logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Luncuran 6 Proyek PT Freeport Indonesia Mengancam Kehidupan Masyarakat Asli Papua di Timika

Masyarakat Menolak Luncuran Enam Proyek dari PT. Freeport Indonesia

Papuanewsonline.com - 08 Nov 2022, 05:32 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Sekretaris Aliansi Pemuda Komoro Rafael Taorekeyau

Papuanewsonline.com, TIMIKA- Pembuangan limbah pada aliran sungai di kali kopi oleh PT Freeport Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat asli Papua, yang lebih menyedihkan belum ada solusi terkait pembuangan limbah pada aliran sungai kali kopi, kini PT Freeport  Indonesia bersama pemerintah pusat kembali ingin menyelesaikan proses AMDAL enam proyek yang berkaitan dengan produk tambahan yang direncanakan akan diluncurkan.

Menanggapi persoalan tersebut, sekretaris Aliansi Pemuda Komoro (APK), Rafael Taorekeyau menyebutkan, masyarakat menolak dengan keras luncuran enam proyek tersebut.

“ Luncuran enam proyek PT Freeport akan jadi ancaman terhadap kehidupan masyarakat asli Papua, coba saja kita lihat sendiri pembuangan limbah di lokasi sungai yang baru di kali kopi, dimana tailing cukup besar  kurang lebih 2 juta M3, ini  berdampak pada keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua kedepa,’’ Jelas Rafael di Timika, Sabtu (5/11/2022).

Rafael mengemukakan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak untuk melakukan proses AMDAL terkait 6 proyek tambahan tersebut tanpa melihat kehidupan sosial masyarakat asli Papua.

“ Peralihan sungai,  atau pembuangan limbah di sungai yang baru seperti dikali kopi,  kita lihat cukup besar luasnya kurang lebih 2 juta M3 lebih, ini merupakan ancaman serius bagi kehidupan masyarakat asli papua, sehingga PT.Freeport dan Pemerintah pusat jangan memaksakan kehendak, karena masyarakat menolak dengan keras,’’ tegas Rafael.

Kata Rafael, apabila PT Freeport dan pemerintah pusat memaksakan kehendak untuk  melakukan pembuangan limbah di sungai, maka  masyarakat 3 kampung yang ada di Mimika Timur jauh akan menerima ancaman dalam keberlangsungan kehidupan mereka.

Kata Dia, luncuran enam proyek PT Freeport nantinya akan menyerap ribuan tenaga kerja, namun OAP kembali akan jadi penonton di tanahnya sendiri, ini fakta dan realita dalam kehidupan saudara-saudara saya saat ini, karena semenjak kehadiran PT Freeport hingga kini, dalam rekrutmen tenaga karyawan untuk saudara saya  OAP yang diakomodir dihitung dengan jari, karena banyak didominasi oleh orang luar papua.

“ Mereka Selalu dengan dalil memberikan lapangan pekerjaan dan janji manis lain terhadap masyarakat, namun janji dan harapan mereka palsu, ini fakta,’’ Tegasnya.

Dikatakannya, Kerusakan lingkungan yang dilakukan PT Freeport Indonesia sudah mencapai ambang batas, sehingga masyarakat tidak akan memberikan toleransi.

“ Pimpinan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah pusat jangan hanya memaksakan kehendak untuk meraup keuntungan tanpa melihat dampak yang akan terjadi terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat asli papua,’’ pinta Rafael.

Lanjut Tokoh Pemuda suku Komoro ini menegaskan, Pemerintah dan PT Freeport Indonesia tidak perlu mengundang masyarakat ke Jakarta untuk melakukan negosiasi-negosiasi, karena masyarakat akan menolak luncuran enam proyek tersebut.

“ Pimpinan PT Freeport dan Pemerintah Pusat Datang bicara  dan ketemu masyarakat, bila perlu melihat kondisi lingkungan yang telah rusak saat ini, sehingga memiliki kajian dan analisis yang matang, jangan memaksaakan kehendak dan mengorbankan kami masyarakat asli Papua,’’ Tutupnya.(Stefi)

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE