logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Bermitra dengan BPH Migas, Wamendagri : Pengawasan BBM Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Provinsi dan Kabupaten Kota di Indonesia harus fokus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi

Papuanewsonline.com - 01 Nov 2022, 07:50 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

JAKARTA –Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri terkait  pembinaan dan pengawasan dalam pengendalian konsumen dan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu, serta BBM khusus penugasan di provinsi, kabupaten, dan kota.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Teguh Setyabudi dengan Kepala BPH Migas Erika Retnowati.

Adapun prosesi penandatanganan tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo di Aula BPH Migas, Senin (31/10/2022).

Dalam sambutannya sebelum penandatanganan MOU berlangsung, Wempi mengatakan momentum tersebut dinilai penting sebagai upaya mendukung pengawasan konsumen BBM bersubsidi, agar tepat sasaran.

Jhhon Wempi menyampaikan, selama ini masih terdapat sejumlah tantangan  dalam penyaluran BBM bersubsidi, “ Sejumlah kalangan yang relatif mampu masih menikmati BBM bersubsidi, Padahal BBM tersebut seharusnya diperuntukan kepada rakyat miskin yang membutuhkan,’’ ucap Jhon Wempi.

Lanjut dia, Hal itu-pun kemudian berimbas pada besarnya konsumsi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“ Hal ini tentunya menyebabkan adanya potensi defisit di akhir tahun. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurang tepatnya konsumen pengguna jenis bahan bakar minyak tertentu atau JBT, dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) di daerah,” ujar Wempi.

Jhon Wempi berharap, Dengan kondisi tersebut,pemerintah daerah (Pemda) dapat mendukung langkah-langkah pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi melalui keikutsertaan dalam melakukan verifikasi data konsumen JBT dan JBKP.

“ BBM bersubsidi yang diperoleh melalui alokasi APBN dapat lebih tepat sasaran. Nah Kemendagri menjadi payung untuk mengawal proses penyelenggaraan pemerintahan di seluruh indonesia, sehingga kita akan arahkan kepada Povinsi, Kota dan kabupaten nantinya, sehingga penyaluran BBM subsidi harus tepat sasaran,” jelas Jhon Wempi.(Ridwan)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE