logo-website
Minggu, 22 Feb 2026,  WIT

TPNPB Mengaku Bakar Pos Militer, Tewaskan 2 Aparat dan Berhasil Rampas 4 Senjata Api di Nabire

TPNPB pimpinan Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya mengaku bertanggung jawab atas penyerangan dan pembakaran Pos militer di area tambang emas ilegal milik PT Kristalin Eka Lestari

Papuanewsonline.com - 22 Feb 2026, 06:34 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak asap hitam akibat hangusnnya pos TNI di area tambang emas ilegal milik PT Kristalin Eka Lestari di Kampung Legari 2, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire pada ,Sabtu (21/2/2026).

Papuanewsonline.com, Nabire - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Mayor Aibon Kogoya dan pasukannya mengaku bertanggung jawab atas penyerangan dan pembakaran Pos militer di area tambang emas ilegal milik PT Kristalin Eka Lestari di Kampung Legari 2, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah pada, Sabtu (21/2/2026).

Salinan Laporan Papua Intelligence Service (PIS) sayap TPNPB yang diterima Media ini menyebutkan bahwa atas peristiwa tersebut, Mayor Aibon Kogoya dan pasukan berhasil merampas 4 pucuk Senjata Api, dan menewaskan dua Aparat Militer Indonesia.

Terpisah juru bicara Manajemen Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengaku telah menerima laporan dari badan intelijen Papua Intelligence Service (PIS) atas kejadian tersebut.

"Benar, TPNPB/OPM bertanggungjawab atas peristiwa penyerangan di Nabire," ujar Sebby Sambom melalui keterangan tertulis yang diterima Media ini, Minggu (22/2/2026).

Sebby menyebutkan Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya berhasil melakukan penyerangan dan penembakan terhadap aparat militer Indonesia di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu, 21 Februari 2026 sekitar jam 14.30.


Lanjut Sebby dalam penyerangan tersebut mengakibatkan dua aparat militer kolonial Indonesia tewas, satu unit pos militer Indonesia dibakar, penembakan satu unit mobil hilux serta perampasan 3 Unit senjata laras panjang dan 1 unit pistol.

Sebelum penyerangan pasukan TPNPB dipimpin Mayor Aibon Kogoya ke lokasi kejadian, sebelumnya PIS TPNPB telah  melaporkan bahwa aparat militer kolonial Indonesia melakukan pengamanan terhadap perusahan milik PT. Kristalin Eka Lestari di Lagari dalam melakukan aktifitas tambang secara ilegal.

"Akibat dari aktivitas perusahaan yang menambang mas secara ilegal ini mengakibatkan kerusakan  hutan dan lingkungan milik masyarakat adat di Nabire, sehingga perlu diberi pelajaran," ujar Sebby.

Sebby mengatakan bahwa terjadi kontak tembak antara aparat militer kolonial Indonesia dengan pasukan TPNPB saat aparat melakukan evakuasi terhadap korban, namun dalam kontak senjata tersebut, tidak ada korban jiwa dari pasukan TPNPB.

"Aparat militer kolonial Indonesia kelihatan panik saat efakuasi korban, sehingga melakukan penembakan secara brutal namun tidak ada jatuhnya korban jiwa dari pasukan TPNPB," sorot Sebby Sambom.


Sebby menegaskan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengingatkan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penyisiran, penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil yang tidak tahu apa-apa dalam insiden tersebut.

Sementara itu pihak berwenang seperti Polres Nabire hingga kini belum memberikan keterangan resmi atas peristiwa ini, Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi sehingga publik memperoleh Update informasi melalui pemberitaan.

 

Penulis : Hendrik

Editor  : GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE