logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Seni Homepage
Rayakan HUT RI : Mimika Semarak dengan Karnaval Mobil Hias Papuanewsonline.com, Mimika – Jalan-jalan utama Kota Timika berubah menjadi lautan warna dan semangat kebangsaan saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar karnaval mobil hias dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80. Sebanyak 46 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi, hingga paguyuban masyarakat ikut ambil bagian, menampilkan parade kendaraan dengan dekorasi unik yang memadukan unsur budaya, pembangunan, dan nilai nasionalisme. Karnaval ini bukan sekadar parade kendaraan berhiaskan bendera dan ornamen, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas lokal. Masyarakat berbondong-bondong memenuhi pinggir jalan, menyaksikan kreativitas peserta yang berhasil mengubah mobil menjadi karya seni berjalan. Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa karnaval mobil hias merupakan perwujudan filosofi “Mimika Rumah Kita”, sebuah metafora tentang persatuan dalam keberagaman. “Karnaval ini bukan hanya ajang kreativitas, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi dan rasa memiliki terhadap tanah Papua. Saya bangga melihat semangat dan antusiasme seluruh peserta. Ini bukti bahwa kita semua memiliki cinta dan kepedulian terhadap Mimika,” ujar Rettob disambut tepuk tangan meriah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa dekorasi mobil yang sarat makna dan inovasi menunjukkan betapa besarnya potensi Mimika. “Semoga karnaval ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkarya dan membangun Mimika yang lebih baik,” tambahnya. Ketua Panitia HUT ke-80 RI Mimika, Ananias Faot, menjelaskan bahwa karnaval mobil hias menempuh rute panjang yang dimulai dari Kantor Pusat Pemerintahan, melewati Bundaran SP2, Jalan Charitas, Perempatan Jalan Hasanuddin menuju Timika Mall, lalu ke Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis, dan berakhir di Bundaran Eme Neme Yauware. Sepanjang rute, masyarakat tumpah ruah di jalanan, bersorak dan berfoto bersama mobil-mobil hias yang tampil dengan berbagai tema, mulai dari simbol perjuangan kemerdekaan, nuansa adat Papua, hingga program pembangunan daerah. Sebagai bentuk penghargaan, panitia akan memberikan sertifikat kepada seluruh peserta karnaval. Sementara itu, pengumuman pemenang lomba mobil hias akan digelar pada awal September mendatang, berbarengan dengan karnaval tingkat pelajar dan lomba kebersihan tingkat kelurahan. Kemeriahan karnaval mobil hias ini menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI di Mimika tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dengan perpaduan kreativitas, budaya, dan semangat gotong royong masyarakat.   Penulis : Abim Editor : GF 21 Agu 2025, 00:56 WIT
Polri Hadir di Parade Kendaraan Hias HUT RI ke-80 Papuanewsonline.com, Jakarta – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin terasa di Ibu Kota. Tak hanya melalui upacara kenegaraan dan pesta rakyat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) juga akan turut serta meramaikan parade kendaraan hias bertema “Polri untuk Masyarakat”, yang digelar Minggu malam, 17 Agustus 2025. Parade tersebut akan dimulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) pada pukul 19.00 WIB, melintasi jalan-jalan protokol ibu kota seperti Jalan MH Thamrin dan Sudirman, hingga berakhir di kawasan Semanggi. Ribuan masyarakat diperkirakan akan tumpah ruah menyaksikan atraksi budaya dan kendaraan hias yang penuh warna dalam perayaan akbar kemerdekaan ini. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa partisipasi Polri dalam parade bukan sekadar keikutsertaan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen institusi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat. “Tema yang kami usung adalah Polri untuk Masyarakat. Ini merupakan simbol semangat transformasi Polri menuju institusi yang modern, adaptif, serta mengedepankan pendekatan humanis. Melalui parade ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya hadir dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa,” ujar Brigjen Trunoyudo. Menurutnya, parade kendaraan hias menjadi medium kreatif Polri untuk menyampaikan pesan tentang keterlibatan aktif dalam berbagai bidang pembangunan nasional, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan sosial. Sebagai bentuk sinergi dengan program Asta Cita Presiden RI, Polri juga akan menampilkan elemen visual dalam kendaraan hiasnya yang menggambarkan dukungan terhadap agenda prioritas nasional. Ornamen dan simbol yang digunakan mencerminkan peran kepolisian dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. “Ini adalah bagian dari upaya kami mendukung visi Indonesia Emas 2045. Polri ingin selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan transformasi bangsa berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” tambah Trunoyudo. Dalam parade ini, kendaraan hias Polri akan tampil dengan desain sarat makna, memadukan simbol kebangsaan dengan kekayaan budaya Nusantara. Tidak hanya menampilkan kendaraan hias, Polri juga menghadirkan pasukan tematik yang mewakili keberagaman budaya bangsa, seperti, Pasukan Ketahanan Pangan dengan visualisasi kemandirian pangan nasional, Pasukan Majapahit yang menggambarkan kejayaan sejarah Nusantara, Pasukan Kabasaran Minahasa dari Sulawesi Utara, simbol keberanian dan pengabdian, Pasukan Baleganjur Bali, yang menyuguhkan semangat harmoni dan persatuan lewat seni tabuh khas Pulau Dewata. Rangkaian tersebut diharapkan menjadi daya tarik utama sekaligus menyampaikan pesan mendalam bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Kehadiran Polri dalam parade kendaraan hias HUT RI ke-80 diharapkan bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, melainkan juga pengingat bahwa Polri hadir sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat dalam arti sesungguhnya. “Parade ini kami harapkan bisa mendekatkan Polri dengan masyarakat. Bahwa Polri bukan hanya aparat keamanan, tapi juga bagian dari rakyat yang sama-sama berjuang membangun negeri,” pungkas Brigjen Trunoyudo.   Penulis : GF Editor : GF 17 Agu 2025, 23:11 WIT
Seka: Tari yang Menyatukan Hati dan Budaya Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana meriah memenuhi GOR SP 5 Timika pada lomba Tari Seka yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-80. Meski cuaca kurang bersahabat dan tantangan teknis tak terhindarkan, semangat para peserta dan penonton tetap membara. Dari 25 tim yang terdaftar, 17 di antaranya hadir dan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan tarian yang sarat makna bagi masyarakat Papua, khususnya Suku Kamoro. Tiga juri dihadirkan untuk menilai, masing-masing dari latar belakang berbeda: praktisi seni budaya Dominggus Kapiyau, tokoh pendidikan Septinus Arwakum, dan akademisi Stefanus Rahangiar. Ketiganya bukan hanya memahami tarian secara teknis, tetapi juga menghayati nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dominggus Kapiyau, juri senior yang memegang lisensi resmi dari Taman Budaya Dewan Kesenian Tanah Papua sejak 2003, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah edukasi budaya. “Seka ini sudah ada sejak leluhur. Tradisi ini dikenal oleh generasi 50-an hingga 80-an. Secara historis, ia adalah tari pergaulan muda-mudi, bahkan ajang mencari jodoh,” ujarnya. Keterbatasan waktu persiapan menjadi salah satu faktor mengapa tidak semua pendaftar hadir. “Mungkin karena waktunya terlalu sempit, sekitar seminggu atau kurang. Mereka butuh latihan, sementara waktunya tidak cukup, jadi banyak yang mundur,” jelas Dominggus. Dalam penilaian, para juri menyoroti beberapa kekurangan teknis, seperti formasi setengah lingkaran yang seharusnya penuh melingkar. Ada pula peserta yang tidak mematuhi petunjuk teknis lomba. Meski demikian, panitia tetap memberikan kelonggaran demi menjaga suasana kondusif dan kebahagiaan peserta. Dominggus menuturkan bahwa pada masa lalu, tarian Seka dibawakan dengan iringan gitar dan ukulele buatan tangan. Pemain musik berada di tengah, sementara penari berputar di sekelilingnya. Dalam budaya Yop dan Seka, interaksi penari menjadi sarana perkenalan hingga pencarian pasangan hidup. “Banyak perkawinan yang berawal dari Seka ini,” ungkapnya. Pesan penting yang ditegaskan juri adalah membedakan fungsi dan kostum tarian. “Kalau tari pergaulan, pakai pakaian biasa yang rapi. Pakaian adat digunakan untuk penyambutan tamu penting seperti presiden atau gubernur. Kalau di lomba, tidak perlu pakaian adat,” katanya. Lomba ini menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan warisan leluhur kepada generasi muda. Selain menjaga orisinalitas budaya, kegiatan ini juga berpotensi mengembangkan pariwisata daerah. Meskipun ada kendala, antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi ini tetap hidup dan relevan.   Penulis : Cori Editor : GF 13 Agu 2025, 23:46 WIT
Gapura Cinta Tanah Air: Babinpotdirga Lanud YKU dan Petani Nawaripi Wujudkan Kebersamaan Papuanewsonline.com, Mimika – Suasana RT-17 Jalan Nusantara, Kampung Nawaripi, Distrik Wania, berubah menjadi penuh semangat pada Selasa (12/8/2025). Di bawah terik matahari Papua Tengah, suara palu bertalu-talu, tawa dan teriakan kompak menyatu, ketika Babinpotdirga Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Serka Kasimirus Anitu, memimpin gotong royong membangun sebuah gapura merah putih bersama para petani binaannya. Kegiatan ini bukan sekadar membangun sebuah pintu gerbang. Gapura tersebut menjadi simbol kebanggaan, kebersamaan, dan cinta tanah air dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Jalan Nusantara dikenal sebagai pusat aktivitas Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Agro Nusantara, binaan Babinpotdirga Lanud YKU. Kelompok ini terdiri dari petani hortikultura dan padi gogo/ketan hitam yang setiap harinya berkutat dengan cangkul, benih, dan hasil panen. Namun kali ini, tangan-tangan yang biasa menanam sayur dan padi itu, berganti memegang palu, gergaji, dan alat las. Inisiatif pembuatan gapura lahir dari komunikasi sosial (Komsos) yang dibangun Serka Kasimirus dengan warga. Melalui diskusi santai di saung dan lahan, ide tersebut akhirnya disepakati bersama. “Gapura ini bukan hanya untuk mempercantik kampung, tapi juga menjadi tanda batas wilayah antara Kampung Nawaripi RT-17 dan Kelurahan Wonosari Jaya,” ujar Serka Kasimirus sambil mengawasi pemasangan tiang. Proses pembangunan gapura melibatkan semua elemen warga: bapak-bapak memotong dan menyambung besi, pemuda membantu mengangkat dan memegang tiang, sementara yang lain menyiapkan cat dan bendera merah putih untuk dipasang di puncak gapura. Suasana penuh canda tawa membaur dengan aroma tanah basah dan semangat kemerdekaan yang menghangatkan hati. Ketua RT-17 Kampung Nawaripi, Bapak Jimi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Terima kasih kepada Babinpotdirga Lanud YKU yang sudah bersama-sama kami warga Jalan Nusantara, bahu-membahu dari awal perencanaan sampai gapura ini berdiri. Hasilnya sangat indah dan memuaskan,” ujarnya sambil menatap bangunan yang menjulang gagah di tepi jalan. Bagi warga, gapura ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya diisi lomba dan hiburan, tetapi juga aksi nyata yang meninggalkan warisan positif bagi kampung. Serka Kasimirus menegaskan, keberadaan gapura ini akan menjadi simbol semangat persatuan dan gotong royong di RT-17. “Kita tidak hanya menjaga sawah dan ladang, tapi juga menjaga kekompakan dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia,” katanya. Dengan gapura yang kini berdiri tegak, warga RT-17 semakin antusias menantikan puncak perayaan 17 Agustus. Gapura tersebut akan menjadi pintu penyambutan tamu dan warga yang datang mengikuti berbagai rangkaian lomba dan upacara. Kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila, khususnya gotong royong, masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Dari desa kecil di Papua Tengah ini, pesan besar dikirim untuk seluruh negeri: kemerdekaan dirayakan bersama, dijaga bersama, dan diwariskan bersama.   Penulis : Jidan Editor : GF   12 Agu 2025, 22:36 WIT
14 Lomba Meriahkan HUT RI di SMA Negeri 6 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana SMA Negeri 6 Mimika berubah semarak saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh halaman sekolah dipenuhi tawa, sorak-sorai, dan semangat juang para siswa yang berpartisipasi dalam 14 jenis lomba yang dirancang khusus untuk memupuk rasa kebangsaan, solidaritas, dan kolaborasi. Tak kurang dari 1.122 siswa terlibat dalam ajang ini, membuat perayaan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah sekolah tersebut. Bertha Lenayati, S.Si.Teol.M.A.Gr, selaku Kaur Kesiswaan SMA Negeri 6, menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membentuk karakter dan membangun kekompakan lintas elemen sekolah. “Tema yang kami ambil memang mengikuti arahan pusat, namun kami ingin mengemasnya sesuai dengan lingkungan sekolah, menanamkan sikap solidaritas dan kolaborasi antar siswa, guru, bahkan petugas keamanan,” ungkap Bertha. Dari lapangan hingga ruang kelas, setiap sudut SMA Negeri 6 menjadi arena kompetisi. Kegiatan dibuka dengan lomba futsal putra yang langsung menyedot perhatian seluruh siswa. Setelah itu, berbagai lomba unik digelar, mulai dari menghias nasi goreng, gigit sendok estafet, tiup gelas plastik estafet, hingga goyang balon yang mengundang gelak tawa penonton. Tak kalah menarik, lomba baris-berbaris (PBB) dengan mata tertutup menantang koordinasi dan konsentrasi peserta. Sementara itu, senam “Anak Indonesia Hebat” mengajak siswa bergerak sehat, dan dance mix TikTok menjadi ajang penyaluran bakat di era digital. Ada pula lomba puisi kebangsaan, poster online, kebersihan kelas, hingga kelengkapan administrasi kelas yang melatih disiplin dan tanggung jawab. Semua lomba dirancang agar setiap siswa dapat menemukan wadah ekspresinya. “Kami masukkan dance mix TikTok karena anak-anak sedang gandrung dengan tren ini, dan kami ingin mereka menyalurkan minatnya dalam wadah yang positif,” ujar Bertha sambil tersenyum. Di balik suksesnya acara, ada kolaborasi apik antara bagian kesiswaan dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Panitia juga menunjuk dewan juri dari kalangan guru yang tidak menjadi wali kelas, demi menjaga objektivitas penilaian. “Kami ingin semua guru berperan, tapi tetap menjaga penilaian yang adil,” jelas Bertha. Antusiasme luar biasa terlihat sejak hari pertama. Seluruh siswa berbondong-bondong memberikan dukungan untuk teman-temannya. Para guru pun tak ketinggalan, ikut menyemangati dan menikmati momen kebersamaan. “Saat futsal pembuka digelar, semua langsung datang memberi dukungan. Itu pemandangan yang luar biasa,” kenang Bertha. Di balik keseruan, ada nilai yang ingin ditanamkan: sportivitas, pengendalian emosi, dan rasa persatuan. Siswa diajak untuk memahami bahwa menang atau kalah adalah hal biasa, yang penting adalah menghargai lawan dan menjaga kebersamaan. “Semangat kemerdekaan bukan lagi angkat senjata, tapi membangun persatuan dan sportifitas. Itu yang ingin kami tanamkan,” tegasnya. SMA Negeri 6 Mimika berkomitmen menjadikan kegiatan seperti ini sebagai tradisi, tidak hanya di momen 17 Agustus, tetapi juga pada peringatan penting lain seperti Hari Pendidikan Nasional, Sumpah Pemuda, hingga Hari Kesaktian Pancasila. Dengan kegiatan yang meriah dan penuh makna ini, SMA Negeri 6 Mimika membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan tidak hanya soal mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan semangatnya di hati generasi muda.   Penulis : Cori Editor : GF 12 Agu 2025, 17:28 WIT
Pelestarian Cerita Rakyat Papua Melalui Storytelling Competition: Upaya Mandiri Tanpa Dukungan Pemda Papuanewsonline.com, Timika – Di tengah gencarnya arus globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal, sekelompok pendidik di Timika berjuang sendirian melestarikan cerita rakyat Papua. English Storytelling Competition 2025 yang diselenggarakan di Diana Mall Timika menjadi bukti nyata upaya mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah. Deasy Natalia Lessu, S.Pd., M.Hum, Ketua Panitia dari Brother Leon English Club (BLEC) yang berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Hermon Timika, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pembelajaran bercerita di sekolah-sekolah. "Sering kali pembelajaran di sekolah untuk soal bercerita itu memakai cerita-cerita dari luar Papua maupun bahkan luar negeri. Sementara cerita di sini siapa lagi yang mau melestarikan," Ujar Deasy di Timika, Kamis (7/8/2025). Kompetisi yang mengangkat cerita rakyat dari tiga suku besar di Papua - Kamoro, Amungme, dan Asmat - ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda. Namun, upaya mulia ini harus dilakukan tanpa dukungan dari pemerintah daerah. "Dukungan untuk kami dari pemerintah memang belum besar. Kami sudah melakukan pendekatan beberapa kali, tapi dukungan dari pemerintah daerah tidak ada bagi kegiatan kami," ungkap Deasy dengan nada kecewa. Meski menghadapi keterbatasan, panitia tidak menyerah. Mereka memilih Diana Mall sebagai venue dengan pertimbangan strategis untuk menjangkau publik yang lebih luas. "Alasan kami lakukan di sini adalah biar menjadi perhatian bahwa ini sudah publik, bukan hanya dalam lingkup secara eksklusif tapi setiap pengunjung bisa datang untuk melihat. Jadi, bagian dari strategi promosi secara tidak langsung," jelas Deasy. Diana Mall, sebagai sponsor utama, menjadi penyelamat kegiatan ini. "Diana Mall merupakan salah satu sponsor kami yang mendukung dari awal kegiatan pertama," ungkap Deasy dengan penuh apresiasi. Kompetisi yang diikuti 18 peserta dari tujuh sekolah menengah atas se-Kabupaten Mimika ini dinilai oleh tim juri berkualitas: Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd.M.TESOL.Ed, dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memiliki dampak ganda yang sangat positif. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, juga menjadi media pelestarian budaya Papua yang terancam terlupakan. "Tujuan utamanya memberikan wadah bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri untuk tampil di publik, kemudian yang kedua melestarikan cerita rakyat Papua," tegas Deasy. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang lebih besar di masa mendatang. "Kami berkontribusi dalam peningkatan literasi berbahasa Inggris anak-anak di Papua dengan mengusung tema melestarikan cerita rakyat suku-suku di Papua melalui bahasa Inggris," ujar Deasy. Dengan berhasilnya kompetisi kedua ini setelah sukses tahun lalu di gedung MPCC YPMAK, panitia optimis dapat melanjutkan kegiatan serupa setiap tahun. "Harapan kami jangka panjang adalah kegiatan ini bisa terjadi setiap tahun," tambah Deasy. Storytelling Competition 2025 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan gerakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan penuh dedikasi oleh para pendidik. Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berjuang memastikan cerita rakyat Papua tidak hilang ditelan zaman. (Cori) 08 Agu 2025, 13:25 WIT
Parade Budaya Karyawan Freeport: Kekayaan Indonesia Terpancar dari Papua Papuanewsonline.com, Timika – Ribuan karyawan dan komunitas PT Freeport Indonesia (PTFI) di Ridge Camp, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar "Parade Budaya Indonesia" pada Sabtu (2/8/2025) untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara yang mengusung tema "Miniatur Indonesia" ini menjadi ajang untuk menampilkan ragam seni dan tradisi dari seluruh penjuru tanah air, mengilustrasikan keberagaman budaya yang menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Para karyawan mengenakan pakaian adat yang memukau, lengkap dengan atribut tradisional dari berbagai daerah, sambil menampilkan seni kriya khas dari masing-masing wilayah. Parade budaya ini disertai dengan berbagai atraksi yang menghibur, seperti iringan musik gamelan Bali, reog Ponorogo, alunan sape khas Kalimantan, serta musik tradisional lainnya. Ketua Panitia HUT ke-80 RI di PTFI, Rode Ajomi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan keberagaman sebagai simbol persatuan Indonesia di lingkungan PTFI. “Melalui acara ini, kami ingin memperkuat persatuan dalam keberagaman di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Semoga kegiatan ini menginspirasi semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan,” ujar Rode. Divisi-divisi di PTFI pun berkolaborasi untuk menampilkan atraksi budaya. Divisi Mining Safety bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Batak Tembagapura (PKBT) untuk menampilkan tarian "Owlie Ulos," sementara Divisi Grasberg Earthworks bersama Paguyuban Papua menampilkan kearifan lokal dengan pakaian adat dan noken. "Saya sangat terkesan melihat karyawan saling menghormati dan mengagumi perbedaan suku, budaya, dan bahasa yang ada di area operasi PTFI. Ini menggambarkan kedaulatan Indonesia yang kuat di tanah Papua," ungkap Ida Nekwek, karyawan Divisi Grasberg Earthworks. PTFI juga menggelar serangkaian kegiatan lainnya, seperti lomba, pentas budaya, aksi sosial, dan kegiatan lainnya yang menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar karyawan serta masyarakat sekitar. Semua ini menjadi bukti nyata komitmen PTFI dalam membangun Papua dan Indonesia. (jidan) 05 Agu 2025, 15:02 WIT
Mimika Semarakkan HUT RI ke-80: Fun Run, Layanan Adminduk, dan Hiburan Papuanewsonline.com, Timika – Suasana penuh semangat dan kebanggaan nasional menyelimuti Kabupaten Mimika saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia resmi dimulai pada Sabtu (2/8/2025). Pembukaan rangkaian acara dilakukan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam gelaran bertajuk ART and RUN Festival 2025 yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Mimika.Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah kolaborasi antara budaya, pelayanan publik, dan olahraga untuk menyatukan masyarakat dari berbagai lapisan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, pimpinan BUMN, serta ribuan warga Mimika yang memadati lokasi sejak pagi hari.Berbagai kegiatan spektakuler digelar sepanjang festival, mulai dari Fun Run 10K yang melibatkan pelari lokal hingga nasional, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) seperti pembuatan KTP digital, serta pembukaan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan jam layanan yang diperpanjang termasuk di hari Sabtu. Tidak hanya itu, masyarakat juga dimanjakan dengan:Papua Culture Week Parade (Tifa Creative) yang menampilkan kekayaan seni budaya lokal Pertunjukan tari kreasi Papua yang memikat hatiNikah massal sebagai simbol kebersamaan dan keberagamanDonor darah sebagai bentuk kepedulian sosialPanggung hiburan musik dari artis lokal dan nasional yang menambah semarak perayaanAcara ini menjadi ruang interaktif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus momentum untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara menyenangkan dan edukatif.Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menyampaikan bahwa HUT RI ke-80 bukan sekadar ajang seremoni, namun momen refleksi untuk memperkuat identitas dan rasa cinta tanah air.“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan dan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap Republik Indonesia. Kami juga berharap masyarakat turut mengambil bagian serta memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah,” ujar Rettob penuh semangat.Ia juga menegaskan pentingnya pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan hadir dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, Mimika telah melakukan terobosan pelayanan melalui pembukaan Mal Pelayanan Publik yang kini beroperasi setiap hari, termasuk pada akhir pekan, demi menjangkau lebih banyak warga.Di akhir sambutannya, Johannes Rettob mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjadikan momen HUT RI ini sebagai titik awal perubahan pola pikir dan kebiasaan yang lebih positif.“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Kami juga berharap seluruh warga memiliki rasa memiliki terhadap Mimika, menjaga fasilitas, serta merawat kebersihan tidak hanya saat perayaan 17 Agustus, tetapi seterusnya. Dan itu kita mulai hari ini,” pungkasnya.Festival ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga simbol kolaborasi antara rakyat dan pemerintah dalam membangun Mimika yang maju, inklusif, dan berdaya saing.(jidan)  02 Agu 2025, 20:09 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT