logo-website
Sabtu, 28 Feb 2026,  WIT

Kedatangan KRI Balongan-908 dan Dorang-874 di Tual Perkuat Operasi Trisila 26

Dua kapal perang TNI AL sandar di Dermaga Yos Sudarso Tual selama beberapa hari, hadirkan penguatan pengamanan laut sekaligus kegiatan sosial dan edukatif bagi masyarakat Maluku Tenggara

Papuanewsonline.com - 28 Feb 2026, 07:08 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874 bersandar di Dermaga Umum Yos Sudarso, Kota Tual, Sabtu (28/02/2026)

Papuanewsonline.com, Tual – Pada saat diwawancara media ini, Pasops Lanal Tual, Mayor Laut (P) Petrus Jayanta, memastikan kehadiran dua kapal perang TNI AL, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, di Kota Tual pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kedatangan kedua unsur laut tersebut merupakan bagian dari Operasi Trisila 26 yang digelar di wilayah kerja Komando Armada III (Koarmada III), meliputi Papua, Maluku, dan Maluku Tenggara, selama kurang lebih 40 hari.


Mayor Laut Petrus menjelaskan bahwa Operasi Trisila 26 difokuskan untuk meningkatkan keamanan laut di wilayah kerja Koarmada III, menegakkan kedaulatan negara, serta memastikan kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga perairan Indonesia. Operasi ini juga menjadi sarana membangun pemahaman masyarakat tentang fungsi dan peran alutsista TNI AL.

Menurutnya, selain aspek pertahanan, kegiatan ini turut membawa misi sosial dan edukatif. Melalui pendekatan humanis, TNI AL ingin mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga laut sebagai aset strategis bangsa.

Kedua kapal dijadwalkan bersandar hingga 3 Maret 2026. Sebagai tuan rumah, Lanal Tual telah berkoordinasi dengan Forkopimda Kota Tual dan Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara serta mengundang para pejabat terkait untuk menghadiri prosesi penyambutan.


Selama kapal bersandar, masyarakat diberi kesempatan mengikuti kegiatan Open Ship yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 10.00–13.00 WIT, Minggu, 1 Maret 2026 pukul 08.00–12.00 WIT, serta Senin, 2 Maret 2026 pukul 09.00–12.00 WIT di Dermaga Umum Yos Sudarso Tual.

Dalam kegiatan tersebut, warga dapat naik ke atas kapal, melihat fasilitas, serta mendapatkan penjelasan langsung dari prajurit TNI AL mengenai sistem persenjataan dan tugas operasional di laut. Antusiasme masyarakat diharapkan menjadi wujud kedekatan antara kekuatan pertahanan negara dan rakyat.

“Kehadiran kapal perang di Kota Tual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kapal perang ini adalah milik rakyat. TNI Angkatan Laut hanya bertugas sebagai pengawak dan perawat alutsista, sementara kepemilikan utamanya adalah milik seluruh warga negara Indonesia. Masyarakat diizinkan untuk berkunjung, melihat fasilitas, bertanya, dan memahami apa saja yang ada di kapal perang,” ujar Mayor Petrus.

Tidak hanya Open Ship, Lanal Tual juga menggelar sejumlah kegiatan sosial. Pada Sabtu sore dilaksanakan pembagian takjil bagi masyarakat di depan Mako Lanal Tual dalam rangka menyambut bulan Ramadan.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu pagi dengan bakti sosial pembersihan Taman Makam Pahlawan Maluku Tenggara, kemudian silaturahmi santai di Mako Lanal Tual pada sore harinya. Senin pagi, siswa SMK Negeri 1 Tual dijadwalkan mengikuti kunjungan edukatif ke kapal guna pembinaan jiwa kebaharian, dan sore harinya dilaksanakan pembersihan Gereja Sion.

Pada Selasa pagi, Lanal Tual juga akan memberikan penyuluhan kepada siswa SMK Negeri 1 Tual mengenai bahaya narkoba dan kesehatan remaja. Mayor Laut Petrus menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini menekankan sinergi antara pertahanan negara dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan laut di wilayah Maluku Tenggara. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE