BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir untuk Sejumlah Distrik di Mimika
Hujan sedang hingga lebat diprakirakan berlangsung berkelanjutan selama 24 jam mulai Jumat pagi, meningkatkan risiko banjir dan dampak cuaca ekstrem di wilayah rawan
Papuanewsonline.com - 22 Jan 2026, 20:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan peringatan prakiraan cuaca terkait potensi banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Mimika. Peringatan ini berlaku selama 24 jam, terhitung mulai Jumat (23/1/2026) pukul 07.00 WIT hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 07.00 WIT.
Dalam rilis resminya, BMKG memprakirakan wilayah Mimika akan
mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Curah hujan tersebut
diprediksi terjadi secara merata dan berkesinambungan, dimulai sejak pagi hari,
berlanjut hingga malam, bahkan berpotensi berlangsung sampai dini hari.
Kondisi cuaca ini dinilai berisiko meningkatkan potensi
terjadinya genangan air dan banjir, terutama di wilayah yang memiliki tingkat
kerentanan sedang hingga sangat rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.
Intensitas hujan yang berlangsung dalam durasi panjang menjadi faktor utama
meningkatnya ancaman tersebut.
BMKG mencatat sedikitnya belasan distrik di Kabupaten Mimika
berpotensi terdampak. Wilayah tersebut meliputi Distrik Mimika Baru, Kuala
Kencana, Iwaka, Wania, Amar, Alama, Jita, Agimuga, Kwami Narama, Mimika Tengah,
Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, serta Mimika Timur Jauh.
Selain banjir, kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi
memicu dampak ikutan seperti tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan
terhadap aktivitas masyarakat, termasuk transportasi darat dan perairan.
Distrik-distrik yang memiliki kontur tanah labil dan berada di sekitar aliran
sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan waspada
terhadap perkembangan cuaca, khususnya warga yang bermukim di kawasan rawan
banjir dan bantaran sungai. Pemantauan informasi cuaca secara berkala dari
sumber resmi menjadi langkah penting dalam mengantisipasi risiko yang mungkin
terjadi.
Pemerintah daerah, aparat distrik, dan kelurahan juga
diharapkan segera mengambil langkah antisipatif, termasuk menyiapkan sarana
evakuasi dan koordinasi lintas sektor. Upaya kesiapsiagaan dini dinilai krusial
untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana hidrometeorologi.
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini ini merupakan bentuk langkah preventif agar seluruh pihak dapat lebih siap menghadapi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Kabupaten Mimika.
Penulis: Jid
Editor: GF