Dukung Pesonas II NTT, Special Olympics Indonesia Gelar Charity Night
Charity Night digelar untuk menghimpun dukungan bagi atlet disabilitas intelektual menuju Pesonas II NTT dan Special Olympics World Summer Games 2027 di Chile.
Papuanewsonline.com - 16 Jul 2026, 21:57 WIT
Papuanewsonline.com/ Olahraga
Papuanewsonline.com, Jakarta – Special Olympics Indonesia (SOIna) menggelar Charity Night sebagai bentuk dukungan terhadap atlet disabilitas intelektual yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional Special Olympics (Pesonas) II di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 13–18 Oktober 2026 serta Special Olympics World Summer Games (SOWG) di Santiago, Chile, pada 16–24 Oktober 2027. Kegiatan ini digelar untuk menghimpun dana guna mendukung sebanyak mungkin atlet dapat mengikuti kedua ajang tersebut.

Acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bakti, Kementerian Sosial RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026), dihadiri Wakil Menteri HAM Mugiyanto, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, delegasi Lions Club Indonesia, kalangan pengusaha, serta para filantropis.
Ketua Umum PP SOIna, Warsito, menjelaskan bahwa kepedulian terhadap atlet disabilitas intelektual merupakan wujud nyata terbangunnya masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas intelektual. Menurutnya, SOIna meyakini setiap individu memiliki potensi untuk berkembang, berprestasi, dan menginspirasi melalui olahraga yang juga membangun rasa percaya diri, kemandirian, persahabatan, serta semangat untuk menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Warsito menegaskan bahwa Charity Night bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, tetapi juga ajakan kepada masyarakat untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi para atlet SOIna agar dapat terus berlatih, berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. "Setiap dukungan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi investasi bagi masa depan para atlet kami. Bantuan tersebut akan menghadirkan lebih banyak senyuman, harapan, dan kesempatan bagi mereka untuk mewujudkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi," jelas Warsito.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebut Charity Night sebagai bentuk keberpihakan nyata agar tidak ada satu pun anak bangsa yang kehilangan kesempatan. Menurutnya, tema "Beri Sayap untuk Mimpi Tanpa Batas" bukan sekadar rangkaian kata, melainkan panggilan moral karena mimpi tidak pernah mengenal disabilitas. "Yang sering membatasi mimpi justru adalah kurangnya kesempatan, kurangnya dukungan, dan kurangnya kepedulian kita sebagai masyarakat untuk membuka jalan," tegas Melkiades.
Ia menambahkan, kepercayaan menjadikan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah Pesonas II merupakan kehormatan sekaligus amanah yang disambut dengan penuh syukur dan tanggung jawab. Menurutnya, Pesonas II menjadi bukti bahwa Indonesia bergerak menuju masyarakat yang inklusif, yang melihat kemampuan sebelum keterbatasan, serta membuka ruang bagi setiap warga untuk berkembang. "Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menghadirkan ruang yang setara bagi setiap warga negara untuk hidup, berkarya, dan berprestasi," tegas Melkiades.
Ketua Panitia Charity Night, Gatot Prihandono, mengatakan kegiatan ini dirangkaikan dengan penyematan PIN Sahabat SOIna, penampilan cabang olahraga dance sport "Tarian Ondel-Ondel", tari "This is Me", penampilan Sanggar Pelita Monas, permainan biola atlet SOIna, hingga lelang lukisan karya atlet SOIna dan kain tenun khas NTT yang dipandu Raldy Doy. "Kami berharap dengan penyelenggaraan Charity Night ini bisa menghimpun dana yang seluruh hasil lelang dan dana yang terhimpun akan disalurkan untuk membiayai keikutsertaan altlet special olympic dalam Pesonas II NTT dan SOWG Chile pada tahun 2027."
Menurut Gatot, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi dunia usaha dan korporasi untuk menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif melalui tanggung jawab sosial perusahaan. "Berbagai bentuk donasi ini bukan selesai begitu saja tapi merupakan investasi sosial untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak disabilitas intelektual untuk menunjukkan talenta dan itu merupakan fondasi masyarakat yang jauh lebih kuat, berempati, dan tangguh di masa depan," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Charity Night, Ine Kharisma, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, Pesonas II yang akan diikuti 1.368 peserta dari 23 provinsi akan mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni atletik, bocce, sepak bola, renang, bulu tangkis, tenis meja, dan senam ritmik. Atlet berprestasi dari ajang tersebut akan menjadi dasar seleksi menuju Special Olympics World Summer Games Santiago 2027 yang diikuti sekitar 6.000 atlet dari 170 negara, dengan Indonesia memperoleh kuota sebanyak 69 delegasi.
Penulis: Jid
Editor: OF