Haflah Khotmil Qur'an Pondok Pesantren Ulumul Quran Hasyim Muzadi Mimika Diikuti 58 Santri
Dari 58 Santri tersebut, terdapat 2 santri penghafal 30 juz, 11 santri penghafal 11-20 juz, 26 santri penghafal 2-10 juz dan 19 santri penghafal Juz’ama.
Papuanewsonline.com - 28 Sep 2023, 20:25 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, MIMIKA
– Haflah Khotmil Qur’an Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Hasyim Muzadi SP3
diikuti 58 santriawan/santriawati pada kamis pagi tadi 28/09/2023. Giat yang
dihadiri Ketua MUI Mimika, para tokoh-tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan
Organisasi, Ketua DKM, Tokoh Perempuan serta wali santri ini juga sekaligus memperingati
Maulid Nabi Muhammad SAW tepat 12 Rabbiul Awal 1445 H.
Dari 58 Santri tersebut, terdapat
2 santri penghafal 30 juz, 11 santri penghafal 11-20 juz, 26 santri penghafal
2-10 juz dan 19 santri penghafal Juz’ama. Selain itu juga terdapat Maha Santri
yang terdiri dari Bapak/Ibu Orang tua yang turut mempelajari Qur’an secara
rutin di Pondok yang dipimpin oleh Gus Mursyid Adi Saputra yang juga sebagai
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor kabupaten Mimika.

Membuka kegiatan diberikan
apresiasi dan cinderamata dari Pondok Ulumul Qur’an kepada Ustadz Hanif yang
telah mengabdi selama 1 tahun membersamai para santri. Dalam pesan dan
kesannya, ustadz Hanif menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama, dukungan
dan kebaikan yang diberikan selama setahun pengabdian ini sehingga merasakan
kedamaian dan ketentraman.
Pada kesempatan tersebut, Gus Mursyid
Adi Saputra sebagai Pimpinan Pondok juga menyampaikan ucapan syukur dan terima
kasihnya yang mendalam kepada semua pihak yang telah berperan besar pada Pondok
Ulumul Qur’an sejak awal didirikan hingga hari ini.

“Pondok ini bukan miliknya Gus
Mursyid semata. Pondok ini milik masyarakat lokal, milik kita semua yang telah berjasa pada Pondok ini. Ada yang menanam
semen, menanam pasir, menanam batu. Dan hari ini alhamdulillah apa
yang kita tanamkan sudah berbuah,” ujar Gus Mursyid
Selain itu, beliau juga memberikan
pesan untuk Santri agar tetap istiqomah, sabar dan semangat menimba ilmu,
khususnya Alqur’an. Terkhusus yang menghafal 30 juz bahwa hafal itu bukan akhir
tapi awal dari belajar qur’an.
Kepada Maha Santri, Gus
menyampaikan bahwa tidak ada kata pensiun untuk menuntut ilmu, khususnya alqur’an.
“Mari kita contohkan kepada
anak-anak kita. Pondok ini terbuka untuk umum, untuk Bapak Ibu juga, silahkan
datang setiap malam Sabtu. Kita jangan hanya menyuruh anak-anak untuk mengaji
tetapi kita juga harus mengaji. Jangan malu dan tetap semangat,” kata Gus
kepada para Maha Santri.
Sedangkan untuk wali santri beliau berpesan bahwa harus ditingkatkan lagi semangatnya, di support, dicukupkan kebutuhannya, serta didoakan supaya Mimika kita bersinar dengan alquran agar barokah selalu.

Sementara itu, Ketua MUI kabupaten Mimika, ustadz Muh. Amin dalam sambutannya menekankan pada pemanfaatan Pondok sebagai tempat ilmu dan juga para santrinya. Harapannya setiap tahun jumlah Santri terus bertambah, demikian juga penghafal qur’an sehingga siapapun yang menanamkan amalnya di Pondok ini maka pahalanya akan tetap mengalir dari setiap bacaan dari para santri.
“Saya juga berharap para Ketua DKM, tolong berdayakan anak-anak ini, para penghafal quran. Karena apa yang mereka hafalkan ini harus dijaga. Selain itu harus berikan kesempatan kepada mereka untuk memakmurkan masjid-masjid di kabupaten Mimika, kita tidak perlu datangkan lagi dari luar. Ada 78 masjid, mari kita berdayakan mereka, agar terjaga hafalannya dan juga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga
mereka ini dapat melanjutkan sekolahnya ke Timur Tengah
,” papar Ketua MUI bersemangat. (Fauzia)