logo-website
Kamis, 02 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Kasus PHK 2.400 Pekerja Berlarut 9 Tahun, Said Iqbal Akan Panggil PT Freeport Papuanewsonline.com, Mimika – Polemik pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia yang terjadi sejak tahun 2017 kembali mencuat. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menyoroti permasalahan ini yang hingga kini belum menemukan penyelesaian tuntas. Kasus bermula saat ribuan pekerja melakukan mogok kerja yang dinilai perusahaan sebagai tindakan ilegal dan menjadi dasar PHK massal, namun sebaliknya pekerja serta Dinas Tenaga Kerja Mimika menegaskan aksi tersebut sah secara hukum.Said Iqbal menjelaskan secara hukum ketenagakerjaan, status hubungan kerja para pekerja belum putus sepenuhnya. Pasalnya, meskipun perusahaan menyiapkan dana pesangon, dana tersebut tidak pernah diambil pekerja maupun dititipkan ke Pengadilan Hubungan Industrial, dan tidak ada perjanjian bersama yang didaftarkan. Perusahaan pun hingga kini belum bersedia menerima mereka kembali bekerja.Untuk mencari jalan keluar, MIND ID yang dipimpin langsung Dony Oskaria berencana memanggil pihak PT Freeport Indonesia guna membahas penyelesaian terbaik. Di sisi lain, DPRD Kabupaten Mimika juga telah membentuk Panitia Khusus untuk mempercepat pengakhiran sengketa yang sudah berlangsung hampir sembilan tahun ini. “Jumlah 2.400 orang bukanlah angka kecil, nasib mereka sudah terlalu lama menggantung. Harapan kami, jika memungkinkan mereka kembali bekerja, atau setidaknya hak-hak mereka dibayarkan secara layak dengan persetujuan para pekerja,” tegas Said Iqbal. Kasus ini menjadi ujian penting penegakan hukum dan keadilan bagi pekerja maupun perusahaan di sektor tambang.Penulis: JidEditor: OF 02 Jul 2026, 08:59 WIT
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi di Wilayah Papua dan Maluku Papuanewsonline.com, Mimika – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai Rabu (1/7/2026) pukul 00.00 WIB di seluruh wilayah Papua dan Maluku. Penurunan harga ini merupakan hasil evaluasi berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat, dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai regulasi yang berlaku.Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian ini mengikuti dinamika pasar yang terjadi. “Kebijakan ini disusun agar harga tetap kompetitif, namun kami tetap menjamin kualitas produk yang mampu memberikan performa dan efisiensi terbaik bagi kendaraan konsumen,” ujarnya.Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, merinci besaran penurunan harga. Pertamax Turbo turun dari Rp21.200 menjadi Rp19.750 per liter atau berkurang Rp1.450. Pertamina Dex kini dibanderol Rp21.650 per liter, turun signifikan Rp3.650 dari harga sebelumnya Rp25.350. Sementara itu, Dexlite mengalami penurunan Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter. Harga ini sudah mencakup Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 7,5 persen.Penurunan harga ini disambut baik karena memberikan keringanan bagi konsumen pengguna BBM nonsubsidi di wilayah timur. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk maupun layanan dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135 atau melalui akun media sosial resmi Pertamina Patra Niaga.Penulis: JidEditor: GF 02 Jul 2026, 00:12 WIT
80 Tahun Pengabdian, Kapolda Maluku Ajak Personel Polri Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Ambon – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi penting bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perkembangan zaman dan tantangan keamanan yang semakin kompleks.Pesan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Markas Polda Maluku, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026).Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, Bhayangkari Daerah Maluku, serta para pejabat utama Polda Maluku.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Polri merupakan sejarah panjang pengabdian yang harus terus diisi dengan kerja nyata, integritas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.“Delapan puluh tahun pengabdian Polri bukanlah perjalanan yang singkat. Momentum Hari Bhayangkara ini harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang humanis, modern, dan berintegritas,” kata Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas. Karena itu, seluruh personel Polri dituntut terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta menjaga kepercayaan publik yang telah diberikan kepada institusi Polri.Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan semangat Rastra Sewakottama sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.“Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kita harus memastikan setiap tindakan yang dilakukan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Pengabdian terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku turut menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku yang dikenal memiliki kekayaan budaya, suku, bahasa, dan agama.Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan modal utama pembangunan. Oleh sebab itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kemajuan daerah.“Kondisi keamanan yang kondusif merupakan fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberhasilan menjaga stabilitas kamtibmas tidak dapat dilakukan sendiri oleh Polri, melainkan melalui kolaborasi dan sinergi seluruh komponen bangsa,” tegasnya.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan seluruh lapisan masyarakat yang selama ini terus mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.Menurutnya, sinergitas yang terbangun selama ini menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan serta menjaga Maluku tetap damai, aman, dan produktif sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional.Dalam rangkaian upacara tersebut, Kapolda Maluku juga menyerahkan penghargaan Satyalancana "Bintang Bhayangkara Nararya" kepada tiga personel Polda Maluku sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka kepada institusi Polri dan masyarakat.Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Maluku turut dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan pertunjukan yang menampilkan kemampuan personel Polri serta kekayaan budaya daerah, di antaranya demonstrasi bela diri praktis Polri oleh Satbrimob Polda Maluku, penampilan Polisi Cilik, tarian "Maku-Maku" yang merupakan tarian adat Maluku, Devule pasukan gabungan Polri-TNI, serta penampilan kolone senapan yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera. PNO-12 01 Jul 2026, 20:51 WIT
891 Personel Naik Pangkat, Kapolda Maluku: Jadikan Motivasi Untuk Bekerja Lebih Baik Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak istimewa yang diterima secara otomatis oleh setiap anggota Polri, melainkan bentuk penghargaan institusi yang harus dibayar dengan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polri Periode 1 Juli 2026 serta PNS Polri Periode 1 Februari, 1 April, dan 1 Juli 2026 yang berlangsung di Lapangan Parkir Belakang Mapolda Maluku, Selasa (30/6/2026).Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Tobroni, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat.Sebanyak 891 personel di lingkungan Polda Maluku memperoleh kenaikan pangkat pada periode kali ini, terdiri dari 870 personel Polri dan 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 personel berasal dari satuan kerja Mapolda Maluku dan 547 personel berasal dari Polres dan Polresta jajaran.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menekankan bahwa momentum kenaikan pangkat yang berlangsung menjelang Hari Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.Menurutnya, Polri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era keterbukaan informasi dan digitalisasi. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan integritas agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi."Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas atau perjalanan karier. Pangkat adalah amanah yang diberikan negara dan institusi kepada anggota yang dinilai layak untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, setiap pangkat baru harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pengabdian, integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Kapolda.Kapolda mengingatkan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari capaian organisasi atau keberhasilan operasional semata, tetapi juga dari kemampuan setiap personel menghadirkan rasa aman, keadilan, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat."Masyarakat tidak melihat seberapa tinggi pangkat yang kita sandang. Masyarakat melihat bagaimana kita melayani, bagaimana kita bersikap, dan bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, pangkat baru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dan semakin dekat dengan rakyat," ujarnya.Irjen Pol. Dadang Hartanto juga menegaskan bahwa peningkatan jenjang kepangkatan harus diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan etika profesi. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat."Pangkat tidak boleh menjadi simbol kebanggaan semata. Pangkat harus dibayar dengan tanggung jawab, keteladanan, disiplin, dan integritas. Semakin tinggi pangkat seseorang, semakin besar pula tuntutan moral dan harapan masyarakat yang melekat pada dirinya," katanya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga personel yang selama ini menjadi sumber dukungan utama dalam perjalanan karier anggota Polri."Pencapaian yang diraih hari ini tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Saya menyampaikan terima kasih kepada para istri, suami, orang tua, dan seluruh keluarga yang selalu mendampingi personel Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya.Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas ke depan, Kapolda mengingatkan seluruh personel yang naik pangkat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga profesionalisme dalam bekerja, mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat secara humanis dan bebas pelanggaran, serta memperkuat sinergitas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku.Menutup amanatnya, Kapolda Maluku mengajak seluruh personel menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai refleksi untuk terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik."Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap setiap personel yang hari ini menerima kenaikan pangkat mampu menjadi teladan, menjaga nama baik institusi, dan menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya rakyat," pungkasnya.Upacara laporan kenaikan pangkat berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Bagi 891 personel yang menerima penghargaan tersebut, pangkat baru bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengabdi, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat dalam menyongsong Indonesia yang maju. PNO-12 01 Jul 2026, 19:48 WIT
42 Ton Ikan Bawal Hitam Asal Mimika Diekspor Perdana ke Malaysia Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Perikanan Pomako pada Selasa (30/6/2026). Ekspor perdana ini bernilai sekitar Rp756 juta dan menjadi tonggak baru bagi komoditas perikanan daerah untuk menembus pasar internasional. Pengiriman dilakukan oleh CV Seafood Sejahtera Papua dan telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menyatakan seluruh tahapan telah diperiksa ketat, mulai dari kondisi kesehatan ikan hingga kelengkapan dokumen. Pihaknya juga menerapkan sistem digital Permohonan Tindakan Karantina Online untuk mempercepat layanan, memangkas birokrasi, serta menjaga kualitas hasil tangkapan agar tetap segar selama perjalanan. “Kami hadir bukan untuk menghambat, melainkan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha. Sertifikasi yang terjamin akan menjaga reputasi produk perikanan kita di kancah dunia,” ujar Anton. Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai instansi yang mendukung kelancaran proses pengiriman ini. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menilai ekspor ini sebagai momentum kebangkitan sektor kelautan dan perikanan. Ia berharap keberhasilan ini dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta mendorong lebih banyak komoditas unggulan daerah masuk ke pasar luar negeri.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:38 WIT
Dukungan Ekspor Ikan, John NR Gobai Tekankan Pengelolaan Harus Melibatkan Masyarakat Asli Papuanewsonline.com, Mimika – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyampaikan dukungan penuh terhadap peluncuran ekspor perdana ikan yang digelar di Pelabuhan Perikanan Pomako, Kabupaten Mimika, pada Selasa (30/6/2026). Meskipun tidak dapat hadir langsung karena sedang melaksanakan tugas kedewanan di Enarotali, Kabupaten Paniai, ia menilai kegiatan ini sebagai langkah kemajuan bagi sektor perikanan daerah. John menegaskan bahwa kekayaan laut yang disebutnya sebagai “emas biru” harus dikelola secara langsung oleh masyarakat asli Mimika. Menurutnya, sumber daya alam tersebut bukan untuk dimanfaatkan pihak luar semata, melainkan harus menjadi aset yang memberikan kesejahteraan nyata bagi warga setempat. Pandangan ini juga menjadi kesimpulan hasil pertemuan DPR bersama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Mimika beberapa waktu lalu. Ia mengapresiasi kerja sama pemerintah provinsi dan kabupaten yang telah membuka akses pasar internasional bagi hasil laut daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari volume ekspor, melainkan seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh nelayan dan warga pesisir di sekitar Pomako serta wilayah lainnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, John menyarankan agar disusun skema kerja sama yang jelas antara pelaku usaha yang memenuhi syarat dengan kelompok nelayan asli Mimika. Pengaturan yang transparan akan memastikan keterlibatan masyarakat berjalan konkret, berkelanjutan, dan tidak hanya menjadi pengamat dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayahnya sendiri.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:11 WIT
APPOAP Soroti Sulitnya Pengusaha OAP Mengakses Informasi dan Peluang Usaha Papuanewsonline.com, Timika – Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (APPOAP) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi dunia usaha yang dihadapi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika. Hingga 26 Juni 2026, organisasi tersebut mengaku masih menerima banyak laporan dari pelaku usaha lokal yang kesulitan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program pemerintah daerah maupun kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan.Menurut APPOAP, selama beberapa bulan terakhir pihaknya telah berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, upaya tersebut dinilai belum berjalan efektif karena dalam sejumlah kesempatan para kepala OPD tidak dapat ditemui dengan berbagai alasan, seperti sedang mengikuti rapat, menjalankan tugas luar daerah, atau memiliki agenda kedinasan lainnya.Kondisi yang berulang tersebut, menurut APPOAP, menimbulkan pertanyaan di kalangan pengusaha OAP mengenai sejauh mana komunikasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha lokal telah berjalan secara optimal. Di sisi lain, organisasi tersebut mengakui bahwa pemerintah daerah terus menunjukkan komitmen mempercepat pembangunan melalui berbagai arahan yang disampaikan pimpinan daerah.APPOAP mencatat bahwa dalam berbagai apel maupun rapat awal pekan, Bupati Mimika, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah secara konsisten menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan program serta meningkatkan serapan anggaran. Instruksi tersebut dinilai mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.Namun demikian, APPOAP menilai masih terdapat kesenjangan antara arahan pimpinan daerah dengan kondisi yang dirasakan pelaku usaha di lapangan. Berdasarkan pemantauan terhadap sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket pekerjaan yang diumumkan sejauh ini masih didominasi jasa konsultansi, pengawasan, dan perencanaan. Sementara peluang pada sektor konstruksi maupun pengadaan barang dan jasa yang dapat diakses pengusaha lokal dinilai belum terlihat secara signifikan.Situasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan yang menurut APPOAP perlu dijawab secara terbuka oleh pemerintah daerah. Organisasi itu mempertanyakan melalui mekanisme apa paket-paket pekerjaan dilaksanakan apabila pembangunan telah berjalan. Sebaliknya, jika sebagian besar kegiatan belum direalisasikan, APPOAP meminta penjelasan mengenai kendala yang menyebabkan percepatan pelaksanaan program belum berjalan optimal di masing-masing OPD.APPOAP menegaskan bahwa berbagai pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk tuduhan terhadap pemerintah daerah. Sebaliknya, hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi pemberdayaan pengusaha Orang Asli Papua.Sebagai organisasi yang lahir dari aspirasi pengusaha OAP, APPOAP menyatakan tetap mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika. Namun organisasi tersebut menilai dukungan tersebut harus diiringi dengan keterbukaan informasi, kesempatan yang adil, serta komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Untuk itu, APPOAP meminta pemerintah membuka ruang audiensi resmi dengan pengusaha OAP, menyampaikan perkembangan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 secara terbuka, memperkuat komunikasi seluruh OPD dengan pelaku usaha lokal, memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pengusaha Orang Asli Papua melalui kebijakan afirmatif. APPOAP meyakini bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Mimika tidak semata-mata diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan mampu dirasakan masyarakat melalui tumbuhnya pengusaha Orang Asli Papua sebagai pelaku utama ekonomi daerah. Organisasi tersebut berharap pemerintah menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana disampaikan dalam pernyataan penutupnya, "Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang memberi kesempatan kepada masyarakatnya untuk bertumbuh bersama, bukan hanya menghadirkan angka serapan anggaran." (GF) 27 Jun 2026, 11:43 WIT
Momen Hut Bhayangkara ke-80: Kapolda Maluku Perkenalkan Art Policing, Seni dan Musik Papuanewsonline.com, Ambon – Di tengah berbagai tantangan keamanan dan dinamika sosial yang terus berkembang, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memperkenalkan konsep Art Policing atau pemolisian berbasis seni dan budaya sebagai pendekatan strategis dalam membangun perdamaian, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah.Gagasan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat membuka Lomba Vocal Group Antar Satuan Kerja (Satker) Polda Maluku dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Sagu, Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis (25/6/2026).Menurut Kapolda, paradigma keamanan modern tidak lagi dapat bertumpu semata pada penegakan hukum dan pendekatan represif. Di tengah masyarakat yang semakin dinamis, keamanan harus dibangun melalui pendekatan yang lebih humanis, partisipatif, dan menyentuh aspek sosial budaya masyarakat.Dalam konteks tersebut, seni dan musik dinilai memiliki kekuatan besar sebagai instrumen sosial yang mampu mempererat hubungan antarmanusia, membangun dialog, mengurangi potensi konflik, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman.“Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum. Seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai perbedaan, membangun dialog, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Karena itu, pendekatan budaya harus menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan masyarakat,” kata Kapolda.Ia menjelaskan, konsep Art Policing merupakan pendekatan yang memanfaatkan seni, budaya, dan kreativitas sebagai sarana membangun kesadaran sosial, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.Menurutnya, pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan di Maluku yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi musikal yang kuat serta dikenal luas sebagai City of Music.“Musik telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku. Ini bukan hanya kekayaan budaya, tetapi juga modal sosial yang sangat besar untuk membangun karakter masyarakat yang damai, toleran, dan produktif,” ujarnya.Kapolda menilai bahwa kekuatan budaya yang dimiliki Maluku dapat menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Melalui seni dan musik, pesan-pesan moral, semangat persatuan, serta nilai toleransi dapat disampaikan secara lebih efektif dan mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam atau infrastruktur, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas hubungan sosial, tingkat kepercayaan masyarakat, dan kemampuan menjaga stabilitas keamanan.“Tidak akan ada investasi tanpa keamanan. Tidak akan ada pembangunan tanpa stabilitas. Dan tidak akan ada kemajuan tanpa persatuan. Karena itu, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolda.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti makna lagu “Maluku Tarus Biking Bae” yang menurutnya telah berkembang menjadi simbol optimisme dan gerakan moral masyarakat Maluku untuk terus membangun daerah melalui tindakan-tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari.Menurutnya, pesan yang terkandung dalam lagu tersebut sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.“Kalau kita ingin Maluku maju, maka semua harus berbuat baik. Polisi harus berbuat baik, pemerintah harus berbuat baik, tokoh agama harus berbuat baik, tokoh masyarakat harus berbuat baik, dan masyarakat juga harus berbuat baik. Kemajuan daerah dibangun dari akumulasi kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.Kapolda menambahkan bahwa seni dan budaya memiliki kemampuan untuk membangun ruang perjumpaan yang sehat di tengah masyarakat. Melalui musik, masyarakat dapat belajar menghargai perbedaan, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan semangat kolaborasi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.Menurutnya, pendekatan keamanan berbasis budaya juga sejalan dengan upaya Polri dalam mewujudkan institusi yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.“Polri harus mampu hadir dengan pendekatan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Seni dan budaya merupakan bahasa universal yang dapat menjembatani komunikasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat,” katanya.Lomba Vocal Group Antar Satker Polda Maluku yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut menjadi salah satu implementasi nyata dari semangat Art Policing. Selain menjadi wadah pengembangan kreativitas personel, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat soliditas internal serta menumbuhkan budaya kerja yang harmonis dan kolaboratif.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, dewan juri, peserta lomba, serta sejumlah tamu undangan.Menutup sambutannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan seni, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan sebagai energi positif dalam menjaga keamanan dan mempercepat kemajuan daerah.“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, mari kita jadikan seni dan budaya sebagai kekuatan sosial yang mempersatukan, memperkuat toleransi, menjaga perdamaian, dan mendorong kemajuan Maluku serta Indonesia. Karena keamanan yang berkelanjutan lahir dari masyarakat yang hidup dalam harmoni dan saling menghargai,” pungkasnya.Gagasan Art Policing yang diperkenalkan Kapolda Maluku tersebut menjadi perspektif baru dalam pembangunan keamanan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan kekuatan budaya sebagai instrumen memperkuat ketahanan sosial, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 26 Jun 2026, 13:46 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT