Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Papua Selatan Diguncang Dua Kejadian, Dari Penembakan Pesawat Smart Air hingga Bentrok TNI–Polri
Papuanewsonline.com, Papua Selatan - Papua Selatan kembali
menjadi sorotan setelah dua peristiwa serius terjadi secara beruntun dalam
kurun waktu kurang dari 24 jam. Penembakan terhadap pesawat sipil pada 11
Februari 2026 disusul bentrokan antar oknum aparat keamanan pada 12 Februari
2026 di Kota Kepi, Kabupaten Mappi.Peristiwa pertama terjadi ketika pesawat perintis milik
Smart Air ditembaki saat hendak mendarat di wilayah Korowai pada Rabu, 11
Februari 2026. Insiden tersebut mengakibatkan dua awak pesawat, yakni pilot dan
kopilot, meninggal dunia. Serangan terhadap penerbangan sipil ini langsung
memicu perhatian luas mengingat peran vital pesawat perintis dalam mendukung
distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat di wilayah
pedalaman Papua Selatan.Aparat menyebut dugaan pelaku merupakan kelompok bersenjata
yang oleh pemerintah diklasifikasikan sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata.
Insiden ini dipandang sebagai ancaman nyata terhadap keamanan sipil, khususnya
di daerah yang akses transportasinya sangat bergantung pada jalur udara.Belum sepenuhnya pulih dari dampak tragedi tersebut, situasi
kembali memanas sehari kemudian. Pada Kamis, 12 Februari 2026, terjadi
bentrokan antara oknum anggota TNI dan oknum anggota Polri di Kota Kepi,
Kabupaten Mappi. Informasi awal menyebutkan insiden dipicu kesalahpahaman di
lapangan yang kemudian berkembang menjadi konflik fisik.Pihak Kodam dan Polda menyatakan situasi telah dikendalikan
serta menegaskan bahwa kejadian tersebut melibatkan oknum, bukan konflik
institusional. Meski demikian, peristiwa itu sempat memicu ketegangan dan
menjadi perhatian masyarakat setempat.Rangkaian dua peristiwa ini memunculkan evaluasi publik yang
lebih luas terhadap kondisi keamanan di Papua Selatan. Dalam situasi menghadapi
ancaman bersenjata, masyarakat berharap adanya konsolidasi penuh antar unsur
aparat untuk memastikan respons yang terpadu dan efektif.Serangan terhadap pesawat sipil dinilai sebagai ancaman
serius yang membutuhkan fokus penanganan maksimal. Di tengah situasi sensitif
tersebut, bentrokan internal antar aparat dipandang sebagai kondisi yang riskan
dan berpotensi melemahkan konsentrasi pengamanan wilayah.Papua Selatan dinilai membutuhkan penguatan disiplin,
komunikasi, serta pengendalian komando yang lebih solid agar respons terhadap
ancaman eksternal tidak terganggu oleh dinamika internal. Soliditas bukan hanya
simbol kelembagaan, tetapi menjadi kebutuhan operasional dalam menjaga
stabilitas dan rasa aman masyarakat. (GF)
13 Feb 2026, 12:37 WIT
Dugaan Korupsi Program Rumah Swadaya Rp2,6 Miliar di Tual, Tersangka Dilimpahkan ke Kejati Maluku
Papuanewsonline.com, Tual - Penyidik Kejaksaan Negeri
(Kejari) Tual resmi melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang
bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Bantuan Stimulan Peningkatan
Kualitas Rumah Swadaya Desa Tam Ngurhir Tahun Anggaran 2019 pada Dinas Perumahan
dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tual.Pelimpahan tahap II berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi
(Kejati) Maluku, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIT. Dalam proses
tersebut, dua tersangka langsung dilakukan penahanan sebagai bagian dari
tahapan hukum lanjutan sebelum masuk ke proses penuntutan.Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan anggaran sebesar
Rp2.675.820.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
Program tersebut merupakan bantuan rumah swakelola tipe IV yang pelaksanaannya
dipercayakan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan di Desa Tam Ngurhir.Dua tersangka yang telah dilimpahkan masing-masing
berinisial FR selaku Kepala Dinas Perkim Kota Tual tahun 2019 dan RT selaku
penyedia atau Direktur CV Rahmat Barokah Jaya. Keduanya diduga memiliki peran
penting dalam pelaksanaan program yang kini berujung pada proses hukum.Usai tahap II, tersangka FR ditahan di Rumah Tahanan (Rutan)
Kelas IIA Ambon, sementara tersangka RT dititipkan di Lapas Perempuan Ambon
untuk menjalani masa penahanan selanjutnya.Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tual,
Johanes Riky Felubun, menegaskan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan tindak
lanjut dari rangkaian penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.“Penyidik Kejaksaan Negeri Tual telah melakukan proses tahap
dua. Penahanan sudah kami lakukan di Tual, kemudian hari ini kami menerbangkan
dua orang tersangka ke Kejaksaan Tinggi Maluku untuk dilakukan tahap dua,” ujar
Johanes kepada wartawan.Ia menambahkan bahwa dua tersangka lainnya berinisial FF dan
MS yang berperan sebagai tenaga fasilitator lapangan dijadwalkan menjalani
tahap II pada Kamis (12/2/2026). Keduanya akan diterbangkan dari Tual ke Ambon
dengan pengawalan penyidik Kejari Tual guna menjalani proses serupa.Dalam proses penyidikan, terungkap dugaan adanya tindakan di
luar kewenangan dalam pelaksanaan program tersebut yang berdampak pada kerugian
negara dalam jumlah signifikan.“Berdasarkan hasil perhitungan ahli dari Auditor Kejaksaan
Tinggi Maluku, total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp1,4 miliar
dari total anggaran Rp2,6 miliar,” jelas Johanes.Selain itu, hasil pemeriksaan fisik di lapangan menunjukkan
bahwa pembangunan 120 unit rumah bagi penerima bantuan hanya terealisasi
sekitar 60 persen dari target yang direncanakan.
Dengan rampungnya tahap II, penanganan perkara kini beralih
ke tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Maluku untuk
selanjutnya diproses di persidangan. (GF)
13 Feb 2026, 12:24 WIT
Dugaan Pemerasan di Lapas Timika, Keluarga Tahanan Bongkar Perlakuan Korup Oknum Petugas
Papuanewsonline,com, Timika - Keluarga tahanan di Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Timika, Papua, mengungkapkan keluhan mereka terhadap
petugas lapas yang dituding tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab.Narasumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan
bahwa barang-barang titipan berupa makanan dan uang tidak pernah sampai ke
pihak tahanan, atau jika sampai, tidak semuanya."Kami sudah beberapa kali menitipkan makanan dan uang
untuk keluarga kami yang di dalam, tapi tidak pernah sampai. Kadang ada yang
sampai, tapi tidak semuanya," kata narasumber tersebut.Narasumber juga menuding bahwa petugas lapas Timika memeras
warga binaan yang sudah di hukum dan ditahan."Kenapa mereka harus memeras warga binaan yang sudah di
hukum? Apa tidak cukup dengan hukuman yang sudah dijatuhkan?"Keluarga tahanan juga mengeluhkan perlakuan tidak sopan dari
petugas lapas yang biasa dipanggil Pak Nanang."Kadang kami datang untuk besuk, selesai di besuk,
warga binaan dipanggil dan dipalak oleh Pak Nanang. Sangat tidak sopan,"
tambah narasumber tersebut.Dua orang petugas lapas, yaitu Pak Valdo dan Pak Lando, juga
dituding sering mabuk dan masuk ke dalam blok tahanan untuk meminta uang dan
rokok."Jika tidak kasih, sering dipukul dan dianiaya,"
kata narasumber tersebut.Pihak Lapas Timika, melalui Pak Hernowo S.SOS., mengatakan
bahwa akan membenahi masalah ini. "Kami akan melakukan investigasi dan
mengambil tindakan yang tepat terhadap petugas yang terlibat dalam kegiatan
pemerasan dan kekerasan," kata Pak Hernowo melalui pesan WhatsApp. Penulis: Hend
Editor: GF
13 Feb 2026, 12:14 WIT
Sopir Tangki Air Ditembak OTK Di Yahukimo, Operasi Damai Cartenz Bertindak Cepat
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Aksi kekerasan kembali
terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan, dengan seorang sopir tangki air menjadi
korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/2/26). Insiden
ini terjadi saat korban tengah menjalankan tugas mendistribusikan air bersih
kepada masyarakat. Satgas Operasi Damai Cartenz merespons kejadian ini dengan
cepat dan melakukan langkah-langkah pengamanan."Kami tidak akan menolerir segala bentuk aksi kekerasan
terhadap warga sipil," tegas Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi
Damai Cartenz 2026.Penembakan tersebut terjadi di jalur poros yang
menghubungkan Dekai dengan Lopon. Korban, meski mengalami luka tembak di bagian
punggung sebelah kiri, berhasil menyelamatkan diri bersama keneknya hingga
mencapai Lopon. Satgas Operasi Damai Cartenz segera melakukan evakuasi
terhadap korban menuju RSUD Dekai sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit
Bhayangkara Polda Papua yang berada di Jayapura untuk mendapatkan perawatan
yang lebih intensif.Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai
Cartenz 2026, menjelaskan bahwa kondisi korban sempat kritis, namun pihaknya
memastikan penanganan medis terbaik segera diberikan. Penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok
kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Aparat keamanan
terus melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas serta keterkaitan
kelompok tersebut dengan aksi penembakan ini. "Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan
terukur," imbuh Kombes Pol Yusuf Sutejo.Sebagai langkah antisipatif, Satgas Operasi Damai Cartenz
meningkatkan pengamanan di sepanjang jalur distribusi logistik serta objek
vital yang berada di wilayah Yahukimo. Langkah ini bertujuan
untuk mencegah terjadinya insiden serupa serta menjamin keselamatan masyarakat.
Koordinasi erat juga dilakukan bersama dengan pemerintah daerah setempat untuk
memastikan distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat tetap berjalan lancar. "Keselamatan
masyarakat merupakan prioritas utama kami," pungkas Brigjen Pol Faizal
Ramadhani. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah
terprovokasi, serta senantiasa menjaga stabilitas keamanan di wilayah
masing-masing. Penulis: Jid
Editor: GF
13 Feb 2026, 12:03 WIT
Bentrokan Antara Aparat TNI dan Polisi di Mappi Papua Selatan Gegerkan Warga
Papuanewsonline.com, Mappi – Bentrokan antara oknum TNI dan
anggota kepolisian terjadi di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada
Kamis siang, 12 Februari 2026, memicu kepanikan warga dan menjadi sorotan
publik di wilayah tersebut.Peristiwa ini bermula dari penahanan seorang anggota polisi
sejak malam sebelumnya, setelah yang bersangkutan melintas di depan pos TNI dan
diduga melakukan aksi menggeber gas kendaraan yang memicu ketegangan di lokasi.Situasi yang awalnya terkendali berubah menjadi memanas saat
dilakukan upaya penjemputan terhadap anggota polisi tersebut, sehingga memicu
gesekan antara kedua institusi keamanan dan berujung pada bentrokan terbuka.Ketegangan antar aparat berlangsung cukup intens, disertai
suara tembakan yang terdengar di sekitar lokasi, membuat warga sekitar memilih
menjauh dan mencari tempat aman untuk menghindari kemungkinan risiko yang lebih
besar.Seorang warga setempat, Alan, menyebut bentrokan terjadi
sekitar pukul 10.00 WIT, dengan suasana yang mencekam dan aktivitas masyarakat
sempat lumpuh karena kekhawatiran akan meluasnya konflik.Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat luas, mengingat
hubungan dan koordinasi antara TNI dan Polri sangat krusial dalam menjaga
stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua Selatan yang memiliki tantangan
geografis dan sosial tersendiri.Warga berharap kejadian tersebut dapat segera diselesaikan
secara profesional, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak meninggalkan
dampak berkepanjangan terhadap situasi keamanan dan ketertiban di Kota Kepi.Hingga Kamis sore, kondisi di lapangan dilaporkan mulai
berangsur terkendali, dengan aparat gabungan masih melakukan penjagaan di
sejumlah titik strategis untuk mencegah terjadinya insiden susulan.Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan serta menyusun
kronologi lengkap kejadian, sementara masyarakat menantikan langkah-langkah
tegas dan bijaksana demi memulihkan situasi kamtibmas di wilayah tersebut. Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 23:08 WIT
Pengamanan Diperketat, Korban Penembakan Pesawat Dievakuasi ke Timika Setelah Bandara Diamankan
Papuanewsonline.com, Mimika – Aparat gabungan dari Satgas
Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI bergerak cepat dalam menuntaskan
proses evakuasi korban penembakan pesawat perintis Smart Air di Bandara Korowai
Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel pada Kamis (12/2/26). Langkah
ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap insiden yang terjadi dan upaya
untuk menjaga keamanan serta stabilitas di wilayah tersebut.Sejak pukul 06.00 WIT, sebanyak 20 personel Satgas Ops Damai
Cartenz yang diperkuat oleh 12 personel Kopasgat TNI AU telah memasuki area
Bandara Korowai Batu dan melakukan pengamanan secara menyeluruh. Fokus utama aparat adalah mengevakuasi dua awak pesawat yang
menjadi korban dalam insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya. Kepala
Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K.,
M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga stabilitas
keamanan dan memberikan rasa aman kepada warga masyarakat.Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban
diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi serta autopsi lebih lanjut.
Setelah proses pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan menuju Jakarta
untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dipastikan sebanyak 13 penumpang pesawat yang
merupakan warga lokal selamat dari insiden tersebut. Para penumpang langsung
mengamankan diri saat peristiwa terjadi dan kini telah kembali ke rumah
masing-masing dalam keadaan selamat.Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa pengamanan di lokasi dilakukan secara
terpadu guna memastikan area bandara benar-benar steril dari potensi ancaman.Aparat keamanan juga berupaya menenangkan masyarakat dan
memastikan agar aktivitas pelayanan publik, termasuk sektor pendidikan dan
kesehatan, dapat segera kembali berjalan normal.Aparat menduga insiden penembakan ini melibatkan kelompok
bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok
yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang
dipimpin oleh Elkius Kobak. Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran
terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:27 WIT
Suasana Haru Iringi Pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kodam Cenderawasih Tegas Kutuk Aksi Teror
Papuanewsonline.com, Timika – Duka mendalam dan isak tangis
keluarga menyelimuti prosesi pemakaman militer Sertu Arifin Cepa, anggota
Koramil 1710-04/Tembagapura yang gugur dalam insiden penembakan di Mile 50
Tembagapura, Rabu (11/2/26) sekitar pukul 15.05 WIT. Jenazah almarhum dikebumikan
di pekarangan rumah duka yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Timika, pada
hari Kamis (12/2/26).Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer sebagai wujud
penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada negara dan
bangsa.Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol
Inf Tri Purwanto, S.I.P., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas
berpulangnya prajurit yang tengah menjalankan tugas negara tersebut. Kodam
XVII/Cenderawasih dengan tegas mengutuk keras aksi teror yang telah
menghilangkan nyawa seorang prajurit TNI. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya aksi keji ini. TNI akan
terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan pernah mundur
dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara serta
keselamatan seluruh warga," tegasnya.Letkol Inf Tri Purwanto menambahkan bahwa Kodam
XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan di
wilayah Papua serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dan
objek vital nasional yang ada. Pihaknya juga memastikan bahwa aksi-aksi teror seperti ini
tidak akan mengendurkan semangat TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).Dalam insiden penembakan tersebut, selain menyebabkan
gugurnya Sertu Arifin Cepa, seorang prajurit lainnya bernama Serka Hendrikus
juga mengalami luka-luka. Selain itu, seorang karyawan kontraktor KPI PTFI
bernama Herman Rustaman juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut."Para korban luka saat ini berada dalam kondisi stabil
dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit,"
ujar Kapendam. Aparat keamanan saat ini masih terus melakukan pengamanan
dan pendalaman terkait insiden tersebut untuk mengungkap motif serta pelaku di
balik aksi penembakan. Penulis: Jid
Editor: GF
12 Feb 2026, 22:22 WIT
JDP Minta Komnas HAM Turun Tangan Mengusut Dugaan Penembakan di Mile 50 Tembagapura
Papuanewsonline.com, Papua – Jaringan Damai Papua (JDP)
mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia
untuk segera mengusut dugaan penembakan di kawasan Mile 50, Tembagapura,
yang mengakibatkan seorang anggota TNI meninggal dunia.Peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang
kekerasan bersenjata di Papua, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan keamanan
berbasis senjata terus memicu siklus kekerasan yang tidak berkesudahan.Melalui rilis pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026), JDP
menegaskan pentingnya dilakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan
independen terhadap insiden di Mile 50 dengan melibatkan Komnas HAM RI.Pelibatan Komnas HAM dianggap krusial guna memastikan
seluruh proses penyelidikan berjalan objektif serta mampu mengungkap
fakta-fakta yang selama ini dinilai masih tertutup dari ruang publik.Selain itu, JDP juga meminta PT Freeport Indonesia dan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk memberikan penjelasan terbuka
kepada masyarakat terkait prosedur dan mekanisme pengamanan internal di wilayah
perusahaan, khususnya di area yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.Keterbukaan informasi tersebut dinilai penting agar publik
mengetahui secara jelas institusi mana yang secara resmi bertanggung jawab atas
pengamanan di kawasan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.JDP menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua tidak akan
pernah tercapai melalui pendekatan kekerasan. Setiap tindakan bersenjata
dinilai hanya akan memperlebar jurang ketidakpercayaan dan menjauhkan harapan
terciptanya dialog damai yang berkelanjutan.Oleh karena itu, JDP mendorong seluruh pihak untuk
mengedepankan pendekatan kemanusiaan, penegakan hukum yang adil, serta dialog
terbuka sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan Papua secara
bermartabat dan berkeadilan.Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memutus mata
rantai kekerasan, memulihkan rasa aman masyarakat, serta membangun kepercayaan
publik terhadap proses penegakan hukum di Tanah Papua.
Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 19:29 WIT
Penembakan Bandara Korowai Batu, Aparat Evakuasi Korban dan Perketat Pengamanan Wilayah
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Peristiwa penembakan
terjadi di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada
Rabu (11/2/2026) pagi, yang mengakibatkan dua pilot pesawat meninggal dunia.Kasatgas HDC, Kombespol Yusuf Sutejo S.I.K., M.T.,
menyampaikan bahwa proses evakuasi terhadap kedua korban telah dilaksanakan dan
jenazah diterbangkan ke Timika untuk menjalani tahapan identifikasi serta
autopsi.Setelah proses identifikasi dan autopsi rampung, jenazah
akan dilakukan pemulasaran sebelum diberangkatkan menuju Jakarta melalui
Bandara Timika untuk diserahkan kepada pihak keluarga.Sementara itu, seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 13
orang dinyatakan selamat. Mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah
sebelumnya sempat mengungsi demi alasan keamanan.Aparat keamanan gabungan yang terdiri dari Satgas Damai
Cartenz dan TNI Angkatan Udara langsung melakukan pengamanan di sekitar area
bandara guna mencegah potensi gangguan lanjutan.Pengamanan juga difokuskan pada upaya pemulihan kondisi
sosial masyarakat, termasuk memastikan warga sipil yang sempat mengungsi dapat
kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.Di sisi lain, aparat keamanan terus melakukan pengejaran
terhadap pelaku penembakan serta meningkatkan koordinasi lintas satuan untuk
mempersempit ruang gerak pelaku di wilayah tersebut.Sebagai langkah antisipasi, penerbangan menuju dan dari
Bandara Korowai Batu untuk sementara waktu ditutup hingga situasi dinyatakan
sepenuhnya aman dan kondusif.Langkah-langkah cepat ini dilakukan untuk menjamin
keselamatan penerbangan, menjaga stabilitas keamanan wilayah, serta memberikan
rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya. Penulis: HendEditor: GF
12 Feb 2026, 19:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru