logo-website
Kamis, 13 Agu 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Jelang 17 Agustus, Tokoh Adat Papua Serukan Damai Dan Dukung Program Pemerintah Papuanewsonline.com, Papua – Jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, suara dari para tokoh adat di sejumlah wilayah Papua menguat. Mereka mengajak warga menjaga persatuan, keamanan, dan bersama-sama mengawal program pembangunan di Tanah Papua.Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan dan pernyataan terpisah oleh perwakilan Ikatan Lima Suku Besar Mimika dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) di Boven Digoel serta Dogiyai pada 11 Agustus 2026."Jaga Damai, Lawan Hoaks"Ketua Ikatan Lima Suku Besar Kabupaten Mimika, Decky Tenouye, meminta masyarakat menyambut kemerdekaan dengan suasana aman dan tertib.“Seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika perlu menjaga keamanan dan kedamaian. Hari Kemerdekaan harus disambut dengan aman, damai, dan penuh kebersamaan agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik,” ujar Decky.Ia juga mengingatkan warga untuk lebih bijak terhadap informasi di media sosial dan pesan berantai. “Sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi penting untuk menjaga keharmonisan serta mencegah kesalahpahaman,” tambahnya.Perkuat Koordinasi Lintas ElemenSekretaris Umum Ikatan Lima Suku Besar Mimika sekaligus Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak, menekankan pentingnya sinergi. “Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat harus terus ditingkatkan. Agar setiap persoalan bisa diselesaikan baik dan tidak berkembang jadi konflik,” katanya.Senada dengan itu, Kepala Suku Dani, Herminus Kogoya, mendorong generasi muda mengambil peran. Menurutnya pemuda adalah kunci keberlanjutan pembangunan Papua.Dukung Program KesejahteraanDukungan terhadap program pemerintah juga disuarakan. Ketua III Wilayah Awyu LMA Boven Digoel, Esebius Balio*, mengajak warga mendukung inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.“Masyarakat perlu mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan. Agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.Di Dogiyai, Kepala Suku Mee Kampung Duntek, Isak Tebai, mengapresiasi program-program pemerintah yang sudah berjalan dan berharap cakupannya terus diperluas.Momentum Kemerdekaan untuk KebersamaanPara tokoh adat sepakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat ikatan persaudaraan.“HUT ke-81 ini harus kita jadikan penguat kebersamaan. Mari jaga Papua tetap aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai NKRI,” tutup pernyataan kolektif mereka.Penulis: HendrikEditor: OF 12 Agu 2026, 22:14 WIT
Pemuda Papua Tegaskan Siap Jadi Penggerak Pembangunan Menyambut HUT 81 RI Papuanewsonline.com, Papua – Semangat kemerdekaan ke-81 RI di Papua diisi dengan langkah konkret. Generasi muda di Kepulauan Yapen menyatakan kesiapan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.Pernyataan itu menguat saat DPD Barisan Merah Putih (BMP) RI Provinsi Papua melantik pengurus DPC BMP RI Kabupaten Kepulauan Yapen periode 2026–2031 di Auditorium RRI Serui.Ketua DPD BMP RI Papua, Yeri Stenli Hamadi, menekankan pemuda tidak boleh hanya jadi penonton pembangunan.“Estafet kepemimpinan ada di pundak kami. Sudah waktunya energi anak muda disalurkan untuk berkarya, berprestasi, dan memberi dampak langsung ke masyarakat,” tegas Yeri.Ia menilai kemerdekaan bukan hanya soal upacara. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata mendukung program pemerintah dan merawat kerukunan.“Papua adalah bagian dari Indonesia. Kalau Papua maju, maka Indonesia juga maju. Pemuda harus jadi motor perubahan untuk kesejahteraan,” tambahnya.Ketua DPC BMP RI Yapen, Yehut Atururi, menyebut pelantikan ini sebagai titik awal pengabdian.“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat. Tujuannya satu: memajukan Kepulauan Yapen,” ujar Yehut.Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palungan. Ia mendorong BMP RI menjadi mitra strategis pemda.“Cinta tanah air dan komitmen ke NKRI harus dibuktikan lewat aksi. Jadikan kebersamaan sebagai modal utama membangun Yapen yang adil dan sejahtera,” kata Roi.Menjelang 17 Agustus, Yeri menutup dengan ajakan kepada seluruh anak muda Papua.“Rawat persatuan, jaga kebersamaan. Mari isi kemerdekaan dengan hal positif demi Papua yang lebih baik dan Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.Penulis: HendrikEditor: OF 12 Agu 2026, 22:08 WIT
Jalan Penghubung Papua Selatan Ditargetkan Selesai Akhir Tahun, Progres Capai Lebih dari 50 Persen Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan, yang ditargetkan sepenuhnya rampung pada akhir tahun 2026. Ruas jalan yang dikerjakan membentang dari Simpang Kuprik–Kampung SP9–SP3 Salor, menjadi penghubung utama Kabupaten Merauke menuju pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas, memangkas biaya logistik, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan daerah baru harus didukung oleh prasarana yang memadai. “Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/8/2026). Jalan ini dibagi menjadi dua paket pekerjaan yang dikerjakan bersamaan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.Paket pertama sepanjang 5 kilometer kini telah mencapai progres fisik 56,13 persen. Sementara paket kedua sepanjang 6,8 kilometer tercatat 50,42 persen. Kementerian PU terus melakukan pengawasan ketat serta pengendalian mutu agar setiap tahapan memenuhi standar dan target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Serah terima pertama untuk kedua paket direncanakan pada 31 Desember 2026.Manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa kelancaran perjalanan semata.Jalan yang baik akan memperkuat keterhubungan antarwilayah, membuka peluang ekonomi baru, mempermudah distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pemerataan pembangunan di bagian selatan Papua. Akses yang terbuka juga memungkinkan masyarakat lebih mudah menjangkau pelayanan publik dan membawa hasil bumi ke pasar dengan biaya yang lebih terjangkau.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:28 WIT
MIND ID: Emas Tersebar Merata dari Aceh hingga Papua, Perlu Tata Kelola Menyeluruh demi Kemanfaatan Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktur Utama Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyoroti potensi emas di Indonesia yang tersebar sangat luas di seluruh penjuru negeri, berbeda dengan komoditas mineral lainnya. Dalam acara Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026), ia menyampaikan bahwa emas berpotensi menjadi aset strategis nasional yang memperkuat cadangan devisa negara, sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengelolaannya.“Timah hanya ada di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, nikel di Sulawesi hingga Maluku. Namun emas, jika kita lihat dari Aceh sampai Papua, di seluruh tanah kita terdapat emas,” jelas Maroef. Persebaran yang merata ini membuat sumber daya emas lebih sulit dikendalikan dibandingkan mineral lain. Emas bahkan dapat ditemukan dengan relatif mudah di wilayah seperti Kalimantan Utara maupun Pulau Jawa, sehingga pengawasan dan pengelolaannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.Maroef menegaskan perlunya perumusan langkah perbaikan yang komprehensif dan lintas institusi, mencakup tata kelola dari hulu hingga ke hilir. Hal ini penting agar kekayaan alam benar-benar terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan bangsa serta diwariskan kepada generasi mendatang. Tanpa sistem yang baik, potensi besar ini tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi negara.Lebih jauh, ia juga menyoroti bahwa kekayaan mineral Indonesia selama ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain, termasuk BUMN atau badan usaha milik negara lain yang memiliki kemampuan teknologi lebih maju. Sementara BUMN pertambangan dalam negeri belum sepenuhnya mampu mengolah dan memanfaatkan kekayaan tersebut secara setara. “Bisa ditelusuri dengan jelas, namun yang memiliki teknologi hebat dan memanfaatkannya secara optimal justru bukan BUMN kita,” ungkapnya.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:26 WIT
Polda Papua Bagikan 300 Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Persatuan Menyambut HUT ke-81 RI Papuanewsonline.com, Jayapura – Menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Papua menggelar pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolda Papua Lama, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 300 lembar bendera diserahkan langsung kepada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Kegiatan ini dipimpin Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., didampingi Duta Humas serta personel Polda Papua.Kombes Cahyo menyampaikan bahwa pembagian ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menyambut HUT ke-81 dengan penuh semangat, salah satunya dengan memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah, kendaraan, tempat usaha, maupun lingkungan masing-masing,” ujarnya. Duta Humas juga menyampaikan pesan serupa melalui siaran langsung agar semangat kebangsaan semakin merata.Ia menegaskan semangat kemerdekaan adalah milik seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang. Momentum ini diharapkan mempererat persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua. “Merah Putih adalah simbol persatuan kita. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin mengajak masyarakat menunjukkan rasa cinta tanah air sekaligus menjaga persatuan dan keamanan di Papua,” tambahnya hangat.Masyarakat juga diimbau mengisi hari kemerdekaan dengan hal-hal positif serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Semangat menyambut kemerdekaan tidak hanya terlihat dari bendera yang berkibar, tetapi juga nyata dalam sikap saling menghargai, menumbuhkan toleransi, dan bersama-sama menciptakan Papua yang aman, damai, dan kondusif bagi semua orang yang tinggal di dalamnya.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:23 WIT
Ahmad Doli Kurnia: RUU Masyarakat Adat Harus Melindungi Hak Ulayat dan Selaras dengan UU Otsus Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Jayapura, Papua, pada Senin (10/8/2026), guna menyerap pandangan masyarakat terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Dialog ini melibatkan pemerintah daerah, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Barat Daya, tokoh masyarakat adat, hingga perguruan tinggi, agar kebutuhan dan aspirasi langsung dari sumbernya dapat tertampung dalam draf undang-undang.Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia menyampaikan apresiasi atas kekayaan pandangan yang disampaikan. Menurutnya, perspektif dari berbagai pihak di daerah memberikan wawasan baru yang sangat berharga, sehingga RUU ini nantinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat adat secara menyeluruh dan tidak sekadar tertulis di atas kertas. Setiap catatan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan mendalam di tingkat pusat.Doli menekankan pentingnya menyusun aturan ini secara selaras dengan kerangka hukum yang sudah ada, khususnya Undang-Undang Otonomi Khusus serta Undang-Undang Cipta Kerja. Sinkronisasi ini diperlukan agar tidak terjadi pertentangan aturan yang justru menimbulkan kesulitan baru saat diterapkan di lapangan. “Kita harus memastikan undang-undang ini berjalan seiring dengan peraturan lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tanpa hambatan,” jelasnya.Selain itu, Baleg juga menyoroti persoalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Papua Barat Daya yang hingga kini belum terselesaikan, padahal sudah berjalan tiga tahun. Hal ini akan disampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, agar segera dituntaskan. Pengalaman serta rancangan peraturan daerah yang sedang dibahas di DPR Papua Barat Daya juga akan dijadikan referensi yang memperkaya materi RUU ini.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:20 WIT
Pilihan Redaksi
Jelang 17 Agustus, Tokoh Adat Papua Serukan Damai Dan Dukung Program Pemerintah Papuanewsonline.com, Papua – Jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, suara dari para tokoh adat di sejumlah wilayah Papua menguat. Mereka mengajak warga menjaga persatuan, keamanan, dan bersama-sama mengawal program pembangunan di Tanah Papua.Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan dan pernyataan terpisah oleh perwakilan Ikatan Lima Suku Besar Mimika dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) di Boven Digoel serta Dogiyai pada 11 Agustus 2026."Jaga Damai, Lawan Hoaks"Ketua Ikatan Lima Suku Besar Kabupaten Mimika, Decky Tenouye, meminta masyarakat menyambut kemerdekaan dengan suasana aman dan tertib.“Seluruh masyarakat di Kabupaten Mimika perlu menjaga keamanan dan kedamaian. Hari Kemerdekaan harus disambut dengan aman, damai, dan penuh kebersamaan agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan baik,” ujar Decky.Ia juga mengingatkan warga untuk lebih bijak terhadap informasi di media sosial dan pesan berantai. “Sikap kritis dan tidak mudah terprovokasi penting untuk menjaga keharmonisan serta mencegah kesalahpahaman,” tambahnya.Perkuat Koordinasi Lintas ElemenSekretaris Umum Ikatan Lima Suku Besar Mimika sekaligus Kepala Suku Nduga, Elipanus Wesareak, menekankan pentingnya sinergi. “Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat harus terus ditingkatkan. Agar setiap persoalan bisa diselesaikan baik dan tidak berkembang jadi konflik,” katanya.Senada dengan itu, Kepala Suku Dani, Herminus Kogoya, mendorong generasi muda mengambil peran. Menurutnya pemuda adalah kunci keberlanjutan pembangunan Papua.Dukung Program KesejahteraanDukungan terhadap program pemerintah juga disuarakan. Ketua III Wilayah Awyu LMA Boven Digoel, Esebius Balio*, mengajak warga mendukung inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.“Masyarakat perlu mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan. Agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.Di Dogiyai, Kepala Suku Mee Kampung Duntek, Isak Tebai, mengapresiasi program-program pemerintah yang sudah berjalan dan berharap cakupannya terus diperluas.Momentum Kemerdekaan untuk KebersamaanPara tokoh adat sepakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat ikatan persaudaraan.“HUT ke-81 ini harus kita jadikan penguat kebersamaan. Mari jaga Papua tetap aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai NKRI,” tutup pernyataan kolektif mereka.Penulis: HendrikEditor: OF 12 Agu 2026, 22:14 WIT
Pemuda Papua Tegaskan Siap Jadi Penggerak Pembangunan Menyambut HUT 81 RI Papuanewsonline.com, Papua – Semangat kemerdekaan ke-81 RI di Papua diisi dengan langkah konkret. Generasi muda di Kepulauan Yapen menyatakan kesiapan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.Pernyataan itu menguat saat DPD Barisan Merah Putih (BMP) RI Provinsi Papua melantik pengurus DPC BMP RI Kabupaten Kepulauan Yapen periode 2026–2031 di Auditorium RRI Serui.Ketua DPD BMP RI Papua, Yeri Stenli Hamadi, menekankan pemuda tidak boleh hanya jadi penonton pembangunan.“Estafet kepemimpinan ada di pundak kami. Sudah waktunya energi anak muda disalurkan untuk berkarya, berprestasi, dan memberi dampak langsung ke masyarakat,” tegas Yeri.Ia menilai kemerdekaan bukan hanya soal upacara. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata mendukung program pemerintah dan merawat kerukunan.“Papua adalah bagian dari Indonesia. Kalau Papua maju, maka Indonesia juga maju. Pemuda harus jadi motor perubahan untuk kesejahteraan,” tambahnya.Ketua DPC BMP RI Yapen, Yehut Atururi, menyebut pelantikan ini sebagai titik awal pengabdian.“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat. Tujuannya satu: memajukan Kepulauan Yapen,” ujar Yehut.Hal senada disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palungan. Ia mendorong BMP RI menjadi mitra strategis pemda.“Cinta tanah air dan komitmen ke NKRI harus dibuktikan lewat aksi. Jadikan kebersamaan sebagai modal utama membangun Yapen yang adil dan sejahtera,” kata Roi.Menjelang 17 Agustus, Yeri menutup dengan ajakan kepada seluruh anak muda Papua.“Rawat persatuan, jaga kebersamaan. Mari isi kemerdekaan dengan hal positif demi Papua yang lebih baik dan Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.Penulis: HendrikEditor: OF 12 Agu 2026, 22:08 WIT
Jalan Penghubung Papua Selatan Ditargetkan Selesai Akhir Tahun, Progres Capai Lebih dari 50 Persen Papuanewsonline.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan, yang ditargetkan sepenuhnya rampung pada akhir tahun 2026. Ruas jalan yang dikerjakan membentang dari Simpang Kuprik–Kampung SP9–SP3 Salor, menjadi penghubung utama Kabupaten Merauke menuju pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas, memangkas biaya logistik, serta membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan daerah baru harus didukung oleh prasarana yang memadai. “Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (12/8/2026). Jalan ini dibagi menjadi dua paket pekerjaan yang dikerjakan bersamaan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.Paket pertama sepanjang 5 kilometer kini telah mencapai progres fisik 56,13 persen. Sementara paket kedua sepanjang 6,8 kilometer tercatat 50,42 persen. Kementerian PU terus melakukan pengawasan ketat serta pengendalian mutu agar setiap tahapan memenuhi standar dan target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu. Serah terima pertama untuk kedua paket direncanakan pada 31 Desember 2026.Manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa kelancaran perjalanan semata.Jalan yang baik akan memperkuat keterhubungan antarwilayah, membuka peluang ekonomi baru, mempermudah distribusi barang dan jasa, serta mempercepat pemerataan pembangunan di bagian selatan Papua. Akses yang terbuka juga memungkinkan masyarakat lebih mudah menjangkau pelayanan publik dan membawa hasil bumi ke pasar dengan biaya yang lebih terjangkau.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:28 WIT
MIND ID: Emas Tersebar Merata dari Aceh hingga Papua, Perlu Tata Kelola Menyeluruh demi Kemanfaatan Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktur Utama Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyoroti potensi emas di Indonesia yang tersebar sangat luas di seluruh penjuru negeri, berbeda dengan komoditas mineral lainnya. Dalam acara Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026), ia menyampaikan bahwa emas berpotensi menjadi aset strategis nasional yang memperkuat cadangan devisa negara, sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengelolaannya.“Timah hanya ada di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, nikel di Sulawesi hingga Maluku. Namun emas, jika kita lihat dari Aceh sampai Papua, di seluruh tanah kita terdapat emas,” jelas Maroef. Persebaran yang merata ini membuat sumber daya emas lebih sulit dikendalikan dibandingkan mineral lain. Emas bahkan dapat ditemukan dengan relatif mudah di wilayah seperti Kalimantan Utara maupun Pulau Jawa, sehingga pengawasan dan pengelolaannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu.Maroef menegaskan perlunya perumusan langkah perbaikan yang komprehensif dan lintas institusi, mencakup tata kelola dari hulu hingga ke hilir. Hal ini penting agar kekayaan alam benar-benar terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan bangsa serta diwariskan kepada generasi mendatang. Tanpa sistem yang baik, potensi besar ini tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi negara.Lebih jauh, ia juga menyoroti bahwa kekayaan mineral Indonesia selama ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak lain, termasuk BUMN atau badan usaha milik negara lain yang memiliki kemampuan teknologi lebih maju. Sementara BUMN pertambangan dalam negeri belum sepenuhnya mampu mengolah dan memanfaatkan kekayaan tersebut secara setara. “Bisa ditelusuri dengan jelas, namun yang memiliki teknologi hebat dan memanfaatkannya secara optimal justru bukan BUMN kita,” ungkapnya.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:26 WIT
Polda Papua Bagikan 300 Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Persatuan Menyambut HUT ke-81 RI Papuanewsonline.com, Jayapura – Menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Papua menggelar pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolda Papua Lama, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 300 lembar bendera diserahkan langsung kepada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Kegiatan ini dipimpin Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., didampingi Duta Humas serta personel Polda Papua.Kombes Cahyo menyampaikan bahwa pembagian ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menyambut HUT ke-81 dengan penuh semangat, salah satunya dengan memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah, kendaraan, tempat usaha, maupun lingkungan masing-masing,” ujarnya. Duta Humas juga menyampaikan pesan serupa melalui siaran langsung agar semangat kebangsaan semakin merata.Ia menegaskan semangat kemerdekaan adalah milik seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang. Momentum ini diharapkan mempererat persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua. “Merah Putih adalah simbol persatuan kita. Melalui kegiatan sederhana ini, kami ingin mengajak masyarakat menunjukkan rasa cinta tanah air sekaligus menjaga persatuan dan keamanan di Papua,” tambahnya hangat.Masyarakat juga diimbau mengisi hari kemerdekaan dengan hal-hal positif serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Semangat menyambut kemerdekaan tidak hanya terlihat dari bendera yang berkibar, tetapi juga nyata dalam sikap saling menghargai, menumbuhkan toleransi, dan bersama-sama menciptakan Papua yang aman, damai, dan kondusif bagi semua orang yang tinggal di dalamnya.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:23 WIT
Ahmad Doli Kurnia: RUU Masyarakat Adat Harus Melindungi Hak Ulayat dan Selaras dengan UU Otsus Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Tim Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Jayapura, Papua, pada Senin (10/8/2026), guna menyerap pandangan masyarakat terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Masyarakat Adat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Dialog ini melibatkan pemerintah daerah, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Barat Daya, tokoh masyarakat adat, hingga perguruan tinggi, agar kebutuhan dan aspirasi langsung dari sumbernya dapat tertampung dalam draf undang-undang.Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia menyampaikan apresiasi atas kekayaan pandangan yang disampaikan. Menurutnya, perspektif dari berbagai pihak di daerah memberikan wawasan baru yang sangat berharga, sehingga RUU ini nantinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat adat secara menyeluruh dan tidak sekadar tertulis di atas kertas. Setiap catatan yang masuk akan menjadi bahan pertimbangan mendalam di tingkat pusat.Doli menekankan pentingnya menyusun aturan ini secara selaras dengan kerangka hukum yang sudah ada, khususnya Undang-Undang Otonomi Khusus serta Undang-Undang Cipta Kerja. Sinkronisasi ini diperlukan agar tidak terjadi pertentangan aturan yang justru menimbulkan kesulitan baru saat diterapkan di lapangan. “Kita harus memastikan undang-undang ini berjalan seiring dengan peraturan lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan tanpa hambatan,” jelasnya.Selain itu, Baleg juga menyoroti persoalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Papua Barat Daya yang hingga kini belum terselesaikan, padahal sudah berjalan tiga tahun. Hal ini akan disampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, agar segera dituntaskan. Pengalaman serta rancangan peraturan daerah yang sedang dibahas di DPR Papua Barat Daya juga akan dijadikan referensi yang memperkaya materi RUU ini.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:20 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua: Pendidikan Jembatan Masa Depan yang Lebih Cerah Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyambut hangat kedatangan 65 pelajar asal berbagai wilayah pedalaman dan pegunungan Papua yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Mereka menempuh perjalanan laut selama tujuh hari dari Jayapura sebelum melanjutkan pendidikan di Tangerang, Banten. Mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Ribka menyampaikan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka jalan bagi kesempatan berharga ini.Para pelajar berasal dari sejumlah daerah, antara lain Nalca, Korupun, Danowage, Daboto, Mokndoma, Waisai, Sentani, dan Tarup, terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 10. Dalam perjalanan tersebut, mereka didampingi oleh 32 orang, meliputi rohaniawan, guru, dokter, perawat, serta tenaga medis. Langkah ini merupakan bagian dari program Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) yang didampingi sejak jenjang SMP, termasuk penyediaan asrama, hingga dukungan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.“Saya sudah mengikuti perkembangan program ini sejak 2023. Begitu direkrut dari SMP, difasilitasi asrama, semuanya, hingga dibantu sampai ke perguruan tinggi. Ini pekerjaan yang luar biasa,” ujar Ribka. Ia menegaskan bahwa membawa anak-anak dari wilayah yang sulit dijangkau bukanlah hal mudah, melainkan sebuah perjuangan menembus batas. “Atas nama seluruh masyarakat di Papua, saya ucapkan terima kasih. Ini tidak gampang,” tambahnya tulus.Kepada para pelajar, Ribka berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan belajar dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru di Tangerang. “Ibu harap kalian belajar baik-baik di sini. Kebiasaan yang kurang baik di sana, tinggalkan. Bawa semangat baru, ilmu yang bermanfaat, dan harapan yang tinggi,” ungkapnya. Para siswa nantinya akan menempuh pendidikan di SLH Gunung Moria, Tangerang.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 21:00 WIT
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Kesempatan Bagi Lulusan Perguruan Tinggi Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional tahun 2026, yang menyediakan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperkuat keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja. Pembukaan dilakukan di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meningkat dari 100 ribu peserta pada tahun 2025 menjadi 150 ribu peserta tahun ini.Penyaluran peserta dilakukan secara bertahap: 50 ribu orang pada tahap pertama yang mulai dibuka hari ini, disusul 50 ribu pada bulan berikutnya, dan 50 ribu lagi pada bulan selanjutnya. Para peserta akan menjalani magang selama enam bulan dan menerima uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota di tempat penempatan. Dari capaian tahun lalu, sekitar 30 hingga 40 persen peserta langsung diangkat menjadi karyawan setelah menyelesaikan program.“Faktanya, hampir 40 persen peserta tahun lalu langsung bekerja. Itu menunjukkan kualitas rekrutmen dan pembinaan berjalan baik,” ujar Seskab Teddy. Salah satu peserta yang ditempatkan di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,5 hingga Rp5,7 juta per bulan. Program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas, sebagai wujud pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bekal kerja, melainkan juga bagian dari stimulus ekonomi. Uang saku yang diterima peserta turut meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu industri memperoleh tenaga kerja yang terlatih. Pemerintah juga terus membuka ruang evaluasi dan menerima masukan dari peserta agar pelaksanaan ke depan semakin baik.Ferdian, salah satu peserta dari Universitas Brawijaya yang ditempatkan di PT Telkom Indonesia, menyambut gembira kesempatan ini dan berharap dapat berkarier secara tetap di perusahaan tersebut.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 20:46 WIT
KKN UPGRIS Ajak Siswa MTs Ibrohimiyyah Seimbangkan Dunia Digital dan Dunia Nyata Papuanewsonline.com, Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Desa Brumbung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar kegiatan sosialisasi mengenai cara bijak dalam menggunakan gawai bagi 30 siswa kelas 7B di MTs Ibrohimiyyah, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Senin, 10/08/2026. Kegiatan bidang pendidikan ini sengaja dipilih karena maraknya penggunaan gawai di kalangan remaja yang sering kali berlebihan sehingga mengganggu kesehatan, menurunkan konsentrasi belajar, hingga membuat anak malas bergerak. Guna mengantisipasi dampak negatif tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memaparkan materi interaktif mulai dari pengenalan fungsi gawai, ciri-ciri ketergantungan gawai, hingga perbandingan penting antara keseruan dunia layar dan keindahan interaksi di dunia nyata. Proses pembelajarannya sendiri dibagi ke dalam tiga tahap. Pertama, mahasiswa memberikan penjelasan dasar mengenai batasan waktu hiburan maksimal 1 hingga 2 jam sehari. Kedua, mereka mengenalkan aturan praktis "20-20-20", yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki setelah 20 menit menatap layar HP. Terakhir, para siswa diajak berkomitmen untuk selalu mendahulukan tugas sekolah serta meminta izin orang tua sebelum membuka gawai mereka. Inovasi metode pembelajaran ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan nilai positif dari pihak madrasah karena dinilai memberikan panduan penggunaan teknologi yang sangat dibutuhkan siswa di era modern. "Tanggapan kami mengenai materi sosialisasi penggunaan gawai secara bijak yang dibawakan oleh adik-adik KKN hari ini sangat bagus dan sangat relevan dengan tantangan anak zaman sekarang. Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa bisa lebih disiplin membagi waktu antara belajar, beribadah, dan tidak melulu ketergantungan pada layar HP," kata Bapak Muhamad Zubaidi selaku Kepala Sekolah MTs Ibrohimiyyah. Keceriaan yang sama juga diungkapkan langsung oleh salah satu siswi yang merasa senang bisa mendapatkan tips menjaga kesehatan mata dari para mahasiswa secara santai. "Seneng banget hari ini. Yang paling aku ingat dari materinya itu kita jangan keseringan main HP, soalnya nanti bisa bikin mata capek. Makasih buat kakak-kakak KKN yang udah nemenin kita di kelas 7B hari ini," cerita Winda Ayu Maulidya, siswi kelas 7B MTs Ibrohimiyyah. Melalui sosialisasi ini, dampak positifnya langsung terlihat dari suasana kelas yang menjadi lebih hidup dan interaktif saat para siswa diajak bercerita tentang kebiasaan mereka sehari-hari. Manfaat nyata dari kegiatan ini adalah memberikan panduan praktis yang mudah dipahami, seperti tips menjaga kesehatan mata, sehingga para siswa punya bekal untuk mulai membatasi waktu layar secara mandiri demi mendukung kelancaran aktivitas belajar mereka. (Red) 12 Agu 2026, 19:49 WIT
Wamenko Otto Hasibuan Terima Audiensi BEM FH Undip, Bahas Reformasi Polri dan Perubahan Kultur Papuanewsonline.com, Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (BEM FH Undip), Senin (10/8/2026), di Ruang Rapat Wamenko Kumham Imipas, Gedung Trinity, Kuningan, Jakarta. Pertemuan ini membahas kajian mahasiswa terkait reformasi Kepolisian Republik Indonesia, termasuk pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian, dengan didampingi Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Isu Strategis, Karjono.Ketua BEM FH Undip, Ilman Nurfathan, beserta jajarannya menyampaikan sejumlah pandangan mengenai arah reformasi kepolisian. Salah satu sorotan utama adalah adanya kecenderungan pergeseran pendekatan Polri dari paradigma preventif menuju pendekatan yang dinilai semakin represif. Selain itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya menjaga supremasi sipil serta memastikan proses regenerasi di tubuh kepolisian berjalan sesuai prinsip demokrasi dan negara hukum.Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Otto Hasibuan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian mahasiswa terhadap isu hukum dan reformasi institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa masukan dari kalangan akademisi dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan publik. “Saya menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan BEM FH Undip yang sudah memberikan perhatian. Bernegara ternyata tidak mudah,” ujar Otto, yang juga mengingatkan tim reformasi Polri untuk senantiasa terbuka terhadap pandangan kritis.Lebih jauh, Otto menjelaskan bahwa reformasi kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penyempurnaan peraturan maupun struktur organisasi, melainkan juga menyangkut perubahan budaya dan cara pandang di dalamnya. Perubahan kultur ini dinilai jauh lebih kompleks dan membutuhkan waktu serta konsistensi. “Bagaimana nilai-nilai perubahan ini bisa ditegakkan dan dilaksanakan secara konsisten, terus-menerus? Itulah tantangan terbesarnya,” tegasnya.Pemerintah menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dan akan mengkoordinasikannya dengan kementerian serta lembaga terkait untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan.Penulis: JidEditor: OF 12 Agu 2026, 19:11 WIT
Pemkab Boven Digoel Ingatkan Bahaya KBGO, Dorong Remaja Bijak di Ruang Digital Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel mendorong anak dan remaja untuk cerdas dan beretika dalam bermedia digital di tengah maraknya ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online KBGO.Peringatan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Boven Digoel, Fabiasnus Sabi, S.Sos., MM saat membuka kegiatan Literasi Digital bertema "Kekerasan Berbasis Gender Online" dalam rangka Hari Remaja Internasional, di Boven Digoel, Rabu, 12 Agustus 2026.Fabiasnus yang mewakili Bupati Boven Digoel mengapresiasi Lembaga Advokasi Peduli Perempuan Kabupaten Merauke, We Speak Up, dan Tim Literasi Digital Fokus Anak Boven Digoel sebagai penyelenggara kegiatan.Manfaat Besar, Risiko NyataMenurut Fabiasnus, digitalisasi memberi manfaat signifikan bagi pelajar: mendukung proses belajar, memperluas komunikasi, hingga membuka akses informasi dan ruang kreativitas.Namun, di balik itu, risiko kekerasan digital mengintai anak dan remaja."Kekerasan berbasis gender online dapat menimpa anak dan remaja dalam berbagai bentuk, seperti pelecehan melalui media sosial, penghinaan, ancaman, penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan, pemerasan seksual, perundungan siber hingga berbagai bentuk eksploitasi di ruang digital," ujar Fabiasnus.Ia menegaskan, dampak KBGO kerap tidak kasat mata, tetapi merusak rasa aman, kepercayaan diri, pendidikan, relasi sosial, hingga masa depan korban.Ruang Digital Bukan Ruang Tanpa Tanggung JawabFabiasnus menekankan, aktivitas di dunia maya adalah bagian dari kehidupan nyata yang memiliki konsekuensi hukum dan sosial.Kepada peserta, ia berpesan agar tidak sekadar mahir mengoperasikan gawai, tetapi menjadi pengguna yang bijak, aman, kritis, dan beretika."Jangan takut untuk mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di ruang digital. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal melalui internet. Jagalah data pribadi dan informasi yang bersifat sensitif serta pikirkan baik-baik sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu," tegasnya.Ia meminta korban atau saksi KBGO untuk tidak diam dan segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, guru, orang tua, pendamping, atau aparat berwenang."Meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Meminta bantuan adalah bentuk keberanian untuk melindungi diri," katanya.Seruan untuk Orang Tua dan Pemangku KepentinganFabiasnus juga meminta orang tua tidak hanya melarang penggunaan gawai, melainkan aktif mendampingi dan membangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita.Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diminta bersinergi membangun ekosistem digital yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak."Anak dan remaja bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi generasi penerus sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah dan bangsa," ujarnya.Peringatan Hari Remaja Internasional, kata dia, harus menjadi momentum memastikan anak dan remaja Boven Digoel tumbuh aman di dunia nyata maupun digital, mendapat pendidikan berkualitas, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi."Jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi dan membangun masa depan yang lebih baik," pungkas Fabiasnus.Penulis: MuhtarEditor: OF 12 Agu 2026, 19:06 WIT
Polri dan Kemenkeu Kolaborasi Persiapkan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280 Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang. PNO-12 12 Agu 2026, 14:20 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hijrah, Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan penegakan hukum, tetapi juga dengan memperkuat komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan publik.Pesan tersebut tercermin dalam langkah Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah Keliling sekaligus silaturahmi bersama masyarakat di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026).Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.45 WIT tersebut diikuti Dirlantas Polda Maluku, Ps. Kanit Standar Tindak dan Cegah Subdit Kamsel Ditlantas Polda Maluku, sejumlah personel Ditlantas Polda Maluku, Imam Masjid Al-Hijrah serta para jamaah.Sholat Subuh berjamaah berlangsung khidmat. Setelah ibadah, Kapolda Maluku tidak langsung meninggalkan masjid, tetapi melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan berdialog bersama Imam Masjid serta para jamaah.Interaksi langsung tersebut menjadi ruang bagi Kapolda untuk mendengar sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun secara langsung dan berkelanjutan.“Keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun hanya oleh Polri. Kita membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan kepercayaan dari seluruh masyarakat. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk mendengar langsung apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Dadang, masjid dan tempat-tempat ibadah memiliki peran penting dalam membangun nilai kebersamaan, kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat.Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Polri harus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang humanis dan menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri,katanya.Kapolda menegaskan, pendekatan kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar tercipta hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian dengan warga.“Kami ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Kalau komunikasi berjalan baik, persoalan-persoalan di tengah masyarakat dapat kita deteksi dan selesaikan bersama lebih awal. Ini adalah bagian dari upaya menjaga Maluku tetap aman, damai dan kondusif,” tegasnya.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat kemitraan dengan tokoh agama dan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, kegiatan Kapolda Maluku bersama masyarakat melalui sholat berjamaah dan silaturahmi menunjukkan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Kehadiran Kapolda di tengah masyarakat melalui kegiatan sholat Subuh berjamaah dan silaturahmi merupakan bentuk nyata pendekatan Polri yang humanis. Polri tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga hadir untuk membangun komunikasi, mendengar masyarakat dan memperkuat kebersamaan,” ujar Rositah.Menurutnya, hubungan yang kuat antara Polri dengan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.“Keamanan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga harus terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.Rositah menambahkan, Polda Maluku akan terus mendorong jajaran kepolisian untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.“Semangatnya adalah membangun polisi yang semakin dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat merasa didengar, dihargai dan dilibatkan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Dari kepercayaan itulah kemitraan dalam menjaga keamanan dapat tumbuh,” katanya.Bagi Polda Maluku, silaturahmi bersama masyarakat menjadi bagian dari strategi membangun keamanan yang tidak hanya bertumpu pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pencegahan, komunikasi publik, penguatan nilai kebersamaan dan partisipasi masyarakat.Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki keragaman masyarakat, budaya dan komunitas sosial. Dalam konteks tersebut, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.Melalui kegiatan Sholat Subuh Berjamaah Keliling, Polda Maluku ingin memastikan bahwa kehadiran Polri tidak berjarak dengan masyarakat.Polri hadir untuk mendengar, melayani dan membangun kepercayaan karena keamanan yang kuat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat.Kegiatan berakhir sekitar pukul 05.35 WIT dan berlangsung aman, tertib serta kondusif. PNO-12 12 Agu 2026, 14:31 WIT
Panglima Jilah Sowan Ke Solo: Dalam Waktu Dekat 20 Ribu Warga Dayak Akan Jemput Jokowi Papuanewsonline.com, Solo – Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah membeberkan agenda sowan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo Senin 10 Agustus 2026.Kedatangannya untuk mengundang langsung Jokowi menghadiri Rapat Besar Suku Dayak yang akan digelar  dalam bulan ini Agustus 2026."Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang dan hadiri acara adat budaya di bulan ini" ucap Panglima Jilah usai pertemuan.Panglima Jilah menyebut acara rapat besar tersebut direncanakan sebagai pertemuan akbar masyarakat adat Dayak dari seluruh Kalimantan.Panglima Jilah mengakui bahwa Jokowi masih memiliki banyak pendukung di Kalimantan  sehingga kehadirannya akan disambut antusias."Banyak penggemar beliau di kalimantan. Sekitar 20 ribu warga Dayak siap sambut beliau," ucap panglima Jilah.  Sementara itu Diketahui Jokowi akan hadiri Rapat Besar suku dayak dan Film KolosalYang akan turut dihadiri Jokowi sekaligus berperan penting dalam  film kolosal Dayak nantinya.  "Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya," ujar Panglima Jilah.Film tersebut dikonsep mengisahkan kolaborasi Dayak dengan Jawa di era Majapahit, dengan Jokowi ditawari sebagai pemeran utama.  Menurut Panglima Jilah, respons Jokowi terhadap kedua undangan — film dan rapat besar  — positif dan membahas isu kebangsaan.  Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Jokowi terkait kehadiran pada Rapat Besar Suku Dayak.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 22:39 WIT
Sang Merah Putih Terbesar Berkibar Di Gunung Cycloop, Ribuan Warga Papua Serukan Persatuan Papuanewsonline.com, Jayapura — Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan Gunung Cycloop, Kabupaten Jayapura, Papua, saat sekitar 1.200 prajurit TNI, Polri, pelajar, pemerintah daerah, dan masyarakat mengikuti Kirab serta Pembentangan Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Kegiatan yang berlangsung di Kampung Ifar Gunung, Distrik Sentani, tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Operasi TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di Tanah Papua.Pangkoops TNI Habema hadir bersama Dansatgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan Dansatgas Banmin Brigjen TNI Zamril Philiang. Kegiatan juga melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Jayapura, pelajar, serta masyarakat setempat.Kehadiran para peserta disambut Tari Yop yang dibawakan Sanggar Tari SMKS YPKP Sentani binaan Satgas Teritorial. Tarian khas Papua tersebut menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan keterlibatan generasi muda dan masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.Setelah itu, Pangkoops TNI Habema secara resmi melepas Kirab Merah Putih yang diiringi penampilan Grup Drumband SMKS YPKP Sentani. Para peserta kemudian berjalan menyusuri jalur kirab sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih.Ribuan peserta dari berbagai unsur berjalan dalam satu barisan membawa semangat persatuan. Keterlibatan prajurit, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat menjadi gambaran kolaborasi berbagai elemen dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia.Sesampainya di kawasan Bukit Paralayang Rindam XVII/Cenderawasih, peserta menyaksikan pembentangan Sang Merah Putih berukuran sekitar 120 meter x 80 meter di kawasan Gunung Cycloop. Bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di tengah panorama pegunungan Papua.Penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih kemudian dilakukan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebanggaan dan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan serta pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, Kirab dan Pembentangan Bendera Merah Putih merupakan wujud penguatan nasionalisme sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat.Menurutnya, berkibarnya Merah Putih di kawasan Gunung Cycloop membawa pesan bahwa semangat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terus dijaga dari Tanah Papua.Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena generasi muda merupakan bagian dari penerus perjuangan bangsa. Mereka diharapkan terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air.Rangkaian kegiatan mulai dari Tari Yop, penampilan drumband, kirab, hingga pembentangan bendera menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat Papua dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakatDari Gunung Cycloop, berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol pesan persatuan dari Tanah Cenderawasih untuk Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan serta keutuhan NKRI.Editor: OF 10 Agu 2026, 22:05 WIT
Karnaval Budaya Meriahkan HUT RI ke-81 di Boven Digoel, Wakil Bupati Tekankan Semangat Persatuan Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).Meski cuaca kurang mendukung, kegiatan tetap berlangsung meriah. Pemerintah daerah bersama berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok etnis, komunitas, serta masyarakat dari berbagai kalangan terlihat antusias mengambil bagian dalam karnaval tersebut.Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.“Walaupun cuaca kurang mendukung, tetapi semangat yang luar biasa dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat tidak luntur untuk melaksanakan karnaval ini,” ujar Marlinus saat ditemui di sela-sela kegiatan.Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kebersamaan seluruh masyarakat Boven Digoel.Marlinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, kelompok etnis, komunitas dan masyarakat yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.“Saya sangat mengapresiasi para OPD, etnis, komunitas serta seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dan mengambil bagian dalam perayaan ini,” katanya.Ia juga mengajak seluruh suku, etnis, ras dan agama yang berada di Kabupaten Boven Digoel untuk terus membangun kebersamaan serta meningkatkan semangat dalam setiap momentum perayaan kemerdekaan.Marlinus berharap semangat kebangsaan dan persatuan yang telah terbangun di tengah masyarakat dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan di Boven Digoel.“Kita berharap ke depan semua suku, etnis, ras dan agama yang ada di Boven Digoel sama-sama memiliki antusias dan semangat untuk bersama-sama dengan pemerintah serta seluruh unsur masyarakat dalam memeriahkan HUT RI,” tuturnya.Ia menegaskan, kebersamaan dan persatuan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjaga kedamaian serta mendukung pembangunan daerah.“Semangat kebangsaan dan semangat persatuan yang ada ini akan terus kita bina. Ke depan, kita berharap semuanya dapat berlangsung dengan baik, sehingga kita boleh hidup rukun dan damai di atas tanah ini, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.Karnaval Budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Boven Digoel untuk menunjukkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.Penulis : MuhtarEditor: OF 10 Agu 2026, 17:33 WIT
Merah Putih Berkibar di Puncak Bukit Walesi, Simbol Persatuan di Tanah Papua Papuanewsonline.com, Walesi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, prajurit Pos Kotis Walesi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 645/Gardatama Yudha bersama pelajar, guru, dan warga Distrik Walesi mendaki bukit untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Bukit Walesi, Sabtu (8/8/2026). Perjalanan yang menyeberangi sungai dan menanjak bersama menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan tidak terhalang oleh medan maupun jarak.Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kebangsaan dan pembagian atribut Merah Putih kepada para siswa. Selanjutnya, seluruh peserta berjalan kaki bersama membawa tiang bendera menuju puncak. Sesampainya di sana, semuanya bergotong royong mendirikan tiang dan mengibarkan bendera, dilanjutkan dengan penghormatan terpimpin sebagai tanda cinta dan hormat kepada simbol negara. Suasana kehangatan terasa saat semua menikmati hidangan sederhana bersama setelah upacara. Dansatgas Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan semangat kemerdekaan RI sampai ke pelosok Papua. Kebersamaan hari ini menunjukkan betapa eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya. Kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.Pengibaran bendera di ketinggian ini membawa pesan bahwa kemerdekaan milik seluruh rakyat Indonesia, tak terkecuali mereka yang tinggal di kampung, pegunungan, hingga perbatasan. Bagi anak-anak Walesi, mendaki bersama, mendirikan tiang, dan memberi hormat menjadi pengalaman nyata bahwa mereka adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa ini.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 11:53 WIT
TNI-Polri Usut Kelompok Bersenjata yang Menembak Dua Warga di Festival Lembah Baliem Papuanewsonline.com, Jayapura – Aparat gabungan TNI dan Polri tengah menelusuri identitas kelompok bersenjata yang diduga menembaki warga sipil di kawasan penutupan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8/2026). Serangan mendadak itu menimpa warga yang hendak menyaksikan kegiatan budaya tahunan tersebut dan menyebabkan dua orang terluka.Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robbi Suryadi membenarkan kedua korban telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Korban pertama, Laode Muhammad (43), menderita luka tembak di lutut, sedangkan korban kedua, Salbia (50), mengalami luka tembak di paha kanan. “Kondisi keduanya saat ini dalam keadaan stabil,” ujarnya dari Jayapura.Pasca-kejadian, prioritas utama aparat keamanan adalah mengamankan dan mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Hal itu membuat penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi kelompok yang bertanggung jawab masih terus berjalan. “Kami belum dapat memastikan asal kelompok pelaku, namun pengejaran dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif,” tegas Robbi.Kegiatan festival yang berlangsung 7–8 Agustus sempat terganggu, namun petugas keamanan gabungan segera mengendalikan situasi dan membersihkan lokasi. Acara yang seharusnya menjadi ajang merawat warisan budaya dan mempererat persaudaraan justru diwarnai tindakan kekerasan yang menakutkan dan merugikan warga sipil.Penulis: JidEditor: OF 10 Agu 2026, 11:50 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT