logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT
BERITA Pendidikan & Kesehatan Homepage
Perluas Akses Kesehatan Di Papua, Pemerintah Gelar Layanan Gratis dan Pengobatan Massal Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat Papua melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis, pengobatan massal, dan kegiatan donor darah di Jayapura. Langkah ini merupakan bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan layanan kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan warga. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi prioritas utama sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan kondisi kesehatan yang baik adalah fondasi utama agar masyarakat dapat tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan berdaya saing tinggi. “Kegiatan seperti pengobatan massal tidak hanya memudahkan warga mendapatkan pengobatan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini penyakit. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih parah,” jelasnya. Program ini juga bertujuan memperkecil kesenjangan akses kesehatan serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kondisi tubuh. Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai mengapresiasi antusiasme warga yang ikut serta dalam donor darah. Ia mengingatkan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan memiliki nilai besar untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Keberhasilan layanan ini, katanya, sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan dukungan aktif masyarakat.   Penulis: Jid Editor: GF 30 Jun 2026, 21:32 WIT
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen, terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi.     Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis Papuanewsonline.com, Mimika - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema “Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen, orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah selesai dilakukan.  “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai. Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.  “Anak belajar dari apa yang dilihat dan dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 10:07 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi. Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim Editor: GF 28 Jun 2026, 09:25 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga. Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 03:39 WIT
BRIDA Mimika Dorong Ekosistem Riset Terbuka dan Berbasis Data Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang terbuka, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penguatan kapasitas riset dan advokasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lokal di Timika.Slamet mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan advokasi yang didasarkan pada data serta fakta lapangan.Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membuka banyak peluang dalam pengelolaan informasi dan pengetahuan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan verifikasi langsung di lapangan agar hasil kajian yang dihasilkan tetap akurat.Ia mengingatkan bahwa aktor-aktor lokal perlu mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan membaca realitas sosial yang berkembang di masyarakat.“Penggunaan AI dan teknologi informasi harus tetap didukung data nyata dari lapangan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang meleset, bias, atau keliru,” kata Slamet dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika, Kamis (25/6/2026).Slamet menjelaskan, BRIDA Kabupaten Mimika saat ini tengah mendorong keterbukaan akses terhadap berbagai hasil penelitian, inovasi, dan kajian daerah agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, mahasiswa, akademisi, organisasi lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.Menurut dia, selama ini berbagai hasil kajian yang dihasilkan pemerintah masih tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga belum seluruhnya mudah diakses oleh publik. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan data riset yang lebih terintegrasi dan terbuka.Ia menilai keterbukaan informasi riset akan memperkuat kualitas pengambilan keputusan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat.Selain itu, Slamet mengajak perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal untuk berperan aktif dalam membangun ekosistem riset daerah melalui berbagai hasil penelitian, skripsi, kajian organisasi, maupun riset berbasis komunitas.Menurutnya, hasil-hasil penelitian lokal memiliki nilai strategis sebagai sumber referensi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperkuat dasar penyusunan kebijakan pembangunan.“Hasil riset lokal dapat menjadi rujukan bersama, bukan untuk disalin, tetapi untuk memperkaya referensi dan memperkuat dasar penyusunan kebijakan,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan riset tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Yang terpenting adalah kemampuan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, mendengar aspirasi warga, mengolah data yang tersedia, serta menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.Slamet menilai pembangunan budaya riset harus menjadi tanggung jawab bersama dan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah ataupun OPD semata.Karena itu, BRIDA Mimika membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak yang memiliki hasil kajian atau penelitian agar dapat dikoordinasikan dan dikelola secara lebih baik.Ia mengajak para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta organisasi masyarakat yang memiliki hasil riset untuk berkoordinasi dengan BRIDA sehingga hasil kajian tersebut dapat terdokumentasi, diakses publik, dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bersama.Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa riset dan inovasi daerah harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.Menurutnya, keberhasilan pembangunan riset daerah diukur dari sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Di akhir penyampaiannya, ia berharap ekosistem riset yang sedang dibangun di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang bermanfaat tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Tanah Papua.“Ekosistem riset di Mimika diharapkan dapat memberi manfaat bukan hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain di Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF 27 Jun 2026, 03:31 WIT
Mama Aliana Diizinkan Pulang Usai Dirawat, Pemda Intan Jaya Sesalkan Insiden Ledakan Papuanewsonline.com, Nabire – Mama Aliana Pogau, salah satu korban ledakan pada 18 Juni lalu di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Intan Jaya, telah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire. Bersama Mama Otopina Hogajau, keduanya awalnya dievakuasi ke RSUD Intan Jaya, sebelum Mama Aliana dirujuk ke Nabire guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.Naftali Maisini dari Tim Kemanusiaan Pemkab Intan Jaya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan kondisi korban. “Selama hampir satu minggu menjalani perawatan, kini Mama Aliana diperbolehkan kembali ke rumah. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, dan kami akan segera mengantarnya pulang ke kampung halaman,” ujarnya.Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan penyesalan mendalam atas peristiwa yang menimpa warga sipil tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan suasana damai telah terus dilakukan, namun kejadian ini berpotensi menimbulkan keresahan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan daerah.Pemerintah daerah meminta penjelasan terbuka serta evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. “Setiap tindakan pengamanan harus mengutamakan keselamatan warga dan dilakukan secara profesional. Kami juga mengharapkan aparat mengedepankan pendekatan yang manusiawi dalam menjalankan tugasnya,” tegas Bupati. Penulis: Jid Editor: GF 26 Jun 2026, 17:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT