Papuanewsonline.com
BERITA Pendidikan & Kesehatan
Homepage
Perluas Akses Kesehatan Di Papua, Pemerintah Gelar Layanan Gratis dan Pengobatan Massal
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi
masyarakat Papua melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis, pengobatan
massal, dan kegiatan donor darah di Jayapura. Langkah ini merupakan bagian dari
strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan layanan
kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan warga. Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad
Wiyagus menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan menjadi prioritas utama
sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan kondisi kesehatan
yang baik adalah fondasi utama agar masyarakat dapat tumbuh menjadi pribadi
yang produktif dan berdaya saing tinggi. “Kegiatan seperti pengobatan
massal tidak hanya memudahkan warga mendapatkan pengobatan, tetapi juga
berfungsi sebagai sarana deteksi dini penyakit. Dengan demikian, penanganan
dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah risiko yang lebih parah,” jelasnya. Program ini juga bertujuan
memperkecil kesenjangan akses kesehatan serta meningkatkan kesadaran warga akan
pentingnya menjaga kondisi tubuh. Sementara itu, Asisten III
Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai mengapresiasi antusiasme warga yang
ikut serta dalam donor darah. Ia mengingatkan bahwa setiap
tetes darah yang disumbangkan memiliki nilai besar untuk menyelamatkan nyawa
orang lain. Keberhasilan layanan ini, katanya, sangat bergantung pada kerja
sama antara pemerintah pusat, daerah, dan dukungan aktif masyarakat. Penulis: Jid
Editor: GF
30 Jun 2026, 21:32 WIT
BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Sebut Risiko Cuaca Ekstrem di Mimika Masih Rendah
Papuanewsonline.com, Mimika –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menaikkan status
kesiapsiagaan di 26 provinsi, termasuk Papua Tengah, mengantisipasi potensi
hujan lebat dan angin kencang. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi,
dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mozes Kilangin Timika memastikan risiko cuaca
ekstrem di Kabupaten Mimika masih tergolong kecil. Forecaster BMKG, William
Titahena, menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan Dasarian I, sebagian besar
wilayah Mimika hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Peluang
terjadinya curah hujan di atas 100 milimeter hanya berkisar 10 hingga 20 persen,
terutama di daerah pesisir dan dataran rendah. Wilayah dari Mimika Barat Jauh
hingga Timur Jauh serta Distrik Jita juga memiliki kemungkinan yang sama, belum
masuk kategori ekstrem. Ia menambahkan bahwa potensi
hujan lebih tinggi justru terdeteksi di kawasan pegunungan Papua, seperti
wilayah Kabupaten Puncak. Kondisi geografis dan kelembapan udara yang tinggi
membuat daerah dataran tinggi lebih rentan mengalami curah hujan lebih deras
dibandingkan wilayah perkotaan. Suhu di Mimika tetap stabil
antara 23 hingga 30 derajat Celsius, hanya terasa lebih dingin pada malam dan
dini hari. Meskipun risikonya kecil, BMKG
tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang
beraktivitas di daerah pegunungan dan lokasi rawan perubahan cuaca. Warga di wilayah perkotaan tidak
perlu panik, namun disarankan untuk terus memantau informasi resmi agar segera
mengambil langkah antisipasi jika terjadi perubahan kondisi. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 10:33 WIT
Lewat Reses, Ardi S.T. Bawa Bantuan Pendidikan dan Pesan Pentingnya Keluarga Harmonis
Papuanewsonline.com, Mimika -
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Ardi, S.T., M.IST.,
melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 yang digabungkan dengan penyerahan
bantuan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026, serta
menggelar sesi diskusi dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional. Kegiatan yang mengusung tema
“Keharmonisan Keluarga Turut Membentuk Karakter Anak Penerus Bangsa” ini
berlangsung di Hotel Serayu Timika pada Sabtu (27/6/2026), dan dihadiri oleh
jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Mimika, warga konstituen,
orang tua siswa, serta para pelajar penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Ardi
menyalurkan beasiswa PIP kepada sekitar 60 siswa dari total kuota 63 orang yang
direkomendasikan Fraksi PKS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Ia
menjelaskan seluruh proses administrasi dan aktivasi rekening di Bank BRI telah
selesai dilakukan. “Penerima cukup membawa sertifikat beasiswa
dan Kartu Keluarga ke bank untuk mencairkan dana,” ujarnya. Bantuan ini diharapkan
meringankan biaya sekolah, seperti pembelian seragam, perlengkapan belajar, dan
kebutuhan pendidikan lainnya, mengingat tahun ajaran baru segera dimulai.
Penyaluran serupa juga diagendakan kembali pada Desember mendatang. Selain pendidikan, Ardi
menyampaikan komitmen mendukung akses kesehatan. Ia mengungkapkan tahun
sebelumnya telah membantu warga kurang mampu mengaktifkan dan membayar iuran
BPJS Kesehatan. Untuk tahun ini, pihaknya masih
menunggu kebijakan pusat, namun tetap berupaya agar warga berhak mendapatkan
layanan kesehatan secara cuma-cuma. Ia juga mengimbau masyarakat
rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat saat membutuhkan
pelayanan medis. Talk show Harganas menekankan
peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak. Ardi menegaskan
keberhasilan generasi muda tidak hanya bergantung pada sekolah, melainkan juga
pada pola asuh, keteladanan, dan keharmonisan di rumah.
“Anak belajar dari apa yang dilihat dan
dirasakan setiap hari, sehingga lingkungan keluarga yang baik menjadi kunci
menciptakan pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” tegasnya. Penulis: Jid Editor: GF
28 Jun 2026, 10:07 WIT
Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka, Tim SAR Lakukan Pencarian
Papuanewsonline.com, Mimika – Sebuah perahu nelayan yang
membawa empat orang dilaporkan hilang kontak di wilayah perairan Atuka,
Kabupaten Mimika. Laporan disampaikan oleh pihak keluarga bernama Selfi ke
Kantor SAR Timika setelah rombongan tidak kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan.Keempat nelayan tersebut berangkat melaut mencari ikan sejak
Selasa, 23 Juni 2026, dan direncanakan pulang pada Kamis, 25 Juni.Masih ada komunikasi terakhir pada Rabu, 24 Juni, namun
setelah itu nomor telepon mereka tidak dapat dihubungi lagi. Pencarian mandiri
yang dilakukan keluarga dan warga sejak Kamis belum membuahkan hasil.Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan berangkat ke
lokasi pada Sabtu pagi menggunakan kapal penyelamat berkecepatan tinggi. Penyisiran dilakukan di radius sekitar 8 mil laut, serta
meminta keterangan kepada kapal lain yang melintas di sekitar perairan Atuka
untuk melacak keberadaan mereka.Hingga sore hari, upaya pencarian hari pertama belum
menemukan tanda-tanda keberadaan perahu maupun penumpangnya. Tim kemudian kembali ke darat pada pukul 17.35 WIT dan
merencanakan melanjutkan operasi pada Minggu pagi dengan memperluas area
pencarian, disesuaikan dengan kondisi arus dan pasang surut air laut. Penulis: Jid
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:53 WIT
Konfercab KE-III DPC GMNI Timika, Tegaskan Pentingnya Persatuan dalam Regenerasi Kepemimpinan
Papuanewsonline.com, Mimika — Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia (GMNI) Cabang Timika menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III
dengan mengusung tema "Melanjutkan Tongkat Estafet Kepemimpinan yang
Progresif dan Revolusioner, Merawat Solidaritas, Membumikan Pancasila, dan
Memenangkan Marhaen" di Mimika, Sabtu (27/6/2026).Ketua DPC GMNI Timika, Kristoforus Toffy, dalam sambutannya
menegaskan bahwa sejak awal berdiri, GMNI merupakan organisasi kaderisasi yang
berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas."Sejak awal berdiri, GMNI adalah organisasi kaderisasi.
Karena itu, di tengah berbagai tantangan zaman, kami tetap berkomitmen
menjalankan proses pengkaderan agar lahir kader-kader yang memiliki semangat
nasionalisme, intelektualitas, dan keberpihakan kepada rakyat," ujarnya.Ia mengatakan, Konferensi Cabang III merupakan momentum
penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Menurutnya, berbagai
dinamika yang muncul dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua cabang
yang baru harus disikapi secara dewasa."Kita melaksanakan Musyawarah Cabang III. Apa pun
dinamika yang akan terjadi dalam persidangan maupun proses pemilihan ketua yang
baru, saya berharap kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Berbeda pendapat
adalah hal yang wajar dalam organisasi. Kita boleh beradu gagasan dan
argumentasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan kita
sebagai keluarga besar GMNI," katanya.Kristoforus menegaskan bahwa persatuan menjadi modal utama
bagi organisasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat."Kita harus ingat bahwa ketika kita terpecah, kita akan
menjadi lemah. Sebaliknya, ketika kita bersatu, kita akan semakin kuat dalam
memperjuangkan cita-cita organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi
pembangunan Kabupaten Mimika," Tutupnya. Penulis: Bim
Editor: GF
28 Jun 2026, 09:25 WIT
Tukang Pangkas Rambut Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Diduga Karena Sakit
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang pria paruh baya bernama
Bambang (55) ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya di kawasan
Pasar Minggu, SP 1, pada Kamis sore (25/6/2026). Kejadian ini dibenarkan oleh
Kapolsek Mimika Baru, AKP Mattinetta, saat dikonfirmasi pada malam harinya.Menurut keterangan yang diperoleh, peristiwa bermula ketika saksi
bernama HFE mendatangi kamar korban sekitar pukul 17.30 WIT untuk mengajaknya
menghadiri pengajian yasinan. Karena tidak ada jawaban, saksi pun meminta bantuan dua tetangga.
Setelah mengintip lewat lubang ventilasi, mereka melihat korban terbaring tanpa
sadar, lalu segera mendobrak pintu dan mendapati korban sudah meninggal.Bambang dikenal sebagai tukang pangkas rambut yang bekerja di
wilayah SP 1. Ia tinggal sendiri di Timika, sementara istri dan anaknya menetap
di Kabupaten Tumanggung. Terakhir kali ia terlihat bekerja adalah pada Rabu (24/6) sekitar
pukul 12.00 WIT. Saksi lain menyebutkan bahwa pada sore harinya, korban sempat
terlihat berbaring di Mushollah Al-Amin sambil mengeluhkan demam dan menggigil.Ia bahkan disarankan untuk segera berobat, namun belum sempat
melakukannya sebelum ditemukan meninggal keesokan harinya. Berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian oleh tim Inafis, tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, Bambang meninggal dunia akibat sakit yang
dideritanya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:39 WIT
BRIDA Mimika Dorong Ekosistem Riset Terbuka dan Berbasis Data
Papuanewsonline.com, Mimika – Kepala Badan Riset dan Inovasi
Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menekankan pentingnya membangun
ekosistem riset yang terbuka, kolaboratif, dan mampu memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penguatan
kapasitas riset dan advokasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sipil,
akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lokal di Timika.Slamet mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai
sejalan dengan kebutuhan daerah dalam memperkuat budaya riset, inovasi, dan
advokasi yang didasarkan pada data serta fakta lapangan.Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) telah membuka banyak peluang dalam pengelolaan
informasi dan pengetahuan. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus tetap
diimbangi dengan verifikasi langsung di lapangan agar hasil kajian yang
dihasilkan tetap akurat.Ia mengingatkan bahwa aktor-aktor lokal perlu mampu beradaptasi
dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan kemampuan membaca realitas sosial
yang berkembang di masyarakat.“Penggunaan AI dan teknologi informasi harus tetap didukung data
nyata dari lapangan agar tidak menghasilkan kesimpulan yang meleset, bias, atau
keliru,” kata Slamet dalam Workshop Penguatan Riset, Advokasi, dan Pengembangan
Jejaring Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil Papua yang diselenggarakan
oleh Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Hotel Horison Diana Timika,
Kamis (25/6/2026).Slamet menjelaskan, BRIDA Kabupaten Mimika saat ini tengah
mendorong keterbukaan akses terhadap berbagai hasil penelitian, inovasi, dan
kajian daerah agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, mahasiswa,
akademisi, organisasi lokal, maupun pemangku kepentingan lainnya.Menurut dia, selama ini berbagai hasil kajian yang dihasilkan
pemerintah masih tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD),
sehingga belum seluruhnya mudah diakses oleh publik. Karena itu, diperlukan
sistem pengelolaan data riset yang lebih terintegrasi dan terbuka.Ia menilai keterbukaan informasi riset akan memperkuat kualitas
pengambilan keputusan sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih luas
antara pemerintah dan masyarakat.Selain itu, Slamet mengajak perguruan tinggi, mahasiswa,
organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal untuk berperan aktif dalam
membangun ekosistem riset daerah melalui berbagai hasil penelitian, skripsi,
kajian organisasi, maupun riset berbasis komunitas.Menurutnya, hasil-hasil penelitian lokal memiliki nilai strategis
sebagai sumber referensi yang dapat memperkaya pengetahuan dan memperkuat dasar
penyusunan kebijakan pembangunan.“Hasil riset lokal dapat menjadi rujukan bersama, bukan untuk
disalin, tetapi untuk memperkaya referensi dan memperkuat dasar penyusunan
kebijakan,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa kegiatan riset tidak selalu membutuhkan
anggaran besar. Yang terpenting adalah kemampuan memahami persoalan yang
dihadapi masyarakat, mendengar aspirasi warga, mengolah data yang tersedia,
serta menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.Slamet menilai pembangunan budaya riset harus menjadi tanggung
jawab bersama dan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah ataupun OPD
semata.Karena itu, BRIDA Mimika membuka ruang kolaborasi bagi seluruh
pihak yang memiliki hasil kajian atau penelitian agar dapat dikoordinasikan dan
dikelola secara lebih baik.Ia mengajak para peneliti, akademisi, mahasiswa, serta organisasi
masyarakat yang memiliki hasil riset untuk berkoordinasi dengan BRIDA sehingga
hasil kajian tersebut dapat terdokumentasi, diakses publik, dan dimanfaatkan
sebagai sumber pengetahuan bersama.Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa riset dan inovasi daerah
harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak
berhenti sebagai dokumen administratif semata.Menurutnya, keberhasilan pembangunan riset daerah diukur dari
sejauh mana hasil penelitian dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan
masyarakat serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.Di akhir penyampaiannya, ia berharap ekosistem riset yang sedang
dibangun di Kabupaten Mimika dapat berkembang menjadi model kolaborasi yang
bermanfaat tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga dapat menjadi contoh
bagi wilayah lain di Tanah Papua.“Ekosistem riset di Mimika diharapkan dapat memberi manfaat bukan
hanya bagi Kabupaten Mimika, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain di
Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid
Editor: GF
27 Jun 2026, 03:31 WIT
Bantuan Pangan Bapanas Mulai Disalurkan ke 568 Keluarga di Kampung Nawaripi
Papuanewsonline.com, Timika – Sebanyak 568 Kepala Keluarga
di Kampung Nawaripi menerima bantuan beras dan minyak goreng dari Badan Pangan
Nasional (Bapanas) untuk periode Februari–Maret 2026. Penyaluran bantuan ini
dimulai sejak Selasa (23/6/2026), dan hingga hari kedua pelaksanaannya, Rabu
(24/6), sudah tercatat hampir 200 kepala keluarga yang telah mengambil haknya.Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menjelaskan
pembagian dilakukan secara ketat mengacu pada daftar resmi yang dikirim
pemerintah pusat melalui Bulog Timika. Setiap keluarga penerima mendapatkan
jatah masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. “Bantuan hanya diberikan kepada nama yang tercantum dalam
daftar, tidak ada penambahan penerima di luar ketentuan,” tegasnya.Norman mengimbau warga yang belum menerima bantuan untuk
segera datang ke lokasi penyaluran di Warkop Nawaripi pada jam kerja, yaitu
mulai pukul 09.00 WIT. Ia mengingatkan agar tidak datang di siang hari mengingat
petugas juga memiliki waktu istirahat yang harus dihormati.Untuk memastikan keabsahan data, setiap warga yang datang
wajib membawa Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga sebagai bukti identitas.
Langkah ini dilakukan agar penyaluran berjalan tertib, tepat
sasaran, dan tidak terjadi kesalahan penyerahan bantuan. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Jun 2026, 17:56 WIT
Mama Aliana Diizinkan Pulang Usai Dirawat, Pemda Intan Jaya Sesalkan Insiden Ledakan
Papuanewsonline.com, Nabire – Mama Aliana Pogau, salah satu
korban ledakan pada 18 Juni lalu di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Intan
Jaya, telah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di RSUD
Nabire. Bersama Mama Otopina Hogajau, keduanya awalnya dievakuasi ke RSUD Intan
Jaya, sebelum Mama Aliana dirujuk ke Nabire guna mendapatkan penanganan lebih
lanjut.Naftali Maisini dari Tim Kemanusiaan Pemkab Intan Jaya
menyampaikan rasa syukur atas perkembangan kondisi korban. “Selama hampir satu minggu menjalani perawatan, kini Mama
Aliana diperbolehkan kembali ke rumah. Seluruh biaya pengobatan ditanggung
sepenuhnya oleh pemerintah daerah, dan kami akan segera mengantarnya pulang ke
kampung halaman,” ujarnya.Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyatakan
penyesalan mendalam atas peristiwa yang menimpa warga sipil tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya menciptakan suasana damai telah
terus dilakukan, namun kejadian ini berpotensi menimbulkan keresahan dan
mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan daerah.Pemerintah daerah meminta penjelasan terbuka serta evaluasi
menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. “Setiap tindakan pengamanan harus mengutamakan keselamatan
warga dan dilakukan secara profesional. Kami juga mengharapkan aparat
mengedepankan pendekatan yang manusiawi dalam menjalankan tugasnya,” tegas
Bupati. Penulis: Jid
Editor: GF
26 Jun 2026, 17:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru