logo-website
Jumat, 17 Apr 2026,  WIT

TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Serang Rombongan Aparat di Jalan Seredala, Ancam Lanjutkan Aksi

TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap rombongan aparat militer Indonesia di Jalan Seredala, Kabupaten Yahukimo

Papuanewsonline.com - 17 Apr 2026, 19:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Personel TPNPB Kodap XVI Yahukimo saat memberikan pernyataan, pada Kamis (16/04/2026).

Papuanewsonline.com, Yahukimo – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap rombongan aparat militer Indonesia di Jalan Seredala, Kabupaten Yahukimo, Rabu 15 April 2026.


Klaim itu disampaikan melalui Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB per Kamis 16 April 2026 yang diterima redaksi. Siaran pers tersebut ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom atas nama Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni.

Dalam siaran persnya, TPNPB menyebut gabungan pasukan dari Batalyon Kanibal dan sejumlah kompinya melakukan penyerangan yang mengakibatkan satu unit mobil strada dan satu rantis milik aparat mengalami bocor akibat tembakan di Jalan Seredala.

“Penyerangan akan tetap berlanjut hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua,” tulis Sebby Sambom mengutip laporan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

TPNPB juga meminta aparat militer Indonesia tidak menutup-nutupi korban di pihak aparat sejak penembakan di Jalan Seredala. Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo Brigjend Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka disebut siap bertanggung jawab penuh atas aksi tersebut.


“Aparat militer Indonesia jangan melakukan serangan balasan terhadap warga sipil. Jika mau kejar, silahkan datang ke Jalan Seredala kami ada di situ,” demikian kutipan pernyataan dalam siaran pers.

Lebih lanjut, TPNPB menyatakan pasukannya telah berada di wilayah operasi dan meminta warga sipil serta imigran Indonesia segera keluar dari wilayah konflik bersenjata. TPNPB juga mengklaim bertanggung jawab atas seluruh aksi penyerangan yang terjadi dari Korowai hingga Yahukimo.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam siaran pers itu mendesak aparat militer Indonesia menghentikan penangkapan dan penembakan sewenang-wenang terhadap warga sipil di wilayah konflik. Mereka juga meminta penghentian penggunaan warga sipil sebagai agen intelijen militer.

“Jika hal itu terus terjadi maka eksekusi mati bagi agen intelijen militer Indonesia akan tetap dilakukan,” bunyi siaran pers tersebut.

Hingga berita ini diturunkan Kamis 16 April 2026 pukul 22.30 WIT, belum ada keterangan resmi dari TNI, Polri, maupun Kodam XVII/Cenderawasih terkait klaim penyerangan di Jalan Seredala. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak aparat keamanan dan pemerintah daerah Yahukimo untuk mendapat verifikasi dan hak jawab.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE