Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Polda Maluku dan BRI Kolaborasi Wujudkan Pos Pam STAIN Air Besar
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memimpin peletakan batu pertama pembangunan Pos Pengamanan (Pos Pam) di kawasan STAIN Air Besar, sekaligus menandatangani kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Ambon, Rabu (22/4/2026).Kegiatan yang berlangsung di kawasan pertigaan STAIN–Air Besar, Desa Batu Merah, Kota Ambon ini menjadi langkah konkret memperkuat keamanan di wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah.Kapolda Maluku menyampaikan, pembangunan Pos Pam merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan keamanan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan institusi semata.“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kehadiran Pos Pam diharapkan mampu meningkatkan rasa aman di kawasan ini,” ujar Kapolda.Ia menegaskan, keamanan merupakan kebutuhan mendasar yang menjadi fondasi bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.“Keamanan sering kali tidak terasa saat situasi kondusif. Namun ketika terganggu, dampaknya sangat besar. Karena itu, penguatan sistem keamanan harus terus dilakukan,” jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan pedoman kerja sama antara Polda Maluku dan BRI sebagai langkah memperkuat sinergi kelembagaan.Area Head BRI Wilayah Maluku, Wawan Indarno, menyatakan bahwa dukungan terhadap pembangunan Pos Pam merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.“Keamanan adalah modal utama dalam mendorong aktivitas ekonomi. Karena itu, kami mendukung penuh pembangunan fasilitas pengamanan ini,” katanya.Kapolda juga mengapresiasi peran masyarakat, termasuk kontribusi dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Pos Pam.Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.Kehadiran Pos Pam STAIN Air Besar diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengamanan sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku. PNO-12
25 Apr 2026, 13:46 WIT
Bantuan Pangan Cair Di Mimika, 27.209 Keluarga Terima Beras Dan Minyak
Papuanewsonline.com, Timika - Pemerintah melalui Perum Bulog
Cabang Timika segera menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu di
Kabupaten Mimika. Total bantuan yang disiapkan mencapai 544.180 kg beras dan
108.836 Liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan alokasi untuk periode
Februari dan Maret 2026 yang penyalurannya diperpanjang hingga bulan ini dan
Mei mendatang, menyasar sebanyak 27.209 penerima yang tersebar di 18 distrik.Kepala Bulog Timika, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa setiap
keluarga penerima manfaat akan mendapatkan paket bantuan sekaligus untuk dua
bulan. "Mereka akan menerima total 20 kg beras dan 4 Liter
minyak goreng. Data penerima ini murni berasal dari Bapanas yang berbasis pada
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos," ungkapnya (23/4/2026)."Kami berharap penyaluran ini berjalan lancar, tepat
waktu, dan yang paling penting tepat sasaran. Semoga bantuan ini dapat
meringankan beban ekonomi masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pokok
keluarga di tengah kondisi saat ini," ujar Dedy menyampaikan harapannya.Untuk memastikan distribusi berjalan aman dan tertib, Bulog
akan berkoordinasi penuh bersama pemerintah distrik serta melibatkan dukungan
keamanan dari TNI dan Polri.Penyerahan akan dilakukan secara kolektif di titik-titik
yang telah ditentukan, agar bantuan dapat diterima langsung oleh yang namanya
terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP). Penulis: Andy Ilham
Editor: GF
24 Apr 2026, 13:10 WIT
SPPG Oyehe Nabire 002 Dipuji, Program MBG Dinilai Nyata Gerakkan Ekonomi Rakyat
Papuanewsonline.com, Timika – Pelaksanaan Program Makan
Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah mulai menunjukkan dampak nyata di
lapangan. Salah satu yang mendapat sorotan positif adalah SPPG Oyehe Nabire 002
yang dinilai berhasil menggabungkan kualitas pelayanan dengan pemberdayaan
ekonomi masyarakat lokal.Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Aliansi
Pengusaha Papua di Timika setelah melakukan pemantauan dan analisa langsung
terhadap operasional dapur tersebut.Ketua Aliansi Pengusaha Papua di Timika, Emus Kogoya,
menegaskan bahwa SPPG Oyehe Nabire 002 telah menjalankan program dengan standar
yang baik serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.“Setelah kami melakukan pantauan dan analisa secara
langsung, kami melihat langkah-langkah pelayanan dari SPPG Oyehe Nabire 002 ini
sangat baik. Ini yang kami bilang, program seperti ini jangan hanya berjalan,
tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya. Dan di sini kami melihat manfaat
itu nyata,” tegas Emus Kogoya.Menurutnya, salah satu keunggulan utama dapur tersebut
adalah keberpihakan terhadap pelaku ekonomi kecil, terutama mama-mama Papua
yang berjualan di pasar tradisional.“Yang paling penting bagi kami adalah dapur ini membeli
langsung bahan baku dari mama-mama Papua yang berjualan di pasar. Ini langkah
yang sangat positif, karena ekonomi masyarakat kecil ikut bergerak. Program MBG
jangan sampai hanya bicara makanan, tetapi juga harus menghadirkan keadilan
ekonomi bagi rakyat kecil. Itu yang kami lihat berjalan di sini,” ujarnya.Emus menilai pendekatan tersebut selaras dengan semangat
pemerintah pusat dalam memastikan program strategis benar-benar berdampak
langsung bagi masyarakat bawah.“Kalau masyarakat kecil ikut tumbuh, pedagang kecil ikut
hidup, nelayan kecil ikut mendapat manfaat, maka di situlah letak keberhasilan
program pemerintah. Jadi kami sangat mengapresiasi cara kerja seperti ini,”
katanya.Tidak hanya memberdayakan pedagang pasar, SPPG Oyehe Nabire
002 juga dinilai menjaga kualitas bahan pangan secara serius. Untuk kebutuhan
ikan, dapur tersebut membeli langsung dari nelayan kecil, termasuk mama-mama
Papua yang baru kembali melaut.Sekretaris Aliansi Pengusaha Papua di Timika, Aji Lemauk,
menilai penggunaan bahan baku segar menjadi indikator penting profesionalisme
dapur dalam menjalankan program MBG.“Kami melihat mereka sangat serius dalam memilih bahan baku.
Ikan yang dibeli itu segar, langsung dari nelayan kecil. Sayur, buah, dan bumbu
juga dalam kondisi segar. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak asal memasak,
tetapi benar-benar memperhatikan kualitas makanan yang akan dikonsumsi,” kata
Aji Lemauk.Ia menambahkan bahwa kualitas bahan pangan menjadi faktor
utama dalam mendukung tujuan besar program MBG, yakni menciptakan generasi yang
sehat dan kuat.“Kalau mau menciptakan generasi hebat dan masa depan cerah,
maka makanan yang disiapkan juga harus benar-benar berkualitas. Kami melihat
SPPG Oyehe Nabire 002 punya kesadaran itu,” ujarnya.Selain kualitas bahan, aspek disiplin kerja juga menjadi
perhatian dalam penilaian Aliansi Pengusaha Papua. Mereka melihat seluruh
proses operasional dapur berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).“Program ini besar, menyangkut kebutuhan masyarakat dan masa
depan anak-anak. Karena itu tidak boleh dikerjakan sembarangan. Harus ada SOP
yang jelas, disiplin yang kuat, dan pengawasan yang baik. Kami melihat hal itu
dijalankan di SPPG Oyehe Nabire 002,” tegas Aji.Sementara itu, anggota Aliansi Pengusaha Papua, Faya Naa,
menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dinilai cukup
ketat di dapur tersebut.“Kami melihat penerapan safety atau K3 di dapur ini cukup
ketat. Ini sangat penting, karena dapur yang baik bukan hanya soal hasil akhir
makanan, tetapi juga soal bagaimana prosesnya dijalankan secara aman, tertib,
bersih, dan bertanggung jawab,” ungkap Faya Naa.Menurutnya, penerapan K3 yang baik akan memberikan dampak
positif terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan.“Bagi kami, ini nilai tambah yang besar. Karena dengan
penerapan K3 yang baik, maka lingkungan kerja lebih aman, kebersihan lebih
terjaga, dan kualitas pelayanan juga ikut meningkat. Hal seperti ini sangat
patut ditiru oleh dapur-dapur SPPG lainnya,” katanya.Lebih jauh, Faya menekankan bahwa keberhasilan program MBG
tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari dampak sosial dan
ekonomi yang ditimbulkan.“Kalau program ini dijalankan dengan pola seperti ini,
membeli dari masyarakat lokal, menjaga kualitas bahan, disiplin pada SOP, dan
menerapkan K3 secara ketat, maka manfaatnya akan jauh lebih besar. Program ini
bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus penopang lahirnya generasi
Papua yang sehat dan cerdas,” ujarnya.Secara keseluruhan, Aliansi Pengusaha Papua di Timika
menilai SPPG Oyehe Nabire 002 telah menunjukkan praktik ideal dalam pelaksanaan
program MBG.Model kerja yang profesional sekaligus berpihak pada
masyarakat dinilai penting untuk direplikasi di berbagai daerah, khususnya di
Papua Tengah.Emus Kogoya pun berharap praktik baik tersebut dapat menjadi
standar bagi dapur MBG lainnya.“Kami berharap ini jangan berhenti di sini. Apa yang baik
harus dijadikan contoh. SPPG Oyehe Nabire 002 sudah memperlihatkan bahwa
program MBG bisa dijalankan dengan baik, tertib, aman, dan berpihak kepada
rakyat kecil. Ini model yang harus didorong bersama,” tandasnya.Dengan pola kerja yang disiplin, penggunaan bahan segar,
serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, SPPG Oyehe Nabire 002 dinilai
berhasil menghadirkan manfaat ganda, yakni peningkatan gizi sekaligus penguatan
ekonomi kerakyatan. (GF)
23 Apr 2026, 20:47 WIT
TMMD ke-128 Resmi Dimulai, TNI dan Pemda Genjot Pembangunan Kampung di Mimika
Papuanewsonline.com, Mimika – Program TNI Manunggal
Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten
Mimika. Kegiatan ini ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung
oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Makodim 1710/Mimika, Rabu (22/4/2026).Pembukaan TMMD menjadi momentum penting dalam memperkuat
sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam upaya percepatan
pembangunan di wilayah terpencil.Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-128 melibatkan sekitar 150
personel gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan
Udara, serta Polri.Komandan Kodim 1710/Mimika, Jozanda, menjelaskan bahwa
kegiatan TMMD kali ini dipusatkan di Kampung Keakwa sebagai lokasi utama
pembangunan."Kami mengerjakan program fisik berupa pembangunan 5
unit rumah panggung tipe 36, fasilitas MCK umum, program air bersih, hingga
pembukaan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif," ujarnya.Selain fokus pada pembangunan fisik, program TMMD juga
menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat.Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, penanganan
stunting, hingga pembekalan wawasan kebangsaan guna meningkatkan kualitas
sumber daya manusia di wilayah tersebut.Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan
dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program TMMD."Kami harap manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Infrastruktur yang dibangun sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup
dan kesejahteraan warga," katanya.Ia juga menilai bahwa program TMMD bukan sekadar pembangunan
fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat
melalui semangat gotong royong.Menurutnya, kolaborasi yang terjalin dalam program ini
mencerminkan komitmen bersama dalam membangun daerah secara inklusif dan
berkelanjutan.Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan
kegiatan menjadi kunci keberhasilan program ini agar hasil pembangunan dapat
dimanfaatkan secara optimal.Bupati pun mengimbau warga untuk turut berpartisipasi aktif
selama pelaksanaan TMMD berlangsung.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat hasil
pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.Program TMMD ke-128 diharapkan mampu menjadi solusi nyata
dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur di wilayah terpencil, sekaligus
mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.Dengan adanya sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah
daerah, dan masyarakat, pembangunan di Kampung Keakwa diharapkan berjalan
lancar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Penulis: JidEditor: GF
22 Apr 2026, 23:48 WIT
Gelar Forum Konsultasi Publik, Polda Maluku Dorong Peningkatan Layanan Berbasis Digital
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku melalui Biro Perencanaan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Hotel Marina, Kota Ambon, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian.Forum tersebut dibuka langsung oleh Kepala Biro Perencanaan Polda Maluku, Kombes Pol Dony Sabardi Halomoan Damanik. Ia didampingi Kepala Bagian Reformasi Birokrasi dan Perencanaan (RBP) Biro Rena Polda Maluku.Dalam sambutannya, Dony menegaskan bahwa reformasi birokrasi merupakan agenda strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan responsif.“Polda Maluku berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara transparan dan cepat sebagai wujud kehadiran negara,” ujarnya.FKP ini bertujuan menjadi wadah dialog, berbagi masukan, serta konsultasi terkait sistem pelayanan publik di seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Maluku.Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan personel Polri dan ASN dari berbagai satuan kerja, seperti Ditlantas, Ditnarkoba, Ditreskrimum, Ditreskrimsus, SPKT, dan Ditintelkam. Selain itu, hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan media, Jasa Raharja Cabang Ambon, serta jajaran perencanaan Polres melalui pertemuan daring.Salah satu peserta dari kalangan media, wartawan Ambon Ekspres, menilai kegiatan ini penting sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan publik.“Forum seperti ini sangat positif karena memberi ruang bagi masyarakat dan media untuk menyampaikan masukan secara langsung. Harapannya, hasil diskusi ini benar-benar ditindaklanjuti sehingga pelayanan publik di Polda Maluku semakin baik dan transparan,” ujarnya.Dony berharap forum ini dapat menghasilkan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik.“Seiring perkembangan teknologi, Polda Maluku terus mengoptimalkan layanan berbasis digital agar lebih mudah diakses, transparan, dan efektif bagi seluruh masyarakat,” katanya. PNO-12
21 Apr 2026, 18:28 WIT
HARGA BBM NON-SUBSIDI NAIK DRASTIS, PERTAMAX TURBO TEMBUS RP 19.850
Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah resmi memberlakukan penyesuaian harga baru untuk jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai tanggal 18 April 2026. Kebijakan ini berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di enam provinsi di tanah Papua. Kenaikan signifikan ini hanya menyasar jenis bahan bakar tertentu, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga jenis lainnya seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax tetap tidak berubah.Berdasarkan pengumuman resmi, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350. Sementara itu, Dexlite kini dijual seharga Rp24.150 dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter. Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa perbedaan tarif di setiap daerah disesuaikan dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang berlaku.“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menghadapi perubahan harga ini. Meskipun terjadi penyesuaian, kami pastikan stok bahan bakar di seluruh wilayah Papua dalam kondisi aman dan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ispiani.Pihak Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi ke berbagai daerah agar tidak terjadi kelangkaan. Di tengah kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dan lebih efisien dalam penggunaan energi, serta membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kendaraan masing-masing demi kenyamanan bersama. Penulis: JidEditor: GF
19 Apr 2026, 23:40 WIT
Harga Bahan Baku Naik Dratis, Air Minum Dwi Koala Naik Harga
Papuanewsonline.com, Timika – Produsen Air Minum Dalam
Kemasan (AMDK) lokal, PT Dwi Koala, resmi menaikkan harga jual produknya mulai
Senin lalu, 13 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah penyesuaian
akibat lonjakan harga bahan baku plastik dan biaya logistik yang melambung
tinggi hingga 60 hingga 70 persen dalam beberapa waktu terakhir.Manajer Pemasaran PT Dwi Koala, Reynaldo, menjelaskan bahwa
kenaikan ini merupakan keputusan yang tidak terhindarkan demi menjaga
keberlangsungan usaha. "Kenaikan bahan baku sangat signifikan, kami harus
menyesuaikan harga agar produksi tetap berjalan, karyawan tetap aman, dan
volume produksi tidak dikurangi," ujarnya. (18/4/2026) Adapun rincian kenaikan harga berlaku untuk beberapa varian,
antara lain kemasan 1.500 ml per karton dari Rp50.000 menjadi Rp55.000, kemasan
gelas dari Rp25.000 menjadi Rp27.000 per karton, serta galon 19 liter sistem
tukar dari Rp20.000 menjadi Rp22.000. Galon baru mengalami penyesuaian dari Rp85.000 menjadi
Rp90.000. Sementara itu, produk ukuran 330 ml dan 600 ml dipastikan tetap
stabil atau tidak mengalami perubahan harga.Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, membenarkan
telah menerima laporan resmi dari pihak perusahaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan
dan pengawasan di lapangan untuk memastikan kebijakan harga berjalan sesuai
aturan dan tidak merugikan masyarakat luas. Penulis: Jid
Editor: GF
18 Apr 2026, 18:45 WIT
Realisasi Pendapatan Mimika Capai Rp1,98 Triliun, PBB Tumbuh Signifikan Berkat Kontribusi Freeport
Papuanewsonline.com, Mimika – Hingga pertengahan April 2026,
capaian Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika yang dikelola Bapenda tercatat
mencapai angka Rp1,98 triliun. Jumlah ini setara dengan 35,02 persen dari total
target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp5,66 triliun. Sementara itu, untuk
Pendapatan Asli Daerah (PAD), realisasinya baru menyentuh angka Rp154,64 miliar
atau sekitar 26,41 persen dari target yang diharapkan.Secara rinci, sektor Pajak Daerah berhasil mengumpulkan
Rp122,70 miliar atau 29,86 persen, sedangkan Retribusi Daerah baru mencapai
Rp2,98 miliar. Namun, pencapaian paling gemilang terlihat pada penerimaan
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah menyentuh Rp49,73 miliar atau 57,86
persen dari target. Capaian fantastis ini tidak lepas dari setoran besar yang
dilakukan oleh PT Freeport Indonesia senilai lebih dari Rp48 miliar.“Realisasi PBB tahun ini jauh lebih baik dan meningkat
signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini tentu sangat
menggembirakan dan memberikan napas lega bagi keuangan daerah,” ujar Sekretaris
Bapenda, Hendrikus Setitit, mewakili Kepala Bapenda Dwi Cholifah.Menutup penjelasannya, Hendrikus menyampaikan rasa optimisme
yang tinggi. “Kami melihat tren yang sangat positif. Dengan semangat kerja yang
kuat dan dukungan semua pihak, kami yakin dan optimis target PBB hingga akhir
tahun 2026 nanti tidak hanya akan tercapai, tetapi bahkan bisa melampaui
ekspektasi,” tegasnya penuh keyakinan. Penulis: Jid
Editor: GF
18 Apr 2026, 18:33 WIT
Tingkatkan Kesiapsiagaan, 100 Personel Brimob Polda Maluku Ikuti Pelatihan PHH
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 100 personel Satuan Brimob Polda Maluku mengikuti pelatihan Penanganan Huru Hara (PHH) guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bereskalasi tinggi, khususnya pengendalian massa.Pelatihan yang digelar di Lapangan Mapolda Maluku ini mendapat arahan langsung dari Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto.Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa setiap tindakan kepolisian harus berlandaskan hukum serta mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis.“Polri adalah civilian police. Setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.Ia menekankan, Satuan Brimob sebagai garda terdepan dalam penanganan kejahatan berintensitas tinggi dituntut mampu bertindak tegas, namun tetap proporsional.Menurutnya, penggunaan kekuatan di lapangan harus disesuaikan dengan tingkat ancaman, serta tidak boleh melampaui batas yang diatur dalam ketentuan hukum.Kapolda juga mengingatkan pentingnya pemahaman personel dalam membedakan antara tindakan tegas yang terukur dengan kekerasan yang melanggar prosedur.Selain itu, ia mengungkapkan bahwa setiap personel kini dibekali body camera untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan di lapangan.Pelatihan ini turut didukung oleh empat instruktur internal Brimob yang memberikan materi teknis kepada peserta.Melalui kegiatan tersebut, diharapkan personel Brimob Polda Maluku semakin siap menghadapi dinamika keamanan, sekaligus mampu memberikan perlindungan yang profesional dan humanis kepada masyarakat.Pelatihan Penanganan Huru Hara (PHH) yang digelar Polda Maluku menunjukkan adanya upaya peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, khususnya aksi massa yang berpotensi ricuh.Namun, dalam konteks kekinian, tantangan terbesar bukan hanya pada kesiapan teknis, melainkan pada bagaimana aparat mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.Penekanan Kapolda Maluku terhadap profesionalisme dan pendekatan humanis menjadi relevan, mengingat penanganan aksi massa kerap menjadi sorotan publik, terutama jika berujung pada tindakan represif yang berlebihan.Penggunaan perangkat seperti body camera juga merupakan langkah positif dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.Meski demikian, efektivitas pelatihan semacam ini akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan. Publik tidak hanya menilai dari kesiapan aparat, tetapi juga dari cara bertindak yang terukur, adil, dan tidak berlebihan dalam situasi nyata.Dengan demikian, pelatihan PHH tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin, tetapi harus menjadi bagian dari transformasi Polri menuju institusi yang profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat. PNO-12
18 Apr 2026, 13:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru