Ibu Pencari Karaka Diterkam Buaya di Sungai Agimuga, Tim Sar Gabungan Laksanakan Pencarian
Seorang ibu pencari karaka (kepiting bakau) bernama Meriamewa (46 tahun) dilaporkan mengalami kejadian tragis setelah diterkam buaya di Sungai Agimuga
Papuanewsonline.com - 26 Feb 2026, 19:53 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Timika – Seorang ibu pencari karaka (kepiting bakau) bernama Meriamewa (46 tahun) dilaporkan mengalami kejadian tragis setelah diterkam buaya di Sungai Agimuga, Kabupaten Mimika, pada hari Kamis (25/2/26) sekitar pukul 12.00 WIT. Kejadian tersebut membuat warga sekitar dan pihak berwenang segera bergerak melakukan upaya pencarian guna menemukan korban.
Saksi mata bernama Julian melaporkan insiden ini kepada
petugas pengawal Kantor SAR Timika. Menurut keterangannya, korban bersama
anaknya sedang membersihkan hasil tangkapan berupa karaka dan kerang di tepian
sungai ketika secara tiba-tiba diserang buaya dan diseret menjauh ke kedalaman
air.
Anak korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung
berteriak meminta bantuan dan melaporkan peristiwa ini kepada masyarakat
sekitar.
Keluarga korban dan warga setempat segera melakukan upaya pencarian mandiri, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.

Setelah menerima laporan resmi terkait kejadian ini, Kepala
Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna melalui Kasubsie
Operasi dan Siaga SAR Timika Charles Y. Batlajery segera mengerahkan tim SAR
gabungan untuk mendukung upaya pencarian. Tim yang terdiri dari personel
rescuer SAR Timika, anggota Polisi Udara dan Angkatan Laut (Pol Airud), serta
sukarelawan masyarakat setempat berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan
dua jenis perahu, yaitu perahu RBB berkapasitas 600 PK milik Basarnas dan perahu
karet berkapasitas 30 PK.
Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan
penyelidikan mendalam dan menggelar operasi pencarian di seluruh area sekitar
titik kejadian.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan penuh semangat oleh seluruh anggota tim.
Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih
meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar sungai yang menjadi habitat
alami buaya, terutama pada jam-jam tertentu yang memiliki potensi risiko lebih
tinggi.
Penulis: Jid
Editor: GF