logo-website
Rabu, 10 Jun 2026,  WIT

Tinggalkan Eksploitasi SDA, Mimika Kembangkan Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Pemkab Mimika resmi mengubah pola pengambilan sumber daya alam dengan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi

Papuanewsonline.com - 10 Jun 2026, 04:02 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat memberikan sambutan dalam Mimika Innovation Week 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi mengubah arah pembangunan. Pola lama yang mengandalkan pengambilan sumber daya alam kini ditinggalkan, digantikan dengan sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Perubahan strategis ini ditandai dengan peluncuran Mimika Innovation Week (MIW) 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tahun ketiga ini bertransformasi menjadi ajang kompetisi terbuka guna membangun ekosistem riset yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembangunan masa depan kini didasarkan pada data dan kajian mendalam, bukan sekadar dugaan.

“Kekayaan alam bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola secara cerdas. Setiap kebijakan harus berlandaskan riset yang kuat,” tegas Bupati Johannes Rettob.

Untuk mengatasi masalah tumpang tindih kajian, BRIDA meluncurkan sistem terpadu bernama Sirida Kami. Hasilnya sangat signifikan: jumlah penelitian meningkat drastis dari satu kajian pada 2015 menjadi 36 kajian lengkap pada 2025.


Keterbukaan menjadi kunci utama; MIW melibatkan seluruh elemen mulai dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kelompok masyarakat.

Setiap dinas wajib melahirkan dua terobosan, dan 10 karya terbaik akan diikutsertakan dalam penghargaan tingkat nasional.

Peningkatan kualitas inovasi Mimika pun terlihat jelas, melonjak dari peringkat 300 tahun lalu masuk jajaran 200 besar nasional serta menempati posisi kedua terbaik se-Papua.

Berbagai langkah strategis terus diperkuat, termasuk penandatanganan kerja sama dengan BRIN dan universitas ternama yang membuka akses ke ribuan peneliti ahli.

BRIN memberikan apresiasi sekaligus mengingatkan agar inovasi tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045. Akademisi juga ditantang untuk tidak hanya bersuara, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan daerah.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE