Aksi Pemalangan Tutup Total Akses SMAN 1 Mimika, Ribuan Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah
Pemalangan seluruh fasilitas sekolah sejak malam hari memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat demi menjaga keselamatan siswa dan kelangsungan proses pendidikan
Papuanewsonline.com - 14 Jan 2026, 09:49 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika — Aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Mimika lumpuh total akibat aksi pemalangan yang terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, 14 Januari 2026. Seluruh akses menuju lingkungan sekolah, termasuk ruang kelas dan kantor guru, ditutup menggunakan papan dan digembok, sehingga sekolah tidak dapat beroperasi seperti biasa.
Kondisi tersebut membuat sekitar 1.400 siswa yang datang ke
sekolah pada pagi hari terpaksa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar
mengajar. Para siswa terlihat berhamburan di sekitar jalan sekolah karena tidak
diperbolehkan memasuki area pendidikan yang telah dipalang.
Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Yeniy Gogani, menyatakan bahwa keputusan memulangkan siswa diambil sebagai langkah antisipasi untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Situasi sekolah yang tidak kondusif dinilai dapat membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Kebijakan memulangkan siswa, menurutnya, bukan berarti
meliburkan kegiatan belajar. Proses pendidikan tetap berjalan dengan mekanisme
belajar dari rumah agar hak siswa untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi
di tengah situasi darurat yang terjadi.
Yeniy menegaskan bahwa peristiwa pemalangan tersebut telah
sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Ia menilai, terhentinya
kegiatan sekolah meski hanya satu hari dapat berdampak pada ketertinggalan
materi pelajaran bagi para siswa.
Ia juga menekankan bahwa persoalan di luar sekolah seharusnya tidak mengorbankan dunia pendidikan. Menurutnya, setiap permasalahan idealnya diselesaikan melalui dialog dan diskusi agar tidak berdampak langsung pada siswa yang sedang menempuh pendidikan.

Terkait penyebab pemalangan, Yeniy menjelaskan bahwa
berdasarkan isi pduk yang terpasang, pihak yang melakukan aksi mengklaim
bahwa lahan sekolah merupakan milik mereka. Namun, ia menegaskan bahwa
persoalan kepemilikan tanah bukan menjadi kewenangan pihak sekolah untuk
menyelesaikannya.
Sebagai pimpinan sekolah, fokus utama yang dipegang adalah
memastikan keberlangsungan pendidikan bagi seluruh siswa SMAN 1 Mimika. Dengan
jumlah peserta didik yang mencapai sekitar 1.400 orang, sekolah berharap
situasi ini tidak berlarut-larut.
Pihak sekolah berharap agar permasalahan pemalangan dapat
segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait, sehingga aktivitas belajar
mengajar dapat kembali berjalan normal dan siswa dapat kembali bersekolah tanpa
hambatan.
Penulis: Bim
Editor: GF