logo-website
Kamis, 26 Feb 2026,  WIT

Dinkes Mimika Gencar Kendalikan Malaria Dan Tbc, Sediakan 2 Juta Tes Malaria

Dinkes Kabupaten Mimika terus menggencarkan upaya pengendalian dua penyakit menular utama, yaitu Malaria dan Tuberkulosis

Papuanewsonline.com - 26 Feb 2026, 13:37 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat memberikan keterangan kepada awak media.

Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus menggencarkan upaya pengendalian dua penyakit menular utama, yaitu Malaria dan Tuberkulosis (TBC). Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Menurutnya, kedua penyakit tersebut menjadi prioritas utama dalam program kesehatan daerah karena masih memiliki dampak signifikan bagi masyarakat.


Dalam upaya menurunkan angka kejadian Malaria, Reynold menekankan pentingnya pengendalian faktor lingkungan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penular. Pihaknya tidak hanya bekerja secara mandiri, tetapi juga aktif melibatkan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

"Kami meningkatkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat serta kader kesehatan. Upaya ini meliputi pengadaan sebanyak 2 juta tes malaria untuk mendukung deteksi dini," jelas Reynold Ubra.

Sementara itu, Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu indikator kunci pembangunan kesehatan di Kabupaten Mimika yang masih menghadapi tantangan berat. Tantangan utama bukan hanya mencapai target yang ditetapkan, tetapi jumlah kasus yang ditemukan jauh lebih banyak dari perkiraan awal.

"Untuk deteksi TBC, kami menyediakan anggaran tiga kali lipat dari perkiraan, sekitar Rp50.000 per tes. Dari target awal deteksi 15.000 suspek, kami justru menemukan 2.000 kasus positif. Meskipun menjadi beban, hal ini harus kita tangani dengan serius," ungkapnya.

Data menunjukkan bahwa setiap tahunnya terdapat 10.000 hingga 15.000 suspek TBC yang diperiksa, dengan angka kasus positif yang selalu berada di atas perkiraan.

Meskipun angka penemuan kasus tinggi, prevalensi TBC di Mimika jika dibandingkan dengan rata-rata nasional tergolong lebih rendah, dengan angka 700 kasus per 100.000 penduduk atau sekitar tiga kali lebih rendah dari angka nasional.

"Target kami adalah meningkatkan deteksi kasus TBC sekaligus memastikan keberhasilan pengobatan," tegasnya, menambahkan bahwa capaian keberhasilan pengobatan di Mimika tahun 2025 baru mencapai 76,6%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%. Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Mimika melakukan berbagai inovasi termasuk memberikan edukasi dan buku pedoman kepada pasien.

"Kami sangat bersyukur telah mendapatkan DPA, sehingga pengobatan TBC tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Kita bisa menangani langsung di tingkat kampung, termasuk meningkatkan terapi pencegahan bagi anak di bawah 15 tahun yang tinggal serumah dengan pasien TBC," pungkas Reynold Ubra.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE