logo-website
Sabtu, 28 Feb 2026,  WIT

Kemenko Kumham Imipas Perkuat Spiritualitas ASN, Yusril dan Menag Tekankan Makna Syukur

Pengajian dan santunan anak yatim di Rumah Dinas Menko Kumham Imipas menjadi momentum pembinaan rohani aparatur, dengan tausyiah Menteri Agama tentang pentingnya syukur dan syakur sebagai fondasi integritas dan keteguhan dalam menjalankan tugas negara

Papuanewsonline.com - 28 Feb 2026, 19:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri kegiatan Peningkatan Iman dan Taqwa di Rumah Dinas Menko Kumham Imipas, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menggelar kegiatan Peningkatan Iman dan Taqwa bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kementerian, Jumat (27/2), bertempat di Rumah Dinas Menko Kumham Imipas. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama dari Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Agenda pembinaan rohani ini diisi dengan pengajian, pemberian santunan kepada anak-anak dari Panti Yatim Indonesia, serta tausyiah yang memberikan penguatan nilai-nilai spiritual bagi aparatur negara. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, menandai komitmen bersama untuk menyeimbangkan profesionalitas kerja dengan kedalaman iman.

Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai syukur dan syakur sebagai landasan spiritual aparatur, terutama dalam menghadapi dinamika tugas dan berbagai ujian kehidupan. Nilai tersebut dinilai relevan bagi ASN yang setiap hari bergelut dengan tanggung jawab besar dalam pelayanan publik.

Dalam tausyiah yang disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa syukur merupakan sikap mengakui dan menerima nikmat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan, sedangkan syakur merupakan tingkatan syukur yang lebih tinggi, yakni kemampuan untuk tetap bersyukur secara konsisten dalam segala keadaan, termasuk saat menghadapi musibah. Sikap syukur tercermin dari kesadaran bahwa setiap keadaan mengandung hikmah, sementara syakur menunjukkan kedalaman iman seseorang yang tetap melihat ujian sebagai bagian dari kasih sayang dan proses peningkatan derajat dari Allah.


Penjelasan tersebut menjadi refleksi mendalam bagi para aparatur yang hadir, bahwa tugas negara bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi juga ladang pengabdian yang memerlukan keteguhan hati dan keikhlasan. Dalam konteks pelayanan publik, nilai syukur dan syakur diyakini mampu membentuk karakter yang sabar, jujur, dan bertanggung jawab.

Menteri Koordinator Bidang Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Agama yang telah berkenan hadir dan memberikan tausyiah kepada jajaran Kemenko Kumham Imipas. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter aparatur yang berintegritas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang telah memberikan tausyiah kepada kami dan seluruh jajaran. Penguatan iman dan takwa merupakan fondasi penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur negara,” ujar Yusril.

Ia menambahkan, nilai syukur tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ucapan, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah pelayanan publik. Aparatur yang memiliki sikap syukur dan syakur diharapkan mampu menjaga integritas, kesabaran, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kegiatan ini, Kemenko Kumham Imipas menegaskan komitmennya membangun SDM yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, berintegritas, serta berorientasi pada pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE