logo-website
Jumat, 05 Jun 2026,  WIT

Polwan Polres Biak Numfor Lakukan Trauma Healing bagi Korban Ledakan Bom

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terddampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak, Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma healing

Papuanewsonline.com - 05 Jun 2026, 10:26 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Polwan Polres Biak saat melaksanakan kegiatan trauma healing pada Kamis (4/6/2026).

Papuanewsonline.com, Biak – Menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak, jajaran Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma healing pada Kamis (4/6/2026). Dipimpin langsung Wakapolres Kompol Jebelina Walli bersama tim, kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi pengungsian, yakni Hotel Mapia dan Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan untuk mendata warga yang membutuhkan perhatian khusus.


Di Hotel Mapia, para Polwan menyambangi setiap kamar untuk bertemu langsung dengan ibu-ibu dan anak-anak yang kehilangan anggota keluarga.

Dengan sikap hangat dan penuh empati, mereka memberikan dukungan moril serta motivasi agar warga tetap tabah dan saling menguatkan.

Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yatim, di mana tim mendengarkan cerita mereka dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama berada di pengungsian.

Suasana yang lebih ceria tercipta saat tim melanjutkan kegiatan di posko pengungsian. Di sana, anak-anak diajak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi bersama guna mengurangi rasa takut yang masih membekas. Keceriaan perlahan tampak di wajah mereka yang sebelumnya tampak cemas.


Sebagai bentuk kepedulian, tim juga membagikan makanan ringan dan berbaur dengan warga untuk memberikan semangat menghadapi masa sulit ini.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bukti Polri tidak hanya berfokus pada penyelidikan kasus, tetapi juga hadir secara kemanusiaan.

“Pendampingan psikologis ini penting agar korban, terutama anak-anak, dapat kembali merasa aman dan nyaman. Kami terus berupaya memberikan pendekatan yang humanis demi pemulihan kondisi mereka,” tegasnya.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE