logo-website
Jumat, 20 Feb 2026,  WIT

Aksi Nekat Siram BBM di Mushola Ohoi Hako Gegerkan Warga, Polisi Tegaskan Tak Ada Toleransi

Maluku Tenggara, Papuanewsonline.com– Aroma Ramadhan yang seharusnya membawa kesejukan justru ternoda oleh aksi pembakaran bangunan yang sedang dipersiapkan sebagai mushola di Ohoi Hako, Kabupaten Maluku Tenggara.

Papuanewsonline.com - 20 Feb 2026, 13:45 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Polres Maluku Tenggara bergerak cepat. Kurang dari 1x24 jam, terduga pelaku berinisial S.R. alias Soleh berhasil dibekuk tim gabungan Satreskrim dan Polsek Kei Besar Selatan.

Maluku Tenggara, Papuanewsonline.com– Aroma Ramadhan yang seharusnya membawa kesejukan justru ternoda oleh aksi pembakaran bangunan yang sedang dipersiapkan sebagai mushola di Ohoi Hako, Kabupaten Maluku Tenggara. 

Bangunan sederhana yang rencananya digunakan warga untuk ibadah sementara itu dilalap api, setelah disiram bahan bakar minyak (BBM) oleh seorang pria yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polres Maluku Tenggara bergerak cepat. Kurang dari 1x24 jam, terduga pelaku berinisial S.R. alias Soleh berhasil dibekuk tim gabungan Satreskrim dan Polsek Kei Besar Selatan.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, dalam keterangan pers Jumat (20/2/2026), menegaskan tindakan pembakaran tersebut merupakan tindak pidana serius yang mengancam keamanan umum dan berpotensi memicu konflik sosial.

Larangan Berujung Api

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula dari keberatan pelaku terhadap pembangunan mushola sementara yang akan digunakan warga selama bulan suci Ramadhan. 

Pelaku disebut telah beberapa kali menegur warga agar menghentikan pembangunan.

Namun teguran itu tak digubris. Warga tetap melanjutkan pembangunan.

Pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIT, pelaku datang dengan membawa tiga jerigen berisi BBM. 

Tanpa banyak kata, ia menyiram lantai bangunan yang terbuat dari papan dan dilapisi karpet, lalu melempar botol berisi bahan bakar yang telah disulut api.

Bagian belakang bangunan langsung dilahap si jago merah. Kepanikan warga tak terhindarkan. Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum merambat dan menghanguskan seluruh bangunan.

Setelah menjalankan aksinya, pelaku kabur meninggalkan lokasi.

Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian mengidentifikasi dan menangkap pelaku pada hari yang sama. Setelah pemeriksaan intensif, pada 19 Februari 2026, S.R. resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Ia dijerat Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman 9 tahun pidana.

 

Penulis : Nerius Rahabav

Editor  : Nerius Rahabav

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE