logo-website
Selasa, 17 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Pernyataan Resmi TPNPB Terkait Penembakan Dua Pilot di Bandara Korowai Batu Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Sebuah video pernyataan yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) beredar luas di media sosial, berisi tanggapan atas insiden penembakan dua pilot di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.Dalam video berdurasi lebih dari 16 menit itu, Sebby Sambom menanggapi berbagai komentar publik, termasuk dari Komnas HAM dan sejumlah pegiat hak asasi manusia, yang menyebut kedua pilot menjalankan misi kemanusiaan. Ia membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa kedua korban bukan pekerja kemanusiaan.“Saya Sri Sabo menyampaikan kepada masyarakat Indonesia juga orang asli Papua dan masyarakat internasional bahwa dua pilot itu bukan bekerja kemanusiaan melainkan mereka adalah bagian dari Indonesian Security Force,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.Ia juga menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berulang kali mengeluarkan peringatan terkait penggunaan pesawat sipil di wilayah konflik. Menurutnya, pesawat sipil tidak boleh digunakan untuk melayani kepentingan militer dan kepolisian Indonesia.Dalam pernyataan tersebut, ia menyebut pihaknya memiliki data dan laporan terkait dugaan penggunaan pesawat sipil untuk mengangkut personel keamanan. Ia menganggap praktik tersebut melanggar hukum internasional, terutama di wilayah yang diklaim sebagai zona konflik.Sebby Sambom juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa jika peringatan tersebut tidak diindahkan, maka pihaknya tidak bertanggung jawab atas konsekuensi yang terjadi.Selain membahas insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, ia turut menyinggung sejarah konflik panjang di Papua sejak dekade 1960-an. Dalam pernyataannya, ia mengulas berbagai peristiwa kekerasan yang menurutnya belum mendapat perhatian serius.Pada bagian lain, ia juga menyampaikan kritik terhadap keberadaan aparat keamanan Indonesia di Papua serta menyatakan bahwa pihaknya siap mempertahankan wilayah yang mereka klaim.Pernyataan tersebut memuat seruan kepada masyarakat Papua dan komunitas internasional untuk memperhatikan situasi di wilayah konflik. Ia menegaskan bahwa perjuangan yang mereka jalankan akan terus berlangsung.Video tersebut kini menjadi perhatian publik dan memicu beragam respons. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terbaru dari aparat keamanan terkait isi pernyataan dalam video tersebut. Situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua Selatan masih menjadi sorotan berbagai pihak, terutama pasca-insiden penembakan di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. (GF) 17 Feb 2026, 21:32 WIT
TPNPB Klaim Penembakan 2 Agen Intelijen Militer Indonesia di Yahukimo Papuanewsonline.com, Yahukimo - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalion Yamue, kopi Heluka, bahwa penembakan yang terjadi di jalan poros Dekai kearah Lopon pada 12 Februari 2026 kemarin yang mengakibatkan dua orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang bekerja sebagai sopir tangki air minum mengalami luka tembak, itu benar kami yang lakukan.Heluka juga melaporkan bahwa penyerangan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan operasi Batalion Yamue, Dejen Heluka bersama pasukan atas perintah saya karena wilayah perang kami sudah larang bahwa imigran Indonesia segera tinggalkan wilayah kami."Truk tangki dan kedua korban penembakan tersebut kami sudah pastikan bahwa mereka adalah agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan aparat militer Indonesia lalu masuk di wilayah konflik dengan alasan penjualan air tangki," kata kopi Heluka.Komandan Operasi Batalion Yamue, Dejen Heluka juga melaporkan bahwa pernyataan Panglima Tinggi Agus Subiato yang mengatakan bahwa Guru, Dokter dan pekerja sipil lainnya yang ditugaskan di Papua adalah anggota TNI sehingga kami ketemu dimana saja kami siap tembak entah pejual sayur, sopir taksi, tukang ojek, tukang bakso dan lainnya kami tetap tembak mati karena itu bagian dari aparat militer Indonesia.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau agar warga imigran Indonesia yang sedang berada di Yahukimo, Nduga, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Tembagapura, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Maybrat, Sorong, Nabire, Asmat, dan wilayah konflik bersenjata lainnya agar segera tinggalkan wilayah tersebut dan tutup semua permainan judi, tempat seks, kios-kios dan lainnya jika melanggar maka kami siap tembak mati pemiliknya bahkan orang imigran Indonesia. Penulis: HendEditor: GF 16 Feb 2026, 22:27 WIT
5 PELAKU CURAS DI BEBERAPA LOKASI WILAYAH TIMIKA BERHASIL DIAMANKAN Papuanewsonline.com, Timika – Tim Basmi Bandit Timika (BABAT) Satuan Reskrim Polres Mimika yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Ibnu Rudihartono, S.T.K., S.I.K., berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.Penangkapan dilakukan pada Jumat (14/2/26) berdasarkan Laporan Polisi LP/B/134/II/2026/SPKT/Polres Mimika/Polda Papua Tengah yang diterima pada tanggal 11 Februari 2026.Kejadian peristiwa curas terjadi pada Sabtu (07/2) sekitar pukul 03.45 WIT di Jalan Poros Mapurujaya, serta sejumlah lokasi lain di Jalur 4 SP 4, Jalur 6 SP 4, Jalan Melati SP 1, dan Jalan Kenangan SP 1 Kabupaten Mimika. Kasihumas Polres Mimika IPTU Hempy Ona, SE, menjelaskan kronologis kejadiannya, dimana pelapor yang sedang menjaga kios mendapati tiga orang tak dikenal (OTK) datang menggunakan dua sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa panah wayer dan parang untuk mengancam."Pelapor melihat tiga orang datang dengan membawa alat yang mengancam, kemudian salah satu dari mereka mengambil uang milik pelapor dari dalam laci kios sebelum langsung melarikan diri," jelas Hempy. Setelah kejadian, pelapor yang berinisial SA (30 tahun), seorang wiraswasta berdomisili di Wania, Mimika, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mimika untuk mendapatkan perlindungan hukum.Tim penyidik berhasil mengamankan lima pelaku yang semuanya merupakan pelajar dengan usia antara 15 hingga 18 tahun, dengan identitas masing-masing berinisial FW, SJK, RLT, KLO, dan ADK. Selain para pelaku, aparat juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau panjang 40 cm, satu jaket warna perak, satu jaket hitam, satu celana panjang hitam, dan satu celana pendek hitam. Semua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Mimika untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Feb 2026, 22:58 WIT
Pria Ditemukan Tergeletak Di Bandara Lama Depan Kantor Bmkg Timika, Diduga Korban Penganiyaan Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang Pria ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Poros Bandara Lama Timika, tepat di depan Kantor BMKG, pada Minggu (15/2/26) pagi. Korban yang mengenakan baju putih dan celana biru ini ditemukan oleh warga yang sedang berolahraga pagi, dengan kondisi tubuh bersimbah darah dan menunjukkan tanda-tanda telah mengalami serangan.Menurut saksi penemu, sebelum kejadian ia melihat beberapa pemuda sedang berkumpul di lokasi sekitar. "Saat saya lewat pagi itu ada beberapa pemuda duduk di daerah itu, namun saat saya kembali sudah banyak orang berkumpul melihat seseorang terbaring di sana," ungkapnya. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar dan mampu bergerak sedikit, dengan luka terlihat pada bagian kepala dan leher yang diduga disebabkan oleh senjata tajam.Kantor Polisi Mimika Baru segera merespons setelah menerima laporan dan langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi Fardha, mengkonfirmasi dugaan penganiayaan. "Benar ada korban ditemukan di pinggir jalan Bandara Lama, berdasarkan kondisi yang terlihat, kami menduga ini adalah kasus penganiayaan," ujarnya.Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, menyampaikan bahwa korban sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. "Korban mendapatkan penanganan serius oleh tim medis kami," ujarnya. Sampai saat ini, identitas korban belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban serta mengumpulkan bukti terkait peristiwa tersebut.  Penulis: Jid Editor: GF 15 Feb 2026, 22:44 WIT
Brigjen Nurul Ungkap Perkembangan Kasus Keterangan Palsu Akta Autentik Papuanewsonline.com, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri mengungkap perkembangan penanganan kasus dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Kasus tersebut tercatat dalam laporan polisi LP/B/55/II/2025/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 3 Februari 2025.Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah menjelaskan, pengungkapan perkara bermula dari laporan seorang pelapor berinisial AC yang melaporkan adanya dugaan pemalsuan identitas pada akta autentik berupa KTP atas nama CVT dengan status perkawinan “belum kawin”. Padahal, saat dilaporkan, CVT diketahui masih terikat perkawinan dengan pelapor, AC.“Setelah menerima laporan tersebut, penyidik langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan mendalami keterangan pelapor serta memeriksa 13 saksi dari Dukcapil Surabaya, Balikpapan, dan Alor, satu saksi rekan tersangka, serta tiga saksi ahli yang terdiri dari ahli pidana, ahli Kemendagri, dan ahli digital forensik. Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menemukan bahwa perkara ini telah memenuhi unsur pidana sebagaimana dipersangkakan,” ujar Brigjen Pol Nurul Azizah.Ia menambahkan, tersangka diduga meminta petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengubah status perkawinannya dari “kawin” menjadi “belum kawin”, sehingga seolah-olah keterangan tersebut sesuai dengan fakta yang sebenarnya.“Penggunaan keterangan palsu tersebut berpotensi menimbulkan kerugian. Pelapor merasa dirugikan secara psikis bersama anak-anaknya, berpotensi menghilangkan hak-hak keperdataan anak, menghambat karier pelapor, serta mencemarkan nama baik,” jelasnya.Dalam proses penyidikan, penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan dokumen berdasarkan beberapa penetapan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pengadilan Negeri Kalabahi Alor NTT, dan Pengadilan Negeri Balikpapan.Lebih lanjut, Brigjen Pol Nurul Azizah menyampaikan bahwa pada pemeriksaan kedua terhadap tersangka yang berlangsung Kamis, 12 Februari 2026 pukul 20.30 WIB, penyidik melakukan upaya paksa berupa penangkapan dan penahanan.“Penahanan dilakukan karena alasan objektif dan subjektif. Secara objektif, tersangka disangkakan melanggar Pasal 394 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara atau denda kategori VI hingga Rp2 miliar. Sementara secara subjektif, tersangka dinilai tidak kooperatif, memberikan informasi yang tidak sesuai fakta, serta berpotensi menghambat proses pemeriksaan,” katanya.Ia juga mengungkapkan bahwa tersangka beberapa kali tidak memenuhi panggilan penyidik, datang terlambat saat pemeriksaan, tidak menyerahkan barang bukti yang dijanjikan, hingga menolak menandatangani sejumlah dokumen resmi terkait penangkapan dan penahanan.Menurut hasil penyidikan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah meminta bantuan seorang ASN Disdukcapil Kabupaten Alor berinisial I untuk mengubah status perkawinan pada 7 September 2021. Perubahan tersebut terpantau dalam aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan diperkuat dengan barang bukti yang telah disita.Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 266 ayat (1) dan ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP yang telah disesuaikan menjadi Pasal 394 serta Pasal 20 huruf c dan/atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. PNO-12 15 Feb 2026, 15:14 WIT
Ditembak Saat Distribusi Air Bersih, Sopir Tangki Jadi Korban Aksi Kekerasan di Jalur Dekai–Lopon Papuanewsonline.com, Yahukimo - Aksi kekerasan kembali menyasar warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang sopir mobil tangki air bersih menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di jalur poros Dekai menuju Lopon, Kamis (12/2/2026) siang.Peristiwa terjadi saat korban mengemudikan kendaraan tangki yang membawa suplai air bersih untuk masyarakat di wilayah Lopon. Di tengah perjalanan, korban ditembaki dari arah pinggir jalan dan mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri.Meski dalam kondisi terluka, korban bersama seorang kenek yang mendampinginya tetap melanjutkan perjalanan hingga berhasil mencapai Lopon untuk menyelamatkan diri. Laporan kejadian segera diterima aparat, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Yahukimo bergerak cepat menuju lokasi.Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan pertolongan medis intensif. Berdasarkan informasi terakhir, korban sempat dalam kondisi kritis dan menjalani tindakan medis awal sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aparat tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas pelayanan kebutuhan dasar.“Korban adalah masyarakat yang sedang bekerja mengangkut kebutuhan dasar berupa air bersih. Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi. Kami bergerak cepat untuk mengevakuasi korban dan mengamankan situasi. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku,” tegas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Ia menambahkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah Operasi Damai Cartenz.“Kehadiran kami di sini untuk memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Tidak boleh ada rasa takut ketika warga mencari nafkah atau menjalankan pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi serta langkah cepat yang telah diambil aparat.“Benar, telah terjadi penembakan terhadap seorang sopir kendaraan tangki air bersih di jalur Dekai menuju Lopon. Korban mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri dan sempat melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri. Setelah menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi, melakukan pengecekan, serta mengevakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis hingga akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Papua di Jayapura,” jelasnya.Ia menambahkan, usai proses evakuasi, aparat melakukan respons taktis di sekitar lokasi kejadian. Petugas sempat mendapati tiga hingga empat orang mencurigakan yang kemudian melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan. Hingga kini, penyisiran dan pengejaran masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah.Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Yahukimo. Aparat masih mendalami identitas dan keterkaitan kelompok tersebut guna memastikan proses hukum berjalan optimal.Sebagai langkah antisipatif, pengamanan di jalur distribusi logistik dan sejumlah objek vital di Kabupaten Yahukimo turut ditingkatkan. Koordinasi bersama pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjamin distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan dengan pengawalan yang memadai.Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. PNO-12 15 Feb 2026, 13:43 WIT
Dua Ambulans Puskesmas Nyaris Dibakar OTK Di Yahukimo, Warga Berjuang Selamatkan Fasilitas Papuanewsonline.com, Yahukimo – Ketegangan menyelimuti kawasan Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, setelah dua unit ambulans milik Puskesmas Aplim hampir menjadi korban pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (13/2) malam sekitar pukul 21.05 WIT. Kejadian ini membuat warga sekitar bergegas berkumpul untuk menjaga fasilitas kesehatan yang menjadi satu-satunya akses layanan bagi masyarakat pedalaman.Menurut keterangan saksi, Luter Matuan (40), seorang tokoh masyarakat lokal, dua pelaku datang membawa bahan bakar jenis solar dalam botol plastik berukuran 1.600 ml dan mengancam akan membakar gedung puskesmas beserta kendaraan ambulans. Kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang mobil ambulans jenis Triton putih dan Arena APV putih dengan nomor polisi PA 6434 Y."Jika puskesmas ini terbakar, masyarakat tidak punya tempat lagi untuk berobat," ujarnya dengan khawatir.Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi untuk mencegah tindakan destruktif. Dalam upaya meredam situasi, salah satu warga memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku, yang kemudian membatalkan aksi dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala. Pada Sabtu (14/2) pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo dibantu Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang dipimpin IPTU Muhammad Mirwan segera menuju lokasi kejadian.Tim melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa botol bekas berisi sisa solar dan rumput kering yang terkena bahan bakar. Meskipun jejak kaki tidak ditemukan, bukti siraman solar di sekitar kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran. Kedua ambulans kemudian dikelola ke Rumah Sakit Umum Daerah Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani menegaskan tidak akan mentolerir ancaman terhadap sarana publik.  Penulis: Jid Editor: GF 14 Feb 2026, 21:44 WIT
TPNPB Klaim Rampas Dua Senjata SS2 dan 50 Amunisi di Tembagapura Papuanewsonline.com, Mimika - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui Siaran Pers ke-IV per Jumat, 13 Februari 2026, melaporkan secara resmi perampasan dua unit senjata jenis SS2 beserta 50 butir amunisi di Mile 50 Tembagapura pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa aksi itu juga menyebabkan satu aparat militer meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka.Dalam pernyataan tersebut, disebutkan bahwa tindakan itu dilakukan atas perintah Panglima Tinggi, Jenderal Goliath Naaman Tabuni bersama Jenderal Titus Murib. Operasi di lapangan dipimpin Mayor Yeki Murib bersama pasukan TPNPB dari Pos Kali Kopi.Mayor Yeki Murib juga melaporkan bahwa dua pucuk senjata SS2 bersama 50 butir amunisi yang dirampas telah menjadi milik TPNPB di bawah pimpinan Jenderal Goliath N Tabuni. Dalam siaran pers tersebut dinyatakan bahwa senjata tersebut akan digunakan dalam medan perang melawan aparat militer Indonesia dan bahwa wilayah perang telah dibuka di Tembagapura.Dalam pernyataan yang sama, TPNPB meminta seluruh karyawan PT Freeport Indonesia untuk berhenti bekerja. Selain itu, disebutkan bahwa pasukan dari berbagai kodap telah berada di Tembagapura dan siap melakukan penyerangan lanjutan.Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan imbauan agar seluruh aktivitas sipil dan pihak yang tidak terlibat sebagai aparat militer segera meninggalkan wilayah Tembagapura guna menghindari korban jiwa. Dalam siaran tersebut turut disebutkan permintaan penutupan tempat penjualan minuman keras, judi, dan praktik prostitusi yang dituduhkan dibuka oleh aparat militer Indonesia di wilayah tersebut.Selain itu, imbauan juga ditujukan kepada warga imigran Indonesia yang berada di Tembagapura agar keluar dari wilayah operasi TPNPB. Dalam pernyataan tersebut disebutkan adanya laporan dari PIS TPNPB bahwa sebagian warga imigran Indonesia diduga terlibat sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia di daerah konflik bersenjata di Tanah Papua.Siaran pers ini ditandatangani oleh Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM, serta mencantumkan jajaran pimpinan Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM, yakni Jenderal Goliath Tabuni sebagai Panglima Tinggi, Letnan Jenderal Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Mayor Jenderal Terianus Satto sebagai Kepala Staf Umum, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.Pernyataan tersebut menjadi bagian dari eskalasi informasi terkait situasi keamanan di Tembagapura dalam beberapa hari terakhir, menyusul rangkaian peristiwa bersenjata yang terjadi di wilayah tersebut. (GF) 13 Feb 2026, 23:49 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT