logo-website
Selasa, 18 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
BREAKING NEWS: Penembakan di Pos Jila Mimika, Satu Personel TNI Terluka Saat HUT ke-81 RI Papuanewsonline.com, Mimika - Kontak tembak terjadi di Pos TNI Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026) pagi. Insiden yang terjadi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menyebabkan satu personel TNI dilaporkan terkena tembakan.Hingga siang ini, situasi di Distrik Jila masih dalam status siaga tinggi. Aparat gabungan TNI-Polri disiagakan penuh untuk mengantisipasi serangan susulan.Serangan terjadi saat personel melaksanakan tugas pengamanan rutin di Pos Jila. Tembakan dilepaskan dari luar pos, mengarah langsung ke area penjagaan.Sumber di lapangan menyebutkan kontak terjadi secara mendadak. Personel di pos langsung mengambil sikap siaga dan melakukan balasan untuk pengamanan diri sambil mengevakuasi rekan yang terluka.Jumlah dan identitas kelompok penyerang belum dapat dipastikan. Aparat masih melakukan pendalaman di TKP.Satu personel TNI dikonfirmasi mengalami luka akibat proyektil senjata api. Pertolongan pertama dilakukan di Pos Jila sebelum korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai."Satu personel terkena tembakan dan sudah dievakuasi untuk penanganan medis lebih lanjut," kata sumber keamanan di Mimika.Pihak Kodam XVII/Cenderawasih belum merilis secara resmi identitas, pangkat, dan kondisi terkini korban.Pasca insiden, langkah cepat diambil:1. Penyisiran total di radius sekitar Pos Jila oleh tim gabungan TNI-Polri. 2. Pengetatan akses keluar-masuk Distrik Jila.3. Peningkatan status siaga di seluruh pos rawan di Kabupaten Mimika, khususnya di jalur penghubung Jila - Tembagapura. Distrik Jila diketahui merupakan daerah rawan gangguan KKB di pegunungan tengah Mimika. Wilayah ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan terhadap pos aparat.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kapendam XVII/Cenderawasih, Danrem 174/ATW, maupun Kapolres Mimika terkait pelaku, motif, dan kronologi detail.Aparat mengimbau masyarakat Distrik Jila untuk tetap tenang, tidak melakukan aktivitas di luar rumah yang tidak perlu, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.Redaksi masih terus menghimpun konfirmasi resmi dari Mabes TNI, Polda Papua Tengah, dan Satgas Damai Cartenz.Editor: OF 17 Agu 2026, 14:09 WIT
TPNPB-OPM Klaim Serang Pos Koramil Hitadipa Intan Jaya Papuanewsonline.com, Intan Jaya - Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap Pos Koramil di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu malam, 16 Agustus 2026.Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Senin, 17 Agustus 2026, yang disebarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.TPNPB menyebutkan penyerangan dilakukan oleh pasukan di bawah pimpinan Mayor Aibon Kogoya. Dalam laporan Disebutkan terjadi baku tembak dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan klaim sejumlah aparat luka tembak dan Pos Koramil dibakar.Hingga pukul 10.00 WIT Senin, 17 Agustus 2026, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua Tengah, maupun Pemkab Intan Jaya terkait kebenaran insiden tersebut, jumlah korban, maupun kondisi bangunan pos.Pola serangan terhadap Pos Koramil Persiapan Hitadipa memang bukan pertama kali. Data historis menunjukkan pos tersebut pernah diserang pada September 2020 dan menjadi salah satu titik kontak tembak paling sering di Intan Jaya.Dalam siaran pers yang sama, terdapat pernyataan bermuatan politik yang menargetkan peringatan HUT RI ke-80 pada 17 Agustus 2026. Pihak TPNPB menyatakan tidak mengakui perayaan tersebut di Tanah Papua dan menyampaikan ancaman serius terhadap warga sipil, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan anggota DPR yang terlibat dalam kegiatan HUT RI di Intan Jaya.Redaksi tidak mengutip secara utuh kalimat ancaman tersebut demi keselamatan publik, namun substansinya adalah ancaman penembakan mati terhadap warga sipil yang dianggap sebagai mata-mata.Berita ini ditulis berdasarkan prinsip cover both sides dan verifikasi. Semua klaim korban dan pembakaran adalah klaim sepihak TPNPB-OPM dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.Penulis: HendrikEditor: OF 17 Agu 2026, 10:59 WIT
Kontak Tembak Di Tolikara, Pemuda Palopo Tertembak di Kompleks Pertamina Lama Papuanewsonline.com, Tolikara - Insiden penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Kontak tembak antara TNI dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pecah di Distrik Wenam pada Sabtu malam, 16 Agustus 2026.Insiden bermula dari serangan mendadak terhadap warga sipil di Kompleks Pertamina Lama, Distrik Wenam.Kronologi KejadianBerdasarkan laporan lapangan yang diterima redaksi, serangan terjadi pada pukul 19.25 Waktu Indonesia Timur (WIT) di koordinat 54M 219377 95990052.Pelaku yang teridentifikasi sebagai anggota TPNPB Front Bersenjata melakukan aksi penembakan menggunakan 1 pucuk pistol.Korban diketahui bernama Aryo Saputra (25), laki-laki, suku Palopo, beralamat di Komplek Pertamina Lama, Kabupaten Tolikara. Korban mengalami luka tembak pada bagian betis kaki kiri.Pasca kejadian, korban langsung dievakuasi oleh aparat keamanan. Saat ini korban telah berada di Pos Kout Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY untuk mendapatkan penanganan medis.Aparat Bergerak CepatMerespons peristiwa tersebut, aparat keamanan gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian.Sebanyak 20 personel gabungan yang terdiri dari 10 personel Kodim 1716/Tolikara dan 10 personel Satgas Rajawali V, di bawah pimpinan Lettu Inf Imam Eko Santoso selaku Pasi Intel Kodim 1716/Tolikara, dikerahkan menuju Komplek Pertamina Lama untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku dan pengamanan wilayah.Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Komplek Pertamina Lama masih dalam pemantauan ketat aparat. Aparat mengimbau warga untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.TPNPB Klaim Bertanggung JawabTerpisah, Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas aksi tersebut."Ya, laporan lengkap akan kami umumkan, Botak Wanimbo dan pasukannya yang tembak," ucap Sebby Sambom.Menurut Sebby, aksi tersebut dilakukan oleh pasukan kombatan TPNPB di bawah pimpinan Botak Wanimbo.Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kodam XVII/Cenderawasih terkait perkembangan pengejaran dan kondisi terkini korban.Penulis: HendrikEditor: OF 16 Agu 2026, 22:59 WIT
Bareskrim Polri Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Diamankan Papuanewsonline.com, Batam – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan penindakan terhadap dugaan praktik perjudian berkedok tempat hiburan di Nine Stage Lounge and Bar, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (15/8/2026) malam.Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB di lokasi yang berada di Ruko Nagoya Indah Blok D2 Nomor 9, Batam. Tempat tersebut diketahui berada berdekatan dengan Nagoya Game Zone.Dalam penindakan tersebut, aparat mengamankan sebanyak 197 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas perjudian dengan konsep kasino. Mereka kemudian dibawa ke Mapolresta Barelang untuk menjalani pemeriksaan.Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan Tim Bareskrim selama kurang lebih tiga bulan.Menurut Nunung, penyelidikan dilakukan berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh petugas dan tidak hanya bersumber dari laporan masyarakat. “Penindakan ini, bukan hanya dari informasi masyarakat saja, tetapi juga informasi dari rekan-rekan saya yang ada di Batam,” ujarnya dalam konferensi pers di Lobi Mapolresta Barelang, Sukajadi, Batam, Minggu (16/8/2026).Dari hasil penyelidikan, lokasi tersebut diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas perjudian dengan konsep kasino yang menyediakan sejumlah jenis permainan judi.Dari 197 orang yang diamankan, polisi mengidentifikasi berbagai peran. Mereka terdiri atas satu orang pemilik berinisial A, dua manajer, lima kasir, satu pengawas, 25 penukar chip, 65 bandar, dua marketing, serta 96 pemain.Nunung menjelaskan, dari 96 pemain yang diamankan, sebanyak 86 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI), sedangkan 10 lainnya merupakan warga negara asing (WNA).Sepuluh WNA tersebut terdiri atas tujuh warga negara China, dua warga negara Singapura, dan satu warga negara Malaysia. Seluruhnya masih menjalani proses pemeriksaan untuk mendalami keterlibatan masing-masing dalam dugaan aktivitas perjudian tersebut.Selain mengamankan ratusan orang, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kegiatan perjudian. Di antaranya tiga unit brankas yang berisi uang tunai senilai Rp7,29 miliar.Polisi juga menemukan uang tunai sebesar Rp500 juta yang disimpan di dalam laci meja penukaran chip. Dengan demikian, total uang tunai yang diamankan dalam penindakan tersebut mencapai sekitar Rp7,79 miliar.Saat ini, seluruh orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Barelang. Pemeriksaan dilakukan untuk kepentingan penyidikan sekaligus mendalami aktivitas perjudian yang diduga berlangsung di tempat tersebut.Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri peran masing-masing pihak serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.Editor: OF 16 Agu 2026, 22:44 WIT
Sopir Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di kilo 10 Timika Papuanewsonline.com, Mimika — Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan Wisma Pacifik, Kilometer 10, Kampung Kadung Jaya, Timika, Papua Tengah, pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 04.55 WIT. Korban kemudian teridentifikasi bernama Gaudesius Naung Tonsi, akrab disapa Joko, lahir di Wetak pada 30 Desember 1980. Ia beralamat di Desa Langir, Kecamatan Kangae, dan sehari-hari bekerja sebagai sopir taksi gelap dengan pangkalan di kawasan Timika Indah.Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena membenarkan peristiwa tersebut. “Benar terjadi. Saat ini kami masih menunggu tim Inafis melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Setelah selesai, jenazah akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum,” ujarnyaPolisi juga telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut langsung dari lokasi kejadian dan membawanya ke kantor Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.Berdasarkan keterangan awal dari salah satu saksi, diduga korban sempat terlibat adu mulut dengan sekelompok orang sebelum kejadian berlangsung. Kelompok tersebut diketahui sempat meninggalkan lokasi, namun kemudian diduga kembali dan melakukan penyerangan hingga korban mengalami luka yang sangat parah. Informasi ini masih bersifat keterangan awal dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.Hingga saat ini, identitas terduga pelaku, kronologi lengkap peristiwa, serta motif di balik penyerangan belum dapat diungkapkan secara rinci. Polisi masih terus melakukan pendalaman fakta, mengumpulkan keterangan saksi-saksi lain, serta meneliti bukti-bukti yang ada di lokasi guna mengungkap peristiwa ini secara utuh dan akurat.Penulis: JidEditor: OF 16 Agu 2026, 14:02 WIT
Dugaan Korupsi Bahan Kampanye KPU Mimika Rp14 Miliar Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Pemeriksa Keuangan - BPK menemukan dugaan mark up ganda dalam pengadaan Alat Peraga Kampanye Badan/Kelompok - APKBDK di KPU Kabupaten Mimika. Akibatnya negara berpotensi dirugikan hingga Rp14,1 miliar.Temuan itu tertuang dalam hasil pemeriksaan BPK terhadap proses pengadaan dan pencetakan bahan kampanye Pilkada Kabupaten Mimika tahun 2024.Volume Dibengkakkan 14 Kali Lipat, Rugi Rp11,2 MiliarBPK mencatat penetapan volume pengadaan tidak sesuai kebutuhan. Berdasarkan Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024, kebutuhan riil APKBDK hanya 18.710 lembar per jenis. Namun dalam kontrak, PPK KPU Mimika memesan 278.995 lembar per jenis. Artinya jumlahnya digelembungkan 14 kali lipat.Selisih 260.285 itu terjadi pada 4 jenis barang: Selebaran, Brosur, Pamflet, dan Poster. Akibat selisih volume ini, potensi kerugian negara mencapai Rp11.231.297.750,00. Rinciannya: Poster Rp5,7 miliar, Brosur dan Pamflet masing-masing Rp2,3 miliar, dan Flyer Rp897 juta.Hasil penelaahan BPK menunjukkan pengadaan dilakukan sebelum penetapan jumlah DPT. Perhitungan volume bahkan dilakukan bersama penyedia, PT APM. "PPK tidak memahami perhitungan jumlah APKBDK berdasarkan Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024," tulis BPK. Subbag Teknis dan Hukum KPU Mimika juga mengaku tidak dilibatkan.Harga Digelumbungkan, Negara Rugi Lagi Rp2,8 MiliarSelain volume, BPK juga menemukan harga satuan dalam kontrak lebih tinggi dari kewajaran. Setelah membandingkan dengan Analisa Harga Satuan dari PT APM, BPK menghitung ada selisih total Rp2.880.400.000,00Contoh: Harga kontrak Poster Rp19.729 per lembar. Sementara menurut analisa PT APM seharusnya Rp18.218 per lembar. Selisih Rp1.511 dikali 278.995 lembar.Kejanggalan lain, proses pengadaan di e-katalog berlangsung sangat cepat. Dari "Paket Ditayangkan" pukul 14:46:51 sampai paket disetujui hanya butuh waktu 2 jam 20 menit 37 detik pada 7 September 2024.Serah Terima Janggal, Barang Langsung ke Tim SuksesBPK juga menyorot lemahnya pengawasan. Serah terima tidak dilakukan perhitungan satuan. Barang diterima dalam 828 colly dan langsung dalam keadaan terbungkus."APKBDK tersebut selanjutnya didistribusikan kepada Tim Sukses masing-masing pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika juga masih dalam keadaan terbungkus," sebut laporan BPK.Penyedia Klaim Siap Kembalikan ke Kas NegaraDalam konfirmasi BPK, PT APM menyatakan menerima hasil perhitungan dan bersedia mengembalikan selisih harga ke Kas Negara.BPK juga mencatat pengadaan belum dilengkapi Harga Perkiraan Sendiri - HPS secara lengkap sesuai aturan.Hingga berita ini ditayangkan, Ketua KPU Kabupaten Mimika belum memberikan keterangan resmi.TOTAL POTENSI KERUGIAN: Rp14.111.697.750,00Penulis: HendrikEditor: OF 15 Agu 2026, 19:43 WIT
TPNPB Klaim Tiga Warga Sipil Kritis Ditembak Aparat dan Tiga Anjing Tewas Papuanewsonline.com, Maybrat - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM merilis Siaran Pers Ke II pada Jumat, 14 Agustus 2026, yang mengklaim aparat militer Indonesia melakukan penembakan terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.Dalam siaran pers yang ditandatangani Jubir TPNPB Sebby Sambom, disebutkan insiden itu terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 18.30 WIT.Operasi disebut terjadi di Kampung Aifam, Ainot dan wilayah Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat. TPNPB mengklaim aparat yang terlibat berasal dari satuan TNI Angkatan Laut yang menempati Pos Sory di Kampung Aifam.Tiga korban yang disebutkan dalam kondisi kritis atas nama, Silvester Asem mengalami luka tembak di bagian paha hingga tembus, berikut Anike Fatie sosok  ibu rumah tangga ini ditembak  di bagian bahu hingga tembus telinga, korban berikutnya Selviana Sory merupakan ibu rumah tangga mengalami luka tembak di bagian betis kaki hingga tembus. Selain itu, tiga ekor anjing milik para korban diklaim ditembak mati di hari yang sama.TPNPB mengakui Ketiga warga selaku korban awalanya  berangkat dari rumah di Kampung Aifam menuju kebun milik mama Anike Fatie di Muara Aifat. Sesampainya di kebun, Anike Fatie membakar keladi dan hendak pergi mandi di sekitar muara, sementara Silvester Asem dan Selviana Sory berada di pondok.Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan. Anike Fatie yang saat itu berjalan kaki bersama tiga ekor anjing mengira bunyi tersebut adalah petasan. Saat ia mendekat, ia menemukan tiga anjingnya telah tertembak mati. Ketika ia berlari memeluk anjing tersebut, ia diklaim ditembak dari arah belakang.Sementara itu, Silvester Asem yang ketakutan mendengar tembakan berulang kali lari keluar dari pondok dan langsung ditembak jatuh. Selviana Sory yang berada di dalam pondok didatangi aparat dan ikut ditembak.Atas peristiwa ini, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk menjunjung tinggi hukum humaniter internasional.Mereka meminta agar diberikan panduan hukum humaniter kepada aparat yang bertugas di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar fasilitas dan warga sipil tidak menjadi sasaran.Pihak TPNPB menyebut penembakan ini sebagai pelanggaran HAM karena wilayah tersebut masih pemukiman sipil dan tidak ada aktivitas pasukan TPNPB di sana pada saat kejadian. Mereka menyebut penembakan dilakukan sepihak tanpa adanya gangguan atau penyerangan dari pihak TPNPB.Komnas TPNPB juga mendesak PBB melalui Dewan Keamanan dan Dewan HAM PBB untuk membentuk tim investigasi dugaan kejahatan perang di Tanah Papua dan membantu penanganan 125.931 warga sipil yang disebut masih mengungsi akibat konflik bersenjata.Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB per 14 Agustus 2026. Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi atau konfirmasi  dari pihak TNI, Polri, pemerintah daerah Maybrat, maupun lembaga HAM terkait insiden yang diklaim terjadi di Distrik Aifat Timur Tengah tersebut.Penulis: HendrikEditor: OF 14 Agu 2026, 19:19 WIT
Pimpin Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin, Menko Polkam Tegaskan Indonesia Bukan Tempat Transit Papuanewsonline.com, Batam – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago memimpin pemusnahan barang bukti narkoba jenis ketamin seberat 1,3 ton di Markas Komando Daerah Angkatan Laut IV (Kodaeral IV) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).Pemusnahan tersebut dilakukan setelah aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ketamin melalui kapal MV King Sun di perairan Kepulauan Riau. Pengungkapan ini dinilai menjadi bukti kuatnya kerja sama antarlembaga dalam menghadapi kejahatan lintas negara, khususnya peredaran narkoba melalui jalur laut.Menko Polkam mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan tersebut, mulai dari TNI Angkatan Laut, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat maritim serta pelaku usaha pelayaran dan kepelabuhanan.“Pemerintah mengapresiasi keberhasilan ini. Pemerintah dapat hadiah HUT RI ke-81,” ujar Djamari dalam konferensi pers di Batam.Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak dapat dipandang sebagai hasil kerja satu institusi. Penanganan kejahatan lintas negara membutuhkan koordinasi, pertukaran informasi, kemampuan deteksi, serta tindakan penegakan hukum yang dilakukan secara terpadu.“Hanya dengan cara bekerja bersama-sama kita bisa berhasil. Perkokoh persatuan kita bersama,” tegasnya.Djamari juga menilai keberhasilan utama dalam kasus tersebut bukan hanya terletak pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga kemampuan aparat mendeteksi dan menghentikan jalur yang diduga digunakan jaringan penyelundupan narkoba internasional. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh dimanfaatkan sebagai tempat transit, penyimpanan maupun distribusi narkoba dan barang ilegal lainnya.“Beri pesan yang jelas, Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, penyimpanan, dan penyaluran narkoba dan barang ilegal lainnya,” katanya.Pengungkapan kasus bermula ketika MV King Sun bersandar pada 6 Agustus 2026. Pemeriksaan awal menggunakan anjing pelacak dan alat deteksi belum menemukan adanya barang mencurigakan. Namun, petugas menemukan indikasi upaya pengelabuan berupa ceceran kristal yang sengaja disebarkan di sekitar kapal.Tim gabungan kemudian memperketat pemeriksaan pada 7 Agustus 2026 dengan menggunakan sejumlah metode, di antaranya forensik digital, pemindaian sinar-X, penyelaman, pemeriksaan denah kapal, tes urine terhadap seluruh anak buah kapal (ABK), serta interogasi. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 65 karung berisi 1.300 bungkus di bagian anjungan kapal.Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan barang tersebut merupakan ketamin dengan berat sekitar 1,3 ton. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi TNI AL, BNN, Bareskrim Polri, BIN, BAIS TNI, Bea dan Cukai, serta Pusat Intelijen TNI AL.“Melalui pemeriksaan dan investigasi yang diperkuat dengan digital forensik serta peralatan khusus milik Bea Cukai dan BNN, 65 karung tersebut dipastikan berisi ketamin seberat 1,3 ton,” ujar Muhammad Ali.Barang bukti tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp2,6 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan itu mampu menyelamatkan sekitar 13 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Sementara itu, seluruh ABK yang diduga terlibat masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan penyidikan dan mengungkap jaringan yang lebih luas.Sebagai tindak lanjut proses hukum, seluruh ketamin yang telah diamankan kemudian dimusnahkan menggunakan tiga unit insinerator milik BNN RI dan BNN Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah menilai pengungkapan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan Indonesia serta mencegah negara dimanfaatkan sebagai bagian dari jalur distribusi narkoba lintas negara.Dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Wakil Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahar Diantono, serta sejumlah pejabat lintas instansi lainnya.Penulis: JidEditor: OF 14 Agu 2026, 19:12 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT