Papuanewsonline.com
Berita Terbaru
Lihat semua
DPD PSI Mimika Genjot Struktur di Mimika Baru, Sempurnakan Kepengurusan Hingga Kelurahan/Kampung
Papuanewsonline.com, Timika – DPD PSI Mimika terus bergerak
cepat menyempurnakan struktur organisasi hingga ke tingkat kampung dan
kelurahan. Peninjauan langsung dilakukan oleh Ketua DPD PSI Mimika, Suraya
Madubun, didampingi Wakil Ketua I Williem Naa serta jajaran pengurus saat berkunjung ke DPC Mimika Baru serta serta beberapa DPRt dibawahnya yaitu kelurahan Timika Indah, Kebun Sirih,
Koperapoka, Pasar Sentral, hingga Kelurahan Kwamki. (5/6/26)Langkah ini menjadi bagian dari target utama yang
ditetapkan DPP, yakni membentuk dan memperkuat basis massa di seluruh Distrik hingga kampung/kelurahan menjelang pelaksanaan RAKORDA di tingkat kabupaten, sehingga DPD PSI Mimika menargetkan proses ini bisa diselesaikan pada
akhir Juni 2026. Penyelesaian struktur pengurus ini disiapkan secara matang karena akan menjadi mesin penggerak Partai yang akan menjaring massa pendukung sebanyak-banyaknya dan memperkuat pondasi Partai-nya anak muda dan perempuan ini.Pada tingkatan Ranting, PSI tetap mewajibkan keterwakilan Perempuan sebanyak 30% sehingga diharapkan afirmasi ini akan melahirkan ide, gagasan yang lebih berpihak kepada perempuan.Suraya Madubun menegaskan, kunjungan ini bertujuan
memastikan bahwa PSI ada di setiap distrik dan kelurahan/kampung di bawahnya. "Partai yang memiliki kepengurusan yang berjenjang hingga tingkatan paling bawah akan memudahkan masyarakat untuk lebih dekat dan lebih mengenal Partai pilihannya, pengurus-pengurusnya dan tentu saja melancarkan saluran aspirasi dua arah."Pengurus di kelurahan/kampung yaitu DPRt akan menjaring massa dan juga mendengarkan aspirasi mereka serta menjadi "sekolah politik" yang kemudian melahirkan calon-calon politisi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sekitarnya. Sinergi yang kuat antara Pengurus di tingkat kabupaten hingga ke distrik-distrik maupun kelurahan/kampung harus solid dan harmonis agar program-program Partai dapat berjalan dengan baik hingga ke masyarakat dengan cepat dan tepat. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 21:43 WIT
KPU Mimika Lakukan Sinkronisasi Data Pemilu dengan Polres Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Anggota Komisioner KPU
Kabupaten Mimika bersama unsur Bawaslu menggelar pertemuan sinkronisasi data
Pemilu Triwulan II tahun 2026 dengan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario
Budiman. Kegiatan berlangsung pada (4/6/2026) di Kantor Polres Mimika, Jalan
Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana. Pertemuan ini merupakan bagian dari
kegiatan rutin guna memastikan akurasi data pemilih di wilayah tersebut.Hironimus Kia Rumah dari Divisi Hukum dan Pengawasan KPU
Mimika menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memverifikasi data warga yang
sebelumnya terdaftar sebagai pemilih, namun kini telah berstatus sebagai
anggota Polri atau telah memasuki masa pensiun. “Data ini nantinya akan dibawa dalam rapat pleno tingkat
provinsi, sehingga diperlukan kejelasan statusnya agar tidak terjadi
ketidakakuratan,” jelasnya.Sementara itu, Budiono dari Divisi Data KPU Mimika
menambahkan bahwa sinkronisasi ini penting untuk mencegah adanya nama yang
tercatat ganda sebagai pemilih. “Jika tidak diperbarui, dikhawatirkan nama tersebut tetap
masuk dalam daftar pemilih dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
Di samping itu, kunjungan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi
antarlembaga,” ujarnya.Menanggapi hal tersebut, Kapolres Mimika menyatakan
kesediaan pihaknya untuk membantu proses verifikasi. Ia menjelaskan bahwa tidak semua nama dalam daftar tersebut
merupakan personel di lingkungan Polres Mimika, sehingga koordinasi dengan
Polda Papua Tengah tetap diperlukan.“Kami akan segera memerintahkan tim untuk memproses data
yang menjadi kewenangan kami secepatnya,” tegasnya.Agus Tutupahar dari Divisi Hukum KPU Mimika juga menegaskan
kebutuhan data khususnya mengenai warga yang terdaftar sebagai pemilih pada
2024–2025, namun kini telah menjadi anggota Polri. Pertemuan ditutup dengan
sesi foto bersama sebagai wujud kerja sama. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:43 WIT
Yayasan Tuarek Natkime Turun Jalan di Timika: Tuntut Hak Kelola Program CSR dan Besi Scrap Freeport
Papuanewsonline.com, Timika - Yayasan Tuarek Natkime
menggelar aksi damai di Timika, Rabu (4/6/2026), menyuarakan dua tuntutan utama
kepada PT Freeport Indonesia: hak pengelolaan program CSR dan transparansi
pengelolaan besi scrap.Aksi yang disebut sebagai “jeritan kebun Amor” ini diklaim
sebagai bentuk protes anak adat Amungme atas hak-hak masyarakat lingkar tambang
yang dinilai diambil alih pihak lain.2 Tuntutan Yayasan Tuarek
Hak Pengelolaan Program
Yayasan Tuarek mempersoalkan pengelolaan program CSR/PPKM
Freeport yang disebut seharusnya untuk 7 Suku dan masyarakat lingkar tambang. “Kalau hak kelola diambil, berarti sagu di kebun sendiri
nggak boleh ambil. Harus minta ke ‘babi hutan’,” tulis Yohanis Wantik, Tokoh
Pemuda Mimika, dalam pernyataan tertulis, Rabu 4/6/2026. Istilah “babi hutan” digunakan sebagai kiasan untuk pihak
luar yang dinilai masuk dan mengambil hak masyarakat adat.Besi Scrap Freeport
Tuntutan kedua menyangkut besi bekas pipa, rel, dan alat
tambang Freeport. Menurut pernyataan Yayasan Tuarek, harga besi scrap mencapai
Rp5-7 juta per ton. Jika volumenya 1.000 ton, nilainya Rp5-7 miliar.“Pertanyaannya: Itu besi hak siapa? Freeport atau masyarakat
adat pemilik tanah?” tulis Wantik. Yayasan Tuarek mempersoalkan penjualan besi scrap yang
disebut dilakukan tanpa sepengetahuan masyarakat adat. “Kalau dijual tanpa
masyarakat tahu, berarti ‘babi hutan’ kedua masuk kebun. Bawa truk, angkut
diam-diam,” tulisnya.Desak Pembenahan LEMASA
Aksi ini juga menyoroti peran lembaga adat Amungme atau
LEMASA. Yayasan Tuarek mengkritik lembaga adat yang disebut “sering muncul pas
seremonial pemda atau pesta demokrasi, hilang wajah pas rakyat adat aksi”.Yohanis Wantik meminta Bupati dan Wakil Bupati Mimika
membenahi LEMASA. “Gejolak ini pandangan kami kecil tapi dampaknya luas,”
katanya.Menurut Yayasan Tuarek, hilangnya hak masyarakat adat atas
program dan besi scrap juga berdampak ke APBD Mimika. “Kalau besi scrap
Freeport gelap, APBD Mimika yang dapat dari pajak besi juga gelap. Pajak,
retribusi, kerusuhan sosial = semua Pemda yang imbas,” tulis Wantik.Freeport dan Pemda Belum Komentar Hingga berita ini diturunkan Rabu 4/6/2026 pukul 22.00 WIT,
belum ada tanggapan resmi dari PT Freeport Indonesia, Pemkab Mimika, maupun
LEMASA terkait dua tuntutan Yayasan Tuarek Natkime.Papuanewsonline,com. masih berupaya mengonfirmasi ke
Manajemen Freeport, Bupati Mimika, dan Ketua LEMASA soal status hak kelola
program CSR dan mekanisme penjualan besi scrap.Aksi Yayasan Tuarek disebut berlangsung damai. “Api masih
nyala. Kita jaga sama-sama menata tidak bias,” tutup Wantik. Penulis: Hendrik
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:35 WIT
Pendaftaran Calon Ketua Kadin Mimika Periode 2026–2031 Resmi Dibuka
Papuanewsonline.com, Timika – Musyawarah Kabupaten (Muskab)
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika secara resmi membuka
pendaftaran bagi bakal calon Ketua Kadin Mimika untuk masa bakti 2026–2031.
Proses pendaftaran berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 4 hingga 5 Juni
2026, sebagai tahapan awal menjelang pelaksanaan Muskab yang dijadwalkan
digelar pada 6 Juni mendatang.Ketua Panitia Muskab, Yakob Demi Balubun, menyatakan bahwa
seluruh anggota Kadin yang memenuhi kriteria memiliki kesempatan yang sama
untuk maju dalam kontestasi ini. “Pendaftaran dibuka pada 4 dan 5 Juni, sedangkan puncak
acaranya berlangsung 6 Juni. Kami mengundang seluruh anggota dan asosiasi untuk
mengambil formulir serta mengikuti proses pencalonan,” ujarnya. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah berstatus anggota
resmi dan berdomisili di Mimika, dengan seluruh ketentuan administrasi
tercantum jelas dalam formulir yang disediakan.Layanan pendaftaran dibuka dengan jadwal yang telah
ditetapkan: hari pertama beroperasi hingga pukul 22.00 WIT, sedangkan hari
kedua berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT.Hingga hari pertama dibuka, panitia masih menunggu
kedatangan calon yang berminat mendaftarkan diri dan menyatakan kesiapannya
memimpin organisasi tersebut.Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Mimika, Yeri Nawipa,
berharap Muskab kali ini menjadi momentum kebangkitan organisasi agar dapat
berperan lebih kuat sebagai mitra strategis pemerintah dan penggerak
perekonomian daerah.Ia menegaskan seluruh proses pemilihan harus berjalan
transparan dan berlandaskan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga
organisasi.“Kita ingin Kadin ke depan tidak lagi mengalami kemandekan,
melainkan menjadi wadah yang nyata memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan
masyarakat,” tegasnya.Diharapkan melalui Muskab ini lahir sosok pemimpin yang
memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi jelas untuk memajukan dunia usaha di
Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:31 WIT
Percepatan Jalan Trans Papua dan Kawasan Pemerintahan Wanggar Jadi Prioritas Utama
Papuanewsonline.com, Nabire – Wakil Menteri Pekerjaan Umum,
Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa percepatan penyelesaian Jalan Trans Papua
menjadi fokus utama pemerintah, terutama untuk wilayah Papua Tengah yang masih
membutuhkan peningkatan konektivitas infrastruktur. Pernyataan ini
disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah
yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur (3/6/2026).Menurut Diana, pembangunan jalan lintas ini memiliki peran
yang sangat strategis, karena dapat membuka akses antarwilayah yang sebelumnya
terisolasi serta menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di
daerah-daerah terpencil. “Saat ini perhatian utama kita tertuju pada
penyelesaian Jalan Trans Papua, khususnya ruas yang berada di wilayah Papua
Tengah,” tegasnya.Selain infrastruktur jalan, Kementerian Pekerjaan Umum juga
terus mendorong penyelesaian pembangunan kawasan pemerintahan di Distrik
Wanggar. Kawasan ini meliputi pembangunan kantor Gubernur, DPRD,
serta Majelis Rakyat Papua.Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari
pemerintah daerah, terutama dalam pembangunan tiga menara utama yang menjadi
bagian dari proyek tersebut.Diana menargetkan seluruh rangkaian pembangunan kawasan
pemerintahan dapat rampung seluruhnya pada akhir tahun 2026. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 20,03
persen, angka yang sedikit melampaui rencana awal sebesar 18,10 persen. Hal ini
menunjukkan kinerja yang lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan dengan selisih
pencapaian sekitar 1,93 persen. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:29 WIT
Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom
Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap
warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma
healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina
Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni
Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya
berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang
membutuhkan perhatian khusus.Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk
bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga.
Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan
dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana
tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap
terpenuhi selama berada di pengungsian.Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan
kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain,
dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas.
Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas. Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan
ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit
ini.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito,
menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada
penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. “Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama
anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan
pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:26 WIT
Pilihan Redaksi
DPD PSI Mimika Genjot Struktur di Mimika Baru, Sempurnakan Kepengurusan Hingga Kelurahan/Kampung
Papuanewsonline.com, Timika – DPD PSI Mimika terus bergerak
cepat menyempurnakan struktur organisasi hingga ke tingkat kampung dan
kelurahan. Peninjauan langsung dilakukan oleh Ketua DPD PSI Mimika, Suraya
Madubun, didampingi Wakil Ketua I Williem Naa serta jajaran pengurus saat berkunjung ke DPC Mimika Baru serta serta beberapa DPRt dibawahnya yaitu kelurahan Timika Indah, Kebun Sirih,
Koperapoka, Pasar Sentral, hingga Kelurahan Kwamki. (5/6/26)Langkah ini menjadi bagian dari target utama yang
ditetapkan DPP, yakni membentuk dan memperkuat basis massa di seluruh Distrik hingga kampung/kelurahan menjelang pelaksanaan RAKORDA di tingkat kabupaten, sehingga DPD PSI Mimika menargetkan proses ini bisa diselesaikan pada
akhir Juni 2026. Penyelesaian struktur pengurus ini disiapkan secara matang karena akan menjadi mesin penggerak Partai yang akan menjaring massa pendukung sebanyak-banyaknya dan memperkuat pondasi Partai-nya anak muda dan perempuan ini.Pada tingkatan Ranting, PSI tetap mewajibkan keterwakilan Perempuan sebanyak 30% sehingga diharapkan afirmasi ini akan melahirkan ide, gagasan yang lebih berpihak kepada perempuan.Suraya Madubun menegaskan, kunjungan ini bertujuan
memastikan bahwa PSI ada di setiap distrik dan kelurahan/kampung di bawahnya. "Partai yang memiliki kepengurusan yang berjenjang hingga tingkatan paling bawah akan memudahkan masyarakat untuk lebih dekat dan lebih mengenal Partai pilihannya, pengurus-pengurusnya dan tentu saja melancarkan saluran aspirasi dua arah."Pengurus di kelurahan/kampung yaitu DPRt akan menjaring massa dan juga mendengarkan aspirasi mereka serta menjadi "sekolah politik" yang kemudian melahirkan calon-calon politisi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sekitarnya. Sinergi yang kuat antara Pengurus di tingkat kabupaten hingga ke distrik-distrik maupun kelurahan/kampung harus solid dan harmonis agar program-program Partai dapat berjalan dengan baik hingga ke masyarakat dengan cepat dan tepat. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 21:43 WIT
KPU Mimika Lakukan Sinkronisasi Data Pemilu dengan Polres Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Anggota Komisioner KPU
Kabupaten Mimika bersama unsur Bawaslu menggelar pertemuan sinkronisasi data
Pemilu Triwulan II tahun 2026 dengan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario
Budiman. Kegiatan berlangsung pada (4/6/2026) di Kantor Polres Mimika, Jalan
Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana. Pertemuan ini merupakan bagian dari
kegiatan rutin guna memastikan akurasi data pemilih di wilayah tersebut.Hironimus Kia Rumah dari Divisi Hukum dan Pengawasan KPU
Mimika menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memverifikasi data warga yang
sebelumnya terdaftar sebagai pemilih, namun kini telah berstatus sebagai
anggota Polri atau telah memasuki masa pensiun. “Data ini nantinya akan dibawa dalam rapat pleno tingkat
provinsi, sehingga diperlukan kejelasan statusnya agar tidak terjadi
ketidakakuratan,” jelasnya.Sementara itu, Budiono dari Divisi Data KPU Mimika
menambahkan bahwa sinkronisasi ini penting untuk mencegah adanya nama yang
tercatat ganda sebagai pemilih. “Jika tidak diperbarui, dikhawatirkan nama tersebut tetap
masuk dalam daftar pemilih dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
Di samping itu, kunjungan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi
antarlembaga,” ujarnya.Menanggapi hal tersebut, Kapolres Mimika menyatakan
kesediaan pihaknya untuk membantu proses verifikasi. Ia menjelaskan bahwa tidak semua nama dalam daftar tersebut
merupakan personel di lingkungan Polres Mimika, sehingga koordinasi dengan
Polda Papua Tengah tetap diperlukan.“Kami akan segera memerintahkan tim untuk memproses data
yang menjadi kewenangan kami secepatnya,” tegasnya.Agus Tutupahar dari Divisi Hukum KPU Mimika juga menegaskan
kebutuhan data khususnya mengenai warga yang terdaftar sebagai pemilih pada
2024–2025, namun kini telah menjadi anggota Polri. Pertemuan ditutup dengan
sesi foto bersama sebagai wujud kerja sama. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:43 WIT
Yayasan Tuarek Natkime Turun Jalan di Timika: Tuntut Hak Kelola Program CSR dan Besi Scrap Freeport
Papuanewsonline.com, Timika - Yayasan Tuarek Natkime
menggelar aksi damai di Timika, Rabu (4/6/2026), menyuarakan dua tuntutan utama
kepada PT Freeport Indonesia: hak pengelolaan program CSR dan transparansi
pengelolaan besi scrap.Aksi yang disebut sebagai “jeritan kebun Amor” ini diklaim
sebagai bentuk protes anak adat Amungme atas hak-hak masyarakat lingkar tambang
yang dinilai diambil alih pihak lain.2 Tuntutan Yayasan Tuarek
Hak Pengelolaan Program
Yayasan Tuarek mempersoalkan pengelolaan program CSR/PPKM
Freeport yang disebut seharusnya untuk 7 Suku dan masyarakat lingkar tambang. “Kalau hak kelola diambil, berarti sagu di kebun sendiri
nggak boleh ambil. Harus minta ke ‘babi hutan’,” tulis Yohanis Wantik, Tokoh
Pemuda Mimika, dalam pernyataan tertulis, Rabu 4/6/2026. Istilah “babi hutan” digunakan sebagai kiasan untuk pihak
luar yang dinilai masuk dan mengambil hak masyarakat adat.Besi Scrap Freeport
Tuntutan kedua menyangkut besi bekas pipa, rel, dan alat
tambang Freeport. Menurut pernyataan Yayasan Tuarek, harga besi scrap mencapai
Rp5-7 juta per ton. Jika volumenya 1.000 ton, nilainya Rp5-7 miliar.“Pertanyaannya: Itu besi hak siapa? Freeport atau masyarakat
adat pemilik tanah?” tulis Wantik. Yayasan Tuarek mempersoalkan penjualan besi scrap yang
disebut dilakukan tanpa sepengetahuan masyarakat adat. “Kalau dijual tanpa
masyarakat tahu, berarti ‘babi hutan’ kedua masuk kebun. Bawa truk, angkut
diam-diam,” tulisnya.Desak Pembenahan LEMASA
Aksi ini juga menyoroti peran lembaga adat Amungme atau
LEMASA. Yayasan Tuarek mengkritik lembaga adat yang disebut “sering muncul pas
seremonial pemda atau pesta demokrasi, hilang wajah pas rakyat adat aksi”.Yohanis Wantik meminta Bupati dan Wakil Bupati Mimika
membenahi LEMASA. “Gejolak ini pandangan kami kecil tapi dampaknya luas,”
katanya.Menurut Yayasan Tuarek, hilangnya hak masyarakat adat atas
program dan besi scrap juga berdampak ke APBD Mimika. “Kalau besi scrap
Freeport gelap, APBD Mimika yang dapat dari pajak besi juga gelap. Pajak,
retribusi, kerusuhan sosial = semua Pemda yang imbas,” tulis Wantik.Freeport dan Pemda Belum Komentar Hingga berita ini diturunkan Rabu 4/6/2026 pukul 22.00 WIT,
belum ada tanggapan resmi dari PT Freeport Indonesia, Pemkab Mimika, maupun
LEMASA terkait dua tuntutan Yayasan Tuarek Natkime.Papuanewsonline,com. masih berupaya mengonfirmasi ke
Manajemen Freeport, Bupati Mimika, dan Ketua LEMASA soal status hak kelola
program CSR dan mekanisme penjualan besi scrap.Aksi Yayasan Tuarek disebut berlangsung damai. “Api masih
nyala. Kita jaga sama-sama menata tidak bias,” tutup Wantik. Penulis: Hendrik
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:35 WIT
Pendaftaran Calon Ketua Kadin Mimika Periode 2026–2031 Resmi Dibuka
Papuanewsonline.com, Timika – Musyawarah Kabupaten (Muskab)
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika secara resmi membuka
pendaftaran bagi bakal calon Ketua Kadin Mimika untuk masa bakti 2026–2031.
Proses pendaftaran berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 4 hingga 5 Juni
2026, sebagai tahapan awal menjelang pelaksanaan Muskab yang dijadwalkan
digelar pada 6 Juni mendatang.Ketua Panitia Muskab, Yakob Demi Balubun, menyatakan bahwa
seluruh anggota Kadin yang memenuhi kriteria memiliki kesempatan yang sama
untuk maju dalam kontestasi ini. “Pendaftaran dibuka pada 4 dan 5 Juni, sedangkan puncak
acaranya berlangsung 6 Juni. Kami mengundang seluruh anggota dan asosiasi untuk
mengambil formulir serta mengikuti proses pencalonan,” ujarnya. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah berstatus anggota
resmi dan berdomisili di Mimika, dengan seluruh ketentuan administrasi
tercantum jelas dalam formulir yang disediakan.Layanan pendaftaran dibuka dengan jadwal yang telah
ditetapkan: hari pertama beroperasi hingga pukul 22.00 WIT, sedangkan hari
kedua berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT.Hingga hari pertama dibuka, panitia masih menunggu
kedatangan calon yang berminat mendaftarkan diri dan menyatakan kesiapannya
memimpin organisasi tersebut.Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Mimika, Yeri Nawipa,
berharap Muskab kali ini menjadi momentum kebangkitan organisasi agar dapat
berperan lebih kuat sebagai mitra strategis pemerintah dan penggerak
perekonomian daerah.Ia menegaskan seluruh proses pemilihan harus berjalan
transparan dan berlandaskan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga
organisasi.“Kita ingin Kadin ke depan tidak lagi mengalami kemandekan,
melainkan menjadi wadah yang nyata memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan
masyarakat,” tegasnya.Diharapkan melalui Muskab ini lahir sosok pemimpin yang
memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi jelas untuk memajukan dunia usaha di
Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:31 WIT
Percepatan Jalan Trans Papua dan Kawasan Pemerintahan Wanggar Jadi Prioritas Utama
Papuanewsonline.com, Nabire – Wakil Menteri Pekerjaan Umum,
Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa percepatan penyelesaian Jalan Trans Papua
menjadi fokus utama pemerintah, terutama untuk wilayah Papua Tengah yang masih
membutuhkan peningkatan konektivitas infrastruktur. Pernyataan ini
disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah
yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur (3/6/2026).Menurut Diana, pembangunan jalan lintas ini memiliki peran
yang sangat strategis, karena dapat membuka akses antarwilayah yang sebelumnya
terisolasi serta menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di
daerah-daerah terpencil. “Saat ini perhatian utama kita tertuju pada
penyelesaian Jalan Trans Papua, khususnya ruas yang berada di wilayah Papua
Tengah,” tegasnya.Selain infrastruktur jalan, Kementerian Pekerjaan Umum juga
terus mendorong penyelesaian pembangunan kawasan pemerintahan di Distrik
Wanggar. Kawasan ini meliputi pembangunan kantor Gubernur, DPRD,
serta Majelis Rakyat Papua.Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari
pemerintah daerah, terutama dalam pembangunan tiga menara utama yang menjadi
bagian dari proyek tersebut.Diana menargetkan seluruh rangkaian pembangunan kawasan
pemerintahan dapat rampung seluruhnya pada akhir tahun 2026. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 20,03
persen, angka yang sedikit melampaui rencana awal sebesar 18,10 persen. Hal ini
menunjukkan kinerja yang lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan dengan selisih
pencapaian sekitar 1,93 persen. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:29 WIT
Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom
Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap
warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma
healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina
Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni
Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya
berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang
membutuhkan perhatian khusus.Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk
bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga.
Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan
dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana
tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap
terpenuhi selama berada di pengungsian.Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan
kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain,
dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas.
Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas. Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan
ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit
ini.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito,
menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada
penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. “Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama
anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan
pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:26 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Berita Populer
Tag Berita
Pendidikan & Kesehatan
Lihat semua
Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom
Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap
warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma
healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina
Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni
Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya
berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang
membutuhkan perhatian khusus.Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk
bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga.
Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan
dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana
tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap
terpenuhi selama berada di pengungsian.Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan
kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain,
dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas.
Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas. Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan
ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit
ini.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito,
menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada
penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. “Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama
anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan
pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:26 WIT
Tim Gabungan Intensifkan Pencarian dan Penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak
Papuanewsonline.com, Biak – Pascainsiden ledakan yang
terjadi pada 31 Mei 2026 di Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri
dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, dan instansi
terkait terus mempercepat upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan
pengungkapan penyebab peristiwa.Dalam konferensi pers Kamis malam (4/6/26), Kapolres Biak
Numfor AKBP Ari Trestiawan menyampaikan perkembangan terbaru, di mana jumlah
korban meninggal tercatat enam orang, sementara tiga lainnya masih dalam proses
pencarian dan identifikasi. Sementara itu, korban yang sempat dirawat kini menjalani
pemulihan di posko pengungsian.Hingga hari ini, tim kembali menemukan 32 potongan tubuh; 30
di antaranya ditemukan saat sterilisasi dan 2 lainnya di area pencarian.
Seluruh temuan telah diserahkan kepada tim identifikasi. Selain itu, sejumlah barang milik korban juga berhasil
diamankan. Proses sterilisasi lokasi telah mencapai 75 persen, dengan temuan 42
serpihan proyektil yang menjadi bahan penyelidikan. Tim Puslabfor juga telah
melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih
lanjut.Sementara itu, Tim DVI telah membuka posko antemortem dan
mulai mengumpulkan data serta sampel DNA dari keluarga korban guna proses
pencocokan. Besok, tim akan mengambil sampel dari potongan tubuh yang
tersimpan di kamar jenazah. Pencarian tetap dilakukan secara bertahap, dengan
area inti ditangani setelah dinyatakan aman dan area seluas radius empat
kilometer terus ditelusuri. Kendala utama yang dihadapi adalah cuaca hujan yang
membatasi waktu kerja tim penjinak bom.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih ada potensi bahan berbahaya. Masyarakat diminta tidak menyentuh atau memindahkan benda
asing yang diduga peninggalan perang, melainkan segera melaporkannya ke aparat
agar ditangani oleh tenaga ahli. Posko pelaporan dibuka baik di lokasi maupun
di kantor polisi terdekat. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:23 WIT
Ditemukan Dua Bom Mortir Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura, Aparat Amankan Lokasi
Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana di wilayah Doyo Baru
Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura mendadak tegang setelah ditemukan
dua benda yang diduga merupakan bom mortir aktif peninggalan Perang Dunia II.
Temuan ini terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIT, saat seorang
warga sedang menggarap lahan pertanian di area Dister Parako 3 Pasgat, tepatnya
di sebelah Lapangan Tembak Lanud Silas Papare.Segera setelah mengetahui hal tersebut, aparat keamanan
bergerak cepat menutup dan mensterilkan lokasi untuk mencegah hal-hal yang
tidak diinginkan.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito,
membenarkan adanya laporan penemuan benda berbahaya tersebut. Ia menyatakan bahwa personel di lapangan telah melakukan
pengamanan ketat di sekitar lokasi guna memastikan keselamatan warga sekitar. “Kami telah menerima laporan awal dan lokasi sudah dalam
pengawasan. Langkah selanjutnya adalah proses identifikasi dan pengangkatan
yang akan dilakukan secara khusus oleh tim ahli,” jelasnya.Saat ini, penanganan teknis sepenuhnya diserahkan kepada Tim
Penjinak Bom atau Jibom dari Satuan Brimob Polda Papua. Mereka akan melakukan evakuasi hingga proses penjinakan
sesuai dengan prosedur keamanan yang baku, mengingat risiko ledakan yang cukup
tinggi jika ditangani sembarangan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan hanya boleh
dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.Polda Papua juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap
tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk tidak mendekati, menyentuh,
memindahkan, maupun mengotak-atik benda asing yang diduga berbahaya. Jika menemukan hal serupa di tempat lain, masyarakat
diharapkan segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat agar ditangani
dengan tepat dan aman. Penulis: JId
Editor: GF
05 Jun 2026, 09:45 WIT
Standar Jakarta Patah di Merauke: Guru Terpaksa Langgar Aturan Demi Anak Marind Sekolah
Papuanewsonline.com, Merauke – Indikator pendidikan nasional
yang seragam terbukti gagal membaca realitas anak Marind di pedalaman Merauke.
Sekolah bertahan bukan karena aturan Jakarta, tapi karena diskresi guru, peran
Gereja Katolik, dan prajurit TNI yang turun mengajar.Hal itu diungkap Aulia Rahmi, Mahasiswa Doktoral Ilmu
Pendidikan UNY, dalam rilis tertulisnya Selasa (3/6/2026) pada media
Papuanewsonline,com. Menurutnya, pemerintah pusat kerap memukul rata pendidikan
dengan ukuran kota besar: jumlah guru, kehadiran siswa, capaian kurikulum."Ukuran itu patah di kampung-kampung Marind,"
tulis Aulia.Masalah pendidikan di Merauke bukan sekadar gedung rusak
atau guru kurang. Sekolah harus bernegosiasi dengan rawa, jarak tempuh
berjam-jam, budaya berburu-meramu, hingga tradisi Sasi yang mengikat hidup
anak. "Keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur dari
kepatuhan administratif yang dibuat dari Jakarta," tegasnya.Diskresi Guru Jadi Nyawa Sekolah Di lapangan, justru para street-level bureaucrat seperti
guru yang menentukan hidup-matinya sekolah. Teori Michael Lipsky ini nyata di
Merauke. Saat UU Sisdiknas menjamin pendidikan layak, fakta berkata
lain: anak harus jalan jauh, musim hujan melumpuhkan belajar, kurikulum tak
nyambung dengan kebutuhan hidup. "Bagi keluarga Marind, keterampilan berburu, mengolah
sagu, dan memahami wilayah adat lebih penting untuk bertahan hidup," tulis
Aulia. Jika dinilai pakai standar Jakarta, anak Marind langsung
dicap tidak peduli pendidikan. Padahal sistemnya yang tak cocok dengan denyut
nadi kampung.Karena itu guru melakukan diskresi adaptif: longgarkan absen
saat anak ikut upacara adat, ajarkan matematika lewat alat berburu, kaitkan
pelajaran lingkungan dengan tradisi Sasi, pakai bahasa Malind Anim sebagai
jembatan literasi. "Pendekatan ini tidak ada di juknis nasional, tapi
justru yang bikin sekolah relevan," katanya.Gereja dan TNI Isi Kekosongan Negara Guru tak sendiri. Gereja Katolik lewat YPPK sudah puluhan
tahun merawat sekolah sekaligus identitas budaya Marind. YPPK aktif
melestarikan bahasa daerah, nilai budaya lokal, dan pendidikan karakter. Di garis lain, prajurit TNI perbatasan ikut mengajar saat
guru kosong dan merenovasi sekolah rusak. "Pendidikan di Papua tidak bisa dipahami dengan
pendekatan sektoral yang kaku. Ini kerja bersama," tulis Aulia.3 Tuntutan untuk Jakarta
Aulia mendesak pemerintah berhenti ukur Merauke pakai
meteran Jakarta. "Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana sistem
pendidikan mampu menjangkau anak adat tanpa memaksa mereka meninggalkan
identitas budayanya."Ada 3 tuntutan konkret:
Lindungi diskresi guru – beri payung hukum untuk
penyesuaian pembelajaran lokal Legitimasi kurikulum Marind – Sasi, bahasa Malind
Anim, nilai ekologis harus jadi sumber belajar sah Perkuat kolaborasi – Pihak sekolah, Pemda, gereja,
TNI, komunitas adat harus satu meja "Keadilan pendidikan tidak lahir dari keseragaman
aturan. Keadilan lahir dari kemampuan memahami perbedaan," tutup Aulia. "Sebab yang terlihat sebagai penyimpangan dari standar
Jakarta, bisa jadi bentuk keberpihakan paling nyata terhadap anak-anak di batas
negeri." Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Jun 2026, 13:24 WIT
BMKG Prakiran Cuaca Sepekan di Mimika: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin
memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah untuk
periode 2 hingga 10 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan, diselingi hujan ringan
hingga sedang pada waktu tertentu. Suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius
dengan kelembapan cukup tinggi mencapai 98 persen, serta kecepatan angin antara
0,8 hingga 9,4 km/jam yang dapat meningkat hingga 24 km/jam saat terjadi hujan.Khusus pada 1 dan 3 Juni, BMKG mengeluarkan peringatan dini
potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan
angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi mulai siang hingga malam
hari, bahkan hingga dini hari di berbagai distrik seperti Kuala Kencana, Mimika
Tengah, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Baru, Wania, dan Kwamki Narama. Wilayah Pegunungan Timika juga berpotensi mengalami hujan
dengan intensitas lebih tinggi pada malam hari.Secara rinci, cuaca pada 2 Juni cenderung cerah sejak dini
hingga siang hari, kemudian berubah menjadi cerah berawan saat sore dan malam. Sementara mulai 3 hingga 8 Juni, hujan ringan hingga sedang
diprakirakan turun pada siang dan sore hari. Jarak pandang umumnya baik di atas
10 kilometer, namun dapat menurun akibat kabut tipis pada dini hari karena
tingkat kelembapan yang tinggi.Selain cuaca darat, BMKG juga merilis informasi kondisi
maritim untuk Perairan Timika dan Kokonao sebagai panduan bagi nelayan serta
pengguna transportasi laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca di
tengah laut. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi terbaru
melalui akun resmi @infobmkgtimika sebelum beraktivitas, baik di darat, laut,
maupun udara. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Jun 2026, 12:34 WIT
Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari
Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang
korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan
sejak Senin (1/6/26).Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI,
Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di
wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa
ledakan.Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan
bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan
tubuh yang diduga milik para korban.“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD
Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua
akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang
ditemukan,” jelasnya.Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil
diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat
Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari. Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga
dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang
mengguncang masyarakat Biak.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang
akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan
pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan
penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk
memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Jun 2026, 12:29 WIT
Seni & Budaya
Lihat semua
Penamatan Santri Angkatan II Ponpes Ahsanul Ulum, Kemenag & Pemkab Apresiasi Peran Pesantren
Papuanewsonline.com, Mimika — Pondok Pesantren Tahfidzul
Qur'an Ahsanul Ulum menggelar acara penamatan santri dan santriwati Angkatan II
Tahun 2026 di Mimika, Senin (02/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum
penting bagi para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren untuk
melanjutkan perjalanan akademik ke jenjang yang lebih tinggi.Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel
Rettobyaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan santri bukan sekadar
acara perpisahan, melainkan langkah awal menuju masa depan yang lebih luas.Menurutnya, para santri diharapkan mampu menjadi generasi
penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu menjadi
teladan di tengah masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang
tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren."Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk sumber
daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Nilai-nilai seperti
kejujuran, kesederhanaan, solidaritas, kemandirian, serta pengendalian diri
menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di pesantren," ujarnya.Ia menambahkan, penguatan iman menjadi fondasi utama dalam
membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan
kehidupan di masa mendatang.Sementara itu, Bupati Mimika yang diwakili Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan
apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, Yayasan Papua Cerdas Insani, para
ustaz, dan ustazah yang telah dengan tulus dan penuh dedikasi mendidik generasi
muda.Ia menilai keberhasilan menamatkan para santri merupakan
bukti nyata kontribusi pesantren dalam mendukung pembangunan sumber daya
manusia yang cerdas, berakhlak mulia, berintegritas, serta memiliki fondasi
keimanan yang kuat."Kepada para santri, penamatan ini bukanlah akhir dari
proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Ilmu
dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di pesantren hendaknya menjadi
bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengamalkan kebaikan di tengah
masyarakat," katanya.Pemerintah Kabupaten Mimika berharap para lulusan Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum dapat tumbuh menjadi generasi muda yang
cerdas, santun, menghargai perbedaan, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan
daerah dan bangsa.Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan bahwa di tengah
keberagaman suku, budaya, dan agama di Mimika, pesantren memiliki peran
strategis dalam membentuk generasi yang toleran, cinta damai, dan mampu menjadi
perekat persaudaraan.Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan penghargaan
kepada para orang tua yang telah memilih pendidikan berbasis karakter dan agama
bagi anak-anak mereka. Pendidikan tersebut dinilai sebagai investasi terbaik
untuk membangun masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan,
Pemkab Mimika berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan agama dan
pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Mimika yang aman,
cerdas, dan sejahtera.Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi
momen berharga bagi para santri, orang tua, serta seluruh keluarga besar Pondok
Pesantren Tahfidzul Qur'an Ahsanul Ulum. Penulis: Bim
Editor: GF
03 Jun 2026, 08:35 WIT
Pemuda Lintas Agama Mimika Galang Dana Bangun Kembali Gereja yang Terbakar
Papuanewsonline.com, Timika – Semangat persaudaraan dan
toleransi tampak nyata di persimpangan Jalan Budi Utomo – Jalan Hasanuddin,
Mimika, pada Senin (1/6/2026). Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang
agama berkumpul dalam aksi penggalangan dana jalanan untuk membantu pembangunan
kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako yang ludes
terbakar pekan lalu.Kegiatan yang digagas oleh Front Aksi Kemanusiaan ini
direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 3 Juni mendatang.Sebanyak 12 organisasi pemuda dan komunitas turut
berpartisipasi penuh, antara lain PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, Pemuda Muslim
Mimika, Pemuda Katolik, Barisan Merah Putih, Forum Papua Tengah Terang, Pemuda
Sorong Raya, APKM, hingga komunitas penggemar sepak bola Portugal Timika. Berbekal kotak sumbangan dan pduk sederhana, mereka
dengan ramah menyapa para pengendara dan pengguna jalan untuk mengajak berbagi
kebaikan demi sesama yang tertimpa musibah.Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Muslim Mimika,
Arifin Letsoin, menyatakan bahwa musibah yang menimpa rumah ibadah tersebut
merupakan duka bersama bagi seluruh warga Mimika tanpa memandang perbedaan
keyakinan.“Mari kita bergerak bersama membangun kembali tempat ibadah
saudara kita. Ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua sebagai
sesama anak bangsa,” ujarnyaSeluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan
sepenuhnya untuk proses pembangunan kembali gedung gereja yang berada di
wilayah Distrik Mimika Timur. Gerakan sosial dari kalangan akar rumput ini menjadi bukti
nyata bahwa perbedaan tidak memisahkan persaudaraan, melainkan semakin
mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi kesulitan. Penulis: Jid
Editor: GF
01 Jun 2026, 22:20 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Papua Tengah: Kami Anak Papua, Kami Anak Pancasila
Papuanewsonline.com, Timika – Semangat kebangsaan dan
persatuan berkumandang kencang dari kalangan generasi muda Papua Tengah dalam
peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Mengangkat tema “Anak Papua, Anak
Pancasila”, kegiatan yang digelar di kawasan Pelabuhan Poumako, Mimika, pada Minggu
(31/5/26) ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan nyata bagi pemuda untuk
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan
sehari-hari.Acara ini diselenggarakan oleh Banteng Mienting bersama
Yayasan Althea Mee Papua dan Rembuk Pemuda Papua Tengah, diisi dengan diskusi
kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh sipil.Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey,
menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna mendalam: pemuda Papua adalah
bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan tanggung jawab yang
sama. “Menjadi Anak Papua sekaligus Anak Pancasila berarti tetap
bangga dengan budaya dan identitas asal, namun tetap menjunjung tinggi
persatuan, gotong royong, serta semangat kebangsaan sebagai warga negara
Indonesia,” tegasnya. Ia menekankan nilai-nilai ini harus dibuktikan dengan
tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga
berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.Brigita mengakui generasi muda kini menghadapi berbagai
tantangan, mulai dari pengaruh buruk media sosial hingga lemahnya pemahaman
kebangsaan. Oleh karena itu, wadah seperti ini penting untuk membangun
ruang edukasi dan dialog yang sehat, agar pemuda tumbuh menjadi agen perubahan
yang cinta tanah air sekaligus memiliki nasionalisme yang kokoh. Berbagai program kolaboratif seperti kegiatan sosial,
diskusi kepemudaan, dan aksi berbagi telah disiapkan, khususnya menyambut HUT
Kemerdekaan RI mendatang. Lokasi di Pelabuhan Poumako sengaja dipilih karena
melambangkan keterbukaan dan konektivitas menuju masa depan yang lebih maju.Harapannya, semangat yang tumbuh dalam peringatan ini tidak
hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan terus hidup dan diamalkan. Penulis: Andi Ilham
Editor: GF
01 Jun 2026, 22:07 WIT
Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dan Kerentanan Sosial di Papua
Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Pemuda Wilayah Adat
Tabi, Paulinus Ohee, menilai berbagai dinamika sosial yang berkembang di Papua
belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari adanya pengaruh kepentingan luar
yang berupaya memanfaatkan kondisi sosial masyarakat, terutama generasi muda.Menurutnya, kemunculan film “Pesta Babi” dan berbagai narasi
provokatif di ruang publik patut dicermati secara kritis agar tidak menjadi
alat yang memecah persatuan bangsa maupun memicu konflik sosial di Tanah Papua."Indonesia saat ini sedang bergerak menuju kemajuan
besar sebagai kekuatan ekonomi kawasan. Karena itu, menurut dia, terdapat
pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara
kuat dan berpengaruh di Asia", katanya dalam keterangan kepada wartawan. Ia bahkan menilai pola-pola propaganda dan pembentukan opini
publik yang berkembang saat ini memiliki kemiripan dengan situasi menjelang
krisis politik tahun 1998.“Generasi muda, khususnya Gen Z, harus diberikan pemahaman
yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk
menciptakan perpecahan. Anak-anak muda Papua harus menjadi generasi yang
kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu,” ujar
Paulinus.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan
Papua tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dipengaruhi
faktor ideologi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masuknya budaya asing
yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Papua. "Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak
tertentu untuk memperkeruh situasi dan menghambat pembangunan di Papua",
tandasnya. Paulinus menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu titik
paling rentan yang sering dimanfaatkan untuk mempengaruhi masyarakat Papua.
Ketika kesejahteraan belum merata, lapangan pekerjaan terbatas, dan akses
pendidikan maupun kesehatan masih belum optimal, masyarakat menjadi lebih mudah
diprovokasi dan diarahkan pada konflik yang merugikan masyarakat Papua sendiri.“Di Papua ini banyak masyarakat yang sebenarnya hanya ingin
hidup tenang dan sejahtera. Tetapi ketika ada persoalan ekonomi, pendidikan,
dan lapangan kerja yang belum tuntas, itu sering dimanfaatkan oleh pihak lain
untuk menciptakan konflik dan mempengaruhi masyarakat,” katanya.Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembangunan di Papua
tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi harus dibarengi
pendekatan kemanusiaan yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi Orang Asli
Papua. Karena itu, ia berharap pelaksanaan Otonomi Khusus Papua benar-benar
mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput."Negara harus hadir secara utuh melalui pemerataan
pembangunan, penegakan hukum yang adil, peningkatan kualitas pendidikan dan
kesehatan, serta pembukaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat
Papua", tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap Orang Asli Papua dapat merasakan
dirinya sebagai tuan di negerinya sendiri dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).“Harapan kami, Otonomi Khusus benar-benar dirasakan
manfaatnya oleh Orang Asli Papua. Negara harus hadir dengan pendekatan
kemanusiaan, keadilan harus merata, dan hukum ditegakkan dengan adil agar
masyarakat Papua merasa memiliki masa depan yang baik dalam bingkai NKRI,”
tutupnya. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mei 2026, 18:25 WIT
Jamaah Mimika Tetap Khusyuk Salat Iduladha 1447 H di Tengah Guyuran Hujan
Papuanewsonline.com, Timika – Meski diguyur hujan ringan,
suasana kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang
digelar di halaman Gedung Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Rabu
(27/5/2026). Ratusan jamaah tetap hadir dan melaksanakan ibadah dengan penuh
semangat serta kebersamaan, menjadikan momen suci ini semakin bermakna meskipun
cuaca kurang bersahabat.Ibadah pagi tersebut dipimpin langsung oleh Imam Ustadz
Kamsir, mengajak seluruh umat untuk merenungi makna pengorbanan dan ketaatan
sejati.Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Ustadz Joko
Prianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini tersebar luas di
seluruh penjuru wilayah.“Kami menetapkan sebanyak 94 titik pelaksanaan Salat
Iduladha di Mimika, hasil koordinasi bersama Dewan Kemakmuran Masjid, MUI, para
mubaligh, dan berbagai organisasi Islam. Tujuannya agar umat di setiap distrik
maupun kampung dapat merayakan hari raya ini dengan mudah dan nyaman di tempat
terdekat,” jelasnya, menandakan semangat kebersamaan yang tumbuh luas di tengah
masyarakat.Dalam khotbah yang disampaikan KH Abdul Karim Lukman, umat
diajak meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dalam menjaga keimanan dan
selalu mencari kebenaran di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Umat harus bijak menggunakan akal dan hati nurani untuk
memilah mana yang hak dan mana yang batil,” pesannya.Ia juga menekankan pentingnya memelihara hubungan harmonis
antara orang tua dan anak, serta mengingatkan bahwa makna kurban bukan sekadar
menyembelih hewan, melainkan wujud ketulusan hati dan pengorbanan harta demi
meraih ridho Allah SWT.Perayaan Iduladha kali ini menjadi bukti kekuatan
persaudaraan dan iman umat Islam di Mimika. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Mei 2026, 18:26 WIT
Sambut Iduladha, Pemuda Muslim Mimika Perkuat Kolaborasi Lewat Lomba Kebersihan Masjid
Papuanewsonline.com, Mimika — Puncak acara Lomba Kebersihan
Lingkungan Masjid se-Distrik Mimika Baru dalam rangka menyambut Hari Raya
Iduladha berlangsung meriah pada Senin, 26 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung
tema “Masjid Bersih, Ibadah Nyaman, Qurban Berkah” ini menjadi momentum
kolaborasi antara pemuda muslim, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan pemerintah
dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masjid dan
masyarakat.Dalam perlombaan tersebut, Masjid Nurul Hidayah berhasil
meraih Juara 1, disusul Masjid Asy-Syuhada sebagai Juara 2, Masjid Ittihadul
Ummah sebagai Juara 3, dan Masjid An-Nur sebagai Juara Harapan 1.Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam
sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari semangat
kolaborasi dan dorongan bersama dalam menyambut momentum Iduladha.“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama pemuda
muslim dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang positif
dan bermanfaat. Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman yang telah ikut
berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dan polemik sosial di
lingkungan masyarakat, khususnya terkait kebersihan dan keamanan lingkungan,”
ujarnya.Arifin juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini
merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut diapresiasi bersama. Ia berharap
pemuda muslim dapat terus aktif dan memiliki inisiatif dalam mendampingi
pemerintah daerah membangun Kabupaten Mimika.Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun,
memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan para pemuda muslim dan DKM
se-Distrik Mimika Baru. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus
dilanjutkan karena menjadi contoh positif bagi generasi muda.“Inilah pemuda yang kami harapkan, pemuda yang juga
diharapkan oleh pemerintah. Banyak dinamika sosial yang harus kita selesaikan
bersama-sama dengan bergandengan tangan,” kata Merlyn.Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melihat dan mendukung
kegiatan nyata yang telah dilakukan di lapangan. Menurutnya, program yang sudah
berjalan dan dipublikasikan akan menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk
memberikan dukungan.Merlyn juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh DKM yang
telah menjadikan masjid sebagai tempat edukasi yang baik bagi masyarakat. Ia
mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang
melibatkan pemuda.“Pemuda jangan hanya berada di dalam grup-grup WhatsApp.
Silakan kritisi pemerintah, tetapi kami juga membutuhkan pemuda yang mau turun
langsung bekerja bersama-sama di lapangan,” tegasnya.Ia menekankan bahwa program yang bertujuan untuk kebaikan
masyarakat harus dijalankan secara bersama-sama tanpa memandang perbedaan
pribadi.“Kami siap menjembatani, kami siap berbagi, dan kami siap
berkolaborasi,” tutupnya. Penulis: BimEditor: GF
26 Mei 2026, 19:55 WIT