logo-website
Jumat, 05 Jun 2026,  WIT

Tim Gabungan Intensifkan Pencarian dan Penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak

Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, dan instansi terkait mempercepat proses pencarian dan penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak

Papuanewsonline.com - 05 Jun 2026, 10:23 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Tim gabungan saat menyampaikan upaya percepatan proses pencarian dan penyelidikan Pascaledakan Bom di Biak dalam konferensi pers, pada Kamis (4/6/2026).

Papuanewsonline.com, Biak – Pascainsiden ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 di Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, dan instansi terkait terus mempercepat upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan pengungkapan penyebab peristiwa.

Dalam konferensi pers Kamis malam (4/6/26), Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menyampaikan perkembangan terbaru, di mana jumlah korban meninggal tercatat enam orang, sementara tiga lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.

Sementara itu, korban yang sempat dirawat kini menjalani pemulihan di posko pengungsian.

Hingga hari ini, tim kembali menemukan 32 potongan tubuh; 30 di antaranya ditemukan saat sterilisasi dan 2 lainnya di area pencarian. Seluruh temuan telah diserahkan kepada tim identifikasi.

Selain itu, sejumlah barang milik korban juga berhasil diamankan. Proses sterilisasi lokasi telah mencapai 75 persen, dengan temuan 42 serpihan proyektil yang menjadi bahan penyelidikan. Tim Puslabfor juga telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih lanjut.

Sementara itu, Tim DVI telah membuka posko antemortem dan mulai mengumpulkan data serta sampel DNA dari keluarga korban guna proses pencocokan.

Besok, tim akan mengambil sampel dari potongan tubuh yang tersimpan di kamar jenazah. Pencarian tetap dilakukan secara bertahap, dengan area inti ditangani setelah dinyatakan aman dan area seluas radius empat kilometer terus ditelusuri.

Kendala utama yang dihadapi adalah cuaca hujan yang membatasi waktu kerja tim penjinak bom.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi keselamatan, mengingat masih ada potensi bahan berbahaya.

Masyarakat diminta tidak menyentuh atau memindahkan benda asing yang diduga peninggalan perang, melainkan segera melaporkannya ke aparat agar ditangani oleh tenaga ahli. Posko pelaporan dibuka baik di lokasi maupun di kantor polisi terdekat.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE