logo-website
Kamis, 11 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Peneliti MPSI: PSN Wanam Menjadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan Nasional Papuanewsonline.com, Bogor - Peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Fathan Putra Mardela, menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam di Merauke, Papua Selatan, merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.Pernyataan tersebut disampaikan Fathan dalam Diskusi Publik “Dampak Sosial Film Pesta Babi terhadap Perlindungan dan Hak Masyarakat” yang diselenggarakan PD KAMMI Bogor di Camp Survivor, Kota Bogor, Senin (8/6/2026).Menurut Fathan, selama beberapa dekade pembangunan nasional masih menghadapi tantangan ketimpangan antarwilayah. Karena itu, kehadiran PSN di Papua Selatan harus dipandang sebagai upaya negara menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa sekaligus membuka akses pembangunan yang lebih merata.“Papua Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan baru Indonesia. Jika dikelola dengan baik, proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.Fathan menilai pembangunan yang hadir melalui PSN juga berpotensi meningkatkan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi tantangan utama di sejumlah daerah Papua. Kehadiran jalan, transportasi, jaringan logistik, hingga layanan dasar dinilai akan memberikan dampak berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.“Pembangunan harus dilihat sebagai instrumen untuk membuka akses. Ketika akses terbuka, maka pendidikan menjadi lebih mudah dijangkau, layanan kesehatan meningkat, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan peluang ekonomi masyarakat ikut berkembang,” katanya.Meski demikian, Fathan menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus memastikan masyarakat adat menjadi bagian utama dari proses dan manfaat pembangunan tersebut.Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal, penghormatan terhadap hak ulayat, serta komunikasi publik yang terbuka akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program-program pembangunan pemerintah.“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang mampu menyatukan kepentingan nasional dengan aspirasi masyarakat lokal. Ketika manfaat pembangunan dirasakan secara nyata oleh masyarakat, maka dukungan sosial akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.Fathan juga mengajak publik untuk melihat berbagai dinamika yang berkembang di Papua secara lebih objektif dan proporsional. Menurutnya, pembangunan selalu menghadirkan tantangan yang harus dikelola, namun hal tersebut tidak boleh mengaburkan tujuan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.“Kita harus optimistis bahwa Papua memiliki masa depan yang cerah. Yang diperlukan adalah penguatan tata kelola, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama agar pembangunan benar-benar menjadi sarana menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kemajuan bagi masyarakat Papua,” pungkasnya.  Penulis: Jid Editor: GF 11 Jun 2026, 05:42 WIT
Tiket Timika-Keneyam Tembus Rp2,9 Juta, Ketua Pemuda Kei Mimika: “Mencekik Leher” Papuanewsonline.com, Timika – Harga tiket pesawat Timika-Keneyam, Kabupaten Nduga, melambung hingga Rp2,9 juta untuk penerbangan 45 menit. Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menyebut tarif itu “mencekik leher” dan mendesak Bupati Mimika serta DPRD Mimika segera memanggil seluruh operator penerbangan.“Penerbangan 45 menit sampai satu jam apakah wajar diberi harga Rp2,5 juta sampai Rp2,9 juta? Ini tidak masuk akal,” tegas Edoardus, dalam rilis tertulisnya ke media papuanewsonline,com. Senin 10/6/2026. Menurut dia, kenaikan terjadi sepihak tanpa pemberitahuan jelas dan melanda hampir semua rute Timika ke wilayah Papua Pegunungan.Desak RDP, Buka Struktur Biaya  Edoardus meminta Bupati dan DPRD Mimika menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan maskapai. “Pihak penerbangan wajib terbuka. Harus kedepankan asas transparansi dan jelaskan rincian biaya yang jadi dasar penyesuaian tarif,” ujarnya.Ia menegaskan, transportasi udara adalah urat nadi warga pegunungan karena akses darat sangat terbatas. Lonjakan harga langsung menghantam mobilitas warga, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.Langgar Aturan, Ancam Konsumen  Edoardus mengingatkan, UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mewajibkan tarif adil, transparan, dan tidak merugikan publik. Pemerintah berwenang menetapkan batas atas tarif, terutama rute vital ke daerah terpencil.Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan membatasi kenaikan tarif ekonomi maksimal 9%–13% dari tarif dasar. Fuel surcharge memang boleh naik hingga 38%, tapi dengan pengawasan ketat. “Maskapai wajib publikasi struktur biaya. Jangan main-main. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melarang harga sepihak yang merugikan,” kata Edoardus.Ia menambahkan, Ditjen Perhubungan Udara berwenang meninjau dan menurunkan harga jika terbukti melanggar. Edoardus berharap pertemuan pemda dan operator melahirkan solusi: tiket terjangkau tanpa korbankan keselamatan penerbangan. Penulis: Hendrik Editor: GF 11 Jun 2026, 05:39 WIT
Tinggalkan Eksploitasi SDA, Mimika Kembangkan Ekonomi Berbasis Pengetahuan Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi mengubah arah pembangunan. Pola lama yang mengandalkan pengambilan sumber daya alam kini ditinggalkan, digantikan dengan sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Perubahan strategis ini ditandai dengan peluncuran Mimika Innovation Week (MIW) 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tahun ketiga ini bertransformasi menjadi ajang kompetisi terbuka guna membangun ekosistem riset yang inklusif dan berkelanjutan.Pembangunan masa depan kini didasarkan pada data dan kajian mendalam, bukan sekadar dugaan.“Kekayaan alam bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola secara cerdas. Setiap kebijakan harus berlandaskan riset yang kuat,” tegas Bupati Johannes Rettob. Untuk mengatasi masalah tumpang tindih kajian, BRIDA meluncurkan sistem terpadu bernama Sirida Kami. Hasilnya sangat signifikan: jumlah penelitian meningkat drastis dari satu kajian pada 2015 menjadi 36 kajian lengkap pada 2025.Keterbukaan menjadi kunci utama; MIW melibatkan seluruh elemen mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kelompok masyarakat. Setiap dinas wajib melahirkan dua terobosan, dan 10 karya terbaik akan diikutsertakan dalam penghargaan tingkat nasional. Peningkatan kualitas inovasi Mimika pun terlihat jelas, melonjak dari peringkat 300 tahun lalu masuk jajaran 200 besar nasional serta menempati posisi kedua terbaik se-Papua.Berbagai langkah strategis terus diperkuat, termasuk penandatanganan kerja sama dengan BRIN dan universitas ternama yang membuka akses ke ribuan peneliti ahli. BRIN memberikan apresiasi sekaligus mengingatkan agar inovasi tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045. Akademisi juga ditantang untuk tidak hanya bersuara, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan daerah.  Penulis: Jid Editor: GF 10 Jun 2026, 04:02 WIT
Tiket Kapal Pelni Turun 30 Persen Selama Libur Sekolah, Kuota Terbatas Papuanewsonline,com. Jakarta – Masyarakat yang berencana mudik atau liburan dengan kapal laut selama libur sekolah bisa hemat 30 persen. PT PELNI (Persero) resmi memotong tarif dasar tiket kapal penumpang kelas ekonomi di semua rute mulai 6 Juni 2026.Pemotongan harga ini berlaku untuk pembelian tiket sejak 6 Juni 2026. Jadwal berlayar yang mendapat diskon mulai 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Kebijakan ini bagian dari stimulus ekonomi nasional yang digagas pemerintah.Target 693 Ribu Penumpang  Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyebut program diskon menargetkan sekitar 693 ribu pelanggan. Tujuannya mendorong pergerakan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah yang tersambung layanan PELNI.“Libur sekolah itu puncak mobilitas. Kami ingin pastikan transportasi laut tetap jadi pilihan yang aman, nyaman, dan murah. Harapannya pariwisata daerah juga ikut terdorong,” kata Ditto, Rabu, 4/6/2026.Catat Syaratnya: Hanya Tarif Dasar, Tidak Bisa Klaim Selisih  Ditto mengingatkan, diskon 30 persen hanya memotong tarif dasar tiket. Biaya asuransi dan pas penumpang tetap dibayar normal. Kuota tiket diskon terbatas. Begitu habis, harga kembali normal meski masih dalam periode program. Tiket yang telanjur dibeli sebelum 6 Juni 2026 juga tidak bisa minta pengembalian selisih.“Pastikan beli di kanal resmi dan nama penumpang sesuai KTP. Ini untuk cegah penipuan,” ujar Ditto.Kacab Timika: Berlaku Semua Rute, Pakai PELNI Mobile Biar Cepat  Dari Timika, Kepala Cabang PT PELNI setempat meminta warga Papua Tengah memanfaatkan potongan harga ini. Dia menegaskan diskon berlaku untuk seluruh ruas perjalanan kapal PELNI.“Ini untuk tarif dasar saja, di luar asuransi dan pas. Silakan unduh aplikasi PELNI Mobile. Lebih mudah cek jadwal dan beli tiket dari HP,” katanya.Beli Tiket di Sini  Tiket diskon bisa didapat lewat PELNI Mobile, website PELNI, Contact Center 162, loket cabang, BCA Mobile, myBCA, Livin’ by Mandiri, BRImo, BRILink, Gopay, OVO, MyTelkomsel, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan agen perjalanan daring seperti Easybook dan VIA.com.Pembayaran tersedia via BRIVA, BNI Virtual Account, Mandiri Virtual Account, Permata Bank, Indomaret, Alfamart, iSaku, Finpay, hingga Fastpay.Armada PELNI  PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang ke 75 pelabuhan dengan 483 ruas. Untuk daerah 3TP, ada 30 kapal perintis yang melayani 516 ruas ke 229 pelabuhan. Ditambah 17 kapal rede, 8 tol laut, dan 1 kapal ternak. Penulis: Hendrik Editor: GF 09 Jun 2026, 00:54 WIT
Serapan APBD Mimika Awal Juni Capai Rp800 Miliar, Belanja Modal Belum Signifikan Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika, Marthen Tappi Mallisa, melaporkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga awal Juni 2026 baru mencapai sekitar Rp800 miliar atau di bawah 15 persen dari total pagu sebesar Rp5,6 Triliun. Angka ini mulai terlihat pergerakannya memasuki triwulan kedua, meski sebagian besar masih didominasi oleh belanja rutin.“Progres penyerapan sudah berjalan, namun saat ini utamanya berasal dari belanja pegawai serta belanja barang dan jasa,” ungkap Marthen usai apel gabungan di Pusat Pemerintahan Mimika, (8/6/2026). Sementara itu, realisasi untuk pembangunan fisik atau belanja modal belum menampilkan angka yang signifikan, dikarenakan sebagian besar kegiatan masih dalam tahap persiapan dan kelengkapan administrasi.Marthen menjelaskan, serapan anggaran untuk sektor pembangunan fisik diperkirakan akan meningkat tajam pada semester kedua.Kenaikan ini akan terjadi seiring dimulainya pelaksanaan proyek di lapangan dan masuknya pekerjaan ke tahap pembayaran. “Nanti ketika pekerjaan berjalan dan progres bertambah, penyerapan dana juga akan ikut naik mengikuti perkembangan fisik,” tambahnya.Meski realisasi semester pertama masih tergolong rendah, pemerintah daerah tetap optimis target tahunan dapat tercapai. Optimisme ini didasari percepatan pelaksanaan rencana kerja di seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Ia mengimbau seluruh pimpinan instansi segera memaksimalkan program yang telah dirancang agar penggunaan anggaran berjalan optimal hingga akhir tahun.  Penulis: Jid Editor: GF 09 Jun 2026, 00:13 WIT
Percepatan Realisasi APBD 2026, Bupati Mimika Instruksikan OPD Segera Tuntaskan Program Papuanewsonline.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Arahan tegas ini disampaikannya saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (8/6/2026), guna memastikan seluruh rencana pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal.Johannes mencatat bahwa realisasi belanja jasa sudah menunjukkan perkembangan cukup baik dengan capaian sekitar 50 persen. Meski demikian, ia menegaskan percepatan harus terus dilakukan agar seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat segera diselesaikan tepat waktu. Sementara itu, kondisi berbeda terlihat pada belanja modal, di mana progres pelaksanaannya dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan, disebabkan sebagian besar OPD belum mendelegasikan kewenangan kepada bagian pengadaan barang dan jasa.Hasil evaluasi menunjukkan keterlambatan ini dipicu oleh sikap saling menunggu antarinstansi, keterbatasan tenaga pelaksana, serta administrasi yang belum dimulai. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pimpinan OPD dan ASN segera mengambil langkah konkret. “Saya berharap dalam laporan minggu ini sudah banyak pekerjaan yang dilimpahkan ke bagian pengadaan agar proses segera berjalan,” tegasnya.Selain itu, masih banyak pekerjaan melalui penunjukan langsung yang tertahan akibat kenaikan harga barang dan jasa mencapai 25 hingga 30 persen. Peninjauan harga memang diperlukan, namun ia mengingatkan agar proses evaluasi tidak berlarut-larut berbulan-bulan. Tantangan ekonomi nasional dan global seperti kenaikan BBM, biaya transportasi, serta fluktuasi nilai tukar juga menjadi catatan, namun tidak boleh dijadikan alasan penundaan.  Penulis: Jid Editor: GF 08 Jun 2026, 23:35 WIT
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung Gelar Bakti Kesehatan Papuanewsonline.com, Bandar Lampung - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan Bhakti Kesehatan berskala besar. Program ini ditargetkan menyentuh sebanyak 7.600 peserta yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Lampung.Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian Polri sekaligus upaya memperkuat kemitraan yang solid dengan masyarakat, khususnya di Bumi Ruwa Jurai."Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus untuk memperkuat kemitraan yang solid antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).Layanan Spesialistik hingga Operasi GratisPusat kegiatan bakti kesehatan ini salah satunya dipusatkan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tk. III Biddokkes Polda Lampung dengan melayani 600 peserta. Berbagai penanganan medis gratis diberikan meliputi operasi mata katarak dan pterigium untuk 250 pasien, pengobatan spesialistik untuk 300 pasien, pelayanan penanganan stunting bagi 25 anak, senam lansia (geriatri) yang diikuti oleh 25 peserta.Tidak hanya di pusat kota, gerakan ini juga menyasar masyarakat di berbagai daerah melalui Polresta dan Polres jajaran. Di tingkat wilayah, Polri menyediakan pelayanan cek kesehatan gratis bagi 3.850 orang, aksi donor darah yang diikuti oleh 3.000 peserta, serta khitanan massal untuk 150 anak.Ada yang berbeda pada peringatan Hari Bhayangkara kali ini. Polda Lampung memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas fasilitas medisnya dengan meluncurkan dua layanan kesehatan baru berteknologi modern di RS Bhayangkara.Layanan inovatif tersebut adalah Klinik Stem Cell, serta fasilitas operasi batu ginjal dengan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS)."Kami meluncurkan dua layanan kesehatan baru dengan teknologi modern, yaitu pelayanan Klinik Stem Cell, serta operasi batu ginjal dengan metode RIRS, sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," tutur Kapolda.Kesuksesan program masif ini didukung penuh oleh sinergi lintas sektor. Tercatat, sebanyak 459 tenaga kesehatan dan personel Polri dikerahkan.Tim medis tersebut merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari tim Himpunan Bersatu Teguh, Perdami Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kota dan Kabupaten, Biddokkes Polda Lampung, RS Bhayangkara Tk. III, Satuan Kerja Polda Lampung, hingga Sidokkes Polres dan Polresta jajaran.Helfi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap momentum ini dapat membuat hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sembari bersama-sama menjaga kondusivitas keamanan di Lampung."Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta terus bersama-sama mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Provinsi Lampung," tandas jenderal polisi bintang dua tersebut. PNO-12 07 Jun 2026, 21:50 WIT
DAD Mimika Ingatkan OAP Tak Terprovokasi Isu Freeport, Soroti Bahaya “Penumpang Gelap” Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Mimika menyikapi aksi blokade yang sempat terjadi di Check Point Kuala Kencana dan menghambat aktivitas masuk kerja karyawan PT Freeport Indonesia pada Kamis (4/6/2026). Berdasarkan informasi yang beredar, aksi tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan besi tua (scrap) di lingkungan operasional perusahaan.Aksi tersebut menyebabkan akses utama menuju kawasan Kuala Kencana sempat tertutup sebelum akhirnya kembali dibuka setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian bersama manajemen PT Freeport Indonesia. Menanggapi peristiwa itu, DAD Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif.Ketua DAD Mimika, Vinsent Oniyoma, mengatakan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun menurutnya, penyampaian pendapat harus dilakukan secara bermartabat tanpa mengganggu kepentingan publik maupun objek vital nasional."Kami menghormati setiap aspirasi masyarakat adat yang ingin memperjuangkan hak-haknya. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat Orang Asli Papua tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu atau penumpang gelap yang memiliki kepentingan lain di balik isu yang sedang berkembang," tegas Vinsent Oniyoma.DAD Mimika menilai PT Freeport Indonesia merupakan salah satu aset strategis yang selama ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Papua, khususnya masyarakat adat Amungme, Kamoro, dan berbagai suku Papua lainnya yang hidup serta bekerja di Kabupaten Mimika. Karena itu, keamanan dan stabilitas operasional perusahaan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.Selain itu, DAD juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam dunia kerja, baik sebagai tenaga kerja maupun pada posisi-posisi strategis. Menurut DAD, ketimpangan kesempatan kerja yang masih dirasakan sebagian masyarakat harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan perusahaan.Dalam pernyataannya, DAD Mimika juga menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat lokal, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan, pemberdayaan ekonomi, dan pengelolaan sumber daya yang berada di wilayah adat."Kami sebagai masyarakat adat Papua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, merawat, dan melindungi PT Freeport Indonesia dari berbagai ancaman dan kepentingan yang dapat merugikan masyarakat Papua sendiri," ujar Vinsent Oniyoma.Terkait polemik pengelolaan besi tua (scrap), DAD Mimika meminta seluruh pihak terkait, termasuk Lemasa, Lemasko, dan para mitra kerja lainnya, untuk mengevaluasi pola kerja sama yang sedang berjalan. DAD mengusulkan agar dilakukan revisi atau adendum kerja sama dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat adat, khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro yang memiliki kapasitas untuk mengelola peluang usaha tersebut.Menurut DAD, langkah tersebut penting untuk mencegah kecemburuan sosial, mengurangi potensi konflik kepentingan, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat adat. DAD juga menegaskan bahwa persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hak adat harus diselesaikan melalui mekanisme musyawarah adat pada rumah adat masing-masing suku.Di akhir pernyataannya, Vinsent Oniyoma mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu Freeport untuk kepentingan tertentu dengan menggiring opini yang dapat memecah belah masyarakat. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus tetap dijaga sebagai bagian dari aset strategis yang memberikan manfaat bagi Papua. "Kami perlu mengingatkan bahwa saat ini pimpinan tertinggi PT Freeport Indonesia adalah seorang Orang Asli Papua yang memiliki kapasitas profesional, dedikasi, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, kami mengutuk pihak-pihak yang sengaja menggiring opini provokatif dengan membawa-bawa nama pimpinan PT Freeport Indonesia untuk kepentingan tertentu. Freeport bukan partai politik dan tidak boleh dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu," tegasnya. (GF) 06 Jun 2026, 07:00 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT