logo-website
Selasa, 17 Mar 2026,  WIT

Mahasiswa Kecam Serangan terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus, Soroti Ancaman Demokrasi

Aksi solidaritas mahasiswa di Jakarta menyoroti serangan penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus

Papuanewsonline.com - 17 Mar 2026, 15:41 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Demokrasi menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Taman Literasi Blok M, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Demokrasi mengecam keras serangan penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus. Mereka menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk teror yang mengancam kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia.


Kecaman itu disampaikan dalam aksi solidaritas yang digelar di Taman Literasi Blok M pada Senin (16/3/2026). Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus yang menyuarakan keprihatinan atas kondisi demokrasi dan perlindungan terhadap aktivis.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai kekerasan terhadap pembela HAM tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Mereka menilai insiden tersebut berpotensi menjadi bentuk pembungkaman terhadap suara kritis masyarakat sipil

Koordinator Lapangan aksi, Rifaldo, mengatakan bahwa serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap sejumlah kebijakan negara, khususnya di sektor keamanan dan militer.

Menurut Rifaldo, selama ini Andrie Yunus dikenal aktif mengkritik berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi memperluas peran militer dalam ruang sipil, termasuk rencana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai dapat mengancam prinsip supremasi sipil.

Selain itu, Andrie juga terlibat dalam advokasi sejumlah kasus pelanggaran HAM, seperti isu penghilangan orang secara paksa dan praktik impunitas aparat. Ia juga kerap mengkritisi proses pengambilan kebijakan yang dianggap tidak transparan serta minim partisipasi publik.

Mahasiswa menilai serangan terhadap Andrie tidak dapat dilepaskan dari konteks kerja-kerja advokasi yang selama ini ia lakukan. Mereka menduga adanya upaya sistematis untuk menciptakan rasa takut bagi para pembela HAM dan aktivis yang bersuara kritis.

“Jika praktik teror seperti ini dibiarkan, maka ruang kebebasan sipil di Indonesia akan semakin menyempit,” kata Rifaldo dalam keterangannya.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan independen, termasuk mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Mereka juga meminta negara memberikan perlindungan kepada korban, keluarga korban, serta para pembela HAM dari berbagai bentuk ancaman dan intimidasi, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan tanpa intervensi.


Selain itu, mahasiswa turut mendesak Prabowo Subianto untuk memastikan proses hukum berjalan secara adil serta mendorong pembentukan tim independen guna mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.


Aksi solidaritas ini diwarnai dengan pembentangan poster serta seruan tagar seperti #KeadilanUntukAndrie dan #TolakRemiliterisasi. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku serta pihak yang diduga sebagai dalang di balik serangan terhadap Andrie Yunus dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE