logo-website
Kamis, 14 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Rp10,27 Triliun, Negara Selamatkan 2,37 Juta Hektare Hutan Papuanewsonline.com, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penyerahan denda administratif sebesar Rp10,27 triliun dan lahan kawasan hutan seluas 2,37 juta hektare kepada negara dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat penertiban kawasan hutan serta menyelamatkan aset dan kekayaan negara yang selama ini dikuasai secara tidak semestinya. Pemerintah menilai upaya ini penting untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam nasional secara menyeluruh.Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan masyarakat kini menuntut bukti nyata dari kerja pemerintah dalam memberantas praktik penyalahgunaan kekayaan negara dan penegakan hukum di sektor sumber daya alam.“Bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” ujar Bapak Presiden.Presiden mengungkapkan bahwa penyerahan kali ini merupakan tahap keempat dari proses penyelamatan aset negara yang telah berjalan. Hingga saat ini, total nilai aset dan kekayaan negara yang berhasil diamankan disebut mencapai sekitar Rp40 triliun.Menurut Presiden Prabowo, hasil dari penyelamatan aset tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas pelayanan publik di seluruh Indonesia, termasuk renovasi sekolah serta perbaikan pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas.Pemerintah berharap pengembalian aset negara dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik di daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan bersama Kejaksaan Agung, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK yang dinilai berhasil bekerja sama mengamankan aset negara dalam jumlah besar.Ia menegaskan penguasaan negara atas sumber daya alam merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.Secara tegas, Presiden juga menyatakan pemerintah akan terus berjuang menghentikan praktik korupsi dan berbagai bentuk perampasan kekayaan negara yang merugikan masyarakat dan masa depan bangsa.Langkah penertiban kawasan hutan dan pengembalian aset ini dinilai menjadi momentum penting dalam menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum, transparansi pengelolaan sumber daya alam, dan penguatan tata kelola negara yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat. (GF) 13 Mei 2026, 23:41 WIT
LMA Mimika Jenguk Korban Sipil Kontak Tembak di Tembagapura, Serukan Kepedulian dan Perdamaian Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk seorang warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, yakni Apeliu Magai, yang saat ini berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif medis di RSUD Mimika.Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry Alom menyampaikan rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang kini diliputi kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu Magai sangat memprihatinkan dan dalam waktu dekat akan menjalani tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya.“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujar Jerry Alom, Selasa (13/5/2026). Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,” katanya.Jerry Alom juga memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses pengobatan yang sedang berlangsung.“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik yang berkepanjangan.“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena konflik,” tutup Jerry Alom.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 23:22 WIT
Polda Papua Tengah, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Mimika Senilai Rp28 Miliar Papuanewsonline.com, Timika – Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Tengah kini tengah mendalami kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika. Anggaran yang menjadi sorotan besar ini digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, di mana berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2025, tercatat ada dana sebesar Rp28 miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, mengonfirmasi bahwa penyidikan masih berjalan intensif dan menjadi prioritas utama tim penyidik. “Proses pengumpulan bukti dan data pendukung masih terus dilakukan. Kami tidak bisa menentukan waktu selesai, namun butuh dukungan banyak pihak agar kasus ini terungkap terang-benderang. Nanti jika berkas sudah lengkap dan kuat, kami akan umumkan kepada publik,” ujarnya (13/5/2026). Nilai kerugian negara yang ditemukan dinilai sangat fantastis sehingga menjadi sorotan luas masyarakat.Sebagai respons atas temuan tersebut, KPU Mimika telah mengambil langkah internal dengan mengembalikan dana senilai Rp502,77 juta ke kas negara, yang merupakan bagian dari temuan audit BPK. Selain itu, melalui rapat pleno pada 20 Januari 2026, lima komisioner KPU Mimika juga telah merekomendasikan pemberhentian sementara Sekretaris dan Bendahara atas dugaan pelanggaran administrasi berat dan sikap tidak kooperatif dalam evaluasi anggaran. Rekomendasi ini telah dikirimkan ke Sekretariat Jenderal KPU RI melalui KPU Provinsi Papua Tengah.Diketahui, total dana hibah Pilkada 2024 yang digelontorkan Pemkab Mimika mencapai lebih dari Rp221 miliar. Rinciannya, KPU Mimika menerima Rp140,91 miliar, Bawaslu Rp36,40 miliar, Polres Mimika Rp27,45 miliar, serta Kodim 1710/Mimika sebesar Rp16,87 miliar.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 19:53 WIT
KPPBC Timika Soroti Peredaran Minuman dan Rokok Ilegal di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Timika, Yudi Amrullah, menyoroti maraknya peredaran minuman beralkohol dan rokok ilegal di Kabupaten Mimika saat diwawancarai pada Rabu (13/05/2026).Yudi menjelaskan, untuk minuman beralkohol, sebagian besar kasus yang ditemukan berkaitan dengan penjualan oleh pihak yang tidak memiliki izin resmi, meskipun produk yang dijual sebenarnya telah dilengkapi pita cukai resmi.“Kalau untuk minuman beralkohol, umumnya yang kami temukan adalah penjual yang tidak memiliki izin edar atau izin penjualan, sementara barangnya sendiri memiliki pita cukai resmi,” ujarnya.Sementara itu, untuk peredaran rokok ilegal, Yudi menyebut terdapat beberapa kategori pelanggaran yang sering ditemukan di lapangan.Kategori tersebut meliputi rokok polos tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, penggunaan pita cukai bekas, hingga penyalahgunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.“Ada juga salah peruntukan pita cukai, misalnya pita cukai untuk rokok linting digunakan pada rokok mesin. Selain itu ada salah personalisasi, di mana pita cukai milik perusahaan kecil digunakan pada produk perusahaan besar untuk menghindari pajak,” jelasnya.Menurutnya, peredaran rokok ilegal di Mimika saat ini cukup banyak ditemukan, meskipun skalanya belum sebesar daerah lain seperti Kalimantan, Sumatera, maupun Sulawesi.Ia mengungkapkan, sebagian besar rokok ilegal yang beredar di Mimika berasal dari Pulau Jawa dan masuk melalui jalur distribusi tertentu.KPPBC Timika, lanjut Yudi, terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal guna melindungi penerimaan negara sekaligus menjaga persaingan usaha yang sehat. Penulis: Bim Editor: GF 13 Mei 2026, 18:22 WIT
Aksi Bakar Lilin Di Timika, Tuntut Kebenaran Dan Keadilan Atas Meninggalnya Nalince Wamang Papuanewsonline.com, Timika – Solidaritas Pemuda Muslim bersama sejumlah warga dan keluarga almarhum menggelar aksi doa bersama dan penyalaan lilin di Bundaran Timika Indah, Selasa sore. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk belasungkawa sekaligus protes keras atas meninggalnya Nalince Wamang yang diduga menjadi korban penembakan di lokasi pendulangan emas Wini Kalikuluk, Mile 69, Tembagapura, pada 7 Mei lalu. (12/05/26)Ketua Solidaritas Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, dalam orasinya mengutuk peristiwa tersebut yang merenggut nyawa generasi muda yang sedang berjuang menata masa depan. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperjuangkan keadilan. Dalam aksi damai ini, peserta menyampaikan 12 poin tuntutan penting, di antaranya mendesak Panglima TNI dan Kapolri mengusut tuntas kasus tersebut, membentuk tim investigasi independen yang melibatkan Komnas HAM dan tokoh masyarakat, serta menuntut aparat yang terlibat diproses hukum tanpa perlindungan. Selain itu, mereka juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap Operasi Damai Cartenz, pemberian santunan, permintaan maaf resmi, serta jaminan keamanan bagi warga sipil di wilayah Tembagapura.Massa aksi juga menyerukan agar penggunaan kekuatan berlebihan dihentikan dan meminta perhatian para wakil rakyat untuk turun langsung melihat fakta di lapangan. Suara lantang bergema: “Nyawa rakyat bukan target operasi! Darah anak Papua bukan tumbal konflik! Tangkap pelaku, adili penembak, tegakkan keadilan!”. Kegiatan ini menjadi seruan bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar terwujud. Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:50 WIT
Kapolda Papua Tengah Kunjungi Korban Penembakan Insiden Tembagapura di RSMM Papuanewsonline.com, Timika – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jeremias Rontini, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Selasa (12/5/2026), guna menjenguk korban penembakan yang masih menjalani perawatan intensif. Di bangsal perawatan Lukas, ia memastikan bahwa saat ini hanya tersisa satu pasien yang masih dirawat, bernama Femina Elas Murib.Kedatangan ini merupakan wujud nyata kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat yang menjadi korban insiden keamanan di wilayah Tembagapura beberapa waktu lalu.Usai menengok kondisi korban, Brigjen Jeremias menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menekankan perlunya penyusunan langkah mitigasi dan edukasi khusus bagi masyarakat setempat, yang mayoritas berprofesi sebagai pendulang. “Ke depannya kami akan gencarkan sosialisasi, agar warga paham tindakan apa yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat atau ancaman bahaya di lokasi kerja. Hal ini sangat penting demi keselamatan jiwa mereka sendiri,” jelasnya.Menurut Kapolda, upaya pencegahan dan pemahaman kedaruratan nantinya akan dikoordinasikan dengan koordinator kamp maupun pihak terkait, termasuk manajemen PT Freeport Indonesia. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan jika ada kejadian serupa. Selain memberikan semangat, pihaknya juga menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. “Ini sumbangan tulus dari rezeki kami, nilainya mungkin tidak besar, tapi semoga bisa memotivasi dan meringankan beban keluarga,” ujarnya.  Penulis: Jid Editor: GF 13 Mei 2026, 10:07 WIT
Belasan Titik Togel Diduga Marak Di Timika, Warga: Hukum Seolah Tak Ada Papuanewsonline.com, Timika — Praktik perjudian toto gelap atau togel diduga beroperasi terang-terangan di jantung aktivitas ekonomi rakyat Timika. Di tengah hiruk-pikuk pedagang dan pembeli, transaksi ilegal itu berjalan mulus, nyaris tanpa gangguan.Pantauan Papuanewsonline.com, Selasa (12/052026), sedikitnya sebelas titik penjualan togel terpantau aktif di kawasan Pasar Lama. Selain itu, praktik serupa juga ditemukan di Lorong Sawito—yang biasa disebut warga Timika sebagai “Lorong Togel”—dan di dalam Pasar SP2 dengan sekitar lima titik penjual yang berderet.Transaksi dilakukan terbuka. Penjual melayani pembeli tanpa terlihat rasa takut. Kondisi ini menimbulkan kesan hukum tidak hadir di lokasi-lokasi ramai tersebut. “Seolah-olah hukum tidak pernah ada di tempat itu,” kata sumber di lapangan.Lebih mengejutkan, seorang penjual secara gamblang menyebut adanya “bos-bos” yang mengendalikan jaringan. “Beda-beda bos. Biasa dipanggil Bos Masur dan Bos Wawan,” ujarnya santai. Pernyataan itu mengindikasikan dugaan praktik terorganisir, bukan usaha kecil sembunyi-sembunyi.Pasar Lama, Lorong Sawito, dan Pasar SP2 bukan lokasi terpencil. Letaknya strategis dan ramai setiap hari. Jika judi togel bisa beroperasi terbuka di sana, publik mempertanyakan pengawasan aparat. “Apakah aparat tidak mengetahui? Ataukah ada pembiaran?” ujar warga.Undang-undang secara tegas melarang praktik perjudian dalam bentuk apapun. Namun realitas di lapangan justru menunjukkan togel seperti mendapat ruang aman untuk tumbuh. Warga khawatir dampaknya ke generasi muda.“Kami harap polisi segera bertindak. Jangan sampai generasi muda rusak karena judi,” kata Ode, warga Timika. Menurutnya, judi togel kerap menjadi pintu masuk masalah sosial: utang menumpuk, konflik keluarga, hingga tindak kriminal lanjutan.Jika benar belasan titik aktif tersebar di tiga kawasan itu, maka ini bukan persoalan kecil. Ini menjadi ujian serius bagi integritas dan ketegasan aparat penegak hukum di Mimika, khususnya Polres Mimika sebagai garda terdepan.“Penertiban harus menyentuh akar persoalan, termasuk dugaan adanya pihak-pihak yang mengendalikan jaringan tersebut,” pinta Ode. Ia berharap penindakan tidak berhenti pada razia seremonial, tetapi membongkar jaringan hingga ke atas.Hingga berita ini diterbitkan, Selasa, 12 Mei 2026 Polres Mimika belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, sumber media ini menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum dalam memuluskan praktik perjudian. Namun informasi tersebut masih perlu pembuktian lebih lanjut. Penulis: Hendrik Editor: GF 12 Mei 2026, 20:27 WIT
TPNPB Klaim Rampas Senjata SS1 Milik Anggota TNI AU di Enarotali Paniai Papuanewsonline.com, Paniai — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengumumkan klaim perampasan satu pucuk senjata jenis SS1 milik anggota TNI Angkatan Udara di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.Klaim tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi yang diterima media pada Senin (11/5/2026). Dalam keterangannya, TPNPB menyebut operasi dilakukan sekitar pukul 12.30 WPB di wilayah Kota Enarotali, Kabupaten Paniai.“Hari ini senin tanggal, 11 Mei 2026, 12-30 wpb Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai aktif melakukan operasi di kota Enarotali kab, Paniai Papua Tengah,” demikian isi siaran pers tersebut.Dalam pernyataannya, Komnas TPNPB mengklaim berhasil merampas satu pucuk senjata SS1 yang disebut milik anggota TNI Angkatan Udara Kopaskas Bandar Udara Enarotali.“Komnas TPNPB berhasil merampas 1 pucuk senjata merek SS1 milik anggota TNI Angkatan Udara Kopaskas Bandar Udara Enarotali, Kab. Paniai,” tulis pernyataan itu.TPNPB juga menyatakan siap bertanggung jawab atas aksi perampasan senjata tersebut. Mereka menyebut operasi dilakukan oleh pasukan dari Kompi Markas Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai di bawah pimpinan Pangkodap Matius Gobai dan Wakil Pangkodap Henok Yeimo.“Komnas TPNPB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai siap bertanggung jawab atas rampas senjata dari aparat keamanan saat bertugas di wilayah Paniai,” lanjut isi pernyataan tersebut.Selain menyampaikan klaim perampasan senjata, TPNPB kembali menyerukan agar pemerintah pusat menarik personel militer dari Papua. Pernyataan itu secara khusus ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.“Kami tegaskan kepada saudara Presiden RI Prabowo Subianto segera tarik militer organik maupun non organik dari tanah Papua,” tegas mereka dalam siaran pers tersebut.Pernyataan itu diumumkan oleh Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM, Sebby Sambom, atas nama Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM. Mereka menyebut informasi tersebut merupakan laporan resmi dari markas Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai kepada pimpinan pusat organisasi.Hingga berita ini diterbitkan, Papuanewsonline.com belum memperoleh konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pihak TNI, TNI Angkatan Udara, maupun aparat keamanan terkait klaim perampasan senjata yang disampaikan TPNPB tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (GF) 12 Mei 2026, 09:14 WIT
IPMADO Jayapura Gelar Aksi Mimbar Bebas, Kecam Kekerasan di Dogiyai Papuanewsonline.com, Jayapura – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) yang menempuh pendidikan di Jayapura menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Lingkaran Abepura, Senin (11/5/2026). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas tragedi berdarah yang melanda Kabupaten Dogiyai serta rentetan kekerasan yang terus terjadi di berbagai wilayah Tanah Papua.Massa berorasi lantang sambil membawa poster bertuliskan tuntutan, antara lain penarikan pasukan militer, pengakuan kasus Dogiyai sebagai pelanggaran HAM berat, dan seruan keadilan bagi seluruh korban.Brasius Gobai, salah satu peserta aksi, menyayangkan situasi keamanan yang dinilai tak kunjung membaik sejak masa berlakunya Trikora hingga sekarang. Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat seharusnya mengayomi dan melindungi, namun kenyataannya warga justru kerap menjadi sasaran kekerasan, pengungsian, dan ketidakadilan. “Kami bersatu melawan ketidakadilan ini. Hampir seluruh wilayah Papua merasakan hal yang sama: hidup dalam suasana darurat militer dan krisis kemanusiaan,” tegasnya di hadapan massa.Bruno Tebai memaparkan kronologi kelam peristiwa mulai 31 Maret 2026. Bermula dari ditemukannya jenazah anggota polisi di depan gereja, situasi segera memanas. Aparat memblokade jalan, melepaskan tembakan, membakar kendaraan warga, dan mengejar pemuda hingga masuk ke pemukiman. Akibatnya, lima warga sipil tewas dan empat lainnya terluka. Korban yang gugur antara lain Siprianus Tibakoto, Yulita Ester Pigai, Martinus Yobee, Angkian Edowai, dan Ferdinan Auwe.Dalam tuntutan akhirnya, IPMADO mendesak pemerintah pusat dan penegak hukum mengusut tuntas seluruh kejadian serta menjamin keadilan bagi keluarga korban.  Penulis: Jid Editor: GF 12 Mei 2026, 08:57 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT