logo-website
Senin, 24 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Bertanggung Jawab Atas Pembakaran Dapur MBG Di Wamena Papuanewsonline.com, Wamena – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Operasi XVI Yahukimo atau TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengaku bertanggung jawab atas peristiwa pembakaran di Kota Wamena.Pengakuan itu disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima redaksi, Minggu 23 Agustus 2026. Rilis tersebut ditandatangani Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dan Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen.Dalam siaran pers disebutkan, peristiwa terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 03.50 WIT di Jalan Bhayangkara Atas, Kota Wamena. Lokasi yang disebut dalam rilis adalah dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah fasilitas."Pembakaran tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo atas perintah Mackar Sobolim dan Lampion Heluka. Oleh sebab itu, disampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penangkapan dan penembakan sewenang-wenangnya terhadap warga sipil. Aksi ini kami yang lakukan dan siap bertanggung jawab," tulis rilis tersebut.Dalam rilis yang sama, TPNPB juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, dan ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis. TPNPB dalam pernyataannya menuduh adanya keterlibatan aparat dalam program MBG dan menyampaikan kekhawatiran terkait keamanan pangan. "Program MBG ada keterlibatan langsung oleh aparat militer Indonesia dalam menyediakan makanan bagi orang Papua," demikian dikutip dari rilis.Lebih lanjut dalam rilis, TPNPB juga menyampaikan pernyataan terkait potensi bahaya dan mengajak masyarakat untuk kembali berkebun serta "bersatu merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961".Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat yang juga dilaksanakan di Kabupaten Jayawijaya. Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya, dan pihak pengelola MBG wilayah Wamena belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa yang diklaim TPNPB tersebut.Catatan Redaksi: Berita ini berdasarkan Siaran Pers TPNPB tertanggal 23 Agustus 2026. Klaim dan tuduhan yang disampaikan dalam rilis belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait.Penulis: HendrikEditor: OF 23 Agu 2026, 16:21 WIT
Gagalkan 2,6 Ton Sabu Cair, Menko Polkam Tegaskan Indonesia Menolak Jadi Lahan Narkoba Papuanewsonline.com, Batam — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan sikap tegas pemerintah bahwa Indonesia tidak boleh dijadikan tempat transit, penyimpanan, maupun pasar bagi peredaran narkoba dan kejahatan transnasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika cair seberat 2,6 ton yang digagalkan tim gabungan di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada Jumat (21/8/2026). Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkoba.Menko Polkam menjelaskan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan berpotensi berdampak buruk bagi sekitar 14 juta orang. Apabila beredar, biaya rehabilitasi yang harus ditanggung masyarakat dapat mencapai sekitar Rp140 triliun. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini jauh lebih penting dan menguntungkan dibandingkan menanggung kerugian sosial dan ekonomi yang tak ternilai harganya. “Kebersamaan ini mutlak diperlukan. Tidak ada satu pun yang bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berjalan bersama-sama,” tegasnya menekankan pentingnya sinergi antarlembaga.Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa posisi Kepulauan Riau yang berada di jalur perairan internasional memang menghadapi risiko tinggi penyelundupan. Namun BNN bersama Bea Cukai, TNI, Polri, dan instansi terkait terus memperkuat pengawasan, patroli, serta pertukaran informasi guna menutup celah pergerakan jaringan. “Kita tidak gentar dan tidak akan berhenti,” ujarnya teguh. Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menegaskan pihaknya akan terus berada di garis terdepan menjaga perbatasan demi melindungi masyarakat dan perekonomian nasional.Pengungkapan besar ini bermula dari operasi gabungan yang menyergap kapal MV Ocean Porter di perairan Tanjung Balai Karimun pada Senin (17/8/2026). Petugas menemukan sekitar 2,6 ton narkotika cair yang disembunyikan dalam tangki air, beserta ratusan dus rokok ilegal. Sepuluh awak kapal berkewarganegaraan Myanmar ikut diamankan untuk proses hukum selanjutnya. Seluruh keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas lembaga adalah kunci utama dalam memutus rantai kejahatan lintas negara.Penulis: JidEditor: OF 23 Agu 2026, 08:26 WIT
Dua Warga Negara Asing China Diduga Berburu Satwa Dilindungi di Papua, Dideportasi Papuanewsonline.com, Jayapura — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura berhasil mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan oleh dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua, Samuel Toba, mengidentifikasi keduanya sebagai pasangan suami istri berinisial YH dan NZ yang datang ke Papua dengan alasan berwisata. Namun, petugas menemukan bukti bahwa mereka melakukan aktivitas yang jauh berbeda dari izin yang diberikan.Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang diterima pada 30 Maret 2026. Laporan tersebut menyebutkan adanya WNA yang diduga melakukan kegiatan tidak sesuai dengan izin tinggalnya. Tim intelijen keimigrasian kemudian menindaklanjuti dan memperoleh petunjuk yang lebih jelas pada 27 Juli 2026, termasuk bukti berupa foto dan video yang beredar di media sosial. Dari rekaman tersebut terlihat YH terlibat langsung dalam perburuan satwa yang dilindungi, antara lain burung kasuari dan kuskus, bersama warga setempat.Setelah menelusuri jejak dan mendalami informasi secara menyeluruh, petugas akhirnya menangkap kedua WNA tersebut pada 14 Agustus 2026 di wilayah Jayapura.Mereka menjalani pemeriksaan mendalam terkait identitas, dokumen perjalanan, izin tinggal, serta seluruh aktivitas yang dilakukan selama berada di wilayah Papua. Bukti-bukti digital yang terkumpul menjadi dasar kuat dalam menetapkan pelanggaran yang telah dilakukan.Atas perbuatannya, kedua WNA tersebut dikenakan sanksi administratif keimigrasian berupa pengusiran atau deportasi dari wilayah Indonesia. Samuel Toba menegaskan bahwa setiap orang asing yang berada di Indonesia wajib mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku, termasuk batasan kegiatan sesuai dengan izin yang diberikan. Penyalahgunaan izin tinggal untuk melakukan tindakan yang merugikan, terutama yang merusak kekayaan alam dan satwa dilindungi, tidak akan dibiarkan begitu saja.Penulis: JidEditor: OF 21 Agu 2026, 21:08 WIT
Bripda Jhon Galu Situmorang Tertembak Saat Melaksanakan Tugas di Tolikara, Diduga Serangan KKB Papuanewsonline.com, Mimika — Seorang personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, menjadi korban penembakan saat rombongan kepolisian melintas di kawasan sebelum Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, pada Kamis (20/8/2026). Kasatgas humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Polisi Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa saat sedang melaksanakan pengamatan, rombongan tiba-tiba diserang dengan rentetan tembakan yang datang dari arah dataran tinggi di sekitar lokasi.Peluru-peluru menghantam atap kendaraan dinas hingga melubangi badan kendaraan dan merusak lampu rotator. Satu butuh peluru mengenai Bripda Jhon tepat di pangkal paha sebelah kiri. Tim segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat di RSUD Karubaga. Mengingat keterbatasan sarana penanganan medis, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Jayawijaya, dan pada Jumat siang dievakuasi kembali ke RS Bhayangkara di Jayapura guna mendapatkan perawatan yang lebih lengkap dan optimal.Berdasarkan hasil penyelidikan dan identifikasi yang dilakukan aparat di lokasi kejadian, pelaku penembakan diduga kuat merupakan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi. Dari kondisi kendaraan yang penuh lubang bekas tembakan terutama di bagian atap, dapat dipastikan bahwa sasaran serangan tersebut adalah aparat keamanan yang sedang menggunakan kendaraan dinas berwarna khas kepolisian.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Polisi Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis sebaik-baiknya. Sementara itu, penyelidikan terus diperdalam dan dikembangkan guna mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Wakil Kepala Operasi juga menambahkan bahwa setiap informasi akan diverifikasi dan ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. Selain itu, aparat juga meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tolikara dan sekitarnya.Penulis: JidEditor: OF 21 Agu 2026, 20:56 WIT
Terima Paket Diduga Narkotika, Seorang Ibu Rumah Tangga di Timika Diamankan Polres Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial EM atau akrab disapa L pada Kamis (20/8/2026) sore. Penangkapan dilakukan saat yang bersamaan menerima kiriman paket yang diduga berisi narkotika jenis ganja di kawasan Jalan Irigasi Ujung, Timika. Pengungkapan bermula dari informasi yang diterima pihak kepolisian dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Mimika terkait kiriman mencurigakan yang dikirim dari Kota Jayapura.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa paket tersebut dikirim melalui jalur kargo Bandara Mozes Kilangin. Setelah tiba di Timika, petugas berkoordinasi dengan pihak jasa pengiriman untuk memantau pergerakannya. Tak lama berselang, penerima paket menghubungi jasa pengiriman dan meminta barang tersebut diantar ke alamatnya di Jalan Irigasi. Saat paket berpindah ke tangan EM sekitar pukul 15.00 WIT, tim pengawas segera bergerak melakukan penangkapan.Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 10 bungkusan plastik bening berukuran besar yang diduga berisi ganja.Dalam pemeriksaan awal, EM mengakui barang tersebut adalah miliknya dan menyebut kiriman itu dikirim oleh temannya yang berinisial OJW yang berada di Jayapura. Berat keseluruhan barang bukti saat ini masih dalam proses penimbangan lebih lanjut.Atas perbuatannya, EM kini dibawa ke Markas Polres Mimika di Mile 32 untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Ia diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman yang berat. Polisi juga terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan pengiriman serta memburu pelaku yang berada di Jayapura.Penulis: JidEditor: OF 21 Agu 2026, 20:53 WIT
Markas TPNPB di Puncak Jaya Diserang Drone, Dihancurkan Sebagian Bangunan Namun Tak Ada Korban Jiwa Papuanewsonline.com, Puncak Jaya — Markas Komando TPNPB-OPM di wilayah Puncak Jaya dilaporkan mengalami serangan udara menggunakan pesawat tak berawak atau drone militer Indonesia sejak tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026. Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM pada Kamis, 20 Agustus 2026, berdasarkan laporan langsung dari Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.Serangan pertama dilancarkan pada hari Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 06.30 hingga pukul 10.00 WIT menggunakan 10 unit drone. Serangan berlanjut hingga Rabu, 19 Agustus 2026, kali ini menggunakan 9 unit drone yang melancarkan pengeboman berulang kali sejak pukul 09.19 WIT. Bom-bom dijatuhkan dari arah pos militer yang berada di bukit seberang, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari pihak TPNPB.Akibat ledakan dan getaran yang sangat kuat, halaman markas rusak berat, dinding-dinding bangunan retak dan runtuh, serta atap sebagian bangunan ikut hancur terkena serpihan bom. Serangan udara ini hanya menghancurkan bangunan dan fasilitas markas, namun tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Pihak TPNPB juga melampirkan bukti berupa sisa-sisa serpihan bom yang ditemukan di lokasi serangan.Merespons peristiwa tersebut, pihak TPNPB mendesak pemerintah Indonesia agar segera mematuhi ketentuan hukum humaniter internasional dalam setiap operasi militer di Tanah Papua. Penggunaan kekuatan senjata harus seimbang dan tetap menjauhi pemukiman warga sipil agar tidak menimbulkan korban di kalangan penduduk tak bersalah. Pihak TPNPB juga meminta agar pos-pos militer segera dipindahkan dari lingkungan pemukiman warga.Penulis: JidEditor: OF 20 Agu 2026, 12:32 WIT
Kemensos Gandeng Polri Tindaklanjuti Penerima Bansos yang Terindikasi Gunakan Bantuan untuk Judi Papuanewsonline.com, Jakarta — Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencatat adanya penerima bantuan sosial yang diduga menggunakan dana bantuan negara untuk perjudian daring. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat ditemui di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026).Berdasarkan hasil evaluasi penyaluran bantuan sosial pada triwulan II tahun 2026, tercatat sebanyak 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan transaksi perjudian daring. Sepanjang tahun 2025, rata-rata nilai transaksi yang terdeteksi mencapai Rp1,9 juta per keluarga, dengan nilai terendah Rp5.000 dan tertinggi menyentuh angka Rp2,68 miliar. Angka yang sangat besar dan sangat memprihatinkan.Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun yang menyalahgunakan bantuan sosial untuk hal-hal yang tidak bertujuan memenuhi kebutuhan dasar. Namun sebelum mengambil keputusan, Kemensos akan membuka ruang klarifikasi melalui pemerintah desa dan pendamping sosial. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah transaksi tersebut benar dilakukan oleh penerima bansos atau justru identitasnya disalahgunakan oleh pihak lain, termasuk anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga.Apabila hasil klarifikasi membuktikan adanya penyalahgunaan yang nyata, maka penyaluran bantuan sosial akan segera dihentikan dan penerima tersebut dinonaktifkan dari daftar penerima manfaat. Kemensos pun menyerahkan kasus ini kepada Polri agar dapat ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku, sehingga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak bahwa bantuan negara harus digunakan dengan sebaik-baiknya.Penulis: JidEditor: OF 20 Agu 2026, 09:41 WIT
Warga Distrik Agisiga Mengungsi Pascagerakan Pasukan, TPNPB-OPM Desak Investigasi dan Akses Wartawan Papuanewsonline.com, Sugapa — Warga sipil di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kembali terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke kawasan hutan serta kampung tetangga sejak pagi hari Senin, 17 Agustus 2026. Pengungsian tersebut terjadi beriringan dengan pergerakan pasukan militer Indonesia yang memasuki wilayah Distrik Agisiga dan Ugimba melalui jalur darat maupun udara, sehingga menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran mendalam di kalangan warga.Hal ini disampaikan dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM pada Rabu, 19 Agustus 2026.Berdasarkan laporan yang diterima, warga dari Kampung Danggoa, Tausiga, Soali, dan Mbamogo memilih menyelamatkan diri ke kawasan Jenabu dan hutan-hutan di sekitarnya karena merasa tidak aman. Di wilayah Ugimba juga dilaporkan adanya pendudukan pemukiman warga oleh pasukan militer, yang kemudian memaksa warga sipil untuk ikut serta dalam upacara pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kondisi tersebut dinilai menambah ketakutan sekaligus menimbulkan trauma bagi warga yang tinggal di wilayah itu.Merespons situasi tersebut, TPNPB-OPM meminta kepada Komite Internasional Palang Merah, tim investigasi Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk turun melakukan penelusuran fakta sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan. Permintaan itu dikaitkan dengan data yang menyebutkan ratusan ribu warga sipil telah tersebar mengungsi di berbagai wilayah Tanah Papua dan membutuhkan perhatian serta penanganan yang serius.Selain itu, TPNPB-OPM juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar membuka akses seluas-luasnya bagi para wartawan asing untuk melakukan peliputan secara transparan dan independen di Tanah Papua. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan sebenarnya kepada publik nasional maupun dunia internasional mengenai situasi yang sesungguhnya berlangsung di lapangan.Penulis: JidEditor: OF 20 Agu 2026, 08:19 WIT
Polsek Asologaima Ditembaki Saat HUT ke-81 RI, Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru di Lokasi Papuanewsonline.com, Jayawijaya — Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendadak tegang. Pada Senin pagi, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WIT, terdengar suara rentetan tembakan yang diperkirakan berjumlah sepuluh kali ke arah lingkungan Kantor Polsek Asologaima. Personel yang sedang melaksanakan siaga langsung meningkatkan kewaspadaan dan merespons sumber suara tembakan dengan cepat.Keesokan harinya, Selasa (18/8), tim gabungan dari Satreskrim Polres Jayawijaya didukung personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 melakukan olah tempat kejadian perkara di Kampung Kimbim, tempat asal tembakan. Hasil pemeriksaan di lapangan menemukan jejak kaki serta sepuluh selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di titik yang diduga menjadi lokasi penembak. Namun, pemeriksaan terhadap bangunan kantor Polsek tidak menemukan bekas tembakan.Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa prioritas utama personel adalah menjamin keselamatan warga maupun anggota kepolisian. “Dari hasil pengecekan menyeluruh, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan kantor Polsek,” ujarnya. Situasi di sekitar lokasi pun dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa.Pihak kepolisian terus mendalami hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi guna mengungkap pelaku serta motif di balik penembakan tersebut. Barang bukti yang ditemukan telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.Penulis: JidEditor: OF 19 Agu 2026, 19:36 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT