Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Bangun Generasi Produktif, Polda Maluku Bagikan Peralatan Olahraga di 3 Desa
Papuanewsonline.com, Malteng – Polda Maluku terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui penyerahan bantuan peralatan olahraga kepada pemuda Desa Wakal, Desa Hitu Mesing, dan Desa Hitu Lama di Mako Polsek Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Safety Riding Wisata Rally Club dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80.Penyerahan bantuan dilakukan di hadapan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, Irjen Pol. Imam Thobroni, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. I Made Sunarta, para Pejabat Utama Polda Maluku, Bhayangkari, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda dari tiga desa.Kapolda Maluku mengatakan olahraga merupakan media strategis dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, disiplin, berprestasi, serta terhindar dari berbagai pengaruh negatif."Melalui bantuan peralatan olahraga ini kami berharap lahir lebih banyak ruang positif bagi para pemuda untuk beraktivitas, membangun prestasi, mempererat persaudaraan, sekaligus menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba, minuman keras, maupun tindakan kriminal. Pemuda adalah aset masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama," ujar Kapolda.Ia menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan."Kami ingin Polri menjadi mitra masyarakat dalam membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Keamanan yang kondusif akan semakin kuat apabila didukung oleh pemuda yang memiliki semangat persatuan, sportivitas, dan kepedulian terhadap lingkungannya," katanya.Penyerahan bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari para pemuda karena dinilai mampu mendukung aktivitas olahraga dan mempererat kebersamaan antarwarga di wilayah Leihitu.Kegiatan kemudian ditutup dengan pengundian door prize bagi peserta Safety Riding dan penyerahan hadiah oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi kepada para peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, mencerminkan semangat Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum memperkuat pelayanan, kepedulian sosial, dan kemitraan Polri dengan masyarakat. PNO-12
13 Jul 2026, 21:44 WIT
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku Salurkan Bantuan Sosial
Papuanewsonline.com, Ambon – Komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat diwujudkan Polda Maluku melalui penyaluran bantuan sosial kepada warga Desa Rutong, Kota Ambon, dan Desa Morela, Kabupaten Maluku Tengah, dalam rangkaian kegiatan Safety Riding Wisata Rally Club memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Minggu (12/7/2026).Bantuan sosial diserahkan langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, Irjen Pol. Imam Thobroni, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. I Made Sunarta, para Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta pengurus, serta disaksikan Raja, tokoh masyarakat, dan warga setempat.Penyaluran bantuan menjadi bagian dari rangkaian touring keselamatan berlalu lintas yang tidak hanya membawa pesan keamanan berkendara, tetapi juga menghadirkan aksi nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.Kapolda Maluku mengatakan Hari Bhayangkara merupakan momentum memperkuat nilai pengabdian Polri melalui pelayanan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat."Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi milik Polri, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir, berbagi, dan memperkuat semangat gotong royong bersama masyarakat Maluku," ujar Kapolda.Menurutnya, Polri yang Presisi harus mampu menghadirkan rasa aman sekaligus memberikan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat."Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran Polri bukan hanya ketika ada persoalan hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang selalu siap membantu, melayani, dan bekerja bersama masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik," tambahnya.Kehadiran rombongan Polda Maluku disambut hangat oleh Raja dan tokoh masyarakat Desa Rutong maupun Desa Morela. Penyaluran bantuan berlangsung penuh keakraban dan menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dengan masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kesejahteraan bersama.Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar serta mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai kehadiran Polri semakin dekat melalui aksi-aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. PNO-12
13 Jul 2026, 21:33 WIT
Gaungkan Safety Riding, Kapolda Maluku: Jadikan Keselamatan Sebagai Prioritas Utama
Papuanewsonline.com, Ambon – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Polda Maluku untuk memperkuat kampanye keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan Safety Riding Wisata Rally Club yang melibatkan komunitas motor, pecinta touring, Bhayangkari, serta jajaran Polda Maluku. Kegiatan yang berlangsung Minggu (12/7/2026) itu menjadi bagian dari upaya Polri membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkeselamatan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.Kegiatan dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, Irjen Pol. Imam Thobroni, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. I Made Sunarta, seluruh Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku beserta pengurus, serta ratusan peserta dari berbagai komunitas motor di Kota Ambon.Rombongan dilepas dari Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary Tantui Ambon dan menempuh rute melintasi sejumlah kawasan di Kota Ambon hingga Kabupaten Maluku Tengah, dengan titik persinggahan di Desa Rutong, Desa Morela, dan Mako Polsek Leihitu sebelum kembali finis di Lapangan Tahapary.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui kesadaran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan hukum."Melalui Safety Riding ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya dan gaya hidup. Memiliki kendaraan saja tidak cukup, tetapi harus diiringi pengetahuan, keterampilan, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan. Keselamatan adalah kebutuhan setiap orang dan harus menjadi prioritas utama," kata Kapolda.Ia menjelaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar perayaan institusi, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan melalui peningkatan disiplin berlalu lintas."Kami ingin seluruh masyarakat pulang dengan selamat setiap kali berkendara. Karena itu mari gunakan helm berstandar SNI, lengkapi surat-surat kendaraan, patuhi rambu lalu lintas, hindari kecepatan berlebihan, dan jadilah pelopor keselamatan di jalan raya," tegasnya.Selain mengampanyekan keselamatan berlalu lintas, kegiatan Safety Riding Wisata Rally Club juga mempererat sinergi antara Polri dengan komunitas otomotif serta masyarakat sebagai mitra strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di Maluku.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menegaskan komitmen Polda Maluku dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sebagai bagian dari pelayanan Polri Presisi kepada masyarakat. PNO-12
13 Jul 2026, 21:14 WIT
Presiden Dijadwalkan Hadiri Groundbreaking Blok Masela, Kapolda Maluku Matangkan Pengamanan VVIP
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku mematangkan seluruh kesiapan pengamanan menjelang Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026 dan direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Pengamanan agenda kenegaraan tersebut dipastikan akan dilaksanakan dengan standar Very Very Important Person (VVIP) melalui operasi terpadu yang melibatkan Polri, TNI, serta pemangku kepentingan terkait.Sebagai bentuk kesiapan operasi, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin Upacara Pembukaan Latihan Pra Operasi Pengamanan Groundbreaking PSN Blok Masela Tahun 2026 di Lapangan Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Kamis (9/7/2026) pukul 08.15 WIT.Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Maluku, Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Dansat Brimob Polda Maluku selaku Kepala Operasi, personel Dirpamobvit, serta ratusan personel yang akan diterjunkan dalam operasi pengamanan.Latihan Pra Operasi menjadi tahapan krusial untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan teknis dan taktis personel, serta memastikan seluruh prosedur pengamanan VVIP berjalan sesuai standar sehingga agenda strategis nasional tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa Groundbreaking Blok Masela bukan sekadar seremoni pembangunan, melainkan momentum penting bagi percepatan Proyek Strategis Nasional yang akan memperkuat ketahanan energi Indonesia, meningkatkan daya saing investasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia."Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang memiliki arti sangat penting bagi masa depan ketahanan energi Indonesia. Keberhasilan pembangunan proyek ini tidak hanya berdampak pada Provinsi Maluku, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia," tegas Kapolda.Kapolda mengatakan, rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia menjadikan agenda groundbreaking memiliki nilai strategis yang sangat tinggi sehingga seluruh rangkaian kegiatan harus dipastikan berlangsung tanpa gangguan keamanan."Karena direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, seluruh personel harus memahami bahwa pengamanan ini menggunakan standar VVIP. Dalam operasi seperti ini berlaku prinsip zero tolerance terhadap kesalahan. Tidak ada ruang untuk melakukan kekeliruan. Setiap tindakan harus benar sejak awal, sesuai prosedur tetap dan dilakukan secara profesional," ujarnya.Menurut Kapolda, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel di lapangan, tetapi juga melalui kemampuan mengantisipasi seluruh potensi ancaman secara komprehensif.Ia menyebut berbagai potensi gangguan, mulai dari aksi terorisme, sabotase, penggunaan senjata api dan bahan peledak, gangguan kamtibmas, hingga aksi unjuk rasa yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan harus diantisipasi melalui langkah-langkah preemtif, preventif, intelijen, dan penegakan hukum secara terukur."Seluruh potensi ancaman harus dipetakan sejak dini. Kita tidak boleh underestimate terhadap situasi. Setiap kemungkinan harus diantisipasi melalui deteksi dini, penggalangan terhadap tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, penguatan fungsi intelijen, serta kesiapan personel di lapangan. Profesionalisme aparat keamanan diukur dari kemampuannya mengantisipasi berbagai kemungkinan sebelum terjadi," kata Kapolda.Kapolda juga menekankan pentingnya soliditas dan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur pendukung operasi."Tidak boleh ada ego sektoral maupun miskomunikasi. Seluruh unsur harus bergerak sebagai satu komando sesuai pembagian tugas masing-masing. Keberhasilan pengamanan Groundbreaking Blok Masela bukan hanya keberhasilan aparat keamanan, tetapi juga menjadi cerminan kesiapan Indonesia dalam menjaga agenda strategis nasional serta memberikan kepastian kepada investor bahwa pembangunan dapat berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif," tegasnya.Selain kesiapan teknis personel, Kapolda meminta seluruh peserta latihan membangun sense of situation dan sense of crisis, sehingga mampu membaca perkembangan situasi secara cepat serta mengambil keputusan yang tepat apabila terjadi perubahan skenario pengamanan.Ia juga mengingatkan bahwa setiap personel harus memahami seluruh alternatif pola pengamanan, termasuk apabila terjadi perubahan kategori kunjungan dari Presiden menjadi pejabat negara lainnya, sehingga operasi tetap dapat berjalan efektif sesuai prosedur.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan bahwa Latihan Pra Operasi merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menjamin keamanan salah satu agenda pembangunan paling strategis di Indonesia."Groundbreaking Blok Masela merupakan momentum penting yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan investor internasional. Oleh karena itu, Polda Maluku mempersiapkan seluruh personel melalui latihan yang realistis, terukur, dan sesuai standar operasi VVIP agar pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujar Rositah.Ia menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya berorientasi pada aspek pengawalan fisik, tetapi juga mencakup deteksi dini, penguatan koordinasi lintas instansi, serta pendekatan humanis kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah pengamanan."Kami mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, mendukung kelancaran Groundbreaking PSN Blok Masela, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberhasilan investasi, percepatan pembangunan nasional, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.Melalui Latihan Pra Operasi ini, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh rangkaian Groundbreaking PSN Blok Masela secara profesional, presisi, dan terpadu. Keberhasilan pengamanan agenda yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia tersebut diharapkan tidak hanya memastikan kelancaran kegiatan kenegaraan, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor, mempercepat pengembangan sektor energi nasional, serta menegaskan kesiapan Indonesia dalam mengamankan setiap Proyek Strategis Nasional sebagai pilar pembangunan menuju Indonesia Maju. PNO-12
09 Jul 2026, 19:30 WIT
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
Papuanewsonline.com, Riau - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 jembatan Merah Putih Presisi tahap II di wilayah hukum Polda Riau, Rabu (8/7/2026). Hal ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. "Dan tentunya kita akan terus bekerja sesuai dengan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk terus memperhatikan konektivitas, khususnya kebutuhan bagi masyarakat-masyarakat di wilayah-wilayah di desa-desa," kata Sigit. Menurut Sigit, pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini untuk memudahkan aktivitas dan mobilitas anak sekolah hingga masyarakat. Sehingga, kata Sigit, diharapkan terjadinya pertumbuhan perekonomian untuk kesejahteraan rakyat di wilayah tersebut. "Anak-anak kita yang membutuhkan dibangunnya jembatan untuk mempermudah mereka agar bisa sekolah, kemudian juga mempermudah fasilitas dan jalur ekonomi, sehingga kita harapkan ini bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka semua," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, untuk di wilayah hukum Polda Riau sampai dengan saat ini sudah ada 110 jembatan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Sementara itu, Sigit menyatakan, untuk skala nasional sudah terdapat 807 jembatan Merah Putih Presisi yang sudah dibangun. "Jadi tentunya saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda dan jajaran yang telah bekerja keras untuk melaksanakan arahan dan tugas Bapak Presiden, sehingga terbangun 110 jembatan di wilayah Riau. Sementara untuk nasional, sampai saat ini ada kurang lebih 807 Jembatan Merah Putih Presisi yang kita bangun di beberapa wilayah," ucap Sigit. Lebih dalam, Sigit menegaskan, pembangunan jembatan ini bertujuan untuk terus menguatkan kolaborasi dan sinergisitas dengan seluruh elemen masyarakat demi membangun Indonesia yang lebih baik ke depannya."Dan harapan kita anak-anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang baik, yang besar, yang berhasil. Demikian juga masyarakat di desa, masyarakat yang ada di pelosok-pelosok dengan adanya jembatan ini juga kemudian merasakan kehidupan yang lebih baik," papar Sigit. Dengan kolaborasi dan sinergisitas, kata Sigit, hal itu menjadi kunci utama untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. "Dan kita memiliki cita-cita besar mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Jadi ini cita-cita kita bersama, mari kita sama-sama jaga agar apa yang menjadi harapan masyarakat, harapan bangsa dan negara ini betul-betul bisa tercapai," tutup Sigit. PNO-12
08 Jul 2026, 21:46 WIT
Kapolda Maluku Jamin Keamanan Groundbreaking Blok Masela, Dukung Agenda Strategis Pemerintah
Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pengamanan dilakukan secara maksimal sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, menjaga stabilitas keamanan, serta memberikan kepastian bagi investasi nasional di sektor energi.Sebagai salah satu proyek hulu migas terbesar di Indonesia, Blok Masela memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan daya saing investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan timur Indonesia. Karena itu, keberhasilan pelaksanaan groundbreaking menjadi momentum penting yang membutuhkan dukungan keamanan yang optimal.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan bahwa Polda Maluku berkomitmen memberikan jaminan keamanan terbaik selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung."Groundbreaking PSN Blok Masela bukan hanya menjadi agenda penting bagi Provinsi Maluku, tetapi juga merupakan bagian dari kepentingan strategis nasional. Stabilitas keamanan merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan investor. Oleh karena itu, Polda Maluku akan memastikan seluruh tahapan kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif melalui pengamanan yang profesional, humanis, serta terintegrasi dengan seluruh pemangku kepentingan," tegas Kapolda.Menurut Kapolda, kepastian keamanan merupakan salah satu faktor fundamental dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, Polda Maluku terus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat guna memastikan proyek strategis nasional tersebut dapat berjalan sesuai rencana.Komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui Analisis dan Evaluasi (Anev) kesiapan pengamanan yang dipimpin Kabag Renops Stamaops Polri melalui video conference pada Selasa (7/7/2026). Dalam forum tersebut, Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol. Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si. memaparkan kesiapan pengamanan secara komprehensif yang telah disusun Polda Maluku.Rapat yang diikuti Direktorat Intelkam, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit), Direktorat Samapta, Satuan Brimob Polda Maluku, serta jajaran Polres Kepulauan Tanimbar itu membahas berbagai aspek pengamanan, mulai dari pemetaan potensi kerawanan, strategi operasi, hingga kesiapan personel di lapangan.Dalam paparannya, Karo Ops menjelaskan bahwa Polda Maluku telah melakukan identifikasi berbagai potensi kerawanan, termasuk kemungkinan aksi unjuk rasa yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan, hambatan terhadap akses transportasi, maupun ancaman terhadap keamanan tamu negara dan tamu undangan.Untuk mengantisipasi berbagai potensi tersebut, Polda Maluku menyiapkan pola pengamanan berlapis melalui pembentukan struktur organisasi pengamanan, Satgas dan Subsatgas sesuai fungsi masing-masing, pengamanan objek vital, jalur kedatangan dan keberangkatan, bandara, pelabuhan, lokasi acara, hingga pengamanan VIP/VVIP.Dari sisi kekuatan personel, Polda Maluku telah menyiapkan skenario pengamanan yang disesuaikan dengan tingkat kehadiran pejabat negara. Sebanyak 453 personel disiagakan apabila kegiatan dihadiri Presiden Republik Indonesia, sedangkan pengamanan akan disesuaikan pada kisaran 100 hingga 150 personel apabila dihadiri oleh Menteri. Seluruh personel akan ditempatkan berdasarkan tingkat kerawanan dan kebutuhan operasional di lapangan agar pelaksanaan pengamanan berlangsung efektif, efisien, dan tepat sasaran.Dalam arahannya, Kabag Renops Stamaops Polri menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional dengan mengedepankan deteksi dini dan langkah antisipatif terhadap setiap potensi gangguan keamanan."Fungsi intelijen harus dioptimalkan untuk mendeteksi setiap potensi ancaman sejak dini. Pengerahan personel juga harus disesuaikan dengan tingkat kerawanan sehingga pengamanan berjalan efektif dan tidak menimbulkan hambatan terhadap jalannya kegiatan," tegasnya.Ia juga memberikan apresiasi atas kesiapan Polda Maluku yang dinilai telah melakukan perencanaan pengamanan secara matang dan komprehensif."Saya menilai kesiapan pengamanan yang dipaparkan Polda Maluku sudah sangat baik. Hasil evaluasi ini akan kami laporkan kepada Astama Ops Kapolri sebagai bagian dari kesiapan pengamanan kegiatan strategis nasional," ujarnya.Melalui kesiapan pengamanan yang terencana, terukur, dan terintegrasi, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan nasional. Pengamanan maksimal terhadap groundbreaking PSN Blok Masela diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran pelaksanaan agenda kenegaraan, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia sebagai negara yang aman, kondusif, dan memiliki kepastian dalam mendukung investasi strategis jangka panjang. PNO-12
08 Jul 2026, 21:36 WIT
Polda Maluku Gandeng OJK Canangkan Program SALAWAKU
Papuanewsonline.com, Ambon – Di tengah meningkatnya ancaman penipuan transaksi keuangan digital (scam), investasi bodong, pinjaman online ilegal hingga pencurian data pribadi yang merugikan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, Polda Maluku bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mengambil langkah strategis dengan mencanangkan Program SALAWAKU (Siaga Lawan Kejahatan Keuangan) sebagai gerakan kolaboratif untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kejahatan keuangan di era digital.Pencanangan program tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Sosialisasi Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal dan Penipuan Transaksi Keuangan (Scam) kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas Polda Maluku, Selasa (7/7/2026), di Lantai 5 Kantor OJK Provinsi Maluku, Ambon.Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Wakabinda Maluku, Direktur Analis Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Pusat Brigjen Pol. Djoko Prihadi, Kepala OJK Provinsi Maluku, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, unsur pemerintah daerah, serta seluruh personel Bhabinkamtibmas jajaran Polda Maluku yang mengikuti secara luring maupun daring.Momentum tersebut juga ditandai dengan pencanangan Gerakan SALAWAKU serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lintas instansi, sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat sinergi dalam mencegah aktivitas keuangan ilegal dan meningkatkan perlindungan masyarakat.Dalam sambutan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. yang dibacakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, ditegaskan bahwa transformasi digital telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat, namun pada saat yang sama juga melahirkan ancaman baru berupa semakin berkembangnya berbagai modus kejahatan keuangan digital.Kapolda menjelaskan bahwa investasi bodong, pinjaman online ilegal, phishing, social engineering, pencurian data pribadi hingga penipuan melalui media sosial menjadi bentuk kejahatan yang terus berkembang dan memanfaatkan rendahnya literasi keuangan digital masyarakat."Sebagai institusi yang memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, Polri dituntut mampu memahami perkembangan kejahatan keuangan digital sehingga dapat melakukan langkah pencegahan maupun penegakan hukum secara efektif," demikian pesan Kapolda Maluku dalam sambutannya.Kapolda menegaskan bahwa sosialisasi tersebut memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kapasitas personel Polri dalam mengenali karakteristik aktivitas keuangan ilegal, memahami mekanisme penanganannya, memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus meningkatkan kemampuan memberikan edukasi kepada masyarakat.Menurut Kapolda, Bhabinkamtibmas memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas personel Bhabinkamtibmas menjadi langkah penting agar mampu melakukan edukasi, deteksi dini serta pencegahan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan hingga ke desa dan kelurahan.Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta secara tatap muka, sementara seluruh personel Bhabinkamtibmas di luar Kota Ambon mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting sehingga materi dapat diterima secara merata di seluruh wilayah hukum Polda Maluku.Lebih lanjut Kapolda menegaskan bahwa SALAWAKU bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya kewaspadaan, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperkuat sinergi antarlembaga serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan keuangan."Saya berharap SALAWAKU menjadi gerakan yang hidup di lingkungan Polda Maluku hingga seluruh Polres dan Polsek jajaran, sehingga setiap anggota mampu mengenali berbagai modus aktivitas keuangan ilegal, memberikan edukasi kepada masyarakat, merespons cepat setiap laporan masyarakat, membangun kolaborasi dengan instansi terkait, serta mendukung penegakan hukum secara profesional, transparan dan berkeadilan," tegas Kapolda.Kapolda juga menekankan bahwa keberhasilan memerangi kejahatan keuangan digital tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara Polri, OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, media dan masyarakat untuk membangun ekosistem keuangan yang aman, sehat dan terpercaya.Selain pencanangan program, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi oleh Direktur Analis Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Pusat Brigjen Pol. Djoko Prihadi serta Panit Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Maluku IPTU Sofia C.E. Alfons, S.H., M.H. Materi yang disampaikan mencakup berbagai modus aktivitas keuangan ilegal, perkembangan kejahatan siber di sektor keuangan, strategi pencegahan, serta langkah penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan transaksi keuangan digital.Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel Bhabinkamtibmas memperoleh penguatan pemahaman mengenai karakteristik aktivitas keuangan ilegal, mekanisme penanganannya, tantangan penegakan hukum siber, serta strategi edukasi masyarakat sebagai bagian dari upaya preventif untuk memutus mata rantai kejahatan keuangan digital.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi mengatakan bahwa Program SALAWAKU merupakan implementasi nyata transformasi Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan preventif, edukatif, kolaboratif dan berbasis literasi digital dalam menghadapi perkembangan kejahatan modern."Kejahatan keuangan digital berkembang sangat cepat mengikuti kemajuan teknologi. Karena itu, Polri tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan di lapangan. Program SALAWAKU menjadi instrumen penting untuk membangun kesadaran kolektif agar masyarakat semakin cerdas, waspada, dan tidak mudah menjadi korban penipuan transaksi keuangan digital," ujar Kombes Pol. Rositah.Ia menambahkan, sinergi antara Polda Maluku, OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam memperkuat perlindungan konsumen serta menjaga stabilitas keamanan di ruang digital.Melalui Gerakan SALAWAKU, Polda Maluku berharap seluruh personel Bhabinkamtibmas mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat sehingga upaya pencegahan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, phishing, social engineering maupun berbagai bentuk scam lainnya dapat dilakukan secara masif hingga ke tingkat desa dan kelurahan.Dengan pendekatan preventif yang diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, Polda Maluku optimistis kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital akan semakin nyata, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem keuangan nasional yang aman, sehat, terpercaya dan berkelanjutan. PNO-12
08 Jul 2026, 20:54 WIT
Kasus Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara PLTU Naik ke Tahap Penyidikan, Kerugian Capai Rp5 Triliun
Papuanewsonline.com, Jakarta – Kortastipidkor Bareskrim Polri resmi meningkatkan penanganan dugaan tindak pidana korupsi (Tipidkor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan pemenuhan kebutuhan pasokan batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) periode 2018–2026 dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.Peningkatan status perkara tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Ruang Rapat Kortastipidkor Polri, Gedung Awaloedin Djamin, Jakarta, Senin (6/7). Konferensi pers dipimpin oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si., didampingi Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., Kakortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto, S.I.K., M.Hum., serta Dirtindak Kortastipidkor Brigjen Pol. Roberthus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, S.I.K., S.H., M.M., C.F.E.Kakortastipidkor Polri Irjen Pol. Totok Suharyanto menjelaskan bahwa peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik memperoleh bukti permulaan yang cukup melalui serangkaian penyelidikan, pengumpulan dokumen, permintaan keterangan, serta analisis awal terhadap alat bukti."Peningkatan status tersebut dilakukan melalui diterbitkannya Laporan Polisi Nomor 6/Kortastipidkor Polri tanggal 4 Juli 2026 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor 63/Kortastipidkor tanggal 4 Juli 2026," ujar Totok.Ia mengungkapkan, penyidik menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara yang melibatkan sejumlah perusahaan, yakni PT UBP dan PT BRA. Sementara itu, besaran kerugian negara masih akan dihitung secara resmi melalui audit investigatif oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Sementara itu, Dirtindak Kortastipidkor Brigjen Pol. Roberthus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana menjelaskan, hasil penyelidikan menemukan sejumlah dugaan modus operandi, antara lain manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi kuantitas pasokan, hingga dugaan penyimpangan yang menyebabkan pembayaran kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan sebenarnya.Menurutnya, dugaan penyimpangan tersebut juga berpotensi menyebabkan terganggunya pasokan batu bara yang berdampak pada pemadaman listrik atau blackout di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian wilayah Jabodetabek."Akibat perbuatan tersebut, ditambah dengan kerugian perekonomian akibat terjadinya blackout, diindikasikan telah terjadi kerugian keuangan negara dan/atau perekonomian negara sekitar Rp5 triliun. Namun demikian, nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan saat ini masih dikoordinasikan dengan BPK RI untuk dilakukan audit investigatif secara resmi," kata Roberthus.Ia menambahkan, penyidik menerapkan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, serta Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Penyidik juga akan terus mengembangkan penerapan pasal sesuai hasil penyidikan.Dalam proses penyidikan selanjutnya, Kortastipidkor akan memeriksa para saksi dan ahli, melakukan penyitaan dokumen maupun data elektronik, menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berasal dari tindak pidana, serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik individu maupun korporasi."Hingga saat ini penyidik telah meminta keterangan terhadap 16 pihak. Pada awalnya diterbitkan 34 undangan klarifikasi, namun baru 16 orang yang hadir dan dimintai keterangan. Penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab serta mengoptimalkan upaya asset recovery guna memulihkan kerugian negara," jelasnya.Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono menegaskan Bareskrim Polri memberikan dukungan penuh terhadap proses penyidikan yang kini sedang berjalan, termasuk melalui kolaborasi dengan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri."Kami dari Bareskrim akan mendukung penuh tindak lanjut proses penyidikan yang telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Kami juga akan memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan pemeriksaan, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis pertambangan. Dittipidter telah berkolaborasi dengan penyidik Kortastipidkor untuk mendukung kelancaran penanganan perkara," tegas Syahardiantono.Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa konferensi pers tersebut merupakan penyampaian awal terkait peningkatan status perkara ke tahap penyidikan. Ia memastikan Polri akan terus memberikan perkembangan informasi kepada publik sesuai perkembangan proses hukum."Perkara ini masih dalam proses penanganan pada tahap penyidikan. Apabila terdapat perkembangan lebih lanjut, kami akan kembali menyampaikan rilis kepada rekan-rekan media," kata Jhonny.Polri menegaskan komitmennya menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, akuntabel, dan berdasarkan alat bukti, melalui koordinasi dengan BPK RI, PPATK, serta seluruh instansi terkait guna mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab dan memulihkan kerugian keuangan maupun perekonomian negara. PNO-12
07 Jul 2026, 14:07 WIT
Event Perdana Pacuan Kuda Siap Digelar, Kapolda Maluku: Investasi Jangka Panjang Bagi Kemajuan MBD
Papuanewsonline.com, MBD – Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersiap mencatat sejarah baru dalam pengembangan olahraga, pariwisata, dan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan Pangdam Cup Lomba Pacuan Kuda Tahun 2026. Event perdana yang akan digelar di Pulau Moa tersebut diproyeksikan menjadi penggerak sport tourism di kawasan timur Indonesia sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.Komitmen bersama mewujudkan agenda strategis tersebut ditandai dengan Penyerahan Piala Bergilir Pangdam Cup Tahun 2026 yang berlangsung di kediaman Pangdam XV/Pattimura, Senin (6/7/2026) malam. Kegiatan itu dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Danlantamal IX/Ambon, Danrem 151/Binaiya, Bupati Maluku Barat Daya, Kapolres Maluku Barat Daya, Dandim 1511/Pulau Moa, para pejabat Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.Bagi Maluku Barat Daya, penyerahan piala tersebut bukan sekadar seremoni menjelang sebuah kejuaraan olahraga, melainkan menjadi simbol dimulainya langkah besar untuk menghadirkan sebuah agenda tahunan yang diyakini mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional sekaligus mempercepat pembangunan wilayah kepulauan yang berada di kawasan strategis Indonesia Timur.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan bahwa Pangdam Cup 2026 memiliki makna jauh lebih besar daripada sebuah kompetisi olahraga. Menurutnya, event tersebut merupakan investasi jangka panjang yang mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan Maluku Barat Daya."Kami memandang Pangdam Cup 2026 bukan sekadar perlombaan pacuan kuda, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Maluku Barat Daya. Ketika sebuah daerah mampu menghadirkan event yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan, maka yang tumbuh bukan hanya prestasi olahraga, tetapi juga kepercayaan publik, pariwisata, investasi, ekonomi masyarakat, serta citra positif daerah di tingkat nasional," ujar Kapolda.Kapolda menilai pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal seperti olahraga tradisional, budaya, dan pariwisata merupakan strategi yang relevan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Event berskala besar akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) melalui meningkatnya aktivitas sektor transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, UMKM, peternakan, hingga industri kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Pangdam Cup akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya berbagai agenda nasional lainnya di Maluku Barat Daya yang mampu memperkuat posisi daerah sebagai destinasi olahraga dan wisata budaya di kawasan timur Indonesia.Kapolda juga memastikan Polda Maluku bersama Polres Maluku Barat Daya akan memberikan dukungan penuh dalam menjaga keamanan seluruh tahapan penyelenggaraan kegiatan melalui sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, panitia, serta seluruh pemangku kepentingan."Keamanan merupakan prasyarat utama keberhasilan sebuah event berskala besar. Karena itu Polri akan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat, peserta, maupun wisatawan dapat menikmati kegiatan ini dengan nyaman. Keamanan yang terjaga akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi modal penting bagi pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah," tegas Kapolda.Ia juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Barat Daya menjadikan Pangdam Cup sebagai momentum memperkuat persatuan, memperkenalkan budaya lokal, serta menunjukkan bahwa daerah kepulauan di Maluku mampu menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berkualitas yang memiliki daya saing nasional.Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto menyampaikan bahwa Pangdam Cup dirancang sebagai lebih dari sekadar ajang olahraga. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan instrumen pembangunan daerah yang mengintegrasikan olahraga, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan yang saling mendukung."Dengan persiapan yang matang dan promosi yang maksimal, saya optimistis Pangdam Cup akan memberikan dampak positif yang luas. Manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi kebanggaan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, peternakan, UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," ujar Pangdam.Ia berharap Pulau Moa dapat berkembang menjadi ikon pacuan kuda di Provinsi Maluku bahkan menjadi salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia Timur. Keunikan perpaduan tradisi pacuan kuda dan pacuan kerbau yang dimiliki masyarakat Maluku Barat Daya dinilai menjadi daya tarik khas yang tidak dimiliki daerah lain.Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, TNI, Polri, serta seluruh unsur Forkopimda menjadi modal utama dalam menyukseskan penyelenggaraan Pangdam Cup 2026. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan event yang profesional, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Sebagai wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan budaya, sumber daya alam, dan potensi wisata yang besar, Maluku Barat Daya dinilai memiliki peluang kuat untuk berkembang sebagai destinasi olahraga berbasis budaya. Kehadiran Pangdam Cup diharapkan menjadi titik awal lahirnya agenda-agenda berskala nasional yang tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Indonesia Timur kepada dunia.Melalui dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan, Pangdam Cup Lomba Pacuan Kuda Tahun 2026 diharapkan menjadi tonggak baru pembangunan Maluku Barat Daya bukan hanya sebagai arena kompetisi olahraga, tetapi sebagai simbol kebangkitan ekonomi, pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan penguatan investasi daerah yang berkelanjutan. PNO-12
07 Jul 2026, 14:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru