Papuanewsonline.com
BERITA TAG Kriminal
Homepage
Vonis Tiga Tahun Penjara untuk Toni Tamsil dalam Perkara Obstruction of Justice Korupsi Timah
Papuanewsonline.com, Pangkalpinang – Pengadilan Negeri
Pangkalpinang menjatuhkan vonis pidana penjara selama tiga tahun kepada Toni
Tamsil alias Akhi dalam perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice)
kasus korupsi timah dengan nilai kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp300
triliun. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang pada Senin (29/12/2025).Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan
dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut pidana
penjara selama 3,6 tahun. Putusan ini sekaligus mengakhiri rangkaian
persidangan yang menyita perhatian publik karena keterkaitannya dengan perkara
korupsi timah berskala besar.Ketua Majelis Hakim Sulistiyanto Rokhmad Budiarto menyatakan
terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
perintangan proses hukum dalam penanganan perkara korupsi tersebut. Selain
pidana badan, terdakwa juga dibebankan kewajiban membayar biaya perkara sebesar
Rp5.000.Pembacaan putusan tersebut mengubah suasana ruang sidang
yang semula tenang menjadi emosional. Keluarga terdakwa, termasuk istri dan
anaknya, terlihat tidak mampu menahan tangis saat mendengar vonis yang
dijatuhkan majelis hakim.Perkara yang menjerat Toni Tamsil merupakan bagian dari
rangkaian kasus besar korupsi timah yang melibatkan banyak pihak dan disebut
sebagai salah satu kasus korupsi terbesar yang pernah ditangani aparat penegak
hukum di Indonesia. Dalam perkara ini, Toni didakwa menghambat proses
penyidikan yang tengah berjalan.Kasus obstruction of justice dinilai sebagai kejahatan
serius karena secara langsung mengganggu upaya penegakan hukum dan berpotensi
menghambat pengungkapan fakta-fakta penting dalam perkara korupsi. Oleh karena
itu, proses hukum terhadap terdakwa menjadi perhatian luas masyarakat.Putusan pengadilan ini diharapkan dapat memperkuat pesan
bahwa setiap upaya menghalangi proses penegakan hukum akan tetap diproses
sesuai ketentuan perundang-undangan, meskipun tidak secara langsung terlibat
dalam tindak pidana korupsi utama.Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus menegaskan
komitmen dalam pemberantasan korupsi, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang
berupaya merintangi penyidikan, penuntutan, maupun proses peradilan demi
memulihkan kerugian negara. Penulis: HendrikEditor: GF
29 Des 2025, 10:32 WIT
Dominasi Generasi Muda Warnai KKB Papua, Pola Serangan Kian Agresif dan Sulit Diprediksi
Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz mengungkapkan bahwa komposisi keanggotaan Kelompok Kriminal Bersenjata
(KKB) di Papua saat ini didominasi oleh generasi muda. Pergeseran demografi
tersebut dinilai berdampak langsung pada perubahan pola aksi KKB yang semakin
agresif, cepat, dan sulit diprediksi sepanjang tahun 2025.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf
Sutejo, menjelaskan bahwa keterlibatan anggota usia muda membuat intensitas
serangan meningkat dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu maupun situasi
sosial. Serangan kerap terjadi secara tiba-tiba, termasuk pada momentum hari
besar keagamaan yang seharusnya berlangsung aman dan damai.Selain aparat TNI dan Polri, sasaran kekerasan juga meluas
ke warga sipil. Kelompok ini tercatat menyerang profesi yang memiliki peran
penting dalam pelayanan publik, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,
sehingga menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.Satgas Damai Cartenz menilai bahwa motif utama dari
rangkaian aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan upaya menunjukkan eksistensi
dan menarik perhatian, baik di tingkat lokal maupun internasional. Pola ini
memperlihatkan adanya strategi teror yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan
keamanan di wilayah Papua.Data penanganan sepanjang 2025 menunjukkan aparat keamanan
terus melakukan langkah penegakan hukum secara terukur. Satgas mencatat
sebanyak 15 anggota KKB tewas dalam kontak senjata, sementara 20 lainnya
berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus
kekerasan.Selain penangkapan pelaku, aparat juga menyita sejumlah
barang bukti berupa 29 pucuk senjata api, ribuan butir amunisi, serta berbagai
perlengkapan pendukung aksi bersenjata. Upaya ini dilakukan untuk mempersempit
ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.Di ranah digital, Satgas Damai Cartenz mengidentifikasi
lebih dari 44.000 tautan yang terafiliasi dengan propaganda dan dukungan
terhadap KKB. Langkah pemantauan dan penindakan terhadap konten provokatif
terus dilakukan guna menekan penyebaran narasi kekerasan dan separatisme.Melalui operasi terpadu bersama TNI dan instansi terkait,
Satgas Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan
ketertiban masyarakat di Papua. Pendekatan penegakan hukum, pengamanan wilayah,
serta pengendalian informasi menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk
meredam eskalasi kekerasan. Penulis: HendrikEditor: GF
29 Des 2025, 10:30 WIT
Operasi Damai Cartenz 2025 Catat Puluhan KKB Ditangkap dan Senjata Disita
Papuanewsonline.com, Mimika – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz merilis laporan hasil penanganan gangguan keamanan oleh Kelompok
Kriminal Bersenjata (KKB) sepanjang tahun 2025. Dalam laporan tersebut,
tercatat sebanyak 45 anggota KKB berhasil ditangkap, dengan 15 di antaranya
tewas akibat melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf
Sutejo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari operasi
gabungan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh TNI dan Polri di sejumlah
wilayah rawan. Penindakan dilakukan berdasarkan pemetaan jaringan dan
pergerakan kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror terhadap
masyarakat.Dari total 45 anggota KKB yang diamankan, sebanyak 20 orang
telah ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang
berlaku. Sementara itu, sisanya masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman
untuk mengungkap keterlibatan dalam jaringan dan aksi kriminal lainnya.Selain penangkapan, aparat juga berhasil mengamankan
berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk mendukung aksi
kekerasan. Barang bukti tersebut meliputi 29 pucuk senjata api, 4.194 butir
amunisi, dua bahan peledak, 93 senjata tajam, serta 57 lembar dokumen yang
berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.Dalam aspek nonfisik, Satgas Damai Cartenz juga menaruh
perhatian besar pada perang informasi yang dilakukan oleh kelompok terafiliasi
KKB. Sepanjang 2025, aparat mengidentifikasi sedikitnya 44.171 tautan berita
hoaks dan konten provokatif yang beredar di ruang digital dan dinilai
berpotensi memicu keresahan masyarakat.Upaya penindakan turut diperkuat dengan penguasaan wilayah.
Satgas bersama TNI berhasil menduduki 14 lokasi yang diduga menjadi markas atau
basis pergerakan KKB, sebagai bagian dari strategi menekan ruang gerak kelompok
tersebut dan memutus jalur logistiknya.Yusuf menegaskan bahwa tantangan utama ke depan tidak hanya
bersifat fisik, tetapi juga berupa provokasi dan disinformasi di media sosial
yang kerap menyudutkan aparat keamanan. Oleh karena itu, sinergi antara TNI dan
Polri terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban
masyarakat.Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan komitmen untuk terus
melaksanakan penegakan hukum secara terukur, profesional, dan berkelanjutan
demi menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua sepanjang tahun-tahun
mendatang. Penulis: JidEditor: GF
28 Des 2025, 17:42 WIT
Personel Polda Maluku Buka Blokade Jalan Warga Liang
Papuanewsonline.com, Malteng - Aksi blokade jalan oleh warga kembali terjadi di desa Liang, kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (27/12/2025).Menerima informasi tersebut personel Patroli Respon Time Direktorat Samapta Polda Maluku langsung menuju lokasi kejadian.Dibantu oleh sejumlah warga setempat, blokade jalan yang dilakukan orang tak dikenal ini berhasil dibongkar tim respon time Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K mengungkapkan, aksi pemalangan jalan diketahui saat personel respon time melaksanakan patroli kamtibmas di kawasan kecamatan Salahutu pada jumat malam.Di tengah pelaksanaan tugas rutin, tim reaksi cepat Polda Maluku ini kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat melalui operator call center 110.Mendapatkan kabar itu, sejumlah personel yang melakukan patroli menggunakan kendaraan bermotor langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP)."Blokade jalan di kawasan Desa Liang dilakukan orang yang tidak di ketahui. Personel patroli respon time yang dibantu warga sekitar kemudian berhasil membongkar blokade jalan tersebut," kata Kombes Rositah.Selain membersihkan ruas jalan dari tumpukan material batu dan kayu, personel juga menggali informasi dari masyarakat terkait aksi tersebut."Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi atau terhasut dengan informasi yang diterima dan belum dapat dipastikan kebenarannya," pintanya.Polda Maluku menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan masing-masing."Mari sama-sama kita jaga lingkungan kita dari gangguan kamtibmas. Dengan lingkungan yang aman dan damai maka seluruh aktivitas kita akan berjalan lancar dan baik," harapnya.Hingga saat ini situasi kamtibmas dan arus lalulintas di desa Liang terpantau aman dan terkendali. "Kami juga meminta masyarakat apabila menemukan keadaan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas agar dapat menghubungi call center 110," pintanya. PNO-12
27 Des 2025, 20:45 WIT
Polda Maluku Berhasil Redam Aksi Penyerangan Sekelompok Warga di Pos PAM Stain Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Personel Samapta dan Brimob Polda Maluku berhasil meredam sekelompok warga yang menyerang aparat keamanan di Pos Pengamanan depan Indomaret Stain, Kota Ambon, Jumat dini hari (26/12/2025).Aksi serangan oleh sekelompok warga di Pos Pengamanan konflik tersebut dilakukan menggunakan batu dan anak panah. Warga juga melakukan aksi blokir jalan."Pagi tadi sekitar pukul 02.00 WIT sekelompok warga menyerang Pos PAM yang berada di depan Indomaret Stain. Mereka melakukan pelemparan menggunakan batu dan juga panah-panah," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi S.I.K.Menanggapi aksi serangan tersebut, aparat gabungan dari Dit Samapta dan Sat Brimob Polda Maluku kemudian mengimbau warga untuk menghentikan aksinya. "Anggota berhasil meredam kelompok pemuda yang melakukan aksi serangan," tambahnya.Tak sampai di situ, saat terjadi pemadaman lampu, sekelompok pemuda tak dikenal tersebut kembali melakukan aksi pelemparan batu dan blokir jalan."Kami tidak terpancing dengan aksi warga tersebut dengan tetap menggunakan cara-cara yang humanis meminta warga untuk membukarkan diri," jelasnya.Sekitar pukul 04.50 WIT, Wakapolresta Ambon bersama anggota Sabhara yang berada di Pos PAM Alfamidi dikerahkan untuk bersama-sama membubarkan massa."Sampai pagi ini situasi kamtibmas di sekitar lokasi kejadian terpantau aman kondusif," ujarnya.Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bersama-sama aparat kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban."Jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang dapat memecah belah persaudaraan dan mengganggu kamtibmas," pintanya.Masyarakat juga diminta untuk tidak main hakim sendiri. Sebab, selain telah melawan hukum, perbuatan tersebut hanya akan memperbesar persoalan. "Kalau ada kejadian laporkan kepada kami untuk dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku," ajaknya. PNO-12
27 Des 2025, 18:30 WIT
Natal Berujung Duka di Yahukimo, Dua Kasus Penganiayaan Berat Terjadi dalam Satu Malam
Papuanewsonline.com, Mimika – Dua peristiwa penganiayaan
berat terhadap warga sipil terjadi di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, sepanjang
Kamis malam hingga Jumat pagi, 25–26 Desember 2025. Insiden tersebut
mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih
menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Rentetan kekerasan ini menuai kecaman dari berbagai pihak
karena terjadi di tengah suasana perayaan Hari Raya Natal. Peristiwa tersebut
dinilai tidak berperikemanusiaan serta bertentangan dengan nilai moral dan
ajaran agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan penghormatan terhadap sesama
manusia. “Ini adalah tindakan keji yang menyasar warga sipil di momentum sakral
— kita harus segera dapatkan keadilan,” ujar seorang tokoh masyarakat Dekai.Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar
pukul 20.45 WIT di Jalan Sosial Matoa. Seorang warga bernama Ramli S (51)
ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacok di
bagian leher, telapak tangan, dan pergelangan tangan kiri.Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat meminta air
minum kepada warga sebelum akhirnya ditemukan tersungkur bersimbah darah. Dalam
kejadian tersebut, lima orang pelaku tak dikenal yang diduga menggunakan
senjata tajam langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.Aparat gabungan dari Polres Yahukimo, Brimob BKO, dan Satgas
Damai Cartenz segera melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara,
serta mengevakuasi korban ke RSUD Dekai sebelum dibawa ke ruang jenazah untuk
penanganan lebih lanjut.Peristiwa penganiayaan kedua terjadi pada Jumat (26/12/2025)
sekitar pukul 09.00 WIT di sebuah bengkel motor di Jalan Papua. Korban bernama
Ardi (45), seorang warga pendatang, mengalami luka serius akibat serangan
senjata tajam pada bagian leher belakang dan tangan kanan.Korban sempat menyampaikan informasi singkat kepada warga
sekitar sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Dekai. Hingga saat ini, korban
dilaporkan masih dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan intensif di bawah
pengawasan tim medis.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma
Sinaga, menyatakan bahwa aparat menduga kedua peristiwa tersebut saling
berkaitan dan merupakan bagian dari gangguan keamanan yang dilakukan oleh
kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Aparat pun meningkatkan patroli gabungan serta
razia di sejumlah titik rawan. “Kami akan terus mengidentifikasi dan memburu
pelaku untuk menegakkan hukum, memberikan keadilan, serta menjamin rasa aman
masyarakat,” tegas Adarma.Penulis: JidEditor: GF
27 Des 2025, 15:26 WIT
Pria Tanpa Identitas Jalani Perawatan Intensif di RSUD Mimika Usai Diduga Mengalami Mabuk Berat
Papuanewsonline.com, Mimika – Seorang pria tanpa identitas
saat ini masih menjalani perawatan intensif di Instalasi Rawat Darurat (IRD)
RSUD Mimika setelah mengalami insiden serius yang diduga dipicu oleh kondisi
mabuk berat. Korban ditemukan dalam keadaan tidak berdaya dan segera dilarikan
ke rumah sakit pada Jumat malam (26/12/2025).Hingga saat ini, identitas serta alamat tempat tinggal
pasien belum diketahui. Oleh pihak rumah sakit, pasien tersebut dicatat dengan
status Mr. X karena tidak ditemukan dokumen identitas saat pertama kali
ditangani.“Kami sangat berharap ada keluarga atau kerabat yang segera
datang,” ujar seorang petugas medis.Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, mengungkapkan bahwa
hingga Sabtu siang belum ada keluarga maupun pihak yang datang menanyakan
kondisi pasien yang sedang dirawat tersebut.Kondisi tersebut dinilai menyulitkan tim medis untuk
memperoleh informasi lanjutan terkait riwayat kesehatan pasien yang sangat
dibutuhkan dalam mendukung pengambilan tindakan medis selanjutnya.“Kami berharap ada masyarakat yang mengenali ciri-ciri
pasien,” kata Lucky.Pihak RSUD Mimika memastikan bahwa pasien masih mendapatkan
penanganan medis secara intensif di IRD, dengan pengawasan ketat dari tenaga
kesehatan yang bertugas.“Kami terus berupaya memberikan perawatan terbaik,” tambah
Lucky.Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat yang merasa mengenali
atau memiliki informasi terkait pasien tersebut agar segera mendatangi IRD RSUD
Mimika atau menghubungi pihak rumah sakit, karena keterlibatan keluarga atau
kerabat dinilai sangat penting untuk kelancaran proses perawatan dan penanganan
medis lebih lanjut. “Informasi sekecil apapun sangat berarti bagi kami,”
pungkasnya.Penulis: JidEditor: GF
27 Des 2025, 15:20 WIT
WASPADA! TPNPB Siap Hadapi Pengiriman Pasukan Militer Indonesia ke Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Markas Pusat KOMNAS TPNPB
menerima laporan penting mengenai langkah militer Indonesia yang semakin
intensif di wilayah Yahukimo, Papua. Menurut laporan dari Panglima TPNPB Kodap
XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, militer Indonesia telah melakukan pengiriman logistik dan kendaraan taktis (rantis) dengan menggunakan pesawat Hercules
milik Angkatan Udara Indonesia, yang mendarat di Bandar Udara Nop Goliath
Dekai, Yahukimo. Tindakan ini semakin memanaskan ketegangan yang sudah
berlangsung lama di wilayah tersebut.Pendoropan logistik ini turut disertai dengan operasi udara
menggunakan pesawat nirawak (drone) yang dilengkapi dengan granat, yang terus
dilakukan ke seluruh wilayah Yahukimo. TPNPB, dalam hal ini, menyatakan
kesiapan penuh untuk melakukan perlawanan jika aparat militer Indonesia masuk
lebih jauh ke wilayah markas mereka. Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yang
kini berada dalam status siaga penuh, mengingatkan agar aparat militer dan
warga sipil tidak memasuki wilayah yang telah dikendalikan oleh pasukan TPNPB.Sebby Sambom, Jubir Komnas TPNPB, menegaskan bahwa pasukan
TPNPB yang terdiri dari Batalyon HSSBY siap melaksanakan operasi dan perlawanan
terhadap militer Indonesia jika mereka memasuki markas utama TPNPB. Pasukan
yang tersebar di sekitar Kota Dekai telah memperketat keamanan dan mengimbau
warga untuk menghindari wilayah zona merah yang kini berada di bawah kendali
penuh TPNPB.Di tengah eskalasi ketegangan tersebut, TPNPB juga
mengumumkan duka nasional atas gugurnya Lea Sobolim, salah seorang prajurit
aktif TPNPB dari Batalyon Sisiba, yang meninggal dunia akibat luka tembak yang
dideritanya. Lea Sobolim tertembak pada 13 Desember 2025 saat terlibat dalam
pertempuran sengit melawan aparat militer Indonesia. Ia meninggal dunia pada 21
Desember setelah berjuang melawan luka yang dideritanya, khususnya tembakan di
bagian paha.Prajurit Lea Sobolim telah dimakamkan dengan penghormatan
militer di Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo pada 22 Desember 2025 dini hari.
Brigjen Elkius Kobak mengimbau seluruh pasukan TPNPB untuk tetap waspada dan
meningkatkan patroli, terutama di sekitar Kota Dekai, guna menjaga ketertiban
dan kesiapsiagaan pasukan dalam menghadapi potensi ancaman lebih lanjut.Dalam pernyataan resmi, TPNPB juga menegaskan bahwa meski
militer Indonesia melakukan pengiriman pasukan ke Yahukimo, hal ini tidak akan
melemahkan semangat perjuangan mereka. TPNPB tetap teguh pada komitmen untuk
melawan segala bentuk ancaman yang datang dari pasukan militer Indonesia. TPNPB
mengingatkan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, serta Panglima TNI Agus
Subiyanto dan Pangdam XVII Cenderawasih bahwa mereka siap menghadapi setiap
tantangan yang ada di medan perang.Pemberitahuan ini juga menjadi pesan kuat kepada masyarakat
internasional bahwa situasi di Yahukimo tetap menjadi isu yang memerlukan
perhatian serius. Pasukan TPNPB menegaskan komitmen mereka untuk mempertahankan
kedaulatan dan hak-hak masyarakat setempat, serta menuntut agar penghormatan
terhadap prinsip kemanusiaan dijaga dalam setiap tindakan yang diambil oleh
pihak militer. Penulis: HendrikEditor: GF
23 Des 2025, 18:07 WIT
Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba, 17 Tersangka Diamankan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika yang diduga akan diedarkan menjelang pelaksanaan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2025 di Bali. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (22/12/2025).Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa penindakan dilakukan sebelum event DWP berlangsung dan tidak berada di dalam area pelaksanaan konser.“Penindakan ini kami lakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan DWP dan tidak berada di dalam area saat event berlangsung. Ini adalah langkah antisipasi agar peredaran gelap narkoba tidak mencederai kegiatan internasional tersebut,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.Brigjen Eko menjelaskan, DWP merupakan salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pengunjung sekitar 25 ribu orang dan melibatkan wisatawan lintas negara. Kondisi tersebut dinilai rawan dimanfaatkan oleh jaringan narkoba.“DWP memiliki mobilitas tinggi dan pengunjung lintas negara. Apabila narkoba sampai beredar di tangan pengunjung, tentu ini akan menjadi penilaian buruk bagi Indonesia di mata dunia internasional,” tegasnya.Dalam operasi yang dilaksanakan pada 9 hingga 14 Desember 2025 dan dilanjutkan pengembangan hingga 18 Desember 2025, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Kanwil Bea dan Cukai Bali Nusra berhasil mengungkap enam sindikat narkoba. Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 17 orang tersangka, dengan 7 orang lainnya masih berstatus DPO.“Secara garis besar, kami mengamankan enam sindikat dengan total 17 tersangka, terdiri dari 16 WNI dan satu WNA. Sementara tujuh orang lainnya masih dalam pengejaran,” kata Brigjen Eko.Dari keenam sindikat tersebut, polisi menyita berbagai jenis narkotika, di antaranya sabu, ekstasi, kokain, MDMA, ganja, ketamin, happy water, hingga happy five. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 31 kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi, dengan estimasi nilai mencapai Rp60,5 miliar.“Apabila barang bukti ini beredar di pasar gelap, nilainya mencapai lebih dari Rp60 miliar. Dari pengungkapan ini, kami perkirakan berhasil menyelamatkan 162.202 jiwa,” ungkapnya.Modus operandi yang digunakan para pelaku antara lain sistem tempel, transaksi COD, serta transaksi melalui perbankan. Jaringan ini diketahui melibatkan lintas provinsi seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, serta jaringan lintas negara yang melibatkan warga negara asing.Brigjen Eko menegaskan, penindakan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.“Penindakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada sasaran prioritas pencegahan dan pemberantasan narkoba. Polri akan terus konsisten dari hulu hingga hilir,” tegasnya.Ia juga mengingatkan agar pengungkapan ini tidak dijadikan stigma negatif terhadap pelaksanaan DWP ke depan.“DWP merupakan kegiatan positif dan akan terus dilaksanakan di Indonesia. Pengungkapan ini justru menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga keamanan dan citra Indonesia,” pungkas Brigjen Eko. PNO-12
23 Des 2025, 14:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru