Angkat Potensi Lokal, UMKM Mimika Belajar Olah Sagu Jadi Kue kering
Asosiasi UMKM Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Gerak Cepat Elevasi Sagu Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal yang berlangsung di Gedung MPCC
Papuanewsonline.com - 09 Mar 2026, 13:02 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Mimika — Asosiasi UMKM Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Gerak Cepat Elevasi Sagu Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal yang berlangsung di Gedung MPCC, Timika, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini disponsori oleh YPMAK dan diikuti para pelaku UMKM berbahan lokal di Kabupaten Mimika serta sejumlah komunitas lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan
pelatihan pembuatan kue kering berbahan dasar sagu sebagai salah satu upaya
mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Direktur Sinergi UMKM Indonesia sekaligus Pendamping UMKM
Nasional, Widhiyani Mokhamad, mengatakan kegiatan ini memanfaatkan peluang
pasar menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, setiap menjelang Lebaran
masyarakat memiliki kebiasaan membeli kue kering atau hampers, namun selama ini
pasar tersebut lebih banyak dikuasai oleh produk pabrikan.
“Karena itu, kami mencoba melihat peluang agar hampers atau
kue kering yang beredar saat Lebaran justru bisa diproduksi oleh para pelaku
UMKM, sehingga perputaran uangnya dapat terjadi di kalangan UMKM sendiri,”
ujarnya.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi
kewirausahaan, tetapi juga diajak mempraktikkan pembuatan kue kering yang
mengangkat kearifan lokal. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal
seperti sagu, bahkan mangrove, untuk diolah menjadi produk berkualitas dan
memiliki potensi pasar yang lebih luas.
Widhiyani berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat
dan motivasi bagi para pelaku UMKM untuk menggali potensi bahan lokal di
sekitarnya dan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
Ia juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada
kegiatan seremonial saja. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta
diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru di masa mendatang.
“Harapannya setelah kegiatan ini selesai, para peserta bisa
membawa pulang ilmu yang didapatkan dan mengembangkannya menjadi usaha baru
yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Abim
Editor: GF