Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Andika Perkasa Apresiasi Meningkatnya Citra Positif Terhadap Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta – Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa mengapresiasi meningkatnya tingkat kepercayaan publik, citra positif, serta kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri berdasarkan hasil survei Litbang Kompas. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari kepemimpinan Kapolri yang didukung kerja keras seluruh jajaran dalam melakukan berbagai pembenahan di tubuh Polri.Andika menilai peningkatan kepercayaan masyarakat memiliki makna penting karena diperoleh melalui survei yang menggunakan metodologi ilmiah dengan responden yang dipilih secara acak. Ia juga menyebut Litbang Kompas sebagai lembaga survei yang memiliki kredibilitas tinggi sehingga hasilnya layak dijadikan gambaran objektif mengenai persepsi masyarakat terhadap Polri.“Yang jelas Bapak Kapolri menunjukkan leadership yang sangat luar biasa. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat. Ini bukan sesuatu yang mudah karena diperoleh dari suara masyarakat melalui metode survei yang kredibel,” ujarnya.Tak hanya kepercayaan publik, Andika juga menyoroti peningkatan signifikan pada citra positif Polri. Ia mengingatkan bahwa pada September tahun lalu citra institusi kepolisian sempat berada di titik terendah dalam sebelas tahun terakhir. Namun, melalui berbagai langkah pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan, citra tersebut kini kembali meningkat hingga mendekati capaian tertinggi yang pernah diraih pada 2021.“Ini menunjukkan begitu banyak yang dilakukan oleh Kapolri bersama seluruh pimpinan dan jajaran. Mereka bekerja lebih keras, mampu menahan diri, melakukan pembenahan secara konsisten sehingga citra Polri kembali meningkat secara sangat tajam. Ini merupakan capaian yang luar biasa,” kata Andika.Selain itu, ia turut memberikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian serta membaiknya skor profesionalisme Polri pada seluruh indikator yang diukur dalam survei tersebut.Menurut Andika, salah satu temuan yang paling menarik adalah sekitar 80 persen responden menyatakan fasilitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian, mulai dari tingkat Polsek hingga Mabes Polri, kini semakin nyaman.Pengalaman pribadinya saat mengunjungi sejumlah satuan kepolisian di Jawa Timur juga menjadi bukti atas hasil survei tersebut. Ia mengaku menyaksikan secara langsung komitmen para pimpinan wilayah, mulai dari Kapolda hingga Kapolres, dalam mendorong peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kepada masyarakat.“Saya melihat sendiri bagaimana pimpinan di daerah terus mendorong perbaikan fasilitas pelayanan masyarakat. Kekompakan antara pimpinan dan anggota dalam meningkatkan kualitas pelayanan ini merupakan sebuah prestasi yang tidak mudah dicapai,” ungkapnya.Di akhir keterangannya, Andika berharap seluruh personel Polri dapat terus menjaga bahkan meningkatkan profesionalisme serta kepercayaan masyarakat yang telah berhasil dibangun.Sebagai mantan pimpinan institusi pemerintah sekaligus bagian dari keluarga besar Polri, ia optimistis Korps Bhayangkara akan terus berkembang menjadi institusi yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat.“Polri adalah aparat penegak hukum yang akan terus memegang peranan penting. Saya percaya Polri ke depan akan semakin baik. Karena itu, jagalah kepercayaan masyarakat yang telah dibangun dengan berbagai pengorbanan dan kerja keras seluruh anggota. Jika semangat seperti ini terus dipertahankan, saya yakin Polri akan semakin hebat,” pungkasnya. PNO-12
02 Jul 2026, 21:59 WIT
Kasus PHK 2.400 Pekerja Berlarut 9 Tahun, Said Iqbal Akan Panggil PT Freeport
Papuanewsonline.com, Mimika – Polemik pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia yang terjadi sejak tahun 2017 kembali mencuat. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menyoroti permasalahan ini yang hingga kini belum menemukan penyelesaian tuntas. Kasus bermula saat ribuan pekerja melakukan mogok kerja yang dinilai perusahaan sebagai tindakan ilegal dan menjadi dasar PHK massal, namun sebaliknya pekerja serta Dinas Tenaga Kerja Mimika menegaskan aksi tersebut sah secara hukum.Said Iqbal menjelaskan secara hukum ketenagakerjaan, status hubungan kerja para pekerja belum putus sepenuhnya. Pasalnya, meskipun perusahaan menyiapkan dana pesangon, dana tersebut tidak pernah diambil pekerja maupun dititipkan ke Pengadilan Hubungan Industrial, dan tidak ada perjanjian bersama yang didaftarkan. Perusahaan pun hingga kini belum bersedia menerima mereka kembali bekerja.Untuk mencari jalan keluar, MIND ID yang dipimpin langsung Dony Oskaria berencana memanggil pihak PT Freeport Indonesia guna membahas penyelesaian terbaik. Di sisi lain, DPRD Kabupaten Mimika juga telah membentuk Panitia Khusus untuk mempercepat pengakhiran sengketa yang sudah berlangsung hampir sembilan tahun ini. “Jumlah 2.400 orang bukanlah angka kecil, nasib mereka sudah terlalu lama menggantung. Harapan kami, jika memungkinkan mereka kembali bekerja, atau setidaknya hak-hak mereka dibayarkan secara layak dengan persetujuan para pekerja,” tegas Said Iqbal. Kasus ini menjadi ujian penting penegakan hukum dan keadilan bagi pekerja maupun perusahaan di sektor tambang.Penulis: JidEditor: OF
02 Jul 2026, 08:59 WIT
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi di Wilayah Papua dan Maluku
Papuanewsonline.com, Mimika – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai Rabu (1/7/2026) pukul 00.00 WIB di seluruh wilayah Papua dan Maluku. Penurunan harga ini merupakan hasil evaluasi berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat, dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai regulasi yang berlaku.Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian ini mengikuti dinamika pasar yang terjadi. “Kebijakan ini disusun agar harga tetap kompetitif, namun kami tetap menjamin kualitas produk yang mampu memberikan performa dan efisiensi terbaik bagi kendaraan konsumen,” ujarnya.Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, merinci besaran penurunan harga. Pertamax Turbo turun dari Rp21.200 menjadi Rp19.750 per liter atau berkurang Rp1.450. Pertamina Dex kini dibanderol Rp21.650 per liter, turun signifikan Rp3.650 dari harga sebelumnya Rp25.350. Sementara itu, Dexlite mengalami penurunan Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter. Harga ini sudah mencakup Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 7,5 persen.Penurunan harga ini disambut baik karena memberikan keringanan bagi konsumen pengguna BBM nonsubsidi di wilayah timur. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk maupun layanan dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135 atau melalui akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga.Penulis: JidEditor: GF
02 Jul 2026, 00:12 WIT
80 Tahun Pengabdian, Kapolda Maluku Ajak Personel Polri Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik
Papuanewsonline.com, Ambon – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi penting bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perkembangan zaman dan tantangan keamanan yang semakin kompleks.Pesan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Markas Polda Maluku, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026).Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, Bhayangkari Daerah Maluku, serta para pejabat utama Polda Maluku.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Polri merupakan sejarah panjang pengabdian yang harus terus diisi dengan kerja nyata, integritas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.“Delapan puluh tahun pengabdian Polri bukanlah perjalanan yang singkat. Momentum Hari Bhayangkara ini harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang humanis, modern, dan berintegritas,” kata Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas. Karena itu, seluruh personel Polri dituntut terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta menjaga kepercayaan publik yang telah diberikan kepada institusi Polri.Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan semangat Rastra Sewakottama sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.“Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kita harus memastikan setiap tindakan yang dilakukan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Pengabdian terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku turut menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku yang dikenal memiliki kekayaan budaya, suku, bahasa, dan agama.Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan modal utama pembangunan. Oleh sebab itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kemajuan daerah.“Kondisi keamanan yang kondusif merupakan fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberhasilan menjaga stabilitas kamtibmas tidak dapat dilakukan sendiri oleh Polri, melainkan melalui kolaborasi dan sinergi seluruh komponen bangsa,” tegasnya.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan seluruh lapisan masyarakat yang selama ini terus mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.Menurutnya, sinergitas yang terbangun selama ini menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan serta menjaga Maluku tetap damai, aman, dan produktif sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional.Dalam rangkaian upacara tersebut, Kapolda Maluku juga menyerahkan penghargaan Satyalancana "Bintang Bhayangkara Nararya" kepada tiga personel Polda Maluku sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka kepada institusi Polri dan masyarakat.Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Maluku turut dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan pertunjukan yang menampilkan kemampuan personel Polri serta kekayaan budaya daerah, di antaranya demonstrasi bela diri praktis Polri oleh Satbrimob Polda Maluku, penampilan Polisi Cilik, tarian "Maku-Maku" yang merupakan tarian adat Maluku, Devule pasukan gabungan Polri-TNI, serta penampilan kolone senapan yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera. PNO-12
01 Jul 2026, 20:51 WIT
891 Personel Naik Pangkat, Kapolda Maluku: Jadikan Motivasi Untuk Bekerja Lebih Baik
Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak istimewa yang diterima secara otomatis oleh setiap anggota Polri, melainkan bentuk penghargaan institusi yang harus dibayar dengan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polri Periode 1 Juli 2026 serta PNS Polri Periode 1 Februari, 1 April, dan 1 Juli 2026 yang berlangsung di Lapangan Parkir Belakang Mapolda Maluku, Selasa (30/6/2026).Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Tobroni, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat.Sebanyak 891 personel di lingkungan Polda Maluku memperoleh kenaikan pangkat pada periode kali ini, terdiri dari 870 personel Polri dan 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 personel berasal dari satuan kerja Mapolda Maluku dan 547 personel berasal dari Polres dan Polresta jajaran.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menekankan bahwa momentum kenaikan pangkat yang berlangsung menjelang Hari Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.Menurutnya, Polri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era keterbukaan informasi dan digitalisasi. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan integritas agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi."Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas atau perjalanan karier. Pangkat adalah amanah yang diberikan negara dan institusi kepada anggota yang dinilai layak untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, setiap pangkat baru harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pengabdian, integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Kapolda.Kapolda mengingatkan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari capaian organisasi atau keberhasilan operasional semata, tetapi juga dari kemampuan setiap personel menghadirkan rasa aman, keadilan, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat."Masyarakat tidak melihat seberapa tinggi pangkat yang kita sandang. Masyarakat melihat bagaimana kita melayani, bagaimana kita bersikap, dan bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, pangkat baru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dan semakin dekat dengan rakyat," ujarnya.Irjen Pol. Dadang Hartanto juga menegaskan bahwa peningkatan jenjang kepangkatan harus diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan etika profesi. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat."Pangkat tidak boleh menjadi simbol kebanggaan semata. Pangkat harus dibayar dengan tanggung jawab, keteladanan, disiplin, dan integritas. Semakin tinggi pangkat seseorang, semakin besar pula tuntutan moral dan harapan masyarakat yang melekat pada dirinya," katanya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga personel yang selama ini menjadi sumber dukungan utama dalam perjalanan karier anggota Polri."Pencapaian yang diraih hari ini tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Saya menyampaikan terima kasih kepada para istri, suami, orang tua, dan seluruh keluarga yang selalu mendampingi personel Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya.Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas ke depan, Kapolda mengingatkan seluruh personel yang naik pangkat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga profesionalisme dalam bekerja, mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat secara humanis dan bebas pelanggaran, serta memperkuat sinergitas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku.Menutup amanatnya, Kapolda Maluku mengajak seluruh personel menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai refleksi untuk terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik."Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap setiap personel yang hari ini menerima kenaikan pangkat mampu menjadi teladan, menjaga nama baik institusi, dan menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya rakyat," pungkasnya.Upacara laporan kenaikan pangkat berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Bagi 891 personel yang menerima penghargaan tersebut, pangkat baru bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengabdi, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat dalam menyongsong Indonesia yang maju. PNO-12
01 Jul 2026, 19:48 WIT
42 Ton Ikan Bawal Hitam Asal Mimika Diekspor Perdana ke Malaysia
Papuanewsonline.com, Mimika –
Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi
dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Perikanan Pomako pada Selasa (30/6/2026).
Ekspor perdana ini bernilai sekitar Rp756 juta dan menjadi tonggak baru bagi
komoditas perikanan daerah untuk menembus pasar internasional. Pengiriman
dilakukan oleh CV Seafood Sejahtera Papua dan telah memenuhi standar kesehatan
yang ditetapkan. Kepala Karantina Papua Tengah,
Anton Panji Mahendra, menyatakan seluruh tahapan telah diperiksa ketat, mulai
dari kondisi kesehatan ikan hingga kelengkapan dokumen. Pihaknya juga menerapkan sistem
digital Permohonan Tindakan Karantina Online untuk mempercepat layanan,
memangkas birokrasi, serta menjaga kualitas hasil tangkapan agar tetap segar
selama perjalanan. “Kami hadir bukan untuk
menghambat, melainkan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Sertifikasi yang
terjamin akan menjaga reputasi produk perikanan kita di kancah dunia,” ujar
Anton. Ia juga mengapresiasi kerja sama
berbagai instansi yang mendukung kelancaran proses pengiriman ini. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz
Nawipa, menilai ekspor ini sebagai momentum kebangkitan sektor kelautan dan
perikanan. Ia berharap keberhasilan ini
dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan
masyarakat pesisir, serta mendorong lebih banyak komoditas unggulan daerah
masuk ke pasar luar negeri. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:38 WIT
Dukungan Ekspor Ikan, John NR Gobai Tekankan Pengelolaan Harus Melibatkan Masyarakat Asli
Papuanewsonline.com, Mimika –
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyampaikan dukungan penuh
terhadap peluncuran ekspor perdana ikan yang digelar di Pelabuhan Perikanan
Pomako, Kabupaten Mimika, pada Selasa (30/6/2026). Meskipun tidak dapat hadir
langsung karena sedang melaksanakan tugas kedewanan di Enarotali, Kabupaten
Paniai, ia menilai kegiatan ini sebagai langkah kemajuan bagi sektor perikanan
daerah. John menegaskan bahwa kekayaan
laut yang disebutnya sebagai “emas biru” harus dikelola secara langsung oleh
masyarakat asli Mimika. Menurutnya, sumber daya alam
tersebut bukan untuk dimanfaatkan pihak luar semata, melainkan harus menjadi
aset yang memberikan kesejahteraan nyata bagi warga setempat. Pandangan ini
juga menjadi kesimpulan hasil pertemuan DPR bersama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum
Mimika beberapa waktu lalu. Ia mengapresiasi kerja sama
pemerintah provinsi dan kabupaten yang telah membuka akses pasar internasional
bagi hasil laut daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa
keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari volume ekspor, melainkan seberapa
besar manfaatnya dirasakan oleh nelayan dan warga pesisir di sekitar Pomako
serta wilayah lainnya. Untuk mewujudkan hal tersebut,
John menyarankan agar disusun skema kerja sama yang jelas antara pelaku usaha
yang memenuhi syarat dengan kelompok nelayan asli Mimika. Pengaturan yang transparan akan
memastikan keterlibatan masyarakat berjalan konkret, berkelanjutan, dan tidak
hanya menjadi pengamat dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayahnya
sendiri. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:11 WIT
APPOAP Soroti Sulitnya Pengusaha OAP Mengakses Informasi dan Peluang Usaha
Papuanewsonline.com, Timika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang
Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia usaha
yang dihadapi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Hingga 26
Juni 2026, organisasi tersebut mengaku masih menerima banyak laporan dari
pelaku usaha lokal yang kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan
program pemerintah daerah maupun kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam
pembangunan.Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya
telah berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan berbagai Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Namun, upaya tersebut dinilai belum berjalan efektif
karena dalam sejumlah kesempatan para kepala OPD tidak dapat ditemui dengan
berbagai alasan, seperti sedang mengikuti rapat, menjalankan tugas luar daerah,
atau memiliki agenda kedinasan lainnya.Kondisi yang berulang tersebut, menurut APPOAP, menimbulkan
pertanyaan di kalangan pengusaha OAP mengenai sejauh mana komunikasi antara
pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal telah berjalan secara optimal. Di
sisi lain, organisasi tersebut mengakui bahwa pemerintah daerah terus
menunjukkan komitmen mempercepat pembangunan melalui berbagai arahan yang
disampaikan pimpinan daerah.APPOAP mencatat bahwa dalam berbagai apel maupun rapat awal
pekan, Bupati Mimika, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah secara konsisten
menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan program serta
meningkatkan serapan anggaran. Instruksi tersebut dinilai mencerminkan komitmen
pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.Namun demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan
antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di
lapangan. Berdasarkan pemantauan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi
jasa konsultansi, pengawasan, dan perencanaan. Sementara peluang pada sektor
konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal
dinilai belum terlihat secara signifikan.Situasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan
yang menurut APPOAP perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah.
Organisasi itu mempertanyakan melalui mekanisme apa paket-paket pekerjaan
dilaksanakan apabila pembangunan telah berjalan. Sebaliknya, jika sebagian
besar kegiatan belum direalisasikan, APPOAP meminta penjelasan mengenai kendala
yang menyebabkan percepatan pelaksanaan program belum berjalan optimal di
masing-masing OPD.APPOAP menegaskan bahwa berbagai pertanyaan tersebut bukan
dimaksudkan sebagai bentuk tuduhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, hal
itu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap tata kelola pemerintahan
yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi
pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua.Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP,
APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten
Mimika. Namun organisasi tersebut menilai dukungan tersebut harus diiringi
dengan keterbukaan informasi, kesempatan yang adil, serta komunikasi yang lebih
baik antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Untuk itu, APPOAP meminta
pemerintah membuka ruang audiensi resmi dengan pengusaha OAP, menyampaikan
perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka, memperkuat
komunikasi seluruh OPD dengan pelaku usaha lokal, memastikan seluruh proses
pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta
memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua melalui
kebijakan afirmatif.
APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten
Mimika tidak semata-mata diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga
dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu dirasakan masyarakat melalui
tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi daerah.
Organisasi tersebut berharap pemerintah menjadikan masukan tersebut sebagai
bahan evaluasi bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin
transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana
disampaikan dalam pernyataan penutupnya, "Pembangunan yang berhasil adalah
pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh
bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran." (GF)
27 Jun 2026, 11:43 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru