Tiket Timika-Keneyam Tembus Rp2,9 Juta, Ketua Pemuda Kei Mimika: “Mencekik Leher”
Harga tiket pesawat Timika-Keneyam, Kabupaten Nduga, melambung hingga Rp2,9 juta untuk penerbangan 45 menit
Papuanewsonline.com - 11 Jun 2026, 05:39 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika – Harga tiket pesawat Timika-Keneyam, Kabupaten Nduga, melambung hingga Rp2,9 juta untuk penerbangan 45 menit. Ketua Pemuda Kei Kabupaten Mimika, Edoardus Rahawadan, menyebut tarif itu “mencekik leher” dan mendesak Bupati Mimika serta DPRD Mimika segera memanggil seluruh operator penerbangan.
“Penerbangan 45 menit sampai satu jam apakah wajar diberi
harga Rp2,5 juta sampai Rp2,9 juta? Ini tidak masuk akal,” tegas Edoardus,
dalam rilis tertulisnya ke media papuanewsonline,com. Senin 10/6/2026. Menurut
dia, kenaikan terjadi sepihak tanpa pemberitahuan jelas dan melanda hampir
semua rute Timika ke wilayah Papua Pegunungan.
Desak RDP, Buka Struktur Biaya
Edoardus meminta Bupati dan DPRD Mimika menggelar Rapat
Dengar Pendapat (RDP) dengan maskapai. “Pihak penerbangan wajib terbuka. Harus
kedepankan asas transparansi dan jelaskan rincian biaya yang jadi dasar
penyesuaian tarif,” ujarnya.
Ia menegaskan, transportasi udara adalah urat nadi warga
pegunungan karena akses darat sangat terbatas. Lonjakan harga langsung
menghantam mobilitas warga, distribusi logistik, hingga layanan kesehatan dan
pendidikan.
Langgar Aturan, Ancam Konsumen
Edoardus mengingatkan, UU No. 1 Tahun 2009 tentang
Penerbangan mewajibkan tarif adil, transparan, dan tidak merugikan publik.
Pemerintah berwenang menetapkan batas atas tarif, terutama rute vital ke daerah
terpencil.
Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan membatasi kenaikan
tarif ekonomi maksimal 9%–13% dari tarif dasar. Fuel surcharge memang boleh
naik hingga 38%, tapi dengan pengawasan ketat. “Maskapai wajib publikasi
struktur biaya. Jangan main-main. UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen melarang harga sepihak yang merugikan,” kata Edoardus.
Ia menambahkan, Ditjen Perhubungan Udara berwenang meninjau
dan menurunkan harga jika terbukti melanggar. Edoardus berharap pertemuan pemda
dan operator melahirkan solusi: tiket terjangkau tanpa korbankan keselamatan
penerbangan.
Penulis: Hendrik
Editor: GF