Papuanewsonline.com
Adidas Island Series Papua Resmi Dirilis, Desain Inspirasi Budaya Asli, Dukung Kearifan Lokal
Papuanewsonline.com, Papua – Setelah merilis koleksi yang
terinspirasi oleh pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, Adidas
Indonesia kini meluncurkan terbaru dari Island Series, yaitu SS26 Papua. Tanah
Papua dengan keindahan alamnya dan keeratan hubungan antar masyarakat menjadi
sumber inspirasi utama dalam pembuatan sepatu serta kaos edisi khusus untuk
koleksi ini.Siluet Superstar menjadi fokus utama dalam koleksi Island
Series SS26 Papua. Sepatu edisi terbatas ini dihiasi berbagai elemen khas
Papua, mulai dari kombinasi warna krem dan cokelat yang mencerminkan warna
tanah Papua, aksen rumbai yang mengingatkan pada tekstil tradisional daerah
tersebut, hingga ikon burung Cendrawasih yang menghiasi bagian tumit. Sepatu ini juga dilengkapi dua pilihan tali sepatu berwarna
putih dan cokelat untuk memberikan fleksibilitas gaya.Tak hanya pada sepatu, sentuhan khas Papua juga terlihat
pada kemasan kotak sepatunya. Berbeda dengan kemasan standar Adidas Originals, kotak dari
koleksi ini didesain dengan warna cokelat dan corak tradisional Papua yang
menghiasi tiga garis khas merek, menjadikannya sebagai bagian dari koleksi yang
patut disimpan. Selain itu, Adidas juga bekerja sama dengan Michael Yan
Davis, seniman lokal Papua yang menjadi ilustrator untuk kaos dalam rangkaian
ini, yang menjadi wujud cinta masyarakat asli Papua terhadap kampung
halamannya.Koleksi kaos menghadirkan dua desain berbeda yang
menggambarkan hubungan masyarakat Papua dengan budaya dan sesama.pertama bertajuk Connectedness menampilkan ilustrasi
topeng yang menyatu dengan tubuh, menggambarkan kepercayaan suku Biak terkait
nilai-nilai tradisi. Sedangkan desain Close-Knitted menampilkan gestur salam
Kumbi khas suku pegunungan tengah Papua serta tarian Yop yang mewakili
kehangatan dalam pergaulan. Koleksi Adidas Island Series SS26 Papua resmi dirilis pada
18 Februari 2026 melalui situs resmi adidas.co.id dan mitra ritel Adidas di
seluruh Indonesia. Penulis: Jid
Editor: GF
21 Feb 2026, 17:41 WIT
Festival Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek di Diana Mall Timika
Papuanewsonline.com, Timika – Festival barongsai tahunan
kembali menghiasi Diana Mall Timika dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek,
pada Selasa (17/02/2026). Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan ini tidak
hanya menghibur masyarakat luas, tetapi juga menyimpan makna filosofis mendalam
terkait keberuntungan dan kemakmuran bagi seluruh peserta dan pengunjung.Festival yang digelar di pusat perbelanjaan terbesar dan
terkemuka di Timika menghadirkan berbagai atraksi menarik, mulai dari
pertunjukan barongsai dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI)
hingga pertunjukan Wushu yang diperagakan oleh LANSHURA, perkumpulan Wushu
lokal di Timika.Selain itu, acara juga diperkaya dengan penampilan tari oleh
siswa Sekolah Santa Maria serta hiburan panggung yang membuat suasana semakin
meriah dan penuh kegembiraan. General Manager Diana Mall, Ariyanti Pakilaran, menjelaskan
bahwa festival barongsai merupakan agenda tahunan yang konsisten digelar
bekerja sama dengan berbagai mitra terkait."Setiap tahun kami selalu menyelenggarakan atraksi
barongsai bersama PSMTI dan juga menampilkan pertunjukan Wushu dari LANSHURA
untuk memperkaya rangkaian acara," ujarnya.Menurutnya, pertunjukan barongsai memiliki makna simbolis
yang dalam dalam budaya Tionghoa, di mana sosok barongsai dipercaya mampu
membawa keberuntungan dan rezeki bagi tempat yang dikunjunginya."Barongsai dianggap sebagai simbol kemakmuran. Tradisi
barongsai yang melakukan aksi 'memakan' angpao juga memiliki makna doa agar
usaha dapat berkembang pesat dan semakin makmur di tahun yang baru," jelas
Ariyanti. Jenis barongsai yang ditampilkan disesuaikan dengan koleksi
yang dimiliki oleh PSMTI, dengan para pemain telah melalui proses latihan fisik
dan koordinasi yang matang untuk memberikan performa terbaik. Penulis: Abim
Editor: GF
19 Feb 2026, 13:58 WIT
Perkuat Sinergi, Satgas Damai Cartenz dan TNI Rajut Kebersamaan di Puncak Jaya
Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kehangatan dan kebersamaan mewarnai sinergi antara Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan TNI dalam sebuah kegiatan bersama di wilayah Puncak Jaya. Momen tersebut terlihat saat peliputan technical meeting Lomba Masak Farewell Satgas Yonif 112/DJ yang digelar di Makosatgas Yonif 743/PSY, Jumat (6/2/2026).Kegiatan dipimpin oleh Aipda Nurman bersama tiga personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026. Selain menjadi bagian dari persiapan acara perpisahan, kegiatan ini juga menjadi ruang hangat untuk mempererat hubungan dan membangun kekompakan antara personel Polri dan TNI yang sama-sama bertugas menjaga stabilitas keamanan di Puncak Jaya.Rangkaian dimulai pukul 14.10 WIT dengan pelaksanaan technical meeting dan persiapan lomba masak. Tak lama berselang, pada pukul 14.30 WIT, personel Satgas Damai Cartenz dan TNI mulai memasak bersama. Suasana akrab dan penuh canda terlihat jelas, mencerminkan soliditas yang terjalin bukan hanya dalam tugas, tetapi juga dalam kebersamaan.Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama pada pukul 15.00 WIT. Momen sederhana ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan lintas institusi, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendukung tugas pengamanan di Papua Tengah, khususnya Kabupaten Puncak Jaya.Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel Satgas Damai Cartenz kembali ke Pos Kulirim, Mulia, Puncak Jaya, pada pukul 17.00 WIT. Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa sinergitas TNI–Polri merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wadah memperkuat soliditas dan kebersamaan personel TNI dan Polri di lapangan. Dengan hubungan yang erat, koordinasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin efektif,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.Ia menambahkan, kebersamaan dalam kegiatan non-operasional justru menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan, kekompakan, serta semangat persaudaraan antar personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan tinggi.Melalui kegiatan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama TNI kembali menunjukkan bahwa menjaga Papua tidak hanya dilakukan dengan kesiapsiagaan, tetapi juga dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. PNO-12
12 Feb 2026, 11:34 WIT
DEWAN PERS RILIS DEKLARASI NASIONAL 2026, AJAK PEMANGKU KEPENTINGAN PERKUAT EKOSISTEM MEDIA
Papuanewsonline.com, Banten – Dewan Pers bersama sejumlah pemimpin organisasi media di seluruh Indonesia telah menyampaikan Deklarasi Pers Nasional 2026 yang memuat delapan poin pernyataan penting pada hari Minggu. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto dan diikuti oleh para pemimpin organisasi media dari berbagai wilayah. Deklarasi ini secara tegas menekankan peran penting pers nasional dalam menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi di negara ini. Selain itu, deklarasi juga menyatakan komitmen pers untuk mendorong terwujudnya supremasi hukum dan perlindungan Hak Asasi Manusia, sekaligus menghormati kebinekaan bangsa. Namun, dalam kesempatan yang sama, pers Indonesia mengakui bahwa masih menghadapi sejumlah persoalan strategis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Beberapa tantangan utama yang dihadapi meliputi pemeliharaan kemerdekaan pers, ancaman terhadap keberlanjutan ekonomi perusahaan media, serta perlindungan yang masih perlu ditingkatkan bagi para wartawan dan insan media. Deklarasi Pers Nasional 2026 yang terdiri dari delapan poin memuat berbagai komitmen dan tuntutan penting. Pertama, menegaskan komitmen untuk bekerja secara profesional dengan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, standar perusahaan pers, serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kedua, memperkuat upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan jurnalis, menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik, serta memastikan penegakan hukum yang adil terhadap setiap bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap pers. Ketiga, mendorong negara memberikan dukungan infrastruktur digital dan insentif fiskal seperti kebijakan "no tax for knowledge", pembiayaan publik yang transparan, serta pengembangan dana jurnalisme dan program penyehatan pers yang bertanggung jawab (BEJO's). Keempat, mendesak pemerintah untuk memastikan platform digital memenuhi kewajiban sesuai Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 dan mendorong perubahan peraturan tersebut menjadi undang-undang guna mewujudkan kedaulatan digital dan kemandirian pers. Kelima, mendesak pemerintah dan DPR RI menetapkan karya jurnalistik sebagai karya yang dilindungi hak cipta dalam revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Keenam, mendesak platform teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan kompensasi yang adil atas penggunaan karya jurnalistik sebagai sumber data serta mencantumkan sumber media secara jelas. Ketujuh, mendorong pemerintah dan KPPU mencegah praktik monopoli oleh platform digital dalam ekosistem media. Kedelapan, mendorong percepatan revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran serta pemberlakuan moratorium sementara izin stasiun radio dan penyelenggaraan penyiaran selama proses revisi berlangsung. Penulis: JidEditor: GF
09 Feb 2026, 18:55 WIT
Hadir di Timika, Film 'Maira Whisper From Papua' Dorong Papua menjadi inspirasi Indonesia
Papuanewsonline.com, Timika — Film Maira: Whisper From Papua
hadir lebih awal di Timika sebagai bagian dari rangkaian Road to 5 Februari.
Pemutaran khusus ini menjadi langkah awal sebelum film tersebut resmi tayang
secara nasional pada 5 Februari 2026.
Peluncuran film di Papua dilakukan sebagai bentuk
penghormatan terhadap tanah dan masyarakat adat yang menjadi inti cerita.
Sutradara film, Anggi Friska, menegaskan bahwa Papua tidak ditempatkan sebagai
sekadar latar, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki suara dan kekuatan
untuk menginspirasi Indonesia.
“Karena kami bikin film di Papua, kami juga ingin
menyebarkan ini di Papua duluan sebagai penghormatan bahwa Papua bukan cuma
sekedar objek, tapi dia adalah subjek yang ingin bersuara lebih besar lagi,”
ujar Anggi Friska saat diwawancarai di Timika, Jumat (16/1/2026).
Proses produksi Maira: Whisper From Papua memakan waktu
cukup panjang, terutama dalam menemukan cerita yang tepat. Ide film ini lahir
dari riset mendalam di Tanah Papua, di mana tim produksi banyak berinteraksi
dengan masyarakat adat, mempelajari kebiasaan, serta memahami relasi mereka
dengan alam dan kehidupan.
“Proses paling lama itu justru menemukan cerita. Dari
bertemu banyak orang, melakukan riset, hingga benar-benar memahami kehidupan
masyarakat adat,” jelas Anggi Friska.
Dalam proses pemilihan pemeran, keterlibatan masyarakat
lokal Papua menjadi prioritas utama. Meski tahapan seleksi berlangsung relatif
singkat, proses pelatihan para pemain membutuhkan waktu panjang demi
menghadirkan cerita yang jujur dan otentik sesuai realitas masyarakat Papua.
“Kami ingin melibatkan masyarakat lokal sepenuhnya, karena
film ini adalah suara dari teman-teman Papua,” katanya.
Melalui film ini, Anggi Friska berharap pesan yang
disampaikan mampu menginspirasi masyarakat luas, terutama dalam membangun
kembali hubungan manusia dengan alam. Ia mengaku banyak belajar dari masyarakat
adat Papua tentang makna kehidupan, seni, serta cara menjaga keseimbangan
dengan lingkungan.
“Ketika bencana datang, uang tidak lagi penting.
Yang kita butuhkan adalah air, udara yang baik, pohon, makanan, dan obat-obatan
yang semuanya ada di hutan. Alam adalah segalanya yang perlu kita perjuangkan
untuk kehidupan,” pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF
16 Jan 2026, 21:05 WIT
Dedikasi Panjang Dunia Jurnalistik, Rustam Madubun Terima Anugerah Noken Pers Papua 2026
Papuanewsonline.com, Nabire — Komitmen panjang di dunia
jurnalistik akhirnya berbuah apresiasi bagi Rustam Madubun. Pemimpin Redaksi
papuadalamberita.com itu menjadi salah satu dari 11 jurnalis senior penerima
Anugerah Noken Pers Papua 2026 yang diberikan oleh Asosiasi Wartawan Papua
(AWP).Rustam Madubun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih
atas penghargaan yang diterimanya. Rustam Madubun yang merupakan Pemimpin Redaksi papuadalamberita.com menuturkan, penghargaan tersebut menjadi yang pertama ia terima sepanjang perjalanan karier jurnalistiknya sejak tahun 1993.“Terima kasih kepada AWP. Sejak menjadi jurnalis pada 1993 hingga tahun 2026 ini, inilah penghargaan pertama yang saya terima dalam profesi saya,” ujar Rustam kepada Papua News Online, Kamis (15/1/2026).Ia menilai anugerah tersebut memiliki makna
tersendiri karena menjadi penghargaan pertama sepanjang perjalanan karier
jurnalistiknya sejak mulai menekuni profesi wartawan pada tahun 1993 hingga
2026.Penghargaan Anugerah Noken Pers Papua 2026 diserahkan dalam
rangkaian Malam Anugerah Noken Pers Papua yang dirangkai dengan Festival Media
se-Tanah Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua
Tengah, Nabire, dan dihadiri insan pers dari berbagai wilayah di Tanah Papua.Pada tahun ini, AWP menganugerahkan satu AWP Award 2026
serta Anugerah Noken Pers Papua 2026 kepada 11 jurnalis senior. Para penerima
dinilai memiliki dedikasi tinggi dan konsistensi dalam mengabdi di dunia
jurnalistik selama lebih dari dua dekade, meskipun dihadapkan pada berbagai
keterbatasan dan tantangan.AWP menilai para jurnalis penerima penghargaan tidak hanya
menjaga profesionalisme, integritas, dan independensi pers, tetapi juga
berperan aktif dalam menyuarakan kepentingan publik, mengawal demokrasi, serta
mendukung pembangunan di Tanah Papua melalui karya-karya jurnalistik mereka.AWP Award 2026 secara khusus diberikan kepada Thonci Wolas
Krenat, wartawan senior Suara Pembaharuan yang juga merupakan Orang Asli Papua
(OAP). Ia dikenal sebagai wartawan OAP pertama yang pernah bertugas di Istana
Negara pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono.Sementara itu, Anugerah Noken Pers Papua 2026 diberikan
kepada 11 jurnalis senior terbaik dari kalangan OAP maupun non-OAP sebagai
bentuk apresiasi atas pengabdian panjang mereka di dunia pers Papua. Para
penerima berasal dari berbagai latar belakang media dan wilayah kerja di Tanah
Papua.Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Gubernur Papua Tengah
yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Papua
Tengah, Marthen Ukago, dan disaksikan oleh insan pers dari enam provinsi di
Tanah Papua serta para tamu undangan yang hadir.Melalui penganugerahan ini, AWP berharap semangat
profesionalisme, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik terus
terjaga, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis Papua berikutnya. (GF)
16 Jan 2026, 00:02 WIT
Perayaan Natal Haria Sedunia, Kapolda Maluku: Perkuat Perdamaian dan Persaudaraan
Papuanewsonline.com, Malteng - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menyampaikan selamat merayakan Natal Haria Sedunia yang diselenggarakan di Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (28/12/2025).Ucapan tersebut disampaikan Kapolda Dadang Hartanto saat menghadiri perayaan Natal Haria Sedunia bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku. Di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Ketua MPH Sinode GPM, dan pejabat beserta stakeholder lainnya."Kami mengucapkan selamat merayakan Natal sedunia bagi warga Haria," kata Kapolda di sela-sela kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut.Kapolda berharap perayaan Natal sedunia ini selain menjadi momen perjumpaan seluruh anak negeri Haria, juga sebagai wadah untuk terus merajut ikatan perdamaian dan memperkuat hubungan persaudaraan bagi sesama warga Haria maupun dengan masyarakat Maluku pada umumnya."Semoga perayaan Natal sedunia ini bisa menjadi wadah untuk memperkuat hubungan yang lebih harmonis, membawa perdamaian dan persaudaraan sebagaimana tema Natal tahun ini," harapnya.Perayaan Natal Haria Sedunia mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Manusia” dengan subtema “Melalui Natal Haria Sedunia Tahun 2025 Mempersatukan Keluarga Besar Leawaka Amapati Dalam Iman, Kasih dan Persaudaraan.”Kegiatan tersebut diawali dengan pengalungan syal oleh Nyong dan Nona Negeri Haria kepada Forkopimda Maluku dan Tamu Undangan. Kemudian dilanjutkan dengan iringan belang serta Tari Lenso yang dibawakan oleh anak-anak hingga pemuda-pemudi Negeri Haria.Perayaan Natal Haria Sedunia 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan hiburan, di antaranya tarian oleh Pemuda Leawaka Jayapura, Paduan Suara Rehoboth Ambon, Penyanyi Anak Negeri Haria Valen Hattu, serta artis Ambon Marvey Kaya.Ketua Pengurus Pusaka Haria, Ir. Arce Latupeirissa, dalam sambutannya menyampaikan, Perayaan Natal Haria Sedunia 2025 menjadi momentum perjumpaan bagi masyarakat Leawaka Amapati, khususnya di momen Natal pada penghujung tahun 2025.Sementara itu, Kepala Desa Haria, Nico Sahuleka, S.Pd, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Forkopimda Maluku serta seluruh anak cucu Leawaka Amapati yang hadir di Negeri Haria.Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Pdt. S. I. Sapulette, mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan Natal Haria Sedunia 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk berbagi Damai Kristus dan Damai Natal di antara sesama serta seluruh umat beragama.Gubernur Maluku dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Natal Haria Sedunia 2025. Ia menegaskan, Natal Haria merupakan wujud pengingat agar masyarakat tidak melupakan asal-usul dan jati dirinya.Gubernur mengajak seluruh masyarakat Negeri Haria untuk terus merawat kedamaian antarumat beragama dalam rajutan hubungan pela gandong, serta memperkuat soliditas menuju Indonesia Emas 2045 sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. PNO-12
31 Des 2025, 17:54 WIT
Pemerintah Masih Acuh saat Semarak Natal Belum Hadir, Labeti Cinta Mimika inisiatif Galang Donasi
Papuanewsonline.com, Mimika - Komunitas Lahir Besar Timika
(Labeti) Cinta Mimika menggelar aksi donasi sukarela untuk menghias Kota Timika
menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung pada
Sabtu, 20 Desember 2025 di Jalan Budi Utomo, Bundaran Timika Indah (TI), ikon
Kabupaten Mimika yang memiliki tugu perdamaian.Warga yang melintas, baik menggunakan kendaraan roda dua
maupun roda empat, ikut memberi donasi secara sukarela. Aksi ini mengandalkan
partisipasi publik di titik yang ramai dilalui, sehingga dukungan datang dari
berbagai kalangan yang sedang beraktivitas di sekitar kawasan bundaran.“Kita semua ingin kota ini terasa meriah saat Natal,” ujar
salah satu warga yang berdonasi.Ketua Komunitas Labeti, Ronald Windessy, menjelaskan ia
merasa terpanggil karena sudah memasuki pertengahan Desember namun belum
terlihat kegiatan yang mewarnai suasana Natal di Timika. Ia menilai momen
perayaan membutuhkan penataan yang nyata di ruang publik agar warga merasakan
atmosfer hari besar keagamaan.“Kota yang disebut ‘kota Dollar’ ini belum ada semarak
Natal, jadi kami secara spontan membantu Pemkab Mimika menghias bundaran ikonik
ini,” katanya.Ronald juga menyinggung langkah Pemerintah Kabupaten Mimika
yang sebelumnya menerbitkan surat edaran Bupati Nomor 65 Tahun 2025 pada 8
Desember 2025, yang meminta seluruh unsur memasang lampu hias. Namun hingga
pertengahan Desember, ia menilai semarak perayaan belum terlihat di sejumlah
titik yang menjadi wajah kota.Melalui kegiatan ini, Ronald berharap aksi donasi bisa
mengetuk perhatian pemerintah agar lebih fokus pada perayaan hari besar
keagamaan. Ia menilai upaya membangun suasana Natal tidak cukup berhenti di
imbauan, tetapi perlu terlihat di lapangan melalui pengaturan dan dukungan yang
jelas.Ia menyampaikan bahwa mayoritas warga Nasrani perlu memberi
contoh kepada daerah lain, lalu ia memandang perayaan Natal sebagai peristiwa
sakral yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia juga menyebut, jika donasi
mencukupi, komunitas berencana melanjutkan kegiatan ke Bundaran SP2. “Kalau
donasi mencukupi, kami akan lanjutkan ke Bundaran SP2,” pungkasnya. Ia
menegaskan kegiatan ini bukan politik, melainkan tanggung jawab umat Kristiani
untuk menciptakan suasana seagamaan.Penulis: JidEditor: GF
20 Des 2025, 17:28 WIT
Disparbudpora Mimika gelar LOMBA VIDEO KAMPANYE BEBAS ROKOK DAN NARKOBA MIMIKA
Papuanewsonline.com, Mimika - Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika telah menggelar lomba video kampanye bebas rokok dan narkoba untuk kategori pemuda. Penyerahan hadiah kepada pemenang diselenggarakan di Ballroom Hotel Horison Ultima pada Jumat (19/12/2025), diserahkan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Evert Lukas Hindom. “Lomba ini adalah ajang kreatif untuk mendorong kesadaran generasi muda akan bahaya kedua zat tersebut,” ujar Faustina F. Balubun, S.Sos. selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya yang dibacakan asisten lll, Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi melainkan gerakan nyata.“Rokok dan narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, merusak kesehatan, karakter, dan kreativitas pemuda,” tegasnya. Melalui video, peserta menyampaikan pesan baik dengan cara menarik dan mudah diterima sesama generasi muda. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu, dengan pengumpulan video 28 November–13 Desember dan penilaian pada 18 Desember. Peserta adalah pemuda/pemudi yang berdomisili di Mimika, dengan dewan juri dari PT Musik Bagus Indonesia dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Mimika. Video berdurasi 5–7 menit, dengan pembiayaan dari APBD Perubahan Mimika 2025.Bupati mengapresiasi semua karya yang dihasilkan dan mengajak agar gerakan ini terus berlanjut. “Kepada pemenang, selamat dan jadilah inspirasi. Kepada peserta lain, jangan berkecil hati — karyamu memiliki nilai besar,” pungkasnya, menginginkan ekosistem pemuda yang kreatif, produktif, dan bebas zat berbahaya. Penulis: JidEditor: GF
19 Des 2025, 21:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru