Papuanewsonline.com
Krayon Ajaib Pijar Mimika: Lomba Mewarnai Jadi Magnet Keceriaan Anak-Anak TK di Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Keceriaan memadati halaman
Mulia Mini Mall Gelael pada Minggu (23/11/2025), ketika Pijar Mimika kembali
menggelar Lomba Mewarnai bagi anak-anak TK dari berbagai sekolah di Kabupaten
Mimika. Sebanyak 80 peserta meramaikan kegiatan yang berlangsung penuh semangat
dan kreativitas.Suasana semakin hidup ketika anak-anak mulai menorehkan
warna pada kertas gambar mereka. Dengan ekspresi penuh antusias, para peserta
tampak menikmati proses berkarya, sementara orang tua dan guru memberikan
dukungan dari kejauhan.Ketua Pijar Mimika, Lalu Hiskam Hanadi, menyampaikan bahwa
kegiatan ini telah menjadi agenda yang selalu ditunggu-tunggu. Ia menegaskan
bahwa Lomba Mewarnai merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan ruang edukasi
yang mendorong kreativitas anak-anak di Mimika. "Ini telah menjadi
kegiatan rutin yang selalu dinantikan, sebagai bentuk komitmen menghadirkan
ruang edukasi dan kreativitas bagi anak-anak di Kabupaten Mimika,"
ujarnya.Kemeriahan acara semakin terasa dengan dukungan penuh dari
pengelola Mulia Mini Mall. Kolaborasi berbagai pihak membuat kegiatan ini tidak
hanya berlangsung lancar, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi
seluruh peserta yang hadir.Setelah melalui proses penilaian, panitia mengumumkan para
pemenang dari berbagai kategori. Ekspresi bangga terlihat dari wajah-wajah
kecil yang menerima penghargaan atas karya mereka. Selain piala, para juara
juga mendapatkan voucher belanja dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi.Momen pengumuman pemenang menjadi puncak acara yang disambut
sorak-sorai gembira. Tidak hanya para juara, seluruh peserta terlihat antusias
dan merasa bangga dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.Dalam kesempatan itu, Lalu Hiskam juga menyampaikan
harapannya agar kegiatan serupa terus memberikan dampak positif bagi
perkembangan anak-anak Mimika. "Pijar Mimika akan terus hadir memberi
ruang kreativitas bagi mereka," ungkapnya.Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak
seperti Mulia Mini Mall, JAC, Gelael, KFC, Mace Beauty Bar, Indoprima, dan Toko
Putri Salju menjadikan agenda tahunan ini semakin bermanfaat dan penuh warna.Melalui kegiatan seperti ini, Pijar Mimika ingin memastikan
bahwa anak-anak memiliki wadah untuk mengembangkan imajinasi dan keberanian
mereka berkarya. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa ruang kreativitas
sangat dibutuhkan generasi muda di Mimika. Penulis: JidEditor: GF
25 Nov 2025, 01:56 WIT
Sambut Banda Heritage Festival 2025, Polsek Banda dan Masyarakat Gelar Bakti Massal
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang perhelatan Banda Heritage Festival 2025, jajaran Polsek Banda bersama unsur Forkopimca, pelajar, dan ratusan warga menggelar kerja bakti massal pada Sabtu (22/11/2025) di kawasan depan Gedung Istana Mini, Negeri Administratif Dwiwarna, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan gotong royong ini digelar untuk memastikan kesiapan lingkungan serta menciptakan wajah Banda Neira yang bersih, rapi, dan representatif untuk menyambut wisatawan.Kerja bakti yang dimulai pukul 08.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Pemerintah Kecamatan Banda Neira, dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya:Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalat, Kepala Pemerintahan Kecamatan Banda Neira Dra. R.A. Handayani Hassannusi, Danramil 1502-01/Banda Kapten Inf. Zulkifli Than, Kapolsek Banda IPTU A. Kasim Rahanyamtel, S.IP., M.H., Kacabjari Ambon di Banda Neira Ilma Ardi Riyadi, S.H., M.H, Perwakilan Pos TNI AL Banda Serka Faisal Magrib, Kepala Lapas Kelas III Banda Neira Mikha, A.Md.IP., S.H., M.M., Kepala KUA Banda Neira Ridwan Wailusi, S.Ag. serta Para pimpinan dinas/instansi, UPTD/UPTB, KPNA, personel TNI–Polri, serta pelajar SD, SMP, SMA, dan lebih dari 100 warga.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif pemerintah dan masyarakat dalam mempersiapkan kawasan Banda Neira sebagai tuan rumah Banda Heritage Festival 2025 agenda tahunan yang menonjolkan sejarah, budaya, dan pariwisata Kepulauan Banda sebagai salah satu aset heritage dunia.Peserta kerja bakti melakukan pembersihan area publik, penataan lingkungan, serta pemeliharaan fasilitas umum di sekitar kompleks Istana Mini ikon sejarah Banda Neira yang menjadi lokasi utama aktivitas festival nanti.Kapolsek Banda IPTU A. Kasim Rahanyamtel menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh kesiapan Banda Neira sebagai destinasi unggulan. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi Polri dengan pemerintah, TNI, masyarakat, dan pelajar untuk menjaga kebersihan serta memperkuat semangat gotong royong jelang festival,” ujarnya.Kegiatan kerja bakti massal ini bukan sekadar rutinitas menjelang event besar, tetapi mencerminkan koordinasi lintas sektor yang solid di Banda Neira. Pelibatan unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa persiapan Banda Heritage Festival 2025 dilakukan secara inklusif dan partisipatif.Festival tahun ini diproyeksikan menjadi momentum penting memperkuat positioning Banda sebagai kawasan heritage kelas dunia. Karena itu, langkah preventif berupa pembersihan dan penataan lingkungan menjadi sangat penting untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.Sinergi yang terbangun di Banda Neira dapat menjadi model kolaborasi pengelolaan event berbasis komunitas di berbagai daerah lain. Upaya bersama ini membuktikan bahwa keamanan, kebersihan, dan kesiapan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kesadaran kolektif masyarakat Banda. PNO-12
22 Nov 2025, 16:55 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Banda Heritage Festival 2025
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Banda Heritage Festival 2025 pada pukul 09.00 WIT di Ruang Rapat Lantai II Polda Maluku. Jumat (21/11/2025) Rapat ini dihadiri Wakapolda Maluku, para Pejabat Utama, serta jajaran kewilayahan yang bergabung secara virtual, termasuk Wakapolres Maluku Tengah dan Kapolsek Banda.Banda Heritage Festival (BHF) 2025 yang mengusung tema “Napas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” akan kembali digelar di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mulai 26 hingga 29 November 2025, mendatang. Banda Heritage Festival merupakan agenda tahunan berskala nasional yang kembali menyita perhatian publik serta dihadiri wisatawan domestik, mancanegara, hingga sejumlah menteri. Konsentrasi massa dalam jumlah besar membutuhkan standar pengamanan yang matang, detail, dan terkoordinasi.Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa event besar seperti Banda Heritage Festival harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan, kesiapan, dan profesionalisme Polri di Maluku.“Ini adalah event yang mengangkat nama Maluku sekaligus menjadi etalase profesionalisme Polda Maluku. Kita harus tampil sungguh-sungguh, disiplin, dan berstandar tinggi,” tegas Kapolda.Ia menekankan bahwa meskipun wilayah Maluku sering dianggap jauh dari pusat pemerintahan, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepolisian.Kapolda juga meminta setiap personel menjalankan tugas secara humanis dan komunikatif. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari ketiadaan gangguan, tetapi dari pengalaman positif yang dirasakan oleh masyarakat dan tamu undangan.“Pengamanan itu tidak hanya soal menjaga, tetapi juga memberi rasa nyaman. Sikap ramah dan pendekatan emosional yang baik harus berjalan seiring dengan profesionalisme,” ujarnya.Pengawalan VIP menjadi salah satu fokus. Kapolda menegaskan bahwa pengaturan Walpri dan Patwal bagi pejabat setingkat menteri harus dilaksanakan sesuai SOP. Setiap pejabat wajib mendapatkan pengamanan resmi agar seluruh aktivitas berada dalam kendali Polda Maluku.Selain hal-hal tersebut diatas, terdapat sejumlah hal yang tidak lolos dari perhatian Kapolda Maluku Kapolda Maluku, diantaranya: Penguatan struktur dan unsur pengamanan, Pengaturan alur dan rangkaian acara, Prosedur pengamanan VIP dan konsentrasi massa, Manajemen risiko serta mitigasi potensi kerawanan, Mekanisme transportasi laut dan arus wisatawan, serta Kesiapan komunikasi serta koordinasi lintas fungsi.Kapolda menegaskan seluruh aspek harus tersusun detail dan dapat diterapkan tanpa keraguan saat pelaksanaan di lapangan.Banda Heritage Festival bukan hanya panggung pariwisata, melainkan arena pembuktian kapasitas institusi penegak hukum di daerah. Penekanan Kapolda Maluku dalam rapat ini mencerminkan arah baru pendekatan keamanan: tidak hanya soal kehadiran fisik aparat, tetapi bagaimana profesionalisme bertemu pelayanan publik berbasis humanisme.Tekanan terhadap pentingnya attitude personel yang ramah, komunikatif, dan memberi rasa aman, menunjukkan bahwa Polda Maluku berupaya membangun citra kepolisian modern yang lebih dekat dengan masyarakat. Sementara kesiapan pengamanan VIP dan penguatan koordinasi teknis menggambarkan keseriusan institusi menghadapi event berskala nasional.Di tengah meningkatnya eksposur Maluku sebagai destinasi unggulan, keberhasilan pengamanan Banda Heritage Festival menjadi momentum penting untuk memperkuat reputasi daerah sebagai kawasan yang aman, profesional, dan layak dikunjungi.Polda Maluku ingin memastikan bahwa festival tahun ini bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan kuat tentang kesiapan keamanan yang bertaraf nasional. PNO-12
22 Nov 2025, 16:05 WIT
Polres Tual Luncurkan “Baileo Emarina” Rumah Damai Berbasis Kearifan Lokal
Papuanewsonline.com, Tual – Polres Tual resmi meluncurkan Baileo Emarina atau Rumah Damai, sebuah program inovatif berbasis kearifan lokal yang menjadi ruang dialog dan penyelesaian masalah sosial secara damai di tengah masyarakat.Kegiatan peluncuran berlangsung di kawasan Pasar Baru Tual, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, pada Kamis (13/11/2025) pagi, dipimpin langsung oleh Kapolres Tual, AKBP Adrian S.Y. Tuuk, S.I.K., M.H.Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa Baileo Emarina merupakan bagian dari inisiatif Polda Maluku dalam menghidupkan kembali semangat musyawarah adat khas Maluku melalui pendekatan budaya.“Baileo, yang dalam tradisi Maluku adalah rumah adat tempat masyarakat bermusyawarah, kini hadir dalam wujud baru sebagai Baileo Emarina. Tempat ini menjadi rumah singgah bagi kita semua untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik dengan semangat kekeluargaan,” ujar Kapolres.Menurut AKBP Adrian, Baileo Emarina tidak sekadar wadah simbolik, tetapi menjadi sarana nyata dalam mencegah konflik sosial, memperkuat komunikasi antarwarga, serta membangun sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.“Peluncuran Baileo Emarina bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal perjalanan panjang dalam merawat kedamaian dan kerukunan di Bumi Maren,” tegasnya.Kegiatan launching turut diisi dengan penyerahan paket sembako kepada perwakilan masyarakat, foto bersama, serta diskusi Kamtibmas yang diikuti antusias oleh warga dan para tokoh masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Wali Kota Tual Drs. Gufroni Rahanyamtel, Kasat Binmas IPTU C. Waas, Kapolsek Dullah Selatan IPDA Muhammad Said, S.H., perwakilan Dandim 1503/Tual, Babinsa, para kepala desa dan lurah, tokoh adat, serta masyarakat setempat.Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai sekitar pukul 11.25 WIT.Menutup kegiatan, Kapolres Tual mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial di Kota Tual.“Mari kita terus bersatu padu, menguatkan persaudaraan, dan menjadikan Kota Tual sebagai contoh nyata dalam merawat perdamaian,” tutup Kapolres.Langkah Polres Tual meluncurkan Baileo Emarina patut diapresiasi sebagai bentuk inovasi kepolisian yang berpijak pada nilai-nilai kultural masyarakat Maluku. Pendekatan berbasis budaya ini menjadi alternatif solutif dalam menciptakan keamanan yang humanis dan partisipatif. Dengan menghidupkan kembali semangat musyawarah adat, Polres Tual menunjukkan bahwa perdamaian sejati tumbuh dari akar budaya dan kesadaran bersama untuk hidup rukun dalam bingkai persaudaraan. PNO-12
13 Nov 2025, 17:07 WIT
Pemerintah Pusat Tegaskan Dukungan Penuh bagi Kreativitas Pemuda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Jayapura saat jajaran pemerintah
pusat menggelar kegiatan ramah tamah dengan masyarakat dan pemuda Papua, Rabu
(5/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang
Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago, bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI
(Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., serta Gubernur Papua, Komjen Pol (P)
Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H. Pertemuan tersebut bukan sekadar
ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi
antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kreativitas generasi muda
Papua sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Gubernur Papua
Matius D. Fakhiri memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang terus
menunjukkan semangat, dedikasi, dan kreativitasnya untuk membangun Tanah Papua.
Ia menyebut generasi muda saat ini sebagai “Generasi Emas Papua 45” — simbol
semangat baru yang siap membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia. “Generasi emas Papua 45, belajar
terus, berkreatif untuk bangsa dan negara Republik Indonesia, untuk tanah Papua
yang kita cintai. Sukses untuk tanah Papua,” ujar Fakhiri penuh semangat. Fakhiri menegaskan bahwa masa
depan Papua berada di tangan anak muda yang berani berinovasi dan menciptakan
peluang. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan
ruang dan dukungan bagi berkembangnya ide, bakat, dan potensi para pemuda di
berbagai bidang — mulai dari ekonomi kreatif, pendidikan, teknologi, hingga
kewirausahaan berbasis lokal. Sementara itu, Menko Polkam
Djamari Chaniago menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menindaklanjuti
berbagai masukan dan aspirasi yang diterima selama rangkaian kunjungan kerja di
Papua. Ia menilai, apa yang disampaikan masyarakat dan generasi muda Papua
merupakan gagasan-gagasan berharga yang harus diwujudkan melalui kebijakan
nyata. “Ada kelanjutan pasti. Kami
datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mendengar dan
menangkap aspirasi dari masyarakat Papua. Banyak masukan yang positif, dan
semua itu pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Djamari. Ia juga memuji soliditas
pemerintah daerah serta peran aktif anak muda Papua dalam berbagai sektor
pembangunan. Menurutnya, kekuatan utama Papua bukan hanya pada kekayaan alam,
tetapi juga pada kreativitas manusianya yang terus berkembang seiring kemajuan
zaman. “Saya melihat semangat luar biasa
dari anak-anak muda Papua. Mereka bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga tekad
untuk memajukan daerahnya. Itu aset besar yang harus kita jaga dan dukung
bersama,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala
BIN, Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, menambahkan bahwa kreativitas dan
produktivitas pemuda Papua merupakan bagian penting dari stabilitas dan
ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa keamanan dan
kemajuan Papua tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada keaktifan
masyarakat — khususnya generasi muda — dalam membangun masa depan daerahnya
sendiri. Herindra juga menyampaikan
apresiasi kepada Gubernur Papua dan jajaran Forkopimda atas kolaborasi yang
solid dalam menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan sumber daya manusia di Bumi Cenderawasih. Pemerintah pusat berkomitmen
untuk memastikan pembangunan di Papua berjalan berkelanjutan, inklusif, dan
berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utama ke depan adalah mengembangkan
ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi anak muda, baik melalui
pelatihan, pendanaan, maupun akses pasar bagi produk lokal. Rangkaian kegiatan ramah tamah
ini pun diakhiri dengan foto bersama antara Menko Polkam, Kepala BIN, Gubernur
Papua, dan para pemuda yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya semangat
kolaborasi dan harapan baru untuk Papua yang damai, maju, dan berdaya saing
tinggi. “Pemerintah pusat dan daerah akan
terus bergandengan tangan. Anak muda Papua harus tetap percaya diri, terus
belajar, terus berkarya, dan jangan pernah berhenti bermimpi untuk memajukan
tanah kelahiranmu,” tutup Djamari penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:46 WIT
Menko Polkam Kagum dengan Kreativitas Pemuda Papua di PYCH
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti gedung Papua Youth Creative
Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Rabu (5/11/2025), saat Menteri Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago,
melakukan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan para pemuda kreatif
Papua. Kunjungan ini menjadi salah satu
agenda penting Menko Polkam selama berada di Bumi Cenderawasih. Ia datang tidak
hanya untuk melihat fasilitas, tetapi juga menyerap semangat, ide, dan inovasi
dari generasi muda Papua yang telah membuktikan diri sebagai motor penggerak
kreativitas di wilayah timur Indonesia. Disambut langsung oleh Gubernur
Papua, Mathius D. Fakhiri, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda), kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh
apresiasi. Para pemuda yang tergabung di PYCH tampak antusias menunjukkan hasil
karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, kuliner khas, hingga
karya teknologi dan digital kreatif. Menko Polkam Terkesima Lihat
Hasil Karya Anak Muda Papua Dalam kesempatan itu, Menko Polkam
Djamari Chaniago mengaku terkagum-kagum dengan perkembangan pesat PYCH yang
kini menjadi wadah ekspresi dan inovasi pemuda Papua sejak diresmikan dua tahun
lalu. “Saya bersama Bapak Kabin datang
ingin bersilaturahmi, ingin bertemu langsung dengan para pemuda di PYCH ini,”
ujar Djamari dalam sambutannya.
“Saya kagum melihat bangunan ini yang sudah berdiri dua tahun dan berkembang
begitu pesat. Begitu banyak kreativitas luar biasa yang lahir dari tangan anak
muda Papua. Alangkah indahnya melihat semangat seperti ini,” lanjutnya dengan
wajah penuh kekaguman. Menko Polkam juga terlihat menyempatkan
diri melihat hasil karya baju dan produk mode buatan pemuda Papua yang
menggabungkan motif tradisional dan desain modern. Ia tak ragu memuji karya
tersebut sebagai bentuk inovasi yang mengangkat identitas budaya lokal ke
tingkat nasional bahkan internasional. Dalam arahannya, Djamari
menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa, termasuk di Papua. Ia
mengutip kalimat legendaris Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan
kuguncang dunia,” untuk menegaskan keyakinannya akan potensi generasi muda di
Tanah Papua. “Papua memiliki potensi anak muda
yang luar biasa. Mereka bukan hanya kreatif, tetapi juga punya semangat juang
tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya.
“Tugas pemerintah adalah memberi mereka ruang, dukungan, dan kesempatan agar
ide-ide besar mereka bisa tumbuh menjadi karya nyata bagi masyarakat,”
tambahnya. Menurut Djamari, kreativitas dan
inovasi yang tumbuh di PYCH menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan
pembangunan berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia muda dapat
menghasilkan dampak positif. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih
aktif membina dan melibatkan pemuda dalam program pembangunan, ekonomi kreatif,
dan pemberdayaan masyarakat. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri,
yang mendampingi Menko Polkam selama kunjungan, mengungkapkan rasa bangganya
terhadap eksistensi PYCH yang kini menjadi ikon kreativitas dan pusat inovasi
pemuda Papua. “PYCH adalah bukti bahwa anak
muda Papua mampu bersaing dan berkreasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung
keberlanjutan tempat ini agar menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak
inovator muda,” kata Gubernur Fakhiri. Selain menjadi ruang kreatif,
PYCH juga telah menjadi pusat pembinaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan,
tempat anak muda Papua belajar membangun usaha berbasis potensi daerah, seperti
kuliner khas, kerajinan tangan, hingga digital marketing. Kunjungan Menko Polkam ini
menegaskan kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah generasi muda Papua,
bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi juga dalam dukungan nyata terhadap
karya dan masa depan mereka. Menutup kunjungannya, Djamari
Chaniago berpesan kepada seluruh pemuda Papua agar tidak berhenti bermimpi dan
terus menciptakan karya yang membawa kebanggaan bagi Tanah Papua dan Indonesia. “Kreativitas kalian adalah cahaya
bagi masa depan Papua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah inspirasi
bagi Indonesia dari ujung timur negeri ini,” tutup Menko Polkam dengan penuh
semangat. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:38 WIT
TIFA Creative Timika Bawa Pesona Papua ke Maluku Tenggara di Festival Meti Kei 2025
Papuanewsonline.com, Maluku
Tenggara — Langit sore Pantai Ngur Sarnadan, Ohoililir, menjadi saksi bagaimana
semangat budaya dan persaudaraan antar daerah hidup dalam gerak dan irama. Di
bawah gemuruh tepuk tangan penonton, TIFA Creative Timika tampil memukau di
panggung Festival Meti Kei 2025, Kamis (30/10/2025). Sepuluh penari muda dari
Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses menghadirkan penampilan memikat yang
menggabungkan keindahan tarian adat Papua dan nuansa khas budaya Kei. Gerakan penuh semangat, diiringi
tabuhan tifa dan nyanyian etnik, menggambarkan kekuatan persatuan dan cinta
terhadap tanah air. Bukan sekadar pertunjukan seni, penampilan mereka menjadi
simbol kolaborasi budaya antara dua wilayah timur Indonesia yang kaya nilai dan
tradisi. “Kami sangat bangga bisa membawa
nama Timika ke Festival Meti Kei 2025. Ini bukan hanya tentang menari, tapi
tentang memperkenalkan jati diri dan semangat kebudayaan Papua kepada
saudara-saudara kami di Maluku Tenggara,” ujar Yosef, Ketua TIFA Creative
Timika, dengan wajah penuh haru dan bangga. Dalam penampilannya, TIFA
Creative Timika membawakan repertoar bertajuk “Irama Tifa di Bawah Matahari
Timur”, sebuah karya tari yang memadukan unsur gerak tradisional Papua dengan
gaya tarian Kei yang lembut namun energik. Tema tersebut menggambarkan
kehidupan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut, serta
semangat gotong royong yang menjadi fondasi budaya di timur Nusantara. Penampilan ini tak hanya
menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga
nilai-nilai adat dan harmoni alam. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para
penari membawa penonton larut dalam suasana sakral yang merefleksikan kekuatan
spiritual masyarakat Papua. “Kami ingin menunjukkan bahwa
budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga jembatan masa depan. Melalui
tarian ini, kami ingin menyatukan perbedaan lewat seni,” tambah Yosef. Festival Meti Kei merupakan acara
budaya tahunan yang merayakan fenomena alam “meti”—saat air laut surut dan
memperlihatkan hamparan pasir putih yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan
Kei. Fenomena alam unik ini selalu menjadi momentum perayaan besar yang
diwarnai dengan pameran budaya, parade seni, dan pertunjukan musik tradisional. Tahun 2025, festival ini menjadi
lebih istimewa karena menghadirkan kolaborasi budaya lintas provinsi, termasuk
dari Papua Tengah. Pemerintah Daerah Maluku Tenggara juga mengapresiasi
partisipasi TIFA Creative Timika sebagai bentuk nyata dari semangat Bhinneka
Tunggal Ika. “Kolaborasi seperti ini penting
untuk memperkuat jalinan antar daerah di Indonesia Timur. Kehadiran Timika
memberikan warna baru dan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujar salah
satu panitia Festival Meti Kei 2025. Kehadiran TIFA Creative Timika di
ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Papua memiliki semangat besar untuk
mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal. Melalui seni tari, mereka bukan
hanya memperkenalkan budaya Papua ke daerah lain, tetapi juga memperkuat
jalinan emosional antara masyarakat Papua dan Maluku Tenggara yang selama ini
memiliki akar sejarah dan budaya yang saling bersinggungan. “Kami ingin agar anak-anak muda
di seluruh Indonesia bisa saling mengenal budaya masing-masing. Dari sinilah
kita belajar menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan,” pungkas Yosef. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Okt 2025, 22:32 WIT
Lestarikan Budaya Lewat Musik! Pj Sekda Papua Apresiasi Lomba Akustik Pemuda
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Pemerintah Provinsi
Papua menggelar Lomba Musik Akustik tingkat SMA/SMK yang berlangsung meriah di GOR
Cenderawasih, Jayapura, pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota
Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom ini tidak hanya menjadi ajang unjuk
bakat musik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan rasa
cinta Tanah Air di kalangan generasi muda. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj
Sekda) Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, yang hadir langsung dalam kegiatan
tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pelajar yang
menampilkan karya musik dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme. “Kita sangat mengapresiasi
kegiatan ini karena memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk mengekspresikan
diri, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai kerja sama dan
kebersamaan. Dari sini mereka belajar menjadi pemimpin, sekaligus motivator bagi
teman-temannya,” ujar Suzana. Dalam kesempatan tersebut, Suzana
menekankan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan
membangun karakter anak muda Papua.
Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk
pembelajaran sosial yang membangun nilai gotong royong, komunikasi, dan
tanggung jawab bersama dalam satu tim. “Musik akustik mengajarkan
anak-anak kita bagaimana membangun satu tim yang solid. Dalam bermusik, mereka
belajar mendengarkan satu sama lain agar tercipta harmoni. Itu adalah pelajaran
berharga bagi kehidupan mereka ke depan,” jelasnya. Suzana menilai lomba ini juga
menjadi simbol dari semangat Sumpah Pemuda 1928, di mana generasi muda
berkomitmen bersatu dalam keberagaman demi Indonesia yang lebih baik. Ia
berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan
lebih banyak sekolah dan komunitas pemuda di berbagai daerah Papua. Sementara itu, Plt Kepala Dinas
Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Sonya Monim, menyebutkan bahwa lomba musik
akustik ini diikuti oleh 15 tim pelajar SMA/SMK.
Setiap tim diwajibkan membawakan lagu nasional “Bangun Pemuda/Pemudi” serta
satu lagu daerah pilihan. Sonya menjelaskan bahwa konsep
akustik dipilih karena genre ini digemari kalangan muda Papua dan relatif mudah
dipadukan dengan unsur musik daerah. “Kami memilih musik akustik
karena anak-anak Papua sangat kreatif dan banyak yang punya bakat di bidang
musik. Dari lomba ini, kami ingin menggali dan mengembangkan potensi mereka
agar bisa terus berkarya,” ungkapnya. Ia menambahkan, lomba musik
akustik ini juga memiliki misi penting, yaitu melestarikan bahasa ibu dan
budaya lokal di tengah arus modernisasi yang begitu cepat. “Sekarang banyak anak muda yang
lebih mengenal istilah asing daripada bahasa daerahnya sendiri. Kami ingin
lewat lomba ini mereka kembali mengenal dan bangga akan bahasa serta budaya
Papua,” tegas Sonya. Kegiatan ini bukan sekadar lomba
hiburan, melainkan gerakan kebudayaan untuk menjaga eksistensi bahasa dan musik
daerah di tengah perkembangan zaman.
Sonya menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin menanamkan kesadaran kepada
generasi muda bahwa budaya adalah jati diri bangsa. “Musik daerah dan bahasa ibu
adalah warisan yang harus dijaga. Anak-anak boleh modern, boleh berinovasi,
tapi jangan sampai lupa akar budaya mereka,” katanya. Ia berharap kegiatan semacam ini
dapat menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat rasa bangga
terhadap identitas ke-Papua-an di kalangan remaja. Pemerintah Provinsi Papua
juga berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan dalam
memperingati Hari Sumpah Pemuda. Menutup sambutannya, Pj Sekda Suzana
D. Wanggai berpesan agar generasi muda Papua tidak hanya menjadi penonton dalam
kemajuan bangsa, tetapi juga menjadi pelaku perubahan yang kreatif, berbudaya,
dan berkarakter. “Kita ingin pemuda Papua menjadi
generasi yang bangga akan budayanya, cinta tanah air, dan punya semangat untuk
berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ucapnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan bahwa
semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga dalam setiap karya dan tindakan nyata
anak-anak Papua.
“Lewat musik, kita bisa menyatukan hati dan mengobarkan semangat kebangsaan,”
tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF
25 Okt 2025, 04:33 WIT
Polda Maluku Apresiasi Festival Benteng Victoria: Tingkatkan Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi S.I.K, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Festival Benteng Victoria oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Provinsi Maluku.Apresiasi tersebut disampaikan Kombes Rositah saat menghadiri kegiatan tersebut mewakili Kapolda Maluku di lapangan Merdeka, kota Ambon, Jumat (17/10/2025).Dengan mengusung tema "Toma Maju Berbudaya" kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Kementerian Kebudayaan RI, Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Sekda Provinsi Maluku, Walikota dan Wakil Walikota Ambon serta Forkopimda Provinsi dan Kota Ambon.Festival Benteng Victoria dilaksanakan dengan tujuan pelestarian dan pengembangan warisan budaya. Ini juga untuk mendorong kreativitas dan inovasi seni dan budaya, serta membangun identitas dan komunitas. "Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan festival benteng Victoria," kata Kabid Humas Kombes Rositah Umasugi.Kegiatan yang dimeriahkan oleh ratusan peserta karnaval budaya nusantara ini, kata Kombes Rositah, dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya serta kerjasama antarbudaya dan Internasional."Semoga kegiatan ini dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal, nasional maupun internasional sehingga bisa meningkatkan perekonomian di Maluku," harapnya.Polda Maluku, lanjut Kombes Rositah, siap menjamin keamanan dan mendorong peningkatan pariwisata di provinsi Maluku. "Saatnya Maluku bangkit dengan dunia pariwisatanya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pintanya.Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif di setiap lokasi wisata akan menumbuhkan rasa aman, nyaman bagi wisatawan yang datang."Semoga Maluku terus aman, agar dunia pariwisata dapat meningkat, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," harapnya. PNO-12
18 Okt 2025, 13:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru