BMKG: Gelombang Perairan Mimika Capai 2,5 Sampai 4 Meter, Nelayan Diminta Waspada
Kondisi angin kencang dan pengaruh pusat tekanan rendah di sekitar Laut Arafura memicu peningkatan tinggi gelombang yang berpotensi membahayakan pelayaran dan aktivitas nelayan
Papuanewsonline.com - 20 Jan 2026, 21:17 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika melaporkan bahwa kondisi gelombang laut di perairan Mimika dan Laut Arafura dalam beberapa hari terakhir berada pada kategori tinggi dan perlu diwaspadai.
Forecaster BMKG Mozes Kilangin Timika, Fitria Nur Fadlilah,
menyampaikan bahwa tinggi gelombang di wilayah tersebut mencapai kisaran 2,5
hingga 4 meter. Kondisi ini meliputi hampir seluruh wilayah Laut Arafura, baik
bagian barat, tengah, maupun timur.
Tingginya gelombang laut tersebut dipicu oleh angin kencang
yang melintas di wilayah Mimika dan sepanjang perairan Laut Arafura. Fenomena
ini berkaitan dengan adanya pusat tekanan rendah di sebelah tenggara perairan
Papua atau kawasan Pasifik.
Pusat tekanan rendah tersebut menarik massa udara dari
wilayah dengan tekanan lebih tinggi, sehingga menyebabkan pergerakan angin yang
semakin kuat. Semakin besar perbedaan tekanan udara antar wilayah, maka
kecepatan angin akan meningkat dan berdampak langsung pada ketinggian gelombang
laut.
Kondisi cuaca ini juga diperparah oleh masih kuatnya angin
baratan yang dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah di wilayah selatan Papua,
termasuk Mimika. Situasi tersebut lazim terjadi pada periode Desember hingga
Januari dan masih berlangsung hingga saat ini.
Dalam pengamatan BMKG, kecepatan angin pada siang hari
tercatat mencapai 20 knot. Bahkan pada beberapa waktu sebelumnya, khususnya
pada malam hari, kecepatan angin sempat menyentuh 35 knot dan masih berpotensi
berada pada kisaran 20 hingga 30 knot ke depan.
BMKG mengingatkan seluruh nelayan dan pelaku aktivitas laut
agar lebih waspada terhadap kondisi perairan saat ini. Setiap peringatan yang
dikeluarkan merupakan hasil analisis data dan prakiraan cuaca yang telah
diperhitungkan secara matang.
Pihak BMKG juga menegaskan bahwa informasi cuaca dan
gelombang laut menjadi dasar bagi Syahbandar dalam mengeluarkan peringatan
resmi kepada nelayan dan pengguna transportasi laut.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi peringatan yang berlaku, diharapkan seluruh aktivitas di perairan Mimika dan sekitarnya dapat berlangsung dengan aman serta terhindar dari risiko kecelakaan akibat gelombang tinggi.
Penulis: Jid
Editor: GF