Bupati Boven Digoel Soroti Rumah Guru yang Terbengkalai di Kouh: Anggaran Harus Tepat Sasaran
Dalam kunjungan kerjanya ke SMP YPPGI Kouh, Bupati Roni Omba meninjau puluhan rumah guru yang dibangun dengan anggaran pemerintah namun dibiarkan rusak tanpa pemanfaatan
Papuanewsonline.com - 29 Nov 2025, 04:43 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyampaikan kekecewaannya setelah melihat kondisi puluhan rumah guru di SMP YPPGI Kouh yang kini hancur dan tidak dimanfaatkan. Rumah-rumah tersebut dibangun untuk mendukung tenaga pengajar, namun sebagian besar dari bangunan itu tidak pernah ditempati.
Saat melakukan peninjauan langsung di kawasan SMP YPPGI
Kouh, Bupati Roni Omba mendapati bahwa sekolah tersebut hanya memiliki empat
orang guru. Namun jumlah rumah yang dibangun jauh lebih banyak, dengan dua unit
yang masih terpakai sementara sisanya telah lama terbengkalai tanpa
pemeliharaan.
“Saya sangat miris melihat kondisi ini. Ini adalah
pemborosan anggaran yang tidak bisa diterima. Kita harus memastikan bahwa
anggaran yang digunakan untuk pembangunan rumah guru digunakan dengan efektif
dan efisien,” tegas Bupati Roni Omba di lokasi peninjauan.
Kondisi bangunan yang tidak difungsikan ini menimbulkan
keprihatinan mendalam, mengingat ada sejumlah distrik lain yang masih sangat
membutuhkan fasilitas rumah guru namun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan
anggaran. Situasi tersebut, menurut Roni Omba, menunjukkan lemahnya perencanaan
dan pengawasan pada pembangunan sebelumnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Roni Omba menyampaikan bahwa
bangunan yang telantar tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk kebutuhan
masyarakat setempat daripada dibiarkan rusak tanpa manfaat. Ia menilai
pemanfaatan yang tepat justru dapat memberikan dampak sosial lebih baik.
“Kalo bisa biar masyarakat yang tinggal. Ini akan lebih
bermanfaat daripada rumah-rumah ini terbengkalai dan tidak digunakan,” ujarnya.
Bupati juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang
pada proyek-proyek pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Menurutnya, setiap
pembangunan harus mempertimbangkan kebutuhan riil agar anggaran pemerintah
digunakan secara efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi dinas
terkait untuk memperbaiki sistem perencanaan pembangunan agar lebih tepat
sasaran. Pemerintah daerah disebutkan akan melakukan pendataan ulang untuk
memastikan tidak ada lagi fasilitas publik yang terbengkalai akibat kesalahan
perencanaan.
Dengan peninjauan ini, Bupati Roni Omba menegaskan kembali
komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui fasilitas
yang layak, terencana, dan digunakan sesuai kebutuhannya.
Penulis: Hendrik
Editor: GF