Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa MI Ibrohimiyyah Praktik Cuci Tangan
Papuanewsonline.com, Demak — Mahasiswa KKN bidang kesehatan melaksanakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan fokus pada praktik mencuci tangan yang benar di MI Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Selasa, 11 Agustus 2026.Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya mencuci tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Siswa diajak mengenali waktu-waktu penting mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah memegang benda kotor.Materi disampaikan secara interaktif dengan bahasa yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN menggunakan media pembelajaran dan ice breaking agar suasana lebih menyenangkan. Para siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan.Selain teori, mahasiswa mengajak siswa mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Praktik dilakukan langsung agar siswa mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Para siswa bersemangat mengikuti setiap tahapan praktik. Mereka diarahkan membasahi tangan, menggunakan sabun, menggosok telapak dan punggung tangan, membersihkan sela-sela jari, menggosok kuku, membilas dengan air bersih, lalu mengeringkannya.Wali kelas 1A MI Ibrohimiyyah, Puji Pusvitasari, memberikan tanggapan positif. Menurutnya, sosialisasi ini sangat bermanfaat karena membantu siswa memahami cara menjaga kebersihan diri dengan tepat.“Alhamdulillah, kegiatannya sangat bermanfaat. Anak-anak menjadi lebih tahu cara mencuci tangan yang benar dan kapan perlu mencuci tangan,” ujarnya.Ia menambahkan, kebiasaan mencuci tangan perlu terus diingatkan agar menjadi rutinitas siswa di sekolah maupun di rumah.Pendapat serupa disampaikan wali kelas 1B, Lailatun Nadzifah, S.Pd.I. Ia menilai kegiatan menarik dan sesuai dengan usia siswa. “Kegiatannya menyenangkan. Anak-anak antusias mengikuti penjelasan dan praktik,” katanya.Para siswa mengaku senang mengikuti sosialisasi. Mereka merasa praktik mencuci tangan lebih mudah dipahami karena dilakukan langsung dan diselingi permainan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa MI Ibrohimiyyah membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat di sekolah maupun rumah.Editor: OF
19 Agu 2026, 22:20 WIT
PGGM Mimika Gelar Pembentukan Karakter: Pemimpin Gereja Diajak Menjadi Teladan Hidup
Papuanewsonline.com, Mimika — Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembentukan karakter bertajuk Character Building with G.O.S.P.E.L Principles di Swiss-Belhotel Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para pemimpin dan pelayan gereja se-Kabupaten Mimika, dengan tujuan mendorong pertumbuhan karakter, kapasitas, serta integritas dalam setiap pelayanan yang dilakukan.Ketua Umum PGGM Mimika, Pdt. Pascal Viktor Warint, S.Th., menyampaikan pesan rohani yang mengacu pada surat Rasul Paulus kepada Timotius. Ia menegaskan bahwa kemampuan semata belumlah cukup; seorang pelayan Tuhan harus menyertakannya dengan kehidupan yang sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaran,” menjadi pesan pokok yang mengingatkan agar setiap pemimpin senantiasa memeriksa dan memperbaiki diri secara terus-menerus.Pdt. Pascal mengingatkan pula bahwa penghormatan dalam pelayanan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari keteladanan hidup. Pemimpin dipanggil menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Kemajuan rohani pun harus tampak nyata dan dapat dirasakan oleh keluarga, rekan pelayanan, maupun jemaat yang dilayani, sehingga pertumbuhan karakter bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan hidup yang meyakinkan.Selain pembentukan karakter, peningkatan kapasitas pelayanan juga menjadi penekanan. Pemimpin diharapkan tak pernah berhenti belajar, memperdalam firman, serta mengasah kemampuan memimpin dan menyelesaikan persoalan. Karakter tanpa kapasitas membuat pelayanan kurang efektif, sebaliknya kemampuan tinggi tanpa karakter yang baik dapat melahirkan persoalan integritas yang merugikan banyak pihak.Penulis: JidEditor: OF
19 Agu 2026, 19:34 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Patung Yesus Memberkati Setinggi 25 M di Papua Menuju Penyelesaian, Akan Diresmikan November 2026
Papuanewsonline.com, Keerom - Pembangunan Patung Yesus Memberkati yang menjulang setinggi 25 meter di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua, kini memasuki tahap penyelesaian. Foto udara yang diambil pada Selasa (18/8/2026) memperlihatkan bentuk keseluruhan patung yang megah itu tampak hampir rampung.Situs rohani yang mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada Desember 2022 ini dijadwalkan akan resmi diresmikan pada November 2026 mendatang.Terletak tak jauh dari garis perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, kehadiran patung ini direncanakan menjadi ikon wisata religi yang baru sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Keerom. Keindahan dan keunikan situs ini diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru, sehingga turut membangkitkan perekonomian masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.Selain berfungsi sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan, kawasan Patung Yesus Memberkati juga dirancang terbuka sebagai ruang publik yang asri dan nyaman bagi masyarakat untuk berkunjung dan berinteraksi. Pengembangan kawasan tidak hanya menyasar pembangunan patung semata, tetapi juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti penginapan sederhana atau homestay serta peningkatan infrastruktur jalan dan lingkungan sekitar.Dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, kawasan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata religi yang nyaman, aman, dan mudah dijangkau oleh para pengunjung. Pembangunan ini menjadi bukti kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Keerom dalam membangun tempat yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyejahterakan warga di sekitarnya.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:37 WIT
"Tong Masih di Sini": Kreativitas Anak Muda Papua Berkumpul di Papua Kreatif
Papuanewsonline.com, Jayapura – Komunitas kreatif Imaji Papua menggelar “Papua Kreatif: Film, Budaya & Kreativitas” di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, Jayapura, Rabu (12/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional itu menjadi ruang pertemuan bagi generasi muda Papua untuk menampilkan karya, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi di bidang ekonomi kreatif.Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Papua terus berkembang dan mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi. Sineas, fotografer, desainer, ilustrator, musisi hingga pelaku UMKM melebur dalam satu ruang untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis komunitas.Kolaborasi Kunci Kembangkan Ekonomi KreatifKetua Imaji Papua Yulika Anastasia mengatakan kolaborasi menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif Papua dapat berkembang lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.“Kalau berkolaborasi, akan jauh lebih meyakinkan semua pihak, bisa bergandengan tangan, dan tumbuh bersama. Hari ini tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujar Yulika Anastasia.Film “Tong Masih di Sini” Rekam Kehidupan Pelaku Ekonomi LokalSalah satu karya yang menjadi perhatian adalah film dokumenter berdurasi 33 menit berjudul “Tong Masih di Sini”. Film garapan Yulika Anastasia tersebut merekam kehidupan pelaku ekonomi lokal, mulai dari anak muda yang menjadi petani kopi, petani sagu, pedagang pinang hingga petani sayur-mayur. Cerita tersebut menggambarkan bagaimana masyarakat biasa turut berperan menggerakkan ekonomi daerah.Fashion Show Noken Tampilkan Karya Lima Desainer MudaSemangat serupa terlihat dalam Fashion Show Noken yang menghadirkan lima desainer muda Papua, yakni Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora dan Alfianty Mandosir. Mereka memadukan kearifan lokal dengan sentuhan desain kontemporer.Desainer Agusta Bunai menilai panggung tersebut memberikan ruang penting bagi talenta lokal untuk meningkatkan nilai karya sekaligus memperkenalkan produk Papua kepada khalayak yang lebih luas.“Panggung Papua Kreatif menjadi kesempatan besar untuk memamerkan karya, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menambah jam terbang,” ujar Agusta Bunai.240 Karya Foto Pamerkan Keindahan dan Aktivitas Masyarakat PapuaDari bidang fotografi, sebanyak 240 karya hasil kurasi 34 fotografer muda dipamerkan. Karya tersebut merekam keindahan alam, budaya, aktivitas ekonomi masyarakat hingga perkembangan pembangunan Papua dari perspektif kreator lokal. Koordinator Pameran Yosin Kogoya mengatakan karya fotografi tersebut dihadirkan untuk mengajak publik melihat Papua melalui pengalaman dan cerita masyarakatnya sendiri.Pemerintah Kota Jayapura Dukung Kreativitas Generasi MudaDukungan terhadap kreativitas generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kota Jayapura. Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Pemkot Jayapura Sem Meraudje menilai kemampuan anak muda Papua memanfaatkan film, media digital dan seni audio-visual semakin kuat.“Anak-anak muda Papua semakin cerdas dan adaptif memanfaatkan platform digital, film, media sosial, hingga seni audio-visual untuk menceritakan realitas dan keindahan tanah Papua secara utuh kepada dunia,” tegas Sem Meraudje.Menurut Sem Meraudje, karya kreatif tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga identitas budaya, tetapi juga berpotensi membawa nama Papua ke tingkat nasional hingga internasional.“Tong masih ada di sini, tra habis. Daya cinta itu masih ada, masih bisa bangkit dan terus berkarya. Keberadaan ini membawa nilai-nilai positif bagi tanah ini,” pungkas Sem Meraudje.Papua Kreatif pun menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam memperkenalkan wajah Papua yang kaya budaya, produktif, adaptif dan penuh peluang. Penulis: HendrikEditor: OF
16 Agu 2026, 23:07 WIT
"Di Bawah Langit Timur": Kisah Cinta Tanah Air dari Tanah Papua
Papuanewsonline.com, Papua — Sebuah karya sinematik penuh makna hadir menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film pendek musikal berjudul "Di Bawah Langit Timur" yang disutradarai oleh Abet Fahmi mengambil latar di Distrik Wamena, Papua Selatan, mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Libo dari pedalaman menuju upacara pengibaran bendera. Perjalanan itu menjadi jendela untuk menyampaikan pesan tentang perjuangan, harapan, persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia dari perspektif bagian timur negeri ini.Sutradara memilih Papua bukan sekadar sebagai latar yang indah, melainkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki luas yang tercermin dari kekayaan kisah di setiap penjuru tanah air. "Kemerdekaan itu harus dirasakan sebagai milik semua orang, dari Sabang sampai Merauke," ujar Abet. Demi menjaga kejujuran cerita, pemeran utama pun dipilih anak Papua asli yang tinggal di sana, bukan berdasarkan popularitas, melainkan kesesuaian karakter agar terasa natural dan dekat dengan kehidupan masyarakat sesungguhnya.Film ini tidak mengajak kita menyamakan segala sesuatu agar bersatu, melainkan mengajak melihat Indonesia sebagai rumah bersama yang dibangun dari beragam budaya, bahasa, dan tradisi. Melengkapi pesan tersebut, lagu "Fajar Indonesia" yang mengiringi karya ini merangkai kearifan lokal dari berbagai suku bangsa, mulai dari Bugis, Mandar, Dayak, Jawa, Sunda, Minangkabau, hingga Batak menjadi satu melodi persaudaraan yang menyentuh hati.Musik dan liriknya lahir dari semangat cinta tanah air yang tulus, bahwa mengabdi pada negeri adalah panggilan sejati setiap anak bangsa. Nasionalisme, menurut pesan yang disampaikan, bukan sekadar tuntutan kepada orang lain, melainkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mencintai dan mengabdi kepada Indonesia sepanjang hayat. Pesan yang sederhana namun mendalam itu menyatu dengan alur cerita yang hangat dan menyentuh jiwa.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:59 WIT
Jelang Muktamar ke-35 NU, Forbes NU 26 Dorong Evaluasi Menyeluruh Terkait Konsesi Tambang
Papuanewsonline.com, Bogor — Dua belas hari menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Forum Bersama (Forbes) NU 26 menggelar Rembug Warga NU Jabodetabek di Institut Pertanian Bogor, Sabtu (15/8/2026). Diskusi bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan” digelar sebulan setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang mengoreksi dasar hukum pemberian izin pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan.Forum menegaskan bahwa persoalan konsesi tambang tidak cukup dinilai dari pertanyaan fikih semata soal “boleh atau tidak boleh”. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kehormatan organisasi, kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan gender, keselamatan warga, serta kelestarian lingkungan hidup. Semua aspek itu harus dipertimbangkan secara utuh dan seimbang sebelum mengambil keputusan yang berjangka panjang.Putusan MK Nomor 160/PUU-XXIII/2025 menegaskan bahwa frasa “pemberian prioritas” dalam UU Minerba tidak boleh dimaknai sebagai penunjukan langsung. Jika pun diberikan prioritas, harus didasarkan pada parameter yang jelas, penilaian objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjelasan prosedur dinilai berpotensi membuka ruang yang merugikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.Dr. Ivanovich Agusta mengingatkan bahwa persoalan tambang harus dilihat sekaligus dengan persoalan kemandirian desa. “Jangan sampai desa kehilangan uang untuk membiayai koperasi, lalu kehilangan tanah untuk membiayai tambang. Kalau nilai tambahnya dibawa keluar, sementara desa hanya menanggung dampaknya, itu bukan kemandirian desa,” tegasnya. Pembangunan pun sebaiknya memperkuat kemampuan warga mengelola kekayaan sendiri, bukan justru menciptakan ketergantungan baru.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:53 WIT
Jelang HUT ke-81 RI, Tokoh Adat Puncak Jaya Salurkan Bantuan dan Ajak Jaga Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Mulia - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh adat di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kota Mulia, Sabtu (15/8/2026).Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Suku Distrik Pegelimi, Waitelenggen. Sebanyak 150 paket sembako, tiga net bola voli, dan enam bola voli diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian menjelang peringatan 17 Agustus.Penyaluran bantuan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara tokoh adat dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan sosial serta mendorong kebersamaan di tengah masyarakat Puncak Jaya.Warga yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas perhatian yang dirasakan masyarakat.Waitelenggen mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan stabilitas keamanan di wilayah Puncak Jaya.“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang peringatan 17 Agustus 2026,” ujar Waitelenggen.Selain bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan olahraga yang diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif. Aktivitas olahraga dinilai dapat menjadi sarana mempererat hubungan dan kebersamaan antarwarga.Waitelenggen juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, kondisi yang aman dan kondusif diperlukan agar seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI dapat berlangsung dengan lancar.Ajakan tersebut disampaikan menjelang perayaan kemerdekaan yang akan dipusatkan pada 17 Agustus 2026. Masyarakat diharapkan dapat menjaga lingkungan masing-masing serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat mengganggu situasi keamanan.Di tengah adanya informasi mengenai larangan dari kelompok KSTP terkait kegiatan peringatan HUT RI, kondisi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya hingga kini dilaporkan masih kondusif.Bendera Merah Putih dan berbagai umbul-umbul dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI juga masih terlihat terpasang di sejumlah kantor pemerintahan, objek vital, serta fasilitas umum di wilayah tersebut.Selama kegiatan penyaluran bantuan berlangsung hingga selesai, tidak ditemukan adanya aksi sabotase berupa pengrusakan ataupun pencabutan bendera dan umbul-umbul yang telah dipasang.Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi sosial antara tokoh adat dan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan seluruh elemen dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Puncak Jaya menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Editor: OF
15 Agu 2026, 21:14 WIT
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Papuanewsonline.com, NTT - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA.Pusat gempa berada di kedalaman dangkal 15 kilometer, dengan episenter 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa ini tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), yang berpotensi memicu tsunami.BMKG langsung menerbitkan peringatan dini tsunami atas peristiwa tersebut. Peringatan tersebut dinyatakan telah berakhir setelah dilakukan pemantauan.Hingga pukul 07:07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan aktivitas susulan masih terus terjadi. Tercatat sebanyak 37 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,7 hingga 6,2.Di sejumlah wilayah pesisir, tsunami dengan ketinggian kecil terpantau oleh tide gauge yakni-Bakalang, Alor, NTT: tsunami setinggi 0,14 meter terdeteksi pada pukul 05:41 WIB-Dompu, NTB: tsunami setinggi 0,17 meter -Flores Timur, Labuan Bajo, dan Sikka ketinggian muka air antara 0,19 hingga 0,36 meter .BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Nagekeo, Flores, Alor, Sikka, Labuan Bajo, Dompu dan sekitarnya untuk tetap tenang namun waspada, menjauhi pantai dan bangunan yang retak akibat gempa, serta hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG.Belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan dan korban jiwa hingga berita ini diturunkan.Editor: OF
15 Agu 2026, 21:06 WIT