Papuanewsonline.com
Perayaan Natal Haria Sedunia, Kapolda Maluku: Perkuat Perdamaian dan Persaudaraan
Papuanewsonline.com, Malteng - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan selamat merayakan Natal Haria Sedunia yang diselenggarakan di Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (28/12/2025).Ucapan tersebut disampaikan Kapolda Dadang Hartanto saat menghadiri perayaan Natal Haria Sedunia bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku. Di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Ketua MPH Sinode GPM, dan pejabat beserta stakeholder lainnya."Kami mengucapkan selamat merayakan Natal sedunia bagi warga Haria," kata Kapolda di sela-sela kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut.Kapolda berharap perayaan Natal sedunia ini selain menjadi momen perjumpaan seluruh anak negeri Haria, juga sebagai wadah untuk terus merajut ikatan perdamaian dan memperkuat hubungan persaudaraan bagi sesama warga Haria maupun dengan masyarakat Maluku pada umumnya."Semoga perayaan Natal sedunia ini bisa menjadi wadah untuk memperkuat hubungan yang lebih harmonis, membawa perdamaian dan persaudaraan sebagaimana tema Natal tahun ini," harapnya.Perayaan Natal Haria Sedunia mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Manusia” dengan subtema “Melalui Natal Haria Sedunia Tahun 2025 Mempersatukan Keluarga Besar Leawaka Amapati Dalam Iman, Kasih dan Persaudaraan.”Kegiatan tersebut diawali dengan pengalungan syal oleh Nyong dan Nona Negeri Haria kepada Forkopimda Maluku dan Tamu Undangan. Kemudian dilanjutkan dengan iringan belang serta Tari Lenso yang dibawakan oleh anak-anak hingga pemuda-pemudi Negeri Haria.Perayaan Natal Haria Sedunia 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan, di antaranya tarian oleh Pemuda Leawaka Jayapura, Paduan Suara Rehoboth Ambon, Penyanyi Anak Negeri Haria Valen Hattu, serta artis Ambon Marvey Kaya.Ketua Pengurus Pusaka Haria, Ir. Arce Latupeirissa, dalam sambutannya menyampaikan, Perayaan Natal Haria Sedunia 2025 menjadi momentum perjumpaan bagi masyarakat Leawaka Amapati, khususnya di momen Natal pada penghujung tahun 2025.Sementara itu, Kepala Desa Haria, Nico Sahuleka, S.Pd, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Forkopimda Maluku serta seluruh anak cucu Leawaka Amapati yang hadir di Negeri Haria.Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Pdt. S. I. Sapulette, mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan Natal Haria Sedunia 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk berbagi Damai Kristus dan Damai Natal di antara sesama serta seluruh umat beragama.Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Natal Haria Sedunia 2025. Ia menegaskan, Natal Haria merupakan wujud pengingat agar masyarakat tidak melupakan asal-usul dan jati dirinya.Gubernur mengajak seluruh masyarakat Negeri Haria untuk terus merawat kedamaian antarumat beragama dalam rajutan hubungan pela gandong, serta memperkuat soliditas menuju Indonesia Emas 2045 sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. PNO-12
31 Des 2025, 17:54 WIT
Pemerintah Masih Acuh saat Semarak Natal Belum Hadir, Labeti Cinta Mimika inisiatif Galang Donasi
Papuanewsonline.com, Mimika - Komunitas Lahir Besar Timika
(Labeti) Cinta Mimika menggelar aksi donasi sukarela untuk menghias Kota Timika
menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung pada
Sabtu, 20 Desember 2025 di Jalan Budi Utomo, Bundaran Timika Indah (TI), ikon
Kabupaten Mimika yang memiliki tugu perdamaian.Warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua
maupun roda empat, ikut memberi donasi secara sukarela. Aksi ini mengandalkan
partisipasi publik di titik yang ramai dilalui, sehingga dukungan datang dari
berbagai kalangan yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan bundaran.“Kita semua ingin kota ini terasa meriah saat Natal,” ujar
salah satu warga yang berdonasi.Ketua Komunitas Labeti, Ronald Windessy, menjelaskan ia
merasa terpanggil karena sudah memasuki pertengahan Desember namun belum
terlihat kegiatan yang mewarnai suasana Natal di Timika. Ia menilai momen
perayaan membutuhkan penataan yang nyata di ruang publik agar warga merasakan
atmosfer hari besar keagamaan.“Kota yang disebut ‘kota Dollar’ ini belum ada semarak
Natal, jadi kami secara spontan membantu Pemkab Mimika menghias bundaran ikonik
ini,” katanya.Ronald juga menyinggung langkah Pemerintah Kabupaten Mimika
yang sebelumnya menerbitkan surat edaran Bupati Nomor 65 Tahun 2025 pada 8
Desember 2025, yang meminta seluruh unsur memasang lampu hias. Namun hingga
pertengahan Desember, ia menilai semarak perayaan belum terlihat di sejumlah
titik yang menjadi wajah kota.Melalui kegiatan ini, Ronald berharap aksi donasi bisa
mengetuk perhatian pemerintah agar lebih fokus pada perayaan hari besar
keagamaan. Ia menilai upaya membangun suasana Natal tidak cukup berhenti di
imbauan, tetapi perlu terlihat di lapangan melalui pengaturan dan dukungan yang
jelas.Ia menyampaikan bahwa mayoritas warga Nasrani perlu memberi
contoh kepada daerah lain, lalu ia memandang perayaan Natal sebagai peristiwa
sakral yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia juga menyebut, jika donasi
mencukupi, komunitas berencana melanjutkan kegiatan ke Bundaran SP2. “Kalau
donasi mencukupi, kami akan lanjutkan ke Bundaran SP2,” pungkasnya. Ia
menegaskan kegiatan ini bukan politik, melainkan tanggung jawab umat Kristiani
untuk menciptakan suasana seagamaan.Penulis: JidEditor: GF
20 Des 2025, 17:28 WIT
Disparbudpora Mimika gelar LOMBA VIDEO KAMPANYE BEBAS ROKOK DAN NARKOBA MIMIKA
Papuanewsonline.com, Mimika - Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika telah menggelar lomba video kampanye bebas rokok dan narkoba untuk kategori pemuda. Penyerahan hadiah kepada pemenang diselenggarakan di Ballroom Hotel Horison Ultima pada Jumat (19/12/2025), diserahkan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom. “Lomba ini adalah ajang kreatif untuk mendorong kesadaran generasi muda akan bahaya kedua zat tersebut,” ujar Faustina F. Balubun, S.Sos. selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya yang dibacakan asisten lll, Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi melainkan gerakan nyata.“Rokok dan narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, merusak kesehatan, karakter, dan kreativitas pemuda,” tegasnya. Melalui video, peserta menyampaikan pesan baik dengan cara menarik dan mudah diterima sesama generasi muda. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, dengan pengumpulan video 28 November–13 Desember dan penilaian pada 18 Desember. Peserta adalah pemuda/pemudi yang berdomisili di Mimika, dengan dewan juri dari PT Musik Bagus Indonesia dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mimika. Video berdurasi 5–7 menit, dengan pembiayaan dari APBD Perubahan Mimika 2025.Bupati mengapresiasi semua karya yang dihasilkan dan mengajak agar gerakan ini terus berlanjut. “Kepada pemenang, selamat dan jadilah inspirasi. Kepada peserta lain, jangan berkecil hati — karyamu memiliki nilai besar,” pungkasnya, menginginkan ekosistem pemuda yang kreatif, produktif, dan bebas zat berbahaya. Penulis: JidEditor: GF
19 Des 2025, 21:33 WIT
Aksi Sosial Melalui Video: Disparbudpora Mimika Apresiasi Kreativitas Pemuda Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Pariwisata, Kebudayaan,
Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika menggelar Lomba Pembuatan
Video Aksi Sosial untuk kategori pemuda dengan tema “Pemuda Bergerak: Bersih
Lingkungan Sehatkan Generasi”.Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Jalan
Hasanuddin pada Rabu (17/12/2025) dihadiri oleh peserta serta dewan juri dari
Tim Perusahaan Film Negara, Plt. Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi
mewakili Bupati mimika, dan Kepala Bidang Kepemudaan David Kangopme, S.S.Lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas pemuda dalam
menyampaikan pesan sosial melalui media video, sekaligus menanamkan kepedulian
terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sebelum memasuki tahap
penilaian, acara dibuka dengan workshop singkat yang diberikan oleh Ibnu Hasan
dari Tim Perusahaan Film Negara. “Kita perlu memahami teknik pembuatan video yang baik agar
pesan yang ingin disampaikan bisa sampai dengan efektif kepada khalayak luas,”
ujar Ibnu dalam materinya.Dalam sambutannya, Yoga Pribadi yang mewakili Bupati Mimika
mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada
Disparbudpora untuk acara yang positif dan inspiratif ini. Ini bukan sekadar
kompetisi, melainkan wadah pembelajaran penting yang berperan besar dalam
membentuk karakter generasi muda Mimika menjadi sosok yang kreatif, peduli
lingkungan, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya. Sementara itu, David Kangopme memberikan semangat kepada
para peserta: “Jangan pernah menyerah atau patah semangat. Setiap orang
memiliki potensi diri yang bisa digali. Pilihan kita hari ini akan menentukan
apakah kita akan berkembang menjadi pemuda profesional yang bermanfaat atau
terjebak dalam kehancuran,” tegasnya.Acara dilanjutkan dengan pemukulan tifa sebagai simbol
kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal, sebelum pengumuman
pemenang. Juara I diraih oleh Gabriella C. Bowaire, Juara II
Vinsensius D. V. Sudianto, dan Juara III Merry Jayanti I. Wakerkwa. Selain itu,
ada juga kategori juara harapan yang diperoleh Gracia Jovanya Matondang,
Natalie Kosay, dan Marico Yakobus. Para pemenang menerima penghargaan sebagai apresiasi atas
karya mereka. Disparbudpora Mimika berharap lomba ini akan tetap berlanjut dan
menjadi wadah pengembangan potensi pemuda di bidang kreatif dan aksi sosial. Penulis: Abim
Editor: GF
17 Des 2025, 17:57 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi di Baileo Emarina Desa Werwaru-MBD
Papuanewsonline.com, MBD - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melangkah dan maju secara bersama. Sehingga, keamanan juga harus dijaga bersama-sama.Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat silaturahmi dengan masyarakat di Baileo Emarina atau Rumah Damai di Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/12/2025).Kunjungan ke Baileo Emarina merupakan salah satu agenda Kapolda dalam rangka pembinaan wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Maluku dengan pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, dan masyarakat.Kapolda Maluku dalam lawatannya tersebut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat Desa Werwaru. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena bersama rombongan tiba dengan selamat di Pulau Moa.Kunjungan kerja yang dilaksanakan di MBD, kata Kapolda, tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk nyata perhatian Polda Maluku untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik.Keamanan, tegas Kapolda, merupakan fondasi utama pembangunan, sehingga stabilitas kamtibmas harus dijaga bersama-sama dengan aparat dan masyarakat.“Jika kita ingin maju, kita harus menjaga situasi agar tetap aman. Permasalahan pasti ada, namun penyelesaiannya harus dilakukan sesuai hukum. Kekerasan bukan lagi pilihan,” tegas Kapolda.Kapolda menyoroti keberagaman masyarakat MBD yang terdiri dari berbagai pulau, suku, dan kelompok. Menurutnya, perbedaan merupakan kekuatan yang harus dijaga, bukan dijadikan alasan untuk timbulnya konflik sosial. Ia mengingatkan sejarah masa kolonial menjadi bukti bahwa perpecahan sering kali dimanfaatkan pihak luar untuk menguasai sumber daya.“Jangan biarkan perbedaan menjadi alat pemecah belah seperti pada masa Belanda. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman bersama untuk memperkuat persatuan,” ujar Kapolda.Prof Dadang juga menekankan bahwa MBD memiliki sumber daya alam melimpah, baik dari sektor perikanan maupun pertanian, sehingga seluruh pihak wajib mensyukuri dan menjaga potensi tersebut melalui stabilitas sosial.Di sisi lain, masyarakat Maluku terkenal memiliki fisik dan karakter kuat yang terbentuk dari lingkungan alam yang keras. Namun demikian, pola pikir dalam menyelesaikan persoalan harus berkembang ke arah yang lebih bijak.“Sudah saatnya kita meninggalkan cara-cara kekerasan. Penyelesaian masalah harus dilakukan dengan dialog, musyawarah, dan pendekatan hukum,” harapnya.Persoalan yang muncul di masyarakat, lanjut Kapolda, sering kali disebabkan oleh kurangnya komunikasi. Sehingga ruang-ruang untuk berdialog harus diperkuat.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengemukakan konsep pemanfaatan Baileo Emarina sebagai pusat deteksi dini permasalahan dan tempat musyawarah warga.Baileo, kata Prof Dadang, bukan sekadar bangunan adat, tetapi representasi dari identitas Maluku sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah secara damai.Ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fungsi tersebut dan menjadikan Baileo sebagai ruang utama merajut komunikasi antara warga, pemerintah, dan aparat negara.Kapolda juga menekankan bahwa aparat pemerintah seperti Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kejari merupakan representasi negara di daerah yang harus dijadikan tempat konsultasi ketika terjadi masalah. Masyarakat diminta untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun persoalan kepada para pejabat tersebut sehingga solusi dapat dikelola secara cepat dan tepat.Khusus kepada generasi muda MBD, Kapolda mengaku kemajuan daerah hanya dapat dicapai jika anak muda memiliki keterampilan dan pemikiran modern yang relevan dengan perkembangan zaman.Penguasaan teknologi dan kemampuan berbahasa bagi pemuda MBD untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional sangat penting ditingkatkan.“Setelah menempuh pendidikan, jangan lupa kembali ke daerah untuk membangun negeri sendiri. Jangan hanya pintar di luar, tetapi tidak kembali mengabdi kepada masyarakat,” pesan Kapolda.Dalam sesi dialog, Kepala Desa Werwaru menyampaikan dua aspirasi utama. Pertama, masih belum adanya pemuda Desa Werwaru yang berhasil masuk sebagai anggota Polri. Ia berharap bimbingan serta dukungan khusus dari Kapolda Maluku untuk mendorong 1–2 putra daerah mengikuti seleksi.Kedua, kebutuhan masyarakat akan mesin pengolahan air untuk mendukung pengelolaan ladang dan kebun akibat keterbatasan sumber air di wilayah tersebut.Menanggapi permohonan tersebut, Kapolda Maluku menyatakan kesiapannya untuk mendukung, membantu masyarakat.Untuk rekrutmen Polri, Kapolda menegaskan bahwa proses penerimaan dilakukan sesuai alokasi, namun peluang terbuka bagi putra-putri daerah yang dipersiapkan dengan baik.Kapolda memberikan arahan langsung kepada Kapolres Maluku Barat Daya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada calon yang berpotensi dari Desa Werwaru.Sementara terkait kebutuhan mesin air, Kapolda menyampaikan komitmennya untuk mencarikan solusi terbaik dan mengupayakan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.Dalam kunjungan tersebut turut hadir Bupati MBD, Kapolres, Dandim 1511 Pulau Moa, Kajari, Sekretaris Daerah, pejabat utama Polda Maluku, Kepala Desa Werwaru, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa. PNO-12
09 Des 2025, 13:55 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot
Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025
menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah
melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan,
tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya
Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini
sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang
selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan
lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat
adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga
aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi
akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum
akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi
Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif
TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan
ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang
dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif
terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian
yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi
mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai
dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim
UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat
adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog
dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto
menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti
jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan
gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok
tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB
University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas,
dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi
pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan
terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut
menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga
medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian
menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk
apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan
antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi
komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam
pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir
perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan
aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi
pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar
lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi,
keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF
03 Des 2025, 22:09 WIT
Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta - Film Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diluncurkan pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Film ini menghadirkan kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama, film ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.Autopsy: Dead Body Can Talk berkisah tentang Dr. Sumy Hastry seorang dokter forensik yang tajam, tenang, dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan viral di Indonesia. Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata, menyebut film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana.Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.Dalam doorstop launching film, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.“Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,” ujarnya.Hastry juga mengungkap bahwa film ini merekam alasan awal dirinya memilih menjadi dokter spesialis forensik, sebuah langkah yang dulu dianggap tidak lazim bagi seorang polwan.“Waktu itu belum ada dokter polisi wanita yang menjadi dokter forensik. Saya dianggap cewek aneh,” tuturnya sambil tersenyum.“Tapi itu semua yang nanti diceritakan di film perjalanan awal saya masuk dunia forensik sampai akhirnya belajar terus hingga S3.”Hastry berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.“Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja,” tegasnya.Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.“Film horor itu banyak, tapi kalau yang based on true event, itu lebih menggugah masyarakat,” ungkapnya.Ia menegaskan bahwa film ini menggunakan sudut pandang langsung dari pengalaman Dokter Hastry.“Semua kita lihat dari POV beliau ketika melihat jenazah, menemukan kasus, dan bagaimana beliau menyikapinya,” katanya.Rina juga membahas tantangan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.“Kami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat,” jelasnya.“Supernatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story.”Sinopsis film menggambarkan bagaimana seorang dokter forensik memadukan sains kedokteran forensik dengan intuisi yang tumbuh seiring panjangnya pengalaman sebuah perjalanan yang menyibak sisi lain penyelidikan ilmiah.Dalam cerita, tokoh pendukung seperti Mojo sang asisten, Yatna sang dokumentalis, serta penyidik Rendra turut memperkuat dinamika penyidikan yang mencampurkan realitas dan intuisi dalam mengungkap kebenaran. PNO-12
30 Nov 2025, 16:31 WIT
Pentas Seni Istana Mini Banda Neira Berlangsung Kondusif
Papuanewsonline.com, Banda Neira – Pelaksanaan pentas seni budaya di Istana Mini Banda Neira, salah satu rangkaian Heritage Banda Festival 2025, berlangsung aman dan lancar, Jumat (28/11/2025).Kelancaran kegiatan yang bertempat di salah satu situs bersejarah di Indonesia ini setelah dikerahkannya puluhan personel gabungan dari Polda Maluku, Polres Maluku Tengah, Polsek Banda, dan dari unsur TNI.Pengamanan yang melibatkan sinergi lintas satuan bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif."Para personel keamanan yang dikerahkan ditempatkan secara terstruktur, melaksanakan patroli, pengaturan arus lalu lintas, serta pengawasan terhadap setiap potensi gangguan Kamtibmas di sekitar lokasi acara," kata PS Paur Produk Subbid PID Bid Humas Polda Maluku, Ipda M. Luhukay.Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan manifestasi dari komitmen Polda Maluku untuk menjaga pelaksanaan event yang bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata dan pelestarian sejarah."Kehadiran kami untuk memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir menyaksikan pentasan seni. Dengan pengamanan yang humanis namun tetap tegas, kami berharap nilai-nilai budaya dan sejarah Banda dapat dinikmati tanpa kekhawatiran," sebutnya. PNO-12
29 Nov 2025, 20:14 WIT
Wujudkan Ekosistem Media Sehat, AMSI Lantik Pengurus Wilayah Tanah Papua Periode 2024-2028
Papuanewsonline.com, Mimika - Ketua Umum Asosiasi Media
Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, secara resmi melantik Badan Pengurus
AMSI Wilayah Tanah Papua periode 2024–2028. Acara pelantikan berlangsung meriah
di Ballroom Hotel Horison Ultima, Kamis (27/11/2025), dan dirangkaikan dengan
seminar media digital yang diikuti oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan
perusahaan media di Timika, wartawan, mahasiswa, serta sejumlah organisasi
lainnya.Dalam sambutannya, Wahyu Dhyatmika menjelaskan bahwa
pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari konferensi daerah yang telah
digelar pada tahun sebelumnya. Ia juga menekankan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya
berfokus pada seminar mengenai pemberitaan, tetapi juga membahas secara
komprehensif tentang proses pendirian perusahaan media. "Berita bukan hanya tentang wartawan dan medianya.
Banyak komponen dan pihak yang harus terlibat," ujarnya.Untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait hal
tersebut, AMSI menghadirkan narasumber dari Dewan Pers. Hal ini bertujuan agar
peserta mendapatkan wawasan yang komprehensif di tengah ketatnya persaingan
dengan teknologi artificial intelligence (AI). Wahyu menambahkan bahwa AMSI Tanah Papua mencakup wilayah
yang luas, dari Sorong hingga Merauke. Oleh karena itu, ia menegaskan tiga
prinsip utama yang harus terus dijaga oleh seluruh pengurus dan anggota, yaitu
komunikasi, soliditas, dan saling percaya.Wahyu Dhyatmika berharap agar tiga prinsip ini dapat terus
dijaga dan diimplementasikan dengan baik, sehingga AMSI Tanah Papua dapat terus
berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam membangun Tanah Papua
melalui penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya. "Tiga prinsip ini harus dijaga agar AMSI Tanah Papua
terus berkembang dan berkontribusi membangun Tanah Papua dengan informasi yang
benar," harapnya.Sementara itu, Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan
oleh Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans
Kambu, S.Sos., M.Tr.IP, menyampaikan harapan agar kehadiran AMSI Tanah Papua
dapat menjadi wadah profesional bagi perusahaan media daring dalam memperkuat
standar jurnalisme berkualitas.Frans Kambu juga menekankan pentingnya peran AMSI dalam
melawan disinformasi dan hoaks, meningkatkan literasi digital, serta membangun
ekosistem media yang sehat dan independen. Ia juga menambahkan bahwa media merupakan mitra strategis
pemerintah daerah dalam mewujudkan transparansi, memberikan edukasi kepada
publik, dan memperkuat demokrasi. "Kami mengajak seluruh insan media untuk terus
mengedepankan etika jurnalistik, keberimbangan informasi, dan semangat
membangun," pungkasnya.Dengan dilantiknya Badan Pengurus AMSI Wilayah Tanah Papua,
diharapkan dapat terjalin kolaborasi yang konstruktif antara media dan
pemerintah daerah, tanpa mengurangi independensi pers. Penulis: Abim
Editor: GF
28 Nov 2025, 02:09 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru