logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Seni Homepage
Polres Tual Luncurkan “Baileo Emarina” Rumah Damai Berbasis Kearifan Lokal Papuanewsonline.com, Tual – Polres Tual resmi meluncurkan Baileo Emarina atau Rumah Damai, sebuah program inovatif berbasis kearifan lokal yang menjadi ruang dialog dan penyelesaian masalah sosial secara damai di tengah masyarakat.Kegiatan peluncuran berlangsung di kawasan Pasar Baru Tual, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, pada Kamis (13/11/2025) pagi, dipimpin langsung oleh Kapolres Tual, AKBP Adrian S.Y. Tuuk, S.I.K., M.H.Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa Baileo Emarina merupakan bagian dari inisiatif Polda Maluku dalam menghidupkan kembali semangat musyawarah adat khas Maluku melalui pendekatan budaya.“Baileo, yang dalam tradisi Maluku adalah rumah adat tempat masyarakat bermusyawarah, kini hadir dalam wujud baru sebagai Baileo Emarina. Tempat ini menjadi rumah singgah bagi kita semua untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik dengan semangat kekeluargaan,” ujar Kapolres.Menurut AKBP Adrian, Baileo Emarina tidak sekadar wadah simbolik, tetapi menjadi sarana nyata dalam mencegah konflik sosial, memperkuat komunikasi antarwarga, serta membangun sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.“Peluncuran Baileo Emarina bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal perjalanan panjang dalam merawat kedamaian dan kerukunan di Bumi Maren,” tegasnya.Kegiatan launching turut diisi dengan penyerahan paket sembako kepada perwakilan masyarakat, foto bersama, serta diskusi Kamtibmas yang diikuti antusias oleh warga dan para tokoh masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Wali Kota Tual Drs. Gufroni Rahanyamtel, Kasat Binmas IPTU C. Waas, Kapolsek Dullah Selatan IPDA Muhammad Said, S.H., perwakilan Dandim 1503/Tual, Babinsa, para kepala desa dan lurah, tokoh adat, serta masyarakat setempat.Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai sekitar pukul 11.25 WIT.Menutup kegiatan, Kapolres Tual mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial di Kota Tual.“Mari kita terus bersatu padu, menguatkan persaudaraan, dan menjadikan Kota Tual sebagai contoh nyata dalam merawat perdamaian,” tutup Kapolres.Langkah Polres Tual meluncurkan Baileo Emarina patut diapresiasi sebagai bentuk inovasi kepolisian yang berpijak pada nilai-nilai kultural masyarakat Maluku. Pendekatan berbasis budaya ini menjadi alternatif solutif dalam menciptakan keamanan yang humanis dan partisipatif. Dengan menghidupkan kembali semangat musyawarah adat, Polres Tual menunjukkan bahwa perdamaian sejati tumbuh dari akar budaya dan kesadaran bersama untuk hidup rukun dalam bingkai persaudaraan. PNO-12 13 Nov 2025, 17:07 WIT
Pemerintah Pusat Tegaskan Dukungan Penuh bagi Kreativitas Pemuda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Jayapura saat jajaran pemerintah pusat menggelar kegiatan ramah tamah dengan masyarakat dan pemuda Papua, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., serta Gubernur Papua, Komjen Pol (P) Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H. Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kreativitas generasi muda Papua sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang terus menunjukkan semangat, dedikasi, dan kreativitasnya untuk membangun Tanah Papua. Ia menyebut generasi muda saat ini sebagai “Generasi Emas Papua 45” — simbol semangat baru yang siap membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia. “Generasi emas Papua 45, belajar terus, berkreatif untuk bangsa dan negara Republik Indonesia, untuk tanah Papua yang kita cintai. Sukses untuk tanah Papua,” ujar Fakhiri penuh semangat. Fakhiri menegaskan bahwa masa depan Papua berada di tangan anak muda yang berani berinovasi dan menciptakan peluang. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan ruang dan dukungan bagi berkembangnya ide, bakat, dan potensi para pemuda di berbagai bidang — mulai dari ekonomi kreatif, pendidikan, teknologi, hingga kewirausahaan berbasis lokal. Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menindaklanjuti berbagai masukan dan aspirasi yang diterima selama rangkaian kunjungan kerja di Papua. Ia menilai, apa yang disampaikan masyarakat dan generasi muda Papua merupakan gagasan-gagasan berharga yang harus diwujudkan melalui kebijakan nyata. “Ada kelanjutan pasti. Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mendengar dan menangkap aspirasi dari masyarakat Papua. Banyak masukan yang positif, dan semua itu pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Djamari. Ia juga memuji soliditas pemerintah daerah serta peran aktif anak muda Papua dalam berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, kekuatan utama Papua bukan hanya pada kekayaan alam, tetapi juga pada kreativitas manusianya yang terus berkembang seiring kemajuan zaman. “Saya melihat semangat luar biasa dari anak-anak muda Papua. Mereka bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga tekad untuk memajukan daerahnya. Itu aset besar yang harus kita jaga dan dukung bersama,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala BIN, Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, menambahkan bahwa kreativitas dan produktivitas pemuda Papua merupakan bagian penting dari stabilitas dan ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa keamanan dan kemajuan Papua tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada keaktifan masyarakat — khususnya generasi muda — dalam membangun masa depan daerahnya sendiri. Herindra juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua dan jajaran Forkopimda atas kolaborasi yang solid dalam menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia di Bumi Cenderawasih. Pemerintah pusat berkomitmen untuk memastikan pembangunan di Papua berjalan berkelanjutan, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utama ke depan adalah mengembangkan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi anak muda, baik melalui pelatihan, pendanaan, maupun akses pasar bagi produk lokal. Rangkaian kegiatan ramah tamah ini pun diakhiri dengan foto bersama antara Menko Polkam, Kepala BIN, Gubernur Papua, dan para pemuda yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya semangat kolaborasi dan harapan baru untuk Papua yang damai, maju, dan berdaya saing tinggi. “Pemerintah pusat dan daerah akan terus bergandengan tangan. Anak muda Papua harus tetap percaya diri, terus belajar, terus berkarya, dan jangan pernah berhenti bermimpi untuk memajukan tanah kelahiranmu,” tutup Djamari penuh optimisme.     Penulis: Jid Editor: GF 06 Nov 2025, 10:46 WIT
Menko Polkam Kagum dengan Kreativitas Pemuda Papua di PYCH Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Rabu (5/11/2025), saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan para pemuda kreatif Papua. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting Menko Polkam selama berada di Bumi Cenderawasih. Ia datang tidak hanya untuk melihat fasilitas, tetapi juga menyerap semangat, ide, dan inovasi dari generasi muda Papua yang telah membuktikan diri sebagai motor penggerak kreativitas di wilayah timur Indonesia. Disambut langsung oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh apresiasi. Para pemuda yang tergabung di PYCH tampak antusias menunjukkan hasil karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, kuliner khas, hingga karya teknologi dan digital kreatif. Menko Polkam Terkesima Lihat Hasil Karya Anak Muda Papua Dalam kesempatan itu, Menko Polkam Djamari Chaniago mengaku terkagum-kagum dengan perkembangan pesat PYCH yang kini menjadi wadah ekspresi dan inovasi pemuda Papua sejak diresmikan dua tahun lalu. “Saya bersama Bapak Kabin datang ingin bersilaturahmi, ingin bertemu langsung dengan para pemuda di PYCH ini,” ujar Djamari dalam sambutannya. “Saya kagum melihat bangunan ini yang sudah berdiri dua tahun dan berkembang begitu pesat. Begitu banyak kreativitas luar biasa yang lahir dari tangan anak muda Papua. Alangkah indahnya melihat semangat seperti ini,” lanjutnya dengan wajah penuh kekaguman. Menko Polkam juga terlihat menyempatkan diri melihat hasil karya baju dan produk mode buatan pemuda Papua yang menggabungkan motif tradisional dan desain modern. Ia tak ragu memuji karya tersebut sebagai bentuk inovasi yang mengangkat identitas budaya lokal ke tingkat nasional bahkan internasional. Dalam arahannya, Djamari menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa, termasuk di Papua. Ia mengutip kalimat legendaris Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia,” untuk menegaskan keyakinannya akan potensi generasi muda di Tanah Papua. “Papua memiliki potensi anak muda yang luar biasa. Mereka bukan hanya kreatif, tetapi juga punya semangat juang tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya. “Tugas pemerintah adalah memberi mereka ruang, dukungan, dan kesempatan agar ide-ide besar mereka bisa tumbuh menjadi karya nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Menurut Djamari, kreativitas dan inovasi yang tumbuh di PYCH menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan pembangunan berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia muda dapat menghasilkan dampak positif. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif membina dan melibatkan pemuda dalam program pembangunan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, yang mendampingi Menko Polkam selama kunjungan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap eksistensi PYCH yang kini menjadi ikon kreativitas dan pusat inovasi pemuda Papua. “PYCH adalah bukti bahwa anak muda Papua mampu bersaing dan berkreasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung keberlanjutan tempat ini agar menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak inovator muda,” kata Gubernur Fakhiri. Selain menjadi ruang kreatif, PYCH juga telah menjadi pusat pembinaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan, tempat anak muda Papua belajar membangun usaha berbasis potensi daerah, seperti kuliner khas, kerajinan tangan, hingga digital marketing. Kunjungan Menko Polkam ini menegaskan kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah generasi muda Papua, bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi juga dalam dukungan nyata terhadap karya dan masa depan mereka. Menutup kunjungannya, Djamari Chaniago berpesan kepada seluruh pemuda Papua agar tidak berhenti bermimpi dan terus menciptakan karya yang membawa kebanggaan bagi Tanah Papua dan Indonesia. “Kreativitas kalian adalah cahaya bagi masa depan Papua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah inspirasi bagi Indonesia dari ujung timur negeri ini,” tutup Menko Polkam dengan penuh semangat. Penulis: Jid Editor: GF   06 Nov 2025, 10:38 WIT
TIFA Creative Timika Bawa Pesona Papua ke Maluku Tenggara di Festival Meti Kei 2025 Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara — Langit sore Pantai Ngur Sarnadan, Ohoililir, menjadi saksi bagaimana semangat budaya dan persaudaraan antar daerah hidup dalam gerak dan irama. Di bawah gemuruh tepuk tangan penonton, TIFA Creative Timika tampil memukau di panggung Festival Meti Kei 2025, Kamis (30/10/2025). Sepuluh penari muda dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses menghadirkan penampilan memikat yang menggabungkan keindahan tarian adat Papua dan nuansa khas budaya Kei. Gerakan penuh semangat, diiringi tabuhan tifa dan nyanyian etnik, menggambarkan kekuatan persatuan dan cinta terhadap tanah air. Bukan sekadar pertunjukan seni, penampilan mereka menjadi simbol kolaborasi budaya antara dua wilayah timur Indonesia yang kaya nilai dan tradisi. “Kami sangat bangga bisa membawa nama Timika ke Festival Meti Kei 2025. Ini bukan hanya tentang menari, tapi tentang memperkenalkan jati diri dan semangat kebudayaan Papua kepada saudara-saudara kami di Maluku Tenggara,” ujar Yosef, Ketua TIFA Creative Timika, dengan wajah penuh haru dan bangga. Dalam penampilannya, TIFA Creative Timika membawakan repertoar bertajuk “Irama Tifa di Bawah Matahari Timur”, sebuah karya tari yang memadukan unsur gerak tradisional Papua dengan gaya tarian Kei yang lembut namun energik. Tema tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi budaya di timur Nusantara. Penampilan ini tak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan harmoni alam. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para penari membawa penonton larut dalam suasana sakral yang merefleksikan kekuatan spiritual masyarakat Papua. “Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga jembatan masa depan. Melalui tarian ini, kami ingin menyatukan perbedaan lewat seni,” tambah Yosef. Festival Meti Kei merupakan acara budaya tahunan yang merayakan fenomena alam “meti”—saat air laut surut dan memperlihatkan hamparan pasir putih yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Kei. Fenomena alam unik ini selalu menjadi momentum perayaan besar yang diwarnai dengan pameran budaya, parade seni, dan pertunjukan musik tradisional. Tahun 2025, festival ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan kolaborasi budaya lintas provinsi, termasuk dari Papua Tengah. Pemerintah Daerah Maluku Tenggara juga mengapresiasi partisipasi TIFA Creative Timika sebagai bentuk nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. “Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat jalinan antar daerah di Indonesia Timur. Kehadiran Timika memberikan warna baru dan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujar salah satu panitia Festival Meti Kei 2025. Kehadiran TIFA Creative Timika di ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Papua memiliki semangat besar untuk mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal. Melalui seni tari, mereka bukan hanya memperkenalkan budaya Papua ke daerah lain, tetapi juga memperkuat jalinan emosional antara masyarakat Papua dan Maluku Tenggara yang selama ini memiliki akar sejarah dan budaya yang saling bersinggungan. “Kami ingin agar anak-anak muda di seluruh Indonesia bisa saling mengenal budaya masing-masing. Dari sinilah kita belajar menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan,” pungkas Yosef. Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Okt 2025, 22:32 WIT
Lestarikan Budaya Lewat Musik! Pj Sekda Papua Apresiasi Lomba Akustik Pemuda Papuanewsonline.com, Jayapura — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua menggelar Lomba Musik Akustik tingkat SMA/SMK yang berlangsung meriah di GOR Cenderawasih, Jayapura, pada Jumat (24/10/2025). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat musik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan rasa cinta Tanah Air di kalangan generasi muda. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pelajar yang menampilkan karya musik dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme. “Kita sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk mengekspresikan diri, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai kerja sama dan kebersamaan. Dari sini mereka belajar menjadi pemimpin, sekaligus motivator bagi teman-temannya,” ujar Suzana. Dalam kesempatan tersebut, Suzana menekankan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan membangun karakter anak muda Papua. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk pembelajaran sosial yang membangun nilai gotong royong, komunikasi, dan tanggung jawab bersama dalam satu tim. “Musik akustik mengajarkan anak-anak kita bagaimana membangun satu tim yang solid. Dalam bermusik, mereka belajar mendengarkan satu sama lain agar tercipta harmoni. Itu adalah pelajaran berharga bagi kehidupan mereka ke depan,” jelasnya. Suzana menilai lomba ini juga menjadi simbol dari semangat Sumpah Pemuda 1928, di mana generasi muda berkomitmen bersatu dalam keberagaman demi Indonesia yang lebih baik. Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas pemuda di berbagai daerah Papua. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Sonya Monim, menyebutkan bahwa lomba musik akustik ini diikuti oleh 15 tim pelajar SMA/SMK. Setiap tim diwajibkan membawakan lagu nasional “Bangun Pemuda/Pemudi” serta satu lagu daerah pilihan. Sonya menjelaskan bahwa konsep akustik dipilih karena genre ini digemari kalangan muda Papua dan relatif mudah dipadukan dengan unsur musik daerah. “Kami memilih musik akustik karena anak-anak Papua sangat kreatif dan banyak yang punya bakat di bidang musik. Dari lomba ini, kami ingin menggali dan mengembangkan potensi mereka agar bisa terus berkarya,” ungkapnya. Ia menambahkan, lomba musik akustik ini juga memiliki misi penting, yaitu melestarikan bahasa ibu dan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang begitu cepat. “Sekarang banyak anak muda yang lebih mengenal istilah asing daripada bahasa daerahnya sendiri. Kami ingin lewat lomba ini mereka kembali mengenal dan bangga akan bahasa serta budaya Papua,” tegas Sonya. Kegiatan ini bukan sekadar lomba hiburan, melainkan gerakan kebudayaan untuk menjaga eksistensi bahasa dan musik daerah di tengah perkembangan zaman. Sonya menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa budaya adalah jati diri bangsa. “Musik daerah dan bahasa ibu adalah warisan yang harus dijaga. Anak-anak boleh modern, boleh berinovasi, tapi jangan sampai lupa akar budaya mereka,” katanya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas ke-Papua-an di kalangan remaja. Pemerintah Provinsi Papua juga berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Menutup sambutannya, Pj Sekda Suzana D. Wanggai berpesan agar generasi muda Papua tidak hanya menjadi penonton dalam kemajuan bangsa, tetapi juga menjadi pelaku perubahan yang kreatif, berbudaya, dan berkarakter. “Kita ingin pemuda Papua menjadi generasi yang bangga akan budayanya, cinta tanah air, dan punya semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ucapnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga dalam setiap karya dan tindakan nyata anak-anak Papua. “Lewat musik, kita bisa menyatukan hati dan mengobarkan semangat kebangsaan,” tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF   25 Okt 2025, 04:33 WIT
Polda Maluku Apresiasi Festival Benteng Victoria: Tingkatkan Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat Papuanewsonline.com, Ambon - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi S.I.K, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Festival Benteng Victoria oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Provinsi Maluku.Apresiasi tersebut disampaikan Kombes Rositah saat menghadiri kegiatan tersebut mewakili Kapolda Maluku di lapangan Merdeka, kota Ambon, Jumat (17/10/2025).Dengan mengusung tema "Toma Maju Berbudaya" kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Kementerian Kebudayaan RI, Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Sekda Provinsi Maluku, Walikota dan Wakil Walikota Ambon serta Forkopimda Provinsi dan Kota Ambon.Festival Benteng Victoria dilaksanakan dengan tujuan pelestarian dan pengembangan warisan budaya. Ini juga untuk mendorong kreativitas dan inovasi seni dan budaya, serta membangun identitas dan komunitas. "Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan festival benteng Victoria," kata Kabid Humas Kombes Rositah Umasugi.Kegiatan yang dimeriahkan oleh ratusan peserta karnaval budaya nusantara ini, kata Kombes Rositah, dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya serta kerjasama antarbudaya dan Internasional."Semoga kegiatan ini dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal, nasional maupun internasional sehingga bisa meningkatkan perekonomian di Maluku," harapnya.Polda Maluku, lanjut Kombes Rositah, siap menjamin keamanan dan mendorong peningkatan pariwisata di provinsi Maluku. "Saatnya Maluku bangkit dengan dunia pariwisatanya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pintanya.Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif di setiap lokasi wisata akan menumbuhkan rasa aman, nyaman bagi wisatawan yang datang."Semoga Maluku terus aman, agar dunia pariwisata dapat meningkat, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," harapnya. PNO-12 18 Okt 2025, 13:12 WIT
Bupati Jayapura Gelar Lomba Pondok Natal 2025 yang Libatkan Juri dari Umat Muslim Papuanewsonline.com, Jayapura — Menjelang perayaan Natal tahun 2025, suasana di Kabupaten Jayapura mulai terasa hangat dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar Lomba Pondok Natal yang digelar serentak mulai dari Distrik Airu hingga Kaureh, melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Kegiatan tahunan ini bukan hanya ajang mempercantik lingkungan dengan hiasan Natal yang meriah, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama menjadi ciri khas kehidupan di Bumi Kenambai Umbai. Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Jayapura menegaskan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini mengandung pesan mendalam tentang kebersamaan lintas iman. Menurutnya, panitia penilai atau dewan juri bukan berasal dari umat Kristen, melainkan dari kalangan umat Muslim yang turut berperan aktif dalam proses penilaian lomba pondok Natal. “Ini merupakan bentuk nyata dari toleransi umat beragama di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati Jayapura dengan penuh semangat. “Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura bisa hidup berdampingan, saling menghormati, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan keyakinan.” Kebijakan tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai mencerminkan semangat keberagaman yang kuat di Papua. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat Natal tidak hanya milik umat Kristen, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat persaudaraan antarwarga. Selain menjadi ajang perayaan rohani, lomba pondok Natal juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan konsep pondok Natal yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki pesan moral, lingkungan, atau sosial yang kuat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin semua masyarakat Jayapura — tanpa memandang agama atau latar belakang — bisa berpartisipasi dan menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut Natal,” lanjut Bupati. Bupati Jayapura juga menekankan bahwa panitia akan menilai kreativitas berdasarkan unsur artistik, kekompakan tim, pesan sosial, serta kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lomba ini tidak hanya berfokus pada dekorasi, tetapi juga nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya. Lomba pondok Natal 2025 ini akan berlangsung selama beberapa hari di berbagai distrik. Puncak acara akan digelar di Distrik Jayapura, tempat para pemenang diumumkan dan mendapatkan penghargaan langsung dari pemerintah daerah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial menjelang pergantian tahun, sekaligus menunjukkan wajah Jayapura sebagai daerah yang damai dan penuh harmoni. “Semangat Natal tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menyalakan lilin kasih dan toleransi di hati setiap warga Jayapura,” tutup Bupati dengan penuh harapan. Penulis: Hendrik Editor: GF   16 Okt 2025, 15:54 WIT
“Merekam Jejak Mimika”: PFI Timika Hadirkan Pameran Foto Bernilai Sejarah Papuanewsonline.com, Timika - Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa di lantai 2 Diana Mall, Timika, ketika ratusan pengunjung memadati area pameran foto bertajuk “Mimika Photo Exhibition 2025” yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika. Pameran bertema “Merekam Jejak Mimika” ini resmi dibuka pada Jumat (10/10/2025), menampilkan ratusan foto yang menuturkan perjalanan panjang Kabupaten Mimika — dari masa lalu hingga wajah modern hari ini. Ratusan foto hitam putih dan berwarna menghiasi dinding pameran. Setiap karya bercerita — mulai dari foto para kepala daerah pertama Mimika, momen penting pembangunan infrastruktur, hingga ekspresi kehidupan masyarakat di pelosok pedalaman. Ada pula dokumentasi perayaan hari besar, potret pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi rakyat yang merefleksikan denyut kehidupan di kabupaten kaya sumber daya alam ini. Ketua Panitia Mimika Photo Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, tetapi ruang untuk mengajak publik memahami perjalanan sejarah Mimika dalam bingkai visual yang kuat. “Melalui pameran ini, kami ingin mengajak masyarakat menengok kembali pertumbuhan Mimika — mengenang, merenungkan, dan merayakan setiap fase pembangunan yang telah dilalui,” ujar Joe. “Fotografi adalah medium yang paling jujur. Ia merekam perubahan tanpa bisa berbohong,” tambahnya dengan penuh semangat. Selain sebagai perayaan HUT ke-29 Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi PFI untuk memperkuat komunitas fotografer lokal. Joe menuturkan, pameran ini bertujuan mengapresiasi karya pewarta foto, sekaligus mendorong generasi muda Mimika untuk terjun ke dunia fotografi dan jurnalisme visual. “Foto bukan hanya karya seni, tetapi juga alat pendidikan dan pembentuk kesadaran sosial. Kami ingin generasi muda melihat Mimika bukan hanya dari kata, tapi dari gambar yang berbicara,” jelasnya. Bupati Mimika Johannes Rettob yang hadir membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PFI Timika. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna mendalam karena berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-29 Kabupaten Mimika. “Foto lebih dari sekadar gambar; ia adalah saksi sejarah dan alat edukasi yang menyampaikan pesan perjuangan, kemajuan, dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rettob dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Rettob juga menceritakan secara singkat sejarah Mimika, mulai dari masa kolonial Belanda, masuknya gereja Katolik, pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mimika telah melalui banyak fase sejarah. Dari masa penuh tantangan hingga menjadi daerah maju seperti sekarang. Sudah sepantasnya kita memiliki ruang permanen untuk mengenang semua itu,” tuturnya. Dalam pidatonya, Bupati Rettob mengungkapkan rencana untuk membangun sebuah museum daerah yang akan menampung dokumentasi foto-foto bersejarah serta artefak peninggalan masa lalu Mimika. Rencana ini, katanya, menjadi bentuk penghargaan terhadap para tokoh dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu. “Foto-foto yang ditampilkan PFI hari ini adalah aset sejarah. Kami ingin agar jejak seperti ini tidak hilang dimakan waktu,” tegasnya. Pameran foto ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Diana Mall Timika sebagai tuan rumah kegiatan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi positif antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam membangun ekosistem seni dan budaya di Mimika. Selama tiga hari penyelenggaraan (10–12 Oktober 2025), pengunjung tampak antusias menikmati pameran, berfoto, dan berdiskusi tentang karya yang ditampilkan. Beberapa sekolah dan komunitas fotografi lokal juga menjadikan pameran ini sebagai kegiatan edukatif bagi siswa dan anggota baru. Melalui “Mimika Photo Exhibition 2025”, PFI Timika tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menyulam kembali kenangan dan semangat kolektif masyarakat Mimika. Dari lensa para pewarta foto, tergambar jelas bahwa setiap potret adalah potongan waktu — saksi bisu dari perjuangan, perubahan, dan harapan yang terus tumbuh di Tanah Amungsa ini.     Penulis: Jid Editor: GF 12 Okt 2025, 13:20 WIT
Sambut HUT Humas Polri ke-74, Polda Maluku Ajak Masyarakat Ikuti Lomba Kreatif Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Humas Polri yang jatuh pada 30 Oktober 2025, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga insan pers di Maluku untuk berpartisipasi dalam rangkaian lomba kreatif yang digagas Divisi Humas Polri.Mengusung tema “Polri Humanis Harapan Masyarakat”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah partisipasi publik dalam menyampaikan gagasan, kreativitas, serta harapan terhadap Polri yang lebih transparan, dekat, dan humanis.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, SIK menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya generasi muda.“Kami ingin memberi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas mereka sekaligus menyuarakan pandangan dan harapan positif kepada Polri. Melalui karya, diharapkan lahir narasi publik yang inspiratif tentang peran Polri sebagai sahabat dan mitra masyarakat,” ujar Kombes Rositah di Mapolda Maluku, Senin (6/10/2025).Tiga Kategori LombaPolda Maluku menjelaskan terdapat tiga kategori lomba yang bisa diikuti, antara lain:Lomba Video PendekTerbuka bagi masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, maupun wartawan dengan durasi 3–5 menit. Karya diharapkan menampilkan kiprah Polri dalam kehidupan sehari-hari, seperti program ketahanan pangan, gerakan pangan murah, atau layanan makan bergizi gratis.Lomba Logo PoliceTubeDikhususkan untuk masyarakat umum. Peserta ditantang menciptakan logo kreatif dengan makna filosofis yang sejalan dengan semangat Polri humanis.Lomba Keaktifan Video PolriKategori ini hanya diperuntukkan bagi internal anggota Polri. Penilaian berfokus pada kreativitas, orisinalitas, dan etika penyampaian pesan publik melalui platform PoliceTube.Jadwal LombaPendaftaran: 1–25 Oktober 2025 melalui aplikasi PoliceTube atau situs resmi www.policetube.com.Seleksi karya: Dewan kurator akan menyeleksi 10 karya terbaik di setiap kategori pada 26 Oktober 2025.Pengumuman pemenang: 27 Oktober 2025 melalui kanal resmi media sosial Humas Polri.Penganugerahan: Para juara akan diundang ke Jakarta pada 28 Oktober 2025 untuk menerima penghargaan secara langsung.Kombes Rositah yang juga pernah menjabat Kapolres Maluku Tengah ini menekankan, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya membangun kolaborasi positif antara Polri dan masyarakat.“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum kreativitas dan kolaborasi. Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam membangun harapan bersama,” tandasnya.Dengan penyelenggaraan lomba ini, Polri berharap dapat memperkuat citra sebagai institusi yang humanis, terbuka, serta semakin dekat dengan masyarakat. PNO-12 07 Okt 2025, 07:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT