Destana Diperkuat, BNPB Dorong Desa Lebih Siap Hadapi Ancaman Bencana
BNPB terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Jawa Timur melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana).
Papuanewsonline.com - 06 Agu 2026, 11:43 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Malang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Jawa Timur melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana), menyusul tingginya kejadian bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya tersebut dilakukan BNPB bersama Kemitraan Australia-Indonesia melalui program SIAP SIAGA. Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., hadir di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026), untuk berdiskusi dan memberikan arahan kepada pemerintah kabupaten dan kota serta para pelaku Destana yang telah berhasil menjalankan program kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan mempelajari praktik baik dalam pengurangan risiko bencana. BNPB berharap keberhasilan Destana di sejumlah daerah dapat diterapkan dan dikembangkan di desa-desa lainnya.
Suharyanto menegaskan keberadaan Destana tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, desa yang telah memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menghadapi bencana harus terus dipelihara serta diperkuat agar mampu menjadi contoh bagi wilayah di sekitarnya.
“Forum destana dan forum pengurangan risiko bencana juga perlu dimaksimalkan, karena pencegahan menjadi aspek yang sangat penting dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan,” ujar Suharyanto.
Ia menjelaskan, langkah pencegahan sangat penting karena dampak bencana dapat menimbulkan kerugian besar, baik berupa korban jiwa maupun kerusakan harta benda. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali potensi ancaman dan melakukan evakuasi secara cepat.
Destana sendiri merupakan desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan beradaptasi secara mandiri terhadap risiko bencana, menghadapi ancaman, serta memulihkan diri dengan cepat setelah terjadi bencana.
Suharyanto mencontohkan keberhasilan Destana di sejumlah wilayah yang mampu menyelamatkan masyarakat sebelum bencana terjadi. Salah satunya terjadi pada 2024 ketika seorang kepala kampung melihat perubahan kondisi aliran sungai dan segera meminta warga untuk mengungsi.
Langkah tersebut membuat seluruh warga berhasil menyelamatkan diri sebelum banjir menerjang dan menghancurkan sejumlah rumah. Hal serupa juga terjadi di kawasan Malalo, Pulau Sumatra, serta Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, pada 2025 yang menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
Selain berperan dalam mengurangi risiko korban jiwa, Destana juga diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, BNPB berdiskusi dengan sejumlah pelaku Destana yang berhasil bangkit setelah bencana dan kembali mengembangkan usaha melalui produk UMKM.
Rangkaian kunjungan Kepala BNPB kemudian berlanjut ke Kota Batu. Di wilayah tersebut, BNPB melihat kolaborasi penguatan Destana bersama pihak swasta, salah satunya melalui penanaman pohon alpukat di Desa Giripurno sebagai bagian dari upaya mencegah banjir bandang dan longsor.
Penanaman pohon alpukat dinilai memiliki manfaat ganda karena akarnya dapat membantu memperkuat struktur tanah sekaligus menghasilkan buah yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat. BNPB bersama Pemerintah Kota Batu dan masyarakat kemudian melakukan penanaman pohon di kawasan lereng Gunung Arjuno.
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga mengingatkan BPBD di Jawa Timur untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Ia meminta pemerintah daerah dan relawan meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman kebakaran maupun kekeringan.
BNPB turut memberikan dukungan peralatan dan logistik kepada Pemerintah Kota Batu berupa mobil pikap, paket sembako, toren air, serta flexible tank untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana kekeringan.
Suharyanto berharap keberadaan Destana dapat terus diperluas sehingga masyarakat memiliki kemampuan menghadapi bencana sejak sebelum kejadian, saat kondisi darurat, hingga proses pemulihan. Menurutnya, peningkatan kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam upaya menyelamatkan masyarakat dari dampak bencana.
Editor: OF