Papuanewsonline.com
Polres Tual Luncurkan “Baileo Emarina” Rumah Damai Berbasis Kearifan Lokal
Papuanewsonline.com, Tual – Polres Tual resmi meluncurkan Baileo Emarina atau Rumah Damai, sebuah program inovatif berbasis kearifan lokal yang menjadi ruang dialog dan penyelesaian masalah sosial secara damai di tengah masyarakat.Kegiatan peluncuran berlangsung di kawasan Pasar Baru Tual, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, pada Kamis (13/11/2025) pagi, dipimpin langsung oleh Kapolres Tual, AKBP Adrian S.Y. Tuuk, S.I.K., M.H.Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa Baileo Emarina merupakan bagian dari inisiatif Polda Maluku dalam menghidupkan kembali semangat musyawarah adat khas Maluku melalui pendekatan budaya.“Baileo, yang dalam tradisi Maluku adalah rumah adat tempat masyarakat bermusyawarah, kini hadir dalam wujud baru sebagai Baileo Emarina. Tempat ini menjadi rumah singgah bagi kita semua untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik dengan semangat kekeluargaan,” ujar Kapolres.Menurut AKBP Adrian, Baileo Emarina tidak sekadar wadah simbolik, tetapi menjadi sarana nyata dalam mencegah konflik sosial, memperkuat komunikasi antarwarga, serta membangun sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.“Peluncuran Baileo Emarina bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal perjalanan panjang dalam merawat kedamaian dan kerukunan di Bumi Maren,” tegasnya.Kegiatan launching turut diisi dengan penyerahan paket sembako kepada perwakilan masyarakat, foto bersama, serta diskusi Kamtibmas yang diikuti antusias oleh warga dan para tokoh masyarakat.Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Wali Kota Tual Drs. Gufroni Rahanyamtel, Kasat Binmas IPTU C. Waas, Kapolsek Dullah Selatan IPDA Muhammad Said, S.H., perwakilan Dandim 1503/Tual, Babinsa, para kepala desa dan lurah, tokoh adat, serta masyarakat setempat.Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai sekitar pukul 11.25 WIT.Menutup kegiatan, Kapolres Tual mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial di Kota Tual.“Mari kita terus bersatu padu, menguatkan persaudaraan, dan menjadikan Kota Tual sebagai contoh nyata dalam merawat perdamaian,” tutup Kapolres.Langkah Polres Tual meluncurkan Baileo Emarina patut diapresiasi sebagai bentuk inovasi kepolisian yang berpijak pada nilai-nilai kultural masyarakat Maluku. Pendekatan berbasis budaya ini menjadi alternatif solutif dalam menciptakan keamanan yang humanis dan partisipatif. Dengan menghidupkan kembali semangat musyawarah adat, Polres Tual menunjukkan bahwa perdamaian sejati tumbuh dari akar budaya dan kesadaran bersama untuk hidup rukun dalam bingkai persaudaraan. PNO-12
13 Nov 2025, 17:07 WIT
Pemerintah Pusat Tegaskan Dukungan Penuh bagi Kreativitas Pemuda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Jayapura saat jajaran pemerintah
pusat menggelar kegiatan ramah tamah dengan masyarakat dan pemuda Papua, Rabu
(5/11/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang
Politik, dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago, bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI
(Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., serta Gubernur Papua, Komjen Pol (P)
Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H. Pertemuan tersebut bukan sekadar
ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi
antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kreativitas generasi muda
Papua sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Gubernur Papua
Matius D. Fakhiri memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda yang terus
menunjukkan semangat, dedikasi, dan kreativitasnya untuk membangun Tanah Papua.
Ia menyebut generasi muda saat ini sebagai “Generasi Emas Papua 45” — simbol
semangat baru yang siap membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia. “Generasi emas Papua 45, belajar
terus, berkreatif untuk bangsa dan negara Republik Indonesia, untuk tanah Papua
yang kita cintai. Sukses untuk tanah Papua,” ujar Fakhiri penuh semangat. Fakhiri menegaskan bahwa masa
depan Papua berada di tangan anak muda yang berani berinovasi dan menciptakan
peluang. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan
ruang dan dukungan bagi berkembangnya ide, bakat, dan potensi para pemuda di
berbagai bidang — mulai dari ekonomi kreatif, pendidikan, teknologi, hingga
kewirausahaan berbasis lokal. Sementara itu, Menko Polkam
Djamari Chaniago menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menindaklanjuti
berbagai masukan dan aspirasi yang diterima selama rangkaian kunjungan kerja di
Papua. Ia menilai, apa yang disampaikan masyarakat dan generasi muda Papua
merupakan gagasan-gagasan berharga yang harus diwujudkan melalui kebijakan
nyata. “Ada kelanjutan pasti. Kami
datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mendengar dan
menangkap aspirasi dari masyarakat Papua. Banyak masukan yang positif, dan
semua itu pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Djamari. Ia juga memuji soliditas
pemerintah daerah serta peran aktif anak muda Papua dalam berbagai sektor
pembangunan. Menurutnya, kekuatan utama Papua bukan hanya pada kekayaan alam,
tetapi juga pada kreativitas manusianya yang terus berkembang seiring kemajuan
zaman. “Saya melihat semangat luar biasa
dari anak-anak muda Papua. Mereka bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga tekad
untuk memajukan daerahnya. Itu aset besar yang harus kita jaga dan dukung
bersama,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Kepala
BIN, Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, menambahkan bahwa kreativitas dan
produktivitas pemuda Papua merupakan bagian penting dari stabilitas dan
ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa keamanan dan
kemajuan Papua tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada keaktifan
masyarakat — khususnya generasi muda — dalam membangun masa depan daerahnya
sendiri. Herindra juga menyampaikan
apresiasi kepada Gubernur Papua dan jajaran Forkopimda atas kolaborasi yang
solid dalam menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan sumber daya manusia di Bumi Cenderawasih. Pemerintah pusat berkomitmen
untuk memastikan pembangunan di Papua berjalan berkelanjutan, inklusif, dan
berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus utama ke depan adalah mengembangkan
ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi anak muda, baik melalui
pelatihan, pendanaan, maupun akses pasar bagi produk lokal. Rangkaian kegiatan ramah tamah
ini pun diakhiri dengan foto bersama antara Menko Polkam, Kepala BIN, Gubernur
Papua, dan para pemuda yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya semangat
kolaborasi dan harapan baru untuk Papua yang damai, maju, dan berdaya saing
tinggi. “Pemerintah pusat dan daerah akan
terus bergandengan tangan. Anak muda Papua harus tetap percaya diri, terus
belajar, terus berkarya, dan jangan pernah berhenti bermimpi untuk memajukan
tanah kelahiranmu,” tutup Djamari penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:46 WIT
Menko Polkam Kagum dengan Kreativitas Pemuda Papua di PYCH
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti gedung Papua Youth Creative
Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Rabu (5/11/2025), saat Menteri Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago,
melakukan kunjungan kerja dan bertemu langsung dengan para pemuda kreatif
Papua. Kunjungan ini menjadi salah satu
agenda penting Menko Polkam selama berada di Bumi Cenderawasih. Ia datang tidak
hanya untuk melihat fasilitas, tetapi juga menyerap semangat, ide, dan inovasi
dari generasi muda Papua yang telah membuktikan diri sebagai motor penggerak
kreativitas di wilayah timur Indonesia. Disambut langsung oleh Gubernur
Papua, Mathius D. Fakhiri, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda), kunjungan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh
apresiasi. Para pemuda yang tergabung di PYCH tampak antusias menunjukkan hasil
karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, produk fesyen, kuliner khas, hingga
karya teknologi dan digital kreatif. Menko Polkam Terkesima Lihat
Hasil Karya Anak Muda Papua Dalam kesempatan itu, Menko Polkam
Djamari Chaniago mengaku terkagum-kagum dengan perkembangan pesat PYCH yang
kini menjadi wadah ekspresi dan inovasi pemuda Papua sejak diresmikan dua tahun
lalu. “Saya bersama Bapak Kabin datang
ingin bersilaturahmi, ingin bertemu langsung dengan para pemuda di PYCH ini,”
ujar Djamari dalam sambutannya.
“Saya kagum melihat bangunan ini yang sudah berdiri dua tahun dan berkembang
begitu pesat. Begitu banyak kreativitas luar biasa yang lahir dari tangan anak
muda Papua. Alangkah indahnya melihat semangat seperti ini,” lanjutnya dengan
wajah penuh kekaguman. Menko Polkam juga terlihat menyempatkan
diri melihat hasil karya baju dan produk mode buatan pemuda Papua yang
menggabungkan motif tradisional dan desain modern. Ia tak ragu memuji karya
tersebut sebagai bentuk inovasi yang mengangkat identitas budaya lokal ke
tingkat nasional bahkan internasional. Dalam arahannya, Djamari
menegaskan bahwa pemuda adalah kekuatan utama bangsa, termasuk di Papua. Ia
mengutip kalimat legendaris Bung Karno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan
kuguncang dunia,” untuk menegaskan keyakinannya akan potensi generasi muda di
Tanah Papua. “Papua memiliki potensi anak muda
yang luar biasa. Mereka bukan hanya kreatif, tetapi juga punya semangat juang
tinggi untuk membangun daerahnya,” ujarnya.
“Tugas pemerintah adalah memberi mereka ruang, dukungan, dan kesempatan agar
ide-ide besar mereka bisa tumbuh menjadi karya nyata bagi masyarakat,”
tambahnya. Menurut Djamari, kreativitas dan
inovasi yang tumbuh di PYCH menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan
pembangunan berbasis potensi lokal dan sumber daya manusia muda dapat
menghasilkan dampak positif. Ia pun mendorong pemerintah daerah agar lebih
aktif membina dan melibatkan pemuda dalam program pembangunan, ekonomi kreatif,
dan pemberdayaan masyarakat. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri,
yang mendampingi Menko Polkam selama kunjungan, mengungkapkan rasa bangganya
terhadap eksistensi PYCH yang kini menjadi ikon kreativitas dan pusat inovasi
pemuda Papua. “PYCH adalah bukti bahwa anak
muda Papua mampu bersaing dan berkreasi. Pemerintah daerah akan terus mendukung
keberlanjutan tempat ini agar menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak
inovator muda,” kata Gubernur Fakhiri. Selain menjadi ruang kreatif,
PYCH juga telah menjadi pusat pembinaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan,
tempat anak muda Papua belajar membangun usaha berbasis potensi daerah, seperti
kuliner khas, kerajinan tangan, hingga digital marketing. Kunjungan Menko Polkam ini
menegaskan kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah generasi muda Papua,
bukan sekadar dalam bentuk program, tetapi juga dalam dukungan nyata terhadap
karya dan masa depan mereka. Menutup kunjungannya, Djamari
Chaniago berpesan kepada seluruh pemuda Papua agar tidak berhenti bermimpi dan
terus menciptakan karya yang membawa kebanggaan bagi Tanah Papua dan Indonesia. “Kreativitas kalian adalah cahaya
bagi masa depan Papua. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah inspirasi
bagi Indonesia dari ujung timur negeri ini,” tutup Menko Polkam dengan penuh
semangat. Penulis: Jid Editor: GF
06 Nov 2025, 10:38 WIT
TIFA Creative Timika Bawa Pesona Papua ke Maluku Tenggara di Festival Meti Kei 2025
Papuanewsonline.com, Maluku
Tenggara — Langit sore Pantai Ngur Sarnadan, Ohoililir, menjadi saksi bagaimana
semangat budaya dan persaudaraan antar daerah hidup dalam gerak dan irama. Di
bawah gemuruh tepuk tangan penonton, TIFA Creative Timika tampil memukau di
panggung Festival Meti Kei 2025, Kamis (30/10/2025). Sepuluh penari muda dari
Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sukses menghadirkan penampilan memikat yang
menggabungkan keindahan tarian adat Papua dan nuansa khas budaya Kei. Gerakan penuh semangat, diiringi
tabuhan tifa dan nyanyian etnik, menggambarkan kekuatan persatuan dan cinta
terhadap tanah air. Bukan sekadar pertunjukan seni, penampilan mereka menjadi
simbol kolaborasi budaya antara dua wilayah timur Indonesia yang kaya nilai dan
tradisi. “Kami sangat bangga bisa membawa
nama Timika ke Festival Meti Kei 2025. Ini bukan hanya tentang menari, tapi
tentang memperkenalkan jati diri dan semangat kebudayaan Papua kepada
saudara-saudara kami di Maluku Tenggara,” ujar Yosef, Ketua TIFA Creative
Timika, dengan wajah penuh haru dan bangga. Dalam penampilannya, TIFA
Creative Timika membawakan repertoar bertajuk “Irama Tifa di Bawah Matahari
Timur”, sebuah karya tari yang memadukan unsur gerak tradisional Papua dengan
gaya tarian Kei yang lembut namun energik. Tema tersebut menggambarkan
kehidupan masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan laut, serta
semangat gotong royong yang menjadi fondasi budaya di timur Nusantara. Penampilan ini tak hanya
menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga
nilai-nilai adat dan harmoni alam. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para
penari membawa penonton larut dalam suasana sakral yang merefleksikan kekuatan
spiritual masyarakat Papua. “Kami ingin menunjukkan bahwa
budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi juga jembatan masa depan. Melalui
tarian ini, kami ingin menyatukan perbedaan lewat seni,” tambah Yosef. Festival Meti Kei merupakan acara
budaya tahunan yang merayakan fenomena alam “meti”—saat air laut surut dan
memperlihatkan hamparan pasir putih yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan
Kei. Fenomena alam unik ini selalu menjadi momentum perayaan besar yang
diwarnai dengan pameran budaya, parade seni, dan pertunjukan musik tradisional. Tahun 2025, festival ini menjadi
lebih istimewa karena menghadirkan kolaborasi budaya lintas provinsi, termasuk
dari Papua Tengah. Pemerintah Daerah Maluku Tenggara juga mengapresiasi
partisipasi TIFA Creative Timika sebagai bentuk nyata dari semangat Bhinneka
Tunggal Ika. “Kolaborasi seperti ini penting
untuk memperkuat jalinan antar daerah di Indonesia Timur. Kehadiran Timika
memberikan warna baru dan semangat kebersamaan yang luar biasa,” ujar salah
satu panitia Festival Meti Kei 2025. Kehadiran TIFA Creative Timika di
ajang ini menjadi bukti bahwa generasi muda Papua memiliki semangat besar untuk
mengangkat dan melestarikan kebudayaan lokal. Melalui seni tari, mereka bukan
hanya memperkenalkan budaya Papua ke daerah lain, tetapi juga memperkuat
jalinan emosional antara masyarakat Papua dan Maluku Tenggara yang selama ini
memiliki akar sejarah dan budaya yang saling bersinggungan. “Kami ingin agar anak-anak muda
di seluruh Indonesia bisa saling mengenal budaya masing-masing. Dari sinilah
kita belajar menghargai perbedaan dan memperkuat persatuan,” pungkas Yosef. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Okt 2025, 22:32 WIT
Lestarikan Budaya Lewat Musik! Pj Sekda Papua Apresiasi Lomba Akustik Pemuda
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Pemerintah Provinsi
Papua menggelar Lomba Musik Akustik tingkat SMA/SMK yang berlangsung meriah di GOR
Cenderawasih, Jayapura, pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota
Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom ini tidak hanya menjadi ajang unjuk
bakat musik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya dan rasa
cinta Tanah Air di kalangan generasi muda. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj
Sekda) Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, yang hadir langsung dalam kegiatan
tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para pelajar yang
menampilkan karya musik dengan semangat kebersamaan dan nasionalisme. “Kita sangat mengapresiasi
kegiatan ini karena memberikan ruang bagi anak-anak kita untuk mengekspresikan
diri, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai kerja sama dan
kebersamaan. Dari sini mereka belajar menjadi pemimpin, sekaligus motivator bagi
teman-temannya,” ujar Suzana. Dalam kesempatan tersebut, Suzana
menekankan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan
membangun karakter anak muda Papua.
Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk
pembelajaran sosial yang membangun nilai gotong royong, komunikasi, dan
tanggung jawab bersama dalam satu tim. “Musik akustik mengajarkan
anak-anak kita bagaimana membangun satu tim yang solid. Dalam bermusik, mereka
belajar mendengarkan satu sama lain agar tercipta harmoni. Itu adalah pelajaran
berharga bagi kehidupan mereka ke depan,” jelasnya. Suzana menilai lomba ini juga
menjadi simbol dari semangat Sumpah Pemuda 1928, di mana generasi muda
berkomitmen bersatu dalam keberagaman demi Indonesia yang lebih baik. Ia
berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan
lebih banyak sekolah dan komunitas pemuda di berbagai daerah Papua. Sementara itu, Plt Kepala Dinas
Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Sonya Monim, menyebutkan bahwa lomba musik
akustik ini diikuti oleh 15 tim pelajar SMA/SMK.
Setiap tim diwajibkan membawakan lagu nasional “Bangun Pemuda/Pemudi” serta
satu lagu daerah pilihan. Sonya menjelaskan bahwa konsep
akustik dipilih karena genre ini digemari kalangan muda Papua dan relatif mudah
dipadukan dengan unsur musik daerah. “Kami memilih musik akustik
karena anak-anak Papua sangat kreatif dan banyak yang punya bakat di bidang
musik. Dari lomba ini, kami ingin menggali dan mengembangkan potensi mereka
agar bisa terus berkarya,” ungkapnya. Ia menambahkan, lomba musik
akustik ini juga memiliki misi penting, yaitu melestarikan bahasa ibu dan
budaya lokal di tengah arus modernisasi yang begitu cepat. “Sekarang banyak anak muda yang
lebih mengenal istilah asing daripada bahasa daerahnya sendiri. Kami ingin
lewat lomba ini mereka kembali mengenal dan bangga akan bahasa serta budaya
Papua,” tegas Sonya. Kegiatan ini bukan sekadar lomba
hiburan, melainkan gerakan kebudayaan untuk menjaga eksistensi bahasa dan musik
daerah di tengah perkembangan zaman.
Sonya menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin menanamkan kesadaran kepada
generasi muda bahwa budaya adalah jati diri bangsa. “Musik daerah dan bahasa ibu
adalah warisan yang harus dijaga. Anak-anak boleh modern, boleh berinovasi,
tapi jangan sampai lupa akar budaya mereka,” katanya. Ia berharap kegiatan semacam ini
dapat menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat rasa bangga
terhadap identitas ke-Papua-an di kalangan remaja. Pemerintah Provinsi Papua
juga berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan dalam
memperingati Hari Sumpah Pemuda. Menutup sambutannya, Pj Sekda Suzana
D. Wanggai berpesan agar generasi muda Papua tidak hanya menjadi penonton dalam
kemajuan bangsa, tetapi juga menjadi pelaku perubahan yang kreatif, berbudaya,
dan berkarakter. “Kita ingin pemuda Papua menjadi
generasi yang bangga akan budayanya, cinta tanah air, dan punya semangat untuk
berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ucapnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan bahwa
semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga dalam setiap karya dan tindakan nyata
anak-anak Papua.
“Lewat musik, kita bisa menyatukan hati dan mengobarkan semangat kebangsaan,”
tambahnya. Penulis: Jid Editor: GF
25 Okt 2025, 04:33 WIT
Polda Maluku Apresiasi Festival Benteng Victoria: Tingkatkan Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat
Papuanewsonline.com, Ambon - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi S.I.K, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Festival Benteng Victoria oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Provinsi Maluku.Apresiasi tersebut disampaikan Kombes Rositah saat menghadiri kegiatan tersebut mewakili Kapolda Maluku di lapangan Merdeka, kota Ambon, Jumat (17/10/2025).Dengan mengusung tema "Toma Maju Berbudaya" kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto. Turut hadir Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Kementerian Kebudayaan RI, Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Sekda Provinsi Maluku, Walikota dan Wakil Walikota Ambon serta Forkopimda Provinsi dan Kota Ambon.Festival Benteng Victoria dilaksanakan dengan tujuan pelestarian dan pengembangan warisan budaya. Ini juga untuk mendorong kreativitas dan inovasi seni dan budaya, serta membangun identitas dan komunitas. "Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan festival benteng Victoria," kata Kabid Humas Kombes Rositah Umasugi.Kegiatan yang dimeriahkan oleh ratusan peserta karnaval budaya nusantara ini, kata Kombes Rositah, dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya serta kerjasama antarbudaya dan Internasional."Semoga kegiatan ini dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan lokal, nasional maupun internasional sehingga bisa meningkatkan perekonomian di Maluku," harapnya.Polda Maluku, lanjut Kombes Rositah, siap menjamin keamanan dan mendorong peningkatan pariwisata di provinsi Maluku. "Saatnya Maluku bangkit dengan dunia pariwisatanya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pintanya.Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif di setiap lokasi wisata akan menumbuhkan rasa aman, nyaman bagi wisatawan yang datang."Semoga Maluku terus aman, agar dunia pariwisata dapat meningkat, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," harapnya. PNO-12
18 Okt 2025, 13:12 WIT
Bupati Jayapura Gelar Lomba Pondok Natal 2025 yang Libatkan Juri dari Umat Muslim
Papuanewsonline.com, Jayapura — Menjelang
perayaan Natal tahun 2025, suasana di Kabupaten Jayapura mulai terasa hangat
dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar Lomba Pondok
Natal yang digelar serentak mulai dari Distrik Airu hingga Kaureh, melibatkan
partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Kegiatan tahunan ini bukan hanya
ajang mempercantik lingkungan dengan hiasan Natal yang meriah, tetapi juga
menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, mempererat
kebersamaan, dan meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama
menjadi ciri khas kehidupan di Bumi Kenambai Umbai. Dalam keterangannya kepada awak
media, Bupati Jayapura menegaskan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini mengandung
pesan mendalam tentang kebersamaan lintas iman. Menurutnya, panitia penilai
atau dewan juri bukan berasal dari umat Kristen, melainkan dari kalangan umat
Muslim yang turut berperan aktif dalam proses penilaian lomba pondok Natal. “Ini merupakan bentuk nyata dari
toleransi umat beragama di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati
Jayapura dengan penuh semangat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura bisa hidup berdampingan,
saling menghormati, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan keyakinan.” Kebijakan tersebut mendapat
apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai mencerminkan semangat
keberagaman yang kuat di Papua. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat Natal
tidak hanya milik umat Kristen, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat
persaudaraan antarwarga. Selain menjadi ajang perayaan
rohani, lomba pondok Natal juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan
kreativitas masyarakat. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan konsep
pondok Natal yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki pesan
moral, lingkungan, atau sosial yang kuat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin
semua masyarakat Jayapura — tanpa memandang agama atau latar belakang — bisa
berpartisipasi dan menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut Natal,”
lanjut Bupati. Bupati Jayapura juga menekankan
bahwa panitia akan menilai kreativitas berdasarkan unsur artistik, kekompakan
tim, pesan sosial, serta kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lomba ini tidak
hanya berfokus pada dekorasi, tetapi juga nilai kebersamaan yang terkandung di
dalamnya. Lomba pondok Natal 2025 ini akan
berlangsung selama beberapa hari di berbagai distrik. Puncak acara akan digelar
di Distrik Jayapura, tempat para pemenang diumumkan dan mendapatkan penghargaan
langsung dari pemerintah daerah. Kegiatan ini juga diharapkan
menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial menjelang pergantian tahun,
sekaligus menunjukkan wajah Jayapura sebagai daerah yang damai dan penuh
harmoni. “Semangat Natal tahun ini bukan
hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menyalakan lilin kasih dan
toleransi di hati setiap warga Jayapura,” tutup Bupati dengan penuh harapan. Penulis: Hendrik
Editor: GF
16 Okt 2025, 15:54 WIT
“Merekam Jejak Mimika”: PFI Timika Hadirkan Pameran Foto Bernilai Sejarah
Papuanewsonline.com, Timika -
Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa di lantai 2 Diana Mall, Timika,
ketika ratusan pengunjung memadati area pameran foto bertajuk “Mimika Photo
Exhibition 2025” yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika.
Pameran bertema “Merekam Jejak Mimika” ini resmi dibuka pada Jumat
(10/10/2025), menampilkan ratusan foto yang menuturkan perjalanan panjang
Kabupaten Mimika — dari masa lalu hingga wajah modern hari ini. Ratusan foto hitam putih dan
berwarna menghiasi dinding pameran. Setiap karya bercerita — mulai dari foto
para kepala daerah pertama Mimika, momen penting pembangunan infrastruktur,
hingga ekspresi kehidupan masyarakat di pelosok pedalaman.
Ada pula dokumentasi perayaan hari besar, potret pelayanan kesehatan, hingga
kegiatan ekonomi rakyat yang merefleksikan denyut kehidupan di kabupaten kaya
sumber daya alam ini. Ketua Panitia Mimika Photo
Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar
ajang unjuk karya, tetapi ruang untuk mengajak publik memahami perjalanan
sejarah Mimika dalam bingkai visual yang kuat. “Melalui pameran ini, kami ingin
mengajak masyarakat menengok kembali pertumbuhan Mimika — mengenang,
merenungkan, dan merayakan setiap fase pembangunan yang telah dilalui,” ujar
Joe.
“Fotografi adalah medium yang paling jujur. Ia merekam perubahan tanpa bisa
berbohong,” tambahnya dengan penuh semangat. Selain sebagai perayaan HUT ke-29
Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi PFI untuk
memperkuat komunitas fotografer lokal. Joe menuturkan, pameran ini bertujuan mengapresiasi
karya pewarta foto, sekaligus mendorong generasi muda Mimika untuk terjun ke
dunia fotografi dan jurnalisme visual. “Foto bukan hanya karya seni,
tetapi juga alat pendidikan dan pembentuk kesadaran sosial. Kami ingin generasi
muda melihat Mimika bukan hanya dari kata, tapi dari gambar yang berbicara,”
jelasnya. Bupati Mimika Johannes Rettob
yang hadir membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi
kepada PFI Timika. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna mendalam karena
berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-29 Kabupaten Mimika. “Foto lebih dari sekadar gambar;
ia adalah saksi sejarah dan alat edukasi yang menyampaikan pesan perjuangan,
kemajuan, dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rettob dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Rettob juga
menceritakan secara singkat sejarah Mimika, mulai dari masa kolonial Belanda,
masuknya gereja Katolik, pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mimika telah melalui banyak fase
sejarah. Dari masa penuh tantangan hingga menjadi daerah maju seperti sekarang.
Sudah sepantasnya kita memiliki ruang permanen untuk mengenang semua itu,”
tuturnya. Dalam pidatonya, Bupati Rettob
mengungkapkan rencana untuk membangun sebuah museum daerah yang akan menampung
dokumentasi foto-foto bersejarah serta artefak peninggalan masa lalu Mimika.
Rencana ini, katanya, menjadi bentuk penghargaan terhadap para tokoh dan
masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu. “Foto-foto yang ditampilkan PFI
hari ini adalah aset sejarah. Kami ingin agar jejak seperti ini tidak hilang
dimakan waktu,” tegasnya. Pameran foto ini mendapat
dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Diana
Mall Timika sebagai tuan rumah kegiatan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi
positif antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam
membangun ekosistem seni dan budaya di Mimika. Selama tiga hari penyelenggaraan
(10–12 Oktober 2025), pengunjung tampak antusias menikmati pameran, berfoto,
dan berdiskusi tentang karya yang ditampilkan. Beberapa sekolah dan komunitas
fotografi lokal juga menjadikan pameran ini sebagai kegiatan edukatif bagi
siswa dan anggota baru. Melalui “Mimika Photo Exhibition
2025”, PFI Timika tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menyulam
kembali kenangan dan semangat kolektif masyarakat Mimika. Dari lensa para
pewarta foto, tergambar jelas bahwa setiap potret adalah potongan waktu — saksi
bisu dari perjuangan, perubahan, dan harapan yang terus tumbuh di Tanah Amungsa
ini. Penulis: Jid Editor: GF
12 Okt 2025, 13:20 WIT
Sambut HUT Humas Polri ke-74, Polda Maluku Ajak Masyarakat Ikuti Lomba Kreatif
Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Humas Polri yang jatuh pada 30 Oktober 2025, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengajak masyarakat, pelajar, mahasiswa, hingga insan pers di Maluku untuk berpartisipasi dalam rangkaian lomba kreatif yang digagas Divisi Humas Polri.Mengusung tema “Polri Humanis Harapan Masyarakat”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah partisipasi publik dalam menyampaikan gagasan, kreativitas, serta harapan terhadap Polri yang lebih transparan, dekat, dan humanis.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, SIK menyampaikan bahwa lomba ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya generasi muda.“Kami ingin memberi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas mereka sekaligus menyuarakan pandangan dan harapan positif kepada Polri. Melalui karya, diharapkan lahir narasi publik yang inspiratif tentang peran Polri sebagai sahabat dan mitra masyarakat,” ujar Kombes Rositah di Mapolda Maluku, Senin (6/10/2025).Tiga Kategori LombaPolda Maluku menjelaskan terdapat tiga kategori lomba yang bisa diikuti, antara lain:Lomba Video PendekTerbuka bagi masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, maupun wartawan dengan durasi 3–5 menit. Karya diharapkan menampilkan kiprah Polri dalam kehidupan sehari-hari, seperti program ketahanan pangan, gerakan pangan murah, atau layanan makan bergizi gratis.Lomba Logo PoliceTubeDikhususkan untuk masyarakat umum. Peserta ditantang menciptakan logo kreatif dengan makna filosofis yang sejalan dengan semangat Polri humanis.Lomba Keaktifan Video PolriKategori ini hanya diperuntukkan bagi internal anggota Polri. Penilaian berfokus pada kreativitas, orisinalitas, dan etika penyampaian pesan publik melalui platform PoliceTube.Jadwal LombaPendaftaran: 1–25 Oktober 2025 melalui aplikasi PoliceTube atau situs resmi www.policetube.com.Seleksi karya: Dewan kurator akan menyeleksi 10 karya terbaik di setiap kategori pada 26 Oktober 2025.Pengumuman pemenang: 27 Oktober 2025 melalui kanal resmi media sosial Humas Polri.Penganugerahan: Para juara akan diundang ke Jakarta pada 28 Oktober 2025 untuk menerima penghargaan secara langsung.Kombes Rositah yang juga pernah menjabat Kapolres Maluku Tengah ini menekankan, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya membangun kolaborasi positif antara Polri dan masyarakat.“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum kreativitas dan kolaborasi. Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam membangun harapan bersama,” tandasnya.Dengan penyelenggaraan lomba ini, Polri berharap dapat memperkuat citra sebagai institusi yang humanis, terbuka, serta semakin dekat dengan masyarakat. PNO-12
07 Okt 2025, 07:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru