Papuanewsonline.com
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Bekali Taruna Akmil, Menko Polkam: Sby Baca Buku Di Medan Tempur, Prabowo Punya Perpustakaan
Papuanewsonline.com, Magelang – Literasi jadi sorotan utama
saat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.)
Djamari Chaniago memberi pembekalan di Akademi Militer Magelang, Jumat, (5/6/2026_.
Di hadapan calon perwira TNI, Menko Polkam menyebut kegemaran membaca sebagai
kunci kualitas pemimpin militer.Djamari mencontohkan dua Presiden RI alumni Akmil: Susilo
Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. "Tiga Presiden kita dari tentara.
Dua lahir dari Akmil ini. Kesamaannya: mereka pembaca buku," kata Djamari.Ia lalu mengungkap cerita SBY saat operasi. Meski situasi
tempur, SBY muda tetap menyelipkan buku di ransel. "Istrinya bahkan kirim
buku dari belakang ke daerah operasi," ujar Menko Polkam mengenang.Soal Presiden Prabowo, Djamari menyebut koleksi buku di
kediaman Presiden sangat besar. "Perpustakaannya satu setengah lantai. 80
persen isinya buku perang dari seluruh dunia, 15 persen ekonomi, sisanya ilmu
lain," ungkapnya.Bagi Djamari, pangkat adalah cermin kualitas. "Kapten
harus lebih berkualitas dari letnan. Terus belajar, jadi teladan,"
tegasnya ke taruna-taruni.TNI-Polri Tulang Punggung Negara Menko Polkam mengingatkan taruna soal soliditas. "Masuk
Akmil kalian beda-beda. Keluar dari sini kalian satu. TNI kuat karena
kompak," pesannya.Sinergi TNI-Polri juga ditekankan. "Negara ini tegak
karena ditopang TNI dan Polri. Kalau tulang punggung ini rapuh, negara
sulit," kata Djamari.Pesan Tak Biasa: Perwira Harus Bisa Menyanyi Ada kelakar yang disampaikan Menko Polkam: perwira harus
gagah di tempur, bijak saat latihan, tekun belajar, dan pandai menyanyi. "Kenapa menyanyi? Supaya dekat dengan prajurit dan
rakyat. Pendekatan ke masyarakat itu menentukan peran kita," jelas
Djamari.Ia menutup dengan pesan emosional soal ikatan komandan dan
anak buah. "Saat kamu gugur di operasi, yang angkat jenazahmu dan balut
lukamu pertama kali adalah anggotamu. Jaga kedekatan dengan mereka,"
ucapnya.Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar mengapresiasi
kunjungan itu. "Di tengah kesibukan, Bapak Menko Polkam sempat ke Akmil.
Ini bekal wawasan luar biasa bagi taruna dan civitas akademika," kata
Rano.Turut mendampingi Menko Polkam antara lain Seskemenko Polkam
Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi I, III, V, serta staf ahli dan staf khusus.
Dari Akmil hadir Wagub Akmil, Dirbindik, Dirbinlem, Danmentar, para Kadep,
Wadanmentar, dan Danyon Taruna. Penulis: Hend
Editor: GF
07 Jun 2026, 21:51 WIT
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Papuanewsonline.com, Pekanbaru - Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Polda Riau bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation.Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru, tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi kemanusiaan lintas sektor dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengembalikan harapan bagi para penderita katarak yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan.Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Menurutnya, hidup yang bermakna adalah hidup yang mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia.“Hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting, yaitu human solidarity. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya soal operasi medis, tetapi bagaimana menghadirkan kembali harapan bagi saudara-saudara kita,” kata Irjen Herry dalam sambutannya, Jumat (5/6/2026).Dalam sambutannya, Kapolda turut membagikan pengalaman pribadinya saat mendampingi sang ayah yang mengalami gangguan penglihatan ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.Pengalaman tersebut, menurut Herry, membuat dirinya memahami betapa berharganya kemampuan melihat dan betapa besar arti sebuah penglihatan bagi kualitas hidup seseorang.“Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas dengan keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik. Karena itu, ketika hari ini ada 310 masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya,” ujarnya.Herry menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat.“Ketika seseorang kembali bisa melihat, ia bisa melihat anak dan cucunya, bisa berjalan lebih mandiri, bisa beraktivitas kembali, dan bisa menikmati kehidupan dengan lebih baik. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama,” ungkapnya.Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation, Emi Wiranto, mengatakan kegiatan operasi katarak gratis tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.Menurut Emi, penglihatan merupakan salah satu anugerah paling berharga dalam kehidupan. Karena itu, membantu masyarakat mendapatkan kembali kemampuan melihat merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang memiliki dampak besar bagi kualitas hidup seseorang.“Kami percaya bahwa kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kolaborasi bersama Polda Riau, Rumah Sakit Awal Bros, dan Perdami, kami ingin membantu masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan penglihatan agar dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik,” kata Emi.Ia mengatakan tingginya jumlah peserta yang mengikuti program tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata.Karena itu, Sekar Ayu Jiwanta Foundation berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan sekadar jumlah operasi yang dilakukan. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika para peserta dapat kembali melihat wajah keluarga mereka, kembali beraktivitas, dan kembali memiliki harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ujarnya.Emi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut, serta kepada Rumah Sakit Awal Bros dan para dokter spesialis mata yang telah berkontribusi menyukseskan operasi katarak gratis bagi ratusan masyarakat Riau.Sementara itu, CEO Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.Menurut Arfan, masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan penglihatan akibat katarak bukan karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, melainkan karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.“Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Karena itu, hari ini kami bersama Polda Riau, Perdami, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation berupaya menghadirkan pelayanan tersebut secara langsung kepada masyarakat,” katanya.Arfan juga mengapresiasi gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia.“Awalnya saya mengira Green Policing hanya berbicara soal penghijauan. Namun semakin saya memahami, ternyata filosofi yang dibangun jauh lebih besar, yaitu bagaimana menjaga kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang kami rasakan dalam kegiatan ini,” ujarnya.Seluruh peserta operasi mendapatkan pelayanan menggunakan teknologi phacoemulsification modern yang menjadi standar layanan operasi katarak di Rumah Sakit Awal Bros.Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, jajaran Perdami Riau-Kepri, pimpinan Rumah Sakit Awal Bros Group, para dokter spesialis mata, pejabat utama Polda Riau, relawan sosial, serta ratusan peserta operasi katarak gratis. *Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110. PNO-12
07 Jun 2026, 21:42 WIT
Raker II BPM dan Komunitas Institut Jambatan Bulan: Sinergi Program Asah Potensi Mahasiswa
Papuanewsonline.com, Timika– Badan Perwakilan Mahasiswa
(BPM) Institut Jambatan Bulan menggelar Rapat Kerja II bersama seluruh
komunitas kampus, Minggu (7/6/2026) bertempat di Auditorium IJB. Kegiatan ini
dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Rahmat Arapi, S.E.,
MS.i, jajaran pengurus BPM, para ketua komunitas, serta seluruh peserta rapat
kerja.Acara ini menjadi wadah strategis menyusun rencana kerja dan
menyatukan langkah satu periode ke depan.Dalam sambutannya, Rahmat Arapi menegaskan pengembangan
mahasiswa tidak hanya cukup pada kemampuan akademik, namun keterampilan
non-akademik juga wajib diasah secara maksimal. Ia menekankan rapat kerja ini penting untuk menyelaraskan
seluruh agenda, mengingat banyaknya komunitas dengan fokus beragam. Penyusunan jadwal dan penyesuaian program menjadi kunci agar
tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan setiap komunitas dapat berjalan
optimal sesuai rencana satu periode.Ketua BPM, Daud Madmuar, membuka acara dengan mengajak
memanjatkan puji syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Raker
II menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi rencana program,
mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi peningkatan kinerja. Lebih dari sekadar pembahasan teknis, forum ini bertujuan
mempererat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi erat antara BPM dengan seluruh
elemen komunitas di lingkungan kampus.Daud mengingatkan tanggung jawab besar seluruh mahasiswa
menciptakan suasana kampus yang aktif, inovatif, dan bermanfaat luas. Ia mengajak setiap peserta berperan aktif menyampaikan
gagasan, masukan, serta solusi membangun dengan mengutamakan kepentingan
organisasi dan mahasiswa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat, seluruh
rencana kegiatan diyakini dapat terlaksana sukses dan memberi dampak positif
nyata. Penulis: Andy Ilham
Editor: GF
07 Jun 2026, 21:33 WIT
Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom
Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap
warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma
healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina
Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni
Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya
berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang
membutuhkan perhatian khusus.Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk
bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga.
Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan
dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana
tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap
terpenuhi selama berada di pengungsian.Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan
kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain,
dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas.
Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas. Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan
ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit
ini.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito,
menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada
penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan. “Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama
anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan
pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:26 WIT
Tim Gabungan Intensifkan Pencarian dan Penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak
Papuanewsonline.com, Biak – Pascainsiden ledakan yang
terjadi pada 31 Mei 2026 di Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri
dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, dan instansi
terkait terus mempercepat upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan
pengungkapan penyebab peristiwa.Dalam konferensi pers Kamis malam (4/6/26), Kapolres Biak
Numfor AKBP Ari Trestiawan menyampaikan perkembangan terbaru, di mana jumlah
korban meninggal tercatat enam orang, sementara tiga lainnya masih dalam proses
pencarian dan identifikasi. Sementara itu, korban yang sempat dirawat kini menjalani
pemulihan di posko pengungsian.Hingga hari ini, tim kembali menemukan 32 potongan tubuh; 30
di antaranya ditemukan saat sterilisasi dan 2 lainnya di area pencarian.
Seluruh temuan telah diserahkan kepada tim identifikasi. Selain itu, sejumlah barang milik korban juga berhasil
diamankan. Proses sterilisasi lokasi telah mencapai 75 persen, dengan temuan 42
serpihan proyektil yang menjadi bahan penyelidikan. Tim Puslabfor juga telah
melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih
lanjut.Sementara itu, Tim DVI telah membuka posko antemortem dan
mulai mengumpulkan data serta sampel DNA dari keluarga korban guna proses
pencocokan. Besok, tim akan mengambil sampel dari potongan tubuh yang
tersimpan di kamar jenazah. Pencarian tetap dilakukan secara bertahap, dengan
area inti ditangani setelah dinyatakan aman dan area seluas radius empat
kilometer terus ditelusuri. Kendala utama yang dihadapi adalah cuaca hujan yang
membatasi waktu kerja tim penjinak bom.Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih ada potensi bahan berbahaya. Masyarakat diminta tidak menyentuh atau memindahkan benda
asing yang diduga peninggalan perang, melainkan segera melaporkannya ke aparat
agar ditangani oleh tenaga ahli. Posko pelaporan dibuka baik di lokasi maupun
di kantor polisi terdekat. Penulis: Jid
Editor: GF
05 Jun 2026, 10:23 WIT
Ditemukan Dua Bom Mortir Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura, Aparat Amankan Lokasi
Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana di wilayah Doyo Baru
Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura mendadak tegang setelah ditemukan
dua benda yang diduga merupakan bom mortir aktif peninggalan Perang Dunia II.
Temuan ini terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIT, saat seorang
warga sedang menggarap lahan pertanian di area Dister Parako 3 Pasgat, tepatnya
di sebelah Lapangan Tembak Lanud Silas Papare.Segera setelah mengetahui hal tersebut, aparat keamanan
bergerak cepat menutup dan mensterilkan lokasi untuk mencegah hal-hal yang
tidak diinginkan.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito,
membenarkan adanya laporan penemuan benda berbahaya tersebut. Ia menyatakan bahwa personel di lapangan telah melakukan
pengamanan ketat di sekitar lokasi guna memastikan keselamatan warga sekitar. “Kami telah menerima laporan awal dan lokasi sudah dalam
pengawasan. Langkah selanjutnya adalah proses identifikasi dan pengangkatan
yang akan dilakukan secara khusus oleh tim ahli,” jelasnya.Saat ini, penanganan teknis sepenuhnya diserahkan kepada Tim
Penjinak Bom atau Jibom dari Satuan Brimob Polda Papua. Mereka akan melakukan evakuasi hingga proses penjinakan
sesuai dengan prosedur keamanan yang baku, mengingat risiko ledakan yang cukup
tinggi jika ditangani sembarangan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan hanya boleh
dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.Polda Papua juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap
tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk tidak mendekati, menyentuh,
memindahkan, maupun mengotak-atik benda asing yang diduga berbahaya. Jika menemukan hal serupa di tempat lain, masyarakat
diharapkan segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat agar ditangani
dengan tepat dan aman. Penulis: JId
Editor: GF
05 Jun 2026, 09:45 WIT
Standar Jakarta Patah di Merauke: Guru Terpaksa Langgar Aturan Demi Anak Marind Sekolah
Papuanewsonline.com, Merauke – Indikator pendidikan nasional
yang seragam terbukti gagal membaca realitas anak Marind di pedalaman Merauke.
Sekolah bertahan bukan karena aturan Jakarta, tapi karena diskresi guru, peran
Gereja Katolik, dan prajurit TNI yang turun mengajar.Hal itu diungkap Aulia Rahmi, Mahasiswa Doktoral Ilmu
Pendidikan UNY, dalam rilis tertulisnya Selasa (3/6/2026) pada media
Papuanewsonline,com. Menurutnya, pemerintah pusat kerap memukul rata pendidikan
dengan ukuran kota besar: jumlah guru, kehadiran siswa, capaian kurikulum."Ukuran itu patah di kampung-kampung Marind,"
tulis Aulia.Masalah pendidikan di Merauke bukan sekadar gedung rusak
atau guru kurang. Sekolah harus bernegosiasi dengan rawa, jarak tempuh
berjam-jam, budaya berburu-meramu, hingga tradisi Sasi yang mengikat hidup
anak. "Keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur dari
kepatuhan administratif yang dibuat dari Jakarta," tegasnya.Diskresi Guru Jadi Nyawa Sekolah Di lapangan, justru para street-level bureaucrat seperti
guru yang menentukan hidup-matinya sekolah. Teori Michael Lipsky ini nyata di
Merauke. Saat UU Sisdiknas menjamin pendidikan layak, fakta berkata
lain: anak harus jalan jauh, musim hujan melumpuhkan belajar, kurikulum tak
nyambung dengan kebutuhan hidup. "Bagi keluarga Marind, keterampilan berburu, mengolah
sagu, dan memahami wilayah adat lebih penting untuk bertahan hidup," tulis
Aulia. Jika dinilai pakai standar Jakarta, anak Marind langsung
dicap tidak peduli pendidikan. Padahal sistemnya yang tak cocok dengan denyut
nadi kampung.Karena itu guru melakukan diskresi adaptif: longgarkan absen
saat anak ikut upacara adat, ajarkan matematika lewat alat berburu, kaitkan
pelajaran lingkungan dengan tradisi Sasi, pakai bahasa Malind Anim sebagai
jembatan literasi. "Pendekatan ini tidak ada di juknis nasional, tapi
justru yang bikin sekolah relevan," katanya.Gereja dan TNI Isi Kekosongan Negara Guru tak sendiri. Gereja Katolik lewat YPPK sudah puluhan
tahun merawat sekolah sekaligus identitas budaya Marind. YPPK aktif
melestarikan bahasa daerah, nilai budaya lokal, dan pendidikan karakter. Di garis lain, prajurit TNI perbatasan ikut mengajar saat
guru kosong dan merenovasi sekolah rusak. "Pendidikan di Papua tidak bisa dipahami dengan
pendekatan sektoral yang kaku. Ini kerja bersama," tulis Aulia.3 Tuntutan untuk Jakarta
Aulia mendesak pemerintah berhenti ukur Merauke pakai
meteran Jakarta. "Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana sistem
pendidikan mampu menjangkau anak adat tanpa memaksa mereka meninggalkan
identitas budayanya."Ada 3 tuntutan konkret:
Lindungi diskresi guru – beri payung hukum untuk
penyesuaian pembelajaran lokal Legitimasi kurikulum Marind – Sasi, bahasa Malind
Anim, nilai ekologis harus jadi sumber belajar sah Perkuat kolaborasi – Pihak sekolah, Pemda, gereja,
TNI, komunitas adat harus satu meja "Keadilan pendidikan tidak lahir dari keseragaman
aturan. Keadilan lahir dari kemampuan memahami perbedaan," tutup Aulia. "Sebab yang terlihat sebagai penyimpangan dari standar
Jakarta, bisa jadi bentuk keberpihakan paling nyata terhadap anak-anak di batas
negeri." Penulis: Hendrik
Editor: GF
03 Jun 2026, 13:24 WIT
BMKG Prakiran Cuaca Sepekan di Mimika: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin
memprakirakan kondisi cuaca di Kabupaten Mimika dan wilayah Papua Tengah untuk
periode 2 hingga 10 Juni 2026 umumnya cerah hingga berawan, diselingi hujan ringan
hingga sedang pada waktu tertentu. Suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius
dengan kelembapan cukup tinggi mencapai 98 persen, serta kecepatan angin antara
0,8 hingga 9,4 km/jam yang dapat meningkat hingga 24 km/jam saat terjadi hujan.Khusus pada 1 dan 3 Juni, BMKG mengeluarkan peringatan dini
potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan
angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi mulai siang hingga malam
hari, bahkan hingga dini hari di berbagai distrik seperti Kuala Kencana, Mimika
Tengah, Iwaka, Mimika Timur, Mimika Baru, Wania, dan Kwamki Narama. Wilayah Pegunungan Timika juga berpotensi mengalami hujan
dengan intensitas lebih tinggi pada malam hari.Secara rinci, cuaca pada 2 Juni cenderung cerah sejak dini
hingga siang hari, kemudian berubah menjadi cerah berawan saat sore dan malam. Sementara mulai 3 hingga 8 Juni, hujan ringan hingga sedang
diprakirakan turun pada siang dan sore hari. Jarak pandang umumnya baik di atas
10 kilometer, namun dapat menurun akibat kabut tipis pada dini hari karena
tingkat kelembapan yang tinggi.Selain cuaca darat, BMKG juga merilis informasi kondisi
maritim untuk Perairan Timika dan Kokonao sebagai panduan bagi nelayan serta
pengguna transportasi laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca di
tengah laut. Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi terbaru
melalui akun resmi @infobmkgtimika sebelum beraktivitas, baik di darat, laut,
maupun udara. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Jun 2026, 12:34 WIT
Tim SAR Gabungan Temukan 13 Potongan Tubuh, Tiga Korban Masih Dicari
Papuanewsonline.com, Biak – Proses pencarian tiga orang
korban yang hilang akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks
Perumahan Nelayan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, terus diintensifkan
sejak Senin (1/6/26).Puluhan personel SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI,
Polri, Basarnas, serta dibantu warga setempat, memusatkan penelusuran di
wilayah perairan dan pinggiran pantai yang menjadi titik penyebaran sisa
ledakan.Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyampaikan
bahwa pada hari pertama operasi, tim berhasil menemukan sebanyak 13 potongan
tubuh yang diduga milik para korban.“Seluruh temuan tersebut telah segera dievakuasi ke RSUD
Biak untuk penanganan lebih lanjut. Rencananya besok tim DVI dari Polda Papua
akan tiba guna melakukan identifikasi secara pasti terhadap potongan tubuh yang
ditemukan,” jelasnya.Sementara itu, lima korban jiwa yang telah berhasil
diidentifikasi terlebih dahulu, telah dimakamkan secara layak di Tempat
Pemakaman Umum Sorido, Distrik Biak Kota, pada Senin siang hari. Proses pemakaman berjalan khidmat dengan didampingi keluarga
dan pihak berwenang, mengingat peristiwa ini merupakan musibah besar yang
mengguncang masyarakat Biak.Pencarian terhadap tiga orang yang masih dinyatakan hilang
akan kembali dilanjutkan pada Selasa pagi. Tim SAR akan tetap berfokus menelusuri wilayah laut dan
pesisir, sementara tim khusus Jibom Gegana dari Polda Papua akan melakukan
penyisiran serta sterilisasi menyeluruh di sekitar lokasi ledakan untuk
memastikan tidak ada lagi bahaya bahan peledak yang tertinggal.Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar menjauhi
lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih adanya potensi bahaya. Penulis: Jid
Editor: GF
02 Jun 2026, 12:29 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru