Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
KNPB Yahukimo Nyatakan Papua dalam Kondisi Darurat Militer dan Kemanusiaan
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Komite Nasional Papua Barat
(KNPB) wilayah Yahukimo menyatakan bahwa kondisi keamanan dan kemanusiaan di
Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, serta wilayah Tanah Papua secara umum
telah berada dalam status darurat militer dan kemanusiaan.Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers tertulis
KNPB wilayah Yahukimo pada Selasa (30/12/2025), yang memuat sikap dan tuntutan
organisasi tersebut terhadap situasi keamanan serta dampaknya bagi masyarakat
sipil.Dalam pernyataan itu, KNPB meminta Tim Operasi Damai Cartenz
agar tidak melakukan penangkapan liar serta menghentikan serangan udara dan
pengeboman terhadap permukiman warga sipil yang dinilai telah menyebabkan
korban luka dan meninggal dunia.KNPB juga menyatakan kecaman terhadap tindakan aparat
militer Indonesia di Yahukimo yang disebut mengakibatkan meninggalnya warga
sipil atas nama Tobias Silak, Viktor Deal, dan Listin Atis Sam, serta
menyerukan kepada seluruh pihak bersenjata agar menghindari jatuhnya korban
sipil, baik orang asli Papua maupun non-Papua.Selain itu, mereka menuntut penghentian operasi militer
ofensif di wilayah Yahukimo dan Tanah Papua, termasuk penarikan pasukan
non-organik serta penghentian serangan udara di perkampungan warga.KNPB wilayah Yahukimo juga meminta dibukanya akses tanpa
syarat bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa, jurnalis internasional, lembaga
kemanusiaan, dan pemantau independen untuk melakukan pemantauan langsung
terhadap kondisi kemanusiaan di Tanah Papua.Dalam pernyataan tersebut, KNPB turut meminta pembebasan
seluruh tahanan politik di Tanah Papua, termasuk pelajar dan anak-anak yang
dikriminalisasi di Yahukimo, serta menuntut penghentian ekpsi industri
ekstraktif dan pengembalian tanah adat yang diambil tanpa persetujuan
masyarakat.KNPB menyebutkan bahwa lebih dari 103.218 orang telah
menjadi pengungsi internal akibat operasi militer di sejumlah wilayah seperti
Nduga, Intan Jaya, Maybrat, Yahukimo, Teluk Bintuni, Puncak, dan Pegunungan
Bintang, dengan kondisi hidup yang minim perlindungan, pangan, dan layanan
kesehatan.Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, KNPB mendorong
pelaksanaan reparasi tanah adat, pembentukan mekanisme pemantauan internasional
jangka panjang, serta proses penentuan nasib sendiri melalui referendum sebagai
jalan penyelesaian akar konflik di Tanah Papua. Penulis: JidEditor: GF
31 Des 2025, 21:44 WIT
Propam Polda Maluku Menindaklanjuti Laporan Divpropam Mabes Atas Kasus Brigadir HS
Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku memastikan bahwa laporan dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan salah satu anggotanya akan ditangani sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K. menjelaskan bahwa benar Kasus Dugaan Perselingkuhan Brigadir HS telah dilaporkan oleh pelapor melalui Aplikasi Dumas Presisi (Dumasan) ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.“Laporan tersebut telah masuk melalui Aplikasi Dumasan dan ditangani oleh Divpropam Mabes Polri. Selanjutnya, terhitung sejak tanggal 30 Desember 2025, Divpropam Mabes Polri secara resmi melimpahkan penanganan perkara ini kepada Bidang Propam Polda Maluku,” ujar Kabidhumas Polda Maluku dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).Kabidhumas menegaskan, setelah menerima pelimpahan kewenangan dari Mabes Polri, Propam Polda Maluku langsung menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.“Saat ini Propam Polda Maluku telah melakukan langkah awal berupa penelitian terhadap laporan serta pemanggilan terhadap terduga pelanggar, Brigadir HS, untuk dilakukan klarifikasi,” jelasnya.Ia menambahkan, seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel, serta mengedepankan prinsip presumption of innocence atau asas praduga tak bersalah.“Setiap laporan masyarakat yang masuk akan ditangani secara serius. Polda Maluku berkomitmen menjaga integritas institusi dan memastikan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Kombes Rositah.Kombes Rositah juga mengimbau masyarakat untuk tetap mempercayakan proses penanganan laporan kepada mekanisme internal Polri dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.“Polda Maluku terbuka terhadap pengawasan publik dan menjamin bahwa penanganan perkara ini berjalan sesuai prosedur. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kepada publik secara proporsional,” tutupnya. PNO-12
31 Des 2025, 16:59 WIT
Yohanes Kemong Soroti Konflik di Timika, Minta Pemda dan Aparat Bertindak Tegas
Papuanewsonline.com, Nabire – Anggota DPR Provinsi Papua
Tengah, Yohanes Kemong, menyoroti konflik antarmasyarakat yang terjadi di
Distrik Iwaka–Kampung Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, yang mengakibatkan
sembilan korban jiwa akibat perang dan aksi pembakaran. Ia mendesak Pemerintah
Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak segera mengambil langkah
konkret untuk menghentikan konflik yang terus berlarut.Dalam pernyataan video yang disampaikan dari Nabire, Yohanes
menyesalkan sikap saling lempar tanggung jawab antara kedua pemerintah daerah.
Polemik mengenai asal-usul warga dinilai tidak menyelesaikan persoalan di
lapangan, sementara korban terus berjatuhan.“Bupati Mimika bilang ini warga Puncak, Bupati Puncak bilang
ini warga Timika. Sementara sembilan nyawa sudah melayang. Ini bukan persoalan
sepele,” tegas Yohanes.Ia menjelaskan bahwa secara fakta, kepala perang Lukius dan
Noak Dang memang berasal dari Kabupaten Puncak. Namun, konflik tersebut
berlangsung di wilayah administratif Kabupaten Mimika, tepatnya Distrik Iwaka,
yang merupakan wilayah pemerintahan resmi dengan satu distrik, satu kelurahan,
dan sekitar 20 kampung.“Secara pemerintahan, ini wilayah Kabupaten Mimika. Di situ
ada rakyat dan pemerintah wajib hadir,” ujarnya.Yohanes juga merinci jumlah korban jiwa agar tidak terjadi
kesimpangsiuran informasi. Dari sembilan korban, empat berasal dari Demengalem,
empat dari marga Dang, serta satu korban dari marga Dang bernama Wemum yang
meninggal akibat dibakar.Ia menegaskan agar tidak terjadi aksi balasan lanjutan atas
korban terakhir tersebut. “Atas nama Wemum, berhenti. Stop. Tidak boleh ada
perang lanjutan,” katanya.Terkait penyelesaian konflik, Yohanes meminta pemerintah
daerah tidak beralasan soal keterbatasan anggaran. Menurutnya, meskipun konflik
sosial tidak dianggarkan secara khusus dalam APBD, masih tersedia anggaran
biaya tak terduga serta biaya operasional kepala daerah yang dapat digunakan
untuk penanganan konflik kemanusiaan.Selain itu, Yohanes mendesak aparat keamanan bertindak tegas
dan adil dengan menangkap seluruh pihak yang terlibat langsung dalam perang,
termasuk pimpinan perang di lapangan dan pihak yang menggunakan atribut perang.
“Tidak boleh tebang pilih. Kalau Lukius sudah ditahan, maka Noak Dang dan
pihak-pihak lain yang memimpin perang juga harus ditahan,” tegasnya.Setelah proses penegakan hukum berjalan, Yohanes meminta
pemerintah, DPR, serta tokoh adat segera turun melakukan proses adat berupa
patah panah dan belah rotan sebagai bentuk penyelesaian konflik. Ia menargetkan
konflik ini harus diselesaikan sebelum Januari 2026 dan meminta Bupati Mimika
serta Bupati Puncak turun langsung ke lapangan, seraya menegaskan DPR Provinsi
Papua Tengah dan Gubernur siap terlibat penuh dalam penyelesaian konflik. Penulis: BimEditor: GF
31 Des 2025, 03:16 WIT
Serangan Bersenjata Diklaim TPNPB di Yahukimo, Anggota Brimob Tertembak dan Kendaraan Dibakar
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Situasi keamanan di
Kabupaten Yahukimo, Papua, kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional
Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo mengklaim telah
melakukan serangan terhadap aparat Brimob. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi
pada Selasa malam, 29 Desember 2025.Dalam klaim yang disampaikan melalui siaran pers kepada
Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, disebutkan bahwa serangan tersebut
mengakibatkan satu anggota Brimob mengalami luka tembak. Selain itu, satu unit
mobil milik Brimob juga dilaporkan dibakar dalam insiden tersebut.Komandan Operasi TPNPB Komando Wilayah Pertahanan XVI
Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan
oleh pasukan di bawah komandonya dan diklaim sebagai bagian dari perjuangan
yang mereka jalankan. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi dalam rilis
yang beredar ke sejumlah media.Selain kendaraan dinas, TPNPB juga mengklaim telah membakar
satu unit rumah Brimob yang diketahui dihuni oleh anggota Brimob. Aksi tersebut
disebut terjadi dalam rangkaian serangan yang sama pada malam kejadian.Anggota Brimob yang tertembak dilaporkan telah dievakuasi ke
fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini
diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai kondisi terakhir korban,
termasuk kepastian apakah korban selamat atau meninggal dunia.Juru Bicara Komnas TPNPB, Sebby Sambom, dalam keterangan
terpisah, menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian
aksi yang terus dilakukan oleh TPNPB. Klaim tersebut kembali menegaskan posisi
kelompok bersenjata itu dalam konflik yang berlangsung di Papua.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata
antara TPNPB dan aparat keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya
Yahukimo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan gangguan
keamanan.Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak
kepolisian maupun aparat keamanan terkait klaim serangan tersebut. Papua News
Online masih berupaya menghimpun informasi lanjutan guna memperoleh konfirmasi
dan gambaran utuh mengenai situasi di lapangan.Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Des 2025, 13:52 WIT
Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan
Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan
keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan
bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal
Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam
berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan.
Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata
rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena
melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara
itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses
hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan
dan pendalaman penyelidikan.Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz
juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan
KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi
kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api,
45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga
menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam
konflik bersenjata di wilayah pedalaman.Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi
penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat
berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik
strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian
kelompok tersebut.Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam
mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat
berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan
intensitas gangguan keamanan di Papua.Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus
dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan.
“Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di
Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Des 2025, 04:24 WIT
Klaim TPNPB Soal Kontak Senjata di Yahukimo, Empat Anggota TNI Disebut Tewas
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Situasi keamanan di
Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali memanas menyusul klaim Tentara
Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo
terkait kontak senjata dengan aparat TNI. Dalam pernyataan resmi, TPNPB
menyebut empat anggota TNI tewas dalam insiden yang terjadi di Jalan Saralala
pada akhir Desember 2025.Klaim tersebut disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap
XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, melalui siaran pers yang diterima Manajemen
Markas Pusat Komnas TPNPB. Insiden ini disebut sebagai bagian dari eskalasi
konflik bersenjata yang terjadi di wilayah pedalaman Papua.Dalam pernyataannya, Mayor Kopitua Heluka menyebut bahwa
aksi penembakan tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas gugurnya anggota
TPNPB dalam kurun waktu dua bulan terakhir. “Kami tembak mati 4 Anggota TNI
kodim 1715 dan satu unit mobil hancur, itu benar-benar perintah saya Kopitua
Heluka,” kata Mayor Kopitua Heluka.TPNPB juga mengklaim telah merusak satu unit kendaraan dalam
peristiwa tersebut. Selain pernyataan tertulis, kelompok ini turut mengunggah
tiga video yang dikaitkan dengan insiden di Yahukimo, meskipun keaslian dan
konteks video tersebut masih belum dapat diverifikasi secara independen.Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi
resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait kebenaran klaim tersebut. Juru
Bicara TNI, Brigjen Ahmad Yani, belum memberikan pernyataan resmi dan belum
dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata
antara TPNPB dan aparat keamanan di Papua, khususnya di wilayah pegunungan yang
selama ini dikenal rawan gangguan keamanan. Aparat keamanan disebut terus
memantau perkembangan situasi untuk mencegah meluasnya konflik.Upaya pendekatan keamanan dan dialog sebenarnya telah
dilakukan oleh pemerintah dan aparat terkait guna meredam eskalasi kekerasan.
Namun, hingga akhir tahun 2025, belum terlihat adanya kesepakatan damai yang
mampu menghentikan aksi saling serang di lapangan.TPNPB dalam pernyataannya juga menegaskan kesiapan mereka
menanggung risiko atas tindakan yang dilakukan. “Kami siap bertanggung jawab
atas penembakan ini, karena kami melakukan itu untuk membela diri dan membela
hak-hak rakyat Papua,” kata Mayor Kopitua Heluka.Situasi keamanan di Yahukimo hingga kini masih terus
dipantau, sementara masyarakat sipil diimbau untuk tetap waspada dan
menghindari wilayah rawan konflik. Penulis: HendrikEditor: GF
30 Des 2025, 04:19 WIT
Polres Malra Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Ohoi Ur Pulau
Papuanewsonline.com, Malra - Kurang dari 1x24 jam, personel Kepolisian Resor Maluku Tenggara bersama Polsek Kei Kecil Barat berhasil mengamankan A.R alias Alex, 32 tahun, terduga pelaku penganiayaan di Ohoi/Desa Ur Pulau, Minggu (28/12/2025).Residivis kasus pembunuhan yang merupakan warga Ohoi Ur Pulau, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini diduga menganiaya korban Markus Fenanlambir, tetangganya sendiri menggunakan linggis pada Sabtu (27/12/2025).Kapolres Malra AKBP. Rian Suhendi, S.Pt., SIK, dalam press release di Mako Polres Malra, Senin (29/12/2025), mengaku pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Malra."Tersangka sudah ditahan dan diancam dengan Tindak Pidana Penganiyaan sebagaimana dimaksud Pasal 351 ayat (1) dengan ancaman penjara 2 Tahun dan 8 Bulan," kata Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu Barry Talabessy,S.Pd., SH., MH. AKBP. Rian menjelaskan kronologi perkara penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka robek di kepala. Kala itu, korban bersama istrinya sementara berada di rumah mengompres anaknya yang sakit.Sekitar pukul 20.00 WIT pelaku Alex datang sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau mabuk. Saat tiba di dalam rumah korban langsung dipukul satu kali dengan linggis. Kepalanya robek bersimbah darah. Usai menganiaya korban, pelaku yang merasa tidak puas kembali ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam (parang). "Tak puas memukul korban dengan linggis terduga pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil parang dan kembali mendatangi korban namun korban dan istrinya sudah pergi mengamankan diri dan untuk merawat lukanya," jelasnya.Korban yang tidak terima dianiaya dan merasa terancam kemudian datang melaporkan kasus tersebut di SPKT Polres Maluku Tenggara pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIT. Menerima laporan korban, tim Satreskrim Polres Malra langsung dengan sigap bergerak cepat bersama personel Polsek Kei Kecil Barat mendatangi Ohoi Ur Pulau menggunakan jalur laut."Setelah tiba di rumah terduga pelaku petugas langsung menangkap dan mengamankannya beserta barang bukti sebilah linggis dan sebilah parang pada pukul 19.00 WIT. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Maluku Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkapnya.Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga emosi terhadap korban karena penggunaan speedboat atau body fiber hanya untuk kelompok tertentu di Ohoi Ur Pulau. Kapolres menghimbau semua komponen masyarakat untuk mengurangi kebiasaan mengkonsumsi minuman keras khususnya jenis sopi yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya gangguan kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara."Kami minta agar perilaku kekerasan dihilangkan. Kalau ada masalah laporkan ke aparat penegak hukum atau selesaikan dengan jalur adat atau jalur kekeluargaan," pintanya.Kapolres mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum terhadap setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih baik."Kami berkomitmen akan menindak tegas semua aksi kejahatan sebagai bentuk perilaku kekerasan yang dapat menganggu kamtibmas di Kabupaten Maluku Tenggara," tegasnya. PNO-12
29 Des 2025, 22:13 WIT
Konflik Kwamki Narama Kembali Memakan Korban, Tiga Warga Tewas dalam Sehari
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarkelompok warga di
Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menelan korban
jiwa. Pada Senin (29/12/2025), dua orang dilaporkan meninggal dunia, sehingga
total korban tewas dalam satu hari mencapai tiga orang.Dengan penambahan tersebut, jumlah korban jiwa akibat
konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 kini meningkat menjadi
sembilan orang. Aparat keamanan menyatakan situasi semakin memprihatinkan
karena bentrokan kembali terjadi meski berbagai upaya penanganan telah
dilakukan.“Kita sangat prihatin dengan pertambahan korban — situasi
terus memburuk meskipun upaya sudah dilakukan,” ujar Kapolsek Kwamki Narama
Ipda Yusak Sawaki saat dikonfirmasi.Bentrok terbaru dipicu kembali setelah prosesi pembakaran
jenazah korban yang meninggal sebelumnya. Dalam situasi duka tersebut, kedua
kelompok warga kembali terlibat saling serang, memicu jatuhnya korban tambahan
di lokasi konflik.Dua korban terbaru diketahui berasal dari kubu Dang. Dengan
demikian, total korban jiwa hingga saat ini terdiri atas lima orang dari kubu
Dang dan empat orang dari kubu Newegalen, menjadikan konflik ini sebagai salah
satu yang paling mematikan di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Korwa menyampaikan bahwa
aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di lokasi konflik. “Anggota
masih siaga, barusan kami pisahkan mereka,” ujarnya, menjelaskan langkah cepat
yang dilakukan untuk mencegah bentrokan lanjutan.Sebelumnya, aparat gabungan telah membongkar tenda perang,
menyita sejumlah alat perang tradisional, serta mengamankan beberapa oknum yang
diduga menjadi provokator. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya
mampu menghentikan rangkaian kekerasan yang terus berulang.Di sisi lain, langkah perdamaian juga terus diupayakan oleh
pemerintah daerah. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dilaporkan telah
memanggil keluarga dari kedua kubu yang bertikai guna mendorong penyelesaian
konflik secara damai dan menghentikan kekerasan.“Kami berharap kedua pihak bisa mendengar panggilan damai
dan berhenti dari kekerasan,” pungkas Ipda Yusak. Aparat keamanan menegaskan
akan terus meningkatkan pengamanan demi mencegah jatuhnya korban tambahan dan
menjaga stabilitas keamanan di Kwamki Narama. Penulis: JidEditor: GF
29 Des 2025, 18:20 WIT
Konflik Antarwarga Kwamki Narama Terus Memakan Korban Jiwa
Papuanewsonline.com, Mimika – Konflik antarwarga yang
terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, kembali menelan korban
jiwa. Hingga akhir Desember 2025, total korban meninggal dunia akibat bentrokan
tersebut tercatat sebanyak tujuh orang sejak konflik mulai pecah pada Oktober
lalu.Korban terbaru diketahui bernama Dinus Kiwak dari kubu Dang.
Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam (29/12/2025) setelah sempat
menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika akibat luka
panah yang dideritanya.Kapolsek Kwamki Narama Ipda Yusak Sawaki menyampaikan
keprihatinannya atas terus bertambahnya korban jiwa dalam konflik tersebut. Ia
menegaskan bahwa situasi ini menjadi perhatian serius aparat keamanan,
mengingat konflik telah berlangsung cukup lama dan berulang kali memicu
bentrokan lanjutan.Konflik antar dua kelompok warga ini berawal dari persoalan
perselingkuhan yang terjadi di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama. Meski
sempat dilakukan berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, konflik
kembali memanas karena upaya perdamaian yang tidak berjalan efektif.Dinus Kiwak diketahui sempat mengalami luka panah beberapa
waktu sebelum meninggal dunia. Korban memilih menjalani pengobatan secara
mandiri di rumah sebelum kondisinya memburuk dan akhirnya dilarikan ke rumah
sakit. Meski mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.Jenazah Dinus Kiwak kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk
prosesi adat. Keluarga melaksanakan ritual pembakaran jenazah sesuai tradisi
setempat. Namun, di tengah prosesi tersebut, situasi keamanan kembali terganggu
akibat bentrokan susulan antara kedua kelompok.Bentrok kembali terjadi pada Senin pagi, saat kedua kubu
saling menyerang menggunakan busur dan anak panah. Peristiwa ini semakin
memperlihatkan rapuhnya kondisi keamanan di wilayah tersebut meskipun aparat
terus melakukan pengamanan.Dari data kepolisian, total tujuh korban meninggal dunia
terdiri dari empat orang dari kubu Newegalen dan tiga orang dari kubu Dang.
Aparat keamanan terus disiagakan untuk mencegah bentrokan lanjutan sekaligus
meredam eskalasi konflik.Polsek Kwamki Narama bersama unsur terkait terus
mengintensifkan pendekatan persuasif dan pengamanan wilayah, dengan harapan
kedua belah pihak dapat menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog demi
terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Penulis: Jid
Editor: GF
29 Des 2025, 18:11 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru