Polisi Tangani Cepat Kasus Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak
Polisi bersama TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah bergerak cepat melakukan evakuasi, pengamanan, serta penyelidikan setelah ledakan hebat mengguncang kawasan permukiman di Kompleks Perikanan Fandoi, Biak Numfor
Papuanewsonline.com - 01 Jun 2026, 12:11 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Biak - Ledakan hebat yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan berat pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat kepolisian,
ledakan terjadi di area bawah salah satu rumah panggung yang berada di kompleks
tersebut. Suara ledakan yang sangat keras mengejutkan warga sekitar dan memicu
kepanikan di kawasan permukiman padat tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Polres Biak Numfor bersama unsur
TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait langsung
bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan area, serta
melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito,
S.I.K., M.K.P., menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang
terdampak musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa fokus utama aparat saat ini
adalah upaya kemanusiaan dan penyelamatan korban.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang diperlukan," ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Hingga Minggu sore, tim gabungan telah menemukan lima korban
dalam kondisi meninggal dunia. Empat korban dievakuasi ke RSUD Biak, sementara
satu korban lainnya dibawa ke RSAL Biak untuk proses identifikasi dan
penanganan lebih lanjut.
Di sisi lain, upaya pencarian masih terus dilakukan terhadap
tiga korban lain yang dilaporkan belum ditemukan. Tim gabungan melakukan
penyisiran secara intensif di sekitar lokasi ledakan dengan melibatkan berbagai
unsur penyelamat.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga
menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya enam unit rumah warga yang berada
di sekitar titik ledakan. Bangunan yang terdampak mengalami kerusakan pada
bagian struktur utama akibat kuatnya daya ledak.
Petugas masih melakukan pendataan serta asesmen terhadap
kerugian material yang ditimbulkan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait
juga mulai menginventarisasi kebutuhan warga yang terdampak langsung akibat
peristiwa tersebut.
Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara dentuman sangat
keras sebelum melihat kepulan debu dan puing-puing bangunan beterbangan. Warga
sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera berdatangan untuk
memberikan pertolongan kepada korban sebelum tim gabungan tiba.
Sebagai langkah antisipasi, aparat keamanan melakukan
sterilisasi di area ledakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada
benda berbahaya lain yang masih tersimpan di sekitar lokasi dan berpotensi
menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat.
Biak Numfor sendiri merupakan salah satu wilayah yang
memiliki sejarah panjang sebagai medan pertempuran pada masa Perang Dunia II.
Karena itu, keberadaan sisa-sisa amunisi atau bahan peledak peninggalan perang
masih kerap ditemukan di beberapa lokasi.
Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa penyebab
pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut
oleh tim yang berwenang.
Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan
tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Aparat meminta warga
memberikan ruang kepada petugas untuk menyelesaikan proses pencarian korban dan
investigasi secara menyeluruh.
"Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut
setelah proses pencarian korban dan penyelidikan selesai dilakukan," tutup
Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang terus berlangsung. Aparat kepolisian bersama tim gabungan tetap siaga di lokasi untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta kondisi kawasan benar-benar aman bagi masyarakat. (GF)