Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang
Papuanewsonline.com, Mimika –
Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki
beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik
dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang
dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport
Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam,
sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai
Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II
dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas
tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya,
pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang
merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir
putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu
sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia
sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian
Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat
makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura,
yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk
bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman
Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman
nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya
yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati
pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak
tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan
Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini
dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya
dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini,
liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki
keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan
yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan
dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman,
dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:27 WIT
BPS Mimika Catat Tingkat Pengangguran Terbuka Naik Menjadi 6,75 Persen
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis data Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) per Agustus 2025 sebesar 6,75 persen. Angka ini mengalami
kenaikan sebesar 0,05 persen poin dibandingkan periode yang sama pada tahun
2024. Data tersebut bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional yang
dilaksanakan pada Agustus hingga awal September 2025. Kepala BPS Mimika, Dian
Sudarmanto, menjelaskan persentase tersebut dihitung terhadap jumlah angkatan
kerja, bukan total penduduk. Periode itu tercatat ada sekitar
155 ribu orang masuk kategori angkatan kerja, dengan jumlah pengangguran
mencapai 10.470 jiwa. Angkatan kerja mencakup warga
usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, tidak
termasuk yang masih sekolah atau tidak aktif mencari kerja. Selain itu, Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja turun 0,43 persen poin. TPAK laki-laki tercatat 84,56 persen,
jauh lebih tinggi dibanding perempuan di angka 47,77 persen. Sektor usaha didominasi jasa
sebesar 48 persen, diikuti industri 26,6 persen dan pertanian 25,3 persen,
dengan lebih dari separuh pekerja bergerak di sektor informal. Dian juga menjelaskan perbedaan
data dengan catatan komunitas pencari kerja yang mencapai 14 ribu orang. Menurutnya, konsep penghitungan
berbeda: BPS menggolongkan usaha sendiri, bertani, atau berdagang sebagai
pekerjaan, sedangkan data komunitas lebih berfokus pada pencari kerja formal
saja. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:23 WIT
Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan Evaluasi Kinerja Mantan Kapolres dan Sampaikan Harapan
Papuanewsonline.com, Mimika –
Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, menyampaikan penilaian kinerja dan
harapan untuk kepemimpinan Polres Mimika. Pernyataan itu dirilis pada Sabtu, 27
Juni 2026. Penilaian Awal terhadap Penegakan
Hukum Menurut Edoardus, Kapolres Mimika
periode sebelumnya "tidak memberikan dampak positif yang nyata bagi
penegakan hukum di Kabupaten Mimika". Ia menilai situasi hukum di daerah
belum berjalan optimal. Dugaan Intervensi dalam Proses
Hukum Edoardus menduga "terdapat
intervensi atau perlindungan dari pihak yang berkuasa yang membuat proses hukum
tidak berjalan adil". Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi
dari Pemuda Kei Mimika. Sorotan Kasus Jembatan Waa
Banti Ia mencontohkan kasus pembangunan
Jembatan Waa Banti. "Jembatan Waa Banti, yang diduga memiliki dukungan
pihak tertentu namun penyelesaiannya tidak jelas dan seolah hilang di tangan
kepemimpinan beliau," ujar Edoardus. Sorotan Perjudian Jenis
Togel Edoardus juga menyoroti persoalan
sosial. "Permasalahan seperti perjudian jenis togel terlihat menjamur dan
tidak tertangani secara tegas selama masa jabatannya," katanya. Ia menilai
hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan. Dinilai Hanya Pelengkap
Struktur Lebih lanjut, Edoardus menilai
keberadaan mantan Kapolres "lebih bersifat administratif semata".
"Beliau ibarat hanya melengkapi struktur organisasi kepolisian, tanpa
menampakkan ketegasan, inisiatif, maupun hasil kerja yang dirasakan warga
Mimika," jelasnya. Harapan untuk Kapolres Baru Untuk pimpinan baru, Edoardus
berharap Kapolres Mimika dapat bekerja sungguh-sungguh, melayani masyarakat,
serta memprioritaskan penegakan hukum yang berpihak pada kepentingan umum. Poin Desakan Pemuda Kei Edoardus mendesak dua hal.
Pertama, "mengaktifkan kembali fungsi Reskrim, Satuan Tipikor, dan Satuan
PPA secara optimal". Kedua, "membuktikan semangat Polri Presisi bukan
slogan kosong, melainkan terwujud dalam tindakan nyata, penindakan tegas, dan
transparansi". Redaksi dan Hak Jawab Edoardus Rahawadan, Ketua Pemuda Kei Mimika.
Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab kepada Kapolres Mimika
periode sebelumnya dan Kapolres Mimika yang baru. Hingga berita diturunkan
belum ada keterangan resmi. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:19 WIT
TPNPB Klaim Serangan Drone, Bom dan RPG Terjadi di Intan Jaya
Papuanewsonline.com, Mimika –
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers pada Sabtu, 27
Juni 2026. Melalui Juru Bicara Sebby Sambom, TPNPB mengklaim terjadi operasi
militer dan serangan di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah,
pada Jumat 26 Juni 2026. Klaim Serangan Drone dan Bom Menurut rilis, aparat militer
Indonesia melakukan operasi udara menggunakan drone di Distrik Agisiga sejak
pukul 09.00 WIT hingga malam. TPNPB mengklaim serangan bom terjadi di Kampung
Unggau, Uyamuligo, dan Dibuga sekitar pukul 16.00-18.00. "Akibatnya warga
sipil mengungsi sejak sore hingga malam hari," tulis rilis. TPNPB menyebut
ledakan menghancurkan pemukiman warga. Klaim Serangan Susulan dan
RPG TPNPB juga mengklaim ada
"serangan susulan di Kampung Tausiga sekitar jam 21.42" yang merusak
pemukiman. Di Kampung Soali dan Danggoa, TPNPB mengklaim aparat melakukan
serangan RPG sejak pukul 17.00 hingga 18.25. Rilis menyebut ledakan terdengar
hingga pusat Kota Sugapa. Klaim Operasi di Hitadipa dan
Desakan TPNPB TPNPB mengklaim "di Distrik
Hitadipa sekitar pukul 15.00 aparat melakukan operasi udara dan darat hingga
warga ketakutan". Dalam rilis, TPNPB mendesak aparat menghentikan operasi
militer dan serangan bom drone di Intan Jaya, serta mendesak Pemerintah
menghentikan penangkapan warga sipil. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:14 WIT
TPNPB Klaim Gereja Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya Diduduki Militer Sejak 26 Juni
Papuanewsonline.com, Intan Jaya –
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers Ke II pada
Sabtu, 27 Juni 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam
rilis tersebut, TPNPB membuat sejumlah klaim terkait operasi militer di Distrik
Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Klaim Pendudukan Gereja Sejak 26
Juni Pukul 23.00 WIT Menurut rilis TPNPB, pihaknya
menerima laporan dari PIS TPNPB Kota Sugapa. "Aparat militer Indonesia
telah mengambil alih Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo sejak hari Jumat, 26
Juni 2026 sekitar jam 23.00 hingga siang ini," tulis rilis tersebut.
Redaksi mencatat ini merupakan klaim sepihak TPNPB. Klaim Operasi Militer Picu
Pengungsian Warga TPNPB mengklaim operasi militer
Indonesia di kampung-kampung Distrik Agisiga sejak malam 26 Juni mengakibatkan
warga sipil mengungsi. "Warga sipil mengungsi ke hutan-hutan dan pusat
Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mencari perlindungan," demikian
isi rilis. Klaim Penggunaan Drone,
Helikopter dan Tembakan Terus Menerus Dalam laporan lebih lanjut, TPNPB
mengklaim sejak malam 26/6 aparat melakukan "serangan bom menggunakan
drone dan helikopter militer terus melakukan operasi dari pusat Kota Sugapa ke
seluruh wilayah Intan Jaya sementara operasi darat juga terjadi dan bunyi
tembakan sejak kemarin hingga siang ini masih terus terjadi." Klaim Korban Sipil Sejak 17 Mei
2026 TPNPB mengklaim sejak 17 Mei 2026
banyak warga sipil mengungsi dari Kampung Mbamogo, Soali, Danggoa dan sekitar
Distrik Agisiga. Sebabnya, kata rilis, "serangan drone militer Indonesia
terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang mengakibatkan empat
warga sipil korban setelah keluar dari ibadah pada hari Minggu." TPNPB
menyebut jumlah korban lain belum diketahui karena wilayah "masih di
kuasai oleh aparat militer Indonesia." Klaim Rumah Warga Dibakar &
Fasilitas Sipil Dijadikan Pos Rilis TPNPB mendesak Presiden
Prabowo Subianto "agar segera mengeluarkan seluruh aparat militer
Indonesia yang sedang menduduki pemukiman warga sipil lalu jadikan rumah-rumah
warga, sekolah dan gereja-gereja sebagai pos militer agar segera dihentikan dan
kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil." Desakan ke Menhan, Panglima TNI
dan PBB TPNPB juga "menegaskan
kepada Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto
dan jajarannya agar hentikan penggunaan drone, helikopter dan senjata
berat". Serta mendesak PBB "agar segera mengirimkan tim ke Papua dalam
menyelidiki kejahatan perang... dan segera memberikan mandat kepada Dewan
Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk turun ke Papua." Upaya Konfirmasi: TNI, Polri dan
Pemda Intan Jaya Belum Berkomentar Sesuai Pasal 3 Kode Etik
Jurnalistik, redaksi telah berupaya meminta keterangan resmi kepada TNI, Polri,
dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim pendudukan gereja, pembakaran
rumah, jumlah pengungsi, dan penggunaan drone. Hingga berita ini diturunkan,
belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak
jawab 1x24 jam. Catatan Redaksi: Asas
Keberimbangan dan Praduga Tak Bersalah Redaksi menegaskan seluruh isi
poin 1-6 adalah klaim, pengakuan, dan desakan dari Manajemen Markas Pusat
KOMNAS TPNPB-OPM melalui Jubir Sebby Sambom, tertanggal 27 Juni 2026. Kebenaran
peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.
Asas praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak yang disebut dalam rilis. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 15:06 WIT
Hukum Masuk Tembok: Law Firma Golda Ajak Warga Binaan Lapas Timika Kenal Hak & Kewajiban
Papuanewsonline.com, Mimika – Untuk sehari, ruang di Lapas Kelas IIB
Timika berubah jadi ruang kelas. Law Firma Golda datang membawa materi hukum
dasar untuk puluhan warga binaan. Tujuannya satu, agar bekal itu dipakai saat
mereka kembali ke masyarakat. Isi & Peserta Penyuluhan fokus pada hak dan
kewajiban hukum. Kegiatan diikuti puluhan warga binaan dan didampingi petugas
pembina Lapas. Law Firma Golda menyebut ini bagian dari komitmen mendukung
akses keadilan di Mimika. Suara Pendiri Pendiri Law Firma Golda, Edoardus
Rahawadan, mengapresiasi Lapas Timika. "Kami sangat mengapresiasi langkah
Lapas Kelas IIB Timika yang membuka ruang bagi kami untuk berbagi pengetahuan
hukum," kata Edoardus dalam sambutannya. Makna Kegiatan Edoardus menyebut kerja sama ini
positif karena pembinaan tidak berhenti di pengawasan. "Ini luar biasa,
karena pembinaan juga memberikan bekal pemahaman hukum agar warga binaan
menyadari haknya dan memahami batasan kewajibannya," ujarnya. Harapan ke Warga Binaan Ia berharap materi ini jadi bekal
setelah bebas. "Semoga penyuluhan ini dapat menjadi bekal berharga,
mencegah terulangnya perbuatan yang melanggar hukum, serta membangun pola pikir
yang lebih bertanggung jawab," kata Edoardus. Harapan ke Lapas Untuk Lapas, Edoardus mendorong
program ini jadi kegiatan rutin. "Semoga kerja sama ini dapat terus
berlanjut dan ditingkatkan, sehingga program pembinaan hukum mendukung
keberhasilan tujuan pemasyarakatan," jelasnya. Pesan ke Publik Edoardus juga menyorot akses
hukum yang setara. "Kegiatan ini contoh bahwa layanan hukum tidak hanya
untuk pihak tertentu, tetapi juga menjangkau semua lapisan, sebagai wujud
keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum," katanya. Kegiatan berlangsung lancar.
Redaksi telah menerima dokumentasi dari penyelenggara. Hingga berita ini
diturunkan, pihak Lapas Kelas IIB Timika menyatakan kegiatan berjalan sesuai
rencana. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 14:58 WIT
Pilihan Redaksi
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang
Papuanewsonline.com, Mimika –
Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki
beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik
dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang
dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport
Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam,
sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai
Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II
dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas
tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya,
pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang
merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir
putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu
sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia
sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian
Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat
makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura,
yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk
bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman
Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman
nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya
yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati
pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak
tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan
Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini
dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya
dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini,
liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki
keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan
yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan
dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman,
dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:27 WIT
BPS Mimika Catat Tingkat Pengangguran Terbuka Naik Menjadi 6,75 Persen
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis data Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) per Agustus 2025 sebesar 6,75 persen. Angka ini mengalami
kenaikan sebesar 0,05 persen poin dibandingkan periode yang sama pada tahun
2024. Data tersebut bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional yang
dilaksanakan pada Agustus hingga awal September 2025. Kepala BPS Mimika, Dian
Sudarmanto, menjelaskan persentase tersebut dihitung terhadap jumlah angkatan
kerja, bukan total penduduk. Periode itu tercatat ada sekitar
155 ribu orang masuk kategori angkatan kerja, dengan jumlah pengangguran
mencapai 10.470 jiwa. Angkatan kerja mencakup warga
usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan, tidak
termasuk yang masih sekolah atau tidak aktif mencari kerja. Selain itu, Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja turun 0,43 persen poin. TPAK laki-laki tercatat 84,56 persen,
jauh lebih tinggi dibanding perempuan di angka 47,77 persen. Sektor usaha didominasi jasa
sebesar 48 persen, diikuti industri 26,6 persen dan pertanian 25,3 persen,
dengan lebih dari separuh pekerja bergerak di sektor informal. Dian juga menjelaskan perbedaan
data dengan catatan komunitas pencari kerja yang mencapai 14 ribu orang. Menurutnya, konsep penghitungan
berbeda: BPS menggolongkan usaha sendiri, bertani, atau berdagang sebagai
pekerjaan, sedangkan data komunitas lebih berfokus pada pencari kerja formal
saja. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:23 WIT
Ketua Pemuda Kei Mimika Edoardus Rahawadan Evaluasi Kinerja Mantan Kapolres dan Sampaikan Harapan
Papuanewsonline.com, Mimika –
Ketua Pemuda Kei Mimika, Edoardus Rahawadan, menyampaikan penilaian kinerja dan
harapan untuk kepemimpinan Polres Mimika. Pernyataan itu dirilis pada Sabtu, 27
Juni 2026. Penilaian Awal terhadap Penegakan
Hukum Menurut Edoardus, Kapolres Mimika
periode sebelumnya "tidak memberikan dampak positif yang nyata bagi
penegakan hukum di Kabupaten Mimika". Ia menilai situasi hukum di daerah
belum berjalan optimal. Dugaan Intervensi dalam Proses
Hukum Edoardus menduga "terdapat
intervensi atau perlindungan dari pihak yang berkuasa yang membuat proses hukum
tidak berjalan adil". Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi
dari Pemuda Kei Mimika. Sorotan Kasus Jembatan Waa
Banti Ia mencontohkan kasus pembangunan
Jembatan Waa Banti. "Jembatan Waa Banti, yang diduga memiliki dukungan
pihak tertentu namun penyelesaiannya tidak jelas dan seolah hilang di tangan
kepemimpinan beliau," ujar Edoardus. Sorotan Perjudian Jenis
Togel Edoardus juga menyoroti persoalan
sosial. "Permasalahan seperti perjudian jenis togel terlihat menjamur dan
tidak tertangani secara tegas selama masa jabatannya," katanya. Ia menilai
hal itu menunjukkan lemahnya pengawasan. Dinilai Hanya Pelengkap
Struktur Lebih lanjut, Edoardus menilai
keberadaan mantan Kapolres "lebih bersifat administratif semata".
"Beliau ibarat hanya melengkapi struktur organisasi kepolisian, tanpa
menampakkan ketegasan, inisiatif, maupun hasil kerja yang dirasakan warga
Mimika," jelasnya. Harapan untuk Kapolres Baru Untuk pimpinan baru, Edoardus
berharap Kapolres Mimika dapat bekerja sungguh-sungguh, melayani masyarakat,
serta memprioritaskan penegakan hukum yang berpihak pada kepentingan umum. Poin Desakan Pemuda Kei Edoardus mendesak dua hal.
Pertama, "mengaktifkan kembali fungsi Reskrim, Satuan Tipikor, dan Satuan
PPA secara optimal". Kedua, "membuktikan semangat Polri Presisi bukan
slogan kosong, melainkan terwujud dalam tindakan nyata, penindakan tegas, dan
transparansi". Redaksi dan Hak Jawab Edoardus Rahawadan, Ketua Pemuda Kei Mimika.
Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab kepada Kapolres Mimika
periode sebelumnya dan Kapolres Mimika yang baru. Hingga berita diturunkan
belum ada keterangan resmi. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:19 WIT
TPNPB Klaim Serangan Drone, Bom dan RPG Terjadi di Intan Jaya
Papuanewsonline.com, Mimika –
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers pada Sabtu, 27
Juni 2026. Melalui Juru Bicara Sebby Sambom, TPNPB mengklaim terjadi operasi
militer dan serangan di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah,
pada Jumat 26 Juni 2026. Klaim Serangan Drone dan Bom Menurut rilis, aparat militer
Indonesia melakukan operasi udara menggunakan drone di Distrik Agisiga sejak
pukul 09.00 WIT hingga malam. TPNPB mengklaim serangan bom terjadi di Kampung
Unggau, Uyamuligo, dan Dibuga sekitar pukul 16.00-18.00. "Akibatnya warga
sipil mengungsi sejak sore hingga malam hari," tulis rilis. TPNPB menyebut
ledakan menghancurkan pemukiman warga. Klaim Serangan Susulan dan
RPG TPNPB juga mengklaim ada
"serangan susulan di Kampung Tausiga sekitar jam 21.42" yang merusak
pemukiman. Di Kampung Soali dan Danggoa, TPNPB mengklaim aparat melakukan
serangan RPG sejak pukul 17.00 hingga 18.25. Rilis menyebut ledakan terdengar
hingga pusat Kota Sugapa. Klaim Operasi di Hitadipa dan
Desakan TPNPB TPNPB mengklaim "di Distrik
Hitadipa sekitar pukul 15.00 aparat melakukan operasi udara dan darat hingga
warga ketakutan". Dalam rilis, TPNPB mendesak aparat menghentikan operasi
militer dan serangan bom drone di Intan Jaya, serta mendesak Pemerintah
menghentikan penangkapan warga sipil. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:14 WIT
TPNPB Klaim Gereja Santo Paulus Nabuni di Intan Jaya Diduduki Militer Sejak 26 Juni
Papuanewsonline.com, Intan Jaya –
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan Siaran Pers Ke II pada
Sabtu, 27 Juni 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam
rilis tersebut, TPNPB membuat sejumlah klaim terkait operasi militer di Distrik
Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Klaim Pendudukan Gereja Sejak 26
Juni Pukul 23.00 WIT Menurut rilis TPNPB, pihaknya
menerima laporan dari PIS TPNPB Kota Sugapa. "Aparat militer Indonesia
telah mengambil alih Gereja Santo Paulus Nabuni Mbamogo sejak hari Jumat, 26
Juni 2026 sekitar jam 23.00 hingga siang ini," tulis rilis tersebut.
Redaksi mencatat ini merupakan klaim sepihak TPNPB. Klaim Operasi Militer Picu
Pengungsian Warga TPNPB mengklaim operasi militer
Indonesia di kampung-kampung Distrik Agisiga sejak malam 26 Juni mengakibatkan
warga sipil mengungsi. "Warga sipil mengungsi ke hutan-hutan dan pusat
Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya untuk mencari perlindungan," demikian
isi rilis. Klaim Penggunaan Drone,
Helikopter dan Tembakan Terus Menerus Dalam laporan lebih lanjut, TPNPB
mengklaim sejak malam 26/6 aparat melakukan "serangan bom menggunakan
drone dan helikopter militer terus melakukan operasi dari pusat Kota Sugapa ke
seluruh wilayah Intan Jaya sementara operasi darat juga terjadi dan bunyi
tembakan sejak kemarin hingga siang ini masih terus terjadi." Klaim Korban Sipil Sejak 17 Mei
2026 TPNPB mengklaim sejak 17 Mei 2026
banyak warga sipil mengungsi dari Kampung Mbamogo, Soali, Danggoa dan sekitar
Distrik Agisiga. Sebabnya, kata rilis, "serangan drone militer Indonesia
terhadap Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Mbamogo yang mengakibatkan empat
warga sipil korban setelah keluar dari ibadah pada hari Minggu." TPNPB
menyebut jumlah korban lain belum diketahui karena wilayah "masih di
kuasai oleh aparat militer Indonesia." Klaim Rumah Warga Dibakar &
Fasilitas Sipil Dijadikan Pos Rilis TPNPB mendesak Presiden
Prabowo Subianto "agar segera mengeluarkan seluruh aparat militer
Indonesia yang sedang menduduki pemukiman warga sipil lalu jadikan rumah-rumah
warga, sekolah dan gereja-gereja sebagai pos militer agar segera dihentikan dan
kembalikan fasilitas sipil ke rana sipil." Desakan ke Menhan, Panglima TNI
dan PBB TPNPB juga "menegaskan
kepada Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subyanto
dan jajarannya agar hentikan penggunaan drone, helikopter dan senjata
berat". Serta mendesak PBB "agar segera mengirimkan tim ke Papua dalam
menyelidiki kejahatan perang... dan segera memberikan mandat kepada Dewan
Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB untuk turun ke Papua." Upaya Konfirmasi: TNI, Polri dan
Pemda Intan Jaya Belum Berkomentar Sesuai Pasal 3 Kode Etik
Jurnalistik, redaksi telah berupaya meminta keterangan resmi kepada TNI, Polri,
dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait klaim pendudukan gereja, pembakaran
rumah, jumlah pengungsi, dan penggunaan drone. Hingga berita ini diturunkan,
belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak
jawab 1x24 jam. Catatan Redaksi: Asas
Keberimbangan dan Praduga Tak Bersalah Redaksi menegaskan seluruh isi
poin 1-6 adalah klaim, pengakuan, dan desakan dari Manajemen Markas Pusat
KOMNAS TPNPB-OPM melalui Jubir Sebby Sambom, tertanggal 27 Juni 2026. Kebenaran
peristiwa tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.
Asas praduga tak bersalah berlaku untuk semua pihak yang disebut dalam rilis. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 15:06 WIT
Hukum Masuk Tembok: Law Firma Golda Ajak Warga Binaan Lapas Timika Kenal Hak & Kewajiban
Papuanewsonline.com, Mimika – Untuk sehari, ruang di Lapas Kelas IIB
Timika berubah jadi ruang kelas. Law Firma Golda datang membawa materi hukum
dasar untuk puluhan warga binaan. Tujuannya satu, agar bekal itu dipakai saat
mereka kembali ke masyarakat. Isi & Peserta Penyuluhan fokus pada hak dan
kewajiban hukum. Kegiatan diikuti puluhan warga binaan dan didampingi petugas
pembina Lapas. Law Firma Golda menyebut ini bagian dari komitmen mendukung
akses keadilan di Mimika. Suara Pendiri Pendiri Law Firma Golda, Edoardus
Rahawadan, mengapresiasi Lapas Timika. "Kami sangat mengapresiasi langkah
Lapas Kelas IIB Timika yang membuka ruang bagi kami untuk berbagi pengetahuan
hukum," kata Edoardus dalam sambutannya. Makna Kegiatan Edoardus menyebut kerja sama ini
positif karena pembinaan tidak berhenti di pengawasan. "Ini luar biasa,
karena pembinaan juga memberikan bekal pemahaman hukum agar warga binaan
menyadari haknya dan memahami batasan kewajibannya," ujarnya. Harapan ke Warga Binaan Ia berharap materi ini jadi bekal
setelah bebas. "Semoga penyuluhan ini dapat menjadi bekal berharga,
mencegah terulangnya perbuatan yang melanggar hukum, serta membangun pola pikir
yang lebih bertanggung jawab," kata Edoardus. Harapan ke Lapas Untuk Lapas, Edoardus mendorong
program ini jadi kegiatan rutin. "Semoga kerja sama ini dapat terus
berlanjut dan ditingkatkan, sehingga program pembinaan hukum mendukung
keberhasilan tujuan pemasyarakatan," jelasnya. Pesan ke Publik Edoardus juga menyorot akses
hukum yang setara. "Kegiatan ini contoh bahwa layanan hukum tidak hanya
untuk pihak tertentu, tetapi juga menjangkau semua lapisan, sebagai wujud
keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum," katanya. Kegiatan berlangsung lancar.
Redaksi telah menerima dokumentasi dari penyelenggara. Hingga berita ini
diturunkan, pihak Lapas Kelas IIB Timika menyatakan kegiatan berjalan sesuai
rencana. Penulis: Hendrik
Editor: GF
28 Jun 2026, 14:58 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status
kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi
hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca
ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William
Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar
wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang
terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen,
terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh
hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum
masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi
hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti
wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi
membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras
dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil
antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan
dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG
tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang
beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak
perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera
mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis
Papuanewsonline.com, Mimika -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST.,
melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan
bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta
menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema
“Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini
berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh
jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen,
orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi
menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang
direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia
menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah
selesai dilakukan. “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa
dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan
meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan
kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai.
Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi
menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun
sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran
BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih
menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan
layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat
rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan
pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan
peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan
keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga
pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.
“Anak belajar dari apa yang dilihat dan
dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci
menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF
28 Jun 2026, 10:07 WIT
Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Tim SAR Lakukan Pencarian
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah perahu nelayan yang
membawa empat orang dilaporkan hilang kontak di wilayah perairan Atuka,
Kabupaten Mimika. Laporan disampaikan oleh pihak keluarga bernama Selfi ke
Kantor SAR Timika setelah rombongan tidak kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan.Keempat nelayan tersebut berangkat melaut mencari ikan sejak
Selasa, 23 Juni 2026, dan direncanakan pulang pada Kamis, 25 Juni.Masih ada komunikasi terakhir pada Rabu, 24 Juni, namun
setelah itu nomor telepon mereka tidak dapat dihubungi lagi. Pencarian mandiri
yang dilakukan keluarga dan warga sejak Kamis belum membuahkan hasil.Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan berangkat ke
lokasi pada Sabtu pagi menggunakan kapal penyelamat berkecepatan tinggi. Penyisiran dilakukan di radius sekitar 8 mil laut, serta
meminta keterangan kepada kapal lain yang melintas di sekitar perairan Atuka
untuk melacak keberadaan mereka.Hingga sore hari, upaya pencarian hari pertama belum
menemukan tanda-tanda keberadaan perahu maupun penumpangnya. Tim kemudian kembali ke darat pada pukul 17.35 WIT dan
merencanakan melanjutkan operasi pada Minggu pagi dengan memperluas area
pencarian, disesuaikan dengan kondisi arus dan pasang surut air laut. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:53 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan
Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III
dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang
Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan
Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya
menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang
berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi.
Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen
menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat
nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum
penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai
dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang
yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun
dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang
baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat
adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan
argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita
sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama
bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan
menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam
memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi
pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:25 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama
Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan
Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi
bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya
menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga.
Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa
sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di
wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap
di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar
pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat
terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat
melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang
dideritanya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:39 WIT
BRIDA Mimika Dorong Ekosistem Riset Terbuka dan Berbasis Data
Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Badan Riset dan Inovasi
Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan pentingnya membangun
ekosistem riset yang terbuka, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penguatan
kapasitas riset dan advokasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil,
akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lokal di Timika.Slamet mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai
sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan
advokasi yang didasarkan pada data serta fakta lapangan.Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) telah membuka banyak peluang dalam pengelolaan
informasi dan pengetahuan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap
diimbangi dengan verifikasi langsung di lapangan agar hasil kajian yang
dihasilkan tetap akurat.Ia mengingatkan bahwa aktor-aktor lokal perlu mampu beradaptasi
dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan membaca realitas sosial
yang berkembang di masyarakat.“Penggunaan AI dan teknologi informasi harus tetap didukung data
nyata dari lapangan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang meleset, bias, atau
keliru,” kata Slamet dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan
Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan
oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika,
Kamis (25/6/2026).Slamet menjelaskan, BRIDA Kabupaten Mimika saat ini tengah
mendorong keterbukaan akses terhadap berbagai hasil penelitian, inovasi, dan
kajian daerah agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, mahasiswa,
akademisi, organisasi lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.Menurut dia, selama ini berbagai hasil kajian yang dihasilkan
pemerintah masih tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD),
sehingga belum seluruhnya mudah diakses oleh publik. Karena itu, diperlukan
sistem pengelolaan data riset yang lebih terintegrasi dan terbuka.Ia menilai keterbukaan informasi riset akan memperkuat kualitas
pengambilan keputusan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas
antara pemerintah dan masyarakat.Selain itu, Slamet mengajak perguruan tinggi, mahasiswa,
organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal untuk berperan aktif dalam
membangun ekosistem riset daerah melalui berbagai hasil penelitian, skripsi,
kajian organisasi, maupun riset berbasis komunitas.Menurutnya, hasil-hasil penelitian lokal memiliki nilai strategis
sebagai sumber referensi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperkuat dasar
penyusunan kebijakan pembangunan.“Hasil riset lokal dapat menjadi rujukan bersama, bukan untuk
disalin, tetapi untuk memperkaya referensi dan memperkuat dasar penyusunan
kebijakan,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan riset tidak selalu membutuhkan
anggaran besar. Yang terpenting adalah kemampuan memahami persoalan yang
dihadapi masyarakat, mendengar aspirasi warga, mengolah data yang tersedia,
serta menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.Slamet menilai pembangunan budaya riset harus menjadi tanggung
jawab bersama dan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah ataupun OPD
semata.Karena itu, BRIDA Mimika membuka ruang kolaborasi bagi seluruh
pihak yang memiliki hasil kajian atau penelitian agar dapat dikoordinasikan dan
dikelola secara lebih baik.Ia mengajak para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta organisasi
masyarakat yang memiliki hasil riset untuk berkoordinasi dengan BRIDA sehingga
hasil kajian tersebut dapat terdokumentasi, diakses publik, dan dimanfaatkan
sebagai sumber pengetahuan bersama.Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa riset dan inovasi daerah
harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak
berhenti sebagai dokumen administratif semata.Menurutnya, keberhasilan pembangunan riset daerah diukur dari
sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan
masyarakat serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Di akhir penyampaiannya, ia berharap ekosistem riset yang sedang
dibangun di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang
bermanfaat tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga dapat menjadi contoh
bagi wilayah lain di Tanah Papua.“Ekosistem riset di Mimika diharapkan dapat memberi manfaat bukan
hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain di
Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:31 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang
Papuanewsonline.com, Mimika –
Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki
beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik
dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang
dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport
Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam,
sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai
Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II
dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas
tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya,
pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang
merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir
putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu
sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia
sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian
Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat
makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura,
yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk
bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman
Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman
nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya
yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati
pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak
tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan
Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini
dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya
dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini,
liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki
keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan
yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan
dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman,
dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 16:27 WIT
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik
Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis
Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada
warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya,
Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda,
aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik
Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan
bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan
Papua Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah
instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis
Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses
ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua,"
ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan
pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada
pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh
elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar
warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat
pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan
dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai
pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan
beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat
di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut.
Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada
infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten
Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau
jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini
momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat
dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua
Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik
Editor: GF
25 Jun 2026, 19:16 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji
asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara
Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok
pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,
terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat
pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di
Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total
392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi
oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh
keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan
Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses
penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama
Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana
peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah
petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem
transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang
tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap
pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid
Editor: GF
24 Jun 2026, 18:17 WIT
Tokoh Agama Hindu Mimika Apresiasi Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz
Papuanewsonline.com, Timika – Tokoh Agama Hindu Kabupaten
Mimika, Pinandita I Made Kembardana, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap
kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz. Hal ini disampaikannya di Pura SP 4,
Mimika, pada Minggu (21/6/2026), setelah mengamati langsung maupun melalui
pemberitaan mengenai cara bertugas aparat di lapangan.“Kami menilai pendekatan yang dijalankan sudah sangat baik,
karena mengutamakan dialog, sikap persuasif, dan aspek kemanusiaan. Langkah ini
tepat guna membangun kepercayaan serta menjalin hubungan harmonis dengan
warga,” ujarnya. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap setiap tindakan
yang dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai peraturan hukum yang
berlaku.Sebagai tokoh agama, ia berharap setiap permasalahan di
Papua dapat diselesaikan melalui jalur damai. “Penyelesaian dengan kekerasan tidak akan memberi solusi
jangka panjang, justru berpotensi memunculkan masalah baru. Oleh sebab itu,
pendekatan kemanusiaan harus terus dipertahankan dan dikembangkan,” tegasnya.Pinandita juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga
persatuan dan berhati-hati terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. “Perbedaan latar belakang bukan pemisah, melainkan kekayaan.
Kita semua saudara sebangsa dan setanah air yang harus saling menghormati demi
menjaga kerukunan,” tambahnya. Penulis: Jid
Editor: GF
23 Jun 2026, 03:05 WIT
Johannes Rettob Terima Gelar Kehormatan KRA dari Keraton Surakarta
Papuanewsonline.com, Solo – Prosesi penganugerahan gelar
kehormatan berlangsung khidmat di Sasana Narendra, Keraton Kasunanan Surakarta
Hadiningrat, pada Senin malam (15/6/2026). Dalam acara tersebut, Bupati Mimika
Johannes Rettob resmi dikukuhkan dengan gelar Kanjeng Raden Aryo, sedangkan
istrinya Suzy Susana Herawati Rettob menerima gelar Kanjeng Mas Ayu.Johannes menyampaikan rasa syukur dan kehormatan yang
mendalam. Ia mengapresiasi sikap inklusif pihak keraton yang tidak membatasi
apresiasi hanya bagi tokoh di Pulau Jawa atau pusat pemerintahan, melainkan
juga membuka kesempatan bagi pemimpin dari wilayah Indonesia Timur. “Ini bukti pengakuan yang objektif dan menyatukan seluruh
elemen bangsa,” ujarnya.Menurut Pengageng Sasana Wilapa PB XIV, GKRP Timoer Rumbay
Kusuma Dewayani, penganugerahan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki
kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya dan mendukung eksistensi keraton. Johannes dinilai sangat layak menerima penghargaan berkat
komitmen dan dukungan aktif yang telah diberikan selama ini.Penghargaan ini sekaligus diharapkan menjadi pintu awal
kerja sama strategis ke depan. Pihak keraton berharap dapat menjalin kolaborasi, baik dalam
program bersama maupun pertukaran nilai budaya antara tradisi Jawa dan kekayaan
warisan budaya yang ada di wilayah Mimika dan Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
16 Jun 2026, 14:40 WIT
MTQ Ke-XIII Mimika Resmi Ditutup, Distrik Wania Sabet Juara Umum
Papuanewsonline.com, Timika – Wakil Bupati Mimika, Emanuel
Kemong, secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIII
tingkat Kabupaten Mimika. Penutupan berlangsung di Masjid Baiturrahman,
Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, pada Minggu (14/6/2026). Pada ajang
kali ini, tuan rumah Distrik Wania berhasil keluar sebagai juara umum sekaligus
mencatatkan sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ di daerah tersebut.Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada LPTQ, Kementerian Agama, panitia, dewan hakim,
seluruh peserta, dan pihak pendukung lainnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, melainkan
sarana dakwah, pembinaan generasi Qurani, dan penguat kecintaan umat terhadap
Al-Qur’an. “Bagi yang menang, jadikan prestasi bekal untuk tingkat
lebih tinggi; bagi yang belum, teruslah berlatih dan tetap istiqamah,”
pesannya.Ia juga menilai kegiatan ini membuktikan bahwa keberagaman
yang ada di Mimika justru menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan
kerukunan. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung kegiatan
keagamaan guna membentuk masyarakat yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak
mulia. Semangat yang tumbuh diharapkan dapat diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, lingkungan kerja, maupun
bermasyarakat.Ketua Umum Panitia, Firdaus Amir, menyampaikan hasil
perolehan juara secara lengkap: juara kelima Mimika Timur, keempat Iwaka,
ketiga Kuala Kencana, kedua Mimika Baru, dan juara utama diraih Distrik Wania. Para peserta terbaik akan segera dipersiapkan mengikuti MTQ
tingkat Provinsi Papua Tengah yang digelar sekitar 26 hari ke depan, yang
menjadi yang pertama sejak provinsi ini terbentuk. Penulis: Jid
Editor: GF
15 Jun 2026, 15:46 WIT