logo-website
Rabu, 03 Jun 2026,  WIT
Berita Terbaru Lihat semua
Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Jalin Pendekatan Humanis Bersama Warga Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Personel Pos Kulirik yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli jalan kaki di wilayah Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (1/6/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah penugasan.Patroli tersebut diawali dengan apel kesiapan di Pos Kulirik sebelum personel bergerak menyusuri sejumlah titik yang menjadi fokus pemantauan keamanan. Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi dan pengecekan kondisi wilayah guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar.Selain melakukan pengawasan wilayah, personel juga terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika situasi yang mungkin terjadi. Selama patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang menonjol.Di sela-sela pelaksanaan patroli, personel juga menyapa warga yang sedang beraktivitas di sekitar jalur patroli. Melalui pendekatan yang humanis, personel berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan perkembangan situasi di lingkungan sekitar sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi yang kondusif di wilayah Puncak Jaya.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli rutin yang dilaksanakan personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen Satgas Ops Damai Cartenz untuk menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat."Patroli yang dilakukan secara rutin merupakan langkah preventif untuk memantau perkembangan situasi di wilayah penugasan sekaligus memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif," ujar Kaops.Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa patroli jalan kaki menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengawasan wilayah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan."Melalui patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, personel dapat memantau kondisi wilayah secara langsung dan merespons setiap perkembangan situasi dengan cepat. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan mendukung aktivitas masyarakat agar tetap berjalan dengan baik," kata Wakaops.Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai mitra penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. PNO-12 02 Jun 2026, 13:36 WIT
Apresiasi Prestasi dan Dedikasi Personel, Kapolda Maluku Dorong Merit System di Lingkungan Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si memberikan penghargaan kepada sejumlah personel dan satuan kerja berprestasi sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian.Penyerahan penghargaan dilaksanakan bertepatan dengan Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Tahapary Tantui Mapolda Maluku, Senin (1/6/2026).Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat budaya kinerja, profesionalisme, dan sistem penghargaan berbasis prestasi (merit system) di lingkungan Polri.Kapolda menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi simbolik, melainkan instrumen pembinaan sumber daya manusia untuk mendorong peningkatan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi agar seluruh personel terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengabdian, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kapolda.Penghargaan diberikan kepada sejumlah personel yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi dalam pengamanan konflik sosial di wilayah Maluku.Salah satunya diberikan kepada Kompol Jufri Jawa, Wakapolres Buru, atas kontribusinya dalam pelaksanaan pengamanan konflik di Kabupaten Maluku Tenggara.Penghargaan serupa juga diberikan kepada AKP Barry Talabessy bersama 20 personel lainnya yang dinilai berhasil menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan humanis.Selain itu, Brigpol Dussalam Nunlehu bersama personel lainnya menerima penghargaan atas dedikasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam penanganan konflik di wilayah Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Pada kategori satuan kerja, penghargaan diberikan kepada Bidang Keuangan Polda Maluku atas keberhasilannya mengoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi keuangan dengan capaian 100 persen selama periode Agustus 2025 hingga Februari 2026.Sementara itu, Piagam Penghargaan Kapolri diberikan kepada IPDA Arwin, S.I.P. atas prestasinya meraih nilai sempurna Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran 2025.Kapolda menilai keberhasilan personel dan satuan kerja tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pelayanan publik di lingkungan Polda Maluku.Menurutnya, keberhasilan institusi Polri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola organisasi dan integritas sumber daya manusia yang menjalankan tugas.Melalui pemberian penghargaan tersebut, Polda Maluku berharap semangat berprestasi, inovasi, dan pengabdian terbaik terus tumbuh di seluruh jajaran sebagai bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang semakin presisi, profesional, dan dipercaya masyarakat. PNO-12 02 Jun 2026, 13:25 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Kapolda Maluku: Hadapi Tantangan Global dan Ancaman Disinformasi Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menegaskan kembali pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan nasional di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan era digital.Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Tahapary Tantui Mapolda Maluku, Senin (1/6/2026).Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara diikuti jajaran pejabat utama, personel Polri, dan ASN Polda Maluku sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang dibacakannya, Kapolda menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa yang telah terbukti mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat.“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jiwa bangsa, pedoman hidup, dan kekuatan moral yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam keberagaman,” kata Kapolda.Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.Kapolda menilai tema peringatan tahun ini sangat relevan dengan situasi global yang ditandai oleh konflik internasional, ketidakpastian ekonomi, serta perkembangan teknologi informasi yang membawa tantangan baru terhadap persatuan bangsa.Di era digital, kata dia, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi melalui media sosial menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu kohesi sosial dan stabilitas nasional.“Media sosial harus menjadi ruang untuk menyebarkan semangat persatuan, toleransi, optimisme, dan gotong royong, bukan menjadi sarana untuk menyebarkan kebencian dan perpecahan,” tegasnya.Kapolda juga menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.“Menjaga keamanan sejatinya adalah bagian dari menjaga persatuan bangsa. Ketika masyarakat hidup aman dan harmonis, maka pembangunan dan kesejahteraan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga stabilitas keamanan, dan mendukung agenda pembangunan nasional melalui pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Polda Maluku berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PNO-12 02 Jun 2026, 13:19 WIT
BMKG Prakiran Cuaca Sepekan di Mimika: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah untuk periode 2 hingga 10 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan, diselingi hujan ringan hingga sedang pada waktu tertentu. Suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi mencapai 98 persen, serta kecepatan angin antara 0,8 hingga 9,4 km/jam yang dapat meningkat hingga 24 km/jam saat terjadi hujan.Khusus pada 1 dan 3 Juni, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi mulai siang hingga malam hari, bahkan hingga dini hari di berbagai distrik seperti Kuala Kencana, Mimika Tengah, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Baru, Wania, dan Kwamki Narama. Wilayah Pegunungan Timika juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi pada malam hari.Secara rinci, cuaca pada 2 Juni cenderung cerah sejak dini hingga siang hari, kemudian berubah menjadi cerah berawan saat sore dan malam. Sementara mulai 3 hingga 8 Juni, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun pada siang dan sore hari. Jarak pandang umumnya baik di atas 10 kilometer, namun dapat menurun akibat kabut tipis pada dini hari karena tingkat kelembapan yang tinggi.Selain cuaca darat, BMKG juga merilis informasi kondisi maritim untuk Perairan Timika dan Kokonao sebagai panduan bagi nelayan serta pengguna transportasi laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca di tengah laut. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi terbaru melalui akun resmi @infobmkgtimika sebelum beraktivitas, baik di darat, laut, maupun udara.  Penulis: Jid Editor: GF 02 Jun 2026, 12:34 WIT
Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan sejak Senin (1/6/26).Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa ledakan.Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan tubuh yang diduga milik para korban.“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang ditemukan,” jelasnya.Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari. Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang mengguncang masyarakat Biak.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya. Penulis: Jid Editor: GF 02 Jun 2026, 12:29 WIT
Dandhy Laksono Hormati Laporan Mama Yasinta, Soroti Pihak yang Antar ke Jakarta Papuanewsonline.com, Jakarta – Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, menanggapi laporan polisi yang diajukan Mama Yasinta atau Mama Sinta, salah satu tokoh yang tampil dalam film tersebut.Dalam keterangan tertulis Sabtu, (30/5/2026), Dandhy menyatakan menghormati langkah hukum Mama Sinta. Menurutnya, setiap warga negara berhak menyampaikan keberatan melalui mekanisme yang berlaku."Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua," ujar Dandhy.Sorot Pihak Pendamping  Di sisi lain, Dandhy mempertanyakan pihak-pihak yang memfasilitasi keberangkatan Mama Sinta ke Jakarta untuk melapor. Ia menilai perhatian terhadap masyarakat adat seharusnya tidak hanya muncul saat ada polemik film.Dandhy menyinggung persoalan tanah ulayat yang selama ini dihadapi masyarakat adat Papua. Ia menilai isu itu juga perlu mendapat perhatian yang sama besar."Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi," tegas Dandhy.Polemik Masih Berlanjut  Film Pesta Babi mengangkat berbagai persoalan di Papua dan memicu perbedaan pandangan antara tim produksi dengan Mama Sinta yang belakangan menyatakan keberatan. Sementara proses hukum berjalan, perdebatan publik terkait film tersebut masih berlangsung. Kasus ini menyangkut aspek hukum, sosial, dan isu masyarakat adat sehingga diperkirakan terus menjadi sorotan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pendamping Mama Sinta yang disinggung Dandhy. Penulis: Hend Editor: GF 02 Jun 2026, 12:27 WIT
Pilihan Redaksi
Patroli Jalan Kaki, Personel Ops Damai Cartenz Jalin Pendekatan Humanis Bersama Warga Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Personel Pos Kulirik yang tergabung dalam Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli jalan kaki di wilayah Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (1/6/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah penugasan.Patroli tersebut diawali dengan apel kesiapan di Pos Kulirik sebelum personel bergerak menyusuri sejumlah titik yang menjadi fokus pemantauan keamanan. Selama kegiatan berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi dan pengecekan kondisi wilayah guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar.Selain melakukan pengawasan wilayah, personel juga terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika situasi yang mungkin terjadi. Selama patroli berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang menonjol.Di sela-sela pelaksanaan patroli, personel juga menyapa warga yang sedang beraktivitas di sekitar jalur patroli. Melalui pendekatan yang humanis, personel berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan perkembangan situasi di lingkungan sekitar sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.Interaksi tersebut disambut positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari upaya Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan dan warga. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman serta memperkuat sinergi dalam menjaga situasi yang kondusif di wilayah Puncak Jaya.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli rutin yang dilaksanakan personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen Satgas Ops Damai Cartenz untuk menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat."Patroli yang dilakukan secara rutin merupakan langkah preventif untuk memantau perkembangan situasi di wilayah penugasan sekaligus memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif," ujar Kaops.Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa patroli jalan kaki menjadi salah satu metode efektif untuk meningkatkan pengawasan wilayah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan personel di lapangan."Melalui patroli yang dilakukan secara berkelanjutan, personel dapat memantau kondisi wilayah secara langsung dan merespons setiap perkembangan situasi dengan cepat. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan mendukung aktivitas masyarakat agar tetap berjalan dengan baik," kata Wakaops.Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif dan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat sebagai mitra penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. PNO-12 02 Jun 2026, 13:36 WIT
Apresiasi Prestasi dan Dedikasi Personel, Kapolda Maluku Dorong Merit System di Lingkungan Polri Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si memberikan penghargaan kepada sejumlah personel dan satuan kerja berprestasi sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian.Penyerahan penghargaan dilaksanakan bertepatan dengan Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Tahapary Tantui Mapolda Maluku, Senin (1/6/2026).Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat budaya kinerja, profesionalisme, dan sistem penghargaan berbasis prestasi (merit system) di lingkungan Polri.Kapolda menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi simbolik, melainkan instrumen pembinaan sumber daya manusia untuk mendorong peningkatan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi agar seluruh personel terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengabdian, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kapolda.Penghargaan diberikan kepada sejumlah personel yang dinilai berhasil menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi dalam pengamanan konflik sosial di wilayah Maluku.Salah satunya diberikan kepada Kompol Jufri Jawa, Wakapolres Buru, atas kontribusinya dalam pelaksanaan pengamanan konflik di Kabupaten Maluku Tenggara.Penghargaan serupa juga diberikan kepada AKP Barry Talabessy bersama 20 personel lainnya yang dinilai berhasil menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan humanis.Selain itu, Brigpol Dussalam Nunlehu bersama personel lainnya menerima penghargaan atas dedikasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam penanganan konflik di wilayah Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.Pada kategori satuan kerja, penghargaan diberikan kepada Bidang Keuangan Polda Maluku atas keberhasilannya mengoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi keuangan dengan capaian 100 persen selama periode Agustus 2025 hingga Februari 2026.Sementara itu, Piagam Penghargaan Kapolri diberikan kepada IPDA Arwin, S.I.P. atas prestasinya meraih nilai sempurna Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun Anggaran 2025.Kapolda menilai keberhasilan personel dan satuan kerja tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pelayanan publik di lingkungan Polda Maluku.Menurutnya, keberhasilan institusi Polri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga oleh kualitas tata kelola organisasi dan integritas sumber daya manusia yang menjalankan tugas.Melalui pemberian penghargaan tersebut, Polda Maluku berharap semangat berprestasi, inovasi, dan pengabdian terbaik terus tumbuh di seluruh jajaran sebagai bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang semakin presisi, profesional, dan dipercaya masyarakat. PNO-12 02 Jun 2026, 13:25 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Kapolda Maluku: Hadapi Tantangan Global dan Ancaman Disinformasi Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menegaskan kembali pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan nasional di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan era digital.Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, saat memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Tahapary Tantui Mapolda Maluku, Senin (1/6/2026).Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara diikuti jajaran pejabat utama, personel Polri, dan ASN Polda Maluku sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang dibacakannya, Kapolda menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa yang telah terbukti mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat.“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jiwa bangsa, pedoman hidup, dan kekuatan moral yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam keberagaman,” kata Kapolda.Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sekadar seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.Kapolda menilai tema peringatan tahun ini sangat relevan dengan situasi global yang ditandai oleh konflik internasional, ketidakpastian ekonomi, serta perkembangan teknologi informasi yang membawa tantangan baru terhadap persatuan bangsa.Di era digital, kata dia, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi melalui media sosial menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu kohesi sosial dan stabilitas nasional.“Media sosial harus menjadi ruang untuk menyebarkan semangat persatuan, toleransi, optimisme, dan gotong royong, bukan menjadi sarana untuk menyebarkan kebencian dan perpecahan,” tegasnya.Kapolda juga menekankan bahwa Polri memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.“Menjaga keamanan sejatinya adalah bagian dari menjaga persatuan bangsa. Ketika masyarakat hidup aman dan harmonis, maka pembangunan dan kesejahteraan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, menjaga stabilitas keamanan, dan mendukung agenda pembangunan nasional melalui pelayanan kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Polda Maluku berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PNO-12 02 Jun 2026, 13:19 WIT
BMKG Prakiran Cuaca Sepekan di Mimika: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah untuk periode 2 hingga 10 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan, diselingi hujan ringan hingga sedang pada waktu tertentu. Suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi mencapai 98 persen, serta kecepatan angin antara 0,8 hingga 9,4 km/jam yang dapat meningkat hingga 24 km/jam saat terjadi hujan.Khusus pada 1 dan 3 Juni, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi mulai siang hingga malam hari, bahkan hingga dini hari di berbagai distrik seperti Kuala Kencana, Mimika Tengah, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Baru, Wania, dan Kwamki Narama. Wilayah Pegunungan Timika juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi pada malam hari.Secara rinci, cuaca pada 2 Juni cenderung cerah sejak dini hingga siang hari, kemudian berubah menjadi cerah berawan saat sore dan malam. Sementara mulai 3 hingga 8 Juni, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun pada siang dan sore hari. Jarak pandang umumnya baik di atas 10 kilometer, namun dapat menurun akibat kabut tipis pada dini hari karena tingkat kelembapan yang tinggi.Selain cuaca darat, BMKG juga merilis informasi kondisi maritim untuk Perairan Timika dan Kokonao sebagai panduan bagi nelayan serta pengguna transportasi laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca di tengah laut. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi terbaru melalui akun resmi @infobmkgtimika sebelum beraktivitas, baik di darat, laut, maupun udara.  Penulis: Jid Editor: GF 02 Jun 2026, 12:34 WIT
Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan sejak Senin (1/6/26).Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa ledakan.Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan tubuh yang diduga milik para korban.“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang ditemukan,” jelasnya.Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari. Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang mengguncang masyarakat Biak.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya. Penulis: Jid Editor: GF 02 Jun 2026, 12:29 WIT
Dandhy Laksono Hormati Laporan Mama Yasinta, Soroti Pihak yang Antar ke Jakarta Papuanewsonline.com, Jakarta – Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, menanggapi laporan polisi yang diajukan Mama Yasinta atau Mama Sinta, salah satu tokoh yang tampil dalam film tersebut.Dalam keterangan tertulis Sabtu, (30/5/2026), Dandhy menyatakan menghormati langkah hukum Mama Sinta. Menurutnya, setiap warga negara berhak menyampaikan keberatan melalui mekanisme yang berlaku."Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua," ujar Dandhy.Sorot Pihak Pendamping  Di sisi lain, Dandhy mempertanyakan pihak-pihak yang memfasilitasi keberangkatan Mama Sinta ke Jakarta untuk melapor. Ia menilai perhatian terhadap masyarakat adat seharusnya tidak hanya muncul saat ada polemik film.Dandhy menyinggung persoalan tanah ulayat yang selama ini dihadapi masyarakat adat Papua. Ia menilai isu itu juga perlu mendapat perhatian yang sama besar."Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi," tegas Dandhy.Polemik Masih Berlanjut  Film Pesta Babi mengangkat berbagai persoalan di Papua dan memicu perbedaan pandangan antara tim produksi dengan Mama Sinta yang belakangan menyatakan keberatan. Sementara proses hukum berjalan, perdebatan publik terkait film tersebut masih berlangsung. Kasus ini menyangkut aspek hukum, sosial, dan isu masyarakat adat sehingga diperkirakan terus menjadi sorotan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pendamping Mama Sinta yang disinggung Dandhy. Penulis: Hend Editor: GF 02 Jun 2026, 12:27 WIT
Berita utama
Hukum & Kriminal
Politik & Pemerintahan
Pendidikan & Kesehatan Lihat semua
BMKG Prakiran Cuaca Sepekan di Mimika: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah untuk periode 2 hingga 10 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan, diselingi hujan ringan hingga sedang pada waktu tertentu. Suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi mencapai 98 persen, serta kecepatan angin antara 0,8 hingga 9,4 km/jam yang dapat meningkat hingga 24 km/jam saat terjadi hujan.Khusus pada 1 dan 3 Juni, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi mulai siang hingga malam hari, bahkan hingga dini hari di berbagai distrik seperti Kuala Kencana, Mimika Tengah, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Baru, Wania, dan Kwamki Narama. Wilayah Pegunungan Timika juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi pada malam hari.Secara rinci, cuaca pada 2 Juni cenderung cerah sejak dini hingga siang hari, kemudian berubah menjadi cerah berawan saat sore dan malam. Sementara mulai 3 hingga 8 Juni, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun pada siang dan sore hari. Jarak pandang umumnya baik di atas 10 kilometer, namun dapat menurun akibat kabut tipis pada dini hari karena tingkat kelembapan yang tinggi.Selain cuaca darat, BMKG juga merilis informasi kondisi maritim untuk Perairan Timika dan Kokonao sebagai panduan bagi nelayan serta pengguna transportasi laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca di tengah laut. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi terbaru melalui akun resmi @infobmkgtimika sebelum beraktivitas, baik di darat, laut, maupun udara.  Penulis: Jid Editor: GF 02 Jun 2026, 12:34 WIT
Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan sejak Senin (1/6/26).Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa ledakan.Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan tubuh yang diduga milik para korban.“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang ditemukan,” jelasnya.Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari. Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang mengguncang masyarakat Biak.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya. Penulis: Jid Editor: GF 02 Jun 2026, 12:29 WIT
Polisi Tangani Cepat Kasus Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Papuanewsonline.com, Biak - Ledakan hebat yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan berat pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat kepolisian, ledakan terjadi di area bawah salah satu rumah panggung yang berada di kompleks tersebut. Suara ledakan yang sangat keras mengejutkan warga sekitar dan memicu kepanikan di kawasan permukiman padat tersebut.Menanggapi kejadian itu, Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan area, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah upaya kemanusiaan dan penyelamatan korban."Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang diperlukan," ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.Hingga Minggu sore, tim gabungan telah menemukan lima korban dalam kondisi meninggal dunia. Empat korban dievakuasi ke RSUD Biak, sementara satu korban lainnya dibawa ke RSAL Biak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.Di sisi lain, upaya pencarian masih terus dilakukan terhadap tiga korban lain yang dilaporkan belum ditemukan. Tim gabungan melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi ledakan dengan melibatkan berbagai unsur penyelamat.Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya enam unit rumah warga yang berada di sekitar titik ledakan. Bangunan yang terdampak mengalami kerusakan pada bagian struktur utama akibat kuatnya daya ledak.Petugas masih melakukan pendataan serta asesmen terhadap kerugian material yang ditimbulkan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mulai menginventarisasi kebutuhan warga yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara dentuman sangat keras sebelum melihat kepulan debu dan puing-puing bangunan beterbangan. Warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada korban sebelum tim gabungan tiba.Sebagai langkah antisipasi, aparat keamanan melakukan sterilisasi di area ledakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lain yang masih tersimpan di sekitar lokasi dan berpotensi menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat.Biak Numfor sendiri merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang sebagai medan pertempuran pada masa Perang Dunia II. Karena itu, keberadaan sisa-sisa amunisi atau bahan peledak peninggalan perang masih kerap ditemukan di beberapa lokasi.Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut oleh tim yang berwenang.Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta warga memberikan ruang kepada petugas untuk menyelesaikan proses pencarian korban dan investigasi secara menyeluruh."Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pencarian korban dan penyelidikan selesai dilakukan," tutup Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang terus berlangsung. Aparat kepolisian bersama tim gabungan tetap siaga di lokasi untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta kondisi kawasan benar-benar aman bagi masyarakat. (GF) 01 Jun 2026, 12:11 WIT
Pengendara Tewas Tabrak Tiang Papan Nama, Diduga Karena Mabuk Alkohol Papuanewsonline.com, Timika – Sebuah kecelakaan tunggal yang memakan korban jiwa terjadi di Jalan Hasanuddin, tepatnya di pintu masuk Pasar Sentral Mimika, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 06.10 WIT. Peristiwa nahas ini menimpa E.W, pengendara sepeda motor Yamaha Mio M3 yang saat itu melaju dari arah Irigasi menuju persimpangan lampu merah Hasanuddin – Budi Utomo. Di lokasi kejadian, pengendara tersebut diduga kehilangan kendali atas arah laju kendaraannya hingga menabrak tiang papan nama yang berdiri di sisi jalan.Kasihumas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa setelah kejadian personel Satuan Lantas segera tiba di lokasi dan membawa korban ke RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter setelah mendapatkan penanganan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, penyebab utama kecelakaan diduga kuat karena pengendara berada di bawah pengaruh minuman beralkohol, sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraan dengan aman dan selamat.Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp5 juta, sedangkan kendaraan serta barang bukti lainnya telah diamankan dan dibawa ke kantor Satuan Lalu Lintas untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.Pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi tubuh yang tidak segar atau terpengaruh zat tertentu sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat berada di jalan raya.Polres Mimika kembali mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan di setiap perjalanan.  Penulis: Jid Editor: GF 31 Mei 2026, 20:21 WIT
TPNPB Umumkan Duka Nasional, Klaim Anggotanya Meninggal karena Malaria di Markas Gilonik Papuanewsonline.com, Puncak Jaya - KOMNAS TPNPB melalui juru bicara Sebby Sambom merilis siaran pers Sabtu (30/5/2026). Dalam rilis itu, TPNPB menyampaikan klaim terkait meninggalnya salah satu anggota di Markas Gilonik.TPNPB mengklaim menerima laporan dari pasukannya bahwa Ratius Murib alias Neson Murib, S.IP. meninggal di Markas Gilonik pada 16 Mei 2026 pukul 00.05 WIT. Penyebab kematian disebut karena sakit malaria selama dua minggu.Dalam siaran pers, almarhum disebut berusia 32 tahun, lahir 16 Oktober 1994 di Kwiyawage. TPNPB menyebutnya sebagai “tim penghubung” untuk wilayah beberapa Kodap, termasuk Kodap XXIV Guragi, Kodap XXV Yambi, Kodap XXVI Kwiyawage, Kodap XXVII Sinak, Kodap XXVIII Yambi, dan Kodap Beoga.Rilis TPNPB mencantumkan riwayat pendidikan almarhum: SD Inpres Mume, SMP Negeri 1 Ilu, SMA Mulia, dan Universitas Warmadewa Denpasar Bali (2012-2017). TPNPB mengklaim almarhum kembali bergabung dengan TPNPB setelah lulus kuliah.TPNPB juga mengklaim almarhum pernah ditahan dan dipenjara, serta terlibat dalam konflik bersenjata di wilayah Tembagapura, Timika, Puncak, dan Puncak Jaya.Menurut siaran pers, almarhum dimakamkan secara upacara kemiliteran TPNPB di Markas Gilonik. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB disebut mengumumkan duka nasional kepada 36 Kodap di Tanah Papua.Rilis tersebut juga berisi seruan TPNPB kepada anak muda Papua terkait pendidikan dan perjuangan.Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari keluarga Neson Murib, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Dinas Kesehatan, maupun TNI-Polri terkait kebenaran klaim kematian, penyebab sakit, dan lokasi pemakaman.Informasi dari wilayah konflik bersenjata memerlukan verifikasi independen. Akses layanan kesehatan dan pencatatan kematian yang jelas penting untuk semua warga, termasuk di daerah konflik. Penulis: Hend Editor: GF 31 Mei 2026, 09:12 WIT
Seni & Budaya Lihat semua
Pemuda Lintas Agama Mimika Galang Dana Bangun Kembali Gereja yang Terbakar Papuanewsonline.com, Timika – Semangat persaudaraan dan toleransi tampak nyata di persimpangan Jalan Budi Utomo – Jalan Hasanuddin, Mimika, pada Senin (1/6/2026). Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam aksi penggalangan dana jalanan untuk membantu pembangunan kembali Gereja Katolik Stasi Santa Fransiskus Xaverius Poumako yang ludes terbakar pekan lalu.Kegiatan yang digagas oleh Front Aksi Kemanusiaan ini direncanakan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 3 Juni mendatang.Sebanyak 12 organisasi pemuda dan komunitas turut berpartisipasi penuh, antara lain PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, IMM, Pemuda Muslim Mimika, Pemuda Katolik, Barisan Merah Putih, Forum Papua Tengah Terang, Pemuda Sorong Raya, APKM, hingga komunitas penggemar sepak bola Portugal Timika. Berbekal kotak sumbangan dan pduk sederhana, mereka dengan ramah menyapa para pengendara dan pengguna jalan untuk mengajak berbagi kebaikan demi sesama yang tertimpa musibah.Koordinator aksi sekaligus Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menyatakan bahwa musibah yang menimpa rumah ibadah tersebut merupakan duka bersama bagi seluruh warga Mimika tanpa memandang perbedaan keyakinan.“Mari kita bergerak bersama membangun kembali tempat ibadah saudara kita. Ini adalah tanggung jawab dan kepedulian kita semua sebagai sesama anak bangsa,” ujarnyaSeluruh dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan sepenuhnya untuk proses pembangunan kembali gedung gereja yang berada di wilayah Distrik Mimika Timur. Gerakan sosial dari kalangan akar rumput ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan tidak memisahkan persaudaraan, melainkan semakin mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi kesulitan.  Penulis: Jid Editor: GF 01 Jun 2026, 22:20 WIT
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Papua Tengah: Kami Anak Papua, Kami Anak Pancasila Papuanewsonline.com, Timika – Semangat kebangsaan dan persatuan berkumandang kencang dari kalangan generasi muda Papua Tengah dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026. Mengangkat tema “Anak Papua, Anak Pancasila”, kegiatan yang digelar di kawasan Pelabuhan Poumako, Mimika, pada Minggu (31/5/26) ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan nyata bagi pemuda untuk menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur dasar negara dalam kehidupan sehari-hari.Acara ini diselenggarakan oleh Banteng Mienting bersama Yayasan Althea Mee Papua dan Rembuk Pemuda Papua Tengah, diisi dengan diskusi kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan tokoh sipil.Koordinator Rembuk Pemuda Papua Tengah, Brigita Pekey, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung makna mendalam: pemuda Papua adalah bagian utuh dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan tanggung jawab yang sama. “Menjadi Anak Papua sekaligus Anak Pancasila berarti tetap bangga dengan budaya dan identitas asal, namun tetap menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, serta semangat kebangsaan sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya. Ia menekankan nilai-nilai ini harus dibuktikan dengan tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.Brigita mengakui generasi muda kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh buruk media sosial hingga lemahnya pemahaman kebangsaan. Oleh karena itu, wadah seperti ini penting untuk membangun ruang edukasi dan dialog yang sehat, agar pemuda tumbuh menjadi agen perubahan yang cinta tanah air sekaligus memiliki nasionalisme yang kokoh. Berbagai program kolaboratif seperti kegiatan sosial, diskusi kepemudaan, dan aksi berbagi telah disiapkan, khususnya menyambut HUT Kemerdekaan RI mendatang. Lokasi di Pelabuhan Poumako sengaja dipilih karena melambangkan keterbukaan dan konektivitas menuju masa depan yang lebih maju.Harapannya, semangat yang tumbuh dalam peringatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan terus hidup dan diamalkan.  Penulis: Andi Ilham Editor: GF 01 Jun 2026, 22:07 WIT
Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dan Kerentanan Sosial di Papua Papuanewsonline.com, Mimika - Tokoh Pemuda Wilayah Adat Tabi, Paulinus Ohee, menilai berbagai dinamika sosial yang berkembang di Papua belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari adanya pengaruh kepentingan luar yang berupaya memanfaatkan kondisi sosial masyarakat, terutama generasi muda.Menurutnya, kemunculan film “Pesta Babi” dan berbagai narasi provokatif di ruang publik patut dicermati secara kritis agar tidak menjadi alat yang memecah persatuan bangsa maupun memicu konflik sosial di Tanah Papua."Indonesia saat ini sedang bergerak menuju kemajuan besar sebagai kekuatan ekonomi kawasan. Karena itu, menurut dia, terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara kuat dan berpengaruh di Asia", katanya dalam keterangan kepada wartawan. Ia bahkan menilai pola-pola propaganda dan pembentukan opini publik yang berkembang saat ini memiliki kemiripan dengan situasi menjelang krisis politik tahun 1998.“Generasi muda, khususnya Gen Z, harus diberikan pemahaman yang baik agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan perpecahan. Anak-anak muda Papua harus menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu,” ujar Paulinus.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan Papua tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga dipengaruhi faktor ideologi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masuknya budaya asing yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal masyarakat Papua. "Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memperkeruh situasi dan menghambat pembangunan di Papua", tandasnya. Paulinus menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu titik paling rentan yang sering dimanfaatkan untuk mempengaruhi masyarakat Papua. Ketika kesejahteraan belum merata, lapangan pekerjaan terbatas, dan akses pendidikan maupun kesehatan masih belum optimal, masyarakat menjadi lebih mudah diprovokasi dan diarahkan pada konflik yang merugikan masyarakat Papua sendiri.“Di Papua ini banyak masyarakat yang sebenarnya hanya ingin hidup tenang dan sejahtera. Tetapi ketika ada persoalan ekonomi, pendidikan, dan lapangan kerja yang belum tuntas, itu sering dimanfaatkan oleh pihak lain untuk menciptakan konflik dan mempengaruhi masyarakat,” katanya.Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembangunan di Papua tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, tetapi harus dibarengi pendekatan kemanusiaan yang mampu menghadirkan rasa keadilan bagi Orang Asli Papua. Karena itu, ia berharap pelaksanaan Otonomi Khusus Papua benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput."Negara harus hadir secara utuh melalui pemerataan pembangunan, penegakan hukum yang adil, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembukaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Papua", tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap Orang Asli Papua dapat merasakan dirinya sebagai tuan di negerinya sendiri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).“Harapan kami, Otonomi Khusus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Orang Asli Papua. Negara harus hadir dengan pendekatan kemanusiaan, keadilan harus merata, dan hukum ditegakkan dengan adil agar masyarakat Papua merasa memiliki masa depan yang baik dalam bingkai NKRI,” tutupnya.  Penulis: Jid Editor: GF 29 Mei 2026, 18:25 WIT
Jamaah Mimika Tetap Khusyuk Salat Iduladha 1447 H di Tengah Guyuran Hujan Papuanewsonline.com, Timika – Meski diguyur hujan ringan, suasana kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di halaman Gedung Graha Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Rabu (27/5/2026). Ratusan jamaah tetap hadir dan melaksanakan ibadah dengan penuh semangat serta kebersamaan, menjadikan momen suci ini semakin bermakna meskipun cuaca kurang bersahabat.Ibadah pagi tersebut dipimpin langsung oleh Imam Ustadz Kamsir, mengajak seluruh umat untuk merenungi makna pengorbanan dan ketaatan sejati.Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Ustadz Joko Prianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini tersebar luas di seluruh penjuru wilayah.“Kami menetapkan sebanyak 94 titik pelaksanaan Salat Iduladha di Mimika, hasil koordinasi bersama Dewan Kemakmuran Masjid, MUI, para mubaligh, dan berbagai organisasi Islam. Tujuannya agar umat di setiap distrik maupun kampung dapat merayakan hari raya ini dengan mudah dan nyaman di tempat terdekat,” jelasnya, menandakan semangat kebersamaan yang tumbuh luas di tengah masyarakat.Dalam khotbah yang disampaikan KH Abdul Karim Lukman, umat diajak meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dalam menjaga keimanan dan selalu mencari kebenaran di tengah kehidupan yang semakin kompleks. “Umat harus bijak menggunakan akal dan hati nurani untuk memilah mana yang hak dan mana yang batil,” pesannya.Ia juga menekankan pentingnya memelihara hubungan harmonis antara orang tua dan anak, serta mengingatkan bahwa makna kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan wujud ketulusan hati dan pengorbanan harta demi meraih ridho Allah SWT.Perayaan Iduladha kali ini menjadi bukti kekuatan persaudaraan dan iman umat Islam di Mimika. Penulis: Jid Editor: GF 27 Mei 2026, 18:26 WIT
Sambut Iduladha, Pemuda Muslim Mimika Perkuat Kolaborasi Lewat Lomba Kebersihan Masjid Papuanewsonline.com, Mimika — Puncak acara Lomba Kebersihan Lingkungan Masjid se-Distrik Mimika Baru dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha berlangsung meriah pada Senin, 26 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Masjid Bersih, Ibadah Nyaman, Qurban Berkah” ini menjadi momentum kolaborasi antara pemuda muslim, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan pemerintah dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masjid dan masyarakat.Dalam perlombaan tersebut, Masjid Nurul Hidayah berhasil meraih Juara 1, disusul Masjid Asy-Syuhada sebagai Juara 2, Masjid Ittihadul Ummah sebagai Juara 3, dan Masjid An-Nur sebagai Juara Harapan 1.Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari semangat kolaborasi dan dorongan bersama dalam menyambut momentum Iduladha.“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama pemuda muslim dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman yang telah ikut berpartisipasi dalam menjawab berbagai tantangan dan polemik sosial di lingkungan masyarakat, khususnya terkait kebersihan dan keamanan lingkungan,” ujarnya.Arifin juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut diapresiasi bersama. Ia berharap pemuda muslim dapat terus aktif dan memiliki inisiatif dalam mendampingi pemerintah daerah membangun Kabupaten Mimika.Sementara itu, Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan para pemuda muslim dan DKM se-Distrik Mimika Baru. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan karena menjadi contoh positif bagi generasi muda.“Inilah pemuda yang kami harapkan, pemuda yang juga diharapkan oleh pemerintah. Banyak dinamika sosial yang harus kita selesaikan bersama-sama dengan bergandengan tangan,” kata Merlyn.Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melihat dan mendukung kegiatan nyata yang telah dilakukan di lapangan. Menurutnya, program yang sudah berjalan dan dipublikasikan akan menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk memberikan dukungan.Merlyn juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh DKM yang telah menjadikan masjid sebagai tempat edukasi yang baik bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan pemuda.“Pemuda jangan hanya berada di dalam grup-grup WhatsApp. Silakan kritisi pemerintah, tetapi kami juga membutuhkan pemuda yang mau turun langsung bekerja bersama-sama di lapangan,” tegasnya.Ia menekankan bahwa program yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat harus dijalankan secara bersama-sama tanpa memandang perbedaan pribadi.“Kami siap menjembatani, kami siap berbagi, dan kami siap berkolaborasi,” tutupnya. Penulis: BimEditor: GF 26 Mei 2026, 19:55 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Amankan Peresmian Gereja di Kiwirok Papuanewsonline.com, Pegunungan Bintang – Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan pengamanan kegiatan peresmian Gereja Injil Indonesia di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat (15/05/2026).Kegiatan pengamanan dipimpin oleh Danpos Kiwirok, IPTU Enabel Julian K., S.Pd., dengan melibatkan 14 personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026. Kehadiran aparat bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah dan peresmian gereja berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat.Sejak pagi hari, personel telah bersiaga di sekitar lokasi guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Selain melakukan pengamanan, personel juga menjalin komunikasi humanis dengan tokoh agama dan masyarakat setempat sebagai bentuk pendekatan persuasif yang terus dikedepankan dalam pelaksanaan tugas di Papua.Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat terlihat antusias dan merasa tenang dengan kehadiran aparat keamanan yang turut membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah dengan aman dan damai.“Kehadiran personel dalam kegiatan keagamaan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan penuh sukacita. Kami terus mengedepankan pendekatan humanis dan penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai keagamaan serta budaya masyarakat Papua,” ujar Ka Ops Damai Cartenz 2026.Ia juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Papua harus dibangun melalui kerja sama, toleransi, dan semangat persaudaraan antar seluruh elemen masyarakat.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. mengatakan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat akan terus dilakukan secara profesional dan persuasif guna menciptakan situasi yang kondusif.“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa aparat hadir sebagai pelindung dan pengayom. Melalui pendekatan dialogis dan humanis, kami berharap hubungan baik antara aparat dan masyarakat dapat terus terjalin demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ungkapnya.Kegiatan pengamanan peresmian gereja di Kiwirok ini menjadi bagian dari upaya Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat Papua. PNO-12 18 Mei 2026, 14:51 WIT
Video Lainnya
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT