logo-website
Selasa, 18 Jun 2024,  WIT

Polwan Polda Maluku Kembali Sosialisasi Kasus Bullying dan Kekerasan Seksual di SD Xaverius Ambon

Kegiatan ini diikuti oleh 71 siswa siswi kelas 3 dan 4.

Papuanewsonline.com - 28 Feb 2024, 07:42 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Papuanewsonline.com, Ambon - Setelah kelas 3 - 4, Kepolisian Wanita Polda Maluku kembali memberikan sosialisasi tentang bahaya kasus bullying/perundungan dan kekerasan seksual kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar (SD) Xaverius, Kota Ambon, Selasa (27/2/2024).

Kali ini, kegiatan sosialisasi dengan nama "Mangente Anak Sekolah" tersebut diberikan kepada siswa-siswi kelas 5 - 6 SD Xaverius Ambon.

Kegiatan edukasi ini dipimpin Ipda Marya Herlina Weridity. Ia didampingi Bripka Meilani Lewanussa, Bripka Kiki Rizkiyani Agustina, Brigpol Siti Hartini Merdekawati, Bripda Anisa Ura, Bripda Fitri Nurul Jihan Azzahra Tutupoho.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 71 siswa siswi kelas 3 dan 4. Mereka didampingi Kepala Sekolah, Fransina Laiyan,S.Ag bersama 3 orang guru SD Xaverius Ambon.

"Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna penceghan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak," kata ketua tim sosialisasi, Ipda Marya Herlina Weridity.

Kegiatan yang dilaksanakan ini, kata Marya, merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku, yaitu "Basudara Manise".

"Sosialisasi ini kami lakukan juga untuk menindaklanjuti permintaan kepala Sekolah SD Xaverius Ambon agar memberikan edukasi untuk pencegahan kasus kasus tersebut," ungkapnya.

Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying.

"Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing," jelasnya.

Selain itu, juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal. (PNO-12)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE