logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Seni Homepage
Merekam Jejak Mimika: PFI Timika Gelar Pameran Foto Transformasi Daerah, Hadirkan Potret Perubahan Papuanewsonline.com, Timika – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Mimika, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Timika siap menggelar pameran foto bertajuk “Mimika Photo Exhibition 2025” dengan tema besar “Merekam Jejak Mimika”. Pameran ini akan berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 di Lantai 2 Diana Mall Timika, dan dipastikan menjadi salah satu agenda istimewa yang sarat nilai sejarah, refleksi, sekaligus hiburan edukatif bagi masyarakat. Ketua Panitia Mimika Photo Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan ruang bersama untuk menelusuri kembali perjalanan panjang Mimika sejak awal berdiri sebagai kabupaten hingga kini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan di Tanah Papua. “Dalam rangka memeriahkan HUT ke-29 Kabupaten Mimika, kami dari Pewarta Foto Indonesia Kota Timika akan melaksanakan kegiatan pameran foto dengan mengangkat tema Merekam Jejak Mimika. Melalui foto-foto ini, masyarakat diajak mengenang sekaligus memahami perjalanan Mimika dari waktu ke waktu,” ujar Joe. Pameran ini akan menghadirkan ragam foto yang terbagi ke dalam berbagai kategori, mulai dari dokumentasi para kepala daerah yang pernah memimpin Mimika, tokoh-tokoh berpengaruh dalam pembangunan, hingga potret perayaan hari besar dan keagamaan. Tak ketinggalan, foto-foto pengembangan infrastruktur, dinamika kehidupan sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan masyarakat juga akan ditampilkan sebagai bukti nyata perjalanan pembangunan di Mimika. Persiapan kegiatan saat ini telah mencapai 85 persen, dengan target menghadirkan 20–25 partisipan fotografer serta lebih dari 100 karya foto yang akan dipamerkan. “Foto-foto ini tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga mengandung cerita dan sejarah. Setiap gambar adalah fragmen perjalanan Mimika, mulai dari infrastruktur, kehidupan masyarakat, hingga dinamika sosial yang terus berkembang,” jelas Joe. Selain menampilkan dokumentasi visual, pameran ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat Mimika untuk menilai sejauh mana perkembangan yang telah dicapai daerah, sekaligus menjadi pengingat atas berbagai tantangan yang masih harus dihadapi ke depan. “Pameran ini bukan hanya sekadar melihat foto, tetapi mengajak kita untuk merenung, mengingat, dan menghargai setiap proses yang telah membawa Mimika hingga ke titik sekarang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkenalkan dunia fotografi jurnalistik serta melahirkan fotografer-fotografer muda di Kabupaten Mimika,” tambah Joe. Kegiatan Mimika Photo Exhibition 2025 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, serta Diana Mall Timika sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Dukungan ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan sebuah perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna edukasi dan kebudayaan. Dengan mengusung semangat “Merekam Jejak Mimika”, pameran foto ini diharapkan mampu menghubungkan generasi sekarang dengan jejak langkah pendahulu, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjaga Mimika sebagai daerah yang dinamis dan penuh potensi.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 20:42 WIT
Pemprov Papua Dorong Batik dan Noken Jadi Sumber Kebanggaan dan Penggerak Ekonomi Kreatif Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan optimismenya bahwa Batik Papua dan Noken, dua warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi, bukan hanya sekadar simbol identitas, melainkan juga berpotensi besar sebagai motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat Papua. Dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025, Pemprov Papua menampilkan komitmen kuat untuk menjaga keberlanjutan budaya asli, sekaligus memastikan nilai ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, menuturkan bahwa pelestarian Batik Papua dan Noken tidak bisa dilepaskan dari strategi besar pengembangan ekonomi daerah. “Pemprov Papua sangat konsen terhadap pelestarian Batik dan Noken karena keduanya bukan hanya simbol budaya, tetapi juga warisan dunia yang telah diakui UNESCO, dan patut kita banggakan bersama,” ujarnya di Jayapura, Kamis (2/10/25). Sebagai langkah nyata, Pemprov Papua telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Papua Nomor 000.8 6/0054/SET tertanggal 15 Januari 2025, yang mewajibkan penggunaan Batik Papua dan Tas Noken Papua bagi ASN setiap hari Kamis dan Jumat. Kebijakan ini diyakini akan memperkuat rasa identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap produk khas Papua. “Ketika ASN menggunakan Batik dan Noken, itu memberi pesan bahwa budaya ini hidup dan dijaga oleh seluruh masyarakat,” lanjut Jeri. Tidak berhenti di aspek simbolik, Pemprov Papua melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga telah menyiapkan rumah produksi Batik Papua. Fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperkuat kualitas produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, hingga internasional. Dengan cara ini, perajin Batik dan pembuat Noken tidak hanya menjadi pelestari budaya, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas. Menurut Jeri, langkah ini sejalan dengan visi besar Pemprov Papua untuk memadukan pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi yang inklusif. “Kami ingin budaya ini tidak hanya dipertontonkan pada hari-hari besar, tetapi benar-benar hidup, produktif, dan memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Papua,” pungkasnya. Langkah Pemprov Papua ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk komunitas perajin, pegiat budaya, hingga akademisi, yang menilai kebijakan ini mampu menghubungkan warisan budaya dengan tantangan pembangunan modern.     Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:10 WIT
Sejumlah Masjid di Ambon Dijaga Polwan Polda Maluku Saat Masuki Ibadah Sholat Jumat Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Wanita (Polwan) Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dan P.P Lease kembali mengamankan pelaksanaan ibadah sholat jumat di sejumlah masjid di kota Ambon, Jumat (3/10/2025).Pengamanan ibadah sholat jumat umumnya dilakukan personel Polwan beragama Kristen, sebagai bentuk toleransi. Pengamanan yang dipimpin Pamenwas Kompol Rachel Ann Barends ini merupakan impelementasi dari program Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si.Kapolda meminta personil Polri untuk senantiasa berbuat baik dan ikhlas dalam menjalankan tugas kepolisian kepada masyarakat. Hari ini, Kapolda melaksanakan ibadah sholat jumat berjamaah di Masjid Raya Al-Fatah Ambon."Tadi sejak pukul 12.00 WIT Polwan Polda Maluku dan Polresta Ambon telah melaksanakan pengamanan ibadah sholat jumat di sejumlah masjid di kota Ambon," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.IK.Pelaksanaan pengamanan ibadah sholat jumat dilakukan mulai dari pengaturan arus lalulintas, hingga membantu masyarakat menyeberang jalan."Pengamanan di sejumlah masjid dilakukan untuk mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah shalat jumat," kata Kombes Rositah.Pengamanan pelaksanaan ibadah sholat jumat kali ini berlangsung di sejumlah masjid yang berada di sepanjang ruas jalan utama kota Ambon. Seperti Masjid Raya Al-Fatah, Masjid Jami, Masjid An-Nur, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Al-Hijrah."Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat yang melaksanakan ibadah sholat jumat," terangnya. PNO-12 03 Okt 2025, 17:57 WIT
Presiden Prabowo Hadiri Osaka Expo 2025 Sebelum Bertolak ke New York Papuanewsonline.com, Osaka– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian lawatan luar negerinya dengan singgah di Osaka, Jepang, untuk menghadiri Osaka Expo 2025, Jumat (19/09/2025), sebelum melanjutkan perjalanan menuju New York, Amerika Serikat. Di Osaka, Presiden menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia yang tahun ini hadir dengan tema “Thriving in Harmony – Nature, Culture, Future”. Tema tersebut terinspirasi dari filosofi Tri Hita Karana dari Bali, yang menekankan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Kehadiran Presiden di paviliun ini mendapat sambutan hangat dari panitia dan pengunjung yang bangga melihat Indonesia tampil dengan kekayaan budaya, teknologi, dan potensi masa depan yang inovatif. “Expo ini adalah panggung dunia. Kehadiran Indonesia dengan konsep Tri Hita Karana menunjukkan bahwa bangsa kita mampu tampil percaya diri dengan jati diri yang kuat, sembari membawa pesan harmoni dan keberlanjutan,” ujar salah satu pejabat pendamping dalam rombongan Presiden. Setelah dari Jepang, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada 23 September 2025, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum, menempati urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat. Momentum ini dipandang strategis, bukan hanya untuk menunjukkan posisi Indonesia di panggung global, tetapi juga untuk menegaskan peran aktif Indonesia sebagai bagian dari Global South. Dalam forum itu, Indonesia diharapkan kembali menyuarakan isu-isu penting dunia, termasuk reformasi tata kelola global yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Selain menghadiri Sidang PBB, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Ottawa, Kanada, pada 24 September 2025 untuk bertemu langsung dengan Perdana Menteri Kanada. Lawatan kemudian berlanjut ke Den Haag, Belanda, pada 26 September 2025, di mana Presiden dijadwalkan bertemu dengan Raja Belanda serta Caretaker Perdana Menteri Belanda. Rangkaian kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral, sekaligus memperluas jejaring diplomasi Indonesia dengan berbagai negara mitra strategis. Kehadiran Presiden Prabowo di forum internasional kali ini membawa harapan besar dari rakyat Indonesia agar suara bangsa semakin diperhitungkan dalam isu-isu global, baik dalam bidang perdamaian, pembangunan berkelanjutan, hingga transformasi digital dan ketahanan pangan. Lawatan ke Osaka Expo hingga pidato di Majelis Umum PBB menandai langkah awal penting Presiden Prabowo dalam menegaskan arah politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinannya: aktif, inklusif, dan berdaulat.(GF)  21 Sep 2025, 14:13 WIT
Dunia Hiburan Kehilangan Celo, Komedian Asal Merauke Papua Selatan Papuanewsonline.com, Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia hiburan tanah air. Klemens Awi, atau akrab dikenal dengan nama Celo, komedian asal Merauke, Papua Selatan, berpulang pada Jumat dini hari, 19 September 2025 pukul 01.15 WIB di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Almarhum meninggal setelah berjuang melawan komplikasi pada paru-paru yang sempat membuatnya harus menjalani perawatan intensif. Celo dikenal luas publik lewat serial Epen Cupen, karya yang lahir di tanah kelahirannya, Merauke, dan berhasil menembus layar nasional. Dengan logat khas Papua dan kepolosan yang mengundang tawa, ia membawa warna baru dalam dunia komedi Indonesia. Kesuksesan serial itu kemudian berlanjut ke layar lebar melalui Epen Cupen The Movie, yang kian memantapkan posisinya sebagai salah satu ikon hiburan dari Papua. Kehadiran Celo bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga menjadi simbol bahwa anak Papua memiliki ruang besar untuk berkarya dan bersaing di panggung hiburan tanah air. Beberapa hari sebelum kepergiannya, tepatnya Minggu, 13 September 2025, sahabat, musisi, dan sesama seniman sempat menggelar konser donasi di GLAS Cempaka Putih, Jakarta. Acara tersebut dipenuhi doa dan harapan agar Celo bisa segera pulih, sekaligus menjadi bukti nyata solidaritas dunia seni terhadap perjuangannya. Banyak nama besar hadir untuk menunjukkan kepedulian dan dukungan bagi sang komedian. Kabar wafatnya Celo pertama kali dibagikan oleh produser Epen Cupen, Irham Acho Bachtiar, melalui akun Facebook pribadinya. “Karyamu akan terus dikenang sampai kapanpun. Beristirahatlah dalam damai kawan. Ternyata obrolan kita minggu lalu adalah percakapan terakhir yang tak akan pernah terulang kembali,” tulis Acho dengan penuh rasa kehilangan. Saat ini jenazah Celo disemayamkan di RS Polri, Jakarta Timur. Pihak keluarga bersama kerabat dekat tengah mempersiapkan prosesi pemulangan jenazah ke Merauke, Papua Selatan, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. Kepergian Celo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat-sahabat seniman, dan masyarakat yang pernah terhibur oleh canda tawanya. Namun karya-karya dan sosoknya akan terus hidup sebagai warisan seni dari Papua untuk Indonesia.   Penulis: Hendrik Editor: GF 19 Sep 2025, 14:52 WIT
Kemenko Kumham Imipas mengadakan FGD dan Sinkronisasi Kebijakan Roylati Musik Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki tata kelola royalti musik nasional. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi dan Sinkronisasi Regulasi dan Kebijakan Tata Kelola Royalti Musik Nasional yang diprakarsai oleh Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) RI. FGD yang berlangsung pada Rabu (17/9/25) ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, penggiat musik, hingga pelaku industri. Forum ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini membayangi sistem pengelolaan royalti di Indonesia: kurangnya pemahaman, kerumitan prosedur, serta rendahnya transparansi. Kemenko Kumham Imipas sebelumnya mengidentifikasi sejumlah persoalan krusial dalam tata kelola royalti musik. Di antaranya, minimnya pemahaman masyarakat, pelaku usaha, bahkan aparat penegak hukum mengenai mekanisme pengelolaan royalti. Selain itu, prosedur pemungutan dan pendistribusian royalti dinilai masih belum jelas tersosialisasi, serta lemahnya keterbukaan laporan keuangan yang memicu turunnya kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola royalti. Dalam pembukaan, Asisten Deputi Koordinasi Pemanfaatan, Pemberdayaan, dan Pelindungan Kekayaan Intelektual, Syarifuddin, menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah merumuskan solusi bersama. “FGD ini adalah ruang diskusi sekaligus momentum untuk menyelaraskan regulasi, memperkuat tata kelola royalti, serta membangun sistem yang lebih transparan, adil, dan akuntabel,” ujarnya. Senada, Deputi Bidang Koordinasi Hukum, Nofli, menekankan bahwa royalti bukanlah beban administratif semata. “Royalti adalah imbalan ekonomi yang adil atas kerja keras para kreator. Forum ini harus kita jadikan sebagai titik awal transformasi tata kelola royalti di Indonesia,” tegasnya. FGD ini juga menghadirkan musisi sekaligus pencipta lagu, Satriyo Yudi Wahono (Piyu Padi). Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap mekanisme lisensi sebelum membicarakan distribusi royalti. “Lisensi adalah izin dari pencipta karya sebelum terjadi pemanfaatan secara komersial. Jika lisensi sudah dilaksanakan dengan benar, barulah pembicaraan tentang royalti bisa berjalan adil. Harapan kami, hak ekonomi dari pertunjukan musik benar-benar bisa diterima para pencipta lagu secara proporsional,” jelas Piyu. FGD ini menghasilkan kesepakatan awal mengenai tiga pilar utama tata kelola royalti ke depan yaitu, harmonisasi regulasi agar aturan lebih sinkron dan mudah diterapkan, penguatan kelembagaan untuk memperkuat peran dan fungsi lembaga pengelola royalty dan penyederhanaan prosedur serta edukasi agar masyarakat dan pelaku usaha lebih memahami hak dan kewajibannya. Kemenko Kumham Imipas menegaskan bahwa pihaknya akan menjadi fasilitator sekaligus pengawal seluruh hasil diskusi. Aspirasi, kritik, dan pandangan dari para pemangku kepentingan akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan konkret bagi penguatan regulasi dan tata kelola royalti musik nasional.(GF)  19 Sep 2025, 02:37 WIT
Pengurus Baru IKW Segmanmar Mimika Resmi Dilantik Bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Papuanewsonline.com, Mimika – Ratusan masyarakat tumpah ruah memenuhi Gedung Eme Neme Yauware, Mimika, Kamis (18/9/25), untuk menghadiri pelantikan pengurus baru Ikatan Kekerabatan Wija (IKW) Segeri, Mandalle, Ma’rang (Segmanmar) Mimika periode 2025–2030. Momentum sakral ini digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sehingga menambah nuansa religius, kebersamaan, dan persaudaraan. Acara berlangsung meriah sekaligus khidmat. Berbagai prosesi adat dan budaya turut mewarnai rangkaian pelantikan, diiringi lantunan sholawat serta penampilan seni tradisi yang menggambarkan kearifan lokal. Ketua MUI Mimika, KH Muhammad Amin, dalam ceramahnya menekankan tiga poin penting: meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Pesan tersebut selaras dengan semangat yang diusung oleh IKW Segmanmar dalam periode kepengurusan barunya. Dengan tema “Maulid Nabi sebagai Inspirasi Persatuan, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial serta Mampu Merawat Budaya Wija Segmanmar”, pelantikan ini menjadi penegasan peran organisasi sebagai wadah pemersatu warga keturunan tiga kerajaan: Segeri, Mandalle, dan Ma’rang. Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan SK kepengurusan periode 2025–2030, ikrar bersama, serta penyerahan Pataka IKW Segmanmar, simbol persaudaraan dan kesetiaan terhadap nilai budaya leluhur. Ketua terpilih, Andi Mapparewe, menyampaikan bahwa IKW Segmanmar yang telah berdiri sejak empat tahun lalu hadir untuk menyatukan kembali semangat kekerabatan. “Organisasi ini bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga ruang bagi warga Segmanmar di Mimika untuk berkontribusi nyata, baik melalui kegiatan sosial maupun mendukung program pembangunan daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, IKW memiliki tim relawan yang aktif membantu masyarakat dalam berbagai bidang kemanusiaan dan sosial. Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda, Everth Hindom, menyampaikan apresiasi tinggi kepada IKW Segmanmar atas perannya dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mendukung pembangunan di Mimika. “Dengan kepengurusan baru periode 2025–2030, kami berharap IKW Segmanmar semakin solid, lebih maju, serta terus bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan bidang sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan di Mimika,” tegasnya. Pelantikan ini tidak hanya menjadi momen regenerasi kepengurusan, tetapi juga momentum penting bagi warga Segmanmar di Mimika untuk menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari masyarakat yang aktif, guyub, dan berkomitmen membangun daerah.   Penulis: Abim Editor: GF  19 Sep 2025, 02:19 WIT
Hujan Tak Surutkan Semangat: Ungu & Bams Samsons Guncang Kuala Kencana di Pesta HUT RI ke-80! Papuanewsonline.com, Timika – Malam puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) di alun-alun Kuala Kencana benar-benar menjadi pesta rakyat tak terlupakan. Ribuan masyarakat, karyawan, hingga keluarga besar Freeport tumpah ruah menyaksikan konser akbar yang menghadirkan Band Ungu dan Bams Samsons, Sabtu (23/8/2025). Meski hujan sempat mengguyur, semangat penonton tidak surut sedikit pun. Mereka tetap setia berdiri, menyanyikan bersama lagu-lagu hits yang dibawakan kedua bintang tersebut. Begitu Ungu naik panggung dengan intro “Hampa Hatiku,” sorakan penonton menggema memenuhi udara Kuala Kencana. Saat giliran Bams muncul membawakan lagu legendaris “Kisah yang Tak Sempurna,” suasana semakin memanas. Puncaknya, duet spesial keduanya dalam “Kekasih Gelapku” membuat penonton larut dalam nostalgia sekaligus euforia. “Walaupun hujan turun, suasana jadi makin seru. Ini konser HUT RI yang paling berkesan di Kuala Kencana!” ujar Rina, salah seorang penonton yang rela basah kuyup demi ikut bernyanyi bersama idolanya. Tak hanya konser, perayaan HUT RI ke-80 di Kuala Kencana sejatinya sudah dimulai sejak pagi hari. Sejak pukul 07.00 WIT, kawasan ini dipenuhi warna-warni karnaval sepeda dan mobil hias yang melibatkan 20 paguyuban serta lintas divisi PTFI. Selain itu, ada lomba permainan anak, lomba masak antar manajemen, hingga bazaar makanan nusantara yang menawarkan aneka kuliner khas dari Sabang sampai Merauke. Semuanya menambah semarak suasana, sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga dan karyawan. Selain Ungu dan Bams, panggung hiburan juga diramaikan oleh Fariz Adam, DJ Hanna, Iyakoko Patea Choir, Finalis Lomba Vokal Grup, Intan Angkasa Band, Freedom Squad, Sound Project Band, Ensemble Musik YPJ-KK, AFROMOMS, Alpha Band, The Ganteng’s Ultimate, KAISU Band X Deffri The Pacu, LIP Band, hingga Kaks and Diks Voice. Masing-masing tampil dengan gaya khasnya, menyajikan warna musik berbeda yang memanjakan telinga penonton dari sore hingga tengah malam. Ketua Umum Panitia HUT ke-80 RI PTFI 2025, Rode Ajomi, menyampaikan rasa bangganya karena acara ini berjalan sukses dan melibatkan banyak pihak. “Perayaan ini bukan sekadar hiburan, tapi momentum kebersamaan. Semua warga Kuala Kencana, lintas divisi PTFI, hingga komunitas ikut serta. Ini bukti semangat persatuan dalam merayakan kemerdekaan,” kata Rode.   Penulis: Jidan Editor: GF  24 Agu 2025, 14:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT