PMI Pertimbangkan Bantuan Medis untuk Iran, Skema Penyaluran Disiapkan Lewat Jalur Internasional
Jusuf Kalla ungkap permintaan resmi dari Duta Besar Iran, PMI kaji pengiriman obat dan perlengkapan kesehatan dengan mekanisme distribusi melalui jaringan Palang Merah internasional demi efisiensi dan percepatan bantuan
Papuanewsonline.com - 19 Mar 2026, 12:08 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk mengirimkan bantuan kesehatan ke Iran melalui jalur internasional. Wacana ini mencuat setelah adanya permintaan resmi dari pemerintah Iran yang disampaikan melalui perwakilan diplomatiknya di Indonesia.
Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan bersama Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3). Pertemuan itu menjadi awal pembahasan serius terkait dukungan kemanusiaan yang dapat diberikan Indonesia.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi sektor kesehatan di Iran saat ini membutuhkan perhatian, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas rumah sakit dan pasokan obat-obatan. Oleh karena itu, PMI mulai mengkaji kemungkinan bantuan yang dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Seperti biasa, bantuan akan disalurkan melalui PMI ke
Palang Merah Internasional (Red Crescent) negara tetangga, seperti Turki,
kemudian diteruskan ke Iran untuk masyarakat,” ujar Kalla.
Ia menegaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tidak
dilakukan secara langsung oleh pemerintah Indonesia, melainkan melalui jaringan
organisasi kemanusiaan internasional. Skema ini dinilai lebih efektif sekaligus
memastikan bantuan dapat diterima dengan cepat oleh masyarakat yang
membutuhkan.
Dalam proses distribusinya, PMI juga mempertimbangkan
penggunaan jalur logistik melalui negara-negara terdekat seperti Pakistan atau
Turki. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengiriman sekaligus
meminimalkan hambatan distribusi di tengah situasi yang kompleks.
Namun demikian, aspek efisiensi biaya juga menjadi perhatian utama. Jusuf Kalla menyebutkan bahwa pengiriman obat langsung dari Indonesia berpotensi menimbulkan biaya tinggi yang tidak sebanding dengan nilai bantuan itu sendiri.

“Lebih baik membeli obat di negara terdekat. Pengalaman
kami, harga obat di Pakistan bisa setengah lebih murah dibanding di Indonesia,”
katanya.
Saat ini, PMI masih melakukan perhitungan terkait total
kebutuhan bantuan, termasuk jenis obat-obatan dan perlengkapan medis yang
diperlukan oleh Iran. Koordinasi lebih lanjut juga akan dilakukan bersama
Kementerian Kesehatan untuk memastikan kelancaran teknis penyaluran bantuan.
Langkah PMI ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam
menjalankan misi kemanusiaan global, khususnya dalam membantu negara yang
tengah menghadapi tantangan di sektor kesehatan melalui kerja sama organisasi
kemanusiaan internasional. (GF)