Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
JDP Minta Komnas HAM Turun Tangan Mengusut Dugaan Penembakan di Mile 50 Tembagapura
Papuanewsonline.com, Papua – Jaringan Damai Papua (JDP)
mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia
untuk segera mengusut dugaan penembakan di kawasan Mile 50, Tembagapura,
yang mengakibatkan seorang anggota TNI meninggal dunia.Peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang
kekerasan bersenjata di Papua, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan keamanan
berbasis senjata terus memicu siklus kekerasan yang tidak berkesudahan.Melalui rilis pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026), JDP
menegaskan pentingnya dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan
independen terhadap insiden di Mile 50 dengan melibatkan Komnas HAM RI.Pelibatan Komnas HAM dianggap krusial guna memastikan
seluruh proses penyelidikan berjalan objektif serta mampu mengungkap
fakta-fakta yang selama ini dinilai masih tertutup dari ruang publik.Selain itu, JDP juga meminta PT Freeport Indonesia dan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan penjelasan terbuka
kepada masyarakat terkait prosedur dan mekanisme pengamanan internal di wilayah
perusahaan, khususnya di area yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar publik
mengetahui secara jelas institusi mana yang secara resmi bertanggung jawab atas
pengamanan di kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.JDP menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua tidak akan
pernah tercapai melalui pendekatan kekerasan. Setiap tindakan bersenjata
dinilai hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan dan menjauhkan harapan
terciptanya dialog damai yang berkelanjutan.Oleh karena itu, JDP mendorong seluruh pihak untuk
mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang adil, serta dialog
terbuka sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan Papua secara
bermartabat dan berkeadilan.Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata
rantai kekerasan, memulihkan rasa aman masyarakat, serta membangun kepercayaan
publik terhadap proses penegakan hukum di Tanah Papua.
Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 19:29 WIT
Penembakan Bandara Korowai Batu, Aparat Evakuasi Korban dan Perketat Pengamanan Wilayah
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Peristiwa penembakan
terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada
Rabu (11/2/2026) pagi, yang mengakibatkan dua pilot pesawat meninggal dunia.Kasatgas HDC, Kombespol Yusuf Sutejo S.I.K., M.T.,
menyampaikan bahwa proses evakuasi terhadap kedua korban telah dilaksanakan dan
jenazah diterbangkan ke Timika untuk menjalani tahapan identifikasi serta
autopsi.Setelah proses identifikasi dan autopsi rampung, jenazah
akan dilakukan pemulasaran sebelum diberangkatkan menuju Jakarta melalui
Bandara Timika untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13
orang dinyatakan selamat. Mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah
sebelumnya sempat mengungsi demi alasan keamanan.Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Satgas Damai
Cartenz dan TNI Angkatan Udara langsung melakukan pengamanan di sekitar area
bandara guna mencegah potensi gangguan lanjutan.Pengamanan juga difokuskan pada upaya pemulihan kondisi
sosial masyarakat, termasuk memastikan warga sipil yang sempat mengungsi dapat
kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.Di sisi lain, aparat keamanan terus melakukan pengejaran
terhadap pelaku penembakan serta meningkatkan koordinasi lintas satuan untuk
mempersempit ruang gerak pelaku di wilayah tersebut.Sebagai langkah antisipasi, penerbangan menuju dan dari
Bandara Korowai Batu untuk sementara waktu ditutup hingga situasi dinyatakan
sepenuhnya aman dan kondusif.Langkah-langkah cepat ini dilakukan untuk menjamin
keselamatan penerbangan, menjaga stabilitas keamanan wilayah, serta memberikan
rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya. Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 19:26 WIT
Penembakan di Mile 50 Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Lainnya Luka-Luka
Papuanewsonline.com, Mimika – Insiden penembakan terjadi di
Mile 50, area PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua, pada Rabu
(11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang mengakibatkan satu prajurit TNI gugur
dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.Korban gugur diketahui merupakan anggota TNI berpangkat
Sersan Kepala berinisial AC. Sementara dua korban lainnya langsung dievakuasi
untuk mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat.Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto,
membenarkan adanya insiden kontak tembak di kawasan tersebut. Seluruh korban
telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis secara optimal sesuai
prosedur penanganan darurat.Usai kejadian, aparat gabungan TNI dan Polri langsung
bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta memperketat
pengamanan di jalur utama menuju Tembagapura guna mencegah kemungkinan
terjadinya gangguan lanjutan.Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara waktu
ditutup sebagai langkah antisipasi demi menjamin keselamatan masyarakat serta
kelancaran proses pengamanan di lapangan.Pihak keamanan juga terus melakukan pengejaran terhadap
pelaku penembakan dengan mengerahkan personel tambahan serta berkoordinasi
intensif dengan unsur terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri
Krisnati, turut membenarkan adanya laporan insiden penembakan di Mile Post 50,
yang merupakan jalur vital menuju kawasan operasional perusahaan.Manajemen PT Freeport Indonesia menyatakan terus
berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah untuk memastikan keselamatan
karyawan serta kelancaran aktivitas operasional perusahaan di tengah situasi
yang berkembang.Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius, mengingat
kawasan tersebut merupakan salah satu objek vital nasional yang membutuhkan
pengamanan berlapis demi menjamin stabilitas keamanan dan keselamatan seluruh
pihak.Aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah terpengaruh informasi
yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penulis: Hend
Editor: GF
12 Feb 2026, 15:58 WIT
Kombes Rositah Berikan Klarifikasi Pemberitaan Keterlibatan Kapolda Maluku Terkait Gunung Botak
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengklarifikasi pemberitaan salah satu media online Asammanis.news pada hari Rabu tanggal 11 Februari 2026 dengan judul ”Diduga Kapolda Maluku dan Pangdam terlibat Tambang Gunung Botak, Helena : Atas Perintah Gubernur”. Bahwa diberitakan, nama Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura diduga dicatut dalam aktivitas penambangan emas di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Pencatutan nama disebut dilakukan oleh seorang perempuan bernama Helena yang dikaitkan dengan PT Wanshuai Indo Mining. Terkait dengan informasi adanya pencatutan nama Kapolda tersebut kami mengucapkan terima kasih.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menjelaskan bahwa Polda Maluku dalam kaitannya dengan penanganan gunung botak adalah sebagai bagian dari Satgas penertiban dan pengamanan gunung botak yang dibentuk oleh Gubernur Maluku. Kapolda Maluku sebagai salah satu penanggung dalam penertiban bersama Forkopimda lainnya bertugas untuk melakukan pembersihan terhadap Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang selama ini beroperasi di gunung botak, dimana semula berjumlah kurang lebih 3000 Peti, saat ini sudah bersih dari para peti. Ditambahkan pula, bahwa aktivitas penambangan di gunung botak saat ini pada luasan tertentu diberikan kepada 10 koperasi. Pengelolaan pertambangan oleh Koperasi diatur dengan mekanisme Undang-Undang dan pengaturan dari Pemda. Apabila ada ditemukan pelanggaran pencatutan atau pencemaran nama baik dan juga ilegal mining akan ditindak tegas. Polda dapat melakukan penyelidikan dan klarifikasi terhadap berbagai pihak untuk mengetahui kebenaran peristiwa yang terjadi termasuk apabila ada pencatutan yang mengakibatkan pencemaran nama baik maupun adanya ilegal mining. Kombes Rositah juga menegaskan bahwa institusi Polri, khususnya Polda Maluku, berkomitmen penuh terhadap penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, termasuk dalam penanganan aktivitas pertambangan ilegal mining di wilayah Maluku.Polda Maluku menghimbau, sebaiknya dalam pemberitaan agar wartawan mengedepankan kode etik jurnalistik, yakni keberimbangan informasi (cover both sides) artinya memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak untuk menyampaikan pendapatnya. Pencantuman nama Kapolda Maluku tanpa proses konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Polda Maluku maupun Kapolda Maluku sebagai pihak yang disebutkan secara langsung dalam berita tersebut merupakan tindakan yang tidak profesional dan berpotensi menyesatkan opini publik,” tegas Kabid Humas Polda Maluku.Menurut Juru bicara Polda Maluku tersebut, Polda Maluku menghormati kebebasan pers sebagai bagian dari demokrasi, namun menegaskan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, berlandaskan kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers.“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi, namun setiap pemberitaan wajib diverifikasi, berimbang, dan tidak menghakimi. Polda Maluku membuka diri untuk klarifikasi, konfirmasi, dan dialog dengan insan pers,” lanjut Kabid Humas.Kombes Rositah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengajak media untuk bersama-sama menjaga ruang publik yang sehat, objektif, dan bertanggung jawab.Pemberitaan yang menyebut nama pejabat negara tanpa konfirmasi berpotensi menciptakan disinformasi dan merusak kepercayaan publik. Dalam konteks ini, klarifikasi Polda Maluku menjadi pengingat pentingnya profesionalisme media dalam menyajikan fakta, bukan asumsi. Pers yang kuat adalah pers yang kritis sekaligus bertanggung jawab. PNO-12
12 Feb 2026, 14:23 WIT
Hari Ke-5 Operasi Keselamatan, Polres Kepulauan Tanimbar Intensifkan Penertiban Lalu Lintas
Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Keselamatan Salawaku 2026, Polri melalui Jajaran Polres Kepulauan Tanimbar terus mengintensifkan upaya penertiban lalu lintas. Selain TNI, Kali ini Personel Kepolisian tampak bersinergi dengan UPTD Samsat dan Jasa Raharja dalam Operasi terpadu di bidang lalu lintas yang dipusatkan di sejumlah titik strategis di Wilayah Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada, Selasa (10/02/26).Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP AYANI, S.P., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP SAMUEL S. SIAHAYA, S.H., menyatakan bahwa keterlibatan instansi samping adalah merupakan salah satu bentuk kolaborasi lintas sektoral untuk menciptakan kepatuhan berkendara Masyarakat yang menyeluruh."Operasi hari kelima ini tidak hanya fokus pada pelanggaran kasat mata seperti helm dan knalpot brong, tetapi juga pemeriksaan administrasi kendaraan bersama Samsat serta edukasi perlindungan asuransi oleh Jasa Raharja” ungkapnya.Sementara itu dalam pelaksanaan kegiatan Operasi tersebut, terlihat pada Petugas gabungan memberhentikan para Pengendara yang melintas dengan tertib, dan melakukan pemeriksaan terhadap para Pengemudi beserta kendaraannya, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.Kehadiran pihak TNI untuk memastikan keamanan dan kepatuhan Anggota selama pemeriksaan berlangsung. Sementara itu, pihak Samsat memberikan layanan di tempat bagi pengendara yang masa berlaku pajaknya telah habis, dan Jasa Raharja memberikan sosialisasi terkait pentingnya sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas.Data sementara menunjukkan adanya tren peningkatan kesadaran masyarakat dibanding hari pertama, meskipun masih ditemukan sejumlah pelanggar yang didominasi oleh pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI hingga penggunaan atribut kendaraan lainnya yang tidak standar."Kami mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Teguran simpatik diberikan kepada pengendara agar ke depan lebih disiplin, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya” tambah Kasat Lantas.Operasi Keselamatan Salawaku 2026 ini direncanakan akan terus berlangsung hingga akhir pekan mendatang dengan sasaran lokasi yang berpindah-pindah, guna memastikan seluruh wilayah hukum Polres Kepulauan Tanimbar tetap tertib dan aman. PNO-12
12 Feb 2026, 14:15 WIT
Satgas Damai Cartenz 2026 Respons Cepat Informasi Senjata Api Rakitan di Dekai
Papuanewsonline.com, Dekai – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat menindaklanjuti informasi intelijen terkait dugaan keberadaan senjata api rakitan di wilayah Jalan Gunung, Kompleks Kali T, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 14.33 WIT.Informasi tersebut segera direspons personel Satgas Gakkum Subsatgas Lidik yang dipimpin Kasubsatgas Lidik Kompol Sarraju, S.H., didampingi Iptu Samuel Yunus selaku Kasat Intel Polres Yahukimo. Tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pengamanan secara terukur.Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menemukan dan mengamankan satu pucuk senjata api panjang rakitan yang tergeletak di bagian belakang sebuah rumah kosong di sekitar lokasi. Penemuan ini segera diamankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.Kegiatan ini melibatkan unsur Subsatgas Lidik dan Intelijen dengan dukungan perlengkapan operasional lengkap guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Yahukimo.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa setiap informasi yang berpotensi mengancam keamanan masyarakat akan ditindaklanjuti tanpa penundaan.“Setiap informasi dari jaringan intelijen kami respons cepat dan profesional. Ini bentuk komitmen kami mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat merasa aman dalam beraktivitas,” ujarnya.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.“Keberhasilan langkah-langkah pencegahan seperti ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi. Kolaborasi inilah yang memperkuat deteksi dini sehingga potensi ancaman bisa segera diantisipasi,” kata Kombes Adarma.Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan kegiatan deteksi dini, patroli, dan respons cepat akan terus ditingkatkan guna menjaga situasi keamanan di Yahukimo dan wilayah Papua Pegunungan tetap aman serta kondusif. PNO-12
12 Feb 2026, 13:19 WIT
TPNPB Mengaku Bertanggungjawab Atas Penembakan Pilot dan Co-Pilot Pesawat Smart Air
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Pasukan TPNPB Wilayah
Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kanibal mengaku bertanggungjawab atas
penembakan pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air
Aviation, pada Rabu (11/2/2026).Melalui video pendek pasukan TPNPB dibawa komandan Mayor
Kopitua Heluka mengatakan bahwa pasukanya berhasil menembak Pesawat Smart Air
Dan juga Berhasil membunuh Pilot Dan Co-Pilot di Lapangan Terbang Korowai Batu,
Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada
Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT."Peristiwa ini telah terjadi pada tanggal 11 February
2026, Dan Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Brigjen Elkius Kobak
Dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bertanggungjawab atas Peristiwa
ini," ujar Kopitua Heluka.Kopitua Heluka mengatakan pasukan TPNPB menargetkan Pewasat
Smart Air dan Pilot-nya, karena perusahaan penerbangan tersebut sering mengangkut Pasukan Keamanan Indonesia
di seluruh tanah Papua. "Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, sudah
mengingatkan berulang-ulang tapi para pilot dan perusahan penerbangan selalu
tidak mengindahkan, sehingga Pilot dan pesawat ini dianggap agen intelejen
militer TNI Polri," Ucapnya.Atas laporan ini Mayor Kopitua Heluka Dan Pasukan
bertanggungjawab.Diketahui Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR
milik PT Smart Air Aviation ditembak saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai
Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua
Selatan, pada Rabu (11/2/2026).Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIT, Pilot
dan Co-Pilot dilaporkan tewas bersimbah darah di lokasi kejadian.Peristiwa penembakan terjadi ketika pesawat perintis
tersebut tengah melakukan proses pendaratan. Tembakan mengenai bagian kokpit,
menyebabkan kedua awak tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, sebanyak 13
penumpang yang merupakan warga lokal dilaporkan selamat dan berhasil
mengamankan diri di sekitar lokasi."Pilot dan co-pilot pesawat tewas, sedangkan 13
penumpang lainnya selamat dan saat ini sedang dalam pengawasan aparat
keamanan," kata Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra.Kapolres mengkonfirmasi bahwa TNI Polri saat ini sedang
melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Penulis : Hendrik
Editor : GF
12 Feb 2026, 00:24 WIT
Serangan Bersenjata di Boven Digoel, Pesawat Smart Air Ditembak Saat Mendarat, Dua Awak Gugur
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Sebuah pesawat Smart Air
dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Air Aviation ditembak saat
mendarat di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma,
Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul
11.00 WIT. Insiden ini mengakibatkan pilot dan co-pilot pesawat meninggal dunia
di lokasi kejadian.Peristiwa penembakan terjadi ketika pesawat perintis
tersebut tengah melakukan proses pendaratan. Tembakan mengenai bagian kokpit,
menyebabkan kedua awak tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, sebanyak 13
penumpang yang merupakan warga lokal dilaporkan selamat dan berhasil
mengamankan diri di sekitar lokasi."Pilot dan co-pilot pesawat tewas, sedangkan 13
penumpang lainnya selamat dan saat ini sedang dalam pengawasan aparat
keamanan," kata Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra.Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tembakan dilepaskan
saat pesawat baru saja menyentuh landasan. Situasi di lapangan sempat mencekam,
namun para penumpang yang memahami kondisi geografis dan lingkungan sekitar
segera menyelamatkan diri.Aparat keamanan gabungan langsung bergerak cepat menuju
lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, evakuasi korban, serta mengamankan
area sekitar lapangan terbang. Pesawat hingga kini masih berada di lokasi dan
dijaga ketat guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi lanjutan.Selain pengamanan, aparat juga melakukan penyisiran intensif
di sekitar Kampung Danowage dan wilayah Distrik Yaniruma untuk memburu pelaku
penembakan. Proses pengejaran dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian dan
aparat keamanan lainnya.Pihak berwenang juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah
dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga setempat serta menjamin
kelancaran akses transportasi udara di wilayah pedalaman Boven Digoel.Insiden ini kembali menyoroti tantangan keamanan di wilayah
pedalaman Papua Selatan, khususnya terhadap operasional penerbangan perintis
yang menjadi sarana vital mobilitas dan distribusi logistik bagi masyarakat.
Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengamanan demi
menjamin keselamatan penerbangan dan aktivitas masyarakat di daerah tersebut. Penulis: HendEditor: GF
11 Feb 2026, 20:53 WIT
Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Senjata Api Rakitan di Yahukimo
Papuanewsonline.com, Dekai – Operasi Damai Cartenz 2026
melakukan tindakan cepat dalam menindaklanjuti informasi intelijen terkait
dugaan keberadaan senjata api rakitan di wilayah Jalan Gunung, Kompleks Kali T,
Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo. Tindakan tersebut dilakukan pada Selasa
(10/2/26) sekitar pukul 14.33 WIT setelah informasi terkait segera diterima dan
diproses oleh tim intelijen.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal
Ramadhani, menegaskan bahwa setiap informasi yang berpotensi mengancam keamanan
masyarakat akan ditindaklanjuti tanpa jeda waktu.Tim yang terdiri dari personel Satgas Gakkum Subsatgas Lidik
dipimpin oleh Kasubsatgas Lidik Kompol Sarraju, S.H., serta didampingi Iptu
Samuel Yunus selaku Kasat Intel Polres Yahukimo langsung bergerak ke lokasi
untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan dengan cara yang terukur. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menemukan dan
mengamankan satu unit senjata api panjang rakitan yang ditemukan tergeletak di
bagian belakang sebuah rumah kosong di sekitar lokasi yang dicurigai. Benda tersebut segera diamankan sebagai barang bukti untuk
keperluan penyelidikan lebih lanjut.Kegiatan penindakan ini melibatkan unsur Subsatgas Lidik dan
Divisi Intelijen dengan didukung oleh perlengkapan operasional yang lengkap,
guna memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Langkah cepat yang diambil merupakan bagian dari upaya
pencegahan dini terhadap potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat di
wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Yahukimo. "Setiap informasi dari jaringan intelijen kami tanggapi
dengan cepat dan profesional. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mencegah
gangguan keamanan sekaligus memastikan masyarakat merasa aman dalam
beraktivitas," ujar Brigjen Faizal.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma
Sinaga, menekankan pentingnya kerja sama erat antara aparat keamanan dan
masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah. Operasi Damai Cartenz 2026 juga memastikan bahwa kegiatan
deteksi dini, patroli rutin, dan sistem respons cepat akan terus ditingkatkan
guna menjaga situasi keamanan di Yahukimo dan seluruh wilayah Papua Pegunungan
tetap kondusif serta bebas dari ancaman. Penulis: Jid
Editor: GF
11 Feb 2026, 20:41 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru