Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Tragedi Dogiyai Memanas, Tiga Warga Sipil Tewas Usai Penyisiran Pasca Polisi Dibunuh
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Tiga warga Distrik Kamuu,
Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah dilaporkan tewas setelah ditembak pada Selasa
(31/3/26). Korban diduga ditembak oleh aparat kepolisian dalam penyisiran yang
dilakukan usai seorang anggota Polsek Moenamani tewas. Informasi menunjukkan
ketiga korban adalah Ester Pigai (60 tahun), Siprianus Tibakoto (18 tahun), dan
Martinus Yobe (atau disebut Yosph/Yoseph Yobe, 19 tahun).Marthen Goo, salah satu intelektual Kabupaten Dogiyai,
menyampaikan bahwa korban tewas saat aparat melakukan penyisiran di wilayah
Distrik Kamuu. Penyisiran dilakukan setelah Brigadir Dua (Bripda) Jufentus
Edowai ditemukan tewas dengan luka bacokan di leher dan dianiaya oleh orang tak
dikenal di Kampung Kimupugi pagi hari itu. "Teman-teman korban polisi datang untuk menjemput dan
kemudian melakukan penyisiran yang tidak terkendali, yang menyebabkan tiga
orang warga tewas. Selain itu juga terjadi kerusakan dan hilangnya harta benda
masyarakat," katanya. Menurut Marthen, setelah penyisiran, aparat baru membawa
rekan mereka yang tewas ke rumah sakit, dan kemudian terjadi penembakan lagi
yang menewaskan Martinus Yobe dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.Frater Siorus Degei, yang menjalani Tahun Orientasi Pastoral
di Paroki St. Petrus Mauwa-Dogiyai, mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi saat
ia bersama umat baru menyelesaikan ibadah sakramen tobat menjelang Pekan Suci
Paskah sekitar pukul 09:42 Waktu Papua. Awalnya keadaan terlihat normal, namun kemudian datang kabar
bahwa seorang anggota polisi asli Papua tewas dengan luka bacokan di leher dan
lima jari tangan kanannya putus di sekitar pertigaan Gereja Ebenezer Moanemani.
"Sesudahnya bunyi tembakan bergemuruh tanpa henti di
Kota Moanemani. Aparat TNI/Polri melakukan penembakan yang tidak terkendali,
bahkan ada mobil polisi mengejar beberapa pemuda naik motor dari pusat kota
hingga ke Distrik Kamuu Utara," jelasnya.Frater Siorus mengkonfirmasi bahwa peristiwa itu berujung
pada tiga warga sipil tewas, dengan situasi di kota Dogiyai yang masih
mencekam. Jalanan sunyi dan aktivitas masyarakat terhenti pasca kejadian."Bunyi tembakan masih terdengar samar dari kejauhan.
Ada kekhawatiran konflik akan terus berlanjut, mengingat salah satu korban
adalah seorang ibu yang tidak bersalah," ujarnya. Sementara itu, Kapolsek Kamuu Inspektur Satu Yusuf Habel
Apiem menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan identitas dan bagian
tubuh korban yang tertembak. "Kami masih mendalami kasus ini, mengingat ada korban
dari masyarakat dan juga satu anggota kami. Informasi resmi akan disampaikan
oleh kapolres," katanya. Penulis: Jid
Editor: GF
01 Apr 2026, 14:45 WIT
Polres Maluku Tenggara Amankan 2 Tersangka Pembunuhan Pasca Konflik di Danar
Papuanewsonline.com, Langgur - Kepolisian Resor Maluku Tenggara menangkap dua tersangka kasus pembunuhan berinisial E.N dan O.H. yang terlibat dalam aksi kekerasan hingga menewaskan seorang warga di Desa/Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil.Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi di Langgur, Selasa, mengatakan kedua tersangka diamankan pada 30 Maret 2026 setelah melalui penyelidikan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal.Peristiwa tersebut bermula dari bentrokan antarwarga pada Jumat (27/3) yang sempat mereda setelah aparat kepolisian turun ke lokasi. Namun, situasi kembali memanas pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIT.Dalam kondisi tersebut, kedua tersangka diduga menyerang korban berinisial F.A.R. menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban ditemukan warga dalam keadaan terluka parah dan kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur.“Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan para pelaku. Saat ini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Kapolres.Ia menegaskan, kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap bentuk kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.Kedua tersangka dijerat pasal tindak pidana terhadap nyawa dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara.Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi serta bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Maluku Tenggara.Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa konflik sosial yang tidak terkendali dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi kemanusiaan. Tawuran yang awalnya bersifat spontan sering kali dipicu oleh emosi sesaat, namun berujung pada konsekuensi hukum dan kehilangan nyawa yang tidak tergantikan.Langkah cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini patut diapresiasi sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat. Namun, penegakan hukum saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik secara damai.Ke depan, diperlukan peran aktif seluruh elemen tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga generasi muda untuk memperkuat budaya dialog dan mencegah kekerasan sebagai jalan keluar. Stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga cerminan kedewasaan sosial sebuah komunitas. PNO-12
01 Apr 2026, 09:27 WIT
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah
Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara
melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah
dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca
konflik sosial di Distrik Kwamki Narama.Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda Yusran Jaya Milu (Kapolsek
Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim pengamanan Bandara Mozes
Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/26) di area Bandara Mozes Kilangin
dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, SE menjelaskan bahwa
razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco maupun area
kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang
bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya
benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau
penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1
buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat
Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik
barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru,
Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan
di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses
pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan
Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki
Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan
kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan
lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Mar 2026, 22:59 WIT
Polsek Kawasan Bandara Mimika Gelar Razia Sajam, Amankan 1 Busur Dan 28 Anak Panah
Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Kawasan Bandara
melaksanakan razia khusus terhadap senjata tajam (sajam) berupa busur dan panah
dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca
konflik sosial di Distrik Kwamki Narama. Kegiatan yang dipimpin oleh Ipda
Yusran Jaya Milu (Kapolsek Kawasan Bandara Mimika) bekerja sama dengan tim
pengamanan Bandara Mozes Kilangin Timika digelar pada Selasa (31/3/2026) di
area Bandara Mozes Kilangin dan Terminal Perintis Avco.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona, S.E., menjelaskan
bahwa razia dilakukan secara menyeluruh di Terminal Perintis Bandara Avco
maupun area kedatangan dan keberangkatan Bandara UPBU Mozes Kilangin Timika. Personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang
bawaan calon penumpang serta penumpang yang baru tiba, guna mendeteksi adanya
benda berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban."Kegiatan ini bertujuan mencegah masuknya atau
penyebaran senjata alami yang berpotensi memicu konflik kembali," ujarnya.Dalam pelaksanaan razia, personel berhasil mengamankan 1
buah busur dan 28 anak panah yang dibawa oleh salah seorang penumpang pesawat
Reven Global Transport yang berasal dari Lapter Noema Distrik Jila. Pemilik
barang berinisial T.D (37 tahun) beralamat di Jalan Baru, Distrik Mimika Baru,
Kabupaten Mimika. Setelah ditemukan, barang bukti tersebut langsung diamankan
di Polsek Kawasan Bandara untuk proses lebih lanjut.Hempy menambahkan bahwa setelah menyelesaikan proses
pemeriksaan awal, barang bukti akan disimpan sementara di Polsek Kawasan
Bandara sebelum dilakukan pemusnahan sesuai prosedur hukum. "Kegiatan razia sajam pasca konflik sosial di Kwamki
Narama merupakan tindakan preventif untuk menjaga situasi tetap aman dan
kondusif di wilayah Kabupaten Mimika," jelasnya. Razia ini juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan
lingkungan bandara yang aman bagi seluruh penumpang dan masyarakat sekitar. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Mar 2026, 22:39 WIT
Polres Mimika Kawal Keberangkatan Tiga Bus Warga, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Papuanewsonline.com, Timika – Polsek Tembagapura bersama
petugas pengamanan melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap keberangkatan
tiga unit bus yang mengangkut warga masyarakat menuju Kota Timika pada Selasa
pagi (31/3/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menghadiri acara kedukaan
almarhum Balau Newegalen serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan.Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menjelaskan bahwa
pihak kepolisian melakukan pengamanan sejak pukul 06.30 WIT hingga seluruh
penumpang selesai melakukan boarding. Personel gabungan Polsek Tembagapura dan Brimob melakukan
pengaturan lalu lintas serta pengawasan terhadap barang bawaan penumpang guna
mencegah masuknya senjata atau barang berbahaya ke dalam bus."Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan
tidak terpengaruh isu yang belum jelas, agar situasi kamtibmas tetap
terkendali," ujarnya.Diketahui, keberangkatan bus tersebut merupakan bagian dari
dukungan masyarakat terhadap proses penyidikan kasus pembunuhan yang menimpa
Balau Newegalen di Kwamki Narama. Setiap penumpang yang terdiri dari berbagai kalangan
masyarakat dari Kampung Damai, Kwamki Narama, hingga Mimika Baru, menunjukkan
sikap kooperatif selama proses pemeriksaan barang bawaan. Tidak ditemukan
barang berbahaya maupun indikasi yang mengganggu keamanan selama proses
keberangkatan.Polres Mimika mengimbau seluruh masyarakat untuk terus
memberikan dukungan kepada aparat keamanan dalam menangani setiap kasus yang
terjadi."Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan
guna menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Mimika. Semoga proses hukum
dapat berjalan dengan lancar dan memberikan keadilan yang layak bagi semua
pihak," pungkas Hempy Ona. Seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan kondisi
kamtibmas yang tetap aman dan kondusif. Penulis: Jid
Editor: GF
31 Mar 2026, 22:34 WIT
Anggota Polisi di Dogiyai Tewas Dibunuh OTK, Aparat Tingkatkan Kewaspadaan
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Suasana duka menyelimuti
jajaran kepolisian di Kabupaten Dogiyai, Papua, setelah seorang anggota polisi
dilaporkan tewas dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa
(31/3/2026). Peristiwa ini langsung memicu peningkatan kewaspadaan di kalangan personel
kepolisian setempat.Informasi yang diterima menyebutkan, korban merupakan
anggota Polres Dogiyai bernama Yupentus Edowai. Insiden tersebut sontak
mengejutkan rekan-rekan sesama aparat, mengingat situasi keamanan di wilayah
tersebut memang kerap menjadi perhatian.Dalam pesan yang beredar melalui grup komunikasi internal
dan diterima media ini melalui WhatsApp, salah satu rekan korban menyampaikan
imbauan agar seluruh personel meningkatkan kewaspadaan."Selamat siang komandan, Senior dan Rekans... Hari ini
rekan kita Polres Dogiyai di Bunuh oleh OTK untuk itu Rekan-Rekan jangan ada
yang bepergian sendiri-sendiri," demikian pernyataan dari salah satu rekan
polisi yang diterima media papuanewsonline,com. via WhatsApp.Korban diketahui bernama Yupentus Edowai yang disebut
tinggal di wilayah Barang Barat. Hingga kini, motif di balik pembunuhan
tersebut masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.Menyusul kejadian ini, seluruh personel di wilayah Dogiyai
diminta untuk tidak bepergian seorang diri, terutama saat bertugas di lapangan
maupun di luar jam dinas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar
insiden serupa tidak kembali terulang.Selain itu, pengamanan di sejumlah titik rawan juga
dikabarkan telah diperketat. Aparat melakukan patroli dan meningkatkan
kesiapsiagaan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang menimpa
aparat keamanan di wilayah pegunungan Papua, yang dalam beberapa waktu terakhir
menjadi perhatian berbagai pihak.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi
dari pihak kepolisian setempat terkait kronologi lengkap, identitas pelaku,
maupun langkah lanjutan yang sedang dilakukan.Media ini akan terus memperbarui informasi seiring
perkembangan penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. Penulis: HendEditor: GF
31 Mar 2026, 18:39 WIT
Tokoh Pemuda Suku Kamoro Kecam Kekerasan KKB, Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Papua
Papuanewsonline.com, Mimika – Tokoh pemuda Suku Kamoro Papua Tengah, Edison Manikiuta, menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata yang mengganggu keamanan masyarakat di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Nawaripi, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIT, sebagai respons atas situasi keamanan yang dipicu oleh aksi kelompok kejahatan bersenjata.Dalam keterangannya, Edison mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kejahatan bersenjata yang dinilai telah menimbulkan korban serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan harapan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.Edison juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting dalam melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.Selain itu, ia mengapresiasi kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis. Pendekatan tersebut dianggap mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman di tengah situasi yang berkembang.Lebih lanjut, Edison mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Mimika, untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai fondasi utama dalam menciptakan kedamaian di tanah Papua.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga persatuan serta kesatuan demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ujarnya.Dengan adanya dukungan dari tokoh pemuda dan masyarakat, diharapkan sinergi antara aparat keamanan dan warga dapat terus terjalin dengan baik, sehingga situasi kamtibmas di Papua tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. PNO-12
30 Mar 2026, 14:07 WIT
Seorang Pria Tewas di Kwamki Narama Dengan 19 Anak Panah di Badan, Polisi Tetap Siaga
Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria muda berinisial
BN (23) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Freeport Lama, sekitar
pangkalan ojek tembus Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,
pada Minggu (29/3/26) dini hari.Laporan diterima oleh Polsek Kwamki Narama sekitar pukul
00.52 WIT. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kwamki Narama dan
Brimob Yon B Mimika segera merespons, tiba di lokasi pada pukul 01.33 WIT untuk
melakukan pengamanan dan olah TKP bersama tim Inafis Polres Mimika. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD
Mimika untuk penanganan lebih lanjut.Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban
ditemukan memiliki luka serius akibat 19 anak panah yang tertancap di seluruh
tubuhnya, serta luka tambahan akibat senjata tajam di bagian leher dan
punggung. Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan bahwa
korban diduga menjadi korban penyerangan sekelompok orang."Informasi sementara menunjukkan pelaku masih dalam
tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan motif yang menjadi
dasar peristiwa ini," ujarnya.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, juga menambahkan
bahwa sementara diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang, namun identitas
dan motif masih didalami.Dalam penyelidikan lanjutan, ditemukan indikasi kuat bahwa
peristiwa ini berkaitan dengan riwayat konflik antar kelompok. Pelaku diduga
berjumlah tiga orang dan berasal dari kelompok Dang, sementara korban adalah
bagian dari kelompok Newegalen. Kedua kelompok ini pernah terlibat konflik berkepanjangan
selama tiga bulan pada tahun 2025, yang kemudian disepakati damai melalui
proses adat pada 12 Januari 2026 lalu. Namun, kejadian tragis ini membuat
situasi kembali memanas. "Personel kepolisian saat ini telah bersiaga penuh
untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi balasan dari kedua pihak,"
jelas Yusak.Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli dan pengamanan
di seluruh wilayah Kwamki Narama guna menjaga ketertiban dan mencegah eskalasi
konflik. Polres Mimika juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
tidak mudah terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Aparat keamanan akan terus meningkatkan patroli dan
pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi dari
pihak-pihak tertentu," tegas Hempy Ona.Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini
secara tuntas dan mendorong kedua pihak untuk kembali menjaga perdamaian. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mar 2026, 21:41 WIT
Terjadi Kasus Pembunuhan di Jalan Wr Supratman Timika, Korban Di Temukan Bersimbah Darah
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria ditemukan dalam
keadaan bersimbah darah di salah satu ruko kawasan Jalan WR Supratman Petrosea,
Timika, pada Minggu (29/3/26). Penemuan korban yang dalam kondisi tergeletak
tidak bernyawa ini membuat masyarakat khawatir, terutama setelah video kejadian
tersebut viral di berbagai platform media sosial.Dalam rekaman yang beredar, terlihat korban terkurap di
lantai dengan luka tajam pada bagian belakang leher hingga punggung, disertai
dengan banyaknya darah yang membasahi area sekitar.Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman saat
dikonfirmasi secara resmi membenarkan kejadian tragis tersebut. "Informasi yang beredar benar adanya. Saat ini tim
Inafis sedang melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengumpulkan
bukti dan memastikan detail kasus," Katanya. Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi
Fardha, juga menambahkan bahwa pihak keamanan telah segera merespons kejadian
dan melakukan penanganan di lokasi."Kami telah mengerahkan personel untuk mendatangi
lokasi dan menangani kasus ini dengan serius," katanya secara singkat.Di lokasi kejadian, Tokoh Pemuda sekaligus Ketua KNPI
Mimika, Awen Magai, menyampaikan bahwa korban yang menjadi korban pembunuhan
ini adalah kakak kandungnya."Betul, korban yang ditemukan adalah kakak kandung saya
yang telah menjadi korban pembunuhan. Saat ini pelaku telah melarikan diri dari
lokasi kejadian," ungkapnya dengan penuh emosi. Dengan tegas, Awen mengajukan permintaan kepada pihak
kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku yang telah
melakukan tindakan keji tersebut."Saya meminta kepada pihak keamanan untuk melakukan
pencarian pelaku dengan penuh semangat dalam waktu 24 jam. Sebelum keluarga
kami terpaksa mengambil langkah yang lebih tegas, harap segera proses kasus
ini," pintanya.Diketahui, kejadian ini bukan satu-satunya kasus pembunuhan
yang terjadi pada hari yang sama di Kabupaten Mimika. Sebelumnya, juga
ditemukan kasus serupa di Distrik Kwamki Narama. Pihak kepolisian saat ini tengah fokus menangani kedua kasus
tersebut secara paralel, dengan melakukan koordinasi antar unit untuk
memastikan proses penyelidikan berjalan dengan cepat dan akurat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan
informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan dukungan
penuh dalam proses penyidikan agar pelaku dapat segera ditemukan dan diadili
sesuai hukum. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Mar 2026, 20:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru