logo-website
Senin, 16 Feb 2026,  WIT

Dinas Peternakan Mimika Gelar Konsultasi Penanganan LSD, Dokter Sarankan Penggunaan Trusanek

Pelatihan manajemen pakan ternak dan penguatan kelompok peternak sapi yang digelar Dinas Peternakan Kabupaten Mimika menjadi ruang diskusi mendalam mengenai penanganan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Papuanewsonline.com - 09 Des 2025, 01:01 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Dokter Hewan, Drh. Achmad Rozaqqi saat memberikan arahan penanganan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) melalui sambungan daring kepada para peternak peserta pelatihan di Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Mimika, Senin, 8 Desember 2025.

Papuanewsonline.com, Mimika — Dinas Peternakan Kabupaten Mimika menyelenggarakan pelatihan pengelolaan pakan ternak sapi serta pengorganisasian kelompok peternak sebagai bagian dari upaya menangani maraknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi di wilayah tersebut. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Peternakan Mimika dan diikuti 58 peserta, termasuk kelompok peternak sapi dari SP 7.


Kepala Bidang Produksi, Ema Kornelia Korwa, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa pengelolaan pakan yang baik menjadi kunci peningkatan kualitas dan kuantitas produksi sapi. Ia menilai bahwa pola pemeliharaan yang tepat akan sangat menentukan kekuatan ketahanan tubuh hewan ternak terhadap penyakit.


Dalam sesi diskusi, salah satu perwakilan kelompok peternak SP 7, Sufian, melaporkan kondisi sapi mereka yang mulai menunjukkan tanda-tanda tidak normal. Menurutnya, beberapa sapi mengalami benjolan putih di kulit, sulit mengalami peningkatan bobot, dan terdapat penyakit kulit berwarna putih. Situasi ini membuat para peternak memerlukan penjelasan yang lebih jelas mengenai penyebab dan langkah penanganannya.

Menanggapi laporan tersebut, Dokter Hewan Drh. Achmad Rozaqqi memberikan saran penanganan langsung terkait penyakit LSD yang tengah merebak di Mimika. Ia merekomendasikan penggunaan produk trusanek sebagai langkah awal mengatasi gejala sekaligus meminimalkan potensi penyebaran penyakit di antara ternak.

“Gunakan trusanek untuk menangani LSD pada sapi. Ini akan membantu mengurangi gejala dan mencegah penyebaran penyakit,” kata Drh. Achmad Rozaqqi melalui pemaparan daring yang diikuti seluruh peserta.

Selain itu, dokter menekankan pentingnya melakukan isolasi yang memadai antara sapi yang sakit dan sapi yang sehat. “Ambil jarak yang cukup antara sapi yang sakit dan sehat, lalu kirim sampel ke laboratorium untuk diuji,” tambahnya dalam penjelasan lanjutan.


Ia juga mengingatkan bahwa penanganan LSD memerlukan pemeriksaan akurat untuk memastikan jenis penyakit yang diderita dan menentukan tindakan yang paling tepat. Pemeriksaan laboratorium dianggap penting agar langkah penanggulangan tidak keliru dan dapat dilakukan secara terarah.

Para peternak yang hadir menyambut baik arahan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh anjuran dokter demi mencegah penyebaran penyakit lebih luas, sekaligus memastikan ternak tetap produktif dan sehat.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE