logo-website
Minggu, 15 Mar 2026,  WIT
BERITA Pendidikan & Kesehatan Homepage
Menko Polkam Tinjau Sekolah Rakyat di Pekanbaru, Pastikan Program Pendidikan untuk Masyarakat Papuanewsonline.com, Pekanbaru – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago meninjau langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 31 Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (5/3/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program pendidikan bagi masyarakat kurang mampu berjalan secara efektif dan tepat sasaran.Dalam kesempatan itu, Menko Polkam menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa program pendidikan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.“Karena saya juga di daerah lain, kami datangi sekolah-sekolah rakyat seperti ini untuk menemukan apakah ada masalah, apakah tidak kena sasaran, apakah sasarannya sudah tercapai sesuai dengan yang diinginkan oleh pemerintah,” ujarnya di hadapan para guru dan siswa.Menko Djamari juga mengapresiasi perkembangan SRMA 31 Pekanbaru yang dinilai menunjukkan kemajuan cukup pesat meskipun baru berdiri sekitar tujuh bulan. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.“Dalam waktu hanya tujuh bulan sudah terlihat perkembangan yang sangat membanggakan. Tentunya ini bukan hasil kerja satu orang saja, tetapi hasil kerja bersama berbagai unsur pendukung,” ujar Menko Djamari.Ia menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu melanjutkan sekolah melalui jalur pendidikan reguler. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.Menko Polkam juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sebaik-baiknya demi masa depan mereka.“Belajarlah dengan baik. Kalian adalah harapan bangsa ini ke depan. Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri,” ujarnya.Selain memberikan motivasi kepada siswa, Menko Djamari juga menyampaikan arahan khusus kepada para guru yang dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan. Ia meminta para guru untuk mendidik para siswa dengan penuh tanggung jawab serta membimbing mereka agar memiliki karakter dan mental yang kuat.Sementara itu, Kepala SRMA 31 Pekanbaru Tengku Muhammad Hanafi Mustafa menjelaskan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 47 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengikuti sistem pendidikan berasrama.“Anak-anak belajar bersama guru hingga sore hari, kemudian dilanjutkan pembinaan di asrama oleh wali asuh. Alhamdulillah dalam tujuh bulan ini sudah terlihat perkembangan yang baik, baik dari sisi akademik maupun kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.Salah satu siswa kelas X, Indah Lestari, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Sekolah Rakyat karena berbagai kebutuhan pendidikan telah difasilitasi oleh sekolah.“Sekolah ini sangat membantu masyarakat yang kehidupannya cukup sulit. Semua fasilitas disediakan, seperti sepatu, baju, hingga laptop,” ujarnya.Hal senada disampaikan oleh siswa lainnya, Raihan Syahputra, yang menilai program Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.“Program ini membantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan. Saya ingin belajar lebih serius dan meraih prestasi untuk membanggakan orang tua,” katanya. Kunjungan kerja Menko Polkam tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat sekaligus memastikan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat terus berjalan dengan baik. Dalam kunjungan itu turut hadir sejumlah pejabat di lingkungan Kemenko Polkam, di antaranya Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan serta sejumlah deputi dan staf ahli. (GF) 07 Mar 2026, 10:54 WIT
KARANTINA PAPUA TENGAH PERKUAT PENGAWASAN KOMODITAS DI PELABUHAN POMAKO Papuanewsonline.com, Timika – Karantina Papua Tengah melalui Pos Pelayanan (Pospel) Pelabuhan Pomako terus meningkatkan intensitas pengawasan terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang masuk ke wilayah Papua Tengah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap media pembawa barang yang dilalui aman, sehat, dan bebas dari hama serta penyakit yang berpotensi membahayakan sumber daya hayati lokal dan ekosistem daerah. (6/3/26)Dalam kegiatan pemeriksaan yang berlangsung secara berkelanjutan, petugas karantina melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai jenis komoditas tumbuhan dan hewani. Untuk komoditas tumbuhan, diperiksa antara lain buah anggur, apel, jeruk, pir, sayuran beku, kentang, dan jamur dengan total volume mencapai 7.948 kg. Sementara itu, komoditas produk hewani yang menjadi sasaran pemeriksaan meliputi daging olahan sapi, olahan susu, daging ayam beku, daging sapi beku, jeroan sapi, hingga daging olahan unggas dengan total berat mencapai 18.850 kg.Proses pemeriksaan dilakukan melalui serangkaian langkah karantina yang komprehensif, meliputi pemeriksaan fisik langsung terhadap komoditas, pengecekan kelengkapan serta keabsahan dokumen karantina, pengamatan terhadap kemungkinan adanya gejala serangan hama dan penyakit, pemeriksaan label serta kemasan produk, hingga verifikasi kesesuaian antara data yang tercatat di dokumen dengan kondisi barang secara fisik di lapangan.Melalui pengawasan yang ketat di pintu pemasukan wilayah, Karantina Papua Tengah berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan masyarakat serta mencegah masuk dan penyebaran hama penyakit hewan serta organisme pengganggu tumbuhan ke wilayah Papua Tengah.Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya perlindungan sumber daya alam, penjaminan kesehatan masyarakat, serta memastikan keberlanjutan perkembangan sektor pertanian dan peternakan di Indonesia.  Penulis: Jid Editor: GF 07 Mar 2026, 08:44 WIT
KM JAYA BARU TENGGELAM DI PERAIRAN MUARA POMAKO, KEEMPAT PENUMPANG SELAMAT Papuanewsonline.com, Timika – Kapal KM Jaya Baru dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Muara Pomako, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada malam Kamis (5/3/2026). Insiden terjadi ketika kapal yang sedang melakukan perjalanan dari Dobo menuju Timika dilanda angin kencang dan ombak besar sekitar pukul 19.00 WIT saat melintas di muara tersebut.Kejadian ini dilaporkan ke petugas jaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada Jumat (6/3) sekitar pukul 01.40 WIT oleh Kristian Pisakor dari Polisi Udara dan Perairan (Polairud) Timika. Setelah menerima laporan, Kepala Kantor SAR Timika I Wayan Suyatna melalui Kasubbag Operasi dan Siaga Charles Y. Batlajery segera mengerahkan tim SAR gabungan menuju lokasi kejadian menggunakan perahu RBB 600 PK untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.Namun sekitar pukul 07.00 WIT saat proses pencarian berlangsung, tim SAR menerima informasi bahwa seluruh korban telah lebih dahulu ditemukan dan dievakuasi oleh masyarakat setempat. Para korban kemudian diserahkan kepada petugas jaga Pos Polairud Timika sebelum dibawa ke Dermaga SAR untuk mendapatkan penanganan medis dari tim Layanan Darurat 119 (PSC 119).Keempat penumpang yang berhasil diselamatkan adalah Lukman, Andi, Toni, dan Ivon, yang dalam kondisi selamat setelah mendapatkan penanganan medis. Setelah memastikan tidak ada korban lagi yang membutuhkan bantuan, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian kemudian kembali ke satuan masing-masing.  Penulis: Jid Editor: GF 07 Mar 2026, 08:15 WIT
Polda Maluku Gelar Pemeriksaan Kesehatan Peserta Seleksi PTIK 2026 Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar pemeriksaan kesehatan bagi peserta Seleksi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) dan berlangsung secara transparan serta profesional sesuai standar rekrutmen Polri.Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan oleh Biro SDM Polda Maluku bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Maluku sebagai bagian dari tahapan seleksi yang menitikberatkan pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).Sebanyak 10 orang peserta mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, dengan rincian 9 peserta menjalani pemeriksaan langsung di Bid Dokkes Polda Maluku, sementara 1 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan di Bareskrim Polri.Kepala Biro SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., yang juga meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan krusial dalam menjaring calon perwira Polri yang berkualitas dan berintegritas.“Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan memastikan seluruh peserta seleksi PTIK benar-benar memenuhi standar kesehatan jasmani dan rohani yang telah ditetapkan. Proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi,” tegas Kombes Pol. Jemi Junaidi.Ia menambahkan bahwa rekrutmen PTIK tidak hanya menilai aspek akademik dan psikologi, tetapi juga kondisi fisik yang prima sebagai bekal pengabdian di institusi Kepolisian.Sementara itu, Kepala Bidang Dokkes Polda Maluku Kombes Pol dr. M. Faizal Zulkarnaen, M.H, Sp.F, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh dengan mengacu pada standar medis yang berlaku di lingkungan Polri.“Seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik umum, kesehatan organ dalam, hingga aspek penunjang lainnya. Hasil pemeriksaan murni berdasarkan kondisi kesehatan peserta tanpa rekayasa,” ujar Kabid Dokkes Polda Maluku.Menurutnya, keterlibatan tenaga medis profesional bertujuan memastikan seleksi berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun administrasi.Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan seleksi PTIK Panda Polda Maluku Tahun Anggaran 2026 ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mencetak calon perwira yang unggul, sehat, dan siap menjawab tantangan tugas Kepolisian di masa depan.Tahapan pemeriksaan kesehatan yang digelar Polda Maluku mencerminkan keseriusan Polri dalam menjaga kualitas dan kredibilitas proses rekrutmen. Dengan pengawasan langsung pimpinan serta keterlibatan tenaga medis profesional, seleksi PTIK 2026 diharapkan mampu melahirkan perwira Polri yang tidak hanya cerdas dan berintegritas, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental untuk melayani masyarakat secara presisi. PNO-12 05 Mar 2026, 20:42 WIT
Transformasi Pendidikan Polri, Seleksi S-2 STIK Fokus Integritas dan Kompetensi Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap dinamika zaman melalui keterlibatan aktif dalam Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Panitia serta Peserta Seleksi Program Pendidikan S-2 STIK Reguler Angkatan ke-16 dan S-2 STIK RPL Angkatan 1 Tahun Anggaran 2026.Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh Polda Maluku dari Ruang Command Center Lantai 4 Mapolda Maluku, Senin (2/3/2026), dan dipimpin terpusat oleh Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan dari Mabes Polri.Di Polda Maluku, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi, S.I.K., M.M., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku, antara lain Kabid Propam, Kabid Dokkes, Kabidkum, Kabid Humas, Korsahli Kapolda, Wadir Lantas, serta Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku.Berdasarkan data Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku, sebanyak 10 personel Polri telah resmi terdaftar dan siap mengikuti seluruh tahapan seleksi pendidikan S-2 STIK Tahun Anggaran 2026.Dalam arahannya, Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan menegaskan bahwa seleksi pendidikan pengembangan ini merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan integritas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan personel Polri sesuai ketentuan Perkap Nomor 4 Tahun 2019.Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara pendidikan akademik (S-1, S-2, dan S-3 STIK) dengan pendidikan manajerial Polri seperti PKP, PKA, Sespimma, Sespimmen, hingga Sespimti dan Lemhannas.“Seleksi S-2 STIK tahun ini menjadi tahap awal penyesuaian kebijakan pendidikan Polri dengan kebijakan Kemendikbudristek. Ini merupakan langkah positif agar lulusan Akpol dapat langsung menyesuaikan diri ke jenjang S-2. Kita harus adaptif terhadap perubahan dan perkembangan situasi,” ujar Brigjen Pol. Erthel Stephan.Ia juga mengungkapkan adanya kebijakan baru yang memberi ruang lebih luas bagi personel Polri, di mana pangkat minimal peserta kini diturunkan dari AKP menjadi Iptu dengan masa dinas nol tahun, dari total 553 peserta seleksi di seluruh Indonesia.Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol. Jemi Junaidi menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan institusional untuk menjamin proses seleksi berjalan objektif, jujur, dan berkeadilan.“Seleksi ini adalah kesempatan emas bagi personel Polri untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalisme. Namun, peluang ini harus dijawab dengan kesiapan diri, integritas, dan kualitas. Jangan hanya mengandalkan rekam jejak penghargaan, tetapi buktikan kemampuan secara nyata dan terhormat,” tegas Kombes Pol. Jemi Junaidi.Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen diri bagi para peserta agar mampu menyeimbangkan tugas kedinasan, proses belajar, dan waktu istirahat secara proporsional.“Peserta seleksi merupakan personel pilihan. Karena itu, standar akademik dan etika yang dijaga harus berada di atas rata-rata mahasiswa pada umumnya,” tambahnya.Pelaksanaan Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi S-2 STIK TA 2026 mencerminkan keseriusan Polri, khususnya Polda Maluku, dalam mendorong transformasi SDM yang presisi dan berdaya saing. Kebijakan penyesuaian persyaratan pangkat serta integrasi dengan kebijakan pendidikan nasional menjadi sinyal kuat bahwa Polri semakin terbuka, adaptif, dan meritokratis.Dengan menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), seleksi ini diharapkan mampu melahirkan perwira-perwira Polri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi dan siap menjawab tantangan pelayanan publik di era modern. PNO-12 02 Mar 2026, 21:28 WIT
Dokter Bedah Tawarkan Pengabdian di RSUD Boven Digoel, Harapan Baru untuk Layanan Kesehatan Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Suasana Minggu yang penuh berkah di Kabupaten Boven Digoel membawa kabar menggembirakan bagi sektor kesehatan. Seorang dokter bedah secara sukarela menawarkan jasanya untuk bertugas di RSUD Boven Digoel, sebuah langkah yang disambut antusias oleh pemerintah daerah dan masyarakat.Tawaran tersebut dinilai sebagai angin segar di tengah kebutuhan mendesak akan tenaga medis spesialis di wilayah tersebut. Selama ini, RSUD Boven Digoel masih menghadapi keterbatasan dokter bedah, sehingga kehadiran tenaga ahli sangat dinantikan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.Bupati Boven Digoel, Roni Omba S.IP, menyampaikan apresiasi atas niat baik tersebut. Ia berharap langkah ini menjadi awal yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. "Semoga tawaran dari dokter bedah ini menjadi awal yang baik dan membawa kebaikan bagi masyarakat Boven Digoel," kata bupati Roni omba S.IP.Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. Dengan adanya dokter bedah yang siap mengabdi, diharapkan pelayanan medis, khususnya tindakan operasi, dapat dilakukan secara optimal tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.RSUD Boven Digoel sendiri telah lama membutuhkan tenaga medis yang kompeten, terutama dokter bedah. Keterbatasan sumber daya selama ini menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan bedah secara cepat dan tepat.Kehadiran dokter bedah diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan medis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah. Dengan layanan yang lebih lengkap, warga Boven Digoel dapat memperoleh penanganan medis lebih dekat dan efisien.Pemerintah Kabupaten Boven Digoel pun diharapkan segera memfasilitasi proses administrasi dan dukungan yang diperlukan agar tawaran tersebut dapat segera direalisasikan. Langkah konkret ini dinilai penting agar pelayanan kesehatan di daerah semakin berkualitas dan merata.Semangat pengabdian yang ditunjukkan dokter bedah tersebut menjadi simbol harapan baru bagi dunia kesehatan di Boven Digoel. Dengan kolaborasi antara tenaga medis dan pemerintah daerah, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang semakin nyata untuk diwujudkan.  Penulis: HendEditor: GF 02 Mar 2026, 16:20 WIT
Kapolda Maluku Jenguk Mahasiswa Unpatti Korban Penikaman Papuanewsonline.com, Ambon – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Dadang Hartanto menjenguk langsung mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura yang menjadi korban penikaman, Datuk Letsoin, di RSUP dr. Johanes Leimena, Sabtu (28/2/2026) malam. Kunjungan tersebut menegaskan kehadiran negara dalam menjamin hak korban atas perlindungan, pemulihan, dan keadilan, sekaligus memastikan lingkungan kampus tetap menjadi ruang aman bagi dunia pendidikan tinggi.Penjengukan dilakukan sekitar pukul 21.45 WIT usai Kapolda Maluku menggelar pertemuan bersama pimpinan universitas dan unsur terkait sebagai langkah antisipatif untuk meredam potensi eskalasi konflik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan akademik.Dalam suasana penuh empati, Kapolda Maluku menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta doa agar korban segera pulih dan dapat kembali melanjutkan aktivitas akademiknya. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara ini tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan perlindungan hak korban.“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab memastikan hak korban terlindungi. Proses hukum terhadap pelaku akan kami tangani secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas Kapolda Maluku.Kapolda juga mengimbau seluruh mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat luas untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memecah persatuan dan mengganggu situasi kondusif di lingkungan kampus.“Kampus adalah ruang intelektual, bukan arena kekerasan. Mari jaga ketenangan, kedewasaan, dan percayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum,” tambahnya.Kegiatan penjengukan turut dihadiri Rektor Universitas Pattimura, Ketua MUI Provinsi Maluku, Wakil Ketua I Sinode GPM, pejabat utama Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, unsur intelijen kepolisian, Kapolsek Teluk Ambon, serta perwakilan OKP Cipayung Plus dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti. Kehadiran keluarga korban menambah suasana kebersamaan dan solidaritas lintas elemen.Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas menegaskan komitmennya memberikan pendampingan penuh kepada korban serta terus berkoordinasi dengan kepolisian guna mendukung proses hukum dan menjaga iklim akademik yang aman dan kondusif. Para tokoh agama yang hadir juga menyerukan pesan damai, mengajak seluruh mahasiswa menjunjung tinggi nilai persaudaraan, toleransi, dan penyelesaian masalah melalui dialog serta jalur hukum yang beradab.Seluruh pihak sepakat bahwa peristiwa penikaman ini merupakan tindak kriminal individual dan tidak mencerminkan konflik antar organisasi mahasiswa maupun antar umat beragama. Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.Langkah cepat dan humanis Kapolda Maluku menjenguk korban penikaman mahasiswa mencerminkan kehadiran negara yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah dinamika kampus dan kerawanan eskalasi emosi pasca kejadian, pendekatan dialogis dan kolaboratif antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan menjadi kunci utama menjaga stabilitas sosial.Sikap tegas Kapolda dalam memastikan proses hukum berjalan transparan, sekaligus imbauan untuk menolak provokasi, patut diapresiasi sebagai upaya menjaga iklim demokrasi, keamanan, dan persaudaraan di Maluku. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kekerasan bukan solusi, dan penyelesaian masalah harus selalu ditempuh melalui jalur hukum dan dialog yang bermartabat. PNO-12 02 Mar 2026, 11:27 WIT
Takjil On The Road, HMI dan Formi Mimika Berbagi Ratusan Paket Takjil Papuanewsonline.com, Mimika – Forum Mahasiswa Islam (Formi) Timika bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Mimika menggelar kegiatan Takjil On The Road di Jalan Budi Utomo, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadan Project yang diinisiasi bersama oleh HMI dan Formi.Koordinator kegiatan, Ghalieh Hermansyah, menyampaikan bahwa aksi berbagi tersebut terlaksana berkat dukungan dan donasi dari berbagai pihak. Hingga hari pelaksanaan, panitia berhasil mengumpulkan dan menyalurkan sebanyak 235 snack box dan 75 nasi kotak kepada masyarakat serta para pengendara yang melintas.“Alhamdulillah, seluruh paket berhasil kami bagikan kepada masyarakat, khususnya para pengendara yang sedang dalam perjalanan atau baru pulang kerja dan belum sempat menyiapkan hidangan berbuka puasa,” ujarnya.Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap sesama, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan di momen menjelang berbuka puasa. Menurutnya, berbagi di bulan Ramadan bukan hanya soal memberi makanan, tetapi juga menebarkan kebahagiaan dan keberkahan.Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Mimika, Prayoga Romin Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat Mimika, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.“Kami berharap kegiatan ini dapat memantik semangat pemuda lainnya untuk bersama-sama membangun Mimika dengan cara yang ramah, harmonis, dan penuh kepedulian,” katanya.Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi pembelajaran penting bagi anggota HMI dan Formi tentang arti solidaritas sosial dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Selain sebagai ladang pahala, kegiatan ini juga menjadi komitmen nyata organisasi dalam mengabdi kepada masyarakat.Melalui kegiatan ini, HMI dan Formi berharap semangat berbagi di bulan suci Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Mimika, tidak hanya umat Muslim, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dalam bingkai kebersamaan dan toleransi. Penulis: Abim Editor: GF 28 Feb 2026, 22:30 WIT
UNCEN Gelar Wisuda Periode I 2026, Luluskan 508 Mahasiswa Papuanewsonline.com, Jayapura – Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat wisuda Program Doktor, Magister, dan Sarjana Periode I tahun 2026. Kegiatan yang penuh kebanggaan berlangsung di Auditorium Uncen Abepura pada hari Kamis (26/02/26). Sebagai universitas tertua dan terbesar di tanah Papua, Uncen menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda berkualitas yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.Rektor Uncen, Oscar Oswald O. Wambrauw, menyampaikan bahwa institusi ini memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah Papua. "Kami terus berupaya memperkuat mutu pendidikan serta mengembangkan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan masyarakat Papua, dengan fokus pada riset dan inovasi yang relevan dengan kearifan lokal serta mampu menghadapi tantangan global," ucap Prof Oscar dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa prestasi yang diraih para wisudawan dan wisudawati bukanlah hasil yang datang begitu saja."Di balik toga dan senyum kebanggaan yang terpampang, terdapat perjalanan panjang penuh kerja keras, doa dari orang tua, bimbingan yang mendalam dari para dosen, serta pengorbanan keluarga yang tidak terhitung banyaknya," ujarnya. Prof Oscar juga menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menimba ilmu di Universitas Cenderawasih. "Wisuda ini bukanlah garis akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan gerbang awal bagi sebuah perjalanan baru yang penuh tantangan dan peluang," ungkapnya.Rektor memberikan pesan bahwa dunia kerja saat ini sangat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik yang tinggi, tetapi juga dilengkapi dengan karakter yang kuat, integritas yang terjaga, kemampuan berkolaborasi, serta kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar. Pada periode wisuda ini, Uncen meluluskan sebanyak 508 mahasiswa yang terdiri dari 17 orang dari Pascasarjana, 152 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 14 orang dari Fakultas Ilmu Hukum, serta 49 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Dengan demikian, jumlah keseluruhan alumni Uncen sampai dengan periode pertama tahun 2026 mencapai 96.620 orang.  Penulis: Jid Editor: GF 27 Feb 2026, 14:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT