Gabungkan Dua Cabang Olahraga, Mimika Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Standing Fight & Muaythai
Dunia olahraga bela diri di Tanah Papua kembali bergairah dengan pembukaan Open Tournament Standing Fight dan Muaythai Se-Tanah Papua Tahun 2026. Ajang bersejarah ini digelar di Hall Lantai 2 Diana Mall.
Papuanewsonline.com - 13 Jul 2026, 16:08 WIT
Papuanewsonline.com/ Olahraga
Papuanewsonline.com, Mimika – Dunia olahraga bela diri di Tanah Papua kembali bergairah dengan pembukaan Open Tournament Standing Fight dan Muaythai Se-Tanah Papua Tahun 2026. Ajang bersejarah ini digelar di Hall Lantai 2 Diana Mall, Timika, pada Senin (13/7/2026) dan berlangsung hingga 14 Juli. Kejuaraan ini menjadi yang pertama yang memadukan dua jenis pertarungan dalam satu wadah sekaligus menjadi sarana pencarian bibit unggul atlet menuju kancah nasional.
Ketua Panitia Pelaksana, Kapten Laut Samsul Hadi, menjelaskan turnamen ini diselenggarakan guna memberi ruang bagi para atlet yang selama ini berlatih mandiri namun belum memiliki kesempatan tampil di kompetisi resmi.
“Banyak atlet berpotensi luar biasa, kami ingin merangkul mereka agar bisa menunjukkan kemampuan terbaik dan membuka jalan prestasi lebih tinggi,” ujarnya.
Sebanyak 48 tim dari berbagai wilayah di Tanah Papua hadir, mempertandingkan berbagai disiplin mulai dari pencak silat, karate, hingga tinju dan muaythai.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga, Rocky O. Pattinama, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah.
Komitmen pembinaan olahraga prestasi akan terus diperkuat melalui kerja sama bersama KONI dan seluruh organisasi cabang olahraga.
Ia mengajak seluruh peserta bertanding sekuat tenaga namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan sesama anak bangsa.
Ketua KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, sangat mengapresiasi terselenggaranya ajang ini.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran strategis melahirkan atlet berkualitas yang nantinya akan memperkuat kontingen Papua Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional mendatang.
“Bertandinglah dengan kemampuan terbaik, bukan emosi. Di atas ring kita lawan, setelah selesai kita tetap bersaudara,” pesan Antonius menekankan nilai luhur olaraga.
Penulis: Jid
Editor: OF