logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Seni Homepage
Aksi Sosial Melalui Video: Disparbudpora Mimika Apresiasi Kreativitas Pemuda Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika menggelar Lomba Pembuatan Video Aksi Sosial untuk kategori pemuda dengan tema “Pemuda Bergerak: Bersih Lingkungan Sehatkan Generasi”.Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Jalan Hasanuddin pada Rabu (17/12/2025) dihadiri oleh peserta serta dewan juri dari Tim Perusahaan Film Negara, Plt. Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi mewakili Bupati mimika, dan Kepala Bidang Kepemudaan David Kangopme, S.S.Lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas pemuda dalam menyampaikan pesan sosial melalui media video, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sebelum memasuki tahap penilaian, acara dibuka dengan workshop singkat yang diberikan oleh Ibnu Hasan dari Tim Perusahaan Film Negara. “Kita perlu memahami teknik pembuatan video yang baik agar pesan yang ingin disampaikan bisa sampai dengan efektif kepada khalayak luas,” ujar Ibnu dalam materinya.Dalam sambutannya, Yoga Pribadi yang mewakili Bupati Mimika mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada Disparbudpora untuk acara yang positif dan inspiratif ini. Ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembelajaran penting yang berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda Mimika menjadi sosok yang kreatif, peduli lingkungan, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya. Sementara itu, David Kangopme memberikan semangat kepada para peserta: “Jangan pernah menyerah atau patah semangat. Setiap orang memiliki potensi diri yang bisa digali. Pilihan kita hari ini akan menentukan apakah kita akan berkembang menjadi pemuda profesional yang bermanfaat atau terjebak dalam kehancuran,” tegasnya.Acara dilanjutkan dengan pemukulan tifa sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya lokal, sebelum pengumuman pemenang. Juara I diraih oleh Gabriella C. Bowaire, Juara II Vinsensius D. V. Sudianto, dan Juara III Merry Jayanti I. Wakerkwa. Selain itu, ada juga kategori juara harapan yang diperoleh Gracia Jovanya Matondang, Natalie Kosay, dan Marico Yakobus. Para pemenang menerima penghargaan sebagai apresiasi atas karya mereka. Disparbudpora Mimika berharap lomba ini akan tetap berlanjut dan menjadi wadah pengembangan potensi pemuda di bidang kreatif dan aksi sosial. Penulis: Abim Editor: GF 17 Des 2025, 17:57 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi di Baileo Emarina Desa Werwaru-MBD Papuanewsonline.com, MBD - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melangkah dan maju secara bersama. Sehingga, keamanan juga harus dijaga bersama-sama.Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat silaturahmi dengan masyarakat di Baileo Emarina atau Rumah Damai di Desa Werwaru, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Senin (8/12/2025).Kunjungan ke Baileo Emarina merupakan salah satu agenda Kapolda dalam rangka pembinaan wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara Polda Maluku dengan pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, dan masyarakat.Kapolda Maluku dalam lawatannya tersebut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari masyarakat Desa Werwaru. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena bersama rombongan tiba dengan selamat di Pulau Moa.Kunjungan kerja yang dilaksanakan di MBD, kata Kapolda, tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bentuk nyata perhatian Polda Maluku untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik.Keamanan, tegas Kapolda, merupakan fondasi utama pembangunan, sehingga stabilitas kamtibmas harus dijaga bersama-sama dengan aparat dan masyarakat.“Jika kita ingin maju, kita harus menjaga situasi agar tetap aman. Permasalahan pasti ada, namun penyelesaiannya harus dilakukan sesuai hukum. Kekerasan bukan lagi pilihan,” tegas Kapolda.Kapolda menyoroti keberagaman masyarakat MBD yang terdiri dari berbagai pulau, suku, dan kelompok. Menurutnya, perbedaan merupakan kekuatan yang harus dijaga, bukan dijadikan alasan untuk timbulnya konflik sosial. Ia mengingatkan sejarah masa kolonial menjadi bukti bahwa perpecahan sering kali dimanfaatkan pihak luar untuk menguasai sumber daya.“Jangan biarkan perbedaan menjadi alat pemecah belah seperti pada masa Belanda. Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman bersama untuk memperkuat persatuan,” ujar Kapolda.Prof Dadang juga menekankan bahwa MBD memiliki sumber daya alam melimpah, baik dari sektor perikanan maupun pertanian, sehingga seluruh pihak wajib mensyukuri dan menjaga potensi tersebut melalui stabilitas sosial.Di sisi lain, masyarakat Maluku terkenal memiliki fisik dan karakter kuat yang terbentuk dari lingkungan alam yang keras. Namun demikian, pola pikir dalam menyelesaikan persoalan harus berkembang ke arah yang lebih bijak.“Sudah saatnya kita meninggalkan cara-cara kekerasan. Penyelesaian masalah harus dilakukan dengan dialog, musyawarah, dan pendekatan hukum,” harapnya.Persoalan yang muncul di masyarakat, lanjut Kapolda, sering kali disebabkan oleh kurangnya komunikasi. Sehingga ruang-ruang untuk berdialog harus diperkuat.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengemukakan konsep pemanfaatan Baileo Emarina sebagai pusat deteksi dini permasalahan dan tempat musyawarah warga.Baileo, kata Prof Dadang, bukan sekadar bangunan adat, tetapi representasi dari identitas Maluku sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah secara damai.Ia mengajak masyarakat untuk memaksimalkan fungsi tersebut dan menjadikan Baileo sebagai ruang utama merajut komunikasi antara warga, pemerintah, dan aparat negara.Kapolda juga menekankan bahwa aparat pemerintah seperti Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kejari merupakan representasi negara di daerah yang harus dijadikan tempat konsultasi ketika terjadi masalah. Masyarakat diminta untuk tidak ragu menyampaikan keluhan maupun persoalan kepada para pejabat tersebut sehingga solusi dapat dikelola secara cepat dan tepat.Khusus kepada generasi muda MBD, Kapolda mengaku kemajuan daerah hanya dapat dicapai jika anak muda memiliki keterampilan dan pemikiran modern yang relevan dengan perkembangan zaman.Penguasaan teknologi dan kemampuan berbahasa bagi pemuda MBD untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional sangat penting ditingkatkan.“Setelah menempuh pendidikan, jangan lupa kembali ke daerah untuk membangun negeri sendiri. Jangan hanya pintar di luar, tetapi tidak kembali mengabdi kepada masyarakat,” pesan Kapolda.Dalam sesi dialog, Kepala Desa Werwaru menyampaikan dua aspirasi utama. Pertama, masih belum adanya pemuda Desa Werwaru yang berhasil masuk sebagai anggota Polri. Ia berharap bimbingan serta dukungan khusus dari Kapolda Maluku untuk mendorong 1–2 putra daerah mengikuti seleksi.Kedua, kebutuhan masyarakat akan mesin pengolahan air untuk mendukung pengelolaan ladang dan kebun akibat keterbatasan sumber air di wilayah tersebut.Menanggapi permohonan tersebut, Kapolda Maluku menyatakan kesiapannya untuk mendukung, membantu masyarakat.Untuk rekrutmen Polri, Kapolda menegaskan bahwa proses penerimaan dilakukan sesuai alokasi, namun peluang terbuka bagi putra-putri daerah yang dipersiapkan dengan baik.Kapolda memberikan arahan langsung kepada Kapolres Maluku Barat Daya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada calon yang berpotensi dari Desa Werwaru.Sementara terkait kebutuhan mesin air, Kapolda menyampaikan komitmennya untuk mencarikan solusi terbaik dan mengupayakan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.Dalam kunjungan tersebut turut hadir Bupati MBD, Kapolres, Dandim 1511 Pulau Moa, Kajari, Sekretaris Daerah, pejabat utama Polda Maluku, Kepala Desa Werwaru, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa. PNO-12 09 Des 2025, 13:55 WIT
Persepsi Jujur dari Senggi: Lokakarya dan Momen Perpisahan Tim Ekspedisi Patriot Papuanewsonline.com, Keerom — Sabtu, 29 November 2025 menjadi hari yang penuh arti bagi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Senggi. Setelah melakukan pendampingan dan penelitian intensif selama lebih dari satu bulan, tim yang terdiri dari lima perguruan tinggi nasional menggelar Lokakarya Persepsi Jujur dari Senggi di Balai Pertemuan SP 2 Kampung Woslay. Acara ini sekaligus menjadi momen perpisahan antara tim akademisi dengan masyarakat yang selama ini menjadi mitra utama dalam pengumpulan data dan pendampingan lapangan.Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Masyarakat adat, warga transmigran, perangkat kampung, tokoh adat, tokoh agama, hingga aparat pemerintah distrik dan kabupaten turut hadir memberikan dukungan. Kebersamaan yang terjalin selama proses pendampingan tercermin dalam interaksi akrab sepanjang kegiatan, menjadikan lokakarya ini bukan sekadar forum akademik, tetapi juga ruang silaturahmi penuh kekeluargaan.Acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Dinas Transmigrasi Provinsi Papua, Ibu Irawati, yang memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif TEP. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pak Patras Kelpi selaku KUPT dan ondoafi setempat. Keduanya menekankan pentingnya riset komprehensif yang dilakukan lima perguruan tinggi tersebut dalam memberikan gambaran objektif terkait dinamika transmigrasi, sosial, dan ekonomi masyarakat Senggi.Paparan materi dari tiap perguruan tinggi menjadi bagian yang paling ditunggu. Tim ITB yang dipimpin Abdul Rohman Supandi mempresentasikan evaluasi mengenai pelaksanaan transmigrasi di Senggi, mulai dari kondisi infrastruktur, akses layanan dasar, hingga relasi sosial. Tim UNPAD kemudian memaparkan kajian mengenai harmonisasi sosial antara masyarakat adat Orang Asli Papua (OAP) dan warga transmigran, menekankan pentingnya dialog dan pemahaman lintas budaya.Selanjutnya, tim ITS yang diketuai Dhany Arifianto menyampaikan rekomendasi teknis terkait kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan fasilitas umum lainnya. Tim UI memberikan gambaran mengenai penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok tani dan koperasi sebagai pilar pengembangan usaha lokal. Adapun tim IPB University menyoroti potensi komoditas unggulan seperti padi, jagung, betatas, dan kakao yang dinilai memiliki prospek pengembangan berbasis industrialisasi kecil.Sesi berikutnya membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Perwakilan masyarakat adat maupun transmigran berbagi pandangan mengenai kebutuhan ekonomi, pengembangan komoditas, serta harapan terhadap peningkatan kesejahteraan. Kepala Puskesmas Senggi juga turut menyampaikan pentingnya ketersediaan sarana kesehatan yang memadai, tenaga medis, dan data kependudukan yang akurat.Sebagai tanda penghormatan, masyarakat adat kemudian menggelar prosesi bakar batu (Barapen). Prosesi ini bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras TEP, tetapi juga simbol penerimaan dan persaudaraan antara masyarakat Senggi dengan para anggota tim dari berbagai universitas. Puncak acara ditutup dengan pembacaan Naskah Solidaritas Senggi, yang menjadi komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat kerja sama dalam pembangunan kawasan.Bagi Tim Ekspedisi Patriot, perpisahan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah baru untuk memastikan seluruh temuan dan aspirasi yang dihimpun dapat dirumuskan menjadi rekomendasi konstruktif bagi pemerintah daerah dan kementerian terkait. Senggi bagi mereka bukan sekadar lokasi penelitian, tetapi ruang belajar bersama tentang kolaborasi, keberagaman, dan nilai kebersamaan.Penulis: Tim Ekspedisi PatriotEditor: GF 03 Des 2025, 22:09 WIT
Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri Papuanewsonline.com, Jakarta - Film Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diluncurkan pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Film ini menghadirkan kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama, film ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.Autopsy: Dead Body Can Talk berkisah tentang Dr. Sumy Hastry seorang dokter forensik yang tajam, tenang, dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan viral di Indonesia. Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata, menyebut film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana.Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.Dalam doorstop launching film, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.“Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,” ujarnya.Hastry juga mengungkap bahwa film ini merekam alasan awal dirinya memilih menjadi dokter spesialis forensik, sebuah langkah yang dulu dianggap tidak lazim bagi seorang polwan.“Waktu itu belum ada dokter polisi wanita yang menjadi dokter forensik. Saya dianggap cewek aneh,” tuturnya sambil tersenyum.“Tapi itu semua yang nanti diceritakan di film perjalanan awal saya masuk dunia forensik sampai akhirnya belajar terus hingga S3.”Hastry berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.“Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja,” tegasnya.Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.“Film horor itu banyak, tapi kalau yang based on true event, itu lebih menggugah masyarakat,” ungkapnya.Ia menegaskan bahwa film ini menggunakan sudut pandang langsung dari pengalaman Dokter Hastry.“Semua kita lihat dari POV beliau ketika melihat jenazah, menemukan kasus, dan bagaimana beliau menyikapinya,” katanya.Rina juga membahas tantangan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.“Kami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat,” jelasnya.“Supernatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story.”Sinopsis film menggambarkan bagaimana seorang dokter forensik memadukan sains kedokteran forensik dengan intuisi yang tumbuh seiring panjangnya pengalaman sebuah perjalanan yang menyibak sisi lain penyelidikan ilmiah.Dalam cerita, tokoh pendukung seperti Mojo sang asisten, Yatna sang dokumentalis, serta penyidik Rendra turut memperkuat dinamika penyidikan yang mencampurkan realitas dan intuisi dalam mengungkap kebenaran. PNO-12 30 Nov 2025, 16:31 WIT
Wujudkan Ekosistem Media Sehat, AMSI Lantik Pengurus Wilayah Tanah Papua Periode 2024-2028 Papuanewsonline.com, Mimika - Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, secara resmi melantik Badan Pengurus AMSI Wilayah Tanah Papua periode 2024–2028. Acara pelantikan berlangsung meriah di Ballroom Hotel Horison Ultima, Kamis (27/11/2025), dan dirangkaikan dengan seminar media digital yang diikuti oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan perusahaan media di Timika, wartawan, mahasiswa, serta sejumlah organisasi lainnya.Dalam sambutannya, Wahyu Dhyatmika menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari konferensi daerah yang telah digelar pada tahun sebelumnya. Ia juga menekankan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada seminar mengenai pemberitaan, tetapi juga membahas secara komprehensif tentang proses pendirian perusahaan media. "Berita bukan hanya tentang wartawan dan medianya. Banyak komponen dan pihak yang harus terlibat," ujarnya.Untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait hal tersebut, AMSI menghadirkan narasumber dari Dewan Pers. Hal ini bertujuan agar peserta mendapatkan wawasan yang komprehensif di tengah ketatnya persaingan dengan teknologi artificial intelligence (AI). Wahyu menambahkan bahwa AMSI Tanah Papua mencakup wilayah yang luas, dari Sorong hingga Merauke. Oleh karena itu, ia menegaskan tiga prinsip utama yang harus terus dijaga oleh seluruh pengurus dan anggota, yaitu komunikasi, soliditas, dan saling percaya.Wahyu Dhyatmika berharap agar tiga prinsip ini dapat terus dijaga dan diimplementasikan dengan baik, sehingga AMSI Tanah Papua dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam membangun Tanah Papua melalui penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya. "Tiga prinsip ini harus dijaga agar AMSI Tanah Papua terus berkembang dan berkontribusi membangun Tanah Papua dengan informasi yang benar," harapnya.Sementara itu, Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Frans Kambu, S.Sos., M.Tr.IP, menyampaikan harapan agar kehadiran AMSI Tanah Papua dapat menjadi wadah profesional bagi perusahaan media daring dalam memperkuat standar jurnalisme berkualitas.Frans Kambu juga menekankan pentingnya peran AMSI dalam melawan disinformasi dan hoaks, meningkatkan literasi digital, serta membangun ekosistem media yang sehat dan independen. Ia juga menambahkan bahwa media merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan transparansi, memberikan edukasi kepada publik, dan memperkuat demokrasi. "Kami mengajak seluruh insan media untuk terus mengedepankan etika jurnalistik, keberimbangan informasi, dan semangat membangun," pungkasnya.Dengan dilantiknya Badan Pengurus AMSI Wilayah Tanah Papua, diharapkan dapat terjalin kolaborasi yang konstruktif antara media dan pemerintah daerah, tanpa mengurangi independensi pers. Penulis: Abim Editor: GF 28 Nov 2025, 02:09 WIT
Krayon Ajaib Pijar Mimika: Lomba Mewarnai Jadi Magnet Keceriaan Anak-Anak TK di Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Keceriaan memadati halaman Mulia Mini Mall Gelael pada Minggu (23/11/2025), ketika Pijar Mimika kembali menggelar Lomba Mewarnai bagi anak-anak TK dari berbagai sekolah di Kabupaten Mimika. Sebanyak 80 peserta meramaikan kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan kreativitas.Suasana semakin hidup ketika anak-anak mulai menorehkan warna pada kertas gambar mereka. Dengan ekspresi penuh antusias, para peserta tampak menikmati proses berkarya, sementara orang tua dan guru memberikan dukungan dari kejauhan.Ketua Pijar Mimika, Lalu Hiskam Hanadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda yang selalu ditunggu-tunggu. Ia menegaskan bahwa Lomba Mewarnai merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan ruang edukasi yang mendorong kreativitas anak-anak di Mimika. "Ini telah menjadi kegiatan rutin yang selalu dinantikan, sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang edukasi dan kreativitas bagi anak-anak di Kabupaten Mimika," ujarnya.Kemeriahan acara semakin terasa dengan dukungan penuh dari pengelola Mulia Mini Mall. Kolaborasi berbagai pihak membuat kegiatan ini tidak hanya berlangsung lancar, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta yang hadir.Setelah melalui proses penilaian, panitia mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori. Ekspresi bangga terlihat dari wajah-wajah kecil yang menerima penghargaan atas karya mereka. Selain piala, para juara juga mendapatkan voucher belanja dan uang tunai sebagai bentuk apresiasi.Momen pengumuman pemenang menjadi puncak acara yang disambut sorak-sorai gembira. Tidak hanya para juara, seluruh peserta terlihat antusias dan merasa bangga dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.Dalam kesempatan itu, Lalu Hiskam juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa terus memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak Mimika. "Pijar Mimika akan terus hadir memberi ruang kreativitas bagi mereka," ungkapnya.Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak seperti Mulia Mini Mall, JAC, Gelael, KFC, Mace Beauty Bar, Indoprima, dan Toko Putri Salju menjadikan agenda tahunan ini semakin bermanfaat dan penuh warna.Melalui kegiatan seperti ini, Pijar Mimika ingin memastikan bahwa anak-anak memiliki wadah untuk mengembangkan imajinasi dan keberanian mereka berkarya. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa ruang kreativitas sangat dibutuhkan generasi muda di Mimika.  Penulis: JidEditor: GF 25 Nov 2025, 01:56 WIT
Sambut Banda Heritage Festival 2025, Polsek Banda dan Masyarakat Gelar Bakti Massal Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang perhelatan Banda Heritage Festival 2025, jajaran Polsek Banda bersama unsur Forkopimca, pelajar, dan ratusan warga menggelar kerja bakti massal pada Sabtu (22/11/2025) di kawasan depan Gedung Istana Mini, Negeri Administratif Dwiwarna, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan gotong royong ini digelar untuk memastikan kesiapan lingkungan serta menciptakan wajah Banda Neira yang bersih, rapi, dan representatif untuk menyambut wisatawan.Kerja bakti yang dimulai pukul 08.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Pemerintah Kecamatan Banda Neira, dan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya:Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalat, Kepala Pemerintahan Kecamatan Banda Neira Dra. R.A. Handayani Hassannusi, Danramil 1502-01/Banda Kapten Inf. Zulkifli Than, Kapolsek Banda IPTU A. Kasim Rahanyamtel, S.IP., M.H., Kacabjari Ambon di Banda Neira Ilma Ardi Riyadi, S.H., M.H, Perwakilan Pos TNI AL Banda Serka Faisal Magrib, Kepala Lapas Kelas III Banda Neira Mikha, A.Md.IP., S.H., M.M., Kepala KUA Banda Neira Ridwan Wailusi, S.Ag. serta Para pimpinan dinas/instansi, UPTD/UPTB, KPNA, personel TNI–Polri, serta pelajar SD, SMP, SMA, dan lebih dari 100 warga.Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif pemerintah dan masyarakat dalam mempersiapkan kawasan Banda Neira sebagai tuan rumah Banda Heritage Festival 2025 agenda tahunan yang menonjolkan sejarah, budaya, dan pariwisata Kepulauan Banda sebagai salah satu aset heritage dunia.Peserta kerja bakti melakukan pembersihan area publik, penataan lingkungan, serta pemeliharaan fasilitas umum di sekitar kompleks Istana Mini ikon sejarah Banda Neira yang menjadi lokasi utama aktivitas festival nanti.Kapolsek Banda IPTU A. Kasim Rahanyamtel menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh kesiapan Banda Neira sebagai destinasi unggulan. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi Polri dengan pemerintah, TNI, masyarakat, dan pelajar untuk menjaga kebersihan serta memperkuat semangat gotong royong jelang festival,” ujarnya.Kegiatan kerja bakti massal ini bukan sekadar rutinitas menjelang event besar, tetapi mencerminkan koordinasi lintas sektor yang solid di Banda Neira. Pelibatan unsur pemerintah, TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa persiapan Banda Heritage Festival 2025 dilakukan secara inklusif dan partisipatif.Festival tahun ini diproyeksikan menjadi momentum penting memperkuat positioning Banda sebagai kawasan heritage kelas dunia. Karena itu, langkah preventif berupa pembersihan dan penataan lingkungan menjadi sangat penting untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.Sinergi yang terbangun di Banda Neira dapat menjadi model kolaborasi pengelolaan event berbasis komunitas di berbagai daerah lain. Upaya bersama ini membuktikan bahwa keamanan, kebersihan, dan kesiapan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari kesadaran kolektif masyarakat Banda. PNO-12 22 Nov 2025, 16:55 WIT
Kapolda Maluku Pimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Banda Heritage Festival 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Rapat Kesiapan Pengamanan Banda Heritage Festival 2025 pada pukul 09.00 WIT di Ruang Rapat Lantai II Polda Maluku. Jumat (21/11/2025) Rapat ini dihadiri Wakapolda Maluku, para Pejabat Utama, serta jajaran kewilayahan yang bergabung secara virtual, termasuk Wakapolres Maluku Tengah dan Kapolsek Banda.Banda Heritage Festival (BHF) 2025 yang mengusung tema “Napas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” akan kembali digelar di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mulai 26 hingga 29 November 2025, mendatang. Banda Heritage Festival merupakan agenda tahunan berskala nasional yang kembali menyita perhatian publik serta dihadiri wisatawan domestik, mancanegara, hingga sejumlah menteri. Konsentrasi massa dalam jumlah besar membutuhkan standar pengamanan yang matang, detail, dan terkoordinasi.Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa event besar seperti Banda Heritage Festival harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kemampuan, kesiapan, dan profesionalisme Polri di Maluku.“Ini adalah event yang mengangkat nama Maluku sekaligus menjadi etalase profesionalisme Polda Maluku. Kita harus tampil sungguh-sungguh, disiplin, dan berstandar tinggi,” tegas Kapolda.Ia menekankan bahwa meskipun wilayah Maluku sering dianggap jauh dari pusat pemerintahan, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepolisian.Kapolda juga meminta setiap personel menjalankan tugas secara humanis dan komunikatif. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari ketiadaan gangguan, tetapi dari pengalaman positif yang dirasakan oleh masyarakat dan tamu undangan.“Pengamanan itu tidak hanya soal menjaga, tetapi juga memberi rasa nyaman. Sikap ramah dan pendekatan emosional yang baik harus berjalan seiring dengan profesionalisme,” ujarnya.Pengawalan VIP menjadi salah satu fokus. Kapolda menegaskan bahwa pengaturan Walpri dan Patwal bagi pejabat setingkat menteri harus dilaksanakan sesuai SOP. Setiap pejabat wajib mendapatkan pengamanan resmi agar seluruh aktivitas berada dalam kendali Polda Maluku.Selain hal-hal tersebut diatas, terdapat sejumlah hal yang tidak lolos dari perhatian Kapolda Maluku Kapolda Maluku, diantaranya: Penguatan struktur dan unsur pengamanan, Pengaturan alur dan rangkaian acara, Prosedur pengamanan VIP dan konsentrasi massa, Manajemen risiko serta mitigasi potensi kerawanan, Mekanisme transportasi laut dan arus wisatawan, serta Kesiapan komunikasi serta koordinasi lintas fungsi.Kapolda menegaskan seluruh aspek harus tersusun detail dan dapat diterapkan tanpa keraguan saat pelaksanaan di lapangan.Banda Heritage Festival bukan hanya panggung pariwisata, melainkan arena pembuktian kapasitas institusi penegak hukum di daerah. Penekanan Kapolda Maluku dalam rapat ini mencerminkan arah baru pendekatan keamanan: tidak hanya soal kehadiran fisik aparat, tetapi bagaimana profesionalisme bertemu pelayanan publik berbasis humanisme.Tekanan terhadap pentingnya attitude personel yang ramah, komunikatif, dan memberi rasa aman, menunjukkan bahwa Polda Maluku berupaya membangun citra kepolisian modern yang lebih dekat dengan masyarakat. Sementara kesiapan pengamanan VIP dan penguatan koordinasi teknis menggambarkan keseriusan institusi menghadapi event berskala nasional.Di tengah meningkatnya eksposur Maluku sebagai destinasi unggulan, keberhasilan pengamanan Banda Heritage Festival menjadi momentum penting untuk memperkuat reputasi daerah sebagai kawasan yang aman, profesional, dan layak dikunjungi.Polda Maluku ingin memastikan bahwa festival tahun ini bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan kuat tentang kesiapan keamanan yang bertaraf nasional. PNO-12 22 Nov 2025, 16:05 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT