logo-website
Senin, 02 Feb 2026,  WIT

Bupati Boven Digoel Soroti Rumah Guru yang Terbengkalai di Kouh: Anggaran Harus Tepat Sasaran

Dalam kunjungan kerjanya ke SMP YPPGI Kouh, Bupati Roni Omba meninjau puluhan rumah guru yang dibangun dengan anggaran pemerintah namun dibiarkan rusak tanpa pemanfaatan

Papuanewsonline.com - 29 Nov 2025, 04:43 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Bupati Boven Digoel Roni Omba saat meninjau rumah-rumah guru yang terbengkalai di SMP YPPGI Kouh, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Jumat, 28 November 2025.

Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyampaikan kekecewaannya setelah melihat kondisi puluhan rumah guru di SMP YPPGI Kouh yang kini hancur dan tidak dimanfaatkan. Rumah-rumah tersebut dibangun untuk mendukung tenaga pengajar, namun sebagian besar dari bangunan itu tidak pernah ditempati.


Saat melakukan peninjauan langsung di kawasan SMP YPPGI Kouh, Bupati Roni Omba mendapati bahwa sekolah tersebut hanya memiliki empat orang guru. Namun jumlah rumah yang dibangun jauh lebih banyak, dengan dua unit yang masih terpakai sementara sisanya telah lama terbengkalai tanpa pemeliharaan.

“Saya sangat miris melihat kondisi ini. Ini adalah pemborosan anggaran yang tidak bisa diterima. Kita harus memastikan bahwa anggaran yang digunakan untuk pembangunan rumah guru digunakan dengan efektif dan efisien,” tegas Bupati Roni Omba di lokasi peninjauan.

Kondisi bangunan yang tidak difungsikan ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat ada sejumlah distrik lain yang masih sangat membutuhkan fasilitas rumah guru namun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan anggaran. Situasi tersebut, menurut Roni Omba, menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan pada pembangunan sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Roni Omba menyampaikan bahwa bangunan yang telantar tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk kebutuhan masyarakat setempat daripada dibiarkan rusak tanpa manfaat. Ia menilai pemanfaatan yang tepat justru dapat memberikan dampak sosial lebih baik.

“Kalo bisa biar masyarakat yang tinggal. Ini akan lebih bermanfaat daripada rumah-rumah ini terbengkalai dan tidak digunakan,” ujarnya.

Bupati juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang pada proyek-proyek pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Menurutnya, setiap pembangunan harus mempertimbangkan kebutuhan riil agar anggaran pemerintah digunakan secara efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi dinas terkait untuk memperbaiki sistem perencanaan pembangunan agar lebih tepat sasaran. Pemerintah daerah disebutkan akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan tidak ada lagi fasilitas publik yang terbengkalai akibat kesalahan perencanaan.

Dengan peninjauan ini, Bupati Roni Omba menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui fasilitas yang layak, terencana, dan digunakan sesuai kebutuhannya.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE