Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Bongkar Dugaan Mafia BBM, 5 Tersangka Berhasil Diamankan Polda Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Polda Maluku membongkar dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang diduga berlangsung secara terorganisir dan melibatkan pelaku pembelian berulang serta sejumlah operator SPBU di Kota Ambon. Dalam pengungkapan tersebut, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk menjalani proses hukum.Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran serta mencegah penyalahgunaan energi yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu kepentingan publik.Tim Subdirektorat IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku mengungkap dugaan tindak pidana di bidang Minyak dan Gas Bumi tersebut setelah melakukan kegiatan monitoring dan penyelidikan pada Jumat, 21 Agustus 2026.Dalam proses pengungkapan, penyidik menemukan dugaan aktivitas pembelian atau pengambilan BBM Pertalite secara berulang dalam satu hari dari sejumlah SPBU di Kota Ambon, yakni SPBU Lateri, SPBU Passo dan SPBU Galala.Kelima tersangka masing-masing berinisial RT, (laki-laki/37 th) yang diduga berperan melakukan pembelian atau pengambilan BBM secara berulang, serta SE (laki-laki), AWP (laki-laki) , JA (perempuan) dan LDB (perempuan), yang diduga merupakan operator pada sejumlah SPBU tersebut diatas.Berdasarkan hasil penyidikan awal, praktik tersebut diduga telah berlangsung sejak Januari 2026. Tersangka RT diduga menggunakan sebuah kendaraan Toyota Avanza Veloz warna putih yang tangki BBM-nya telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.Dalam upaya memuluskan aksinya, kendaraan tersebut juga diduga menggunakan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan sebenarnya atau diduga palsu. Penyidik turut mengamankan sejumlah pelat nomor yang diduga digunakan secara bergantian untuk mengelabui pengawasan dan mempermudah aktivitas pembelian BBM secara berulang.Dari hasil penyidikan sementara, tersangka RT diduga bekerja sama dengan sejumlah operator nozzle pada SPBU. Para operator tersebut diduga menerima imbalan atas setiap transaksi pengisian menggunakan barcode.BBM yang diperoleh selanjutnya diduga kembali diperjualbelikan kepada kios-kios atau pengecer dengan harga di atas harga pembelian resmi, sehingga para pihak yang terlibat diduga memperoleh keuntungan dari praktik tersebut.Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Kombes Pol Budi Priyanto, S.I.K., M.Si. menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil dari proses monitoring, penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan secara intensif terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.“Tim menemukan adanya dugaan pola pembelian BBM bersubsidi secara berulang dengan menggunakan sarana yang telah dimodifikasi. Dalam proses pengungkapan, kami juga menemukan dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai atau diduga palsu, yang saat ini seluruhnya masih terus kami dalami sebagai bagian dari rangkaian penyidikan,” ungkapnya.Menurutnya, penyidik tidak hanya berhenti pada penangkapan para tersangka, tetapi terus menelusuri seluruh rangkaian aktivitas, termasuk dugaan kerja sama dalam proses pembelian, penggunaan barcode, aliran BBM hingga dugaan penjualan kembali kepada pihak lain.“Penyidik akan mendalami peran masing-masing tersangka secara objektif berdasarkan alat bukti. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli di bidang migas dan ahli pidana, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan sesuai ketentuan,” tegasnya.Para tersangka disangkakan melanggar ketentuan pidana di bidang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana ketentuannya telah mengalami perubahan, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 6 miliar, serta penerapan ketentuan pidana lainnya sesuai hasil pengembangan penyidikan.Dalam pengungkapan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit kendaraan Toyota Avanza warna putih No. Pol. B 1455 LAZ yang diduga telah dimodifikasi pada bagian tangki BBM, sekitar 330 liter BBM jenis Pertalite, sejumlah uang tunai, 8 pasang pelat nomor kendaraan yang diduga palsu, sejumlah barcode MyPertamina diantaranya 5 lembar yang telah dicetak dan dilaminating serta 23 barcode Mypertamina yang tersimpan pada Galeri Foto HP Invinix (yang disita) , satu unit telepon seluler Merk Invinix bersama Sim Card 081248621126 serta dokumen lainnya terkait kendaraan.Barang bukti-barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyidikan dan kasusnya akan didalami lebih lanjut guna mengungkap keseluruhan rangkaian dugaan tindak pidana tersebut.Usai diamankan, para tersangka menjalani pemeriksaan dan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku. Setelah melalui proses penyidikan, terhadap kelima tersangka tersebut kemudian dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polda Maluku.Penyidik selanjutnya akan melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli migas dan ahli pidana, berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum serta menyiapkan pengiriman berkas perkara tahap pertama.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K. menegaskan, pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan Polda Maluku dalam mengawal distribusi energi bersubsidi agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.“BBM bersubsidi merupakan energi yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan penyalurannya harus berjalan sesuai ketentuan. Polda Maluku tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang diduga mencari keuntungan dengan menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi,” tegas Rositah.Menurutnya, pengungkapan perkara ini juga menjadi peringatan bahwa Polri terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk dugaan penyimpangan distribusi BBM, termasuk penggunaan sarana maupun identitas kendaraan yang diduga tidak sesuai atau palsu untuk mengelabui sistem pengawasan.“Jika ditemukan adanya modus penggunaan pelat nomor yang diduga palsu maupun cara-cara lain untuk memuluskan aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi, tentu semuanya akan kami dalami dalam proses penyidikan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi BBM dan melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan,” ujarnya.Rositah menambahkan, penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi memiliki kepentingan yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan upaya negara memastikan subsidi energi tepat sasaran.“Ini bukan semata-mata soal penindakan terhadap pelaku. Yang lebih penting adalah memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak diselewengkan serta hak masyarakat untuk memperoleh energi sesuai peruntukannya tetap terlindungi,” pungkasnya.Kabidhumas juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan mengawasi penyaluran BBM bersubsidi dan melaporkan kepada aparat kepolisian apabila menemukan dugaan penyalahgunaan di lapangan.“Pengawasan distribusi BBM bersubsidi membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan indikasi pembelian secara tidak wajar, penimbunan, pengangkutan tanpa hak, penjualan kembali secara ilegal atau bentuk penyalahgunaan lainnya,” pungkasnya.Polda Maluku memastikan penanganan perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut akan terus dilakukan secara profesional, transparan dan berkeadilan. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang diduga terlibat dalam rangkaian perkara tersebut.Seluruh tersangka tetap mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dan proses penanganan perkara tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. PNO-12
24 Agu 2026, 16:36 WIT
Bidpropam Polda Maluku Tanam Jagung Pipil di Lahan 2 Hektare
Papuanewsonline.com, Buru - Dari Pulau Buru untuk Indonesia, Polda Maluku terus menggerakkan dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam), Polda Maluku melakukan penanaman jagung pipil di atas lahan seluas dua hektare di Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Kamis (20/8/2026).Kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 tersebut dipimpin langsung Kabidpropam Polda Maluku Kombes Pol. Jarot Sungkowo, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran Bidpropam Polda Maluku, Polres Buru, unsur kepolisian setempat, serta Kelompok Tani Garda binaan Bidpropam Polda Maluku.Langkah ini menjadi bagian dari dukungan konkret Polri terhadap program ketahanan pangan dan Asta Cita. Pemanfaatan lahan produktif melalui penanaman jagung diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian masyarakat, tetapi juga memperkuat kontribusi daerah dalam menopang kebutuhan pangan nasional.Di tengah tantangan ketahanan pangan yang membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor, keterlibatan Polri bersama kelompok tani menunjukkan bahwa penguatan pangan nasional harus dimulai dari daerah, dari desa, dan dari optimalisasi potensi yang dimiliki masyarakat.Penanaman dilakukan di atas lahan seluas dua hektare dengan komoditas jagung pipil. Lahan tersebut dikelola bersama Kelompok Tani Garda yang diketuai Aam Purnama, berlokasi di Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.Kabidpropam Polda Maluku Kombes Pol. Jarot Sungkowo menegaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polda Maluku dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari pembangunan nasional.Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen bangsa, termasuk Polri melalui berbagai bentuk pendampingan dan kolaborasi bersama masyarakat.“Penanaman jagung di lahan seluas dua hektare ini merupakan wujud dukungan nyata Bidpropam Polda Maluku terhadap program ketahanan pangan dan Asta Cita. Kami ingin menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dilakukan melalui kerja bersama, dengan memanfaatkan potensi daerah dan melibatkan langsung masyarakat, khususnya kelompok tani,” kata Kombes Pol. Jarot Sungkowo.Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan terhadap produktivitas pertanian masyarakat."Dari Buru, kami ingin ikut memberikan kontribusi untuk Indonesia. Lahan yang ditanami hari ini harus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat produksi pangan. Polri akan terus bersinergi dengan masyarakat dan kelompok tani agar potensi pertanian yang ada dapat berkembang serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat" ujarnya.Kombes Jarot berharap Kelompok Tani Garda dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian dan mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pangan di Kabupaten Buru dan Maluku secara lebih luas.Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M., Kaurlitpers Subbidpaminal Bidpropam Polda Maluku AKP Yusri, S.H., Kanit Hartib Subbidprovos Bidpropam Polda Maluku AKP Yabes Payung, Kasipropam Polres Buru IPTU Iwan, Kapolsek Waeapo IPDA Rudi, personel Bidpropam Polda Maluku serta Kelompok Tani Garda.Kehadiran jajaran kepolisian bersama kelompok tani dalam kegiatan tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung program-program yang berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, penanaman jagung yang dilakukan Bidpropam Polda Maluku merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung agenda strategis nasional hingga ke tingkat daerah.Menurutnya, ketahanan pangan nasional akan semakin kuat apabila setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimilikinya.“Ketahanan pangan nasional tidak dibangun hanya dari pusat. Daerah memiliki peran yang sangat penting. Apa yang dilakukan Bidpropam Polda Maluku bersama Kelompok Tani Garda di Kabupaten Buru adalah bentuk kontribusi nyata dari daerah untuk mendukung kekuatan pangan Indonesia,” kata Kombes Pol. Rositah Umasugi.Ia menilai, Maluku dengan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki harus terus didorong untuk mengembangkan sektor-sektor produktif, termasuk pertanian, sehingga mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.“Polda Maluku berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui langkah-langkah nyata dan kolaboratif. Dari pemanfaatan lahan produktif hingga penguatan kelompok tani, semuanya diarahkan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah semangat bahwa dari Maluku, termasuk dari Buru, kita bersama-sama memberikan kontribusi untuk Indonesia,” ungkapnya.Penguatan ketahanan pangan membutuhkan keberlanjutan, mulai dari penyediaan dan pemanfaatan lahan, peningkatan produksi, hingga penguatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku utama sektor pertanian.Karena itu, sinergi antara Polri dan kelompok tani di Desa Waetele diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang terus berkembang dan menghasilkan manfaat jangka panjang.Kombes Rositah menambahkan, kegiatan penanaman harus menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk memastikan lahan produktif benar-benar memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.“Yang kita dorong bukan hanya menanam hari ini, tetapi bagaimana tanaman ini dirawat, dipanen dan menghasilkan manfaat. Ketahanan pangan membutuhkan konsistensi. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat akan terus diperkuat agar setiap program dapat memberikan hasil nyata,” tandasnya.Melalui penanaman jagung pipil di atas lahan dua hektare tersebut, Bidpropam Polda Maluku menegaskan dukungannya terhadap penguatan ketahanan pangan dan implementasi Asta Cita. Dari Desa Waetele, Kabupaten Buru, langkah sederhana di atas lahan pertanian menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan nasional.Seluruh rangkaian kegiatan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 berlangsung aman, tertib dan lancar. PNO-12
24 Agu 2026, 14:15 WIT
Wang Yi Temui Luhut, Tekan Kerja Sama Investasi dan Lingkungan Usaha yang Saling Menguntungkan
Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini berlangsung selaras dengan rangkaian kunjungan kerja Wang Yi ke Indonesia guna menghadiri Dialog Strategis Komprehensif serta Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menlu dan Menhan kedua negara. Pembahasan berfokus pada peningkatan iklim investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia serta perluasan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.Wang Yi menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia senantiasa menyediakan lingkungan usaha yang aman, stabil, dan bersahabat bagi pelaku usaha Tiongkok. “Tiongkok dengan tulus membantu Indonesia mempercepat pembangunan serta mendorong perusahaan-perusahaan kami berinvestasi di sini, guna mengubah kekayaan sumber daya menjadi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kedua negara adalah mitra strategis yang dapat dipercaya, saling melengkapi, dan bersama-sama mewakili suara negara-negara Selatan yang sedang bangkit.Luhut menyambut baik niat tersebut dan menegaskan bahwa hubungan kedua negara dibangun di atas dasar saling menghormati dan kepercayaan yang mendalam. “Kerja sama yang telah terjalin nyata memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Selain bidang energi dan sumber daya alam, Indonesia juga membuka peluang kerja sama baru di sektor energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga riset biodiversitas dan teknologi kesehatan.Luhut menegaskan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada rencana semata, melainkan harus melahirkan hasil konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan meningkatkan taraf hidup rakyat. DEN bersama lembaga terkait Tiongkok juga menyusun peta jalan kerja sama jangka panjang, mencakup proyek kereta api cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga program pengentasan kemiskinan. “Tiongkok memiliki modal dan teknologi, Indonesia memiliki sumber daya dan pasar besar. Jika digabung atas dasar kepercayaan, kemakmuran bersama pasti tercapai,” tegasnya.Penulis: JidEditor: OF
23 Agu 2026, 08:56 WIT
Perusahaan Migas Dunia Kembali Melirik Indonesia, TotalEnergies Mulai Pengeboran di Papua
Papuanewsonline.com, Jakarta - Sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia kembali mencatat kabar menggembirakan. Perusahaan-perusahaan migas raksasa dunia yang kerap disebut sebagai Seven Sisters mulai kembali menunjukkan keseriusan menanamkan modal di Tanah Air setelah lama tidak melakukan investasi besar. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menyampaikan hal tersebut pada Jumat (21/8/2026), menegaskan bahwa minat investor global kini mulai terlihat nyata, terutama di wilayah perairan lepas pantai atau offshore.“Alhamdulillah Seven Sisters mulai kembali ke Indonesia untuk berinvestasi,” ujar Djoko. Salah satu langkah nyata ditunjukkan TotalEnergies yang akan segera melaksanakan pengeboran bekerja sama dengan Petronas dan Pertamina di wilayah Bobara, Papua. Disusul pula oleh Shell yang disebut tinggal selangkah lagi untuk resmi kembali berinvestasi di Indonesia, mencakup kegiatan eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga tahap produksi migas di wilayah perairan lepas pantai.Kabar menggembirakan lainnya datang dari kunjungan manajemen Chevron yang berasal dari Houston dan Singapura yang datang langsung ke SKK Migas pada hari yang sama. Djoko menyambut perkembangan tersebut dengan penuh optimisme.“Paten ini barang, Insya Allah, Aamiin YRA,” ungkapnya menyiratkan harapan besar agar minat tersebut segera mewujud menjadi investasi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.Kembalinya para pemain migas global ini dinilai sebagai sinyal positif sekaligus momentum berharga bagi Indonesia. Kehadiran mereka membawa pengalaman, teknologi mutakhir, serta kemampuan pendanaan yang kuat untuk membuka wilayah-wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan perairan dalam dan wilayah perbatasan yang belum terjamah. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional serta meningkatkan produksi migas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.Penulis: JidEditor: OF
22 Agu 2026, 15:08 WIT
PLBN Yetetkun di Boven Digoel Jadi Lumbung Cuan Baru Papua
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Selama ini dianggap sebagai ujung negara, kini kawasan perbatasan di Boven Digoel justru berpotensi menjadi pusat uang baru. Kehadiran Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dinilai bukan hanya soal penjagaan wilayah, tapi kunci pembuka kesejahteraan masyarakat perbatasan.Hal itu ditegaskan Staf Ahli Bupati Boven Digoel Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jeffri Nirahua. Menurutnya, posisi PLBN Yetetkun yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG) adalah harta karun yang belum digarap maksimal."Hubungan perdagangan antara kedua negara memiliki peluang yang saling menguntungkan. Ini harus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan," ujar Jeffri, Rabu (19/8/2026).Jeffri menjelaskan, PLBN Yetetkun tidak boleh hanya dipandang sebagai pos pemeriksaan orang dan barang. Kawasan ini punya magnet ekonomi yang luar biasa. Perputaran barang dan jasa akan semakin kencang, dan di situlah peluang pendapatan baru bagi warga lokal terbuka lebar.Masyarakat Indonesia di sekitar Yetetkun punya peluang besar untuk menjadi pemasok kebutuhan warga PNG, mulai dari produk sembako hingga komoditas unggulan lokal, tentunya sesuai aturan perdagangan lintas batas yang berlaku.Namun, Jeffri mengingatkan, semua harus dilakukan secara tertib dan legal. Jangan sampai semangat mencari cuan justru melanggar regulasi."Semangat kemerdekaan harus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkembang dan membangun daerah, termasuk melalui penguatan ekonomi di kawasan perbatasan," tegasnya, mengaitkan momentum HUT ke-81 RI.Pemkab Boven Digoel sendiri kini mendorong penuh agar masyarakat mengubah mindset: PLBN Yetetkun bukan sekadar pintu keluar-masuk, tapi etalase dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.Dengan dukungan infrastruktur yang terus dibangun, peningkatan kapasitas pelaku UMKM lokal, dan pengelolaan perdagangan yang profesional, Yetetkun diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi Boven Digoel."Tujuannya jelas, keberadaan PLBN harus berdampak nyata: pendapatan warga naik, lapangan usaha terbuka, dan kesejahteraan masyarakat perbatasan benar-benar terangkat," pungkasnya.Perbatasan kini bukan lagi halaman belakang Indonesia, tapi beranda depan yang menghasilkan.Penulis: MuhtarEditor: OF
21 Agu 2026, 08:20 WIT
Si Jago Merah Mengamuk: Pasar di Dekai Yahukimo Terbakar
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Suasana pagi di Ibukota Kabupaten Yahukimo, Dekai, mendadak mencekam. Pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dilaporkan terbakar hebat pada hari ini, Kamis, 20 Agustus 2026.Informasi awal yang diterima menyebutkan, api mulai terlihat membesar sekitar pagi hingga siang hari. Dalam foto dan video amatir yang beredar di media sosial, terlihat jelas kobaran api berwarna oranye kemerahan melalap bagian atap bangunan pasar yang didominasi seng dan dinding bercat biru. Yang paling mencolok adalah kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga puluhan meter ke langit Dekai, terlihat dari jarak jauh. Asap tersebut menandakan material yang terbakar cukup banyak dan mudah terbakar, khas bangunan kios pasar yang terbuat dari kayu dan triplek.Di bawah kepulan asap itu, puluhan warga tampak berkerumun. Beberapa warga terlihat berusaha mendekat, namun sebagian besar hanya bisa menyaksikan dari jarak aman. Belum terlihat armada pemadam kebakaran yang memadai di lokasi, sebuah pemandangan yang kerap terjadi di Yahukimo.Pasar Dekai sendiri merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Yahukimo. Selain menjadi tempat jual beli kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi tempat perputaran ekonomi para mama-mama Papua, pedagang pendatang, hingga pengecer BBM dan kebutuhan harian lainnya.Hingga berita ini diturunkan pada Kamis (20/8/2026) sore, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Papua maupun Polres Yahukimo yang dirilis di portal nasional terkait jumlah kios yang terbakar, taksiran kerugian materiil, maupun ada tidaknya korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.Pihak kepolisian melalui Polres Yahukimo disebut masih melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesuai prosedur, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Ops Damai Cartenz 2026."Penyebab kebakaran dan kerugian masih didalami pihak berwenang Polres Yahukimo," ujar sumber awal di lapangan.Situasi keamanan di sekitar Pasar Dekai dilaporkan tetap dalam pemantauan aparat gabungan TNI-Polri untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk penjarahan maupun api merembet ke pemukiman padat di belakang pasar.Bukan Pertama KaliPerlu diketahui, kebakaran pasar di Dekai bukan kejadian pertama. Sebelumnya, Pasar Lama Dekai juga pernah ludes terbakar pada Oktober 2025 akibat ledakan BBM eceran, dengan 7 kios hangus. Keterbatasan alat pemadam dan dominasi bangunan kayu menjadi tantangan tersendiri dalam setiap kejadian kebakaran di wilayah pegunungan tengah ini.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya, dan memberikan akses kepada petugas untuk melakukan olah TKP.Masyarakat yang memiliki informasi, foto, atau video tambahan terkait kebakaran Pasar Dekai hari ini diharapkan dapat melapor langsung ke Polres Yahukimo.Editor: OF
20 Agu 2026, 12:54 WIT
Kontribusi Freeport Indonesia Capai Rp75 Triliun di 2025, Diproyeksikan Melonjak Saat Produksi Pulih
Papuanewsonline.com, Tembagapura — PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat total kontribusi kepada negara pada tahun 2025 mencapai Rp75 triliun. Sebagian besar nilainya, yaitu Rp13 triliun, disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta daerah-daerah lain di wilayah Papua Tengah. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tembagapura, Papua Tengah, Selasa (18/8/2026).“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kami yang tak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kami menghadapi berbagai tantangan,” ujar Tony. Sejak insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), produksi baru mampu berjalan sekitar 65% dari kapasitas normal. Kendati demikian, PTFI tetap menargetkan kontribusi kepada negara pada tahun 2026 ini mencapai Rp47 triliun, didukung produksi sekitar 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas.Tony menjelaskan bahwa angka kontribusi diprediksi terus meningkat seiring pemulihan produksi. Pada semester pertama tahun depan, kapasitas diproyeksikan mencapai 75% dan menjelang akhir tahun bergerak menuju 100%. Apabila produksi telah berjalan penuh pada akhir 2027, kontribusi PTFI kepada negara diperkirakan melonjak hingga lebih dari Rp100 triliun per tahun, bahkan berpotensi menyentuh angka Rp120 triliun.Untuk menjamin keberlanjutan manfaat tersebut, PTFI juga tengah mendorong pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar dengan total investasi mencapai Rp72 triliun. Proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas sepanjang masa operasinya. “Investasi ini membuktikan bahwa di tengah masa pemulihan, kami tetap melangkah maju membangun fondasi keberlanjutan bagi perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa,” tegas Tony.Penulis: JidEditor: OF
20 Agu 2026, 09:07 WIT
Gema Papua 2026: Kreativitas Anak Muda Ubah Budaya Jadi Peluang Ekonomi
Papuanewsonline.com, Jayapura – Halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih penuh sesak, Rabu (12/8/2026). Bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional, ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan “Gema Papua: Film, Budaya & Kreativitas” garapan komunitas Imaji Papua.Lebih dari sekadar pesta seni, kegiatan ini menjadi ruang temu para pelaku ekonomi kreatif Papua. Dari panggung musik, stan kuliner, hingga galeri foto, semua ditampilkan untuk menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi penggerak ekonomi.Busana Noken Tampil Modern di Panggung ModeSalah satu daya tarik utama adalah peragaan busana. Lima desainer muda Papua menampilkan karya berbasis noken: Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora, dan Alfianty Mandosir.Benang noken hasil rajutan tangan mama-mama Papua diolah dengan siluet modern. “Ini bukan cuma soal fashion. Kami ingin jaga warisan budaya sekaligus buka peluang ekonomi untuk mama-mama di kampung,” kata Agusta Bunai, desainer asal Wamena.Film dan Foto Angkat Cerita Orang PapuaDi layar tancap, film dokumenter “Tong Masih Disini” karya Yulika Anastasia diputar. Film itu mengisahkan empat tokoh dari Wamena, Jayapura, dan Merauke yang hidupnya terhubung lewat komoditas lokal: kopi, pinang, dan sagu.Cerita sederhana itu ingin menegaskan: kekuatan Papua ada pada ketekunan masyarakatnya.Di sisi lain, 240 karya foto dari 34 fotografer se-Papua dipamerkan. Kurator Yosin Kogoya berharap pengunjung tidak hanya melihat estetikanya. “Di balik setiap bingkai ada kehidupan. Ada perjuangan orang Papua yang ingin kami perkenalkan lebih luas,” ujar Yosin.Pemerintah: Ini Modal Pembangunan DaerahKegiatan ini mendapat dukungan dari Taman Budaya Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.Kepala Taman Budaya Papua Melki Ohee menilai ruang kreatif seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Papua. Sementara Staf Ahli Pemkot Jayapura Stem Meraudje menyebut kreativitas anak muda adalah aset besar.“Tong masih di sini, tong masih berkarya. Di tengah tantangan, semangat membangun daerah tidak boleh padam,” tegas Stem.Ketua Imaji Papua Yulika Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi. “Kalau mau ekonomi kreatif Papua bertumbuh, kita harus bergandengan tangan. Saling mendukung, saling mengangkat,” katanya.Dengan semangat itu, “Gema Papua” diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kreator Papua yang berdaya, dan mampu membawa nama Papua ke panggung nasional maupun internasional.Penulis: HendrikEditor: OF
16 Agu 2026, 23:03 WIT
Jelang Muktamar ke-35 NU, Forbes NU 26 Dorong Evaluasi Menyeluruh Terkait Konsesi Tambang
Papuanewsonline.com, Bogor — Dua belas hari menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Forum Bersama (Forbes) NU 26 menggelar Rembug Warga NU Jabodetabek di Institut Pertanian Bogor, Sabtu (15/8/2026). Diskusi bertajuk “Tambang Ormas NU: Menimbang Fikih, Kemandirian Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan” digelar sebulan setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang mengoreksi dasar hukum pemberian izin pertambangan kepada organisasi kemasyarakatan.Forum menegaskan bahwa persoalan konsesi tambang tidak cukup dinilai dari pertanyaan fikih semata soal “boleh atau tidak boleh”. Lebih dari itu, keputusan tersebut menyangkut kehormatan organisasi, kemandirian ekonomi, keadilan sosial dan gender, keselamatan warga, serta kelestarian lingkungan hidup. Semua aspek itu harus dipertimbangkan secara utuh dan seimbang sebelum mengambil keputusan yang berjangka panjang.Putusan MK Nomor 160/PUU-XXIII/2025 menegaskan bahwa frasa “pemberian prioritas” dalam UU Minerba tidak boleh dimaknai sebagai penunjukan langsung. Jika pun diberikan prioritas, harus didasarkan pada parameter yang jelas, penilaian objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketidakjelasan prosedur dinilai berpotensi membuka ruang yang merugikan lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.Dr. Ivanovich Agusta mengingatkan bahwa persoalan tambang harus dilihat sekaligus dengan persoalan kemandirian desa. “Jangan sampai desa kehilangan uang untuk membiayai koperasi, lalu kehilangan tanah untuk membiayai tambang. Kalau nilai tambahnya dibawa keluar, sementara desa hanya menanggung dampaknya, itu bukan kemandirian desa,” tegasnya. Pembangunan pun sebaiknya memperkuat kemampuan warga mengelola kekayaan sendiri, bukan justru menciptakan ketergantungan baru.Penulis: JidEditor: OF
16 Agu 2026, 14:42 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru