logo-website
Senin, 27 Apr 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Wakapolda Maluku Ikuti Launching Quick Wins Presisi Triwulan II 2026 Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, mengikuti launching Program Quick Wins Presisi Triwulan II Tahun 2026 yang digelar secara virtual dari Ruang Vicon Lantai 2 Polda Maluku, Jumat (24/4/2026).Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Polri dalam memperkuat implementasi program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan ini Dir Pamobvit Polda Maluku, Kabid Humas Polda Maluku, para pejabat utama, serta perwakilan satuan kerja (satker) dan Kapolres/ta jajaran.Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni menegaskan, seluruh jajaran Polda Maluku harus mampu menerjemahkan program Quick Wins Presisi ke dalam langkah nyata di lapangan.“Program Quick Wins Presisi ini bukan hanya seremonial, tetapi harus diimplementasikan secara konkret melalui peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh personel dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri.“Kami mendorong seluruh satuan kerja dan jajaran kewilayahan untuk bekerja lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu upaya konkret Polri dalam menjawab ekspektasi publik terhadap pelayanan yang lebih profesional dan akuntabel.Launching ini juga menjadi momentum penyamaan persepsi terkait arah kebijakan Polri pada Triwulan II Tahun 2026, sehingga seluruh jajaran dapat bergerak secara terarah dan terukur.Program Quick Wins Presisi sendiri menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong transformasi Polri menuju institusi yang profesional, modern, dan semakin dipercaya publik. PNO-12 26 Apr 2026, 13:54 WIT
Jumat Berjamaah, Kapolda Maluku Ajak Warga Hitu Perkuat Persatuan di Tengah Dinamika Sosial Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak masyarakat Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah dinamika sosial yang berkembang di wilayah Maluku.Ajakan tersebut disampaikan saat melaksanakan Sholat Jumat berjamaah sekaligus silaturahmi kamtibmas di Masjid Raya Hitumesing, Jumat (24/4/2026).Maluku sebagai daerah yang memiliki keberagaman sosial, budaya, dan sejarah konflik komunal di masa lalu, dinilai membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mencegah potensi gesekan sosial.“Kita harus terus menjaga silaturahmi agar hubungan sosial tetap kuat. Dengan kebersamaan, berbagai potensi konflik bisa dicegah sejak dini,” kata Dadang.Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Maluku, di antaranya Karo SDM, Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Polairud, Dir Reskrimsus, Dir Samapta, serta Kabid Propam Polda Maluku. Hadir pula Raja Negeri Hitumesing, Raja Negeri Hitu Lama, para tokoh agama, tokoh adat, serta jamaah Masjid Raya Negeri Hitu.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya pengendalian diri dan menghindari sikap egoisme yang dapat memicu konflik di tengah kehidupan bermasyarakat.“Jangan merasa paling benar dan menyalahkan orang lain. Sikap egois justru menjadi awal dari permasalahan,” ujarnya.Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melindungi pelaku kejahatan dan menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat.Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.Kegiatan berlangsung aman dan kondusif serta menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dan menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Maluku. PNO-12 26 Apr 2026, 13:45 WIT
Polda Maluku dan BRI Kolaborasi Wujudkan Pos Pam STAIN Air Besar Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memimpin peletakan batu pertama pembangunan Pos Pengamanan (Pos Pam) di kawasan STAIN Air Besar, sekaligus menandatangani kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Ambon, Rabu (22/4/2026).Kegiatan yang berlangsung di kawasan pertigaan STAIN–Air Besar, Desa Batu Merah, Kota Ambon ini menjadi langkah konkret memperkuat keamanan di wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah.Kapolda Maluku menyampaikan, pembangunan Pos Pam merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan keamanan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan institusi semata.“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kehadiran Pos Pam diharapkan mampu meningkatkan rasa aman di kawasan ini,” ujar Kapolda.Ia menegaskan, keamanan merupakan kebutuhan mendasar yang menjadi fondasi bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.“Keamanan sering kali tidak terasa saat situasi kondusif. Namun ketika terganggu, dampaknya sangat besar. Karena itu, penguatan sistem keamanan harus terus dilakukan,” jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan pedoman kerja sama antara Polda Maluku dan BRI sebagai langkah memperkuat sinergi kelembagaan.Area Head BRI Wilayah Maluku, Wawan Indarno, menyatakan bahwa dukungan terhadap pembangunan Pos Pam merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.“Keamanan adalah modal utama dalam mendorong aktivitas ekonomi. Karena itu, kami mendukung penuh pembangunan fasilitas pengamanan ini,” katanya.Kapolda juga mengapresiasi peran masyarakat, termasuk kontribusi dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Pos Pam.Menurutnya, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.Kehadiran Pos Pam STAIN Air Besar diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengamanan sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.Kegiatan berlangsung lancar dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku. PNO-12 25 Apr 2026, 13:46 WIT
Bantuan Pangan Cair Di Mimika, 27.209 Keluarga Terima Beras Dan Minyak Papuanewsonline.com, Timika - Pemerintah melalui Perum Bulog Cabang Timika segera menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Mimika. Total bantuan yang disiapkan mencapai 544.180 kg beras dan 108.836 Liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan alokasi untuk periode Februari dan Maret 2026 yang penyalurannya diperpanjang hingga bulan ini dan Mei mendatang, menyasar sebanyak 27.209 penerima yang tersebar di 18 distrik.Kepala Bulog Timika, Dedy Wahyudi, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan paket bantuan sekaligus untuk dua bulan. "Mereka akan menerima total 20 kg beras dan 4 Liter minyak goreng. Data penerima ini murni berasal dari Bapanas yang berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos," ungkapnya (23/4/2026)."Kami berharap penyaluran ini berjalan lancar, tepat waktu, dan yang paling penting tepat sasaran. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga di tengah kondisi saat ini," ujar Dedy menyampaikan harapannya.Untuk memastikan distribusi berjalan aman dan tertib, Bulog akan berkoordinasi penuh bersama pemerintah distrik serta melibatkan dukungan keamanan dari TNI dan Polri.Penyerahan akan dilakukan secara kolektif di titik-titik yang telah ditentukan, agar bantuan dapat diterima langsung oleh yang namanya terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP).  Penulis: Andy Ilham Editor: GF 24 Apr 2026, 13:10 WIT
SPPG Oyehe Nabire 002 Dipuji, Program MBG Dinilai Nyata Gerakkan Ekonomi Rakyat Papuanewsonline.com, Timika – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Salah satu yang mendapat sorotan positif adalah SPPG Oyehe Nabire 002 yang dinilai berhasil menggabungkan kualitas pelayanan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Aliansi Pengusaha Papua di Timika setelah melakukan pemantauan dan analisa langsung terhadap operasional dapur tersebut.Ketua Aliansi Pengusaha Papua di Timika, Emus Kogoya, menegaskan bahwa SPPG Oyehe Nabire 002 telah menjalankan program dengan standar yang baik serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.“Setelah kami melakukan pantauan dan analisa secara langsung, kami melihat langkah-langkah pelayanan dari SPPG Oyehe Nabire 002 ini sangat baik. Ini yang kami bilang, program seperti ini jangan hanya berjalan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya. Dan di sini kami melihat manfaat itu nyata,” tegas Emus Kogoya.Menurutnya, salah satu keunggulan utama dapur tersebut adalah keberpihakan terhadap pelaku ekonomi kecil, terutama mama-mama Papua yang berjualan di pasar tradisional.“Yang paling penting bagi kami adalah dapur ini membeli langsung bahan baku dari mama-mama Papua yang berjualan di pasar. Ini langkah yang sangat positif, karena ekonomi masyarakat kecil ikut bergerak. Program MBG jangan sampai hanya bicara makanan, tetapi juga harus menghadirkan keadilan ekonomi bagi rakyat kecil. Itu yang kami lihat berjalan di sini,” ujarnya.Emus menilai pendekatan tersebut selaras dengan semangat pemerintah pusat dalam memastikan program strategis benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat bawah.“Kalau masyarakat kecil ikut tumbuh, pedagang kecil ikut hidup, nelayan kecil ikut mendapat manfaat, maka di situlah letak keberhasilan program pemerintah. Jadi kami sangat mengapresiasi cara kerja seperti ini,” katanya.Tidak hanya memberdayakan pedagang pasar, SPPG Oyehe Nabire 002 juga dinilai menjaga kualitas bahan pangan secara serius. Untuk kebutuhan ikan, dapur tersebut membeli langsung dari nelayan kecil, termasuk mama-mama Papua yang baru kembali melaut.Sekretaris Aliansi Pengusaha Papua di Timika, Aji Lemauk, menilai penggunaan bahan baku segar menjadi indikator penting profesionalisme dapur dalam menjalankan program MBG.“Kami melihat mereka sangat serius dalam memilih bahan baku. Ikan yang dibeli itu segar, langsung dari nelayan kecil. Sayur, buah, dan bumbu juga dalam kondisi segar. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak asal memasak, tetapi benar-benar memperhatikan kualitas makanan yang akan dikonsumsi,” kata Aji Lemauk.Ia menambahkan bahwa kualitas bahan pangan menjadi faktor utama dalam mendukung tujuan besar program MBG, yakni menciptakan generasi yang sehat dan kuat.“Kalau mau menciptakan generasi hebat dan masa depan cerah, maka makanan yang disiapkan juga harus benar-benar berkualitas. Kami melihat SPPG Oyehe Nabire 002 punya kesadaran itu,” ujarnya.Selain kualitas bahan, aspek disiplin kerja juga menjadi perhatian dalam penilaian Aliansi Pengusaha Papua. Mereka melihat seluruh proses operasional dapur berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).“Program ini besar, menyangkut kebutuhan masyarakat dan masa depan anak-anak. Karena itu tidak boleh dikerjakan sembarangan. Harus ada SOP yang jelas, disiplin yang kuat, dan pengawasan yang baik. Kami melihat hal itu dijalankan di SPPG Oyehe Nabire 002,” tegas Aji.Sementara itu, anggota Aliansi Pengusaha Papua, Faya Naa, menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dinilai cukup ketat di dapur tersebut.“Kami melihat penerapan safety atau K3 di dapur ini cukup ketat. Ini sangat penting, karena dapur yang baik bukan hanya soal hasil akhir makanan, tetapi juga soal bagaimana prosesnya dijalankan secara aman, tertib, bersih, dan bertanggung jawab,” ungkap Faya Naa.Menurutnya, penerapan K3 yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan.“Bagi kami, ini nilai tambah yang besar. Karena dengan penerapan K3 yang baik, maka lingkungan kerja lebih aman, kebersihan lebih terjaga, dan kualitas pelayanan juga ikut meningkat. Hal seperti ini sangat patut ditiru oleh dapur-dapur SPPG lainnya,” katanya.Lebih jauh, Faya menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.“Kalau program ini dijalankan dengan pola seperti ini, membeli dari masyarakat lokal, menjaga kualitas bahan, disiplin pada SOP, dan menerapkan K3 secara ketat, maka manfaatnya akan jauh lebih besar. Program ini bisa menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus penopang lahirnya generasi Papua yang sehat dan cerdas,” ujarnya.Secara keseluruhan, Aliansi Pengusaha Papua di Timika menilai SPPG Oyehe Nabire 002 telah menunjukkan praktik ideal dalam pelaksanaan program MBG.Model kerja yang profesional sekaligus berpihak pada masyarakat dinilai penting untuk direplikasi di berbagai daerah, khususnya di Papua Tengah.Emus Kogoya pun berharap praktik baik tersebut dapat menjadi standar bagi dapur MBG lainnya.“Kami berharap ini jangan berhenti di sini. Apa yang baik harus dijadikan contoh. SPPG Oyehe Nabire 002 sudah memperlihatkan bahwa program MBG bisa dijalankan dengan baik, tertib, aman, dan berpihak kepada rakyat kecil. Ini model yang harus didorong bersama,” tandasnya.Dengan pola kerja yang disiplin, penggunaan bahan segar, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, SPPG Oyehe Nabire 002 dinilai berhasil menghadirkan manfaat ganda, yakni peningkatan gizi sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan. (GF)  23 Apr 2026, 20:47 WIT
TMMD ke-128 Resmi Dimulai, TNI dan Pemda Genjot Pembangunan Kampung di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Mimika. Kegiatan ini ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, di Makodim 1710/Mimika, Rabu (22/4/2026).Pembukaan TMMD menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan di wilayah terpencil.Dalam pelaksanaannya, TMMD ke-128 melibatkan sekitar 150 personel gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Polri.Komandan Kodim 1710/Mimika, Jozanda, menjelaskan bahwa kegiatan TMMD kali ini dipusatkan di Kampung Keakwa sebagai lokasi utama pembangunan."Kami mengerjakan program fisik berupa pembangunan 5 unit rumah panggung tipe 36, fasilitas MCK umum, program air bersih, hingga pembukaan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif," ujarnya.Selain fokus pada pembangunan fisik, program TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, penanganan stunting, hingga pembekalan wawasan kebangsaan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program TMMD."Kami harap manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga," katanya.Ia juga menilai bahwa program TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong.Menurutnya, kolaborasi yang terjalin dalam program ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan.Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi kunci keberhasilan program ini agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.Bupati pun mengimbau warga untuk turut berpartisipasi aktif selama pelaksanaan TMMD berlangsung.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.Program TMMD ke-128 diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur di wilayah terpencil, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.Dengan adanya sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan di Kampung Keakwa diharapkan berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Penulis: JidEditor: GF  22 Apr 2026, 23:48 WIT
Gelar Forum Konsultasi Publik, Polda Maluku Dorong Peningkatan Layanan Berbasis Digital Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku melalui Biro Perencanaan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Hotel Marina, Kota Ambon, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan kepolisian.Forum tersebut dibuka langsung oleh Kepala Biro Perencanaan Polda Maluku, Kombes Pol Dony Sabardi Halomoan Damanik. Ia didampingi Kepala Bagian Reformasi Birokrasi dan Perencanaan (RBP) Biro Rena Polda Maluku.Dalam sambutannya, Dony menegaskan bahwa reformasi birokrasi merupakan agenda strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, transparan, dan responsif.“Polda Maluku berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara transparan dan cepat sebagai wujud kehadiran negara,” ujarnya.FKP ini bertujuan menjadi wadah dialog, berbagi masukan, serta konsultasi terkait sistem pelayanan publik di seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Maluku.Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan personel Polri dan ASN dari berbagai satuan kerja, seperti Ditlantas, Ditnarkoba, Ditreskrimum, Ditreskrimsus, SPKT, dan Ditintelkam. Selain itu, hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan media, Jasa Raharja Cabang Ambon, serta jajaran perencanaan Polres melalui pertemuan daring.Salah satu peserta dari kalangan media, wartawan Ambon Ekspres, menilai kegiatan ini penting sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan publik.“Forum seperti ini sangat positif karena memberi ruang bagi masyarakat dan media untuk menyampaikan masukan secara langsung. Harapannya, hasil diskusi ini benar-benar ditindaklanjuti sehingga pelayanan publik di Polda Maluku semakin baik dan transparan,” ujarnya.Dony berharap forum ini dapat menghasilkan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik.“Seiring perkembangan teknologi, Polda Maluku terus mengoptimalkan layanan berbasis digital agar lebih mudah diakses, transparan, dan efektif bagi seluruh masyarakat,” katanya. PNO-12 21 Apr 2026, 18:28 WIT
HARGA BBM NON-SUBSIDI NAIK DRASTIS, PERTAMAX TURBO TEMBUS RP 19.850 Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah resmi memberlakukan penyesuaian harga baru untuk jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi mulai tanggal 18 April 2026. Kebijakan ini berlaku seragam di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di enam provinsi di tanah Papua. Kenaikan signifikan ini hanya menyasar jenis bahan bakar tertentu, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga jenis lainnya seperti Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax tetap tidak berubah.Berdasarkan pengumuman resmi, harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350. Sementara itu, Dexlite kini dijual seharga Rp24.150 dan Pertamina Dex Rp24.450 per liter. Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa perbedaan tarif di setiap daerah disesuaikan dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB yang berlaku.“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menghadapi perubahan harga ini. Meskipun terjadi penyesuaian, kami pastikan stok bahan bakar di seluruh wilayah Papua dalam kondisi aman dan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Ispiani.Pihak Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi ke berbagai daerah agar tidak terjadi kelangkaan. Di tengah kondisi ini, masyarakat diharapkan dapat beradaptasi dan lebih efisien dalam penggunaan energi, serta membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan kendaraan masing-masing demi kenyamanan bersama. Penulis: JidEditor: GF 19 Apr 2026, 23:40 WIT
Harga Bahan Baku Naik Dratis, Air Minum Dwi Koala Naik Harga Papuanewsonline.com, Timika – Produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lokal, PT Dwi Koala, resmi menaikkan harga jual produknya mulai Senin lalu, 13 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah penyesuaian akibat lonjakan harga bahan baku plastik dan biaya logistik yang melambung tinggi hingga 60 hingga 70 persen dalam beberapa waktu terakhir.Manajer Pemasaran PT Dwi Koala, Reynaldo, menjelaskan bahwa kenaikan ini merupakan keputusan yang tidak terhindarkan demi menjaga keberlangsungan usaha. "Kenaikan bahan baku sangat signifikan, kami harus menyesuaikan harga agar produksi tetap berjalan, karyawan tetap aman, dan volume produksi tidak dikurangi," ujarnya. (18/4/2026) Adapun rincian kenaikan harga berlaku untuk beberapa varian, antara lain kemasan 1.500 ml per karton dari Rp50.000 menjadi Rp55.000, kemasan gelas dari Rp25.000 menjadi Rp27.000 per karton, serta galon 19 liter sistem tukar dari Rp20.000 menjadi Rp22.000. Galon baru mengalami penyesuaian dari Rp85.000 menjadi Rp90.000. Sementara itu, produk ukuran 330 ml dan 600 ml dipastikan tetap stabil atau tidak mengalami perubahan harga.Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, membenarkan telah menerima laporan resmi dari pihak perusahaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan untuk memastikan kebijakan harga berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat luas.  Penulis: Jid Editor: GF 18 Apr 2026, 18:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT