logo-website
Minggu, 01 Mar 2026,  WIT
BERITA Politik & Pemerintahan Homepage
Kemenko Kumham Imipas Perkuat Spiritualitas ASN, Yusril dan Menag Tekankan Makna Syukur Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menggelar kegiatan Peningkatan Iman dan Taqwa bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kementerian, Jumat (27/2), bertempat di Rumah Dinas Menko Kumham Imipas. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama dari Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.Agenda pembinaan rohani ini diisi dengan pengajian, pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Yatim Indonesia, serta tausyiah yang memberikan penguatan nilai-nilai spiritual bagi aparatur negara. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, menandai komitmen bersama untuk menyeimbangkan profesionalitas kerja dengan kedalaman iman.Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai syukur dan syakur sebagai landasan spiritual aparatur, terutama dalam menghadapi dinamika tugas dan berbagai ujian kehidupan. Nilai tersebut dinilai relevan bagi ASN yang setiap hari bergelut dengan tanggung jawab besar dalam pelayanan publik.Dalam tausyiah yang disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa syukur merupakan sikap mengakui dan menerima nikmat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan, sedangkan syakur merupakan tingkatan syukur yang lebih tinggi, yakni kemampuan untuk tetap bersyukur secara konsisten dalam segala keadaan, termasuk saat menghadapi musibah. Sikap syukur tercermin dari kesadaran bahwa setiap keadaan mengandung hikmah, sementara syakur menunjukkan kedalaman iman seseorang yang tetap melihat ujian sebagai bagian dari kasih sayang dan proses peningkatan derajat dari Allah.Penjelasan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi para aparatur yang hadir, bahwa tugas negara bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga ladang pengabdian yang memerlukan keteguhan hati dan keikhlasan. Dalam konteks pelayanan publik, nilai syukur dan syakur diyakini mampu membentuk karakter yang sabar, jujur, dan bertanggung jawab.Menteri Koordinator Bidang Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama yang telah berkenan hadir dan memberikan tausyiah kepada jajaran Kemenko Kumham Imipas. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter aparatur yang berintegritas.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang telah memberikan tausyiah kepada kami dan seluruh jajaran. Penguatan iman dan takwa merupakan fondasi penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara,” ujar Yusril.Ia menambahkan, nilai syukur tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah pelayanan publik. Aparatur yang memiliki sikap syukur dan syakur diharapkan mampu menjaga integritas, kesabaran, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.Melalui kegiatan ini, Kemenko Kumham Imipas menegaskan komitmennya membangun SDM yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, berintegritas, serta berorientasi pada pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. (GF) 28 Feb 2026, 19:39 WIT
Gerakan Indonesia ASRI di Boven Digoel, Bupati Roni Omba Pimpin Aksi Bersih 12 Kilometer Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui aksi kebersihan lingkungan secara besar-besaran yang dipimpin langsung oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba S.ip. Kegiatan ini melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta jajaran pemerintah daerah sebagai wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan dan penataan kota.Aksi kebersihan dilakukan menyusuri jalur utama sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Area yang menjadi sasaran meliputi rute dari Titik Nol menuju Kantor Capil serta dari Titik Nol menuju Kantor Satu Atap atau Gedung DPRD. Pembersihan difokuskan pada sampah di bahu jalan, saluran drainase, dan ruang publik yang menjadi wajah utama ibu kota kabupaten.Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam mendukung gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia. Pemerintah daerah menilai kebersihan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat.Bupati Roni Omba turun langsung memimpin jalannya kegiatan, memberi contoh nyata kepada seluruh ASN dan masyarakat bahwa perubahan dimulai dari keteladanan pemimpin. Kehadirannya di tengah barisan peserta aksi menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan."Lingkungan bersih adalah cerminan tanggung jawab dan kepedulian bersama," ujar Bupati Roni Omba.Ia menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel telah menetapkan jadwal rutin pelaksanaan aksi kebersihan setiap hari Selasa di lingkungan perkantoran dan setiap hari Jumat di area publik, dengan tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.Selain itu, pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan program ini berjalan efektif. Partisipasi aktif seluruh elemen, mulai dari ASN, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan gerakan ini.Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersihan semakin tumbuh. Dengan lingkungan yang tertata, aman, dan sehat, Boven Digoel diharapkan dapat berkembang menjadi daerah yang tidak hanya nyaman dihuni, tetapi juga membanggakan bagi seluruh warganya. Penulis: Hend Editor: GF 28 Feb 2026, 19:37 WIT
Perkuat Silaturahmi, Kapolda Maluku Sahur Bersama Warga Fiditan Papuanewsonline.com, Tual – Dalam suasana penuh kekhusyukan bulan suci Ramadhan, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si melaksanakan Sahur Bersama dan Safari Ramadhan bersama masyarakat Desa/Ohoi Fiditan, Kota Tual, Kamis (26/2/2026) pukul 04.00 WIT.Menurut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, Kegiatan tersebut berlangsung di Musholah Al-Sholeh, Kecamatan Dullah Utara, dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Maluku, unsur Pemerintah Kota Tual, jajaran Polres, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta perangkat Desa Fiditan.Kehadiran Kapolda Maluku di tengah masyarakat pada waktu sahur dini hari tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong percepatan rekonsiliasi pasca terjadinya gesekan antarwarga di wilayah Fiditan.Sementara itu Dalam penyampaiannya, Kapolda menegaskan bahwa kedatangannya bertujuan membangun kedekatan emosional dan memastikan perdamaian benar-benar terwujud di tengah masyarakat.“Saya datang untuk bersilaturahmi dengan warga masyarakat di sini, dan besar harapan saya agar Desa Fiditan ini bisa damai secepatnya,” ujar Kapolda Maluku.Ia mengingatkan bahwa konflik horizontal hanya akan menimbulkan kerugian, luka sosial, serta menghambat kemajuan daerah. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak luar yang ingin memecah belah persaudaraan.“Jangan mau diadu domba oleh pihak luar. Kita semua harus bersatu. Tidak ada lagi zamannya kita berkelahi, dan jangan biarkan orang lain masuk dan memprovokasi dari dalam,” tegasnya.Kapolda Maluku menekankan bahwa keamanan sejatinya lahir dari kesadaran kolektif masyarakat. Aparat keamanan hadir sebagai pendukung dan penjaga stabilitas, namun fondasi utama kamtibmas berada di tangan warga itu sendiri.“Keamanan dibentuk oleh kekuatan masyarakat. Kami pihak keamanan hanya sebagai pendukung dan penjaga. Masyarakatlah yang menciptakan keamanan itu,” jelas Kapolda.Secara khusus, Kapolda mengajak para pemuda untuk menjadi motor perdamaian dan agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Generasi muda diminta menurunkan ego sektoral serta berani menyampaikan informasi apabila mengetahui potensi tindak pidana.“Para pemuda-pemudi sekalian, yang paling utama kita harus bersatu dan menurunkan ego bahwa mereka adalah musuh kita. Satukan tekad dan beranikan diri memberikan informasi apabila mengetahui adanya tindak pidana,” pesannya.Kapolda Maluku juga mengungkapkan bahwa pada malam sebelumnya telah dilakukan pertemuan informal dengan perwakilan Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru guna membangun komunikasi dan kesepahaman bersama.Dari pertemuan tersebut disepakati sejumlah langkah konkret sebagai bentuk komitmen perdamaian, di antaranya pelaksanaan buka puasa bersama yang dipusatkan di lingkungan Fiditan Kampung Lama dengan melibatkan warga dari kedua kompleks.“Hari ini kita akan melaksanakan buka puasa di lingkungan Fiditan Kampung Lama, dan telah disepakati untuk memobilisasi warga Kompleks Fiditan Kampung Baru agar berbuka puasa bersama di sana,” ungkap Kapolda.Selain itu, kedua kelompok juga sepakat untuk mengumpulkan seluruh senjata tajam yang selama ini digunakan dalam aksi saling serang sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, sebagai simbol kesungguhan mengakhiri konflik dan menjaga perdamaian.Kesepakatan tersebut disambut positif oleh tokoh masyarakat dan para pemuda. Bulan suci Ramadhan dinilai sebagai momentum tepat untuk membuka lembaran baru, memperkuat ukhuwah, serta mengembalikan nilai-nilai persaudaraan dan kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Maluku.Langkah Kapolda Maluku turun langsung bersahur bersama warga Fiditan pada waktu dini hari menunjukkan kepemimpinan yang empatik dan berorientasi solusi. Pendekatan ini menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak semata-mata dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai fasilitator perdamaian dan perekat sosial.Di tengah dinamika sosial yang sempat memanas, penggunaan momentum Ramadhan sebagai ruang rekonsiliasi merupakan strategi efektif dan berakar pada nilai budaya serta religius masyarakat setempat. Kesepakatan konkret berupa buka puasa bersama dan penyerahan senjata tajam menjadi indikator kuat bahwa perdamaian tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.Model pendekatan humanis berbasis kearifan lokal dan nilai keagamaan ini layak menjadi rujukan nasional dalam penanganan konflik horizontal, demi terwujudnya keamanan yang berkelanjutan, damai, dan bermartabat. PNO-12 28 Feb 2026, 19:26 WIT
Usai Pimpin Perdamaian, Kapolda Maluku Sholat Magrib dan Buka Puasa Bersama Warga Fiditan Papuanewsonline.com, Tual – Usai memimpin langsung pelaksanaan Perjanjian Damai serta Penyerahan Senjata Tajam dan Bom Molotov pasca bentrokan antarwarga, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, SH, S.I.K., M.Si, melanjutkan agenda dengan melaksanakan Sholat Magrib Berjamaah dan Buka Puasa Bersama masyarakat Desa/Ohoi Fiditan, Kota Tual. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (26/2/2026) pukul 18.35 WIT di Balai Desa Fiditan (Masjid Sementara As-Sholeh), Kecamatan Dullah Utara, dalam suasana penuh kekhusyukan, keteduhan, dan kebersamaan yang mencerminkan kembalinya harmoni sosial pasca konflik. Kata Kabis Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K.Acara ini turut dihadiri jajaran Polda Maluku, unsur TNI, Pemerintah Kota Tual, Kejaksaan, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta perwakilan warga dari Kompleks Fiditan Kampung Lama dan Kompleks Fiditan Kampung Baru.Selanjutnya menurut Kabid Humas, Pelaksanaan sholat berjamaah dan buka puasa bersama menjadi rangkaian lanjutan dari kesepakatan damai yang telah dicapai sebelumnya. Momentum ini dimaknai sebagai simbol berakhirnya konflik sekaligus dimulainya kembali kehidupan sosial masyarakat yang rukun, aman, dan harmonis.Kapolda Maluku tampak berbaur tanpa sekat dengan masyarakat, duduk dan berbuka puasa bersama para tokoh agama, pemuda, serta warga dari kedua kompleks yang sebelumnya terlibat pertikaian. Suasana yang sempat diliputi ketegangan kini berubah menjadi hangat dan penuh kekeluargaan. Sementara itu, Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk introspeksi diri, menahan emosi, serta memperkuat ukhuwah dan persaudaraan.“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, memperbaiki sikap, dan memperkuat persaudaraan. Perdamaian yang sudah kita sepakati hari ini harus kita jaga bersama, bukan hanya secara simbolis, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kapolda.Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati, menjauhi provokasi, serta mengedepankan musyawarah dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.“Jangan lagi ada kekerasan. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan duduk bersama, berdialog, dan mengedepankan akal sehat demi masa depan daerah kita,” tegasnya.Kapolda Maluku juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, agar menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, menjauhi tindakan melanggar hukum, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan.Ia menegaskan bahwa Polri bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus hadir mengawal perdamaian, namun keberhasilan menjaga stabilitas keamanan sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi wujud nyata sinergitas TNI–Polri, Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Tual, khususnya di Desa Fiditan.Kehadiran unsur TNI, Kejaksaan, Pemerintah Kota Tual, serta tokoh adat dan tokoh agama menunjukkan komitmen kolektif dalam mengawal perdamaian yang telah disepakati sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.Setelah sholat berjamaah dan buka puasa bersama, kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, persatuan, dan kemajuan Desa Fiditan serta Kota Tual secara umum.Langkah Kapolda Maluku melanjutkan agenda perdamaian dengan sholat berjamaah dan buka puasa bersama warga menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang humanis dan membumi. Tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, Kapolda tampil sebagai pemimpin yang menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritual masyarakat.Momentum Ramadhan dimanfaatkan secara tepat sebagai ruang rekonsiliasi sosial, memperkuat pesan bahwa konflik tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan, melainkan dengan dialog, empati, dan kebersamaan. Kehadiran lintas sektor dalam suasana ibadah bersama mempertegas bahwa perdamaian Fiditan bukan hanya komitmen aparat, tetapi kesepakatan kolektif seluruh elemen masyarakat.Pendekatan ini patut menjadi model nasional penanganan konflik berbasis rekonsiliasi, kearifan lokal, dan nilai keagamaan, guna mewujudkan keamanan yang berkelanjutan serta masyarakat yang damai dan bermartabat. PNO-12 28 Feb 2026, 19:03 WIT
Kedatangan KRI Balongan-908 dan Dorang-874 di Tual Perkuat Operasi Trisila 26 Papuanewsonline.com, Tual – Pada saat diwawancara media ini, Pasops Lanal Tual, Mayor Laut (P) Petrus Jayanta, memastikan kehadiran dua kapal perang TNI AL, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, di Kota Tual pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kedatangan kedua unsur laut tersebut merupakan bagian dari Operasi Trisila 26 yang digelar di wilayah kerja Komando Armada III (Koarmada III), meliputi Papua, Maluku, dan Maluku Tenggara, selama kurang lebih 40 hari.Mayor Laut Petrus menjelaskan bahwa Operasi Trisila 26 difokuskan untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah kerja Koarmada III, menegakkan kedaulatan negara, serta memastikan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia. Operasi ini juga menjadi sarana membangun pemahaman masyarakat tentang fungsi dan peran alutsista TNI AL.Menurutnya, selain aspek pertahanan, kegiatan ini turut membawa misi sosial dan edukatif. Melalui pendekatan humanis, TNI AL ingin mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga laut sebagai aset strategis bangsa.Kedua kapal dijadwalkan bersandar hingga 3 Maret 2026. Sebagai tuan rumah, Lanal Tual telah berkoordinasi dengan Forkopimda Kota Tual dan Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara serta mengundang para pejabat terkait untuk menghadiri prosesi penyambutan.Selama kapal bersandar, masyarakat diberi kesempatan mengikuti kegiatan Open Ship yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 10.00–13.00 WIT, Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08.00–12.00 WIT, serta Senin, 2 Maret 2026 pukul 09.00–12.00 WIT di Dermaga Umum Yos Sudarso Tual.Dalam kegiatan tersebut, warga dapat naik ke atas kapal, melihat fasilitas, serta mendapatkan penjelasan langsung dari prajurit TNI AL mengenai sistem persenjataan dan tugas operasional di laut. Antusiasme masyarakat diharapkan menjadi wujud kedekatan antara kekuatan pertahanan negara dan rakyat.“Kehadiran kapal perang di Kota Tual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kapal perang ini adalah milik rakyat. TNI Angkatan Laut hanya bertugas sebagai pengawak dan perawat alutsista, sementara kepemilikan utamanya adalah milik seluruh warga negara Indonesia. Masyarakat diizinkan untuk berkunjung, melihat fasilitas, bertanya, dan memahami apa saja yang ada di kapal perang,” ujar Mayor Petrus.Tidak hanya Open Ship, Lanal Tual juga menggelar sejumlah kegiatan sosial. Pada Sabtu sore dilaksanakan pembagian takjil bagi masyarakat di depan Mako Lanal Tual dalam rangka menyambut bulan Ramadan.Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu pagi dengan bakti sosial pembersihan Taman Makam Pahlawan Maluku Tenggara, kemudian silaturahmi santai di Mako Lanal Tual pada sore harinya. Senin pagi, siswa SMK Negeri 1 Tual dijadwalkan mengikuti kunjungan edukatif ke kapal guna pembinaan jiwa kebaharian, dan sore harinya dilaksanakan pembersihan Gereja Sion.Pada Selasa pagi, Lanal Tual juga akan memberikan penyuluhan kepada siswa SMK Negeri 1 Tual mengenai bahaya narkoba dan kesehatan remaja. Mayor Laut Petrus menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini menekankan sinergi antara pertahanan negara dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan laut di wilayah Maluku Tenggara. (GF) 28 Feb 2026, 07:08 WIT
Bapenda Mimika Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di Bulan Penuh Berkah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan (27/02/26). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai di lingkungan Bapenda.Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarpegawai dalam lingkup kantor. Menurutnya, momentum buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas.“Buka bersama ini menjadi bagian dari pada mempererat tali silaturahmi sesama pegawai. Dengan hubungan yang baik dan solid, tentu kinerja kita dalam melayani masyarakat juga akan semakin optimal,” ujarnya.Selain sambutan dari pimpinan, kegiatan juga diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustaz Zakir. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa waktu menjelang berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.“Sesaat lagi kita akan berbuka puasa. Inilah waktu yang mustajab untuk berdoa, maka marilah kita memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.Ia juga menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi madrasah bagi jiwa untuk melatih kesabaran, ketakwaan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Melalui Ramadan, umat Islam diajak untuk merasakan penderitaan saudara-saudara yang kekurangan dan terdorong untuk lebih peduli serta gemar berbagi.Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa momentum buka puasa bersama menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan, baik ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), maupun ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia). Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang azan Magrib dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.Penulis: JidEditor: GF 27 Feb 2026, 22:45 WIT
KIPP Empat DOB Papua Target Selesai 2028, Wamendagri Berharap Diresmikan Presiden Papuanewsonline.com, Papua – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan target penyelesaian pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di empat Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua pada tahun 2028. Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyampaikan harapan agar proyek strategis ini dapat langsung diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada saat yang tepat."Kita memiliki tekad yang kuat untuk menyelesaikan pembangunan KIPP sebagai fondasi kemajuan daerah di Papua, semoga Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden dapat hadir secara langsung pada acara peresmiannya," ujarnya (26/02/26).Ribka menjelaskan bahwa pembangunan KIPP mencakup pembangunan fasilitas utama seperti kantor gubernur, gedung DPRD, kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), serta infrastruktur pendukung meliputi jalan raya, sistem sanitasi, dan fasilitas publik lainnya. Proses pembangunan harus senantiasa mengedepankan kepastian hukum serta kerja sama sinergis antara berbagai kementerian dan lembaga terkait. Berdasarkan hasil kunjungan kerja sebelumnya, progres pembangunan di sebagian DOB menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat beberapa aspek hukum dan administrasi yang perlu segera diselesaikan. "Kami meminta dukungan penuh dari gubernur masing-masing daerah, bersama masyarakat dan Forkopimda untuk menjaga kelancaran seluruh tahapan pembangunan," tambahnya.Salah satu fokus utama adalah percepatan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan yang masih memerlukan penyelesaian dokumen kelayakan atau feasibility study (FS) serta master plan yang komprehensif. Pembahasan terkait penentuan lokasi KIPP di provinsi tersebut telah dilakukan pada tanggal 6 Februari lalu. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pihak berwenang berharap acara peresmian dapat dilakukan oleh Presiden atau Wakil Presiden setelah seluruh tahapan pembangunan selesai secara sempurna. "KIPP bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga menjadi simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan bagi seluruh rakyat Papua," jelas Ribka.Sementara itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyebutkan bahwa tiga provinsi di antara empat DOB telah menunjukkan progres yang baik. Provinsi Papua Barat Daya sudah rampung, Papua Selatan bahkan telah dapat difungsikan, dan Papua Tengah memasuki tahap pelaksanaan pembangunan yang intensif. Sedangkan Papua Pegunungan masih dalam tahap menunggu kelengkapan dokumen FS dan master plan yang ditargetkan selesai pada tahun ini agar pembangunan segera dapat berjalan lancar."Kita berharap target tahun 2028 dapat terealisasi sesuai kesepakatan bersama Komisi II DPR RI. Semoga dengan pembangunan KIPP ini, kita dapat membawa perubahan nyata yang berdampak positif bagi kehidupan masyarakat di Papua," pungkas Diana dengan harapan yang tinggi.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 14:45 WIT
Menhub Dudy Tegaskan Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas Strategis Nasional Jelang Lebaran 2026 Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas strategis pemerintah dan menjadi mandat negara yang tidak dapat ditawar. Penegasan itu disampaikan dalam CEO Safety Meeting 2026 yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (25/2/2026).Menurut Menhub, dalam kerangka Asta Cita Kabinet Merah Putih, Indonesia menargetkan diri menjadi negara maju, berdaulat, dan berdaya saing dengan konektivitas nasional yang kuat serta sistem logistik yang efisien. Sektor transportasi, khususnya penerbangan, memegang peranan sentral dalam mewujudkan agenda besar tersebut.Ia menekankan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya konektivitas, pertumbuhan ekonomi, serta kepercayaan publik. Tanpa keselamatan, distribusi logistik, sektor pariwisata, arus investasi, hingga reputasi Indonesia di mata dunia dapat terdampak secara signifikan."Karena itu, keselamatan penerbangan adalah bagian dari strategi besar pembangunan bangsa. Keselamatan harus menjadi prioritas utama industri penerbangan nasional," kata Menhub.Lebih lanjut, Menhub menilai sistem keselamatan juga mencerminkan reputasi negara dalam tata kelola transportasi. Industri penerbangan, sebagai simbol teknologi dan profesionalisme, tidak boleh memandang keselamatan hanya sebagai persoalan teknis, melainkan sebagai isu strategis yang menyangkut kredibilitas bangsa."Keselamatan bukan sekedar pemenuhan regulasi, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab hukum. Setiap kebijakan perusahaan harus berpijak pada prinsip bahwa keselamatan adalah prioritas utama,” ujar Menhub Dudy.Penegasan ini menjadi bagian dari penguatan sistem keselamatan nasional sekaligus langkah antisipatif menghadapi Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang dan frekuensi penerbangan. Menhub mengingatkan bahwa periode puncak mudik dan arus balik akan meningkatkan tekanan operasional maskapai.Ia meminta seluruh maskapai memastikan pemeriksaan kelaikudaraan, kesiapan awak pesawat, kelengkapan dokumen teknis, prosedur operasional, hingga aspek human factor berjalan sesuai standar yang berlaku. Tidak boleh ada penurunan standar hanya demi mengejar peningkatan layanan atau jadwal tambahan penerbangan."Saat Lebaran nanti, tekanan operasional akan meningkat. Di titik inilah disiplin keselamatan diuji, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan dalam menghadapi peak season. Ramp check harus dilaksanakan secara konsisten, menyeluruh, dan tanpa toleransi terhadap penyimpangan. Saya meminta para CEO untuk tidak melihat ramp check sebagai beban, melainkan sebagai mekanisme perlindungan bersama," tegas Menhub Dudy.Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menambahkan bahwa tanggung jawab keselamatan berada langsung di tangan pimpinan tertinggi maskapai. Ia menyoroti pentingnya budaya pelaporan terbuka dan pengelolaan risiko berbasis data untuk mencegah potensi insiden selama periode angkutan Lebaran.“Keselamatan bukan hanya tugas regulator atau safety manager. Keselamatan adalah tanggung jawab langsung pimpinan tertinggi perusahaan. Setiap keputusan bisnis dan operasional harus dilandasi pertimbangan keselamatan,” kata Lukman.Dalam forum tersebut, regulator turut memaparkan capaian kinerja keselamatan nasional serta rencana penguatan pengawasan menjelang puncak Lebaran. Evaluasi berbasis indikator Effective Implementation (EI) ICAO dan target Rencana Keselamatan Penerbangan Nasional 2024–2026 menjadi pijakan dalam meningkatkan standar operasional penerbangan nasional. Penguatan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri ini diharapkan mampu menjamin bahwa peningkatan mobilitas udara, termasuk selama periode Lebaran, tetap berlangsung aman, tertib, dan andal. Pemerintah menegaskan keselamatan penumpang akan selalu menjadi prioritas tertinggi dalam setiap fase operasional penerbangan nasional. (GF) 27 Feb 2026, 14:33 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Bagikan Bantuan Sosial, Tunjukkan Sentuhan Kemanusiaan Di Mimika  Papuanewsonline.com, Timika – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menunjukkan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, melainkan juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan melalui kegiatan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mimika.Kegiatan yang diselenggarakan ini dipimpin langsung oleh Kasatgas Banops Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Bambang Widiatmoko S.H., M.M., bersama personel Satgas Banops dan didukung oleh tim Satgas Humas. "Kita ingin menunjukkan bahwa kehadiran negara bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan dukungan nyata yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya.Sebelum menuju lokasi tujuan, seluruh personel melakukan sesi konsolidasi guna memastikan kesiapan dan koordinasi yang terjalin dengan baik. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Yayasan Ibu dan Anak Cinta Bella di Kelurahan Karang Senang, Kuala Kencana. Di lembaga ini, personel menyerahkan bantuan sosial sekaligus melakukan interaksi erat dengan pengurus yayasan dan anak-anak yang tinggal di sana. Suasana yang hangat dan penuh kasih sayang terasa sangat kental, mencerminkan komitmen Polri untuk menjadi sahabat serta pelindung bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Rumah Al Quran Misbah Usmaillah yang berlokasi di Jalan Utama Pelabuhan Pomako. Bantuan sosial kembali disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran penting dalam membangun karakter serta membentuk masa depan generasi muda Papua.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pendekatan humanis yang selalu diusung dalam setiap langkah operasi."Operasi Damai Cartenz senantiasa mengedepankan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan: stabilitas keamanan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Kami ingin memastikan bahwa manfaat dari kehadiran negara benar-benar dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita di tanah Papua," tegasnya. Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan bantuan sosial ini bermanfaat untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. "Semoga kepercayaan serta rasa kebersamaan yang terjalin saat ini dapat menjadi pondasi yang kuat untuk membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera," pungkasnya dengan penuh harapan.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 10:01 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT